PERTEMUAN #5 METODE DAN RUANG LINGKUP PEMERIKSAAN PAJAK

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERTEMUAN #8 PPN ATAS EKSPOR/IMPOR DAN PKP PEDAGANG ECERAN
Advertisements

Jurnal Jurnal berasal dari bahasa perancis yaitu journal yang berarti buku harian. Sehingga jurnal merupakan suatu catatan pertama dari suatu perusahaan,
Bukti Transaksi (Akuntansi Kelas X)
Application Audit Program
KUP BAGIAN 2 PERPAJAKAN Kelompok 2 Nia Mulyawati Sutarvan
Pengantar Akuntansi, Edisi ke-21 Warren Reeve Fess
PEMERIKSAAN PAJAK. Kelompok VI Hartanto Heri Joni Aprilyanto Muhammad Danny Robby
PERTEMUAN #6 NORMA PEMERIKSAAN DAN WEWENANG PEMERIKSA PAJAK
PERTEMUAN #2 HAK DAN KEWAJIBAN WP
Melayani Proses Pemeriksaan Pertemuan 7
1 Pertemuan #11 PENYIDIKAN DALAM PERPAJAKAN Matakuliah: F0442 / Ketentuan Umum Perpajakan Tahun: 2006 Versi: 1.
PERTEMUAN 10 SURAT PEMBERITAHUAN 8 MEI 2011 Surat Pemberitahuan.
PEMERIKSAAN PAJAK VI Pasal 29 UU KUP.
Pertemuan 21 SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS (DARI PENJUALAN TUNAI)
LOGO Laboratorium Perpajakan II TEKNIK DAN METODE PEMERIKSAAN.
PEMBUKUAN DALAM PERPAJAKAN
STRUKTUR DASAR AKUNTANSI
PERTEMUAN #7 MELAYANI PROSES PEMERIKSAAN
E-LEARNING MATA KULIAH. : PERPAJAKAN 1 DOSEN. : MOMO KELAS
PERTEMUAN #11 PEMBAYARAN DAN PELAPORAN PPN DAN PPNBM
KETENTUAN UMUM DAN TATA-CARA PERPAJAKAN
E-LEARNING MATA KULIAH : PERPAJAKAN 1 DOSEN : MOMO KELAS : 21
KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN
AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN
AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN
ANALISIS BUKTI TRANSAKSI KEUANGAN & KODE AKUN BUKU BESAR
Sistem Akuntansi Utang
DASAR-DASAR PERPAJAKAN, KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN
Pertemuan 2 KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN
PEMERIKSAAN PAJAK Aris Munandar, SE, M.Si.
KUP BAGIAN 2 PERPAJAKAN Kelompok 2 Nia Mulyawati Sutarvan
AKUNTANSI INVESTASI JANGKA PENDEK & JANGKA PANJANG DAN EKUITAS
MATERI 4 JURNAL UMUM DAN JURNAL KHUSUS.
PENGERTIAN DAN LINGKUP PEMERIKSAAN
Materi 10.
PROGRAM PEMERIKSAAN PAJAK SPT PPh
LAPORAN ARUS KAS (CASH FLOW REPORT) 1/23/2018.
Kuliah ke – 5 & 6 SURAT PEMBERITAHUAN (SPT)
TEKNIK DAN METODE PEMERIKSAAN
BAB 10 AUDIT KAS DAN SETARA KAS
Kas Kas didalam pengertian akuntansi didefinisikan sebagai alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan hutang dan dapat diterima sebagai suatu.
KUP II.
PERTEMUAN 10 SURAT PEMBERITAHUAN 8 MEI 2011 Surat Pemberitahuan.
KEWAJIBAN DAN WEWENANG PEMERIKSA
Koperasi simpan pinjam
Pencatatan Transaksi di Jurnal.
PERTEMUAN KE 5.
KULIAH KE – 8 PEMERIKSAAN PAJAK
Materi 11.
Pertemuan 12 Keberatan Dan Banding
Program Pemeriksaan (Audit Program)
MATERI KULIAH PENGERTIAN RESTITUSI
KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN
SENGKETA PAJAK.
AKUNTANSI SEBUAH SISTEM INFORMASI
PENGANTAR AKUNTANSI I.
Pemberian Angsuran dan Penundaan Pembayaran Pajak
KUP - PEMERIKSAAN Perpajakan Perpajakan.
DASAR AKUNTANSI PAJAK.
AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
Bab 13 sistem akuntansi penerimaan kas
Materi 11.
PERTEMUAN #3 PEMBUKUAN FISKAL
Matakuliah : A0692/ AUDIT KEUANGAN
KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN
SENGKETA PAJAK.
PEMERIKSAAN BAYU ADI, SE.,MSA.,Ak.
Pemeriksaan Pajak Gurda Gupita Ikrima Rosyidah Sofiya Utamy
TAHAP-TAHAP PEMERIKSAAN PAJAK
PENCATATAN/PEMBUKUAN DAN PEMERIKSAAN PAJAK Eva Nurfitriah Syifa Dian Nisa Eva Nurfitriah Syifa Dian.
Transcript presentasi:

PERTEMUAN #5 METODE DAN RUANG LINGKUP PEMERIKSAAN PAJAK Matakuliah : F0512 / Pemeriksaan, Penagihan, Keberatan Dan Banding Tahun : 2005 Versi : 1 PERTEMUAN #5 METODE DAN RUANG LINGKUP PEMERIKSAAN PAJAK

LEARNING OUTCOMES Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Menguraikan metode dan teknik serta serta tujuan dan ruang lingkup pemeriksaan pajak.

OUTLINE MATERI Metode pemeriksaan pajak. Teknik pemeriksaan pajak. Jenis dan ruang lingkup pemeriksaan. Jangka waktu pemeriksaan pajak.

METODE PEMERIKSAAN Metode Pemeriksaan dibagi berdasarkan kelompok sbb: Pengelompokan Secara Teoritis: Metode Dinamis. Metode Sintetis. Metode Analitis. Berdasarkan Proses Pelaksanaan Pemeriksaan: Metode Langsung. Metode Tidak Langsung, terdiri dari: Metode Transaksi Tunai. Metode Transaksi Bank. Metode Perbandingan Kekayaan Bersih. Metode Sumber dan Penggunaan Dana. Metode Pendekatan Laba Kotor / Perhitungan Prosentase. Metode Satuan dan Volume. Metode Pendekatan Produksi.

METODE SECARA TEORITIS Metode Dinamis: Yaitu yang menghendaki penguasaan masalah yang terjadi di luar teknis maupun prosedur pemeriksaan, terutama terhadap hal-hal yang berkaitan dengan liku-liku dunia usaha. Misalnya ketika akan memeriksa bisnis entertainment, pemeriksa pajak diharapkan mampu menguasai seluk beluk bisnis entertainment agar bisa mengetahui pola pikir pengusaha dan dokumen-dokumen yang digunakan. Metode Sintetis: Yaitu yang menghendaki pengujian atas jumlah akun pada buku besar tahunan yang dimulai dari dokumen dasar yang ada kaitannya dengan arus uang yang tercermin dalam buku kas/bank. Metode Analitis: Yaitu yang menghendaki pemeriksa menganalisis angka-angka laporan keuangan (neraca dan daftar rugi laba) utk beberapa tahun.

METODE LANGSUNG Metode Langsung: Yaitu teknik dan prosedur pemeriksaan pajak dengan melakukan pengujian atas kebenaran jumlah penghasilan yang dilaporkan. Untuk lebih meyakinkan hasil pemeriksaan terhadap bukti-bukti pendapatan, dilakukan kembali pengujian (cross check) dengan cara Pengujian atas dokumen seperti: order pembelian, surat pengantar barang, faktur penjualan, memori cash register, dll. Pengujian jumlah fisik dengan cara membandingkan arus barang, arus uang dan arus piutang.

METODE TIDAK LANGSUNG Metode Transaksi Tunai (cash flow): Buat akun dalam bentuk skontro yang sederhana, dimana jumlah pengeluaran dicatat di sisi kredit dan pendapatan di sisi debet. Apabila jumlah sisi kredit > jumlah sisi debet  Selisihnya merupakan penghasilan yang tidak dilaporkan. Apabila jumlah sisi kredit < jumlah sisi debet  Perlu penelitian lebih dalam karena ada indikasi wajib pajak dengan sengaja tidak melaporkan seluruh pengeluarannya.

METODE TIDAK LANGSUNG …(contd.) Metode Transaksi Bank: Formula yang digunakan: Jumlah semua setoran ke bank Rp ……… (-/-) Setoran yang bukan objek pajak Rp ……… Jumlah setoran yang merupakan objek pajak Rp ……… (+/+) Penerimaan yang tidak disetorkan misalnya cek Rp ……… Pendapatan seharusnya Rp ……… (-/-) Pendapatan yang dilaporkan dalam L/K Rp ……… Pendapatan yang tidak dilaporkan Rp ………

METODE TIDAK LANGSUNG …(contd.) Metode Perbandingan Kekayaan Bersih: Formula yang digunakan: Kekayaan bersih akhir tahun Rp ……… (-/-) Kekayaan bersih awal tahun Rp ……… Pendapatan selama setahun Rp ……… (-/-) Pendapatan yang bukan objek pajak Rp ……… Pendapatan yang merupakan objek pajak Rp ……… (-/-) Pendapatan yang dilaporkan dalam L/K Rp ……… Pendapatan yang tidak dilaporkan Rp ………

METODE TIDAK LANGSUNG …(contd.) Metode Sumber dan Penggunaan Dana: Asumsi: semua penghasilan dan beban dilaporkan dengan benar, maka jumlah sumber dana akan sama dengan jumlah penggunaan dana. Jika sumber dana lebih kecil dari penggunaan dana berarti ada sejumlah penghasilan yang tidak dilaporkan. Sumber dana: Kenaikan dalam akun utang. Penurunan dalam akun harta. Penghasilan objek dan bukan objek PPh. Beban yang tidak memerlukan penggunaan uang tunai. Kompensasi kerugian tahun lalu. Penggunaan dana: Kenaikan dalam akun harta. Penurunan dalam akun hutang. Pengeluaran untuk kepentingan pribadi. Kerugian akibat penjualan aktiva.

METODE TIDAK LANGSUNG …(contd.) Metode Pendekatan Laba Kotor / Perhitungan Prosentase Untuk meyakinkan jumlah penghasilan, pengujian dilakukan dengan cara membandingkan prosentase laba kotor/laba bersih pada masa/ tahun pemeriksaan dengan tahun sebelumnya atau dengan perusahaan sejenis yang letak usahanya berdekatan. Metode Satuan dan Volume Untuk meyakinkan penghasilan, perhitungan dilakukan dengan cara mengalikan jumlah satuan/volume yang direalisir dengan harga per satuan. Metode Pendekatan Produksi Untuk meyakinkan penghasilan, perhitungan dilakukan dengan cara menghitung jumlah produk yang dapat diproduksi berdasarkan kapasitas yang tersedia dan atau rendemen, setelah memperhitung-kan persediaan awal dan persediaan akhir.

TEKNIK PEMERIKSAAN PAJAK Teknik Evaluasi, yang meliputi: Menilai kebenaran formal SPT. Menilai kelengkapan SPT. Menilai Sistem Pengendalian Internal Perusahaan. Analisis Angka-Angka, meliputi analisis SPT, Neraca, Laporan Laba Rugi dengan teknik perbandingan, analisis rasio, analisis variance, dll. Melacak angka-angka dan memeriksa dokumen. Pengujian kaitan (cross check), yang meliputi: Pengujian dokumen dasar, misalnya: order pemberlian, order penjualan, order pengiriman, bukti kirim, invoice, dll. Pengujian jumlah fisik, yang meliputi arus barang, arus uang, arus utang, arus piutang.

TEKNIK PEMERIKSAAN PAJAK (contd.) Pengujian atas mutasi setelah tanggal neraca, guna meyakinkan kebenaran jumlah penjualan dan pembelian. Membandingkan angka neraca vs. buku besar dan buku tambahan. Membandingkan saldo-saldo tersebut dengan daftar utang/piutang pada bulan pertama tahun berikutnya. Mengecek mutasi yang terjadi dengan catatan pada buku harian kas/bank, buku pembelian, buku penjualan pada bulan yang sama. Memanfaatkan informasi pihak ketiga, seperti bank, kerjasama antar Departemen, dan sebagainya. Pengujian jumlah fisik. Melakukan inspeksi, ke pusat-pusat produksi/operasi perusahaan. Rekonsiliasi/Equalisasi. Konfirmasi.

JENIS DAN RUANG LINGKUP PEMERIKSAAN PAJAK Ruang Lingkup Pemeriksaan, terdiri dari: Pemeriksaan Lapangan yang meliputi suatu jenis pajak atau seluruh jenis pajak, untuk tahun berjalan dan atau tahun-tahun sebelumnya dan atau untuk tujuan lain yang dilakukan di tempat Wajib Pajak (dilakukan dengan cara lengkap dan/atau sederhana). Pemeriksaan Kantor yang meliputi suatu jenis pajak tertentu baik tahun berjalan dan atau tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan di kantor Direktorat Jenderal Pajak (dilakukan dengan cara sederhana) Ditinjau dari segi pelaksanaan tugas, pemeriksaan pajak dibagi dalam 3 (tiga) jenis, yaitu: Pemeriksaan Lengkap. Pemeriksaan Sederhana Lapangan. Pemeriksaan Sederhana Kantor.

PEMERIKSAAN LENGKAP Pemeriksaan Lengkap, adalah serangkaian kegiatan untuk mencari, mengumpulkan dan mengolah data dan atau keterangan lain dalam rangka pengawasan kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan, yg dilakukan Pemeriksa Pajak terhadap Wajib Pajak yang dilaksanakan dengan mendatangi tempat usaha, kantor dan domisili Wajib Pajak. Ruang lingkup pemeriksaan meliputi seluruh jenis pajak, baik tahun berjalan atau tahun-tahun sebelumnya. Teknik pemeriksaan dilakukan sesuai teknik pemeriksaan pada umumnya. Jangka waktu pemeriksaan: 2 (dua) bulan dan dapat diperpanjang paling lama 8 (delapan) bulan.

PEMERIKSAAN SEDERHANA LAPANGAN Pemeriksaan Sederhana Lapangan, adalah serangkaian kegiatan untuk mencari, mengumpulkan dan mengolah data dan atau keterangan lain dalam rangka pengawasan kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan, yg dilakukan Pemeriksa Pajak terhadap WP yang dilaksanakan dengan mendatangi tempat usaha, kantor dan domisili WP. Ruang lingkup pemeriksaan meliputi seluruh jenis pajak dan atau untuk tujuan lain pemeriksaan, baik tahun berjalan atau tahun-tahun sebelumnya. Teknik pemeriksaan dilakukan sesuai teknik pemeriksaan dengan bobot dan kedalaman yang sederhana. Jangka waktu pemeriksaan: 1 (satu) bulan dan dapat diperpanjang paling lama 2 (dua) bulan.

PEMERIKSAAN SEDERHANA KANTOR Pemeriksaan Sederhana Kantor, adalah serangkaian kegiatan untuk mencari, mengumpulkan dan mengolah data dan atau keterangan lain dalam rangka pengawasan kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan, yang dilakukan Pemeriksa Pajak terhadap WP yg dilaksanakan di Kantor Pelayanan Pajak. Ruang lingkup pemeriksaan meliputi suatu jenis pajak tertentu untuk tahun berjalan. Teknik pemeriksaan dilakukan sesuai teknik pemeriksaan dengan bobot dan kedalaman yang sederhana. Jangka waktu pemeriksaan: 4 (empat) minggu dan dapat diperpanjang paling lama 6 (enam) minggu. Jika ada indikasi transfer pricing dilakukan WP, maka lingkup pemeriksaan ditingkatkan menjadi Pemeriksaan Lapangan, jangka waktu dapat diperpanjang paling lama 2 (dua) tahun. Kecuali pemeriksaan terhadap WP tersebut berkenaan dgn SPT lebih bayar (restitusi).

SESI TANYA JAWAB TERIMA KASIH