Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Bahasa Indonesia II Keterampilan Berbahasa Memberikan dasar praktik kemahiran berbahasa Indonesia. Diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Bahasa Indonesia II Keterampilan Berbahasa Memberikan dasar praktik kemahiran berbahasa Indonesia. Diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan."— Transcript presentasi:

1

2 Bahasa Indonesia II Keterampilan Berbahasa Memberikan dasar praktik kemahiran berbahasa Indonesia. Diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan terutama menulis : ragam kreatif, bisnis, dan ilmiah

3 Bahasa adalah alat komunikasi antaranggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia Bahasa adalah alat komunikasi antaranggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia Fungsi Bahasa Alat komunikasi Alat komunikasi Alat ekspresi diri Alat ekspresi diri Alat integrasi dan adaptasi sosial Alat integrasi dan adaptasi sosial Alat kontrol sosial Alat kontrol sosial

4 ASPEK KEMAHIRAN BERBAHASA 1. MENYIMAK Menyimak kritis Menyimak kritis Menyimak konsentratif Menyimak konsentratif Menyimak kreatif Menyimak kreatif Menyimak interogatif Menyimak interogatif Menyimak eksploratori Menyimak eksploratori 2. MEMBACA Membaca nyaring / oral reading Membaca nyaring / oral reading Membaca dalam hati / silent reading Membaca dalam hati / silent reading

5 3. Berbicara Satu arah Satu arah Dua arah Dua arah 4. MENULIS Narasi Narasi Deskripsi Deskripsi Eksposisi Eksposisi Persuasi Persuasi Argumentasi Argumentasi

6 MENYIMAK Menyimak merupakan proses perubahan bentuk bunyi menjadi wujud makna. Beberapa metode menyimak : 1. Menyimak kritis : menilai dengan teliti informasi dari pembicara untuk menentukan kebenarannya. 2. Menyimak konsentratif : menangkap ide / informasi dari pembicara agar tidak menyimpang dari topik yang dibicarakan. 3. Menyimak kreatif : menghubungkan dengan imajinasi dan keindahan sambil mendengarkan pembicara. 4. Menyimak interogatif : menyimak dengan dengan tingkat konsentrasi yang tinggi karena si penyimak harus mengajukan pertanyaan, sehingga objeknya lebih dipersempit. 5. Menyimak eksploratori : menyimak dengan sangat intensif untuk mendapatkan fakta-fakta baru.

7 Membaca Membaca merupakan proses perubahan bentuk lambang / tulisan menjadi wujud makna. Beberapa metode membaca : 1. Membaca nyaring / oral reading - Mengucapkan kalimat / tafsir yang tepat - Penuh perasaan / ekspresi - Tidak selalu melihat teks - Percaya diri 2. Membaca dalam hati - Ekstensif : objeknya banyak dalam waktu yang singkat / sekilas sehingga pemahaman agak dangkal. - Intensif : studi secara seksama untuk menelaah isi, penekanannya pada hasil atau pemahaman yang mendalam.

8 BERBICARA Berbicara adalah proses perubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi wujud ujaran atau bunyi bahasa yang bermakna yang disampaikan kepada orang lain. Metode berbicara : Satu arah…….. Dua arah…….. Ceramah : menyampaikan sebuah topik tertentu lewat penuturan / penerangan lisan dan tidak diperlukan tanggapan / respons dari pendengar. Pidato : hampir sama seperti ceramah tetapi bersifat lebih formal.

9 BERBICARA DUA ARAH Diskusi : komunikasi dua arah, berpikir bersama Manfaat : 1. Melaksanakan sikap demokratis 2. Melatih toleransi 3. Mengembangkan kebebasan pribadi 4. Menambah pengetahuan 5. Menguji kebenaran pemikiran

10

11 Beberapa metode pidato: 1. Metode serta-merta / impromptu : mendadak, improvisasi, tanpa persiapan 2. Metode menghafal : ditulis secara lengkap dan dihafalkan 3. Metode naskah : membaca naskah yang sudah dipersiapkan, dipakai dalam suasana yang sangat formal 4. Metode ekstemporan : metode jalan tengah atau menggabungkan berbagai metode.

12 Menjadi Pembicara Efektif Mencakup tiga segi : 1. Sikap pembicara / teknik berbicara / teknik berbicara 2. Struktur 3. Bahasa 1. Sikap pembicara : wajar, tidak kaku, tidak angkuh, tidak pesimis, ekspresi wajah sesuai situasi, kontak dengan audiens, memperhatikan etika dan sopan santun.

13 2. Struktur pembicaraan Pendahuluan : salam / sapaan untuk audiens, ucapan terimakasih, orientasi umum pembicaraan untuk mengajak hadirin menyimak materi. Pendahuluan : salam / sapaan untuk audiens, ucapan terimakasih, orientasi umum pembicaraan untuk mengajak hadirin menyimak materi. Inti pembicaraan : penyampaian ide-ide secara rinci, menarik dan sistematis. Inti pembicaraan : penyampaian ide-ide secara rinci, menarik dan sistematis. Penutup : simpulan / rangkuman ide-ide agar diingat, anjuran / ajakan, salam penutup. Penutup : simpulan / rangkuman ide-ide agar diingat, anjuran / ajakan, salam penutup. 3. Bahasa : baik dan benar, juga mencakup kefasihan, lafal, intonasi, kecepatan berbicara, pilihan kata, tata kalimat.

14 Beberapa tambahan untuk menjadi pembicara yang baik : Kuasai masalah Kuasai masalah Kuasai alat bantu : bagan, slide, video, alat peraga, dll. Kuasai alat bantu : bagan, slide, video, alat peraga, dll. Pelajari situasi dan kondisi tempat presentasi Pelajari situasi dan kondisi tempat presentasi Perhatikan latar belakang peserta / pendengar Perhatikan latar belakang peserta / pendengar Jaga tata krama / bahasa tubuh Jaga tata krama / bahasa tubuh Antisipasi pertanyaan bila ada sesi tanya jawab. Antisipasi pertanyaan bila ada sesi tanya jawab.

15 Membangun diskusi yang partisipatif  Tugas ketua / moderator / fasilitator 1. Sebelum diskusi: berunding dengan peserta tentang masalah, waktu, aturan main, target, memfasilitasi tugas. 2. Pada pembukaan: memotivasi suasana demokratis, menjelaskan sasaran dengan jelas dan ringkas. 3. Pada saat diskusi : mengatur lalu lintas diskusi sehingga : - tiap peserta berpartisipasi dan bertanggung jawab - tiap peserta berpartisipasi dan bertanggung jawab - ada interaksi antarpeserta - ada interaksi antarpeserta - peserta tidak berbicara berkepanjangan - peserta tidak berbicara berkepanjangan - moderator tidak memonopoli pendapat / pembicaraan - moderator tidak memonopoli pendapat / pembicaraan

16 Membangun tidak berat sebelah - tidak berat sebelah - mengenali tipe watak peserta dan mencari solusinya - mengenali tipe watak peserta dan mencari solusinya - memperhatikan waktu - memperhatikan waktu - menjaga agar diskusi tidak menyimpang dari fokus - menjaga agar diskusi tidak menyimpang dari fokus - sabar, menghargai perbedaan pendapat untuk mengembangkan alternatif dan pengembangan pemikiran. - sabar, menghargai perbedaan pendapat untuk mengembangkan alternatif dan pengembangan pemikiran. 4. Pada saat penutup - menarik intisari pembicaraan, membuat kesimpulan dan mengaitkan kembali dengan target awal. - menarik intisari pembicaraan, membuat kesimpulan dan mengaitkan kembali dengan target awal. - mengucapkan terima kasih - mengucapkan terima kasih  Tugas peserta diskusi - mempersiapkan materi pembicaraan - aktif dalam diskusi dan ikut mengembangkan pemikiran - bertanggung jawab terhadap proses diskusi - membantu ketua bila diskusi macet / kurang fokus bahkan menemui jalan buntu.

17 Beberapa contoh berbicara dua arah 1. Diskusi dengan buzz grup : ada diskusi dalam kelompok besar (pleno) dan dibagi lagi dalam kelompok kecil-kecil. 2. Diskusi panel : diskusi antara beberapa panelis (4 – 6 orang), dipandu oleh moderator, dihadiri oleh banyak peserta. Ciri : - bertujuan memberi pemahaman kepada peserta - bertujuan memberi pemahaman kepada peserta - pendapat panelis lebih dominan - pendapat panelis lebih dominan - peserta menanggapi seizin moderator - peserta menanggapi seizin moderator 3. Seminar : pertemuan / persidangan untuk membahas suatu masalah (berbagai disiplin ilmu atau masalah sosial dalam masyarakat) di bawah pimpinan ketua sidang. Ciri : ada tukar pikiran antara pemrasaran dan peserta

18 4. Simposium : pertemuan untuk mendiskusikan sekumpulan pendapat mengenai topik tertentu dari beberapa pakar, disusul pertanyaan dari peserta, dipandu oleh seorang moderator. Ciri : Ciri : - pembicara adalah para ahli dengan pandangan yang berbeda - pembicara diberi kesempatan berbicara selama menit bergantian. - selanjutnya peserta diberi kesempatan memberikan tanggapan untuk salah satu pakar - diskusi terjadi antara peserta dan pembicara bukan antarpembicara. 5. Debat : pembicaraan dua pihak yang berbeda pendapat dalam sebuah organisasi seblum diadakan pemungutan suara untuk menentukan kebijakan. Tujuannya agar pihak yang tidak setuju dapat berubah sikap. Syarat : - mempunyai keahlian untuk secara cepat menangkap pokok pikiran dan arah pikiran pihak lain - cepat merumuskan argumen yang logis.

19 Verba volant, scripta manent Spoken words fly away, written words remain

20 BentukSifatIsiContoh Narasi Non-ilmiah/ fiksi/ non- fiksi Menceritakan peristiwa / kejadian sehingga pembaca merasa mengalami novel, cerpen, biografi Deskripsi Non-ilmiah/ fiksi / non- fiksi Menggambarkan objek sehingga pembaca merasa melihat sendiri Laporan pandangan mata Persuasi ilmiah / non-fiksi Karangan untuk mempengaruhi pembaca dengan pendekatan psikologis. Memerlukan fakta- fakta penunjang Naskah ceramah, teks iklan Eksposisi Ilmiah / non-fiksi Memaparkan informasi / ilmu agar pembaca mengerti dengan jelas. Laporan kegiatan, resep, cara bercocok tanam Argumentasi Ilmiah / non-fkisi Tulisan untuk membuktikan kebenaran pendapat sehingga pembaca yakin. Perlu data, fakta, analisis Laporan penelitian, skripsi, tesis

21 Persamaan / perbedaan eksposisi dan argumentasi Persamaan 1. Menjelaskan gagasan / pendapat 2. Memerlukan data / fakta yang diperkuat dengan contoh, grafik, gambar, dsb. 3. Ada proses analisis dan sintesis 4. Menggali ide dari penelitian, pengalaman, sikap dan keyakinan Sama gantengny a lho……!

22 Perbedaan 1. Eksposisi bertujuan menjelaskan sesuatu kepada pembaca 2. Pada eksposisi grafik, gambar, dsb, bertujuan untuk menjelaskan uraian. Pada argumentasi grafik, gambar dsb. Bertujuan untuk membuktikan. 3. Pada eksposisi, penutup karangan berfungsi untuk menegaskan / meringkaskan uraian. Pada argumentasi, penutup merupakan kesimpulan atas uraian

23 MENGENAL MEDIA Jenis-jenis media : Jenis-jenis media : 1. Majalah (magazine) publikasi/terbitan berkala yang memuat : artikel, depht reporting, berita investigasi, cerita, iklan, dll. Ukuran majalah kwarto/folio dan dijilid.

24 Jenis-jenis majalah : a. Berdasarkan usia : majalah anak-anak, majalah remaja, majalah dewasa, (silakan cari contohnya......) majalah anak-anak, majalah remaja, majalah dewasa, (silakan cari contohnya......) b. Berdasarkan gender : majalah wanita, contoh majalah pria, contoh majalah pria, contoh c. Berdasarkan Isi : c. Berdasarkan Isi : majalah berita, contoh majalah berita, contoh majalah mode, contoh majalah mode, contoh majalah olah raga, contoh majalah olah raga, contoh dsb dsb

25 Jurnal Awalnya jurnal merupakan catatan pribadi berisi pengalaman yang secara runtut menimpa penulisnya. Sekarang biasanya jurnal diartikan sebagai terbitan berkala yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi atau organisasi profesi tertentu. Isinya berupa terobosan atau penelitian yang dihasilkan oleh kalangan akademik. Contoh : jurnal kesehatan, jurnal sejarah, jurnal linguistik, dll.

26 3. Koran Surat kabar adalah penerbitan berkala atau harian yang berisi berita langsung, artikel, depth reporting. Ukuran kertas plano. Surat kabar adalah penerbitan berkala atau harian yang berisi berita langsung, artikel, depth reporting. Ukuran kertas plano. Tujuan atau sasaran berdasarkan motonya, contoh : bisnis, politik, atau pendukung organisasi tertentu. Pembagian : - koran partai - koran partai - independen - independen - koran kuning - koran kuning

27 4. Tabloid Kumpulan berita olahan atau investigasi yang berisi cerita, artikel, iklan yang terbit secara berkala. Kumpulan berita olahan atau investigasi yang berisi cerita, artikel, iklan yang terbit secara berkala. Macam-macam tabloid : 1. Tabloid Wanita : Tabloid Anak-anak : Tabloid Pria : Tabloid Politik : Buletin Kumpulan berita, artikel, cerita, iklan yang terbit berkala. Ukuran kertas broadsheet. Lingkup berita bersifat internal. Kumpulan berita, artikel, cerita, iklan yang terbit berkala. Ukuran kertas broadsheet. Lingkup berita bersifat internal.

28 6. News Letter Format dicetak sederhana berukuran folio/kuarto dengan jumlah halaman Diterbitkan secara berrkala, lingkup berita bersifat internal. Format dicetak sederhana berukuran folio/kuarto dengan jumlah halaman Diterbitkan secara berrkala, lingkup berita bersifat internal.

29 Mengenal Jenis Tulisan Dalam Media Media komunikasi berisi informasi yang dibagi : Fakta (informasi faktual) : berita Olahan pemikiran (informasi faksional) : - opini = hasil pemikiran penulis tentang masalah tertentu, berdasar fakta. - opini = hasil pemikiran penulis tentang masalah tertentu, berdasar fakta. - artikel = karangan dalam media di luar berita, tetapi sekarang ada kecenderungan menyamakan artikel dengan opini. - artikel = karangan dalam media di luar berita, tetapi sekarang ada kecenderungan menyamakan artikel dengan opini. Fiksi : karangan imajinatif

30 JENIS-JENIS OPINI 1. Tajuk Rencana (leader news), editorial, atau induk karangan. Merupakan sikap penerbit terhadap masalah yang aktual. Merupakan sikap penerbit terhadap masalah yang aktual. Fungsi : Fungsi :  Ramalan / forecasting  Tafsiran / interpretating  Galian / explorating - internal - internal - eksternal - eksternal

31 2. Pojok Tujuan penulisan pojok, untuk “menyentil” atau “mengusili” suatu peristiwa yang dimuat di dalam koran tersebut. Pojok ditulis secara singkat, lugas, dan jenaka. Contoh : Pakde : Pemerintah membatasi izin mendirikan mini market. Pakho : Kasihan pedagang kecil tak kebagian pembeli hi…hi…

32 3. Karikatur Gambar untuk melancarkan kritik atau “ sentilan ”. Setiap koran biasanya mempunyai “ tokoh ” dengan karakter yang khas, Contoh: Om Pasikom (Si Kompas...) Oom pasikom

33 4. Artikel Tulisan lepas tentang berbagai hal yang aktual, merupakan opini pribadi penulis. Bahan tulisan berasal dari referensi, isinya merupakan pandangan, penilaian dan solusi penulis. Penulisnya bisa dari dalam (wartawan koran/ majalah tersebut) atau orang luar.

34 5. Kolom 5. Kolom Karangan yang ditulis oleh kolumnis baik tetap maupun tidak tetap. Isinya berupa komentar / tanggapan pribadi tentang peristiwa yang aktual, misalnya tentang listrik, BBM, bencana, dll. Karangan yang ditulis oleh kolumnis baik tetap maupun tidak tetap. Isinya berupa komentar / tanggapan pribadi tentang peristiwa yang aktual, misalnya tentang listrik, BBM, bencana, dll.

35 2. Surat Pembaca Tujuan sebagai sarana ampuh ber- komunikasi langsung antarwarga masyarakat. Isinya: kritik, saran, pemberitahuan, atau fakta yang ditujukan pada pihak yang ahli. Caranya harus ada identitas atau dirahasiakan redaktur. Tujuan sebagai sarana ampuh ber- komunikasi langsung antarwarga masyarakat. Isinya: kritik, saran, pemberitahuan, atau fakta yang ditujukan pada pihak yang ahli. Caranya harus ada identitas atau dirahasiakan redaktur. Contoh: Pelayanan PDAM listrik yang tidak memuaskan.


Download ppt "Bahasa Indonesia II Keterampilan Berbahasa Memberikan dasar praktik kemahiran berbahasa Indonesia. Diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google