Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TINDAK LANJUT TEMUAN PEMERIKSAAN DALAM RANGKA PENYUSUNAN LAPORAN BMN SEMESTER I TA 2016 Jakarta, 20 Juni 2016 Biro Umum.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TINDAK LANJUT TEMUAN PEMERIKSAAN DALAM RANGKA PENYUSUNAN LAPORAN BMN SEMESTER I TA 2016 Jakarta, 20 Juni 2016 Biro Umum."— Transcript presentasi:

1 TINDAK LANJUT TEMUAN PEMERIKSAAN DALAM RANGKA PENYUSUNAN LAPORAN BMN SEMESTER I TA 2016 Jakarta, 20 Juni 2016 Biro Umum

2 TEMUAN PEMERIKSAAN BPK RI PersediaanAset Tetap Aset Tak Berwujud

3 PERSEDIAAN

4 Pengelolaan Persediaan Badan POM belum tertib a)Penetapan personil dan deskripsi kerja penanggung jawab persediaan belum memadai

5 Cont’d

6 b)Klasifikasi pencatatan persediaan ke aplikasi tidak seragam Contoh : Leaflet/gimmick/brosur :  Dicatat sbg barang konsumsi (BBPOM Yogyakarta, BBPOM Manado, BBPOM Makassar)  Barang Persediaan Lainnya Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat/Pemda (Deputi III, BBPOM Pekanbaru dan BBPOM Palembang)  Berpengaruh dalam laporan keuangan untuk Beban Persediaan

7 c)Pelaksanaan, perhitungan dan pelaporan hasil Stock Opname per 31 Desember 2015 belum tepat : Inventarisasi alat gelas stock opname tidak dapat mengidentifikasi alat gelas yang sebelumnya tidak dilaporkan Pencatatan arsip sampel secara manual tidak direkonsiliasi dengan pencatatan aplikasi persediaan pada BBPOM di Jakarta  pencatatan berdasarkan SIPT bukan kuantitas riil Hasil stock opname alat gelas di laboratorium dan Pos POM pada BBPOM di Manado tidak diinput ke aplikasi persediaan Tidak dilakukan stock opname atas persediaan leaflet/booklet pada BBPOM di Makassar

8 d)Pencatatan pada aplikasi persediaan dan/atau kartu stok tidak tertib  Terdapat barang persediaan dengan kuantitas dan/atau saldo negatif dan/atau nihil pada tujuh satker  Terdapat pemakaian barang persediaan dengan nilai nihil pada tujuh satker

9  Terdapat harga satuan barang persediaan hasil pengadaan yang belum termasuk PPN pada dua satker :Makassar dan Yogyakarta  Terdapat pencatatan ganda atas barang persediaan sejenis pada lima satker  Terdapat mutasi barang persediaan yang tidak dicatat secara bruto pada tiga satker BBPOM Jakarta, manado, palembang  retain sampel

10 Terdapat pencatatan barang persediaan secara gelondongan pada lima satker Input transaksi persediaan pada Deputi III tidak direviu secara memadai oleh koordinator pengelolaan persediaan Terdapat barang persediaan tidak dibuat kartu stoknya pada enam satker : PPOMN, BBPOM Jakarta, Yogyakarta, Palembang, Manado, Makassar Pencatatan pada kartu stok belum tertib pada empat satker : Jakarta, Yogyakarta, Palembang, Makassar Terdapat penggunaan satuan untuk pencatatan arsip sampel (Dus, strip, sachet) tidak konsisten pada dua satker : Yogyakarta, Makassar Terdapat pencatatan barang persediaan pada kartu stok yang tidak mengacu pada jenis barang persediaan pada PPOMN, seperti : desicator 250 ml : 7, desicator 150 ml : 5  dicatat desicator 12 pcs

11 e)Pencatatan barang persediaan yang rusak/usang dan pemusnahannya belum tertib Terdapat barang persediaan kadaluarsa yang belum diklasifikasikan sebagai persediaan usang/rusak pada enam satker Pelaksanaan pemusnahan arsip sampel belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan Terdapat perbedaan nilai antara barang persediaan yang dimusnahkan dengan yang tercatat pada BBPOM di Makassar Terdapat barang persediaan yang telah disetujui pemusnahannya namun masih tercatat dalam aplikasi persediaan pada dua satker Terdapat barang persediaan yang sudah tidak digunakan namun belum diusulkan pemusnahannya pada tiga satker f)Acuan harga satuan baku pembanding dan hewan percobaan pada PPOMN belum sepenuhnya sesuai dengan kebijakan akuntansi mengenai pengukuran persediaan g)Penyajian Beban Persediaan Bahan Baku, Beban Persediaan Lainnya, dan Beban Persediaan Lainnya Untuk Dijual/diserahkan Kepada Masyarakat/Pemda pada PPOMN belum mencerminkan transaksi pemakaian yang sebenarnya

12 ASET TETAP

13 Pengelolaan Aset Tetap Pada Tiga Satuan Kerja di BPOM Belum Tertib 1. Deputi 1 a)terdapat 15 unit laptop yang telah diserahkan kepada pengguna barang namun belum dibuat Berita Acara Serah Terima (BAST) dan laptop/notebook yang ditujukan untuk dipinjamkan secara insidentil belum didukung prosedur peminjaman b)Pengelola BMN belum melakukan pemutakhiran terhadap Daftar Barang Ruangan (DBR) per 31 Desember 2015 baik manual maupun dalam SIMAK-BMN c)2 unit PC Unit merk Dell Vostro 430 MT pembelian tahun 2010 senilai Rp ,00 yang kondisinya rusak berat. BMN tersebut masih tercatat dengan kondisi baik, belum dihentikan penggunaannya dan belum direklasifikasi ke akun Aset Tetap yang Tidak Digunakan Dalam Operasi Pemerintahan ataupun diusulkan penghapusannya

14 2. Deputi 3 a)Hanya barang jenis notebook/laptop dan PC unit yang telah diberi label BMN sedangkan sisanya belum diberi label BMN dan 12 unit notebook/laptop yang telah diserahkan kepada pengguna barang namun belum dibuat bukti serah terima atau Berita Acara Serah Terima (BAST) b)Pengelola BMN belum melakukan pemutakhiran terhadap Daftar Barang Ruangan (DBR) per 31 Desember 2015 baik manual maupun dalam SIMAK-BMN c)5 unit notebook senilai Rp ,00 (1 unit notebook merk Fujitsu pembelian tahun 2006 belum diketahui nilainya), 2 unit printer pembelian tahun 2006 dan 36 item barang berupa meubelair lainnya yang kondisinya rusak berat dan 2 unit notebook senilai Rp ,00, 3 unit printer senilai Rp ,00, dan 88 item barang inventaris kantor yang kondisinya rusak berat. BMN tersebut di atas masih tercatat dengan kondisi baik, belum dihentikan penggunaannya dan belum direklasifikasi ke akun Aset Tetap yang Tidak Digunakan Dalam Operasi Pemerintahan ataupun diusulkan penghapusannya d)Terdapat biaya langsung yang tidak dikapitalisasi ke nilai asetnya

15 3. PIOM terdapat 4 unit laptop dan 1 unit PC unit yang telah diserahkan kepada pengguna barang namun belum dibuat Berita Acara Serah Terima (BAST) Pengelola BMN belum melakukan pemutakhiran terhadap Daftar Barang Ruangan (DBR) per 31 Desember 2015 baik manual maupun dalam SIMAK-BMN 20 unit notebook senilai Rp ,00 dan 1 unit firewall merk cisco ASA5580 pembelian tahun 2011 senilai Rp ,00 yang kondisinya rusak berat. BMN tersebut masih tercatat dengan kondisi baik, belum dihentikan penggunaannya dan belum direklas ke akun Aset Tetap yang Tidak Digunakan Dalam Operasi Pemerintahan ataupun diusulkan penghapusannya

16 4.Adanya pelaksanaan kapitalisasi biaya langsung yang tidak seragam antar satker dalam lingkungan BPOM

17 ASET TAK BERWUJUD

18 1) Terdapat 20 unit aset tak berwujud pada dua satker yang sudah tidak digunakan lagi tapi masih tercatat di neraca

19 2) Terdapat 20 unit ATB pada Deputi III yang tidak memenuhi karakteristik ATB tetapi tercatat dalam neraca sebagai ATB

20 4. Pelaksanaan Transfer Barang Persediaan dan Aset Tetap antar Satuan Kerja di Lingkungan BPOm belum tertib pencatatan transfer barang yang tidak sinkron antara pemberi dan penerima di mana pemberi mencatat transfer keluar sedangkan penerima tidak mencatat transfer masuk ataupun sebaliknya Klasifikasi pencatatan transfer antar satker berupa persediaan belum sinkron antara satker pemberi dan satker penerima

21

22 Langkah-langkah untuk perbaikan dalam penyusunan laporan BMN Semester I TA Persediaan Melakukan klasifikasi persediaan dalam Aplikasi Persediaan sesuai dengan Mapping Persediaan. Melakukan stok opname per 30 Juni 2016 dengan melakukan inventaris fisik persediaan baik untuk persediaan yang ada di gudang maupun persediaan utuh di laboratorium ataupun di ruang Serlik khusus untuk leaflet/gimmick/brosur KIE. Melakukan pendataan nilai minus pada Aplikasi Persediaan per 31 Desember 2015 dan melakukan perbaikan di Saldo Awal per 1 januari 2016; Memastikan seluruh transaksi keluar masuk dalam aplikasi sudah sesuai dengan bukti dokumen yang ada baik kuitansi/SPB/SBBK; Memasikan tidak ada nilai nihil dalam aplikasi, untuk perbaikannya mengacu pada Surat Kepala Biro Umum Nomor KU tanggal 7 Juni 2016 tentang perbaikan nilai minus.

23 Persediaan Memastikan input nilai satuan persediaan dalam aplikasi sudah memperhitungkan PPN dan PPh, sehingga nilai akhir persediaan adalah Nilai Satuan + PPN dan PPh. Pencatatan pembelian sampel untuk obat, makanan, kosmetik dan OT agar mengacu pada bukti pertanggungjawaban seperti kuitansi/faktur, bukan berdasarkan SIPT. Untuk menghindari terjadinya permasalahan berulang terkait persediaan belum diregister. Melakukan pencatatan barang persediaan per item barang sesuai klasifikasi persediaan bukan gelondongan per komoditi. Melakukan inventarisasi fisik barang persediaan yang sudah usang/rusak, dan selanjutnya untuk dapat diusulkan pemusnahannya kepada Pengguna barang c.q Sestama Badan POM. Melakukan inventarisasi atas barang-barang persediaan yang diperoleh dari transfer masuk dari satker pusat disertai BAST untuk selanjutnya diinput ke dalam aplikasi menu transfer masuk pada satker penerima dan transfer keluar pada satker pemberi.

24 Aset tetap & ATB 2. Aset Tetap Melakukan inventarisasi BMN berupa aset tetap yang kondisinya rusak berat untuk selanjutnya dilakukan penghentian penggunaan BMN di dalam Aplikasi SIMAK BMN dan melakukan usulan penghapusan kepada Pengelola Barang atau Pengguna Barang. Melakukan pendataan BMN yang akan diserahkan ke satker-satker dan melakukan input transaksi sebagai transfer keluar pada satker pemberi atau transfer masuk pada satker penerima disertai dengan data dukung BAST. Pada saat input pembelian, harga satuan pada Aplikasi SIMAK BMN agar memperhitungkan biaya lain yang diatribusikan untuk memperoleh aset tetap tersebut seperti biaya rapat dan administrasi serta honor narasumber dan panitia terkait. 3. Aset Tak Berwujud Melakukan inventarisasi ATB yang sudah tidak digunakan namun masih tercatat di neraca TA 2015, agar segera melakukan penghentian BMN dari penggunaan dan dirubah kondisi menjadi Rusak berat. Untuk ATB yang tidak memenuhi karakteristik ATB tetapi tercatat dalam neraca TA 2015, agar melakukan koreksi nilai ATB per 30 Juni 2016.

25 TERIMA KASIH


Download ppt "TINDAK LANJUT TEMUAN PEMERIKSAAN DALAM RANGKA PENYUSUNAN LAPORAN BMN SEMESTER I TA 2016 Jakarta, 20 Juni 2016 Biro Umum."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google