Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TATA KALIMAT BAHASA INDONESIA (SINTAKSIS)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TATA KALIMAT BAHASA INDONESIA (SINTAKSIS)"— Transcript presentasi:

1 TATA KALIMAT BAHASA INDONESIA (SINTAKSIS)

2 Tata Kalimat/Sintaksis
Sintaksis adalah: Pengaturan dan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan-satuan yang lebih besar, atau antara satuan-satuan yang lebih besar itu dalam bahasa. Satuan terkecil dalam bidang ini adalah kata;

3 Apa Lingkup Kajian Sintaksis?
Kata Frasa Klausa Kalimat

4 Kata satuan gramatik bebas terkecil yang bermakna. Kata penuh
adalah Jenis Kata penuh Kata tugas Nomina, pronomina, verba, ajektiva, numeralia, preposisi, konjungsi, adverbia

5 Kata penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna, mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologis, merupakan kata terbuka, dan dapat berdiri sendiri sebagai sebuah tuturan. Yang termasuk kata penuh: nomina, verba, ajektiva, dan numeralia, pronomina. Kata tugas adalah kata yang secara leksikal tidak memiliki makna, tidak mengalami proses morfologis, merupakan kata tertutup, dan tidak dapat berdiri sendiri sebagai sebuah tuturan. Yang termasuk kata tugas: preposisi, adverbia, konjungsi.

6 Frase Frase adalah satuan gramatik yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi (Ramelan, 1986: 142).

7 (Berdasarkan distribusi unsurnya)
lanjutan Jenis Frase (Berdasarkan distribusi unsurnya) Frase endosentrik Frase eksosentrik FE atributif FE koordinatif FE apositif

8 lanjutan Frasa Endosentrik Frase endosentrik adalah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya, baik semua unsurnya maupun salah satu dari unsurnya. dua orang mahasiswa sedang membaca buku baru di perpustakaan dua orang mahasiswa / sedang membaca / buku baru F. ENDOSENTRIK F.ENDOSENTRIK F. ENDOSENTRIK FE Koordinatif : ayah dan ibu, bekerja atau belajar, suami istri FE Atrbutif : buku baru, sedang membaca, malam ini, sangat bangga FE Apositif : Yogya kota pelajar.

9 Lanjutan Frase Eksosentrik Frase eksosentrik adalah frase yang tidak mempunyai unsur yang sama dengan unsurnya. Contoh: di perpustakaan, ke sekolah, dari rumah

10 (Berdasarkan kategori inti frase)
lanjutan Jenis Frase (Berdasarkan kategori inti frase) Frasa Nomina Frasa Verba Frasa Adjektiva Frasa Numeralia Frasa Preposisi : mahasiswa baru, dosen muda : sedang makan, tidak belajar : kemarin pagi, amat cantik : lima botol, hanya satu, sebelas saja : di kampus, dari desa, ke kota

11 Klausa Klausa adalah satuan gramatik yang terdiri atas S P baik disertai O, PEL, dan KET ataupun tidak (Ramlan,1987: 89) Setiap konstruksi sintaksis yang terdiri atas S dan P (tanpa memperhatikan intonasi atau tanda baca akhir) dan merupakan bagian dari konstruksi yang lebih besar (TBBBI). Klausa S P (O) (PEL) (KET)

12 Penggolongan Klausa Berdasarkan unsur internnya:
Klausa lengkap (terdiri atas S+P atau P+S) Klausa tak lengkap (P disertai O. PEL, KET) Berdasarkan ada-tidaknya kata negatif yang secara gramatik menegatifkan P: Klausa positif (tidak memiliki kata negatif yang secara gramatik menegatifkan P) Klausa negatif (memiliki kata negatif yang secara gramatik menegatifkan P): belum, tidak, tak, tiada, bukan,jangan Berdasarkan kategori kata atau frasa yang menduduki fungsi P: Klausa nominal, klausa preposisi, klausa verbal, klausa ajektif klausa numeralia,

13 Klausa Lengkap, contoh:
- anak itu sangat cerdas Klausa tak lengkap, contoh: - membantah dirinya terlibat Klausa positif, contoh: - mereka diliputi oleh perasaan senang Klausa negatif, contoh: - mereka tidak malas

14 Klausa nominal, contoh:
- dia karyawan suatu perusahaan Klausa verbal, contoh: - Ahmad sedang membaca novel Klausa ajektival, contoh: - ia benar-benar anak yang jenius Klausa preposisi, contoh: - orang tuanya di rumah

15 K a l i m a t Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh (Alwi, 2003: 311). Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut,disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologislainnya. Dalam wujud tulisan berhuruf Latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!); sementara itu, di dalamnya disertakan pula berbagai tanda baca seperti koma (,), titik dua (:), tanda pidah (-), dan spasi.

16 Struktur Kalimat Dasar
Kalimat dasar adalah kalimat yang (i) terdiri atas satu klausa, (ii) unsur-unsurnya lengkap, (iii) susunan unsur-unsurnya menurut urutan yang paling umum, dan (iv) tidak mengandung pertanyaan atau pengingkaran. Pola kalimat dasar: 1. berdasarkan kategori katanya FN + FN, FN + FV, FN + FA, FN + Fnum, FN + FPrep 2. berdasarkan kategori struktur fungsinya S-P, S-P-O, S-P-Pel, S-P-Ket, S-P-O-Pel, S-P-O-Ket.

17 Fungsi Sintaksis Unsur-Unsur Kalimat
Fungsi Predikat: merupakan konstituen pokok yang disertai konstituen subjek di sebelah kiri dan, jika ada, konstituen objek,pelengkap, dan/atau keterangan wajibdi sebelah kanan. Fungsi Subjek: merupakan fungsi sintaksis terpenting yang kedua setelah predikat yang pada umumnya berupa nomina, frasa nominal, atau klausa. Fungsi Objek: merupakan konstituen kalimat yang kehadirannya dituntut oleh predikat yang berupa verba transitif pada kalimat aktif. Fungsi Pelengkap: sering dikacaukan dengan objek karena keduanya sering menduduki tempat yang sama, yakni di belakang verba. Fungsi Keterangan: merupakan fungsi sintaksis yang paling beragam dan paling mudah berpindah letaknya, kehadirannya bersifat manasuka, biasanya berupa frasa nominal, frasa adverbial.

18 Jenis Kalimat Berdasarkan jumlah klausa:
kalimat tunggal dan kalimat majemuk Berdasarkan bentuk sintaksisnya: kalimat deklaratif (kalimat berita), kalimat imperatif (kalimat perintah), kalimat interogatif (kalimat tanya), kalimat eksklamatif (kalimat seruan) Berdasarkan kelengkapan unsurnya: kalimat lengkap dan kalimat taklengkap

19 Lanjutan … Berdasarkan susunan subjek dan predikat:
kalimat biasa dan kalimat inversi Berdasarkan peran fungsi sintaksis (terutama S): kalimat aktif dan kalimat pasif Berdasarkan cara pengungkapan: kalimat langsung dan kalimat taklangsung

20 Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa. Contoh: Kakak belajar. S P Ia memberi saya. S P O Ia memberi saya hadiah ulang tahun. S P O Pel

21 Kalimat Majemuk Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih. Kalimat majemuk dapat dibedakan atas kalimat majemuk setara (sederat dan berlawanan), kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran. Contoh: Kakak belajar dan adik bermain. S / P // S / P (KMSS) Kakak belajar, sedangkan adik bermain. S / P // S / P (KMSB) Ketika kakak belajar, adik bermain. S / P // S / P (KMBt) K Ketika kakak belajar, adik bermain, dan ketika ibu memasak, adik tidur.(KMC) S / P // S / P /// S / P // S / P K K

22 Analisislah kalimat berikut!
Di halaman Istana Negara pada tanggal 17 Agustus 2008 Presiden memberi dia penghargaan Bintang Gerilya. Yang berbaju merah itu belajar, sedangkan yang berbaju hijau itu bermain.

23 Kalimat Deklaratif (Kalimat Berita)
Kalimat deklaratif adalah kalimat yang isinya berupa suatu pernyataan atau pemberitaan dan tidak memerlukan reaksi orang lain, baik fisik maupun verbal. Dalam bahasa tulisan, kalimat deklaratif diakhiri dengan tanda titik (.), sedangkan dalam bahasa lisan, kalimat deklaratif diakhiri dengan nada turun. Kalimat deklaratif dapat berwujud: kalimat aktif atau pasif (dilihat dari peran S-nya); kalimat verbal, kalimat nominal, kalimat adjektival, kalimat numeral, dsb (dilihat dari jenis kata pada P-nya); kalimat biasa atau kalimat inversi (dilihat dari susunan S dan P-nya. Kalimat deklaratif memiliki bentuk pengingkaran tidak pada P verba, adjektiva, dan numeralia taktentu; bukan pada P nomina dan numeralia tentu; dan belum pada P verba dan adjektiva.

24 Contoh Berita itu disiarkan oleh TVRI kemarin. (KP) Dia makan. (KV)
Adiknya dua. (KNum) Gadis itu cantik. (KA) Bapakku guru. (KN) Sudah pergi dia. (KI) Dia tidak mencuri. (pengingkaran)

25 Kalimat Imperatif (Kalimat Perintah)
Kalimat imperatif adalah kalimat yang menyatakan ujaran yang memerlukan reaksi orang lain (pembaca atau pendengar) yang umumnya berupa tindakan secara fisik untuk melakukan sesuatu. Dalam bahasa tulisan, kalimat ini sering sekali diakhiri dengan tanda seru (untuk kadar suruhan yang tinggi) atau tanda titik (untuk kadar suruhan yang biasa atau rendah); sedangkan dalam bahasa lisan, kalimat imperatif diakhiri dengan nada turun (untuk kadar suruhan yang tinggi) atau nada turun kemudian sedikit naik pada akhir kalimat (untuk kadar suruhan yang biasa atau rendah).

26 Contoh Mari, kita pergi sekarang. Kalian pergi sekarang.
Coba, jangan pergi sekarang. Pergilah sekarang! Janganlah pergi sekarang! Pergi kamu!

27 Kalimat Interogatif (Kalimat Tanya)
Kalimat interogatif adalah kalimat yang menyatakan ujaran yang memerlukan reaksi orang lain dalam bentuk jawaban verbal. Kalimat interogatif biasanya menggunakan kata tanya apa, siapa, bagaimana, kapan, berapa, atau mengapa; dan dapat menggunakan partikel penghalus –kah. Kalimat interogatif juga memiliki bentuk ingkar tidak, bukan, dan belum seperti kalimat deklaratif. Dalam bahasa tulisan, kalimat interogatif diakhiri dengan tanda tanya, sedangkan dalam bahasa lisan kalimat interogatif diakhiri dengan nada naik (terutama bila tidak ada kata tanya) atau turun (bila ada kata tanya bukan pada posisi akhir kalimat).

28 Kalimat Eksklamatif (Kalimat Seruan)
Kalimat ekslamatif adalah kalimat yang digunakan untuk menyatakan perasaan kagum dan tidak memerlukan reaksi orang lain, baik fisik maupun verbal. Kalimat eksklamatif biasanya ditandai dengan kata-kata alangkah, betapa, atau bukan main. Kalimat eksklamatif hanya memiliki bentuk ingkar tidak.


Download ppt "TATA KALIMAT BAHASA INDONESIA (SINTAKSIS)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google