Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MEDIA PEMBELAJARAN. Mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam hikayat.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MEDIA PEMBELAJARAN. Mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam hikayat."— Transcript presentasi:

1 MEDIA PEMBELAJARAN

2 Mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam hikayat

3 Kompetensi Dasar 3.7. Mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat (hikayat) baik lisan maupun tulis. 4.7. Menceritakan kembali isi cerita rakyat (hikayat) yang didengar dan dibaca.Indikator. 3.7.1 Mengidentifikasi karakteristik hikayat baik lisan maupun tulis. 3.7.2 Mengidentifikasi isi berupa unsur intrinsik hikayat baik lisan maupun tulis. 3.7.3 Mengidentifikasi nilai-nilai hikayat baik lisan maupun tulis. 4.7.1 Menceritakan kembali isi hikayat baik lisan maupun tulis.

4 Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran. Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan penerapan model pembelajara discovery learning, siswa mampu : 1. Mengidentifikasi karakteristik hikayat dengan tepat. 2. Mengidentifikasi isi berupa unsur intrinsik hikayat dengan tepat. 3. Mengidentifikasi nilai-nilai hikayat dengan tepat. 4. Menceritakan kembali isi hikayat dengan tepat.

5 ThemeGallery is a Design Digital Content & Contents mall developed by Guild Design Inc. Pengertian Hikayat Hikayat adalah salah satu bentuk sastra prosa, terutama dalam bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng. Pada umumnya hikayat bercerita tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama. Hikayat merupakan istilah yang berasal dari Arab yakni dari kata haka yang artinya bercerita atau menceritakan.

6 2003200420052006 50 70 120 Ciri-ciri Hikayat 1. Disampaikan turun-temurun 2. Tidak diketahui siapa yang pertama kali membuatnya 3. Kaya nilai-nilai luhur 4. Bersifat tradisional 5. Memiliki banyak versi dan variasi 6. Mempunyai bentuk-bentuk klise dalam susunan atau cara pengungkapannya 7. Bersifat anonym, artinya nama pengarang tidak ada 8. Berkembang dari mulut ke mulut 9. Cerita rakyat disampaikan secara lisan

7 Karakteristik Hikayat 1.Kemustahilan Kemustahilan berarti hal yang tidak logis atau tidak bisa dinalar. 2.Kesaktian Selain ceritanya yang mengandung kemustahilan, tokoh-tokoh– utamanya tokoh utama–dalam hikayat juga sering diceritakan mempunyai kesaktian. Misalnya saja, sang tokoh utama dalam suatu hikayat diceritakan mempunyai kesaktian yang mahatinggi, sehingga seekor elang raksasa pun bisa dikalahkannya dengan amat mudah. 3.Anonim Anonim berarti tidak diketahui secara jelas nama pencerita atau pengarang. Hal tersebut disebabkan cerita disampaikan secara lisan. 4.Istana sentris Menceritakan tokoh yang berkaitan dengan kehidupan istana/ kerajaan atau pusat ceritanya berada didalam lingkungan istana.

8 Unsur Hikayat Tema : Tema merupakan ide atau gagasan yang mendasari sebuah cerita. Latar : Latar ialah tempat, waktu, dan suasana yang digambarkan dalam suatu cerita hikayat. Alur : Alur merupakan jalinan peristiwa dalam sebuah cerita yang terjadi dalam hikayat. Amanat : Pengertian amanat adala suatu pesan yang disampaikan oleh pengarang melalui sebuah cerita..

9 Tokoh : Tokoh adalah pemeran di dalam cerita, pemeran ini baik sebagai pemeran utama maupun pemeran pendukung. Penokohan sendiri merupakan penggambaran watak seorang tokoh. Sudut pandang : Sudut pandang adalah pusat pengisahan darimana suatu cerita dikisahkan oleh si pencerita. Gaya : Gaya sangat berhubungan dengan bagaimana si penulis menyajikan suatu cerita dengan menggunakan bahasa dan unsur-unsur keindahan lainnya

10 Your text in here Your text in here Your text in here Mengidentifikasi nilai-nilai dalam Hikayat 1. Nilai Moral Adalah nilai yang berhubungan dengan baik buruknya sikap atau perbuatan tokoh dalam hikayat 2. Nilai sosial Merupakan nilai yang berhubungan dengan kehidupan di dalam masyarakat 3. Nilai agama adalah nilai yang berhubungan dengan masalah keagamaan atau hubungan manusia dengan Tuhan. 4. Nilai Pendidikan Nilai yang berhubungan dengan sikap dan tata laku seseorang melalui upaya pengajaran dan latihan. 5. Nilai Budaya Merupakan nilai yang berhubungan dengan adat istiadat dan kebudayaan suatu daerah yang mendasari suatu cerita.

11 Latihan Soal Bacalah teks hikayat berikut dengan cermat! HIKAYAT BAYAN BUDIMAN Sebermula ada saudagar di negara Ajam. Khojan Mubarok namanya, terlalu amat kaya, akan tetapi ia tiada beranak. Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun. Setelah umurnya Khojan Maimun lima tahun, maka diserahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun. Ia dipinangkan dengan anak saudagar yang kaya, amat elok parasnya, namanya Bibi Zainab. Hatta beberapa lamanya Khojan Maimun beristri itu, ia membeli seekor burung bayan jantan. Maka beberapa di antara itu ia juga membeli seekor tiung betina, lalu di bawanya ke rumah dan ditaruhnya hampir sangkaran bayan juga. Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu minta izinlah dia kepada istrinya. Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam daripada senjata. Hatta beberapa lama ditinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka untuk bertemu melalui seorang perempuan tua. Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu. Maka bernasihatlah ditentang perbuatannya yang melanggar aturan Allah Swt. Maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati.

12 Content Title Lalu Bibi Zainab pun pergi mendapatkan bayan yang sedang berpura- pura tidur. Maka bayan pun berpura-pura terkejut danmendengar kehendak hati Bibi Zainab pergi mendapatkan anak raja. Maka bayan pun berpikir bila ia menjawab seperti tiung maka ia juga akan binasa. Setelah ia sudah berpikir demikian itu, maka ujarnya, “Aduhai Siti yang baik paras, pergilah dengan segeranya mendapatkan anak raja itu. Apa pun hamba ini haraplah tuan, jikalau jahat sekalipun pekerjaan tuan, Insya Allah di atas kepala hambalah menanggungnya. Baiklah tuan sekarang pergi, karena sudah dinanti anak raja itu. Apatah dicari oleh segala manusia di dunia ini selain martabat, kesabaran, dan kekayaan? Adapun akan hamba, tuan ini adalah seperti hikayat seekor unggas bayan yang dicabut bulunya oleh tuannya seorang istri saudagar.” Maka berkeinginanlah istri Khojan Maimun untuk mendengarkan cerita tersebut. Maka Bayanpun berceritalah kepada Bibi Zainab dengan maksud agar ia dapat memperlalaikan perempuan itu. Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya. Burung Bayan tidak melarang malah dia menyuruh Bibi Zainab meneruskan rancangannya itu, tetapi dia berjaya menarik perhatian serta melalaikan Bibi Zainab dengan cerita-ceritanya. Bibi Zainab terpaksa menangguh dari satu malam ke satu malam pertemuannya dengan putera raja. Begitulah seterusnya sehingga Khoja Maimun pulangdaripelayarannya. Bayan yang bijak bukan sahaja dapat menyelamatkan nyawanya, tetapi juga dapat menyekat isteri tuannya daripada menjadi isteri yang curang. Dia juga dapat menjaga nama baik tuannya serta menyelamatkan rumah tangga tuannya. Antara cerita bayan itu ialah mengenai seekor bayan yang mempunyai tiga ekor anak yang masih kecil. Ibu bayan itu menasihatkan anak-anaknya supaya jangan berkawan dengan anak cerpelai yang tinggal berhampiran. Ibu bayan telah bercerita kepada anak-anaknya tentang seekor anak kera yang bersahabat dengan seorang anak saudagar. Pada suatu hari mereka berselisih faham. Anak saudagar mendapat luka di tangannya. Luka tersebut tidak sembuh melainkan diobati dengan hati kera. Maka saudagar itupun menangkap dan membunuh anak kera itu untuk mengobati anaknya.

13 Kerjakanlah secara berkelompok 1.Temukanlah isi pokok setiap paragraf yang terdapat dalam hikayat Bayan Budiman dengan menggunakan bahasa sendiri! No. Isi PokokTeks 1 2 3 4

14 Contents - Click to add Text 3. Tentukanlah karakteristik hikayat tersebut dan tuliskan kedalam tabel berikut: No.No. Nilai-nilaiKutipan teks 1 Agama 2 Sosial 3 Budaya 4 Moral 5 Edukasi 6 Estetika No.No. KarakteristikKutipan teks 1 Kemustahilan 2 Kesaktian 3 Anonim 4 Istana sentris 4. Temukanlah nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat tersebut dalam tabel!

15 LOGO PASTI BISA!!! SIAP !


Download ppt "MEDIA PEMBELAJARAN. Mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam hikayat."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google