Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Managing Career in Uncertain Times in Indonesia oleh: Dr. M. Fadhil Hasan – Ekonom Senior INDEF Jakarta, 21 April 2009.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Managing Career in Uncertain Times in Indonesia oleh: Dr. M. Fadhil Hasan – Ekonom Senior INDEF Jakarta, 21 April 2009."— Transcript presentasi:

1 Managing Career in Uncertain Times in Indonesia oleh: Dr. M. Fadhil Hasan – Ekonom Senior INDEF Jakarta, 21 April 2009

2 Agenda Dr. M. Fadhil Hasan  Fakta – ancaman uncertainty  Persoalan Mendasar Ketenagakerjaan  Konsep Pengelolaan Karier  Tips Pengelolaan Karier di Indonesia

3 Fakta Global – ancaman uncertainty Dr. M. Fadhil Hasan  Krisis keuangan global telah berdampak menurunkan aktivitas industri, keuangan, dan pemutusan hubungan kerja yang masif di AS dan Uni Eropa.  Tiga produsen otomotif terkemuka terancam gulung tikar.  Lembaga-lembaga bank investasi dunia bankrut.  Krisis mengarah ke Great Depression yang mengancam perekonomian dunia dalam beberapa tahun mendatang.  Jumlah pengangguran dunia pada 2009 akan meningkat menjadi 21 juta orang (ILO).  Butuh waktu bertahun-tahun agar pasar tenaga kerja kembali normal setelah krisis. Bagi negara berkembang, jalan terbaik adalah dengan mengaitkan produktivitas tenaga kerja dengan penciptaan lapangan kerja baru. Strategi ini cukup berhasil di Amerika Latin di mana pertumbuhan ekonomi dibarengi dengan terciptanya sejumlah lapangan kerja baru (ILO).

4 Fakta Global – ancaman uncertainty Dr. M. Fadhil Hasan •Tidak mungkin Asia Tenggara bisa menghindari masalah yang ditimbulkan oleh krisis kredit bermasalah di pasar Barat. Ekspor Singapura merosot sebesar 35% bulan Januari. Penurunan itu mencapai 25% di Thailand, dan itu terjadi setelah kemerosotan 15% bulan Desember. •Ekonomi Thailand mengalami kontraksi dengan laju tahunan lebih dari 6% pada kuartal pertama tahun Singapura memprediksi ekonominya akan menyusut 5% tahun ini. •Indonesia dipandang tidak akan terkena dampak krisis yang parah, karena fundamental sektor keuangan yang relatif kuat (utamanya perbankan), transaksi keuangan yang sehat, serta perekonomian yang belum banyak bergantung pada ekspor. •Perekonomian Indonesia diprediksi masih tumbuh positif sekitar 4,5% pada tahun ini. Kebijakan insentif fiskal dan pembangunan infrastruktur dapat menjadi buffer perekonomian ke depan.

5 Fakta Domestik – ancaman uncertainty Dr. M. Fadhil Hasan  PHK di seluruh Indonesia telah mencapai orang dan rencana PHK pada 2009 sebanyak orang. Yang telah dirumahkan orang dan rencana dirumahkan sebanyak orang (Depnakertrans).  Pengangguran di Indonesia pada 2009 bisa bertambah hingga orang atau mengalami kenaikan sekitar 9%, akibat imbas krisis global (ILO).  Industri yang berorientasi ekspor mem-PHK sebanyak orang pada 2008; sektor tekstil sekitar orang dan sektor furnitur dan kerajinan sebanyak orang (APINDO).  Industri yang rentan krisis berdampak pada rasionalisasi pekerja dan efisiensi biaya pekerja pada sektor:garmen dan tekstil, pulp and paper, perkebunan terutama kelapa sawit, industri kayu, industri baja dan elektronik (Dep. Perindustrian). Meski demikian, fakta menunjukkan …

6 Fakta Domestik – ancaman uncertainty Dr. M. Fadhil Hasan  Akibat krisis, industri kelapa sawit telah mem-PHK pekerja dan semuanya di luar pulau Jawa (Apindo).  Industri baja nasional menurunkan produksinya tahun 2008 sebesar 50% akibat krisis keuangan global (Departemen Perindustrian).  Potensi PHK sektor tekstil pada 2009 mencapai sampai orang. Tahun 2008 kita telah mem-PHK sekitar orang (Asosiasi Pertekstilan Indonesia)  PHK di sektor alas kaki pada 2009 mencapai orang, sedangkan sampai akhir 2008 telah mencapai orang. Dari sisi pendapatan sektor sepatu diperkirakan turun 15% sampai 20% (Asosiasi Persepatuan Indonesia).

7 Persoalan Mendasar Ketenagakerjaan Dr. M. Fadhil Hasan  Per Agustus 2008, dari sekitar 111,95 juta angkatan kerja, baru terserap sekitar 102,55 juta orang, atau mencatatkan tingkat pengangguran sebesar 8,39 persen.  Angka pengangguran yang tinggi mencerminkan lemahnya daya saing tenaga kerja domestik, sementara volume kegiatan investasi dan industri cenderung menurun. Source: National Labor Force Survey

8 Persoalan Mendasar Ketenagakerjaan Dr. M. Fadhil Hasan Source: National Labor Force Survey  Status yang “bekerja sendiri” dan “berwirausaha” ternyata sangat tinggi, yang menandakan potensi kewirausahaan bangsa ini cukup tinggi.  Masalahnya adalah bagaimana memberdayakan dan mengembangkan kewirausahaan yang berdaya saing di tengah pasar global, baik melalui pendidikan formal maupun non formal.

9 Persoalan Mendasar Ketenagakerjaan Dr. M. Fadhil Hasan Source: National Labor Force Survey  Porsi yang bekerja di industri manufaktur, sebagai indikator kegiatan industri, cenderung menurun dalam tiga tahun terakhir. Bila pada 2006 tercatat sebesar 12,46 persen, pada 2008 angka ini menjadi 12,24 persen.  Telah terjadi deindustrialisasi, utamanya sektor yang menyerap banyak tenaga kerja seperti tekstil dan alas kaki. Daya saing industri nasional di tengah investasi global menurun.  Industri pertanian paling banyak menyerap tenaga kerja, namun produktivitasnya dinilai rendah – tantangan peningkatan kualitas SDM.

10 Persoalan Mendasar Ketenagakerjaan Dr. M. Fadhil Hasan Source: National Labor Force Survey  Tren pengangguran angkatan kerja terdidik (lulusan akademi dan universitas) menunjukkan peningkatan. Bila pada tahun 2005, mereka menempati porsi 5,57 persen dari total penganggur, pada 2008 angka ini meningkat hampir dua kali lipat, yakni mencapai 10,23 persen.  Dunia pendidikan kita belum mampu mencetak tenaga-tenaga produktif yang sesuai tuntutan pasar kerja atau yang dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Mendesak dibangun kerangka knowledge based economy; yakni menciptakan keterkaitan yang erat antara program pendidikan dan penelitian inovatif dengan gerak laju perekonomian.

11 Persoalan Mendasar Ketenagakerjaan Dr. M. Fadhil Hasan Source: Diknas  Angka lulusan SMU yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi menurun dalam lima tahun terakhir. Bila pada tahun 2002/2003, sebesar 73,57 persen dari lulusan SMU melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, pada tahun 2006/2007 angka itu hanya sebesar 40,54 persen.  Dari segi kualitas lulusan, pendidikan tinggi dinilai belum mampu menelurkan tenaga-tenaga kerja produktif, terlihat dengan makin membengkaknya tingkat pengangguran kalangan terdidik.

12 Konsep Pengelolaan Karier Dr. M. Fadhil Hasan •Skills •Knowledge •Capabilities •Experience •Exposure Your Diversified Me Inc. Portfolio “The elevator to success is broken. You’ll have to take the stairs.” Joe Girard

13 Konsep Pengelolaan Karier Dr. M. Fadhil Hasan 8 Cara bertahan dalam uncertain time – pragmatisme John Allen (Allen mengibaratkannya sebagai “improvisasi panggung” ketika sang aktor kehilangan ide atau lupa akan script perannya): 1.Listen, observe and be totally present 2.Stop planning 3.Focus only on the next step 3.Focus only on the next step 4.Be instinctive 5.Focus on making a contribution 6.Let go of the outcome 7.Be OK with screwing up 8.Make strong character choices Intuisi terobosan, dan kreativitas dengan tetap memperhatikan “peran” dalam jabatan karier Anda, agar Anda dapat menuntaskan peran, sementara kondisi uncertain segera berakhir.

14 Konsep Pengelolaan Karier Dr. M. Fadhil Hasan Pendekatan Meredith Haberfeld untuk menyikapi uncertainty dalam karier:  Pelihara komitmen; hindari kecemasan dan ketakutan akan kehilangan pekerjaan.  Bangun rencana; rencana yang realistik dan terukur dengan kerangka waktu pencapaian target-target yang jelas, termasuk bila PHK benar-benar terjadi.  Berikan yang terbaik; tunjukan seluruh kemampuan profesi secara konsisten kepada perusahaan.  Kembangkan kemampuan pribadi; pelatihan, pendidikan, kreativitas.  Bangun jejaring (networking); internal maupun eksternal perusahaan.  Tetap nikmati hidupan Anda; aktivitas sosial, rekreasi, atau keluarga.  Hindari gosip perusahaan.  Ambil perspektif Anda; berbagai skenario karier dalam perspektif jauh ke depan - jadilah pemenang dan keluar dari kesulitan untuk diri Anda sendiri.

15 Konsep Pengelolaan Karier Dr. M. Fadhil Hasan Key Word - the Necessity: NETWORKING  Taking the time to network is key to career management, survival and success  Networking within the organization; through associations, conferences, and training can build multiple champions and mentors  60%+ of all jobs come through networking

16 Konsep Pengelolaan Karier Dr. M. Fadhil Hasan Networking is...  Developing and maintaining a line of communication with people you know, or would like to know, for the purpose of getting and sharing information for mutual gain.  Networking is … –planned –purposeful –ongoing –reciprocal

17 Konsep Pengelolaan Karier Dr. M. Fadhil Hasan Networking is NOT…  manipulative  “schmoozing”  unplanned  asking for a job!

18 Tips Dr. M. Fadhil Hasan Kondisi tak menentu (uncertain) di Indonesia:  Politik, keamanan, dan pemerintahan pasca Pemilu  Perubahan haluan pembangunan jangka menengah kedua (RPJM )  Efektifitas stimulus ekonomi  Likuiditas pembiayaan - perbankan  Pengaruh eksternal - pemulihan Stabilitas politik dan pemerintahan pasca pemilu paling menentukan arah perbaikan ekonomi mendatang

19 Tips Dr. M. Fadhil Hasan Gencarnyan isu perubahan – ekonomi pro rakyat – tampaknya akan diadopsi oleh pemerintahan mendatang, apapun hasil Pemilu ….  Penguatan ekonomi domestik, berbasis sumberdaya alam dan yang menyerap banyak tenaga kerja.  Stabilitas moneter dan kesinambungan fiskal menjadi prasyarat mutlak yang akan mengalami perbaikan ke depan.  Sektor pembiayaan akan menggeliat, suku bunga menurun sesuai tren global dan perlunya konsolidasi kinerja perbankan nasional.  Penekanan program kewirausahaan untuk mendukung perekonomian domestik: pendidikan formal dan non formal, sekaligus untuk mengatasi kesenjangan antara angkatan kerja dan pasar kerja.

20 Tips Dr. M. Fadhil Hasan Apa yang harus dilakukan bagi mereka yang sudah bekerja … Penguatan Kinerja Peningkatan Kapasitas Vs. •Jaga komitmen thd. perusahaan •Intuisi untuk bertindak kreatif mencapai sasaran kerja •Perluas jejaring internal •Tingkatkan kecakapan - kompetensi •Perluas jejaring eksternal •Tingkatkan kompetensi: pendidikan/pelatihan •Perspektif karier jangka panjang •Tanamkan kewirausahaan •Investasi, menabung SEIMBANG

21 Tips Dr. M. Fadhil Hasan Apa yang harus dilakukan bagi mereka yang sedang mencari pekerjaan … •Titik balik industrialisasi yang akan ditempuh diprioritaskan pada sektor-sektor yang menyerap banyak tenaga kerja dengan jenjang pendidikan formal non sarjana … Perlu diantisipasi perlunya pendidikan non formal keterampilan, kegiatan magang, balai latihan kerja, dan lain-lain. •Tenaga kerja terdidik tampaknya masih akan dihadapkan persaingan sengit dunia kerja dalam beberapa tahun mendatang. •Perlu pengembangan kewirausahaan di kampus, baik kegiatan perkuliahan maupun praktik kemitraan dengan dunia usaha. •Perlu pengembangan banyak lembaga inkubasi bisnis dan kemitraan usaha, serta dukungan perbankan/modal ventura bagi UMKM atau usaha kreatif/inovatif. •Kembangkan industri kreatif dan yang bermuatan lokal.

22 Tips Dr. M. Fadhil Hasan Apa yang harus dilakukan bagi mereka yang masih bersekolah … • Program pendidikan berbasis kompetensi yang didukung anggaran pemerintah yang memadai akan memicu berkembangnya jenis-jenis pendidikan kecakapan di tingkat menengah maupun pendidikan tinggi. • Kualitas pendidikan ke depan akan dicirikan dengan sejauh mana lulusannya mampu menjawab tuntutan dunia kerja dan atau yang mampu menciptakan inovasi knowledge based economy. • Sejalan dengan regulasi BHMN dan UU BHP, perguruan tinggi dituntut untuk mengembangkan corporate university yang berjalan paralel dengan dinamika bisnis dan perekonomian. • Karena itu, tujuan pendidikan bagi mereka yang masih bersekolah makin dituntut untuk menyemai benih-benih “kewirausahaan” melalui inovasi, praktek kerja dan inkubasi bisnis.

23 terima kasih Dr. M. Fadhil Hasan


Download ppt "Managing Career in Uncertain Times in Indonesia oleh: Dr. M. Fadhil Hasan – Ekonom Senior INDEF Jakarta, 21 April 2009."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google