Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tahun Jumlah Penduduk Angkatan Kerja Bukan Angkatan Kerja TPAK Tenaga Kerja Bukan Usia Kerja 2001900.000618.750200.000 618.750/8 18.750 818.75081.250 20021.000.000641.750208.250850.000150.000.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tahun Jumlah Penduduk Angkatan Kerja Bukan Angkatan Kerja TPAK Tenaga Kerja Bukan Usia Kerja 2001900.000618.750200.000 618.750/8 18.750 818.75081.250 20021.000.000641.750208.250850.000150.000."— Transcript presentasi:

1 Tahun Jumlah Penduduk Angkatan Kerja Bukan Angkatan Kerja TPAK Tenaga Kerja Bukan Usia Kerja / …………………… …………… … ………… ……… ………… …………………… ………………… Keadaan Penduduk Daerah X (Data Hipotetik)

2 PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PEKERJA DI PERUSAHAAN SUPRA SARANA •KEBIJAKAN PEMERINTAH •HUBUNGAN INDUSTRIAL •MANAJEMEN •Keselamatan dan kesehatan kerja •Sarana Produksi •Teknologi Lingkungan Kerja UPAH •JAMSOS •KEAMANAN KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN LATIHAN ETOS KERJA MOTIVASI KERJA SIKAP MENTAL FISIK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PEKERJA Pekerja

3 Human Capital Y (SE) =B (SE) =Y (sla) = pendapatan pendidikan SLTA Biaya pendidikan Sarjana Ekonomi pendapatan pendidikan SE IRR

4 Kurva Indifference E3 E2 E1 E U3 U1 U2 MRS = ∆ Barang Konsumsi ∆ Waktu senggang Waktu Senggang Barang Konsumsi/Upah Substitution Effect Income Effect 15 5

5 Kurva Indifference E3 E2 E U3 U1 U2 MRS = ∆ Barang Konsumsi ∆ Waktu senggang Waktu Senggang Barang Konsumsi/Upah B B D G E4 E6 E5

6 Kurva Permintaan Tenaga Kerja E3 E4 Pekerja Barang Konsumsi/Upah W2 B E4 E6 E5 Demand =MPPL x P MR = ValueMPPL x P W3 W1 W =MPPL x P

7 •Peningkatan produktivitas kerja karyawan sedemikian rupa sehingga pertambahan produksi yang dihasilkan senilai dengan pertambahan upah •Pengusaha terpaksa menaikkan harga jual barang •Pengusaha mengurangi jumlah karyawan yang bekerja •Pengusaha melakukan kombinasi Perilaku pengusaha : e = ∆ N/N ∆ W/W Elastisitas Permintaan Tenaga Kerja e = ∆ N/∆ W X W/N e = ∆ N/N ∆ W/W e = N/dWX W/N

8 e = ∆ N/N ∆ W/W Elastisitas Permintaan Tenaga Kerja e = ∆ N/∆ W X W/N e = N/dWX W/N k =X gE E = ∆ N/N ∆ Y/Y E i= ∆ Ni/Ni ∆ Yi/Yi E = ∆ Laju pertumbuhan kesempatan kerja ∆ Laju Pertumbuhan PDRB

9 Sektor Tahun 2000Tahun 2010 Pertumbuhan per tahun (%) Elastisitas Permintaan Tenaga Kerja Jumlah Pekerjaan Nilai PDRB Jumlah Pekerjaan Nilai PDRB Jumlah Pekerjaan Nilai PDRB Pertanian (3000)/ (27500 (900)/ (2950) 0,35 Industri ,97 Jasa ,40 Jumlah ELASTISITAS KESEMPATAN KERJA MENURUT SEKTOR

10 PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PEKERJA DI PERUSAHAAN SUPRA SARANA •KEBIJAKAN PEMERINTAH •HUBUNGAN INDUSTRIAL •MANAJEMEN •Keselamatan dan kesehatan kerja •Sarana Produksi •Teknologi Lingkungan Kerja UPAH •JAMSOS •KEAMANAN KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN LATIHAN ETOS KERJA MOTIVASI KERJA SIKAP MENTAL FISIK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PEKERJA Pekerja

11 F B D LD 1 Pekerja Upah 100 Gambar 3. Pasar Tenaga Kerja A E C LD 2 LD 3 LS 1 G 425

12 Upah/WAGE •Upah Menurut kebutuhan – teori nilai – pertentangan kelas – masyarakat “ Tiap orang harus bekerja menurut kemampuannya dan tiap orang memperoleh menurut kebutuhannya “ •Upah sebagai imbalan •Perbedaan tingkat upah •Sistem dan komponen upah

13 Upah sebagai imbalan Pekerja memperoleh upah senilai dengan pertambahan hasil marjinalnya Pengusaha tidak bersedia membayar upah yan lebih besar dari nilai usaha kerja yang diberikan pekerja kepada pengusaha W =VMPPL = MPPL x P W

14 Perbedaan tingkat upah •diklat, •rasio biaya pekerja thd biaya produksi, •rasio keuntungan thd penjualan, •peranan pengusaha dalam menetapkan harga, •kemanfaatan skala ekonomi, •tingkat efisiensi manajemen, •kemampuan dan kekuatan serikat pekerja, • faktor kelangkaan, •besar kecilnya risiko-kemungkinan kecelakaan, •sektoral (sektor industri)

15 Bentuk Pengupahan •Upah dan Gaji –Gaji pokok –Tunjangan jabatan, tunjangan kemahalan, tunjangan keluarga –Gaji bersih (take home pay) •Tunjangan dalam bentuk Natura –Beras, gula, dll •Fringe benefit –Tunjangan hari tua/pensiun, askes, upah hari libur, cuti, waktu istirahat, kendaraan dinas, rumah dinas, telefon rumah atas tanggungan perusahaan, makan siang, bensin, fasilitas olah raga, rekreasi, •Lingkungan Kerja

16 Fungsi Upah •Menjamin kehidupan yang layak •Mencerminkan imbalan atas hasil kerja •Menyediakan insentif untuk mendorong peningkatan produktivitas

17 Masalah Upah •Pekerja versus Pengusaha •Pekerja versus Penguasa •Penguasa versus Pengusaha

18 Kebutuhan Hidup dan Upah •KFM •KHM •Upah Minimum –Menjamin penghasilan pekerja, tidak lebih rendah dari suatu tingkat kebutuhan tertentu –Meningkatkan produktivitas kerja –Meningkatkan kemampuan dan cara kerja yang lebih baik

19 Kebutuhan Hidup dan Upah •Makanan- Minuman (Mamin) •Bahan bakar dan penerangan •Perumahan dan peralatan •Pakaian •Lainnya •PL, K1 •K2, K3

20 Prinsip Bersama Kooperatif-Mutual, bukan Kooptatif •Kesepakatan Bersama •Keputusan Bersama •Peraturan Bersama PemerintahPekerjaPengusaha

21 Pokok-pokok HIP •Dasar Pancasila •Berdasar Ketuhanan YME •Berdasar Kemanusiaan yang Adil •Berdasarkan Persatuan •Berdasarkan Musyarawah •Berdasarkan Keadilan Sosial •Mitra (partner in responsinbility, in production, in sharing profit

22 Mitra, Mutual Undestanding Pekerja-Pengusaha •Kepentingan kelangsungan perusahaan •Upah yang lebih baik •Kesempatan maju, bertanggungjawab •Kesempatan berkeluh kesah/layanan •Ketenangan dan kepastian •Menghormati hak •Tuntutan : bukan ketidakpatuhan/protes

23 Kualitas SDM •Etos Kerja •Kelembagaan •Transparansi •Kesetaraan

24 KEMAMPUAN SDM (INDIVIDUAL) •MANTAP •EFEKTIF •INTELEKTUALITAS •BEKERJASAMA •BERKOMUNIKASI •RASIONALITAS DAN EMOSIONAL •PERSONALITAS •ETIKA •JASMANI DAN ROHANI

25 MANTAP •FISIK, FISIK, PENGETAHUAN, PENGALAMAN, KETERAMPILAN, WAWASAN •KEBEBASAN, OBJEKTIF, BERANI DEMI KEBENARAN, TEGAS, BERTANGGUNGJAWAB, YAKIN DIRI, RAMAH •MENDENGARKAN SECARA KRITIS, MERASAKAN PIKIRAN, UNGKAPAN KRITIS •MEMBERI NASEHAT, PETUNJUK, SARAN, BIMBINGAN •MENGANALISIS, MENARIK KESIMPULAN, MENGAMBIL KEPUTUSAN SECARA KRITIS •TEGUH PADA JANJI DAN KUAT MEMEGANG RAHASIA

26 EFEKTIF •BERKOMUNIKASI •BERGAUL •MEMOTIVASI •MEYAKINKAN ORANG LAIN

27 INTELEKTUALITAS •BELAJAR SECARA CEPAT DAN MUDAH •MENGOBSERVASI, MENGUMPULKAN DATA, MEMILIH DAN MENGEVALUASI FAKTA •PERTIMBANGAN YANG BAIK •MENGEMUKAKAN ALASAN YANG MASUK AKAL (DEDUKSI-INDUKSI) •MENYIMPULKAN SECARA TEPAT/BENAR •KREATIF DALAM IMAJINASI •ORISINIL DALAM BERPIKIR

28 KEMAMPUAN BEKERJASAMA •SIKAP TOLERANSI •MENGANTISIPASI DAN MENILAI REAKSI •RASA HORMAT DAN KEPERCAYAAN •JUJUR DAN BERSIKAP SOPAN SANTUN

29 KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI •MENDENGARKAN •BAHASA LISAN DAN TULISAN •MEYAKINKAN ORANG LAIN •MEMOTIVASI ORANG LAIN

30 Janganlah pembayaran rente dan angsuran kapital asing itu menjadi beban pajak bagi angkatan Indonesia yang akan datang ( Bung Hatta, Pidato Hari Koperasi, 12 Juli 1977 )

31 CORAK BANTUAN PERKEMBANGAN YANG DIPERLUKAN OLEH INDONESIA ( Moh. Hatta, September 1967 ) 1.HUMAN CAPITAL 2.KAPITAL UNTUK MEMBIAYAYI INFRASTRUKTUR 3.‘PRE-INVESTMENT ACTIVITIES” (R&D, biaya Indonesia, tenaga ahli asing) 4.KAPITAL UNTUK MEMPERBESAR SISTEM SALURAN AIR DAN WADUK 5.KAPITAL UNTUK PEMBANGUNAN BERBAGAI MACAM INDUSTRI DASAR, TAMBANG, DAN INDUSTRI LAIN YANG PENTING BAGI RAKYAT

32 •PERKIRAAN KESEMPATAN KERJA /KEBUTUHAN (NEED ASSESSMENT) •PERKIRAAN PERENCANAAN PENYEDIAAN •PERHITUNGAN •PERENCANAAN PENDIDIKAN •PERENCANAAN PELATIHAN •PENYESUAIAN RENCANA PROSES PERENCANAAN TENAGA KERJA

33 Tahun Jumlah Penduduk Angkatan Kerja Bukan Angkatan Kerja TPAK Tenaga Kerja Bukan Usia Kerja / …………………… …………… … ………… ……… ………… …………………… ………………… Keadaan Penduduk Daerah X (Data Hipotetik)

34 Sektor Tahun 2000Tahun 2010 Pertumbuhan per tahun (%) Elastisitas Permintaan Tenaga Kerja Jumlah Pekerjaan Nilai PDRB Jumlah Pekerjaan Nilai PDRB Jumlah Pekerjaan Nilai PDRB Pertanian (3000)/ (27500 (900)/ (2950) 0,35 Industri ,97 Jasa ,40 Jumlah ELASTISITAS KESEMPATAN KERJA MENURUT SEKTOR

35 PERENCANAAN TENAGA KERJA PERENCANAAN PEMBANGUNAN INFORMASI TENAGA KERJA PERENCANAAN LATIHAN PERENCANAAN PENDIDIKAN KETERPADUAN PERENCANAAN

36

37 Sooner or later •local resources will have to replace external funding •and external technical expertise •Witnessing and widening socioeconomic disparities between and within countries A global society is emerging with pervasive information capabilities that make it substantially different from an industrial society; much more competitive, more democratic, less centralized, less stable, more able to address individual needs and friendlier to the environment. (World Bank, 2000)

38 Global Information Empowerment •will narrow the poverty gap and eliminate many of the geographic obstacles to prosperity and equality •area distinguished by its people, its geography or its culture, may even be rethought. •rapid market expansion in some regions of the world •Financial Liberalization and Financial Crisis Global Information - Imperialism •Unemployment (particularly urban unemployment), •Declining real wages, •A growing debt burden, •Rising income disparities, •Urbanization and the feminization of poverty Expanded •By adding the new problems of drug abuse, •AIDS and the intensisification of novel forms of violence

39 Global Competitiveness Index GCI 2009– GCI 2008–2009 (out of 134) GCI 2007–2008 (out of 131) Basic requirements st pillar: Institutions nd pillar: Infrastructure rd pillar: Macroeconomic stability th pillar: Health and primary education Efficiency enhancers th pillar: Higher education and training th pillar: Goods market efficiency th pillar: Labor market efficiency th pillar: Financial market sophistication th pillar: Technological readiness th pillar: Market size Innovation and sophistication factors th pillar: Business sophistication th pillar: Innovation World Economic Forum

40 Global Competitiveness Index GCI 2010– GCI 2009–2010 (out of 133) GCI 2008–2009 (out of 134) Basic requirements st pillar: Institutions nd pillar: Infrastructure rd pillar: Macroeconomic environment th pillar: Health and primary education Efficiency enhancers th pillar: Higher education and training th pillar: Goods market efficiency th pillar: Labor market efficiency th pillar: Financial market development th pillar: Technological readiness th pillar: Market size Innovation and sophistication factors th pillar: Business sophistication th pillar: Innovation World Economic Forum

41 World Economic Forum Global Competitiveness Index GCI 2009– GCI 2008–2009 (out of 134) GCI 2007–2008 (out of 131) Basic requirements st pillar: Institutions nd pillar: Infrastructure rd pillar: Macroeconomic stability th pillar: Health and primary education Efficiency enhancers th pillar: Higher education and training th pillar: Goods market efficiency th pillar: Labor market efficiency th pillar: Financial market sophistication th pillar: Technological readiness th pillar: Market size Innovation and sophistication factors th pillar: Business sophistication th pillar: Innovation

42 Global Competitiveness Index GCI 2009– GCI 2008–2009 (out of 134) GCI 2007–2008 (out of 131) Basic requirements st pillar: Institutions nd pillar: Infrastructure rd pillar: Macroeconomic stability th pillar: Health and primary education Efficiency enhancers th pillar: Higher education and training th pillar: Goods market efficiency th pillar: Labor market efficiency th pillar: Financial market sophistication th pillar: Technological readiness th pillar: Market size Innovation and sophistication factors th pillar: Business sophistication th pillar: Innovation

43 By accepting the Convention, States commit themselves to undertake a series of measures to end discrimination against women in all forms, including: •to incorporate the principle of equality of men and women in their legal system, abolish all discriminatory laws and adopt appropriate ones prohibiting discrimination against women; •to establish tribunals and other public institutions to ensure the effective protection of women against discrimination; •to ensure elimination of all acts of discrimination against women by persons, organizations or enterprises.

44 SMILE •Specialty, •Management ability, •International flexibility, •Language facility, •Endeavour Kemampuan manajemen, kelenturan internasional, kemahiran berbahasa, ketekunan dalam menghadapi ketidakpastian,


Download ppt "Tahun Jumlah Penduduk Angkatan Kerja Bukan Angkatan Kerja TPAK Tenaga Kerja Bukan Usia Kerja 2001900.000618.750200.000 618.750/8 18.750 818.75081.250 20021.000.000641.750208.250850.000150.000."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google