Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SUMBER DAYA LAYANAN ARSTEKTURAL SUMBER DAYA INTERNAL Praktek arsitektur tidak seperti kebanyakan spekulasi bisnis yang memerlukan sum- ber daya terbatas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SUMBER DAYA LAYANAN ARSTEKTURAL SUMBER DAYA INTERNAL Praktek arsitektur tidak seperti kebanyakan spekulasi bisnis yang memerlukan sum- ber daya terbatas."— Transcript presentasi:

1 SUMBER DAYA LAYANAN ARSTEKTURAL SUMBER DAYA INTERNAL Praktek arsitektur tidak seperti kebanyakan spekulasi bisnis yang memerlukan sum- ber daya terbatas menurut ukuran standar bank, namun kurangnya sumber daya internal yang memadai merupakan alasan biasa bagi kegagalan bisnis biro arsitek. Sumber daya internal tersebut, meliputi: • PERSONIL. Tanpa personil yang memadai, terlatih,dan berpengalaman, sebuah kantor akan memiliki sedikit alasan untuk hidup. Orang sering mengabaikan sumber daya nilai yang dapat diukur. Partner yang berpengalaman atau bidang pengetahuan yang berbeda, sering menjadi lebih berharga d.p. uang di bank. • PENDANAAN. Modal dibutuhkan untuk gaji dan ongkos penerimaan kembali keuangan dan utk. belanja belanja berbagai aset tetap. Dengan investasi para anggota pendiri perusahaan, keuntungan proyek dapat dikuasai. Dgn. Pinjam-an dari bank atau famili, perusahaan hanya perlu minimum % dari reke-ning tahunan yang diantisipasi agar supaya dapat beroperasi dengan aman. • KOMISI-KOMISI. Proyek yg. dipersiapkan perusahaan akan menentukan sum-ber daya berpengalaman kantor. Langkah maju ke depan dapat dilakukan me-lalui komisi-komisi dan mengeneai: penambahan pengalaman untuk menyele-saikan proyek y.a.d. secara lebih baik, pencapaian jasa yang secara teknis logis, pendapatan keuntungan yang berarti meningktakan sumber daya keuangan.

2 SUMBER DAYA LAYANAN ARSITEKTURAL SUMBER-SUMBER DAYA INTERNAL (lanjutan) • PENCACARA. Sumber daya lain yang sering tidak diketahui praktisi yaitu berbagai jenis penasihat yang bisa dimanfaatkan untuk memperdalam pengalaman dan pengetahuan baru dengan biaya biasanya ringan dibanding keuntungan. - Penasihat Hukum, yang seringkali digunakan oleh arsitek kecuali pada waktu kesulitan ketika nasihat sangat mahal tetapi diperlukan demi keberhasilan. Ini merupakan sumber daya yang sama nilainya dengan desainer berbakat dan diperlukan dalam masa pertumbuhan ketika tanggung jawab hukum, keuangan, dan pemenuhan permintaan, ditempatkan pada pundak arsitek. - Penasihat Keuangan-pajak, yang akan seringkali ditemukan pada akuntan. Perusahaan sebaiknya punya penasihat managemen yg. bukan hanya datang pada akhir tahun untuk tutup buku dan menyiapkan pembayaran pajak. - Penasihat Investasi, yang penting ketika perusahaan mulai memikirkan peng- adaan pensiun pegawai dan/atau program pembagian keuntungan. - Penasihat Asuransi, yang melayani praktisi saat membutuhkan advis seperti yg. dipercayakan pada salesman berbakat dengan pencaharian tergantung komisi. - Konsultan Manageman, yang dapat mengurangi kesengsaraan (kesulitan) saat terjadi transisi ukuran dan struktur perusahaan, dan juga guna membantu merencanakan pertumbuhan.

3 SUMBER DAYA LAYANAN ARSITEKTURAL EMPLOYERS / EMPLOYES - (PENGUSAHA / KARYAWAN) • Biro arsitek harus merespon tugas & tanggung jawab yang terus berubah. Setiap anggota tim di studio para master atau konglomerat besar harus memenuhi peran profesional yang spesifik dan berbeda selama perjalanan proyek. Situasi profesional yang berbeda akan menciptakan situasi etis yang berbeda dan kadang-kadang bertentangan. • Kantor (Biro) Ars. terbentuk dan terstruktur untuk menghasilkan solusi terbaik terhadap tantangan arsitektur. Karena itu, kantor harus terdiri dari individu yang bervariasi untuk melaksanakan tugas khusus berdasarkan kebutuhan proyek. Kebanyakan kantor-desain merancang struktur mana- jemen yang mengidentifikasi peran setiap profesional, namun karena "bisnis" arsitektur yang sangat beragam maka ada kewajiban majikan dan karyawan untuk menanggapi banyak peran, kadang-kadang setiap hari. • Aspek etis dari keanekaragaman memerlukan kesadaran kantor dan komitmen individu untuk berperilaku yang benar. Memahami Kode Etik dan Perilaku Profesional, misalnya, harus menjadi upaya kantor / tim studio. Keputusan bisnis dapat dibahas berkenaan dengan pertimbangan etika., dan majikan serta para karyawan adalah bagian dari proses tersebut. •

4 SUMBER DAYA LAYANAN ARSITEKTURAL EMPLOYERS / EMPLOYES (lanjutan) • Peran / tanggung jawab yang melekat pada peran (etika), dapat menye- babkan konflik dan perjuangan interpersonal sehingga memerlukan per- timbangan etis yang berbeda. • Modus penampilan publik membutuhkan kejujuran dan akurasi, dengan identifikasi yang tepat dari kekuatan perusahaan serta menghormati keku- rangan perusahaan, seperti: kekurangan pribadi, pengalaman tipe bangun- an yg tidak tepat guna, dan kurangnya riset – grounded building histories. Modus desain memerlukan komitmen untuk kreativitas, pemecahan masalah, dan sistem-sistem state-of-the-art (kecanggihan teknologi yang berkembang saat ini, sperti ilmu komputer). • Deskripsi multiple-peran adalah pemahaman kunci hubungan & tanggung- jawab para majikan/karyawan kantor arsitektur. Padahal, tanggung jawab dari peran ini biasanya ditetapkan oleh kepemilikan, peringkat pengalam- an. Hal ini sangat sulit bagi pemula (pemagang muda) untuk menemukan kembali gaya desain arsitektur kantornya jika kepala (prinsipal)-nya adalah seorang desainer yang kuat. Tradisi ini sulit untuk disisihkan, terutama di kantor-kantor kecil.

5 SUMBER DAYA LAYANAN ARSITEKTURAL PENGELOLAAN SUMBER DAYA Sumber daya utama merupakan sebuah asset (sesuatu yang bernilai) bila hanya di- tangani scara responsif di dalam organisasi perusahaan. Problem managemen yang berhasil dapat dipersulit oleh kebutuhan teknik mangemen yang sophisticated (me- mutar-balikkan fakta) selama perusahaan meningkat ukurannya. Sebaliknya, mana- gemen yang terlalu mengelabui seperti itu dapat merusak perusahaan. Sebuah organisasi yang baik perlu menyediakan: a) Suasana yang kondusif (dapat digunakan) untuk upaya kreatif, b) Payung organisasi yang meringankan ahli detail administrasi dalam pengedaan data, c) Basis keuangan yang sehat (masuk akal) untuk memenuhi tujuan perusahaan. Resolusi (usul-perubahan) kronologis struktur organisasi, datang dari: a) Definisi maksud / tujuan perusahaan, b) Realisasi dan kesepakatan kebutuhan organisasi, c) Deskripsi posisi (kedudukan) personil yang diperlukan, d) Waktu yang cukup dialokasikan untuk merencanakan struktur organisasi baru. • KONTROL KUALITAS. Kata kualitas dalam biro arsitektural dipikirkan dalam istilah keunggulan desain seperti dalam menghadiahi kemenangan ataupun kompetensi teknik. Kualitas dan kontrol (pemantauannya) perlu dipikirkan dalam istilah yang lebih luas. Kualitas ditentukan oleh arsitek sebagai implementasi: desain inovatif tapi fungsional serta penggunaan teknologi maju, ketika memberi layanan profe- sional dan mempertahankan hadiah moneter (keuangan).

6 SUMBER DAYA LAYANAN ARSITEKTURAL • KONTROL KUALITAS (lanjutan) Bagian-bagian mendasar yang mempengaruhi kualitas hasil akhir sebuah kantor: a)Administrasi Proyek. Paling sedikit ada 7 langkah, meliputi: - Kontrak/Proposal (panduan, seleksi personil, seleksi jadwal produksi), - Pemantauan dan pencatatan kompensasi/penganggaran, - Definisi tanggung jawab personil dan hubungan-hubungan (kpemimpinan, proyek, dan kantor), - Pendidikan praktek profesional, - Pemantauan pemasaran, - Pemantauan personil (moral dan evaluasi) b)Desain. Dalam bidang ini ada 3 aspek yang berbeda: - Desain (sistem review, panduan, kontrol biaya, evaluasi peraturan resmi, sistem produksi - Pendidikan desain,, - Proses pasca-mortem c) Implementasi. Lagi, ada 3 faktor yang serupa dengan di atas: - Proses implementasi (sistem review, panduan, kontrol biaya, evaluasi peraturan resmi, sistem produksi), - Pendidikan desain,, - Proses pasca-mortem

7 SUMBER DAYA LAYANAN ARSITEKTURAL • MENANGANI PERSONIL. Sejak assets manusia merupakan sumber daya utama untuk dikelola, penting dalam managemen untuk mengakui: - kebutuhan pertumbuhan profesional di dalam perusahaan, - kepekaan untuk berubah dalam bidang-bidang seperti: standar dan lisensi etis, - rencana suksesi (pergantian). • MEMPERBAIKI KAPITALISASI. Banyak sekali pembicaraan dalam profesi arsitek- tural tentang merger (penggabungan) ke dalam perusahaan yang dimiliki publik sebagai alat untuk memperoleh tambahan modal. Walau pendekatan ini mungkin menggairahkan, kebutuhan kapitalisasi yang lebih besar juga lebih penting dalam perubahan penerimaan dan biaya dengan bunga tinggi dari uang pinjaman. Satu metode untuk memperluas dasar kepemilikan perusahaan yaitu dengan menjual saham ke kelompok yang lebih besar dari pada ke pendiri perusahaan. • MENCARI PASAR BARU. Arsitek harus lebih agresif kreatif dan fleksibel dalam dunia yang kini berubah. Usaha keras diperlukan tidak hanya untuk memperluas pasar tapi untuk mendapatkan bagian yang lebih besar dengan menawarkan dasar layanan yang lebih luas. Patut diketahui bahwa dalam beberapa tahun akhir-akhir ini ada sikap umum di an- tara para arsitek yang tidak profesional dan hampir tidak etis dalam menggunakan aspek praktek managemen bisnis, dan hasilnya seringkali tidak membahagiakan klien dan profesi yang menderita kesan (image) buruk.

8

9 HUBUNGAN ANTARA DESAIN DAN PRAKTEK, SERTA ANTARA ARSITEK DENGAN KLIEN DAN DENGAN KONTRAKTOR (Pressman, Andy AIA: “Proffesional Practice”, John Wiley & Sons Inc, Canada – 1997) HUBUNGAN ANTARA DESAIN DAN PRAKTEK ARSITEK • Salah satu faktor yg. membedakan arsitek dari peserta pekerjaan konstruksi lain- nya adalah konsepsi dan produksi desain yang bermutu tinggi. Dan salah satu isu praktek yang utama adalah realisasi dan penyampaian (delivery) desain tersebut. Karena itu antara desain dan praktek sangat erat hubungannya, sebagaimana tergambar dalam pertanyaan dan permintan pada arsitek ternama berikut ini: • Pertanyaan: 1) Apa isu praktek yg. paling penting mempengaruhi proses desain? Bagaimana memandang dan mengalamatkan isu tsb. untuk mendukung / mem- perkaya solusi desain? 2) Apa yang perlu dipikirkan dan dikerjakan mahasiswa atau arsitek muda ketika menangani proyek di studio agar dapat menyelesaikan praktek profesional lebih baik? 3) Apa advis untuk mereka dalam mengembang- kan transisi keunggulan desain di sekolah ke pencapaian desain dalam prakltek? • Jawaban (Charles Gwathmey) 1): Isu praktek yg. paling penting mempengaruhi desain adalah komitmen pada ide penemuan di dalam konteks & batasan permasalahan. Prakonsepsi (prasangka) dan replikasi (peniruan) adalah proses kreatif yang pada akhirnya hanya meng- hasilkan solusi yang sudah pernah dikenal dan tidak profokatif.

10 HUBUNGAN ANTARA DESAIN DAN PRAKTEK, SERTA ANTARA ARSITEK DENGAN KLIEN DAN DENGAN KONTRAKTOR HUBUNGAN ANTARA DESAIN DAN PRAKTEK ARSITEK (lanjutan) • Jawaban 1) lanjutan: Penting utk. memandang kendala sebagai referansi positif pemeriksaan & penemuan dari pada sebagai batasan. Proses penemuan desain harus holistik (menyeluruh) dan merupakan komposit (campuran) yang secara obyektif menganalisa dan memprioritaskan berbagai elemen yang akan mempe- ngaruhi solusi. Proses ini tidak berupa diagram linear tetapi campuran lapisan (strategi formal, struktur, urutan, rencana & potongan, tapak & orientasi, serta jadwal & organisasi) yang diselidiki, dicoba, dan disaring bersamaan. Hanya krea- tifitas essensial yang akan menerbitkan proses penuh makna atau kemungkinan. • Jawaban 2): Mahasiswa perlu secara obyektif menilai nafsunya untuk membuat seni arsitek- tur. Nafsu tersebut tidak dapat menghasilkan kekayaan, efisiensi, dan kelayakan. Pekerjaan yang mengesankan dan bercita-cita tinggi, yang bisa mempengaruhi spekulasi perseptual & intelektual para pencari pengalaman. Desain adalah pro- ses pertentangan yang tersembunyi, karena tidak seperti pelukis/pematung yang merupakan pencipta visi pribadi. Arsitek menyandarkan diri pada klien yang ber- spekulasi pada visi yg. tak kelihatan atau tidak realistis. Karena itu peran arsitek menjadi bervariasi sebagai pendidik maupun sebagai penganalisa kejiwaan.

11 HUBUNGAN ANTARA DESAIN DAN PRAKTEK, SERTA ANTARA ARSITEK DENGAN KLIEN DAN DENGAN KONTRAKTOR HUBUNGAN ANTARA DESAIN DAN PRAKTEK ARSITEK (lanjutan) • Jawaban 3): Advis bagi mahasiswa atau arsitek pemula, agar bekerja pada arsitek yg. mereka kagumi, serta sadar bahwa waktu telah diinvestasikan cukup kritis untuk melan- jutkan pertumbuhan kedewasaannya. Jika peluang desain timbul seberapapun kecil /remehnya tidak ada persoalan dengan kurangnya pengalaman mereka, maka ambillah, nikmati, kerjakan, dan yang terpenting ambillah resiko. Tanpa memenuhi kewajiban (obligasi) resiko, mereka tidak akan tumbuh dan belajar. Kegagalan hanya terjadi dalam akomodasi dan kompromi. • Selanjutnya Charles Gwathmey menguraikan bhw: desain dan praktek tidak hanya berhubungan erat, tapi saling mengendalikan dan saling bergantung satu sama lain. Artikelnya juga membuat jelas bahwa kreatifitas diperlukan dalam semua tahap praktek profesional, tidak terbatas hanya untuk desai. Bila dikerjakan secara benar, desain dan praktek dapat disinergikan untuk bersama- sama menghasilkan lebih besar dari sejumlah kekuatan yang menuntun ke pengembangan.

12 HUBUNGAN ANTARA DESAIN DAN PRAKTEK, SERTA ANTARA ARSITEK DENGAN KLIEN DAN DENGAN KONTRAKTOR • HUBUNGAN ANTARA ARSITEK DENGAN KLIEN • Tidak ada pertanyaan bahwa kualitas hubungan arsitek–klien mengendalikan ke- kuatan di belakang proyek-proyek yang berhasil. Peresmian hubungan tersebut akan menimbulkan peluang untuk mendidik klen tentang proses pengerjaaan ar- sitektur, guna mengembangkan harapan yg. realistis, dan menghilangkan kemen- duaan mengenai sifat proyek serta desain dan administrasi konstrukinya. • Contoh: Arsitek akan memberitahu klien yg. tidak berpengalaman tentang stan- dar perhatian (ketelitian) dan kompetensi yang layak dari profesional. Hukum tidak mengharuskan arsitek untuk bekerja secara sempurna melebihi arsitek yg. dikehendaki (diharuskan) untuk mengerjakan apa yang selayaknya secara hati- hati ia kerjakan dalam komunitas dan kerangka waktu yang sama untuk menyaji- kan fakta-fakta dan keadaan yang serupa. • Arsitek perlu berhati-hati tapi tidak perlu selalu benar untuk selanjutnya menye- diakan layanan kepada klien (bukan menyediakan produk) dengan menggunakan pertimbangan profesional. • Tidak banyak perhatian atau perlindungan yang sepenuhnya mengantisipasi sifat keunikan hasil desain arsitek yang telah terbangun, seperti halnya perhatian dlm kedokteran yang menjamin pasien akan lebih baik meski dgn perawatan terbaik.

13 HUBUNGAN ANTARA DESAIN DAN PRAKTEK, SERTA ANTARA ARSITEK DENGAN KLIEN DAN DENGAN KONTRAKTOR HUBUNGAN ANTARA ARSITEK DENGAN KONTRAKTOR • Dalam pengaturan konstruksi y. khusus dibuat utk pemilik, arsitek dan kontrak- tor, ada hubungan berdasar perjanjian langsung antara pemilik dan arsitek serta antara pemilik dan kontraktor, tapi tidak ada kontrak antara arsitek & kontraktor. • Perjanjian yang sangat umum digunakan antara pemilik dan kontraktor, yaitu un- tuk menentukan kepastian harga kontrak konstruksi. Dokumen tersebut tidak ha- nya memberikan hak-hak tertentu arsitek berkenaan dengan tugas-tugasnya kpd. Pemiliksesuai perjanjian, tapi juga menetapkan tanggung jawab yang berlaku ba- gi pemilik dan kontraktor. • Bagi arsitek, potensi konflik dan penyingkapan tanggung jawab timbul berkaitan dengan upaya pengembangan tugas arsitek untuk kedua pihak (menurut “Perjan- jian antara Pemilik–Kontraktor” dan “Kondisi Kontrak Konstruksi”). Akurasi doku- men kontrak, sertifikasi permintaan pembayaran, persetujuan pekerjaan, penyelesaian pokok-pokok masalah pekerjaa, serta klaim. • Salah satu kata kunci dlm. kontak antara Arsitek dan Kontraktor adalah Rencana & Spesifikasi. Secara khusus dokumen tsb. berasal dari Arsitek, smentara Pemilik akan mengandalkan keahlian arsitek dalam merancang dan menentukan proyek yang dapat dilaksanakan. Kontraktor akan lapor kepada arsitek bila dlm. rencana & spesifikasi tsb terdapat kesalahan, kelalaian, ataupun ketidak konsisten-an.

14 TUGAS 2 - ETIKA PROFESI • Tugas Karya Tulis tentang: Hubungan antara (pilih salah satu) Desain dan Praktek / Arsitek dengan Klien / Arsitek dengan Kontraktor / Arsitek dengan Klien & Kontraktor. Kualitas (mutu) hubungan antara Desain dan Praktek atau antara Arsitek dengan Klien / antara Arsitek dengan Kontraktor / antara Arsitek dengan Klien & Kontraktor merupakan pengendali kekuatan yang ada di belakang keberhasilan proyek-proyek Arsitektur • Kasus (proyek arsitektural): bebas • Penyajian Tugas: - Diketik di atas kertas ukuran A-4 dengan huruf Arial - font 12, spasi 1,5 dan dijilid rapi maximum 4 halaman. - Cover memuat Judul tulisan, serta nama & nomor induk penyusun - Dilengkapi gambar desain arsitektur, bila perlu foto bangunannya. - Diserahkan ke Dosen selambatnya hari Senin tgl. 6 Januari 2014.

15 TUGAS 2 - ETIKA PROFESI SISTEMTIKA PENULISAN I.PENDAHULUAN 1Latar Belakang 2Maksud & Tujuan 3Permasalahan II.PEMBAHASAN 1. Pengertian & model hubungan (mis: Hub Arsitek dgn Klien) 2. Tinjauan kasus 3. Kualitas (Mutu) Hubungan (lengkap dgn gambar). III.KESIMPULAN & SARAN 1. Kesimpulan 2. Saran


Download ppt "SUMBER DAYA LAYANAN ARSTEKTURAL SUMBER DAYA INTERNAL Praktek arsitektur tidak seperti kebanyakan spekulasi bisnis yang memerlukan sum- ber daya terbatas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google