Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

JNE Book Club Project title: The 360 Degree Leader M. Johari Zein |Executive Director| JNE Indonesia 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "JNE Book Club Project title: The 360 Degree Leader M. Johari Zein |Executive Director| JNE Indonesia 1."— Transcript presentasi:

1 JNE Book Club Project title: The 360 Degree Leader M. Johari Zein |Executive Director| JNE Indonesia 1

2 YOUR BOSS YOUR BOSS’S PEER YOUR PEERS YOUR PEERS’ SUBORDINATES YOUR SUBORDINATES GAMBARAN KLASIK TENTANG KEPEMIMPINAN WINSTON CHURCHILL BERTAHAN DARI ANCAMAN NAZI DEMIKIAN PULA DENGAN KEJATUHAN EROPA. MAHATMA GANDHI MEMIMPIN GERAK JALAN 200 MIL KE LAUT UNTUK MEMPROTES UNDANG-UNDANG TENTANG GARAM. SOEKARNO MASUK PENJARA, BANGSA INDONESIA BERSATU UNTUK MERDEKA. DIBALIK KESUKSESAN PARA PEMIMPIN. FAKTA MENUNJUKKAN BAHWA 99% KEPEMIMPINAN MUNCUL TIDAK DARI ATAS AKAN TETAPI DARI TENGAH- TENGAH ORGANISASI. 2

3 Anda tidak tidak harus menjadi CEO (Chief Executive Officer) agar dapat memimpin dengan effective. Dan anda dapat belajar untuk membuat perubahan melalui kepemimpinan anda walaupun anda misalnya harus berada dibawah seseorang yang bukan pemimpin yang baik. Apa rahasianya? Anda dapat belajar membangun pengaruh anda dari tempat dimana pun anda berada sekarang didalam organisasi, dengan menjadi pemimpin 360 derajat. Anda belajar memimpin keatas, memimpin kesamping dan memimpin kebawah. Ada orang yang bagus yang dapat memimpin teamnya sendiri dengan baik akan tetapi mereka sepertinya cenderung merendahkan pemimpin lain dalam organisasinya. Ada juga individu yang mampu membangun hubungan yang sangat dekat dengan boss/atasannya, tetapi mereka tidak punya pengaruh pada siapapun dibawah nya dalam organisasi. Ada beberapa orang yang dapat diterima atau berhubungan dengan hampir semua orang dalam organisasi, akan tetapi mereka sepertinya tidak pernah dapat menyelesaikan tugas nya dengan tuntas. Disisi lain ada orang yang sangat produktive, rajin kerja, akan tetapi tidak punya teman atau bergaul. Pemimpin 360 derajat mempengaruhi orang pada semua tingkat dalam organisasi. Dengan membantu orang lain, mereka membantu diri sendiri. PROLOG 3The 360 degrees leader

4 THE FIVE LEVELS OF LEADERSHIP 1.POSITION Rights/Hak Orang menurut karena mereka diwajibkan. 2. PERMISSION Relationships/Hubungan Orang menurut karena mereka mau 3. PRODUCTION Result/Hasil Orang menurut karena jasa/apa yang telah anda lakukan pada organisasi/perusahaan. 4. PEOPLE DEVELOPMENT Reproduction/Reproduksi Orang menurut karena jasa/apa yang telah anda lakukan pada mereka. 5. PERSONHOOD Respect/Hormat Orang menurut karena siapa diri anda dan apa yang anda wakili. 4The 360 degrees leader

5 1.Tingkat pertama adalah Position atau posisi. Anda hanya dapat memulai pada posisi yang telah diberikan. Apapun itu, salesmen, tenaga admin, collector dan lain-lain, posisi anda adalah itu. Dari posisi itu, anda memiliki beberapa wewenang yang melekat pada jabatan itu. Akan tetapi kalau anda memimpin dengan menggunakan hanya yang ada pada posisi anda, dan anda tidak melakukan apa-apa untuk mencoba meningkatkan pengaruh anda, maka orang-orang hanya akan mengikuti anda karena kewajiban mereka. Mereka hanya akan menuruti anda sesuai job description yang ada pada jabatan anda. 2.Kalau anda berpindah ke tingkat kedua atau Permission, anda mulai memimpin diluar kewenangan posisi anda, karena anda telah membangun hubungan dengan orang-orang yang ingin anda pimpin. Anda perlakukan mereka dengan hormat. Anda menghargai dan peduli pada mereka, tidak hanya pada pekerjaan yang mereka bisa lakukan untuk anda dalam organisasi. Karena anda peduli maka mereka pun mulai lebih percaya pada anda. Hasilnya mereka memberi anda izin untuk memimpin mereka. Dengan kata lain mereka mulai mengikuti anda karena mereka mau. Lima Tingkat Kepemimpinan 5The 360 degrees leader

6 3.Tingkat ketiga adalah Production atau produksi. Anda memasuki phase ini bersama dengan yang lain karena keberhasilan anda dalam pekerjaan. Kalau team yang anda pimpin sukses dalam tugas karena besarnya kontribusi anda pada team, maka mereka akan memandang anda pantas untuk memimpin. Mereka mengikuti anda karena apa yang telah anda lakukan pada organisasi. 4.Untuk mencapai tingkat ke empat dari kepemimpinan atau People Development, anda harus fokus dalam membangun atau membina yang lain. Umumnya bagian ini disebut kepemimpinan tingkat ‘people development’. Agenda anda harus sepenuhnya masuk pada individual mereka yang anda pimpin – menjadi guru mereka, bantu mereka membangun skill/keahlian nya, dan pertajam kemampuan kepemimpinannya. Apa yang anda lakukan sesungguhnya adalah re-produksi kepemimpinan atau menciptakan kepemmpinan baru. Anda hargai mereka, menambahkan nilai pada mereka dan membuat mereka lebih berharga. Pada tingkat ini, mereka mengikuti anda karena apa yang anda lakukan untuk mereka. 6The 360 degrees leader

7 5.Tingkat kelima dan tingkat terakhir adalah Personhood atau reputasi diri, tingkat ini bukan suatu tingkat yang mudah dicapai, karena pencapaiannya tidak dapat dikendalikan anda. Hanya orang lain yang dapat menempatkan diri anda pada tingkat ini, dan mereka melakukan itu karena anda telah memimpin mereka sejak tingkat pertama dan untuk waktu yang panjang. Anda telah mencapai reputasi sebagai pemimpin tingkat lima. 7The 360 degrees leader

8 THE MYTHS OF LEADING FROM THE MIDDLE OF AN ORGANIZATION Mitos leader dari level menengah  THE POSITION MYTH. Saya tidak memimpin kalau saya tidak pada posisi puncak  THE DESTINATION MYTH. Ketika saya sampai pada puncak, maka saya akan belajar memimpin  THE INFLUENCE MYTH. Kalau saya sudah dipuncak, maka orang-orang akan mengikuti saya  THE INEXPERIENCE MYTH. Kalau saya sudah dipuncak, maka saya akan mengontrol  THE FREEDOM MYTH. Kalau saya sudah dipuncak, maka saya tidak akan lagi dibatasi  THE POTENTIAL MYTH. Saya tidak dapat meraih potensi saya kalau saya bukan pemimpin puncak  THE ALL OR NOTHING MYTH. Kalau saya tidak sampai ke puncak, maka saya tidak mau memimpin. 8The 360 degrees leader

9 THE POSITION MYTH “I can’t lead if I am not at the top.” Menempati sebuah posisi di puncak tidak otomatis berarti menjadikan seseorang pemimpin. Ukuran kepemimpinan yang sesungguhnya adalah pengaruh – tidak lebih, tidak kurang. Mereka yang yakin bahwa jabatan menjadikan seseorang pemimpin ketika dinilai atasannya sebagai pemimpin yang potensial dan ditempatkan pada sebuah team, namun tidak diberi jabatan maka, mereka ini akan cenderung merasa tidak nyaman kalau mereka tidak diberi jabatan atau pangkat yang memberinya label sebagai pemimpin dipandang dari sudut anggota team lainnya. bukannya bekerja membangun hubungan dengan yang lain dalam team yang sama dan membangun pengaruh secara alami, mereka justru menunggu atasannya yang berwenang mengambil tindakan investasi atau mengambil resiko dengan memberinya jabatan. Bila hal itu tidak terjadi, setelah beberapa waktu mereka akan merasakan tidak gembira, sampai akhirnya mereka pindah ke team lain, pimpinan lain atau organisasi lain. Mereka yang mengikuti mitos kepemimpinan berdasarkan kedudukan dan jabatan tidak memahami bagaimana effective sebuah kepemimpinan seharusnya dibangun. Kepemimpinan adalah sebuah pilihan yang anda harus ambil, bukan sebuah tempat dimana anda duduk. 9The 360 degrees leader

10 THE DESTINATION MYTH “When I get to the top, then I’ll learn to lead.” Kalau anda mau berhasil, maka anda harus belajar sebanyak mungkin tentang kepemimpinan, sebelum anda memiliki jabatan pemimpin. Ilmu kepemimpinan yang baik diperoleh melalui jalan berliku dan dari tempat- tempat yang sulit. Memimpin dengan baik dimanapun mereka berada merupakan proses yang mempersiapkan para pemimpin agar semakin mampu mengemban tanggung jawab yang lebih banyak dan lebih besar. Menjadi seorang pemimpin yang baik merupakan sebuah proses pembelajaran sepanjang hidup. Kalau anda tidak pernah mencoba kemampuan kepemimpinan anda dan kemampuan pembuatan keputusan anda disaat resiko masih rendah, maka anda mungkin akan mengalami kesulitan besar ditingkat yang lebih tinggi ketika biaya atas kesalahan semakin besar, dampak yang ditimbulkan semakin jauh. Kesalahan yang dibuat pada ukuran kecil dapat dengan mudah diatasi. Kesalahan yang dibuat ketika anda duduk dipuncak akan sangat merugikan organisasi dan dapat merusak kredibilitas seorang pemimpin. Kalau anda ingin menjadi pemimpin yang sukses, belajarlah memimpin sejak dini, sebelum anda mendapatkan kedudukan pemimpin. 10The 360 degrees leader

11 THE INFLUENCE MYTH “If I were on top, then people would follow me.” Sebuah posisi memberi anda kesempatan. Ia memberi anda kesempatan untuk mencoba kemampuan kepemimpinan anda. Posisi membebaskan anda untuk sementara dari keraguan orang terhadap anda. Setelah beberapa saat, anda akan dapat mengukur tingkat pengaruh anda – membaik atau memburuk. Pemimpin yang baik akan dapat berpengaruh melebihi posisi atau jabatan resminya. Pemimpin yang buruk akan hilang pengaruhnya bahkan hingga lebih rendah dari tingkat yang sejak awal ada pada posisi itu. Ingat, sebuah posisi tidak menciptakan pemimpin, akan tetapi seorang pemimpin dapat menciptakan sebuah posisi. Anda mungkin dapat memberi seseorang sebuah posisi, akan tetapi anda tidak dapat memberi nya kepemimpinan yang sesungguhnya. Pengaruh harus didapat dengan usaha. Kepemimpinan bukan sebuah hadiah yang dapat diberikan seseorang yang berkuasa, karena pengaruh tidak akan didapat dengan cara itu. Orang yang tidak mempunyai pengalaman kepemimpinan cenderung membuat perkiraan yang salah terhadap pentingnya sebuah jabatan. 11The 360 degrees leader

12 THE INEXPERIENCE MYTH “When I get to the top, I’ll be in control.” Keinginan untuk memperbaiki sebuah organisasi dan keyakinan bahwa anda dapat melakukannya sering menjadi tanda-tanda seorang pemimpin. Semangat untuk melakukan inovasi, memperbaiki, berkreasi dan mencari cara baru yang lebih baik, semuanya adalah merupakan kateristik kepemimpinan. Namun demikian, tanpa pengalaman sebagai pemimpin puncak dalam sebuah organisasi, anda mudah salah memperkirakan besarnya wilayah kendali anda di puncak jabatan. Semakin tinggi anda capai – dan semakin besar organisasi anda – anda akan semakin menyadari bahwa ternyata banyak faktor yang mengendalikan organisasi. Lebih-lebih ketika anda berada dipuncak, anda akan membutuhkan setiap pengaruh yang anda bisa dapati. Posisi atau jabatan anda tidak memberikan anda totalitas kendali – dan atau tidak juga melindungi anda. Berpikir bahwa hidup diatas lebih ringan atau santai, sama saja dengan berpikir bahwa rumput tetangga lebih hijau dari kebun sendiri. Berada dipuncak juga memiliki permasalahan dan tantangannya sendiri. Dalam kepemimpinan – dimanapun anda berada dalam sebuah organisasi – hasil akhir (untung/rugi) tetap akan selalu mempengaruhi. 12The 360 degrees leader

13 THE FREEDOM MYTH “When I get to the top, I’ll no longer be limited.” Banyak orang berharap kepemimpinan merupakan tiket menuju kebebasan. Kepemimpinan menyediakan solusi bagi profesionalitas dan permasalahan kariernya. Akan tetapi berada dipuncak sesungguhnya bukan penyelesai semua masalah. Ketika anda bergerak keatas dalam sebuah organisasi, berat tanggung jawab anda bertambah. Dibanyak organisasi, sejalan dengan tanjakan anda memapaki tangga karier, anda akan menemukan bahwa jumlah tanggung jawab yang harus anda ambil tumbuh lebih cepat dari pada jumlah wewenang yang anda terima. Ketika anda naik semakin tinggi, semakin banyak yang diharapkan dari anda, dan dampak atas keputusan anda pun semakin berat. Anda harus memperhitungkan hal ini. 13The 360 degrees leader Pemimpin yang baik mendatangi bawahannya, menjalin hubungan, mencari titik temu kebersamaan, dan memperdaya mereka untuk sukses. Oleh karena itu, dalam beberapa hal, kebebasan pemimpin berkurang sejalan dengan geraknya keatas, bukannya bertambah. RIGHTSRESPONSIBILITIES Rights decrease as you climb in the organization Responsibilities increase as you climb in the organization CEO Leader Worker Customer

14 THE POTENTIAL MYTH “I can’t reach my potential if I’m not the top leader.” Setiap orang harus berusaha mencapai puncak dari setiap usaha atau pertarungannya, tanpa harus mencapai puncak organisasinya. Kita harus bekerja keras untuk mencapai potensi kita. Terkadang anda dapat menciptakan dampak luar biasa dari tempat yang bukan tempat utama. Seorang pemimpin 360 derajat adalah orang yang mampu mempengaruhi orang lain dari posisi manapun ia berada. 14The 360 degrees leader Berapa anak yang akan mengatakan: ‘suatu hari nanti, kalau saya besar saya mau menjadi wakil President?” Mungkin tidak ada. Kalau seorang anak memiliki aspirasi politik, ia pasti ingin menjadi President. Kalau ia menyukai dunia usaha, ia pasti ingin menjadi pemilik perusahaan atau CEO. Hanya sedikit orang yang bercita-cita mencapai tingkat menengah. Sayangnya, dalam kehidupan nyata, sebagian besar orang tidak sampai pada puncak pimpinan dalam suatu organisasi. Mereka hanya menghabiskan masa kariernya disekitar tingkat menengah. Apakah itu baik? Ataukah setiap orang harus berusaha mencapai puncak pimpinan? Dick Cheney

15 The 360 degrees leader15 THE POTENTIAL MYTH “I can’t reach my potential if I’m not the top leader.” Karier Dick Cheney termasuk, sebagai Kepala Staff Gedung Putih pada saat President Gerald Ford. Enam periode sebagai anggota kongres dari negara bagian Wyoming. Menteri Pertahanan bagi President H.W. Bush dan Wakil President bagi President George W. Bush. Ketika Richard Bruse Cheney masih seorang pelajar di SMA Natrona Conty, di Casper, negara bagian Wyoming. Ia adalah seorang pemain American Football, ketua Organisasi Siswa dan anak dengan prestasi diatas rata-rata. Akan tetapi ia bukanlah bintang… tidak menyolok, terkesampingkan, tertutup oleh teman yang lebih bersinar, menjadi penyelamat masalah ketika ia terpanggil – itulah peran yang dimainkan Dick Cheney sepanjang hidupnya. Sepanjang kariernya yang cemerlang… Keberhasilan Cheney diperoleh dari keahliannya yang tidak tersamakan dalam pelayanannya sebagai penasehat yang bijaksana, effective, dan loyal kepada profil pimpinan yang lebih tinggi. Walaupun ia pernah mencalonkan diri sebagai President di tahun 1996, yang akhirnya menyebabkan ia justru memilih berpindah kedunia usaha, dan membayangkan akan dapat pensiun serta dapat menghabiskan sisa waktunya dengan berburu dan memancing, hobby kesukaannya. Ternyata George W. Bush memiliki rencana yang berbeda, yang mengembalikan Cheney kepada perannya yang terbaik sebagai orang kedua. Istri Dick Cheney, Lynne mengatakan bahwa ‘suaminya tidak pernah memikirkan bahwa inilah pekerjaannya. Namun kalau ditelusuri kebelakang sepanjang kariernya, sepertinya sudah ada persiapan untuk semua itu.’

16 THE ALL OR NOTHING MYTH “If I can’t get to the top, then I won’t try to lead.” Apa yang menjadi tujuan anda dalam mencapai posisi puncak dari organisasi anda, agar suatu hari menjadi pimpinannya? Kenyataannya adalah bahwa sebagian besar orang tidak akan menjadi CEO. Lalu apakah itu berarti mereka harus menyerah untuk memimpin sama sekali? Anda tidak perlu menjadi panglima tertinggi untuk membuat perubahan. Kepemimpinan bukan sebuah dalil pilihan ‘Ya’ atau ‘Tidak sama sekali’. Kalau masalah keberadaan anda disuatu posisi selain posisi puncak menjadikan anda sangat frustasi, maka janganlah menyerah dulu. Karena sesungguhnya anda dapat melakukan sesuatu yang kuat dan besar dimanapun anda berada dalam sebuah organisasi, walaupun anda terkadang harus menghadapi kendala. Sebagai pemimpin yang tersangkut ditengah, kita sering harus menghadapi banyak tantangan. Anda dapat belajar mengendalikannya. Untuk menjadi pemimpin 360 derajat yang effective diperlukan prinsip dan kemampuan memimpin orang diatas, disamping dan dibawah anda dalam organisasi. Anda akan dapat belajar mempengaruhi orang pada tingkat manapun dalam organisasi – walaupun anda tidak pernah sampai pada posisi puncak. Dengan membantu mereka, anda dapat membantu diri sendiri. 16The 360 degrees leader

17 THE CHALLENGES 360-DEGREE LEADERS FACE Tantangan yang dihadapi Leader 360 derajat • THE TENSION CHALLENGE: Tekanan akibat terperangkap di tengah • THE FRUSTRATION CHALLENGE: Mengikuti atasan yang tidak effective • THE MULTI-HAT CHALLENGE: Satu kepala… banyak topi • THE EGO CHALLENGE: Anda sering tersimpan di tengah • THE FULFILLMENT CHALLENGE: Pemimpin lebih tepat didepan daripada di tengah • THE VISION CHALLENGE: Mencapai visi lebih sulit ketika bukan Anda yang menciptakan • THE INFLUENCE CHALLENGE: Memimpin yang lain diluar posisi Anda tidak mudah 17The 360 degrees leader

18 18 THE TENSION CHALLENGE “The Pressure of Being Caught in the Middle.” The key to successfully navigating the Tension Challenge: Learn to lead despite the restriction others have placed on you Hal yang paling sulit sebagai pemimpin di tengah adalah anda tidak dapat memastikan dimana posisi anda sebenarnya. Sebagai pemimpin, anda memiliki sedikit kekuasaan dan wewenang. Anda dapat membuat sedikit keputusan, anda memiliki wewenang untuk sedikit sumber. Anda dapat memanggil dan memerintahkan orang-orang dibawah anda dan mengarahkan mereka. Namun pada saat yang sama anda juga tidak memiliki kekuasaan di wilayah lain. Dan kalau anda meliwati batas wewenang anda, maka bisa menjadi masalah. Sebagai pemimpi ditengah organisasi, wewenang yang anda miliki bukanlah milik anda. Kekuasaan yang anda miliki adalah pinjaman dari seseorang dengan wewenang yang lebih tinggi. Dan orang itu memiliki kekuasaan untuk mengambil kembali wewenang tersebut dari anda, dengan cara memecat anda atau memindahkan anda ke bagian lain. Apakah hal itu tidak mengkwatirkan dan menimbulkan ketegangan?

19 The 360 degrees leader19 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIMBULNYA KETEGANGAN Pemimpin yang baik jarang berpikir tentang batasan, sebaliknya mereka berpikir tentang peluang. 1.EMPOWERMENT/PEMBERDAYAAN Berapa besar wewenang dan tanggung jawab yang didelegasikan atasan anda dan seberapa jelas? Semakin sempit dan semakin tidak jelas pendelegasian semakin mudah menimbulkan stress. 2.INITIATIVE/INISIATIF Bagaimana anda menyeimbangkan antara inisiatif dan usaha menjaga agar tidak melangkahi batasan anda? Terkadang inisiatif menyebabkan penambahan tanggung jawab dan wilayah batasannya. Terkadang justru menimbulkan konflik dengan atasannya. 3.ENVIROMENT/LINGKUNGAN Apa yang menjadi ukuran kepemimpinan bagi organisasi dan pemimpin? Setiap organisasi memiliki keunikan lingkungannya sendiri. Apakah gaya anda dapat diterima? 4.JOB PARAMETERS/ PARAMETER PEKERJAAN Bagaimana anda mengenal pekerjaan anda dan cara anda melakukannya? Semakin canggung anda dengan pekerjaan anda, semakin tinggi tingkat ketegangannya. 5.APPRECIATION/APRESIASI Dapat anda bertahan tanpa penghargaan? Kenyataan dalam memimpin dari tengah adalah bahwa anda tidak akan mendapat perhatian dan appresiasi seperti yang didapatkan pemimpin diatas. Semakin mengharapkan pujian anda semakin tertekan.

20 The 360 degrees leader20 CARA MENGATASI TANTANGAN KETEGANGAN 1.BECOME COMFORTABLE WITH THE MIDDLE Sesungguhnya akan lebih mudah memimpin dari tengah apabila atasan anda adalah seorang pemimpin yang baik. Kenyamanan adalah kesesuaian dengan ekspektasi. Bicarakan dengan atasan anda, semakin anda mengetahui apa yang diharapkannya, apa kebiasaan organisasi dan seberapa wewenang anda, maka anda akan semakin nyaman. 2.KNOW WHAT TO ‘OWN’ AND WHAT TO LET GO Tidak ada yang bebas dari ketegangan kecuali kalau ia telah paham tanggung jawabnya. Cara terbaik adalah dengan bertanya pada atasan anda, apa yang mereka harapkan dari anda. Apa yang anda lakukan diluar wilayah anda merupakan sedekah, tidak perlu diakui. 3.FIND QUICK ACCESS TO ANSWER WHEN CAUGHT IN THE MIDDLE Ketidak mampuan merespond atau menanggapi permintaan atau pertanyaan dapat menimbulkan ketegangan. Oleh karena itu, senantiasa kuasai dan miliki sumber informasi yang handal setiap waktu. 4.NEVER VIOLATE YOUR POSITION OR THE TRUST OF THE LEADER Kepercayaan bagai batu bata, dibangun satu per satu akan tetapi kalau ia dicederai, keseluruhan tembok akan runtuh. (David Branker). Ketika anda diberi wewenang, anda jalankan atas nama mereka yang memberikan, bukan untuk kepentingan anda. 5.FIND WAY TO RELIEVE STRESS Temukan cara relax yang paling pas bagi anda. Contoh: mencatat hal-hal yang tidak akan dilakukan pada bawahannya, ketika anda menjadi pemimpin, rekreasi dan lain-lain.

21 The 360 degrees leader21 THE FRUSTRATION CHALLENGE “Following an Ineffective Leader.” The key to successfully navigating the Frustration Challenge: Your job is not to fix the leader; it’s to add value. If the leader won’t change, then change your attitude or your work address. Tugas anda bukan untuk memperbaiki atasan anda, melainkan untuk menambah nilai padanya. Kalau atasan anda tidak mau berubah, lalu rubahlah sikap anda atau alamat kerja anda. Dibalik kisah terpilihnya Jenderal Robert E. Lee sebagai Komandan Militer oleh Konggres Nagara-negara konfederasi Amerika pada saat perang saudara di Amerika, tanggal 6 February Pada saat pemerintahan Selatan dipegang oleh President Jefferson Davis. Robert E. Lee Jefferson Davis

22 The 360 degrees leader22 1.THE INSECURE LEADER/PEMIMPIN YANG KETAKUTAN Pemimpin yang ketakutan adalah pemimpin yang berfikir bahwa seluruh kejadian adalah tentang dirinya, akibatnya setiap tindakan, setiap informasi, setiap keputusan harus melalui dirinya. Bila ada seseorang yang berprestasi luar biasa baik dalam teamnya, maka pemimpin seperti ini akan takut dikalahkan. Dan biasanya mereka akan berusaha menutupi orang tersebut dari perhatian orang lain. Sebaliknya kalau ada orang dalam teamnya melakukan kesalahan, mereka akan bereaksi dengan sangat keras, agar yang bersangkutan terlihat buruk. TYPE PEMIMPIN YANG TIDAK MEMILIKI PENGIKUT: Dalam sebuah organisasi, rasa aman itu turun dari atas ke bawah. Kalau ada pemimpin yang ketakutan, maka mereka sering menurunkan rasa takut itu ke orang-orang dibawahnya. Kalau anda bekerja pada atasan yang ketakutan, tidak hanya anda harus bisa menghindari pengaruh buruk darinya, akan tetapi anda harus bekerja lebih keras untuk memutuskan pengaruhnya dan membangun rasa aman bagi orang- orang dibawah anda.

23 The 360 degrees leader23 2. THE VISIONLESS LEADER/PEMIMPIN YANG TIDAK PUNYA VISI Pemimpin yang kurang memiliki Visi menimbulkan 2 masalah bagi orang-orang yang bekerja dibawahnya. Pertama, mereka tidak mampu menunjukan arah untuk maju. Kedua, bagi orang yang tidak memiliki visi hampir selalu juga tidak memiliki semangat. Mereka tidak punya api maupun minyak untuk membawa dirinya dan orang-orangnya bergerak. Kabar gembiranya adalah kalau anda memiliki visi sedangkan atasan anda tidak, maka anda dapat mengandalkan visi anda untuk membangun produktifitas dan keberhasilan untuk orang-orang dibawah tanggung jawab anda. Duka nya adalah kalau ada orang lain yang memiliki visi lain, bahkan yang bisa merusak – maka mereka dapat juga masuk dan mengisi kekosongan yang dibuat atasan anda. Anda harus berhati-hati terhadap kemungkinan timbulnya nya konflik. TYPE PEMIMPIN YANG TIDAK MEMILIKI PENGIKUT:

24 The 360 degrees leader24 3.THE INCOMPETENT LEADER/PEMIMPIN YANG TIDAK MAMPU Mereka yang mengikuti atasan yang tidak mampu sering harus merasakan tekanan. Seperti kisah arsitek yang membangun mesjid biru di Turkey. ‘Alti (six) vs Altin (gold)’. Pemimpin yang tidak mampu adalah masalah, bukan saja pada orang-orang yang dipimpinnya, akan tetapi juga pada keseluruhan organisasinya. TYPE PEMIMPIN YANG TIDAK MEMILIKI PENGIKUT:

25 The 360 degrees leader25 4,THE SELFIST LEADER/PEMIMPIN YANG EGOIS Seorang pemimpin egois akan mencoba memimpin yang lain untuk keuntungan sendiri dan kerugian orang lain. Sama dengan seseorang yang menipu supplier agar dirinya terlihat berprestasi, sehingga bisa meminta kenaikan gaji. 5.THE CHAMELEON LEADER/PEMIMPIN YANG PLIN-PLAN Bagi mereka yang mengikuti pemimpin yang plin-plan, mereka tidak pernah akan tahu bagaimana atasannya akan bereaksi. Akibatnya, waktu yang berharga dan tenaga yang dipergunakan untuk menghasilkan pekerjaan terkadang sia-sia hanya untuk mengantisipasi keinginan pemimpinnya. 6.THE POLITICAL LEADER/PEMIMPIN YANG BERPOLITIK Pemimpin yang berpolitik senantiasa termotivasi oleh keinginannya untuk berada di depan. Adalah sangat sulit mengikuti orang yang keputusannya tergantung pada ambisi politiknya, bukan pada misi atau manfaat bagi organisasinya. 7.THE CONTROLLING LEADER/PEMIMPIN YANG SUKA IKUT CAMPUR Adalah sangat sulit membangun irama dan semangat kerja ketika atasan anda terus menerus menggannggu perkembangan anda dengan ikut mengatur anda. Orang yang suka mengatur yang lain, biasanya terdorong oleh hal-hal seperti perfesionist/keinginan untuk menghasilkan yang sempurna, atau keyakinan bahwa tidak ada orang lain yang dapat melakukan pekerjaan itu sebaik yang ia bisa lakukan. Keduanya tidak akan menghasilkan kondisi kerja yang positive bagi bawahannya.

26 The 360 degrees leader26 CARA MENGATASI TANTANGAN FRUSTASI: 1.DEVELOP A SOLID RELATIONSHIP WITH YOUR LEADER. Bangun jembatan komunikasi yang baik, cobalah mengenal atasan anda lebih mendalam, temukan kesamaan antara anda dan atasan dan bangunlah hubungan profesional yang solid. 2.IDENTIFY AND APPRECIATE YOUR LEADER’S STRENGTHS. Setiap orang memiliki kelebihannya – termasuk pemimpin yang tidak effektif. Temukan kelebihan atasan anda, dan pikirkan apakah kelebihannya bisa berguna bagi organisasi. 3.COMMIT YOURSELF TO ADDING VALUE TO YOUR LEADER’S STRENGTHS. Jalan menuju sukses dalam karier tergantung pada bagaimana anda meng-optimalkan kekuatan anda. Demikian juga dengan atasan anda, carilah jalan untuk mengembangkan kekuatan atasan anda. 4.GET PERMISSION TO DEVELOP A GAME PLAN TO COMPLEMENT YOUR LEADER’S WEAKNESSES. Adalah bijaksana kalau anda memperkuat orang-orang dibawah anda untuk menutupi kekutrangan anda. Contoh, kalau anda kurang teliti, angkatlah staff yang teliti. Pelajari kelemahan atasan anda, bantulah dia, tapi dengan hati-hati, hal ini bisa dilakukan secara tertutup maupun terbuka, bila atasan anda tidak merasa keberatan. 5.EXPOSE YOUR LEADER TO GOOD LEADERSHIP RESOURCES. Kalau anda mengetahui adanya sumber yang baik tentang kepemimpinan, berbagilah dengan atasan anda. 6.PUBLICLY AFFIRM YOUR LEADER. Angkatlah dan nyatakan dengan jujur dan secara terbuka kelebihan atasan anda, bila ada.

27 The 360 degrees leader27 THE MULTI-HAT CHALLENGE “One Head… Many Hats.” The key to successfully navigating the Multi-Hat Challenge: Knowing what has to put on and then enjoying the challenge Kenali peran yang diharapkan dari anda dan kemudian nikmati tantangannya LEADERS IN THE MIDDLE DEMANDS FROM LEADERS AT THE TOP DEMANDS FROM CUSTOMERS EXPECTATIONS FROM VENDORS EXPECTATIONS FROM FOLLOWERS

28 The 360 degrees leader28 CARA MENGATASI TANTANGAN MULTI-PERAN 1.REMEMBER THAT THE HAT SETS THE CONTEXT WHEN INTERACTING WITH OTHERS Ingat bahwa peran memiliki konteks masing-masing ketika Ia berinteraksi dengan yang lain. 2.DON’T USE ONE HAT TO ACCOMPLISH A TASK REQUIRED FOR ANOTHER HAT Jangan menggunakan peran yang satu penyelesaikan peran yang dibutuhkan oleh jabatan lain. 3.WHEN YOU CHANGE HATS, DON’T CHANGE YOUR PERSONALITY Ketika merubah peran jangan merubah kepribadian anda. 4.DON’T NEGLECT ANY HAT YOU ARE RESPONSIBLE TO WEAR Jangan sia-siakan peran yang manapun yang menjadi tanggung jawab anda. 5.REMAIN FLEXIBLE Tetaplah bersifat flexible.

29 The 360 degrees leader29 THE EGO CHALLENGE “You’re Often Hidden in the Middle.” The key to successfully navigating the Ego Challenge: Remember that consistently good leadership does get noticed Selalu ingat bahwa kepemimpinan baik dan konsisten akan mendapat perhatian CARA MENGATASI TANTANGAN EGO 1.CONCENTRATE MORE ON YOUR DUTIES THAN YOUR DREAMS Lebih konsentrasi pada tugas anda dari pada mimpi anda. Terkadang kita terlalu fokus pada cita-cita atau mimpi kita sehingga kita luput memperhatikan tugas yang ada didepan mata. 2.APPRECIATE THE VALUE OF YOUR POSITION Hargailah nilai dari posisi anda. Setiap posisi memiliki nilai, akan tetapi sering sekali kita tidak menghargainya. Kalau kita hanya fokus dan berharap berada ditempat lain karena kita pikir posisi itu lebih baik, maka kita tidak akan bisa mebikmati tempat atau tugas kita dan juga tidak dapat melakukan apa yang kita harus lakukan untuk sukses.

30 The 360 degrees leader30 CARA MENGATASI TANTANGAN EGO 3.FIND SATISFACTION IN KNOWING THE REAL REASON FOR THE SUCCESS OF A PROJECT Temukan kepuasan dalam mengenali alasan yang sesungguhnya dari kesuksesan sebuah projek. Pemimpin yang baik mengerti bahwa sesungguhnya mereka tidak pantas mengakui seluruh prestasi keberhasilan dari sebuah organisasi. Keberhasilan dicapai melalui orang-orang yang berhasil menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. 4.EMBRACE THE COMPLIMENTS OF OTHERS IN THE MIDDLE OF THE PACK Berusahalah untuk mendapatkan pengakuan dari rekan dalam kelompok yang sama. Seorang musisi akan senang mendapat pujian dari fans nya, akan tetapi pujian yang sama akan lebih berarti bila datangnya dari sesama musisi. 5.UNDERSTAND THE DIFFERENCE BETWEEN SELF-PROMOTION AND SELFLESS PROMOTION Mampu membedakan antara kemajuan diri dan kemajuan yang tidak mementingkan diri sendiri atau tanpa pamrih. PROMOSI-DIRIvsPROMOSI TANPA KEPENTINGAN DIRI Me FirstOthers first Move upBuild up Guard informationShare information Take CreditGive Credit Manipulate othersMotivate others

31 The 360 degrees leader31 THE FULFILLMENT CHALLENGE “Leader like the Front More Than the Middle.” The key to successfully navigating the Fulfillment Challenge: Leadership is more disposition then position – influence others from wherever you are Kepemimpinan lebih terkait pada penempatan daripada tempat – pengaruhi yang lain dimanapun anda MENGAPA PEMIMPIN SUKA DI DEPAN 1.THE FRONT IS THE MOST RECOGNIZED POSITION FOR A LEADER. Posisi yang paling mudah dilihat atau dikenali ada di depan. Dikenali sama juga dengan pisau bermata dua. Bila berhasil maka pujian dan pengakuan pun mengalir, akan tetapi bila gagal, maka mereka yang dianggap bertanggung jawab juga adalah pemimpin. 2.THE VIEW IS BETTER FROM THE FRONT. Pemandangan di depan lebih bagus. Ada perspektif yang berbeda yang bisa dilihat dari depan atau dari atas sebuah organisasi yang tidak dapat dilihat dari tempat lain. Bersama dengan perspektif itu pula ada tanggung jawab yang dituntut.

32 The 360 degrees leader32 MENGAPA PEMIMPIN SUKA DI DEPAN 3.LEADERS IN FRONT GET TO DETERMINE THE DIRECTION. Pemimpin di depan dapat menentukan arah. Pemimpin organisasi yang baik, utamanya dapat menentukan 2 hal: Direction/arah dan Timing/waktu. Sayangnya kalau mereka tidak memimpin dengan baik dan atau kalau bawahan tidak mengikutinya, mereka bahkan tidak mampu menentukan keduanya. 4.LEADERS CAN SET THE PACE. Pemimpin dapat menentukan jarak. Pemimpin umumnya menyenangi perkembangan. Karenanya seorang pemimpin cenderung menyukai gerak maju, semakin cepat semakin baik baginya. Masalahnya adalah kalau pemimpin bergerak terlalu cepat, pengikutnya dapat tertinggal. Pemecah record sering memasuki garis finish duluan, seorang pemimpin yang baik tidak. Keberhasilan seorang pemimpin didapat dengan membawa teamnya/pengikutnya melintas garis finish bersama. 5.LEADERS ENJOY BEING IN ON THE ACTION. Pemimpin menikmati keterlibatannya di lapangan. Karena pemimpin senang mencipta dan melakukan hal baru maka mereka umumnya suka berada di pusat kegiatan. Akan tetapi tidak selalu pusat kegiatan berada di depan atau di atas sebuah organisasi. Justru pusat kegiatan sering terjadi di tengah- tengah organisasi.

33 The 360 degrees leader33 HOW TO BE FULFILLED IN THE MIDDLE OF THE PACK: SEE THE BIG PICTURE. BAGAIMANA AGAR DAPAT DITERIMA DI TENGAH-TENGAH TEAM: LIHATLAH GAMBAR BESARNYA. 1.DEVELOP STRONG RELATIONSHIPS WITH KEY PEOPLE. Bangun hubungan yang kuat dengan orang-orang kunci/penting. Adalah lebih penting dapat bekerja bersama mereka dari pada bekerja di depan mereka. Kalau anda menjadikan target untuk menjangkau yang lain dan membangun hubungan dengan mereka, maka anda akan bisa diterima dimana pun anda berada. 2.DEFINE WIN IN TERMS OF TEAMWORK. Jelaskan arti kemenangan dengan kaca mata kerjasama. Seseorang mungkin sangat penting bagi sebuah team, akan tetapi seorang pemain tidak dapat menjadi sebuah team. Demikian pula dengan pemimpin, seorang pemimpin, bagaimanapun baiknya, tidak akan dapat menjadi sebuah team. 3.ENGAGE IN CONTINUAL COMMUNICATION. Terlibat dalam komunikasi yang terus menerus. Mengingat sebuah visi senantiasa disempurnakan, maka harus usahakan agar tidak tertingggal dengan perkembangan dan perubahannya. 4.GAIN EXPERIENCE AND MATURITY. Dapatkan pengalaman dan kedewasaan. Bersama kedewasaan akan ada kesabaran. Kesabaran akan memberi anda waktu untuk belajar, menambah jaringan dan kebijakan. 5. PUT THE TEAM ABOVE YOUR PERSONAL SUCCESS. Tempatkan kepentingan team diatas keberhasilan pribadi. Anggota team yang baik meletakkan keberhasilan team diatas kepentingan pribadi.

34 The 360 degrees leader34 THE VISION CHALLENGE “Championing The Vision Is More Difficult. When You Didn’t Create It” The key to successfully navigating the Vision Challenge: The more you invest the vision, the more is becomes your own Semakin banyak anda memahami tujuan, semakin mudah ia menjadi milik anda HOW PEOPLE RESPOND TO THE VISION CHALLENGE? 1.ATTACK IT – CRITICIZE AND SABOTAGE THE VISION - THEY DIDN’T HELP CREATE IT. – Pemimpin tidak lebih suka perubahan dari pada pengikutnya – kecuali tentu saja, kalau itu ide nya. - THEY DON’T UNDERSTAND IT. - Gaya dan jenis komunikasi yang berbeda tidak sama penerimaannya oleh setiap orang. - THEY DON’T AGREE WITH IT. – Kalau ada yang tidak setuju dengan sebuah visi, sering karena mereka bermasalah dengan yang memperkenalkannya. - THEY DON’T KNOW THE VISION. – Kalau ada karyawan baru setelah masa pemaparan tentang visi organisasi terdahulu maka anda telah memiliki karyawan yang tidak mengetahui visi anda. Visi perlu di komunikasikan secara jelas, kreatif dan terus menerus. - THEY FEEL UNNEEDED TO ACHIEVE IT. – Ada 3 sikap menghadapi pengikut: Yang pertama: ‘Kita akan melakukannya dengan ataupun tidak dengan kamu’. Yang kedua: ‘kita sangat berharap bantuan kamu dalam melakukannya’. Yang ketiga: Kita tidak mungkin melakukannya tanpa kamu’. - THEY AREN’T READY FOR IT. – kalau mereka mau tapi belum mampu, maka dapat dilatih untuk melakukannya. Kalau mereka tidak mau dan tidak mampu, maka tidak banyak yang bisa dilakukan.

35 The 360 degrees leader35 HOW PEOPLE RESPOND TO THE VISION CHALLENGE? 2. IGNORE IT – DO THEIR OWN THING Ada orang yang mungkin tidak akan menyerang visi anda, akan tetapi mereka juga tidak mendukungnya. Sebaliknya mereka berlaku seakan-akan visi itu tidak ada dan mereka hanya sibuk dengan urusannya sendiri. 3. ABANDON IT – LEAVE THE ORGANIZATION Kalau sebuah visi bertentangan dengan prinsip anda atau tidak sesuai dengan nilai-nilai dasar anda, meninggalkan organisasi itu adalah tindakan yang lebih tepat. 4.ADAPT IT – FIND A WAY TO ALIGN WITH THE VISION Paling tidak, seorang pegawai harus berusaha menyesuaikan diri dengan visi organisasinya. 5. CHAMPION IT – TAKE THE LEADER’S VISION AND MAKE IT A REALITY Sebuah visi mungkin diawali oleh satu orang, akan tetapi hanya dapat dicapai melalui usaha dari banyak orang. 6.ADD VALUE TO IT Begitu anda telah menambah nilai pada sebuah visi, maka anda sesungguhnya telah berhasil mengatasi tantangan visi, karena anda sudah tidak lagi mengagungkan visi lain, melainkan anda sudah mengutamakankan pada visi yang anda ikut kontribusi.

36 The 360 degrees leader36 THE INFLUENCE CHALLENGE “Leading Others Beyond Your Position is not Easy.” The key to successfully navigating the Influence Challenge: Think influence, not position – Utamakan pengaruh, bukan posisi 1.PEOPLE FOLLOW LEADERS THEY KNOW – LEADERS WHO CARE Banyak orang menggerakkan orang lain dengan cara mengkritik dan menunjukkan kelemahannya. Umumnya orang yang dituju akan berlaku definsive, berlgerilya dan menutup diri. Kalau pemimpin menghargai setiap orang sama, maka mereka akan diterima dengan baik. 2.PEOPLE FOLLOW LEADERS THEY TRUST – LEADERS WITH CHARACTER Kita sering memfokuskan diri pada faktor intelektual dan skill. Dan walaupun faktor –faktor itu penting, akan tetapi ia tidak dapat menggantikan pentingnya faktor karakter yang kuat. 3.PEOPLE FOLLOW LEADERS THEY RESPECT – LEADERS WHO ARE COMPETENT Respect sering didapat melalui proses dimasa sulit. Pemimpin yang tidak mampu menghadapi tantangan tidak akan mendapat respect dari bawahan maupun rekannya. 4.PEOPLE FOLLOW LEADERS THEY CAN APPROACH – LEADERS WHO ARE CONSISTENT Walaupun anda peduli, jujur dan dapat melakukan pekerjaan dengan baik, kecuali anda dapat konsisten, maka anda belum tentu akan dipercaya orang. 5.PEOPLE FOLLOW LEADERS THEY ADMIRE – LEADERS WITH COMMITMENT Pemimpin yang komitmen selalu siap mengorbankan semuanya agar dapat memimpin sesuai prinsipnya.

37 37 ‘The surest way not to fall is to determine to succeed’ R ichard Brinsley Sheridan TEST

38 THE PRINCIPLES 360-DEGREE LEADERS PRACTICE TO LEAD UP “Follow me, I’m right behind you.”  Pimpin diri sendiri dengan luar biasa baik  Peringan beban pimpinan Anda  Siap melakukan apapun yang tidak mau dikerjakan yang lain  Lakukan lebih dari yang dikelola – pimpin!  Investasi dalam membangun hubungan  Persiapkan diri setiap kali anda mengambil waktu atasan anda  Memahami kapan untuk mendesak dan kapan harus mundur  Menjadi pemain yang siap bergerak  Menjadikan hari esok lebih baik daripada hari ini 38The 360 degrees leader  If you want to get ahead, leading up is much better than kissing up. – Dan Reiland.

39 1.MANAGE YOUR EMOTIONS – Orang yang bermasalah dengan emosi beresiko mengalami kecelakaan kendaraan 144% lebih besar dari orang normal. Satu diantara lima korban kecelakaan fatal adalah mereka yang baru saja (kurang dari 6 jam) ribut dengan orang lain. 2.MANAGE YOUR TIME – Kalau anda tidak menghargai diri anda, anda tidak dapat menghargai waktu anda. Kalau anda tidak menghargai waktu anda, anda tidak akan melakukan apa-apa dengannya. The 360 degrees leader39 LEADERS PRACTICE TO LEAD UP #1. “Lead Yourself Exceptionally Well.” Pimpin Diri Anda Dengan Baik 3.MANAGE YOUR PRIORITIES – 80% dari waktu anda – bekerjalah pada bidang dimana anda paling kuat. – 15% dari waktu anda – bekerjalah pada bidang yang anda ingin pelajari. – 5% dari waktu anda – bekerjalah pada bidang-bidang lain. 4.MANAGE YOUR ENERGY – Selalu pastikan bahwa anda memiliki energy untuk melakukan dengan fokus dan hasil terbaik.

40 The 360 degrees leader40 LEADERS PRACTICE TO LEAD UP #1. “Lead Yourself Exceptionally Well.” Pimpin Diri Anda Dengan Baik 5.MANAGE YOUR THINKING – Musuh yang paling besar dari pemikiran yang baik adalah kesibukan. Satu menit yang digunakan untuk berpikir, lebih berharga dari satu jam bicara atau mengerjakan sesuatu yang tidak direncanakan. 6.MANAGE YOUR WORDS – Kalau anda ingin memastikan bahwa kata-kata anda bermakna, maka pertimbangkan-lah mereka matang-matang. Biasanya kalau anda mengelola waktu berpikir dan berpikir dengan fokus, anda juga akan mampu mengelola kata-kata anda. 7.MANAGE YOUR PERSONAL LIFE – Sukses adalah ketika orang-orang yang dekat kita, mencintai dan menghormati kita. • Kalau saya tidak bisa memimpin diiri saya, orang lain tak akan ikut saya. • Kalau saya tidak bisa memimpin diri saya, orang lain tidak akan menghormati saya. • Kalau saya tidak bisa memimpin diri saya, orang lain tidak akan menjadi partner saya.

41 1.DO YOUR OWN JOB WELL FIRST. Lebih dahulu lakukan pekerjaan anda dengan baik. 2.WHEN YOU FIND A PROBLEM, PROVIDE SOLUTION. Ketika anda mengetahui ada masalah, carikan solusi. 3.TELL LEADERS WHAT THEY NEED TO HEAR, NOT WHAT THEY WANT TO HEAR. Sampaikan pada atasan anda apa yang ia perlu ketahui, bukan apa yang ia ingin dengar. 4.GO THE EXTRA MILE. Lakukan extra. 5.STAND UP FOR YOUR LEADER WHENEVER YOU CAN. Bela atasan anda kapanpun anda mampu. 6.STAND IN FOR YOUR LEADER WHENEVER YOU CAN. Gantikan atasan anda kapanpun anda bisa. 7.ASK YOUR LEADER HOW YOU CAN LIFT THE LOAD. Tanyakan pada atasan anda bagaimana anda dapat membantu. The 360 degrees leader41 LEADERS PRACTICE TO LEAD UP #2. “Lighten Your Leader’s Load.” Peringan Beban Atasan Anda

42 1.TAKE THE TOUGH JOBS. Anda belajar ulet dan kegigihan dalam menghadapi tugas berat. Ketika pilihan berat harus diambil dan hasil sulit dicapai, pemimpin di tempa. 2.PAY THEIR DUES. Anda akan harus berkorban untuk kepentingan orang lain. 3.WORK IN OBSCURITY. Bekerja secara diam-diam adalah ujian bagi integritas. Apakah kita melakukan sesuatu karena itu penting, bukan karena akan dikenal. 4.SUCCEED WITH DIFFICULT PEOPLE. Carilah jalan agar dapat sukses bekerja pada atasan yang sulit. 5.PUT THEMSELVES ON THE LINE. Anda tidak berhak menempatkan organisasi anda kedalam barisan yang beresiko, kalau anda akan mengambil resiko, maka andalah harus menempatkan diri anda pada barisan. 6.ADMIT FAULTS BUT NEVER MAKE EXCUSES. Lebih mudah berpindah dari gagal ke sukses, daripada dari excuse (beralasan) ke sukses. 7.DO MORE THAN EXPECTED. Lakukan lebih dari yang diharapkan dari anda. 8.ARE THE FIRST TO STEP UP AND HELP. Ringan tangan karena anda peduli. 9.PERFORM TASKS THAT ARE ‘NOT THEIR JOB’. Pemimpin tidak memiliki sikap memilih-milih kerja. 10.TAKE RESPONSIBILITY FOR THEIR RESPONSIBILITIES. Bertanggung jawab atas tanggung jawab orang yang dipimpin. The 360 degrees leader42 LEADERS PRACTICE TO LEAD UP #3. “Be Willing To Do What Others Won’t.” Siap Melakukan Pekerjaan Yang Tidak Mau Dilakukan Orang lain

43 The 360 degrees leader43 LEADERS PRACTICE TO LEAD UP #4. “Do More Than Manage – Lead!.” Lakukan Lebih Dari Yang Anda Mampu – Pimpin! 1.THINK LONGER TERM. Berpikir jangka panjang. 2.SEE WITHIN THE LARGER CONTEXT. Melihat dalam konteks atau gambaran yang lebih besar. 3.PUSH BOUNDARIES. Mengatasi pembatasan atau hambatan. 4.PUT THE EMPHASIS ON INTANGIBLES. Menempatkan tekanan atau masalah sebagai hal-hal yang tidak terduga. 5.LEARN TO RELY ON INTUITION. Belajar mengandalkan intuisi. 6.INVEST POWER IN OTHERS. Menanam kekuatan pada orang lain.

44 The 360 degrees leader44 LEADERS PRACTICE TO LEAD UP #5. “Invest In Relational Chemistry.” Lakukan Investasi Dalam Membangun Hubungan 1.LISTEN TO YOUR LEADER’S HEARTBEAT. Apa yang mereka suka lakukan. Memperhatikan atasan anda dalam suasana informal sekaligus. 2.KNOW YOUR LEADER’S PRIORITIES. Apa yang mereka harus lakukan (tugasnya). 3.CATCH YOUR LEADER’S ENTHUSIASM. Bila ada 2 orang yang senang dengan sesuatu yang sama, bahkan waktupun bisa dilupakan. 4.SUPPORT YOUR LEADER’S VISION. Setiap kali ada yang memahami dan meneruskan suatu visi dalam organisasi, sungguh bagaikan menambah kaki baru pada visi tersebut. 5.CONNECT WITH YOUR LEADER’S INTERESTS. Mengenal apa yang ia suka. 6.UNDERSTAND YOUR LEADER’S PERSONALITY. Mengenal gaya dan kebiasaannya. 7.EARN YOUR LEADER’S TRUST. Dapatkan kepercayaan atasan anda. 8.LEARN TO WORK WITH YOUR LEADER’S WEAKNESSES. Setiap orang memiliki kelemahan, cobalah memahami dan fokus pada kelebihannya. 9. RESPECT YOUR LEADER’S FAMILY. Dapatkan kepercayaan keluarga atasan anda.

45 The 360 degrees leader45 LEADERS PRACTICE TO LEAD UP #6. “Be Prepared Every Time You Take Your Leader’s Time.” Persiapkan Diri Setiap Kali Anda Mengambil Waktu Atasan Anda 1.INVEST 10 TIMES. Anda menunjukkan nilai anda ketika anda menunjukkan bahwa anda menghargai waktu atasan anda. Lakukan persiapan sebelum bertemu atasan anda. 2.DON’T MAKE YOUR BOSS THINK FOR YOU. Tidak semua boss tertutup. Tanyakan pada atasan anda hanya pertanyaan yang anda tidak bisa jawab. 3.BRING SOMETHING TO THE TABLE. Selalu bawa sesuatu yang bernilai untuk didiskusikan. 4.WHEN ASKED TO SPEAK, DON’T WING IT. Mudah membedakan orang yang bicara tanpa persiapan dengan yang selalu siap. 5.LEARN TO SPEAK YOUR BOSS’S LANGUAGE. Jadi teman bicara yang produktif. 6.GET TO THE BOTTOM LINE. Tidak perlu bahas prosesnya, langsung saja pada kesimpulan. 7.GIVE A RETURN ON YOUR LAEDER’S INVESTMENT. Hargai hasil diskusi anda dengan atasan anda, tindak lanjuti dengan sungguh-sungguh.

46 The 360 degrees leader46 LEADERS PRACTICE TO LEAD UP #7. “Know When To Push and When To Back Off.” Menyadari Kapan Melakukan Desakan dan Kapan Mundur PUSH – Dorong. 1.DO I KNOW SOMETHING MY BOSS DOESN’T BUT NEEDS TO? Bertanya untuk memastikan. 2.IS TIME RUNNING OUT? Lebih baik satu kata pada waktu yang tepat dari pada dua kata saat terlambat. 3.ARE MY RESPONSIBILITIES AT RISK? Apakah masalah nya menyangkut tangung jawab anda. 4.CAN I HELP MY BOSS WIN? Keberhasilan dicapai dengan membuat keputusan pada saat yang tepat dengan cara yang tepat.

47 The 360 degrees leader47 LEADERS PRACTICE TO LEAD UP #7. “Know When To Push and When To Back Off.” Menyadari Kapan Melakukan Desakan dan Kapan Mundur BACK-OFF – Tahan. 1.AM I PROMOTING MY OWN PERSONAL AGENDA? Ada 2 type bawahan, yang memanfaatkan atasan dan yang membuat diri bermanfaat bagi atasan. 2.HAVE I ALREADY MADE MY POINT? Terkadang bukan karena seberapa keras anda mendayung, akan tetapi seberapa deras air mengarah. 3.MUST EVERYONE BUT ME TAKE THE RISK? Orang tidak suka bekerjasama dengan resiko yang hanya akan menimpa dirinya. 1.DOES THE ATMOSPHERE SAY ‘NO’? Biasakan membaca ramalan cuaca boss anda. 2.IS THE TIMING RIGHT ONLY FOR ME? Jangan memanfaatkan situasi secara tidak adil. 3.DOES MY REQUEST EXCEED OUR RELATIONSHIP? Jangan meminta melebihi kemungkinan yang tersedia. Manfaatkan kartu (kekuatan) anda dengan baik.

48 The 360 degrees leader48 LEADERS PRACTICE TO LEAD UP #8. “Be Come A Go-To Player.” Menjadi Pemain Yang Siap Mengambil Alih Tugas Berat 1.GO-TO PLAYERS PRODUCE WHEN THE PRESSURE’S ON. – Menghasilkan ketika tekanan sedang keras. 2.GO-TO PLAYERS PRODUCE WHEN THE RESOURCES ARE FEW. – Menghasilkan ketika sumber daya terbatas. 3.GO-TO PLAYERS PRODUCE WHEN THE MOMENTUM IS LOW. – Menghasilkan ketika kesempatan kecil. 4.GO-TO PLAYERS PRODUCE WHEN THE LOAD IS HEAVY. Menghasilkan beban sangat berat. 5.GO-TO PLAYERS PRODUCE WHEN THE LEADER IS ABSENT. Menghasilkan ketika pemimpin tidak di tempat. 6.GO-TO PLAYERS PRODUCE WHEN THE TIME IS LIMITED. Menghasilkan ketika waktu terbatas.

49 The 360 degrees leader49 LEADERS PRACTICE TO LEAD UP #9. “Be Better Tomorrow Than You Are Today.” Menjadikan Esok Hari Lebih baik dari Hari Ini. HOW GROWTH HELPS YOU LEAD UP. 1.THE BETTER YOU ARE, THE MORE PEOPLE LISTEN. Kompetensi adalah kunci menuju kredibilitas dan kredibilitas adalah kunci dalam mempengaruhi orang lain. 2.THE BETTER YOU ARE, THE GREATER YOUR VALUE TODAY. Semakin banyak bisa menghasilkan semakin tinggi nilainya. 3.THE BETTER YOU ARE, THE GREATER YOUR POTENTIAL FOR TOMORROW. Kalau anda tidak maju sebagai pelajar, maka anda sedang mundur sebagai pemimpin. HOW TO BECOME BETTER TOMORROW. 1.LEARN YOUR CRAFT TODAY. Perdalam skill anda. “Waktu yang paling tepat untuk menanam pohon adalah 25 tahun yang lalu, waktu yang paling baik kedua untuk menanam pohon adalah hari ini.” 2.TALK YOUR CRAFT TODAY. Bicarakan dengan mereka yang memiliki skill yang sama. Rahasia wawancara yang berhasil adalah mendengarkan. Itulah jembatan dalam mempelajari mereka dan mempelajari diri sendiri. 3.PRACTICE YOUR CRAFT TODAY. Praktekkan skill anda. Satu-satunya cara untuk membesarkan perusahaan anda adalah membesarkan mereka yang memimpin perusahaan tersebut.

50 THE PRINCIPLES 360-DEGREE LEADERS PRACTICE TO LEAD ACROSS “Follow me, I’ll walk with you.”  Mengerti, mempraktekan dan selesaikan putaran kepemimpinan  Tempatkan teman sesama pemimpin didepan dari pada bersaing dengan mereka  Menjadi sahabat  Hindari politik dalam perusahaan  Perluas lingkaran perkenalan  Biarkan ide terbaik menang  Jangan berpura-pura seakan Anda sempurna 50The 360 degrees leader

51 51 LEADERS PRACTICE TO LEAD ACROSS #1. “Understand, Practice and Complete The Leadership Loop.” Mengerti, Mempraktekkan dan Menyelesaikan Lompatan Kepemimpinan. 1. CARING (MEMPERHATIKAN) 2. LEARNING (MEMPELAJARI) 3. APPRECIATING (MENGHARGAI) 4. CONTRIBUTING (MENYUMBANG) 5. VERBALIZING (MENYAMPAIKAN) 6. LEADING (MEMIMPIN) 7. SUCCEEDING (MENGGANTIKAN) THE LEADERSHIP LOOP

52 1.CARING – TAKE AN INTEREST IN PEOPLE. Manusia cenderung mendekat pada manusia lain yang meningkatkan nilainya dan menjauh dari manusia yang mengurangi nilainya. 2.LEARNING – GET TO KNOW PEOPLE. Berusaha mengenal mereka sebagai individu. 3.APPRECIATING – RESPECT PEOPLE. Kita cenderung menghargai orang yang melakukan hal-hal yang kita kagumi. Itu adalah hal yang alami. Kita harus berusaha menerima keunikan pengalaman dan keahlian orang lain sebagai sumber daya dan belajar darinya. 4.CONTRIBUTING – ADD VALUE TO PEOPLE. Jangan simpan kelebihan anda untuk diri sendiri. 5.VERBALIZING – AFFIRM PEOPLE. Jadilah ‘cheerleader’ yang terbaik. 6.LEADING – INFLUENCE PEOPLE. Semakin alami bakat yang anda miliki, semakin cepat anda akan dapat lakukan. 7.SUCCEEDING – WIN WITH PEOPLE. Pemimpin yang baik memiliki 2 motif penting. Pertama, adalah mewujudkan visi/mimpinya. Yang kedua adalah melihat orang lain berhasil. The 360 degrees leader52 LEADERS PRACTICE TO LEAD ACROSS #1. “Understand, Practice and Complete The Leadership Loop.” Mengerti, Mempraktekkan dan Menyelesaikan Putaran Kepemimpinan.

53 1.ACKNOWLEDGE YOUR NATURAL DESIRE TO COMPETE. Sadari keinginan alami anda dalam berkompetisi. Kunci agar menjadi kompetitif adalah melakukannya melalui saluran yang positif. Kalau anda terlalu keras menahannya, anda akan kehilangan motivasi. Kalau anda biarkan keinginan anda liar, anda akan menabrak dan bertentangan dengan rekan kerja. 2.EMBRACE HEALTHY COMPETITON. Hargai persaingan yang sehat. Kompetisi sehat: memunculkan prestasi terbaik anda; memudahkan pengukuran yang cepat dan jujur; menciptakan persahabatan; dan tidak menimbulkan dendam pribadi. 3.PUT COMPETITION IN ITS PROPER PLACE. Tempatkan kompetisi pada tempat yang tepat. Kompetisi dalam konteks ini bertujuan untuk kemenangan perusahaan bukan pribadi. 4.KNOW WHERE TO DRAW THE LINE. Mengetahui kapan harus membuat batasan. Pastikan anda tidak melintasi garis dengan mencelakakan kompetitor anda. The 360 degrees leader53 LEADERS PRACTICE TO LEAD ACROSS #2. “Put Completing Fellow Leaders Ahead of Competing with Them.” Utamakan Penyelesaian Dengan Sesama daripada Bersaing Dengan Mereka.

54 1.LISTEN! Kebutuhan paling mendasar dari manusia adalah untuk memahami dan dipahami. Dan cara terbaik untuk memahami adalah mendengarkan. 2.FIND COMMON GROUND NOT RELATED TO WORK. Temukan tempat, kesenangan atau hal-hal yang sama diminati namun yang tidak berhubungan dengan kerja. 3.BE AVAILABLE BEYOND BUSINESS HOURS. Usahakan selalu siap walaupun diluar jam kerja. The 360 degrees leader54 LEADERS PRACTICE TO LEAD ACROSS #3. “Be A Friend.” Jadilah Sahabat. 4.HAVE A SENSE OF HUMOR. Miliki kepekaan dalam humor. 6.TELL THE TRUTH WHEN OTHERS DON’T. Sampaikan dengan jujur ketika yang lain tidak.

55 1.AVOID GOSSIP. Hindari gossip atau bergossip. Orang besar/hebat membicarakan ide-ide, orang umum membicarakan dirinya, dan orang kecil membicarakan orang lain. 2.STAY AWAY FROM PETTY ARGUMENTS. Hindari perdebatan picik atau yang tidak penting/bernilai. 3.STAND UP FOR WHAT’S RIGHT, NOT JUST FOR WHAT’S POPULAR. Bela apa yang benar, bukan hanya yang disukai. 4.LOOK AT ALL SIDES OF THE ISSUE. Memandang masalah dari semua sisi. 5.DON’T PROTECT YOUR TURF. Jangan pertahankan lempeng tanah anda tanpa perhitungan. Politik adalah mengenai kekuasaan, pemimpin politic membela segalanya yang memberi keuntungan kekuasaan padanya. Dalam perusahaan yang utama bukan kekuasaan akan tetapi keberhasilan bersama. 6.SAY WHAT YOU MEAN, AND MEAN WHAT YOU SAY. Katakan apa yang anda maksud, dan maksudkan apa yang anda katakan. Membangun kepercayaan tidak hanya cukup dengan memiliki kompetensi, anda juga harus memiliki kredibilitas dan konsisten. The 360 degrees leader55 LEADERS PRACTICE TO LEAD ACROSS #4. “Avoid Office Politics.” Hindari Politic Kantor.

56 1.EXPAND BEYOND YOUR INNER CIRCLE. Setiap teman yang anda kenal, memiliki teman yang anda belum kenal. 2.EXPAND BEYOND YOUR EXPERTISE. Jangan membatasi diri hanya bergaul dalam lingkungan kompetensi yang sama dengan anda. 3.EXPAND BEYOND YOUR STRENGTHS. Bergaul dengan mereka yang berada di bidang atau industry lain. 4.EXPAND BEYOND YOUR PERSONAL PREJUDICES. Hilangkan keraguan akibat buruk sangka terhadap orang lain. 5.EXPAND BEYOND YOUR ROUTINE. Sewaktu-waktu merubah kebiasaan atau rutinas kehidupan untuk bertemu dengan orang dan lingkungan baru. The 360 degrees leader56 LEADERS PRACTICE TO LEAD ACROSS #5. “Expand Your Circle of Acquaintances.” Perluas Lingkaran Pergaulan Anda.

57 1.LISTEN TO ALL IDEAS. Dengarkan semua idea-idea. 2.NEVER SETTLE FOR JUST ONE IDEA. Jangan puas hanya dengan satu idea saja. 3.LOOK IN UNUSUAL PLACES FOR IDEAS. Carilah idea di tempat yang tidak biasa. 4.DON’T LET PERSONALITY OVERSHADOW PURPOSE. Jangan biarkan kepribadian menutupi tujuan yang sebenarnya. 5.PROTECT CREATIVE PEOPLE AND THEIR IDEAS. Lindungi orang-orang yang kreatif dan ide-ide mereka. 6.DON’T TAKE REJECTION PERSONALLY. Jangan menerima penolakan secara pribadi. The 360 degrees leader57 LEADERS PRACTICE TO LEAD ACROSS #6. “Let The Best Idea Win.” Biarkan Idea Terbaik, Menang.

58 1.ADMIT YOUR FAULTS. Akui kesalahan anda. 2.ASK FOR ADVICE. Mintalah nasehat atau masukan. 3.WORRY LESS ABOUT WHAT OTHERS THINK. Kurangi kekwatiran terhadap pendangan orang lain. 4.BE OPEN TO LEARNING FROM OTHERS. Terbukalah untuk belajar dari orang lain. 5.PUT AWAY PRIDE AND PRETENSE. Jauhkan rasa bangga (gengsi) dan berpura- pura. The 360 degrees leader58 LEADERS PRACTICE TO LEAD ACROSS #7. “Don’t Pretend You’re Perfect.” Jangan Berpura-pura Sempurna.

59  Berjalanlah perlahan melalui ruangan  Melihat sesama dengan nilai 10  Perlakukan setiap anggota sebagai manusia  Tempatkan orang pada zona terbaiknya  Berikan teladan model kepemimpinan yang Anda inginkan  Limpahkan visi Anda  Beri penghargaan atas hasil 59The 360 degrees leader THE PRINCIPLES 360-DEGREE LEADERS PRACTICE TO LEAD DOWN “Follow me, I’ll add value to you.”

60 1.SLOW DOWN. Perlambat. Untuk dapat menyambung dengan orang lain, anda perlu berjalan sesuai kecepatannya. 2.EXPRESS THAT YOU CARE. Tunjukan bahwa anda peduli. 3.CREATE A HEALTHY BALANCE OF PERSONAL AND PROFESSIONAL INTEREST. Ciptakan keseimbangan yang sehat antara kepentingan pribadi dan profesional. Perhatian atas kemajuan mereka baik sebagai karyawan maupun sebagai pribadi. 4.PAY ATTENTION WHEN PEOPLE START AVOIDING YOU. Berikan perhatian ketika orang-orang mulai menghindari anda. 5.TEND TO THE PEOPLE, AND THEY WILL TEND TO THE BUSINESS. Berikan perhatikan atau pelihara orang anda dan mereka akan memelihara bisnis anda. Pemimpin yang hanya semata-mata memperhatikan kepentingan bisnisnya, sering berakhir dengan kehilangan orang dan bisnisnya. The 360 degrees leader60 LEADERS PRACTICE TO LEAD DOWN #1. “Walk Slowly Through The Halls.” Berjalan Perlahan Melalui Ruangan.

61 1.SEE THEM AS WHO THEY CAN BECOME. Perlakukan mereka sebagai siapa mereka nanti dimasa depan. Carilah potensial dari setiap orang yang anda pimpin. 2.LET THEM ‘BORROW’ YOUR BELIEF IN THEM. Biarkan mereka meminjam atau menggunakan keyakinan anda bagi mereka. 3.CATCH THEM DOING SOMETHING RIGHT. Temui mereka ketika mereka melakukan sesuatu yang benar. 4.BELIEVE THE BEST – GIVE OTHERS THE BENEFIT OF THE DOUBT. Yakin akan yang terbaik – hilangkan keraguan. 5.REALIZE THAT ‘10’ HAS MANY DEFINITIONS. Menyadari bahwa angka 10 memiliki banyak definisi. 6.GIVE THEM THE ‘10’ TREATMENT. Perlakukan mereka dengan perlakuan kelas 10 (sempurna). Orang umunya meningkatkan kemampuannya sesuai harapan pimpinannya – kalau mereka menyukai pemimpinnya. The 360 degrees leader61 LEADERS PRACTICE TO LEAD DOWN #2. “See Everyone As A ‘10’.” Hargai Setiap Orang Dengan Angka 10.

62 1.SEE DEVELOPMENT AS A LONG-TERM PROCESS. Perlakukan pembangunan sumber daya manusia sebagai sebuah proses jangka panjang. Anda tidak bisa memberikan apa yang anda tidak punya. Untuk meningkatkan kemampuan bawahan, Anda perlu terus tumbuh. 2.DISCOVER EACH PERSON’S DREAMS AND DESIRES. Temukan mimpi-mimpi dan keinginan masing-masing orang. Kalau anda mengabaikan keinginan seseorang maka anda telah mengabaikan sumber kekuatannya. 3.LEAD EVERYONE DIFFERENTLY. Pimpinlah masing-masing individu berbeda. 4.USE ORGANIZATIONAL GOALS FOR INDIVIDUAL DEVELOPMENT. Manfaatkan tujuan organisasi untuk pembangunan pribadi. 5.HELP THEM KNOW THEMSELVES. Bantulah mereka mengenali dirinya. Seseorang tidak dapat menyadari potensialnya, sebelum ia menyadari posisinya. 6.BE READY TO HAVE A HARD CONVERSATION. Siap menghadapi pembicaraan yang keras atau berat. 7.CELEBRATE THE RIGHT WINS. Rayakan kemenangan yang benar. 8.PREPARE THEM FOR LEADERSHIP. Persiapkan mereka agar mampu memimpin. The 360 degrees leader62 LEADERS PRACTICE TO LEAD DOWN #3. “Develop Each Team Member As A Person.” Bina Setiap Anggota Team Sebagai Individu.

63 1.DISCOVER THEIR TRUE STRENGTHS. Temukan kekuatan bawahan anda yang sesungguhnya. Umumnya orang tidak menyadari kekuatan atau kelebihannya sendiri. Lakukan observasi terhadap keunikan dan kelebihan mereka. 2.GIVE THEM THE RIGHT JOB. Berikan mereka pekerjaan yang tepat. Mutasi seseorang dari pekerjaan yang ia tidak sukai, bisa merubah hidupnya. 3.IDENTIFY THE SKILLS THEY’LL NEED AND PROVIDE WORLD-CLASS TRAINING. Indentifikasi keahlian yang mereka butuhkan dan sediakan pelatihan class dunia. Setiap pekerjaan membutuhkan sekumpulan keahlian khusus yang harus dimiliki karyawan untuk mencapai hasil yang optimal. The 360 degrees leader63 LEADERS PRACTICE TO LEAD DOWN #4. “Place People In Their Strength Zones.” Tempatkan Orang Pada Zona Terkuat Mereka.

64 1.YOUR BEHAVIOR DETERMINES THE CULTURE. Kebiasaan anda mempengaruhi budaya perusahaan. 2.YOUR ATTITUDE DETERMINES THE ATMOSPHERE. Sikap anda mempengaruhi suasana perusahaan. 3.YOUR VALUES DETERMINE THE DECISIONS. Nilai anda mempengaruhi keputusan perusahaan. 4.YOUR INVESTMENT DETERMINES THE RETURN. Investasi anda mempengaruhi hasil. 5.YOUR CHARACTER DETERMINES THE TRUST. Karakter anda mempengaruhi kepercayaan. 6.YOUR WORK ETHIC DETERMINES THE PRODUCTIVITY. Etika kerja anda mempengaruhi produktivitas. 7.YOUR GROWTH DETERMINES THE POTENTIAL. Pertumbuhan anda mempengaruhi potensial. The 360 degrees leader64 LEADERS PRACTICE TO LEAD DOWN #5. “Model The Behavior You Desire.” Contohkan Perilaku Yang Anda Inginkan.

65 1.CLARITY. Kejelasan. Pastikan apa yang anda harapkan mereka ketahui dan apa yang anda harapkan mereka lakukan 2.CONNECTION OF PAST, PRESENT AND FUTURE. Hubungan antara masa lalu, sekarang dan masa depan. Ketika orang mengenal masa lalu, mereka akan lebih mampu bertindak dalam mencapai target masa depan. 3.PURPOSE. Tujuan. Mampu menjelaskan mengapa mereka harus bertindak. 4.GOALS. Target. Ketika mereka dijelaskan tentang process atau strategy, mereka akan menyadari bahwa visi itu realistis. 5.A CHALLENCE. Menantang. Mereka akan dapat di ukur ketika di tantang untuk mencapai sebuah target. 6.STORIES. Latar belakang. Sebuah cerita akan membantu mereka melihat bahwa mereka akan dapat berhasil walaupun mungkin dengan bantuan yang lain. 7.PASSION. Keinginan. Bila sebuah visi tidak menimbulkan keinginan, maka visi itu tidak dapat dipindahkan. The 360 degrees leader65 LEADERS PRACTICE TO LEAD DOWN #6. “Transfer The Vision.” Bagikan Visi.

66 1.GIVE PRAISE PUBLICLY AND PRIVATELY. Berikan pujian secara terbuka dan secara pribadi. Tidak masalah bila mereka yang kita pimpin bersinar lebih terang dari anda, karena kalau mereka bersinar cukup terang maka akan memantulkan secara positif pada anda. 2.GIVE MORE THAN JUST PRAISE. Berikan lebih dari hanya pujian. Bila dihitung lebih dalam, sesungguhnya karyawan yang membebani adalah mereka yang tidak berprestasi, sebaliknya mereka yang berprestasi terkadang kurang dihargai. 3.DON’T REWARD EVERYONE THE SAME. Jangan berikan penghargaan yang sama pada semua orang. Pujilah usaha mereka, namun berilah hadiah bagi mereka yang mencapai hasil. 4.GIVE PERKS BEYOND PAY. Berikan hak fasilitas melebihi apa yang dibayar. Bonus, menyenangkan. Hadiah, luar biasa. Akan tetapi, penghargaan atas pengorbanan keluarga, melebihi segalanya. 5.PROMOTE WHEN POSSIBLE. Promosikan bila dimungkinkan. Promosi terbaik adalah promosi yang tidak perlu penjelasan, karena semua tahu prestasinya. 6.REMEMBER THAT YOU GET WHAT YOU PAY FOR. Ingat bahwa anda akan mendapat apa yang anda bayar. Pemimpin yang baik fokus pada apa yang mereka bisa berikan, bukan apa yang ia bisa dapat. The 360 degrees leader66 LEADERS PRACTICE TO LEAD DOWN #7. “Reward For Results.” Penghargaan Atas Hasil Yang Dicapai.

67 THE VALUE OF 360-DEGREE LEADERS Nilai Pemimpin yang 360 Derajat.  A LEADERSHIP TEAM IS MORE EFFECTIVE THAN JUST ONELEADER. Team yang terdiri dari para pemimpin lebih effective dari pada hanya seorang pemimpin. 1.Pemimpin yang visioner bersedia menerima orang yang lebih baik dari dirinya. 2.Pemimpin yang bijak membentuk orang-orangnya menjadi team. 3.Pemimpin yang kokoh memperdayakan teamnya. 4.Pemimpin yang berpengalaman mendengarkan teamnya. 5.Pemimpin yang produktif mengerti bahwa satu adalah angka yang terlalu kecil untuk mencapai keperkasaan.  LEADERS ARE NEEDED AT EVERY LEVEL OF THE ORGANIZATION. Pemimpin dibutuhkan dari semua tingkat dalam organisasi.  LEADING SUCCESSFULLY AT ONE LEVEL IS A QUALIFIER FOR LEADING AT THE NEXT LEVEL. Memimpin dengan sukses pada satu level adalah syarat untuk memimpin pada level berikutnya.  GOOD LEADERS IN THE MIDDLE MAKE BETTER LEADERS AT THE TOP. Pemimpin pada level menengah yang baik menciptakan pemimpin yang lebih baik pada tingkat puncak.  360 DEGREE LEADERS POSSES QUALITIES EVERY ORGANIZATION NEEDS. Kwalitas pemimpin 360 derajat dibutuhkan setiap organisasi. 67The 360 degrees leader

68 The first method for estimating the intelligence of a ruler is to look at the men he has around him. (Niccolo Machiavelli) 68The 360 degrees leader


Download ppt "JNE Book Club Project title: The 360 Degree Leader M. Johari Zein |Executive Director| JNE Indonesia 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google