Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Fahma Sari Fatma Kasubdit Pembinaan PK BLU III Direktorat PPK BLU Laporan Keuangan dan Kinerja Satker BLU.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Fahma Sari Fatma Kasubdit Pembinaan PK BLU III Direktorat PPK BLU Laporan Keuangan dan Kinerja Satker BLU."— Transcript presentasi:

1 1 Fahma Sari Fatma Kasubdit Pembinaan PK BLU III Direktorat PPK BLU Laporan Keuangan dan Kinerja Satker BLU

2 Outline 2  Laporan Keuangan Satker BLU  Ketepatan dan Kelengkapan  Kinerja Satker BLU

3 3 Laporan Keuangan Satker BLU

4 Laporan Keuangan BLU Laporan Aktivitas/Laporan Operasional Neraca Laporan Arus Kas Catatan atas Laporan Keuangan Laporan aktivitas/operasional menyajikan informasi tentang operasi BLU mengenai sumber, alokasi, dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh BLU Menyediakan informasi tentang posisi keuangan BLU meliputi aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu Menyediakan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama periode akuntansi serta saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan Memberikan penjelasan dan analisis atas informasi yang ada di LA/laporan operasional, neraca, laporan arus kas, dan informasi tambahan lainnya sehingga para pengguna mendapatkan pemahaman yang paripurna atas laporan keuangan BLU 4

5 Neraca 5 Aset disajikan berdasarkan urutan likuiditas: aset lancar, tidak lancar Kewajiban disajikan menurut urutan jatuh tempo: kewajiban jangka pendek, kewajiban jangka panjang Total Aset = Total Kewajiban + Total Ekuitas Aset lancar SAK = Aset lancar SAP Kewajiban SAK = Kewajiban SAP Penyajian Kesesuaian

6 Penyajian dan Pengungkapan Kas di BLU memasukan dana kelolaan sehingga jumlahnya berbeda dengan Kas di KPPN pada saat dilakukan rekonsiliasi UraianKas dan Setara KasDana Kelolaan DefinisiUang tunai atau saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat digunakan untuk membiayai kegiatan BLU Dana yang berasal dari pihak ketiga yang digunakan untuk ketentuan tertentu. Contoh: Dana Bergulir, Investasi, Endowment Fund PencatatanDisajikan sebagai aset lancarDisajikan sebagai aset lainnya Penyajian pada LK SAK Disajikan pada LK BLU Penyajian pada SAPDikonsolidasikan pada LK SAP K/L Dikonsolidasikan pada LK SAP BA

7 Penyajian dan Pengungkapan Salah Menjajikan Kas Setara Kas dan Investasi Jangka Pendek Kas dan Setara Kas Uang tunai atau saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat digunakan untuk membiayai kegiatan BLU Contoh: Kas di Rekening Operasional, Deposito berjangka kurang dari 3 bulan, Cek yang baru dapat diuangkan dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan Investasi Jangka Pendek Aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomi seperti bunga, dividen, royalti atau manfaat lainnya Contoh: investasi yang dapat segera dicairkan dan dimaksudkan untuk dimiliki selama 3 sampai 12 bulan 7

8 Penyajian dan Pengungkapan Tidak menyajikan Penyusutan Aset Tetap dan Penyisihan Piutang LK SAK Penyisihan Piutang: Disajikan beban penyisihan piutang pada Laporan Aktivitas Akumulasi Penyisihan Piutang disajikan pada Neraca sebagai pengurang Piutang Penyusutan Aset Tetap: Disajikan beban penyisihan piutang pada Laporan Aktivitas Akumulasi Penyusutan Aset Tetap disajikan pada Neraca sebagai pengurang Aset Tetap LK SAP Penyisihan Piutang: Disajikan beban penyisihan piutang pada Laporan Operasional Akumulasi Penyisihan Piutang disajikan pada Neraca sebagai pengurang Piutang dan pengurang Cadangan Piutang (pada Ekuitas Dana Lancar) Penyusutan Aset Tetap: Disajikan beban penyisihan piutang pada Laporan Operasional Akumulasi Penyusutan Aset Tetap disajikan pada Neraca sebagai pengurang Aset Tetap dan Diinvestasikan dalam Aset Tetap (Ekuitas Dana Diinvestasikan) PMK Nomor 201/PMK.06/2010 tentang Kualitas Piutang K/L dan Pembentukan Penyisihan Tidak Tertagih PMK Nomor 1/PMK.06/2013 tentang Penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap Entitas Pemerintah Pusat 8

9 Terdapat pencatatan Cadangan Persediaan pada Neraca  Mengikuti pencatatan pada SAP  cash basis Penyajian dan Pengungkapan  Akibatnya: Belanja persediaan lebih besar dari yang seharusnya sehingga surplus yang diakui lebih kecil  Koreksi: apabila pada tahun berjalan melakukan koreksi langsung pada persediaan. Apabila telah melewati tahun berjalan koreksi pada Ekuitas 9

10 Penyajian dan Pengungkapan Penyajian Ekuitas pada LK SAK tidak disajikan dengan benar Ekuitas adalah hak residual BLU atas aset setelah dikurangi seluruh kewajiban yang dimiliki Ekuitas Tidak Terikat -Ekuitas Awal -Surplus/Defisit Tahun Lalu - surplus/defisit Tahun Berjalan -Ekuitas Donasi Ekuitas Terikat Permanen Penggunaannya dibatasi secara permanen untuk tujuan tertentu oleh pemerintah/donatur Ekuitas Terikat Temporer Penggunaannyadan atau waktunya dibatasi untuk tujuan tertentu dan/atau jangka waktu tertentu oleh pemerintah/donatur 10

11 Laporan Aktivitas 11 Menyajikan jumlah pendapatan, biaya, surplus/defisit Laporan Aktivitas merupakan alat untuk mengetahui kemajuan satker BLU dan mengetahui surplus/defisit yang didapat pada suatu periode. Basis Akrual Total Pendapatan tidak selalu sama dgn penerimaan kas Total Biaya tidak selalu sama dengan pengeluaran kas Surplus terjadi bila pendapatan lebih besar dari biaya Surplus/defisit tidak mencerminkan jumlah kas Laporan Operasional berdasarkan SAP merujuk pada PSAP no 12 tentang Laporan Operasional

12 Laporan Aktivitas 12 Satker mengalami defisit Hal-hal yang dapat dilakukan apabila terjadi defisit :  Meningkatkan pendapatan  Mengevaluasi biaya  Mengevaluasi biaya penyusutan, amortisasi atau penyisihan piutang  Menjelaskan penyebab defisit pada Catatan atas Laporan Keuangan

13 Penyajian dan Pengungkapan Pendapatan APBN (RM) tidak rinci dan dicatat sebesar Pagu DIPA Pendapatan APBN dirinci Operasional Pendapatan APBN yang digunakan untuk belanja operasional seperti belanja pegawai dan belanja barang dan jasa Investasi Pendapatan APBN yang digunakan belanja modal dicatat Sebesar realisasi pada Laporan Aktivitas 13

14 Penyajian dan Pengungkapan Biaya tidak rinci  akibatnya tidak menjelaskan pengeluaran yang sebenarnya untuk layanan, administrasi atau lainnya Biaya Layanan Biaya yang terkait langsung dengan pelayanan kepada masyarakat Biaya Umum dan Administrasi Biaya yang diperlukan untuk administrasi dan biaya yang bersifat umum dan tidak terkait langsung dengan kegiatan pelayanan BLU Biaya Lainnya Biaya yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam biaya layanan dan biaya administrasi dan umum BIAYA 14

15 Penyajian dan Pengungkapan Biaya modal dicatat sebagai biaya pada LK SAK Biaya Modal Pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal yang sifatnya menambah aset tetap/inventaris yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi • Biaya Modal Tanah • Biaya Modal Peralatan dan Mesin • Biaya Gedung dan Bangungan • Biaya Jalan, Irigasi dan jaringan • Biaya Modal fisik Lainnya LK SAK Dicatat sebagai penambah Aset Tetap pada Neraca. Tidak dicatat di Lap Aktivitas sebagai Belanja LK SAP Dicatat sebagai penambah Aset Tetap dan Diinvestasikan pada Aset Tetap pada Neraca. Dicatat sebagai Belanja Modal pada LRA Penyajian Biaya Modal 15

16 Laporan Arus Kas 16 Menunjukkan jumlah uang tunai yang masuk dan keluar pada suatu periode tertentu Menunjukkan kemampuan satker dalam membiayai operasionalnya dan pertumbuhannya di masa datang  Arus Kas dari Aktivitas Operasi  jumlah uang masuk dan keluar dari kegiatan operasional satker BLU  Arus Kas dari Aktivitas Investasi  pembelian dan penjualan aset yang dapat menjadi pendapatan, mis: pembelian/penjualan aset tetap,  Asrus Kas dari Aktivitas Pembiayaan  penyediaan kebutuhan dana/modal, mis: utang, pembayaran utang, penambahan modal dari BUN Laporan Arus Kas berdasarkan SAK Tidak menyusun Laporan Arus Kas pada SAP

17 Laporan Arus Kas 17  Arus Kas dari Aktivitas Operasi:  Kas dari Aktivitas Operasi bernilai positif. Jika minus, maka pengeluaran > penerimaan, maka dapat dievaluasi efisiensi biaya  Kas dari Aktivitas Operasi > surplus. Jika aktivitas operasi < surplus, dapat terjadi apabila barang/jasa layanan banyak yang berbentuk piutang, sehingga harus dioptimalkan penagihannya untuk segera dapat menjadi kas  Kas dari Aktivitas Operasi > Kas dari Aktivitas Investasi. Jika tidak, maka kemungkinan terdapat penjualan aset tetap

18 Laporan Arus Kas 18  Arus Kas dari Aktivitas Investasi: Apabila arus kas investasi negatif berarti pengeluaran investasi lebih besar daripada penerimaan dari investasi. Hal ini menggambarkan adanya belanja modal yang besar  Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan/Pendanaan Apabila arus kas pembiayaan positif artinya terdapat penambahan modal pada satker BLU, bisa berupa penambahan utang atau dana kelolaan (BLU Pengelola Dana)

19 19 Ketepatan dan Kelengkapan

20 Periode Laporan Jenis Laporan Disampaikan Paling Lambat Disampaikan Kepada Triwulan I Per 31 Maret  LRA/Lap Aktivitas  LAK  CaLK Tanggal 15 setelah Triwulan berakhir  Menteri /Pimpinan Lembaga secara berjenjang  Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Perbendaharaan Semester I Per 30 Juni  LRA/Lap Aktivitas  Neraca  LAK  CaLK Tanggal 10 setelah semester berakhir Triwulan III Per 30 September  LRA/Lap Aktivitas  LAK  CaLK Tanggal 15 setelah Triwulan berakhir Tahunan Per 31 Desember  LRA/Lap Aktivitas  Neraca  LAK  CaLK Tanggal 20 setelah Tahun berakhir LK disampaikan tidak lengkap dan tidak tepat waktu Jadwal penyampaian dan kelengkapan LK 20

21 Ketepatan dan Kelengkapan LK SAK tidak dilampiri Reviu dari Satuan Pemeriksaan Intern (SPI) LK SAK Pernyataan tanggung jawab Pemimpin BLU Pernyataan Reviu oleh SPI dalam hal tidak terdapat SPI, reviu dilakukan oleh aparat pengawasan intern K/L dilengkapi 21

22 Ketepatan dan Kelengkapan Catatan atas Laporan Keuangan tidak lengkap Informasi pada CaLK mencakup: 1.Pendahuluan; 2.Kebijakan akuntansi; 3.Penjelasan atas pos-pos Laporan Aktivitas/laporan operasional; 4.Penjelasan atas pos-pos neraca; 5.Penjelasan atas pos-pos laporan arus kas; 6.Kewajiban kontinjensi; 7.Informasi tambahan dan pengungkapan lainnya Tujuan utama CaLK Memberikan penjelasan dan analisis atas informasi yang ada di Lap Aktivitas, Neraca, LAK dan informasi tambahan lainnya sehingga para pengguna mendapatkan pemahaman yang paripurna atas LK BLU 22

23 Ketepatan dan Kelengkapan Satker tidak menyampaikan Laporan Kinerja Pasal 10, PMK 76/PMK.05/2008, Satket menyusun dan menyajikan -Laporan Keuangan, dan -Laporan Kinerja Laporan Kinerja menjelaskan secara ringkas dan lengkap tentang capaian kinerja yang berisikan ringkasan keluaran dari masing- masing kegiatan dan hasil yang dicapai dari masing-masing program yang disusun dari RBA 23

24 Ketepatan dan Kelengkapan Laporan Keuangan Satker tidak diaudit KAP Pasal 16, PMK 76/PMK.05/2008, Laporan Keuangan BLU diaudit oleh auditor Eksternal Audit Eksternal dapat ditugaskan pada Kantor Akuntan Publik (KAP) yang terdaftar pada BPK Pengadaan KAP mengikuti ketentuan mengenai Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (Perpres no 70 tahun 2012) 24

25 25 Kinerja Satker BLU

26 Penilaian Kinerja Satker BLU Satker tidak mengetahui apa saja aspek dalam penilaian kinerja Definisi: suatu cara dalam menilai pencapaian pemberian pelayanan umum yang diselenggarakan oleh Satker BLU Penilaian Kinerja BLU Aspek Keuangan Penilaian kinerja satker BLU dengan menggunakan analisa Laporan Keuangan dan Kepatutahan terhadap peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan keuangan Satker BLU Aspek Pelayanan Penilaian kinerja Satker BLU terkait teknis layanan dan mutu manfaat kepada masyarakat 26

27 Kepatuhan Terpenuhinya kepatuhan atas:  Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Definitif  Laporan Keuangan berdasarkan SAK  SP3B BLU  Tarif Layanan  Sistem Akuntansi  SOP Pengelolaan Kas  SOP Pengelolaan Piutang  SOP Pengadaan Barang dan Jasa  SOP Pengelolaan Barang Inventaris 27

28 28 A.Rasio Kas/Rasio Lancar Kemampuan ketersediaan kas/aset lancar untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya. Rasio Kas = Kas dan Setara Kas x 100% Kewajiban Jangka Pendek Rasio Kas = Kas dan Setara Kas x 100% Kewajiban Jangka Pendek Rasio Lancar = Aset Lancar x 100% Kewajiban Jangka Pendek Rasio Lancar = Aset Lancar x 100% Kewajiban Jangka Pendek Analisa Rasio Keuangan

29 29 • Normalnya rasio kas/rasio lancar adalah > 1 • Terlalu tingginya nilai rasio kas/rasio lancar juga bukan merupakan kondisi yang bagus, karena dapat diindikasikan terjadi hal-hal sebagai berikut: • Penimbunan kas • Banyaknya piutang yang tidak tertagih • Penumpukan persediaan

30 30 Analisa Rasio Keuangan B.Periode Penagihan Piutang Mengukur berapa lama penagihan piutang selama periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang berputar dalam suatu periode Semakin kecil periode penagihan piutang semakin baik. C. Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover) Mengidentifikasikan bagaiman aset tetap digunakan untuk menghasilkan pendapatan suatu satker BLU. Semakin besar nilai dari rasio perputaran aset tetap menandakan semakin optimal BLU menggunakan assetnya. Periode Penagihan Piutang = Piutang usaha x 360 x 1 hari Pendapatan Usaha Periode Penagihan Piutang = Piutang usaha x 360 x 1 hari Pendapatan Usaha Rasio Perputaran Aset Tetap = Pendapatan Operasional x 100% Aset Tetap Rasio Perputaran Aset Tetap = Pendapatan Operasional x 100% Aset Tetap

31 31 Analisa Rasio Keuangan D.Imbalan atas Asset (Return on Asset) Rasio ini menunjukan hasil atas jumlah aset yang digunakan dalam perusahaan. Merupakan ukuran efektivitas pimpinan BLU dalam mengelola asetnya. E. Imbalan Ekuitas (Return on Equity) Rasio ini menunjukan efisiensi penggunaan modal sendiri Semakin tinggi rasio ini semakin baik, artinya posisi modal satker BLU semakin kuat. Rasio Imbalan atas Aset Tetap= Surplus atau Defisit sebelum pos keuntungan atau kerugian x 100% Aset Tetap Rasio Imbalan atas Aset Tetap= Surplus atau Defisit sebelum pos keuntungan atau kerugian x 100% Aset Tetap Rasio Imbalan Ekuitas = Surplus atau Defisit sebelum pos keuntungan atau kerugian x 100% Ekuitas Rasio Imbalan Ekuitas = Surplus atau Defisit sebelum pos keuntungan atau kerugian x 100% Ekuitas

32 32 Analisa Rasio Keuangan Rasio Pendapatan PNBP atas Biaya Operasional : Kemampuan pendapatan PNBP menutup biaya operasional. Pendapatan BLU merupakan PNBP BLU yang diperoleh sebagai imbalan atas barang/jasa yang diserahkan kepada masyarakat termasuk pendapatan yang berasal dari hibah, hasil kerjasama dengan pihak lain, sewa, jasa lembaga keuangan, dan lain-lain pendapatan yang tidak berhubungan secara langsung dengan pelayanan BLU, tidak termasuk pendapatan yang berasal dari APBN. Biaya operasional merupakan seluruh biaya langsung yang terkait dengan pelayanan kepada masyarakat meliputi biaya pegawai, biaya bahan, biaya jasa layanan, biaya pemeliharaan, biaya daya dan jasa, dan biaya langsung lainnya yang berkaitan langsung dengan pelayanan yang diberikan oleh Satker BLU, baik yang sumber dananya berasal dari Rupiah Murni APBN maupun pendapatan operasional Satker BLU. Rasio Pend. PNBP atas BO : Pendapatan BLU x 100% Biaya Operasional

33 Penilaian Pelayanan Aspek Layanan Dapat meliputi antara lain: -Pertumbuhan produktivitas layanan -Efisiensi pelayanan -Pengembangan organisasi dan pengelolaan SDM Aspek Mutu Manfaat bagi Masyarakat 33

34 34 Terima Kasih


Download ppt "1 Fahma Sari Fatma Kasubdit Pembinaan PK BLU III Direktorat PPK BLU Laporan Keuangan dan Kinerja Satker BLU."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google