Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sebuah alat untuk menilai kelayakan dan dampak potensial rencana-rencana proyek Rare BRAVO: Barrier Removal Assessment and Viability Overview (Tinjauan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sebuah alat untuk menilai kelayakan dan dampak potensial rencana-rencana proyek Rare BRAVO: Barrier Removal Assessment and Viability Overview (Tinjauan."— Transcript presentasi:

1 Sebuah alat untuk menilai kelayakan dan dampak potensial rencana-rencana proyek Rare BRAVO: Barrier Removal Assessment and Viability Overview (Tinjauan Menyeluruh Viabilitas dan Penilaian Penyingkiran Hambatan) DOLOK SIBUALBUALI & LUBUK RAYA Ekonomi Teknikal Budaya/Politik Dampak & Metrik-metrik

2 BRAVO: Rangkuman Eksekutif Apa: • Upaya menghilangkan ancaman utama yang dihadapi oleh Pongo Abelii (Orangutan/Mawas) sebagai spesies endemik dan masuk dalam daftar IUCN, spesies yang terancam punah. Perambahan hutan sebagai habitat orangutan/mawas, dan alih fungsi lahan hutan sebagai lahan perkebunan/pertanian harus dihentikan dari wilayah Dolok Sibualbuali dan Dolok Lubuk Raya. • Untuk objektif strategi penyingkir hambatannya akan dilakukan pendekatan partisipatif melalui pendekatan menggabungkan sekolah alam dengan penguatan modal sosial dan keuangan melalui penyelenggaraan Credit Union di tingkat masyarakat untuk mendukung penerapan kegiatan pelestarian keanekaragaman hayati di dolok sibualbuali dan dolok lubuk raya, kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. -  lihat lagi ke konsep model nya. Dijelaskan hubungan antara strategi nya dengan faktor kontribusinya. Bagaimana strategi penyingkir halangan bisa mengatasi ancaman di kawasan? Siapa • Kelompok petani, kelompok pemuda dan perempuan di 6 desa, Kecamata Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan, atau wilayah kawasana konservasi Dolok Sibualbuali dan Dolok Lubuk Raya, yang juga merupakan bagian dari kawasan Hutan Batang Toru Blok Barat. Diperkirakan jumlah masyarakat di 6 desa tersebut lebih kurang 400 KK (2000 jiwa) --- bagaimana dengan rencana untuk memasukkan masyarakat di tingkat kabupatan padang sidempuan?. Umumnya masyarakat target ini memiliki kebudayaan Batak-Angkola yang dikenal sangat menjujung tinggi sifat-sifat kegotonganroyongan, dan memiliki sebuah forum musyawarah adat yang menyelesaikan persoalan dan permasalahan yang dihadapi di desa mereka? • Mitra kerjasama terdiri dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa, Lembaga Adat (Hatobangon), Naposo Nauli Bulung (Kelompok Pemuda), Privat Secktor; PTPN IV Marancar, kemudian lembaga swadaya masyarakat seperti Rare, Conservation International Indonesia (CII), Yayasan Ekosistem Lestari/Pan Eco/SOCP, Yayasan Paras, Yayasan Lintas Cakrawala, Lembaga Adat Budaya Tapanuli Selatan, dan Universitas Graha Nusantara Padang Sidempuan. Nilai-nilai BRAVO Nilai Kelayakan: 1-4 Nilai Dampak: 1-4

3 Kapan: • Dengan diperolehnya konsensus dari hatobangon dan pemerintah desa Yayasan Pekat akan memulai dengan membentuk kelompok masyarakat untuk memulai kampanye pride, yang dimulai bulan Juli diperkirakan menjelang bulan November 2009 penurunan pembalakan hutan dan alih fungsi lahan akan menurun. Kelompok-kelompok akan dilengkapi dengan pengetahuan pemandu dan dasar- dasar Credit Union. Selanjutnya kelompok yang terlatih akan melakukan aksi-aksi konservasi. Startegi akan dijalankan sesuai dengan ritme dan kemampuan pemandu, anggota kelompok melakukan aktivitas. Bagaimana: Buat rangkuman menggunakan kurang dari 75 kata: • Rare akan memberikan komitmen pendanaan untuk mengurangi ancaman pembalakan liar dan alih fungsi lahan hutan menjadi pertanian/perkebunan (sebesar 200 USD) --- kalau untuk dana barier removal, Pekat tetap harus berkompetisi dengan lembaga lain. Yang disediakan melalui Rare adalah untuk kampanye nya., sementara YEL/PAN ECO/SOCP akan menyediakan sarana penguatan kelompok usaha Credit Union dan kamanye pride akan menjangkau masyarakat untuk perubahan prilaku termasuk penguatan usaha ekonomi dan pertanian masyarakat di desa target. • Rare mendukung penuh proyek ini, sedangkan YEL/Pan Eco/SOCP akan membantu dalam hal bidang Kebijakan Lokal dan Nasional, serta pengembangan usaha soail Credit Union, kegiatan ini juga di dukung tenaga ahli Credit Union dari Yayasan Paras. Sedangkan CII akan mendukung kegiatan-kegiatan penadartahuan/awarenes dan pengembangan potensi pertanian masyarakat desa. Untuk keterlibatan Private Sector dimungkinkan dengan pemanfaatan lahan dan tenaga ahli di bidang perkebunan. Pemerintah dan Yayasan Lintas Cakrawala sebagai stakeholder langsung di lokasi proyek akan berkontribusi dalam monitoring populasi dan kelestarian kenakeragaman hayati di Dolok Sibualbuali dan dolok Lubuk Raya..

4 Kriteria PenjelasanSkor Biaya-biaya Biaya-biaya yang diproyeksikan di awal proyek Tahap Persiapan - Transportasi ke/dari lokasi selama persiapan - Komunikasi dan Internet - Perlengkanpan Administrasi/Keuangan dan teknis program - Administrasi umum (perizinan, dukungan, pemberitahuan, dll) Tahap Assesment - Transportasi ke/dari lokasi selama assesment - Komunikasi dan Internet - Administrasi - Lokakarya/FGD - Peta-peta Tahap Pelaksanaan dan Aksi - Pelatihan Pemandu - Komunikasi dan Internet - Transportasi ke/dari lokasi selama pelaksanaan dan aksi - Operasional Office/Administrasi - Pembentukkan kelompok - Aksi Pride - Tindaklanjut Aksi Pride - Lokakarya/FGD - Visit Cross/Safari Monitoring Tahap Monitoring dan Evaluasi Transportasi ke/dari lokasi selama monitoring/evaluasi Pengawasan Project Lokakarya/FGD Kemampuan untuk dapat memperkirakan beban biaya 1 = Biaya-biaya tidak jelas dan tidak dapat diperkirakan; 4 = Biaya-biaya dapat diperkirakan dan dapat dikelola Studi melalui lokakarya model konseptual, kemudian KAP Survei, sehingga dapat menentukan bentuk strategi dan volume pertemuan dan beberpa bentuk aksi pride. Pada akhirnya, biaya-biaya akan sangat jelas dan dapat diukur atau diprediksikan. 4 Biaya per perilaku yang diubah (misal per orang dalam kelompok target Biaya strategi penyingkiran hambatan diperkirakan sebesar 185 USD dengan 400 KK atau 2000 jiwa, maka per anggota masyarakat adalah 10,6 USD $ Nilai Rata-rata 4 Panduan Perancangan BRAVO Ekonomi (1 dari 3)

5 KriteriaPenjelasan Skor Pemasukan Deskripsi aliran pemasukan Total penggalangan dana : $ 200 Sumber: Rare Total pendapatan : $ Sumber: Persentase biaya total yang tersedia 1: 0 – 25% 2: 25 – 50% 3: 50 – 75% 4: 75 – 100% Yayasan Pekat telah dijanjikan oleh YEL?PANECO/SOCP --- telah berkomitmen untuk membantu program pengembangan usaha kelompok dengan model Credit Union; pendanaan tersebut akan tersedia dalam bentuk bantuan dana awal kelompok terbentuk 4 Kemungkinan sukses penggalangan dana 1 = sangat kecil kemungkinan menggalang dana yang dibutuhkan; 4 = kemungkinan mendapatkan dana sangat pasti Dana telah dikomitmenkan, tinggal menunggu pembentukkan kelompok dan pelaksanaan aksi pride 4 Jangka waktu penggalangan dana Pendanaan harus tersedia secara realtif dengan cepatseperti yang dijanjikan. Dan diperkirakan diawal bulan agustus 2009 bantuan sudah mulai berjalan. Ketepatan pendanaan 1 = rentang waktu pendanaan sesuai dengan jadwal proyek ; 4 = jadwal pendanaan sangat sesuai dengan jadwal proyek Pendanaan sejalan dengan jadwal proyek; sumber daya akan didapatkan secepatnya, sementara proyek akan bertahan selama beberapa bulan 4 Keberlanjutan dana 1 = sumber pendanaan tidak berkelanjutan; 4 = sumber pendanaan sangat berkelanjutan Kesinambungan proyek tergantung kepada hasil kelompok dari credit union, dan bergulir dari kelompok terus berkembang dan kelak mampu membiayai aksi pride selanjutnya oleh kelompok. 4 Profit/ (rugi) Perbedaan antara profit dan kerugian Apakah nilai pendapatan total dikurangi dengan biaya total? Gambarkan bagaimana Anda akan menangani nilai perbedaan ini. Skor rata-rata 4 Panduan Perancangan BRAVO Ekonomi (2 dari 3)

6 KriteriaPenjelasan Nilai Penggantian Pendapatan (jika relevan) Sumber pendapatan baru sehubungan dengan sumber pendapatan yang lama 1 = Sumber pendapatan dikurangi 20% atau lebih; 4 = Sumber pendapatan ditingkatkan sebanyak 20% atau lebih Dalam pendekatan teknis kegiatan di lapangan pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat, pembentukan KSM Credit Union dirasa perlu sebagai pintu masuk proses pendekatan program yang akan dijalankan Yayasan Pekat, Berdasarkan survey di masyarakat hampir 76% masyarakat membutuhkan modal untuk usahanya. Modal saat ini berada di Bank dan masyarakat miskin sulit untuk mendapat akses karena adanya persyaratan bila akan meminjam di bank. “Dengan CU anggota bisa pinjam modal tanpa syarat yang rumit terutama anggunan. Keuntungan dari CU di bagi kembali ke anggota sesuai sahamnya masing-masing”. 4 Kelangsungan keberadaan sumber pendapatan yang baru 1 = Sumber pendapatan yang baru tidak berkesinambungan; 4 = Sumber pendapatan sangat berkesinambungan Cu adalah wadah untuk membangun kemandirian dan keberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam hal itu Yayasan Pekat menjadikan CU sebagai media pemberdayaan masyarakat, melalui kelompok dilakukan kegiatan pendidikan dan pengembangan kapasitas masyarakat. Titik masuknya melalui kegiatan CU, didalam kelompok CU tidak hanya melulu bicara soal uang, tetapi berbagai kegiatan dan diskusi untuk merespon berbagai realitas yang ada. Hubungan Yayasan Pekat dengan KSM dampingannya adalah sebagai mitra. Kelompok tidak bergantung kepada lembaga pendamping dan sebaliknya, kemitraan itu berarti kedudukan kelompok CU dengan Yayasan Pekat setara. Dalam hal CU sebagai media untuk memutuskan lingkaran setan kemiskinan, upaya yang dilakukan melalui CU adalah melalui siklus ; Miskin - Peningkatan Modal - Peningkatan Produktifitas - Peningkatan Investasi - tambahan modal - Peningkatan Produktifitas - Dst. 4 Nilai Rata-rata 4 Panduan Perancangan BRAVO Ekonomi (3 dari 3)

7 Kriteria Penjelasan Score Teknologi Kemampuan untuk diperoleh & Ketersediaan 1 = Teknologi dan/atau pendampingan yang diperlukan tidak tersedia; 4 = Teknologi dapat diperoleh dan jika diperlukan, pendampingan oleh pihak ke-tiga tersedia Teknologi yang diperlukan adalah mencetak buku tabungan, lembar lembar pemasukan, pengeluaran, kas dan lainnya. 4 Pendampingan teknologi 1 = Pendampingan teknologi diperlukan, tetapi tidak tersedia; 4 = Pendampingan teknologi adalah penting dan tersedia Dibutuhkan pelatihan manajemen keuangan Credit Union, dilakukan diawal bulan Juli 2009 dan dibulan Juni Tepat untuk keadaan- keadaan 1 = Teknologi yang tersedia tidak tepat untuk keadaan; 4 = Teknologi yang bisa didapatkan tepat untuk keadaan- keadaan Pelatihan ini sangat efektif digunakan untuk memberikan pengetahuan dan menambah kapasitas anggota masyarakat menjadi lebih kritis dan berkemampuan memanajemen kelompok 4 Nilai Rata-rata 4 Panduan Perancangan BRAVO Teknikal (1 dari 2)

8 Kriteria Penjelasan Score Kapasitas / Kemampuan Organisasional Dukungan Mitra Penyingkiran Hambatan 1 = Tidak ada mitra PH atau tidak bersedia mendukung proyek; 4 = Ada mitra Penyingkiran Hambatan yang bersedia mendukung Dengan mitra penyingkir hambatan dari Yayasan Ekosiistem Lestari (YEL)/SOCP/PANECO dalam hal melakukan kegiatan spatial planning (mikro-makro/pengelolaan kawasan), sedangkan Conservation International Indonesia (CII) dengan mengembangkan program Pertanian/perkebunan, Patroli Unit, pendidikan dan kampanye kawasan konservasi. Dan Yayasan Paras akan membantu yayasan Pekat dalam program Credit Union. 4 Kemampuan mitra Penyingkiran Hambatan untuk menggerakkan perubahan 1 = Mitra PH tidak mempunyai catatan pengalaman untuk menggerakkan perilaku; 4 = Mitra BR memiliki catatan pengalaman yang terbukti untuk menggerakkan perilaku YEL/SOCP/PANECO telah sukses melakukan kegiatan spatial planning di Aceh dan Kalimantan, sedangkan CII telah melakukan kegiatan Patroli Unit di Batang Toru Blok Barat. 4 Perencanaan anggaran dan pelaksanaan yang efisien biaya 1 = Mitra PH belum memperlihatkan keahlian perencanaan anggaran yang memadai dan pelaksanaan yang efisien biaya dari rencana-rencana; 4 = Mitra PH telah membuktikan kehandalan dalam perencanaan anggaran dan pelaksanaan yang efisien biaya atas rencana-rencana sebelumnya YEL/SOCP/PANECO berhasil melakukan program spatial planning di Aceh Barat, dan Nagan Raya (NAD), 4 Nilai Rata-rata 4 Mitra Lainnya Mitra kritikal lainnya 1 = Tidak ada mitra lainnya atau tidak akan memberikan dampak 4 = Terdapat mitra lainnya dan dapat mendampingi (Gunakan skala 1-4) Rondang S. Siregar (Ahli Orangutan Sumatera), Barita Manulang (Ahli Ekosistem Hutan), Sohibul Anshori Siregar (Ahli Kebudayaan dan Sosial Kemasyarakatan), 4 Nilai Rata-rata 4 Panduan Perancangan BRAVO Teknikal (2 dari 2)

9 Kriteria PenjelasanNilai Kepemimpinan Masyarakat Para pemimpin dan orang berberpengaruh dalam masyarakat 1 = Kelangkaan pemimpin yang kuat dan orang yang berpengaruh dalam masyarakat; 4 = Pemimpin yang menonjol dengan pengaruh untuk menggerakkan perilaku 1. Bapak Khairulsah Hasibuan (Dekan FP-UGN) 2. Kepala Desa 3. Hatabongan 4. Naposo Nauli Bulung 4 Kemauan kepemimpinan untuk menyokong 1 = Tidak bersedia mendukung proyek; 4 = Komitmen kukuh dari pimpinan untuk membantu mendorong usaha- usaha perubahan Bila melakukan sebuah pertemuan musyawarah desa, peran dari kepala desa sangat penting, sedangkan untuk Horja Godang (upacara adat) peran dari hatobangon sangat berperan besar, posisi naposo nauli bulung sebagai kelompok pemuda desa akan memerankan diri sebagai pelaksana dari aktivitas musayawarah dan horja. Untuk bapak Khairulsyah Harahap, merupakan tokoh masyarakat yang memiliki kemampuan membantu melakukan kerjasama dengan pihak pemerintah kabupaten. 4 Nilai Rata-rata 4 Panduan Perancangan BRAVO Budaya/Politik (1 dari 2) Mitra Lainnya Mitra kritikal lainnya 1 = Tidak ada mitra lainnya atau tidak akan memberikan dampak 4 = Terdapat mitra lainnya dan dapat mendampingi 1. Yayasan Lintas Cakrawala 2. Universitas Graha Nusantara (P. Sidempuan) 3. Worlld Conservation Service (WCS) 4. Lembaga Adat Tapanuli Selatan 4

10 Kriteria Penjelasan Nilai Lingkungan Politik Situasi undang- undang dan legislatif saat ini 1 = Pembatasan-pembatasan legislatif dan undang-undang akan menghambat usaha-usaha; 4 = Kerangka kerja legislatif dan undang-undang akan membantu program Peraturan Desa yang dikeluarkan oleh masyarakat dan pemerintah desa Aek Nabara, Kecamatan Marancar UU dan Kepmen Menteri Kehutanan RI yang mengatur tentang Kawasan konservasi 4 Kemampuan mendorong perubahan legislatif 1 = Ketiadaan pengetahuan mengenai lingkungan politik dan kerangka waktu advokasi yang tidak jelas; 4= Kedalaman pengetahuan politik dan kemampuan untuk mendorong perubahan-perubahan yang sesuai dalam kerangka waktu tertentu Melakukan loby loby dan pendekatan kepada kelembagaan legeslatif atau melalui komisi/fraksi yang terkait. 3 Nilai Rata-rata 4 Nilai-nilai dan Norma-norma Penilaian norma-norma 1 = Rencana tidak memperdulikan norma-norma politik dan budaya 4 = Rencana menilai dan mempertimbangkan nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur lingkungan budaya dan politik Selama ini keperdulian project dari berbagai lembaga yang melakuka kegiatan di sekitar Dolok Sibualbuali dan lubuk raya memanfaatkan norma-norma politik dan budaya terbatas untuk kepentingan tujuan/goal project secara sesaat, selepas itu nilai-nilai dan norma-norma politik dan budaya terus menurun dan terabaikan 3 Kemampuan mengangkat rintangan- rintangan yang bersifat normatif 1 = Rintangan normatif terlalu berat untuk dikuasai; 4 = Rintangan-rintangan dapat dikelola dan pendekatan yang jelas untuk menanganinya diterapkan. Umumnya masyarakat menyukai makanan yang dimasak dengan kayu bakar, karena memiliki citarasa yang baik dan merupakan sebuah tradisi, kemudian ada kebiasaan para lelaki di desa untuk berkumpul disebuah kedai kopi dan pembuatan kopi juga dipergunakan kayu bakar, disamping memberikan citarasa tersendiri pada minuman kopi juga bara kayu bakar mampu menghangatkan ruangan dari udara dingin di desa --- ini kok kayu bakar ya? Bagaimana hubungannya dengan strategi penyingkir halangan dan ancamannya 4 Nilai Rata-rata 4 Panduan Perancangan BRAVO Budaya/Politik (2 dari 2)

11 Kriteria Penjelasan Nilai Dampak konservasi Kemungkinan dampak konservasi 1 = Tidak ada kemungkinan mencapai dampak konservasi; 4 = Sangat mungkin merealisasi dampak konservasi Menurunya pembalakan hutan, dan alih fungsi lahan (konversi) menjadi lahan usaha perkebunan/pertanian warga desa, dan 40% keterlibatan perempuan dalam program yang akan dilaksanakan dalam Pride Kampanye di dolok sibualbuali dan lubukraya, serta berkembangnya KSM CU yang mampu menggerakkan masyarakat lebih bangga dan percaya pada dirinya senidri terhadap hutan dan keanekaragaman hayati di sekitar desa. 4 Kesinambungan dampak 1 = Tujuan dampak konservasi kemungkinan tidak akan bertahan dalam jangka panjang; 4 = Tujuan dampak seharusnya dapat bertahan dalam jangka panjang Banyak peluang yang dapat dilakukan agar masyarakat bisa menabung. Selain itu mengajak peserta untuk secara kreatif mencari cara agar masyarakat mau mengurangi pemborosan yang selama dilakukan yang sebenarnya bisa di tanggulangi dengan pemanfaatan sumberdaya mereka secara maksimal. Metode yang digunakan dengan curah pendapat dan diskusi. Prosesnya, pemandu coba mengajak peserta untuk memikirkan cara-cara yang dapat ditempuh oleh masyarkat agar bisa menabung sementara mereka sendiri hidup serba kekurangan dan membutuhkan modal. Dari jawaban beberapa peserta dan pengalaman para pemandu lainnya diperoleh beberapa hal yang dapat ditempu diantaranya adalah : Jimpitan di dalam keluarga Jimpitan di dalam keluarga dapat dilakukan dengan mengambil jatah beras sebanyak 1 sendok atau satu genggam dari setiap keluarga itu masak. Jumlah beras yang diambil tersebut dikumpulkan dan dinilaikan dengan uang agar bisa menjadi tabungan bagi anggota setiap bulannya. Memanfaatkan pekarangan Pemanfaatan pekarangan, lebih diarahkan pada bahwa setiap harinya keluarga mengeluarkan uang juga untuk membeli sayuran atau komponen pangan lainnya seperti bumbu masak dll. Dengan melakukan menanam sayuran dan berbagai bumbu di lahan pekarangan mereka atau lahan usahataninya diharapkan pengeluaran untuk membeli sayur dan bumbu dapur dapat dikurangi. Nilai pengurangannya ini juga harus ditanamkan pada mayarakat bahwa itu merupakan tabungan mereka yang dapat di uangkan dan ditabungkan di CU. Pemeliharaan ternak dan ikan Pemeliharaan ternak dan ikan, sama halnya dengan memanfaatkan pekarangan kegiatan lebih pada mencoba untuk mengurangi konsumsi keluarga dari membeli jenis-jenis makanan yang sebenarnya masih bisa mereka budidayakan sesuai dengan potensi yang tersedia. Nilai pengurangannya ini juga harus ditanamkan pada mayarakat bahwa itu merupakan tabungan mereka yang dapat di uangkan dan ditabungkan di CU. 4 Panduan Perancangan BRAVO Dampak dan Metrik-metrik (1 dari 2)

12 Kesinambungan dampak Penanaman tanaman obat Penanaman tanaman obat, labih di arahkan pada upaya mayararakat melakukan saving keuangan keluarga dari membeli obat-obatan kimia yang tersedia di warung-warung. Selain itu juga hal ini merupakan usaha agar tradisi tradisional dengan menggunakan obat-obat tradisional lebih lestari. Nilai pengurangannya ini juga harus ditanamkan pada mayarakat bahwa itu merupakan tabungan mereka yang dapat di uangkan dan ditabungkan di CU. Mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pesitisida Pemanfaatan sumberdaya lokal yang tersedia agar bisa digunakan menjadi pupuk dan pestisida alternatif juga merupakan salah satu cara agar pengeluaran uang untuk membeli pupuk dan pesitisida kimia dapat ditekan. Nilai pengurangannya ini juga harus ditanamkan pada mayarakat bahwa itu merupakan tabungan mereka yang dapat di uangkan dan ditabungkan di CU. Penaman pohon Penanaman pohon, baik kayu maupun tanaman keras buah-buahan (rambutan, durian dll), juga merupakan salah satu alternatif agar pengeluaran keluarga dari membeli buah-buahan dapat dikurangi. Penanaman kayu lebih dimaksudkan pada mengurangi kebutuhan saat mereka akan membangun rumah atau digunakan untuk investasi saat nanti ada pengeluaran untuk kebutuhan di hari depan (biaya sekolah anak dll). Pembuatan benih atau benih sendiri Pembuatan bibit sendiri juga merupakan upaya yang dapat ditempuh agar pengeluaran keluarga dari membeli bibit atau benih untuk usahataninya dapat dikurangi. Nilai pengurangannya ini juga harus ditanamkan pada mayarakat bahwa itu merupakan tabungan mereka yang dapat di uangkan dan ditabungkan di CU. Nilai Rata-rata

13 Kriteria Penjelasan Nilai Titik-titik Ungkit Titik Ungkit Pertama Membangun kapasitas lembaga-lembaga regional dan lokal untuk mengkaitkan rencana spatial yang mengkonservasi hutan-hutan dimana populasi orang hutan tinggal (Catatan: utamanya di CA Dolok Sibualbuali & SA Lubuk Raya – kumulatif setiap tahunnya) Mendukung upaya-upaya konservasi local melalui pengelolaan kolaboratif dan pengembangan masyarakat (Catatan: utamanya di CA Dolok Sibualbuali & SA Lubuk Raya – kumulatif setiap tahunnya) --- Buat daftar titik-titik ungkit. Jika lebih dari satu, buat daftar setiap langkah dalam proses yang mendorong ke arah Hasil Konservasi yang kongkrit dan dapat diukur. Bagian ini harus mengartikulasikan dengan singkat dan jelas setiap langkah dalam proses yang memimpin dari adopsi strategi Penyingkiran Hambaran ke Hasil Konservasi, termasuk metrik-metrik yang digunakan, bukti bahwa titik ungkit akan menghasilkan prestasi yang berarti sehubungan dengan konsevasi keanekaragaman hayati yang berkesinambungan 4 Titik Ungkit Ke-dua 4 Titik Ungkit Ke-tiga Nilai Rata-rata 4 Metrik-metrik Keluaran- keluaran yg dapat diukur 1 = Program tidak memiliki metrik atau sulit diukur; 4 = Program telah membuat metrik-metrik yang jelas dan dapat diukur Titik ungkit I : Jumlah Rencana Aksi Masyarakat untuk Desa Konservasi dari 6 desa di kawasan Ekosistem Leuser (3 desa di Aceh Selatan dan 3 desa di Langkat) yang diharapkan akan menyumbangkan rencana konservasi strategis orangutan dengan dukungan dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya Titik ungkit II : Jumlah Kelompok Swadaya Masyarakat Credit Union Perempuan yang berfungsi baik dengan minimum 25 anggota di setiap kelompok masyarakat Nilai Rata-rata 4 Panduan Perancangan BRAVO Dampak dan Metrik-metrik (2 dari 2)

14 KategoriSub-kategoriNilai Rata-rata Nilai Kategori Kelayakan Ekonomi  Biaya-biaya 1-4  Pendapatan 1-4  Penggantian Pendapatan 1-4 Teknik  Teknologi 1-4  Kapasitas / Kemampuan Organisasional 1-4  Mitra Lainnya 1-4 Budaya / Politik  Kepemimpinan Masyarakat 1-4  Lingkungan Politik 1-4  Norma-norma Budaya 1-4 Nilai Kelayakan 1-4 Dampak Dampak dan Metrik- metrik  Dampak Konservasi 1-4  Titik-titik Ungkit 1-4  Metrik-metrik 1-4 Nilai Dampak 1-4 Barrier Removal Assessment and Viability Overview (BRAVO) Nilai Gabungan Masukkan nilai rata-rata di kolom sebelah kanan Anda. Ambil Nilai Kelayakan dan masukkan ke dalam Miradi, kemudian ambil Nilai Dampak dan masukkan ke dalam Miradi. Jika salah satu nilai yang dimasukkan ke Miradi tersebut (kelayakan atau dampak) berada di bawah X, anggap strategi tidak tepat dan lihat kebutuhan untuk melakukan BRAVO untuk ke dua kalinya, untuk mengkaji strategi yang berbeda.

15 Panduan Perancangan BRAVO Faktor-faktor Resiko Faktor-faktor ResikoKonsekuensiStrategi-strategi Mitigasi Ambisi dan egosentris Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional, Nasional dan Regional yang bekerja di Kawasan Hutan Batang Toru Blok Barat. Beberapa pejabat daerah akan menolak kehadiran LSM - Keberpihakan kekuasaan kepada salah satu LSM dan menjadikan dominasi sebuah kebijakan dan keputusan pemerintah daerah - Masyarakat di lokasi project menjadi materialistis - Masyarakat desa menjadi bingung dengan banyaknya LSM yang masing-masing merasa lebih berbuat dan lebih benar - Telah terikat dengan salah satu LSM yang bekerja di kawasan hutan batang toru blok barat - Pejabat daerah tersebut merasa dikhianati atau telah diabaikan oleh salah satu LSM - Melakukan sosialisasi kegiatan Pride kampanye ke LSM dan Pemerintah Daerah - Melakukan kerjasama dengan LSM dan Pemerintah Daerah secara bersama-sama. - Memfasilitasi sebuah wadah komunikasi bersama (termasuk masyarakat desa) - Berkerjasama dengan LSM yang mengikat pejabat daerah tersebut untuk melibatkan pejabat daerah dalam program Buat daftar faktor-faktor resiko, konsekuensi-konsekuensi dan strategi-strategi mitigasi yang ada yang mungkin perlu diadopsi.

16 Panduan Rancangan BRAVO Para Penulis dan persetujuan-persetujuan Daftar penulis BRAVO dan affiliasi mereka -- bagaimana dg Yayasan Paras? Muslim SipayungPenanggungjawab Efrizal Adil LubisManajer Kampanye Syofyan MoechtarAss Manajer Kampanye Abdul Manan LubisKeuangan/Administrasi Muhammad Affandi NasutionField Assistent


Download ppt "Sebuah alat untuk menilai kelayakan dan dampak potensial rencana-rencana proyek Rare BRAVO: Barrier Removal Assessment and Viability Overview (Tinjauan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google