Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MELALUI PENDIDIKAN LINGKUNGAN KITA WUJUDKAN GIANYAR BERSIH, HIJAU DAN SEHAT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MELALUI PENDIDIKAN LINGKUNGAN KITA WUJUDKAN GIANYAR BERSIH, HIJAU DAN SEHAT."— Transcript presentasi:

1 MELALUI PENDIDIKAN LINGKUNGAN KITA WUJUDKAN GIANYAR BERSIH, HIJAU DAN SEHAT

2 I. Pendahuluan Pendidikan adalah kunci penting bagi kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Untuk itu pendidikan lingkungan harus terus digalakkan agar kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk menjaga lingkungannya.

3 Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memelihara lingkungan, menyebabkan banyak sekali masalah- masalah lingkungan yang terjadi di sekitar kita seperti selokan macet, banjir, wabah demam berdarah dan lain-lain

4 Pendidikan lingkungan hidup akan membangun masyarakat yang berpengetahuan lingkungan hidup dengan baik. Pembangunan suprastruktur lingkungan hidup diantaranya melalui peraturan perundang-undangan, kebijakan dan kelembagaan yang kuat akan dapat merubah masyarakat untuk berperilaku ramah terhadap lingkungannya. Dan dilengkapi dengan pembangunan infrastruktur lingkungan hidup yang lengkap, akan semakin cepat dalam mewujudkan masyarakat yang berbudaya ramah lingkungan hidup

5 Perlu kita sadari bahwa keadaan lingkungan kita sangat tergantung bagaimana kita mengelola dan melindungi lingkungan. Lingkungan hidup yang baik sesungguhnya dapat diwujudkan melalui pembangunan 3 (Tiga) pilar yaitu: 1.Peningkatan pendidikan lingkungan hidup 2.Pembangunan supra struktur lingkungan hidup 3.Pembangunan infrastruktur lingkungan hidup

6 Dengan kokohnya ketiga pilar tersebut, kita optimis dapat mewujudkan Gianyar bersih, hijau dan sehat dalam rangka mencapai peradaban yang harmoni dengan alam baik kini dan di dimasa depan

7 II. Pembangunan Lingkungan Hidup Pembangunan Lingkungan Hidup dilaksanakan untuk dapat mencegah dan mengantisipasi akibat yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam. Persoalan lain yang dilakukan dalam pembangunan lingkungan hidup adalah antisipasi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global Pembangunan Lingkungan Hidup dilaksanakan untuk dapat mencegah dan mengantisipasi akibat yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam. Persoalan lain yang dilakukan dalam pembangunan lingkungan hidup adalah antisipasi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global

8 Meningkatnya kasus pencemaran dan Kerusakan lingkungan hidup diantaranya oleh: 1.Laju pertumbuhan penduduk 2.Pembangunan infrastruktur 3.Industrialisasi 4.Pola kehidupan yang konsumtif 5.Lemahnya penegakan hukum 6.Belum optimal kapasitas sumber daya manusia 7.Limbah domestik 8.Teknoilogi tidak ramah lingkungan Meningkatnya kasus pencemaran dan Kerusakan lingkungan hidup diantaranya oleh: 1.Laju pertumbuhan penduduk 2.Pembangunan infrastruktur 3.Industrialisasi 4.Pola kehidupan yang konsumtif 5.Lemahnya penegakan hukum 6.Belum optimal kapasitas sumber daya manusia 7.Limbah domestik 8.Teknoilogi tidak ramah lingkungan

9 Bali dan Gianyar khususnya rentan terhadap perubahan iklim dan pemanasan global. Dampak perubahan iklim sudah menjadi ancaman. Tanda-tanda perubahan iklim: 1.Meningkatnya temperatur udara 2.Perubahan curah hujan 3.Meningkatnya muka laut 4.Perubahan musim yang ekstrim Yang menyebabkan bencana kekeringan, banjir,longsor dan bencana lainnya Bali dan Gianyar khususnya rentan terhadap perubahan iklim dan pemanasan global. Dampak perubahan iklim sudah menjadi ancaman. Tanda-tanda perubahan iklim: 1.Meningkatnya temperatur udara 2.Perubahan curah hujan 3.Meningkatnya muka laut 4.Perubahan musim yang ekstrim Yang menyebabkan bencana kekeringan, banjir,longsor dan bencana lainnya

10 Pemanasan global diakibatkan oleh emisi gas rumah kaca (GRK) GRK secara natural dibutuhkan oleh bumi kita untuk mengangatkan bumi. Tanpa GRK bumi tak layak huni karena terlalu dingin. GRK berfungsi sebagai penyerap panas matahari dan sekaligus memantulkan sebagian panas matahari serta ke berbagai arah ke permukaan bumi. Keenam gas tersebut adalah : 1.CO2 : dari aktivitas industri, kendaraan berbahan bakar fosil, memasak dengan briket batu bara. 2.CH4 : dari aktivitas pertanian, sampah 3.N2O : dari aktivitas industri dengan bahan bakar fosil, pertanian 4.HFCs : dari industri pendingin, aerosol 5.SM6 : dari transmisi listrik, industri pendingin, aerosol 6.PFCs : dari industri pendingin, aerosol GRK secara natural dibutuhkan oleh bumi kita untuk mengangatkan bumi. Tanpa GRK bumi tak layak huni karena terlalu dingin. GRK berfungsi sebagai penyerap panas matahari dan sekaligus memantulkan sebagian panas matahari serta ke berbagai arah ke permukaan bumi. Keenam gas tersebut adalah : 1.CO2 : dari aktivitas industri, kendaraan berbahan bakar fosil, memasak dengan briket batu bara. 2.CH4 : dari aktivitas pertanian, sampah 3.N2O : dari aktivitas industri dengan bahan bakar fosil, pertanian 4.HFCs : dari industri pendingin, aerosol 5.SM6 : dari transmisi listrik, industri pendingin, aerosol 6.PFCs : dari industri pendingin, aerosol

11 CO2 dihasilkan dari 12 kegiatan sehari-hari 1.Hair dryer : 891 (gram /jam pengunaan) 2.Radio / Tape : 53,5 (gram /jam pengunaan) 3.PC + monitor : 223 (gram /jam pengunaan) 4.Televisi : 111 (gram /jam pengunaan) 5.Setrika : 446 (gram /jam pengunaan) 6.Lampu 10 W : 8,91 (gram /jam pengunaan) 7.Rice Cooker : 267 (gram /jam pengunaan) 8.AC 1 PK : 668 (gram /jam pengunaan) 9.Kendaraan Bermotor : 14,8 (gram/km penggunaan 10.Penggunaan Kertas : 227 (gram/lembar) 11.Sampah organik : 0,37 (gram/gram sampah) 12.Botol air kemasan : 842 (gram/botol air kemasan) 1.Hair dryer : 891 (gram /jam pengunaan) 2.Radio / Tape : 53,5 (gram /jam pengunaan) 3.PC + monitor : 223 (gram /jam pengunaan) 4.Televisi : 111 (gram /jam pengunaan) 5.Setrika : 446 (gram /jam pengunaan) 6.Lampu 10 W : 8,91 (gram /jam pengunaan) 7.Rice Cooker : 267 (gram /jam pengunaan) 8.AC 1 PK : 668 (gram /jam pengunaan) 9.Kendaraan Bermotor : 14,8 (gram/km penggunaan 10.Penggunaan Kertas : 227 (gram/lembar) 11.Sampah organik : 0,37 (gram/gram sampah) 12.Botol air kemasan : 842 (gram/botol air kemasan)

12 CATATAN CO2 YANG DIHASILKAN 12 KEGIATAN SEHARI-HARI 1.Sering melakukan aktivitas sehari-hari 1 s/d 12 diatas tanpa ada kesadaran bahwa kebiasaan itu boros emisi karbon. Contoh setiap haus kita langsung membeli minuman kemasan tanpa pikir panjang kita minum, botolnya kita buang saja, padahal produksi botol tersebut melalui proses industri akan melepas karbon. Kalau kita boros mengkonsumsi tentu produksi bisa meningkat dan itu berarti emisi karbon meningkat. 2.Dengan emisi sejumlah itu (kegiatan 1s/d 12), berapa pohon yang telah kita terbang artinya emisi karbon dan aktivitas kita, bisa diserap oleh pohon sebanyak itu. Itulah hutang kita kepada alam. Nah, selamat menghitung berapa pohon yang harus kita tanam setiap tahunnya. Jangan biarkan hutang kita tak kita bayar. 1.Sering melakukan aktivitas sehari-hari 1 s/d 12 diatas tanpa ada kesadaran bahwa kebiasaan itu boros emisi karbon. Contoh setiap haus kita langsung membeli minuman kemasan tanpa pikir panjang kita minum, botolnya kita buang saja, padahal produksi botol tersebut melalui proses industri akan melepas karbon. Kalau kita boros mengkonsumsi tentu produksi bisa meningkat dan itu berarti emisi karbon meningkat. 2.Dengan emisi sejumlah itu (kegiatan 1s/d 12), berapa pohon yang telah kita terbang artinya emisi karbon dan aktivitas kita, bisa diserap oleh pohon sebanyak itu. Itulah hutang kita kepada alam. Nah, selamat menghitung berapa pohon yang harus kita tanam setiap tahunnya. Jangan biarkan hutang kita tak kita bayar.

13 Keberhasilan pembangunan selain meningkatkan kesejahteraan juga menimbulkan kerusakan baik langsung maupun tidak langsung terhadap keanekaragaman hayati (Kehati) dan ekosistemnya. Bali/Gianyar memiliki kekayaan Kehati dan sumberdaya alam namun rentan terhadap perubahan iklim. Kekayaan sumber daya alam dan Kehati dapat menjadi peluang untuk mengurangi dampak perubahan iklim, disisi lain berpotensi terkena dampak dari perubahan iklim itu sendiri. Keberhasilan pembangunan selain meningkatkan kesejahteraan juga menimbulkan kerusakan baik langsung maupun tidak langsung terhadap keanekaragaman hayati (Kehati) dan ekosistemnya. Bali/Gianyar memiliki kekayaan Kehati dan sumberdaya alam namun rentan terhadap perubahan iklim. Kekayaan sumber daya alam dan Kehati dapat menjadi peluang untuk mengurangi dampak perubahan iklim, disisi lain berpotensi terkena dampak dari perubahan iklim itu sendiri.

14 Kurangnya program adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim, konsekwensinya memperparah penurunan kualitas hidup dan akan mengancam daya dukung lingkungan hidup dan kegiatan seluruh sektor pembangunan. Dampak perubahan iklim global akhirnya akan berpengaruh signifikan terhadap ketersediaan sumber daya air, ketahanan pangan dan energi

15 III. Isu dan Status Lingkungan Hidup di Kabupaten Gianyar. 1.Penurunan luas terbuka hijau terutama luas sawah menurun, alih fungsi ke non-pertanian (rata-rata 8,6 hektar/tahun ) 2.Pelanggaran jalur hijau rata-rata 2-15 persen setiap kawasan jalur hijau 3.Penurunan kawasan lindung (sempadan dan daerah resapan air) 4.Abrasi pantai, 150 meter ke darat (panjang pantai 14, 882 km) 5.Peningkatan jumlah penduduk terjadi pemanfaatan lahan pemukiman, menghasilkan limbah cair (2,75lt/hari) dan sampah padat 1-3kg/hari yang dapat menimbulkan pencemaran 6.Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, membuang tidak pada tempatnya 7.Penggalian material golongan C (batu pasir, liat, tanah urug) yang dapat merusak lingkungan 8.Penurunan kualitas air sungai akibat pencemaran oleh sampah dan limbah.

16 IV. Program Pembangunan Lingkungan Hidup Untuk antisipasi kerusakan dan pencemaran lingkungan isu lingkungan telah dan terus dimantapkan program-program baik skala nasional, propinsi, dan kabupaten Gianyar sebagai berikut: 1.Skala Nasional – Menuju Indonesia Hijau (MIH) – Program Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) – Program Kali Bersih (Prokasih) – Program Perlindungan Mata Air (Permata) – Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) – Adipura – Adiwiyata – Proklim

17 2.Skala Propinsi – Green Province – Desa Sadar Lingkungan (DSL) 3.Skala Kabupaten – Penanaman bambu tabah dalam rangka perlindungan mata air dan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat dari hasil rembung bambu tabah. – Program aksi pengelolaan kualitas air sungai dalam kabupaten Gianyar dan pengendalian pencemaran Tukad Pakerisan, Tukad Petanu, Tukad Oos, Tukad Sang sang.

18 V. Pendidikan Lingkungan Melalui Penghargaan Adiwiyata • Penghargaan Adiwiyata yang dilaksanakan melalui program Adiwiyata merupakan salah satu bentuk penghargaan yang diberikan oleh pemerintah kepada lembaga pendidikan formal yang dinilai berjasa dalam mengembangkan pendidikan lingkungan hidup. • Adiwiyata adalah sekolah yang baik dan ideal sebagai tempat memperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan cita- cita pembangunan berkelanjutan. • Program Adiwiyata adalah salah satu program kerja berlingkup nasional yang dikelola oleh kementrian lingkungan hidup dalam rangka mewujudkan pengembangan pendidikan lingkungan hidup

19 Kriteria Menuju Sekolah Adiwiyata 1.Memiliki kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan 2.Memiliki dan melaksanakan kurikulum sekolah berbasai lingkungan 3.Melaksanakan kegiatan sekolah berbasis partisipatif 4.Memiliki sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan 1.Memiliki kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan 2.Memiliki dan melaksanakan kurikulum sekolah berbasai lingkungan 3.Melaksanakan kegiatan sekolah berbasis partisipatif 4.Memiliki sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan

20 Ad.1. Memiliki Kebijakan Sekolah yang Berwawasan Lingkungan. Berwawasan Lingkungan. – Visi dan misi yang peduli dan berbudaya lingkungan – Mengembangkan pembelajaran materi lingkungan • Mengangkat tema lingkungan hidup • meningkatkan sunber daya manusia di bidang lingkungan hidup • Kegiatan sosialisasi dalam penerapan pendidikan lingkungan hidup bagi warga sekolah • Penghematan sumber daya alam dan mewujudkan lingkungan bersih, hijau dan sehat • Pengalokasian dan penggunaan dana yang terkait dengan masalah lingkungan. Ad.1. Memiliki Kebijakan Sekolah yang Berwawasan Lingkungan. Berwawasan Lingkungan. – Visi dan misi yang peduli dan berbudaya lingkungan – Mengembangkan pembelajaran materi lingkungan • Mengangkat tema lingkungan hidup • meningkatkan sunber daya manusia di bidang lingkungan hidup • Kegiatan sosialisasi dalam penerapan pendidikan lingkungan hidup bagi warga sekolah • Penghematan sumber daya alam dan mewujudkan lingkungan bersih, hijau dan sehat • Pengalokasian dan penggunaan dana yang terkait dengan masalah lingkungan.

21 Ad.2. pengembangan kurikulum berbasis lingkungan. • Pengembangan model pembelajaran • Penggalian isu lokal • Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya • Pemanfaatan media sumber belajar • Pengembangan kegiatan kurikulum dan peningkatan pengetahuan dan kesadaramsiswa tentang lingkungan hidup • Pengembangan materi pembelajaran pendidikan lingkungan hidup dengan memasukkan isu global. Ad.2. pengembangan kurikulum berbasis lingkungan. • Pengembangan model pembelajaran • Penggalian isu lokal • Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya • Pemanfaatan media sumber belajar • Pengembangan kegiatan kurikulum dan peningkatan pengetahuan dan kesadaramsiswa tentang lingkungan hidup • Pengembangan materi pembelajaran pendidikan lingkungan hidup dengan memasukkan isu global.

22 Ad.3. Pengembangan kegiatan berbasis partisipatif • Ekstrakurikulum berbasis partisipatif di sekolah • Menciptakan kegiatan aksi lingkungan dengan mengikut sertakan pihak luar • Mengikuti kegiatan aksi lingkungan yang dilakukan pihak luar • Membangun kegiatan kemitraan dalam pengembangan pendidikan lingkungan. Ad.3. Pengembangan kegiatan berbasis partisipatif • Ekstrakurikulum berbasis partisipatif di sekolah • Menciptakan kegiatan aksi lingkungan dengan mengikut sertakan pihak luar • Mengikuti kegiatan aksi lingkungan yang dilakukan pihak luar • Membangun kegiatan kemitraan dalam pengembangan pendidikan lingkungan.

23 Ad.4. Pengelolaan dan atau pengembangan Sarana pendukung sekolah meliputi a)Pengembangan fungsi sarana pendukung sekolah yang ada untuk pembelajaran pendidikan dan kesehatan lingkungan hidup b)Peningkatan kualitas sarana pendukung dan fasilitas sekolah c)Penghematan sumber daya alam (air, listrik) dan alat tulis d)Pembangunan sistem pengelolaan sampah

24 VI. Contoh Kegiatan yang dilakukan menuju sekolah adiwiyata/green school VI. Contoh Kegiatan yang dilakukan menuju sekolah adiwiyata/green school 1.Sampah Dan Limbah a. Pengelolaan sampah dengan metoda 3R (Reuse, Reduce, Recycle) b. Pembuatan lubang Biopori c.Pengelolaan limbah dengan metode WWG (Waste Water Garden) 2.Transportasi a.Naik Sepeda Kesekolah b.Naik kendaraan umum 3.Energi a.Memanfaatkan alat elektronik yang hemat energi b.Menggunakkan alat elektronik secara bijaksana 4. Pangan dan Pertanian a.Bertanam sayuran dan tanaman obat dikebun sekolah b.Menanaman bambu tabah 5. Seminar dan lomba karya tulis a.Mengangkat tema kearifan lokal terkait dengan lingkungan : tri hita karana, tri mandala, sad kertih, hari raya nyepi, tumpek kandang, tumpek uduh. b.Mengangkat tema upaya adaptasi dan mitigasi perubahaan iklim / pemanasan global c.Mengangkat tema pengelolaan sampah.


Download ppt "MELALUI PENDIDIKAN LINGKUNGAN KITA WUJUDKAN GIANYAR BERSIH, HIJAU DAN SEHAT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google