Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Universitas Sriwijaya Akuntansi Sektor Publik.  Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa akan memahami Perlakuan akuntansi Persediaan beserta jurnal.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Universitas Sriwijaya Akuntansi Sektor Publik.  Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa akan memahami Perlakuan akuntansi Persediaan beserta jurnal."— Transcript presentasi:

1 Universitas Sriwijaya Akuntansi Sektor Publik

2  Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa akan memahami Perlakuan akuntansi Persediaan beserta jurnal standar

3 Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa akan dapat:  Mampu memahami pengertian persedian dan berbagai jenis kelompok persediaan  Mampu melakukan analisis atas transaksi yang termasuk persediaan  Mampu melaksanakan jurnal standar atas transaksisalian persediaan  Mampu melaksanakan jurnal khusus persediaan  Mampu memhamai pengungkapan persediaan dalam laporan keuangan

4  Proses pelaporan persediaan pada laporan keuangan memerlukan proses teknis dilapangan mulai dari aspek pencatatan rutin baik ketika penerimaan persediaan, penggunaan atau transaksi lain yang bersifat menambah ataupun yang bersifat mengurangi jumlah persediaan.

5  Persediaan adalah  aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat

6  Di dalam pernyataan standar akuntansi pemerintah (PSAP) nomor 05 tentang persediaan diterapkan dalam penyajian seluruh persediaan dalam laporan keuangan yang disusun dan disajikan dengan basis cash towards accrual, di mana menggunakan basis kas untuk pengakuan pos-pos pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan, serta basis akrual untuk pengakuan pos-pos aset, kewajiban, dan ekuitas.

7  Dalam upaya memberikan pemahaman yang mendalam terhadap persediaan, maka perlu diberikan batasan yang dapat dipedomani untuk dapat mengklasifikasikan suatu aset kedala  PSAP nomor 5 menyatakan bahwa suatu persediaan digolongkan kedalam persediaan apabila :

8  Barang atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam rangka kegiatan operasional pemerintah;  Bahan atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam proses produksi;  Barang dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat.  Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat dalam rangka kegiatan pemerintahan;

9 1. Barang Konsumsi; 2. Amunisi; 3. Bahan untuk pemeliharaan; 4. Suku cadang; 5. Persediaan untuk tujuan strategis atau tujuan berjaga-jaga; 6. Pita cukai dan leges; 1. Barang Konsumsi; 2. Amunisi; 3. Bahan untuk pemeliharaan; 4. Suku cadang; 5. Persediaan untuk tujuan strategis atau tujuan berjaga-jaga; 6. Pita cukai dan leges; 5. Bahan baku; 6. Barang dalam proses/setengahjadi; 7. Tanahatau bangunan untuk dijual/diserahkan kepada masyarakat; 8. Hewan dan tanaman untuk dijual/diserahkan kepada masyarakat. 5. Bahan baku; 6. Barang dalam proses/setengahjadi; 7. Tanahatau bangunan untuk dijual/diserahkan kepada masyarakat; 8. Hewan dan tanaman untuk dijual/diserahkan kepada masyarakat. Dari uraian tersebut diatas persediaan dapat meliputi

10  Pengelompokkan persediaan diatas perlu diatur lebih lanjut oleh masing-masing pemernitah daerah terutama terhadap rincian dari masing-masing jenis persediaan diatas.  Ragam persediaan pada tiap pemerintah daerah sangat beragam karena kondisi dari tiap pemerintah daerah memiliki kegiatan- kegiatan yang berbeda-beda terkait dengan persediaan.

11  Barang atau perlengkapan (supplies) yang digunakan sendiri dalam rangka kegiatan operasional pemerintah yang terdiri dari:  Barang habis pakai  Barang tak habis pakai  Barang bekas pakai  Barang yang diperoleh untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat  Barang atau perlengkapan (supplies) yang digunakan sendiri dalam rangka kegiatan operasional pemerintah yang terdiri dari:  Barang habis pakai  Barang tak habis pakai  Barang bekas pakai  Barang yang diperoleh untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat  Barang yang digunakan dalam proses produksi jika pemerintah memproduksi sendiri (swakelola) terdiri dari:  Bahan baku atau supplies  Barang dalam proses (setengah jadi)  Barang jadi  Barang yang diperoleh untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat  Barang yang digunakan dalam proses produksi jika pemerintah memproduksi sendiri (swakelola) terdiri dari:  Bahan baku atau supplies  Barang dalam proses (setengah jadi)  Barang jadi Untuk memudahkan pemahaman dan penjelasan berikut secara ringkas, pengelompokkan persediaan dapat digambarkan sebagai berikut:

12 115 Persediaan Persediaan Alat Tulis Kantor Persediaan Alat Tulis Kantor … Dst Persediaan Alat Listrik Persediaan Alat Listrik … Dst

13 11503 Persediaan Material/Bahan Persediaan Bahan Baku Bangunan Persediaan Suku Cadang Sarana Mobilitas Persediaan Bahan/Bibit Tanaman Persediaan Bibit Ternak Persediaan Obat-obatan Persediaan Bahan Kimia Dst Persediaan Benda Pos Persediaan Perangko Persediaan Materai Persediaan Kertas Segel Dst

14 11505 Persediaan Bahan Bakar Persediaan Bahan Bakar Minyak Dst Persediaan Bahan Makanan Pokok Persediaan Bahan Makanan Pokok … Dst

15 Persediaan diakui pada saat :  Potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh pemerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.  Diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah.

16  Persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik pada akhir periode akuntansi. Untuk persediaan bahan baku dan perlengkapan yang dimiliki proyek swakelola dan dibebankan ke akun konstruksi dalam pengerjaan, tidak diakui sebagai persediaan.  Inventarisasi fisik terhadap persediaan dapat berupa penghitungan, pengukuran atau penimbangan barang pada akhir masa pembukuan untuk menghitung jumlah (kuantitas) suatu persediaan.

17  Berdasarkan jumlah(kuantitas) tersebut diperoleh suatu nilai rupiah persediaan yang bersangkutan untuk dimasukkan ke dalam pembukuan. Inventarisasi fisik dilakukan pada setiap akhir periode akuntansi

18  Berikut ini adalah jurnal yang harus dibuat apabila suatu entitas menggunakan metode pencatatan persediaan dengan sistem periodik TglUraianDebitKredit Belanja Barang....Rp... Kas di Bendahara Pengeluaran Rp... Saat Pembelian persediaan

19  Tanggal 12 januari dibeli alat tulis kantor (kertas tulis, ballpoint, tinta) sejumlah Rp TglUraianDebitKredit 12 jan Belanja Alat Tulis Kegiatan (kertas,Ballpoint, tinta) Rp 250 Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 250

20  Tanggal 16 januari dibeli perangko dan amplop sejumlah Rp TglUraianDebitKredit 12 jan Belanja Perangko Rp 150 Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 150

21  Saat Perhitungan Fisik (Stock Opname) akhir tahun TglUraianDebitKredit PersediaanRp... Ekuitas Dana Lancar - cadangan Persedian Rp...

22  Saat Perhitungan Fisik (Stock Opname) akhir tahun 2010 diketahui sisa kertas hvs sejumlah 100 Rp25.000

23  Nilai persediaan meliputi seluruh belanja yang dikeluarkan sampai suatu barang persediaan tersebut dapat dipergunakan. Dalam PSAP 5 dalam paragraf 18 dikatakan bahwa persediaan disajikan sebesar:  Biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian;  Biaya standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;  Nilai wajar, apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan;

24 PENGUKURAN CARA PEROLEHAN KOMPONEN BIAYA YANG DAKUMULASIKAN Biaya Perolehan Pembelian Harga pembelian + biaya pengangkutan + biaya penanganan potongan harga – rabat Biaya StandarProduksi Sendiri Biaya Langsung + biaya tidak Langsung Nilai WajarDonasi/ ramapasan Nilai aset secara wajar

25  Persediaan disajikan dalam kelompok aset lancar pada neraca pemerintah berdasarkan harga perolehan terakhir jika persediaan diperoleh dengan pembelian, sebesar biaya standar yang dikeluarkan jika persediaan diproduksi sendiri dan sebesar nilai wajar jika diperoleh dengan cara lain seperti donasi/rampasan.  Persediaan disajikan didalam neraca dengan akun lawan cadangan persedian yang merupakan bagian dari ekuitas dana lancar. Kedua akun tersebut harus disajikan dengan jumlah yang sama (self balancing).

26  Disamping penyajian diatas hal-hal lain yang dipandang perlu untuk diungkapkan dalam laporan keuangan sehubungan dengan persediaan meliputi:  Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan;  Penjelasan lebih lanjut persediaan seperti barang atau perlengkapan yang digunakan dalam pelayanan masyarakat, barang atau perlengkapan yang digunakan dalam proses produksi, barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat, dan barang yang masih dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat;  Kondisi persediaan;  Persediaan dengan kondisi rusak atau usang tidak dilaporkan dalam neraca, tetapi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

27

28 2010Transaksi 10 maretDiterima ATK berupa kertas hvs sebanyak 20 rim dengan harga satuan Rp Dibeli dengan SP2D nomor 1234/SP2D/ maretDibeli dengan SP2D nomor 2345/SP2D/2010 sejumlah persediaan suku cadang kendaraan roda dua dan empat senilai Rp desemberSetelah dilakukan stock opname persediaan alat tulis masih ada kertas hvs sejumlah 20 Rp desemberSetelah dilakukan stock opname persediaan suku cadang kendaraan roda duda dan empat ada sejumlah suku cadang 20 Rp

29 Sampai Jumpa Terimakasih dan selama mengerjakan tugas


Download ppt "Universitas Sriwijaya Akuntansi Sektor Publik.  Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa akan memahami Perlakuan akuntansi Persediaan beserta jurnal."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google