Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENYELENGGARAAN P E M I L U 2014 Perludem. AKTORSISTEMHUKUMMANAJEMEN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENYELENGGARAAN P E M I L U 2014 Perludem. AKTORSISTEMHUKUMMANAJEMEN."— Transcript presentasi:

1 PENYELENGGARAAN P E M I L U 2014 Perludem

2 AKTORSISTEMHUKUMMANAJEMEN

3 •Partai politik •Calon DPD, DPR, DPRD provinsi, DPRD kab/kota •Or pemantau •Or masyarakat •Media massa •KPU •Bawaslu •DKPP •Dalam negeri •Luar negeri PEMILIH PENYE- LENGGARA PESERTAPEMANTAU

4 Mayoritarian berkursi jamak DPD Proporsional daftar terbuka DPR DPRD Besaran Daerah Pemilihan Metode Pencalonan Metode Pemberian Suara Ambang Batas Perwakilan Formula Perolehan Kursi Penetapan Calon Terpilih

5 PENDAFTARAN PEMILIH PENDAFTARAN PESERTA PENCALONANKAMPANYE PEMUNGUTAN SUARA PENGHITUNGAN SUARA PENETAPAN HASIL PEMILU PENYELESAIAN PERSELISIHAN HASIL PEMILU PELANTIKAN

6 PELANGGARAN PIDANA PELANGGARAN ADMININSTRASI PELANGGARAN KODE ETIK PERSELISIHAN ADMINISTRASI PERSELISIHAN HASIL

7 PETA DAERAH PEMILIHAN Kab/kot Kec Des/ Kel PPK PPS KPPS PETA PENDUDUK Ekonomi Kultur Agama Etnis PETA POLITIK Perolehan suara semua partai Perolehan suara partai dan calon

8 SasaranMetode FasilitasPatner KAMPANYE

9 SURAT SUARA KPPSSAKSIPEMANTAU PEMILIH •DPT PARTISIPAN •Daftar Hadir SUARA SAH •Sertifikat For C-1

10 TPS PPS PPK KPU MANUPULASI PENGHITUNGAN SUARA: 1.Saksi 2.Petugas 3.Pengawas

11 PROPORSIONAL: METODE KUOTA TTahap I, perolehan suara dibagi kuota suara 1 kursi atau BPP atau q [di mana q adalah hasil bagi total suara dg total kursi]; partai mendapat kursi utuh, sisa suaranya disisihkan utk penghitungan Tahap II; partai yg tidak mendapat kursi utuh, suaranya disisihkan utk penghitungan Tahap II. PPada Tahap II, sisa kursi diberikan kepada partai yg memiliki sisa suara terbanyak.

12 PROPORSIONAL: METODE KUOTA MURNI [ BPP atau q = suara: 5 kursi = suara ] PartaiSuara%Tahap ISisa Suara Tahap IITotal Kursi Partai A Partai B Partai C Partai D Partai E

13 AMBANG BATAS ATAS T = 100%: (1+m) Memperoleh kursi pertama AMBANG BATAS BAWAH T = 100%: 2m Memperoleh kursi sisa

14 Ambang Matematis/Siluman/Terselubung/Alami T upper = 1/(m+1) Rae/Hanby/Loosemore (1971) T lower = 1/(2m) Rae/Hanby/Loosemore (1971) T effective = 75%/(m+1) Lijphart (1977) 0.00% 2.50% 5.00% 7.50% 10.00% 12.50% 15.00% 17.50% 20.00% 22.50% 25.00% 27.50% 30.00% 32.50% 35.00% 37.50% 40.00% 42.50% 45.00% 47.50% 50.00% 52.50% m (kursi) Tup Teff Tlow T (ambang)

15 MEMBACA DAPIL • Siapa saja pemilih pasti dan pemilih potensial di dapil. • Bagaimana karakter pemilih mereka. • Tuliskan 5 isu pilihan di dapil yang dianggap akan membantu peserta mendapatkan lebih banyak pemilih. • 5 kemungkinan hambatan terbesar yang akan menghalangi suara pemilih memilih Anda sebagai caleg.

16 Tipe/Karakter Pemilih 1. Rasional. Sangat mementingkan kemampuan seorang kontestan. 2. Kritis. Aspek ideologi juga menjadi penilaian penting, di samping penilaian atas policy-problem solving yang ditawarkan, 3. Tradisonal. Pemilih jenis ini sangat mementingkan ideologi, sangat tidak terlalu mementingkan program kerja atau solusi yang ditawarkan kontestan. Akan menilai dan melihat ketokohan seseorang. 4. Skeptis. Menggunakan metode acak atau random. Jadi sangat tidak objektif dan sama sekali tidak cerdas. 5. Pragmatis. Mencari keuntungan dari caleg/partai

17 Jumlah Penduduk PETA DAPIL Daerah (Kab/Kota, Kecamatan, Desa, TPS) Jumlah Kursi KALKULASI POLITIK Jumlah Pemilih Suara Partai 2009 Incum- bent Caleg 2014 Suara Aleg Terpilih 2009 MEMBACA DAPIL


Download ppt "PENYELENGGARAAN P E M I L U 2014 Perludem. AKTORSISTEMHUKUMMANAJEMEN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google