Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Memanfaatkan Diagram Tarik. Bagaimana Diagram Tarik dibuat?

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Memanfaatkan Diagram Tarik. Bagaimana Diagram Tarik dibuat?"— Transcript presentasi:

1 Memanfaatkan Diagram Tarik

2 Bagaimana Diagram Tarik dibuat?

3   kuat lemah tegar lembek 0,2 batas regangan / batas lumer batas regangan kekuatan tarik perpanjangan tetap (palstis)perpanjangan elastis lentur kaku getasliat (mudah dibentuk) titik putus batas patah Sifat Bahan dalam Diagram Tarik

4 Siapa yang memanfaatkan diagram tarik? Ahli Perubahan bentuk   Ahli Teknik Penyayatan Konstruktor

5 Konstruktor Bentuk kurva yang disukai : Kekuatan tinggi, –Seberapa –Seberapa jauh kakunya bahan jauh kontruksi akan melengkung besar dapat dibebani ReganganRegangan besar : –Seberapa –Seberapa liat bahan tersebut Seorang Konstruktor akan tertarik melihat bagian pertama kurva tarik

6 Kurva Tarik Konstruktor lebar = liat, mampu regang tinggi = kuat

7 Ahli Perubahan Bentuk Bentuk kurva yang disukai : BatasBatas regangan rendah, –gaya –gaya perubahan bentuk kecil KekuatanKekuatan tarik rendah –Kerja –Kerja perubahan bentuk rendah ReganganRegangan besar, –mudah –mudah dibentuk tanpa patah Seorang Ahli Perubahan Bentuk ( tempa, bengkok, tekuk, press) akan melihat bagian tengah kurva tarik

8 Kurva Tarik Ahli Perubahan Bentuk rendah = mudah dibentuk lebar = mampu regang

9 Ahli Teknik Penyayatan Bentuk kurva yang disukai : KekuatanKekuatan tarik rendah –gaya –gaya sayat kecil ReganganRegangan kecil, –tatal –tatal rapuh, putus-putus, pendek dan kecil –permukaan –permukaan sayat halus Seorang Ahli Teknik Penyayatan akan memperhatikan bagian tengah dan akhir kurva tarik

10 Kurva Tarik Ahli Teknik Penyayatan sempit = getas >> tatal baik, halus rendah = gaya sayat kecil, mudah dipotong

11 Diagram Tarik Beberapa Bahan tembaga perunggu tuang besi tuang baja 360 baja 490 baja ditarik dingin baja setelah dikeraskan baja setelah dikeraskan & ditemper  

12 Soal : 1.Dari hasil uji tarik 2 buah material diperoleh :  F1 = 15%,  F2 = 12%. Dari kedua bahan tersebut mana yang lebih ulet? Jawab : 1. 1.Yang lebih ulet adalah bahan dengan  F = 15%. Semakin besar regangan patah semakin ulet material tersebut.

13 Soal : 2.Dari suatu percobaan tarik diperoleh data sebagai berikut : do do = 2 mm, lo lo = 10 d o. Beban di P = 4 kN dengan panjang 21,2 mm, sedangkan beban di F = 10 kN dengan regangan patah 20 %, dan kontraksi 15 %. Hitung : modulus elastisitas, panjang diameter patah, tegangan patah, tegangan patah normal, dan efektif. Jawab : 2. 2.Diketahui : d o = 2mm l o = 10 do = 20 mm F P = 4000 N l 1 = 21,2 mm F F = N F F = 20 % kontraksi = 15 %  L = l1 l1 – lolo 21,2 – 20 = 1,2 mm

14 Jawab (lanjutan): A 0 = ¼  d 0 2 = ¼  2 2 = 3,14 mm 2 a.E = F * l o / ( A *  l) = 4000*20/ (3,14*1,2) = ,14 N/mm 2 b.  F = (l 1 -l o )/l o *100% 20%= (l 1 -20)/20*100% 400= 100 l l 1 = 2400 l 1 = 24mm c. c.Ctrs = (d o 2 -d 1 2 )/d o 2 *100% 15% = (2 2 -d 1 2 )/2 2 *100% 60= d d 1 2 = 340 d 1 2 = 3,4 d 1 = 1,84mm d. d.  normal = F F / A 0 = 10000/3,14 = 3184,71 N/mm

15 Jawab (lanjutan): A 1 = ¼  d 1 2 = ¼  1,84 2 = 2,66 mm 2 e.  efektif = F F / A 1 = 10000/2,66 = 3759,40 N/mm


Download ppt "Memanfaatkan Diagram Tarik. Bagaimana Diagram Tarik dibuat?"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google