Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Irmawati, drg, MS, SpKGA Tania Saskianti, drg, Sp.KGA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Irmawati, drg, MS, SpKGA Tania Saskianti, drg, Sp.KGA."— Transcript presentasi:

1 Irmawati, drg, MS, SpKGA Tania Saskianti, drg, Sp.KGA.

2 2 TUJUAN  Mengenalkan prinsip tata laksana perawatan kehilangan gigi prematur dan agenisi pada anak dengan menggunakan gigi tiruan  Menjelaskan efek samping yang ditimbulkan karena kehilangan gigi prematur dan agenisi pada anak

3 3 JENIS KEHILANGAN GIGI PREMATURE  Kehilangan satu/beberapa gigi  Masa Gigi sulung/permanen  Regio Anterior/posterior ETIOLOGI  Trauma  Karies  Kongenital

4 4 AKIBAT DARI TANGGAL PREMATUR 1. Berkurangnya panjang lengkung rahang dan berubahnya oklusi gigi 2. Misartikulasi konsonan pada pengucapan 3. Timbul oral habit baru 4. Dapat menimbulkan trauma psikis

5 5 Ad 1. Perubahan panjang lengkung rahang dan oklusi  Kehilangan gigi prematur  harmonisasi lengkung gigi dan oklusi terganggu  Bila tidak ditangani, terjadi migrasi gigi tetangganya sehingga tempat erupsi gigi permanen berkurang. Terjadi malposisi gigi permanen penggantinya.

6 6 Ad 2. Misartikulasi Pengucapan Huruf Konsonan  Gangguan pada pengucapan konsonan (s), (z), (v), (f)  Bila ada masalah bicara krn efek samping kehilangan gigi  segera rujuk ke speech pathologist

7 7 Ad 3. Munculnya oral habit baru  Gigi anterior hilang, lidah cenderung bergerak ke daerah tersebut  labioversi gigi permanen penggantinya

8 8 Ad 4. TRAUMA PSIKIS  Kehilangan gigi pada anak wanita  malu  Anak membandingkan dirinya dengan model di TV/majalah  menjadi minder  diolok

9 9 I N D I K A S I 1. Terdapat kehilangan gigi prematur pada gigi molar sulung yang diperlukan sebagai space maintainer dan juga diperlukan untuk fungsi kunyah 2. Secara radiologis tampak erupsi gigi permanen penggantinya > 6bln 3. Gigi anterior sulung yang hilang ok.trauma 4. Gigi permanen muda yg hilang ok.trauma

10 10 5.Congenital absence, mis: ectodermal dysplasia 6.Pertimbangan estetik. Pada anak 2-3 tahun, sudah dapat menerima penggunaan gigi tiruan

11 11 PEMERIKSAAN, DIAGNOSA & RENCANA PERAWATAN  Pemeriksaan klinis  Pemeriksaan rontgen  disarankan foto panoramic untuk melihat benih, urutan erupsi dan kondisi rahang menyeluruh  Merencanakan desain gigi tiruan  Menumpat gigi yang dipakai sebagai penjangkaran

12 12 SYARAT GTL YANG IDEAL UNTUK ANAK 1. Gigi tiruan harus memperbaiki/meningkatkan fungsi kunyah, estetik dan kontur wajah 2. Tidak mengganggu pertumbuhan lengkung rahang yang normal 3. Ketebalan gigi tiruan tidak boleh mengganggu fungsi bicara 4. Gigi tiruan harus mudah dipasang dan dilepas

13 5. 5. Gigi tiruan harus mudah diperbaiki Mudah dibersihkan Desain membutuhkan sedikit/tidak sama sekali preparasi dari gigi penyangga

14 14 DESAIN GTL PADA ANAK  Bisa diterima dan memuaskan sama seperti GTL pada umumnya  Pada anak-anak ada 2 hal penting / pertimbangan : - Lama penggunaan -Perubahan Lengkung rahang secara alamiah

15 15 MACAM GTL PADA ANAK  Pada Maksila 1. Akrilik 2. Akrilik dengan retensi kawat 3. Akrilik dengan retensi logam tuang 4. Akrilik saddles dengan cast metal framework

16 16 PADA MANDIBULA 1. Akrilik 2. Akrilik dengan retensi kawat 3. Akrilik dengan lingual bar dan retensi kawat klamer 4. Akrilik dengan retensi logam tuang dan terdapat occlusal rest 5. Kawat retensi disolder pada lingual bar dengan saddle acrylic 6. Cast metal frame work dan penjangkaran dengan acrylic saddle  untuk penggunaan jangka panjang, gunakan cast chrome-cobalt alloy frame work

17 17 BAGIAN-BAGIAN GIGI TIRUAN LEPASAN  Ad 1. Basis -Terbuat dari resin akrilik, metal, metal & akrilik -Fungsi untuk fiksasi klamer dan gigi tiruannya Syarat : -Ringan/tipis tapi kuat -Ketebalan untuk akrilik 2-3 mm, sehingga klamer dapat tertanam seluruhnya  GTL TERDIRI DARI Basis Penjangkaran Gigi Tiruan

18 Untuk fiksasi dan retensi basis denture - - Sebagai tooth support terhadap basis denture - - Klamer berupa tuangan/ kawat  wrought wire clasp - - Terdiri dari kawat SS inch, melingkar pada 2/ lebih permukaan gigi penyangga - - Macam Klamer tergantung pada keadaan  adams, ball, circumferential clasp  Ad 2. Penjangkaran (Retensi)

19 Klamer Adams cocok untuk gigi sulung posterior dan gigi molar permanen muda karena tidak mengganggu erupsi gigi - - Kadang-kadang oclusal rest dipakai pada retensi kawat seperti juga pada tuangan. Terutama, bila M1 dipakai untuk penjangkaran dalam waktu yang lama - - Rest dapat diletakkan pada central fossa melalui bagian lingual atau diletakkan pada bagian mesiooklusal

20 Kegagalan penggunaan occlusal rest pada permukaan molar dapat menyebabkan M1 mesial tipping

21 21 GIGI TIRUAN  Saat ini, sudah tersedia gigi tiruan untuk anak  Untuk mencari bentuk gigi yang mirip  buat sendiri dari bahan akrilik  Untuk posterior RA & RB bisa menggunakan SSC yang ditanam pada basis denture

22 22 PROSEDUR PEMBUATAN GTL PADA ANAK  Memilih ukuran sendok cetak yang sesuai tepinya diberi malam  Memilih bahan cetak  alginate, perhatikan setting time  Manajemen pencegahan muntah/’gag reflex’ Pasien kumur dgn mouthwash/air hangat Pasien bernafas lewat hidung Mengalihkan perhatian supaya pasien tidak takut Siapkan suction/baskom bila muntah

23 23 MENCETAK RA & RB  Terutama pada RA  harus diperhatikan masukkan sendok cetak miring, tekan palatal supaya kelebihan alginat overflow ke anterior  Hilangkan mucus/darah sebelum dicor

24 24 PENETAPAN GIGIT  Latih pasien pada centric occlusion  Direkam dengan malam tipis yang dihangatkan dan lunak  Model selanjutnya dikirimkan ke Dental Lab. *See Zero Base Occlusion for detailed tooth settings

25 25 Pertimbangan Khusus untuk GTL RA & RB 1. Untuk RA, basis denture harus meliputi seluruh daerah palatal 2. Bila ada sayap labial/bukal  tipis, pendek & warna baik 3. Bila ada klamer pada c sulung, harus dihilangkan untuk pergerakan c ke lateral saat I permanen erupsi 4. Untuk PD RB  gunakan basis akrilik

26 26 5. Untuk penggunaan dlm waktu yang lama  gunakan metal framework/lingual bar. Adaptasi 2 mm dari soft tissue untuk mengakomodasi perkembangan rahang bila gigi permanen erupsi 6. Untuk penggunaan dlm waktu yang lama  gunakan occlusal rest pd permanen M 1, bila pada Central Fossa perlu cek oklusi 7. Bila perlu, peranti dibuat sebelum ekstraksi sebagai immediate PD/immediate SM

27 27 INSERSI  Beri penjelasan dan instruksi pada orang tua dan anak meliputi cara insersi, melepas dan home care  Tunjukkan cara yang tepat untuk insersi dan melepas  Gunakan kaca, pasien meniru  Tekankan pentingnya penggunaan alat ketepatan bentuk dan ukuran partial denture supaya pasien/orang tua menyimpannya dengan baik

28 28 INSTRUKSI PADA PASIEN DAN ORTU  GTL dilepas pada aktivitas olahraga berat, bekali dengan small plastic box untuk penyimpanan, gunakan mouthguard untuk olahraga berat

29   Dilepas pd malam hari, diletakkan pada segelas air. Dibersihkan tiap hari dengan denture cleanser/ sikat dengan pasta   Beri disclosing agent untuk membersihkan plak pada gigi-gigi   Cek apakah ada iritasi mukosa/GTL tidak fit   Kesalahan terhadap penggunaan alat  perawatan lebih lama & biaya tinggi   Beri instruksi secara tertulis

30 30 KEUNTUNGAN DARI GTL Alat berada pada mulut anak dengan minimal supervisi Bila ada masalah dengan alat tersebut pasien atau orang tuanya dapat melepas sendiri Pemeliharaan di rumah lebih mudah baik untuk alat maupun gigi –gigi yang masih ada KERUGIAN DARI GTL Bila pasien atau orang tuanya tidak kooperatif  tidak ada manfaat atau gagal

31 31


Download ppt "Irmawati, drg, MS, SpKGA Tania Saskianti, drg, Sp.KGA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google