Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

”Mahasiswa adalah bagian integral dari civil society, kalau BEM Nusantara hanya menghamba ke-SBY dan tak kritis, saya kawatir itu namanya mereka SMA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "”Mahasiswa adalah bagian integral dari civil society, kalau BEM Nusantara hanya menghamba ke-SBY dan tak kritis, saya kawatir itu namanya mereka SMA."— Transcript presentasi:

1

2

3

4 ”Mahasiswa adalah bagian integral dari civil society, kalau BEM Nusantara hanya menghamba ke-SBY dan tak kritis, saya kawatir itu namanya mereka SMA gedhe. Kasihan deh,” ”Mahasiswa adalah bagian integral dari civil society, kalau BEM Nusantara hanya menghamba ke-SBY dan tak kritis, saya kawatir itu namanya mereka SMA gedhe. Kasihan deh,”

5 Klarifikasi Pertemuan Perwakilan BEM Nusantara Dengan Istana Selasa, Oktober 26, 2010 Berkaitan dengan berita yang muncul pasca pertemuan perwakilan BEM Nusantara dengan Presiden RI pada Jumat 22 Oktober 2010, saya akan memberikan klarifikasi dan pernyataan untuk menjawab semua pertanyaan dan pernyataan yang berkembang. Hal ini perlu dilakukan karena berita yang beredar isinya hanya provokatif dan fitnah terhadap pribadi bahkan institusi kampus. Saudara-saudara, saat ini sahabat-sahabat kita di Papua sedang meradang sedih, karna ketidakadilan yang mereka dapatkan disana, perhatian dari Jakarta yang minim, kesejahteraan yang jauh dari harapan, keterisolasian pemukiman, dan kualitas SDM yang rendah.

6 Berawal dari pemikiran itu, pasca penunjukkan Papua menjadi tuan rumah pertemuan BEM Nusantara akhir tahun 2010 ini, teman2 BEM Univ.Cendrawasih Jayapura bercita-cita ingin memperbaiki hal ini, mereka sudah bosan dicap OPM, Makar, dan Perusuh. Harapan timbul, apabila Kepala Negara dapat hadir membuka kegiatan disana, melihat, serta mendengarkan langsung kritikan, dan saran dari mahasiswa dan masyarakat disana. Dengan tekad yang kuat mereka berangkat ke Jakarta untuk membuktikan kalau mereka mampu melakukan ini, walaupun keinginan ini mendapat kontroversi dari banyak pihak. Benar saja, setibanya mereka di Jakarta, bukan dukungan nyata yang diberikan oleh sebagian kawan2 BEM Nusantara Jabodetabek, tapi malah tertawaan dan cemoohan karna dianggap punya mimpi yang mustahil. Berbagai cara mereka upayakan untuk dapat mewujudkan ini, dengan menginap di Ruang Sekretariat Kepresma MM-Usakti teman-teman Perwakilan BEM Uncen terus berusaha mencari cara untuk dapat bertemu SBY, dan menyampaikan langsung keinginannya. Sekilas ini memang terlihat berat.

7 Tuhan berkata lain, ada saja jalan yang dibukakan sehingga mereka yang hanya iseng SMS ke no hot line Istana, malah mendapat respon dari Ibu Negara, hingga secara mendadak mereka dipanggil masuk ke Istana bertemu SBY. Pada hari Jumat, 22 Oktober 2010 pukul 14.15WIB Staff Khusus Presiden menelpon untuk segera datang ke Istana Negara dalam waktu 1 jam. Peluang seperti ini hanya datang 1 kali, tidak akan ada kesempatan lain, akhirnya saya yang diminta oleh kawan-kawan BEM Uncen untuk mendampingi mereka berangkat ke Istana dan bertemu langsung dengan Presiden SBY untuk menyampaikan permasalahan di Papua sekaligus mengundang beliau untuk dapat hadir disana pada kegiatan Temu BEM Nusantara tersebut.

8 1 hal positif yang didapat dari pertemuan tersebut, SBY berjanji akan meninggalkan pendekatan Militeristik dan lebih menggunakan pendekatan Humanistik dan Peningkatan Kesejahteraan di sektor riil dalam menghadapi konflik Papua. Beliau juga berupaya untuk dapat hadir dalam Pembukaan Temu BEM Nusantara tersebut. Tidak panjang lebar, hanya itu yang kami bicarakan dengan Presiden SBY. Setelah itu saya langsung memberikan konfrensi Pers untuk menghindari salah paham di teman2 di bawah.

9 Tapi sayang, beberapa kawan2 BEM Nusantara Jabodetabek yg tadinya menertawakan dan mencemooh niat kawan-kawan Papua, malah kebakaran jenggot dan membuat konfrensi pers tandingan dan mengklaim diri sbg koordinator Nasional BEM Nusantara, yaitu Fernando Yohannes (Menlu BEM Untar) dan Muhammad Zimah/Awab (Ketua BEM Unkris). Padahal BEM Nusantara bersifat Collective Collegeal tanpa memiliki Badan Struktural di level Nasional. Selain itu Statement mereka yang sangat provokatif dan menghina dalam media online tersebut memang langsung menjadi konsumsi kawan-kawan pergerakan lain untuk disebarluaskan.

10 Akhirnya berdarlah berita ini hingga banyak sahabat-sahabat saya ikut memberikan perhatian dan tanggapan akan hal ini. Saya sangat berterimakasih atas perhatian yang diberikan. Saya hanya manusia biasa, juga punya kelemahan dan kekhilafan. Bagi saya ini hanyalah Itjihad dalam mengupayakan menyampaikan suara kaum lemah dan tertindas di bumi Cendrawasih. Harapan terbesar adalah, semoga pasca ini Papua memiliki nilai yang lebih tinggi di mata seluruh rakyat Indonesia, kesejahteraan disana dapat terwujud, keaamanan dan ketentraman disana menjadi kenyataan yang selama puluhan tahun masih merupakan mimpi. Terimakasih Wassalamualaikum Wr Wb Atma Winata Nawawi Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Deklarator BEM Nusantara Wilayah Jabodetabek

11 HMINEWS- Disesalkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memecah belah mahasiswa melalui pembelahan BEM Nusantara versus BEM Indonesia, suatu adu domba pembodohan angkatan muda. Pembentukan BEM Nusantara merupakan tandingan atas BEM Indonesia, dan kehadiran SBY dalam temu mahasiswa BEM Nusantara di Universitas Cendrawasih merupakan sinyal pembelahan dan pecah belah gerakan mahasiswa antara yang pro- penguasa dan yang kritis-oposisionis. Mungkin SBY menyadari, mungkin juga tidak menydarinya. Namun jelas, BEM Nusantara memecah kampus jadi pro-kontra.

12 Para pengamat dan aktivis menyesalkan bahwa, SBY yang mustinya justru mengikuti jejakJenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo yang pro-mahasiswa dan memahami gerakan mahasiswa sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial, bukannya malah menjinakkan dan memecah mahasiswa melalui BEM Nusantara versus BEM Indonesia. ‘’ SBY malah sudah seperti Soeharto, merayu dan mengkooptasi mahasiswa dengan berbagai cara, padahal itu kan pekerjaan sekelas Menegpora, bukan kelas presiden. Degradasi kepresidenan sudah kasat mata, dan saya menduga ada paranoid dalam istana atas gerakan mahasiswa sehingga istana SBY melumpuhkan gerakan mahasiswa melalui pendekatan ekonomi-politik, bahkan dengan lagu SBY berjudul Lagu Ku Yakin Sampai di Sana pula. Alangkah lucunya mahasiswa dan penguasa sekarang ya, jadi kayak bodoh semua’’ kata Supawan Zahary Gabat, mantan aktivis Dewan Mahasiswa UGM yang kini berprofesi advokat.

13 Ketua PMKRI Stefanus Gusma, Sekjen GMNI Cokro Wibowo, Ketua IMM Ton Abdillah Has dan Effendy Ghzali PhD melihat ada upaya kooptasi istana atas mahasiswa melalui menegpora dan menteri KIB Jilid II lainnya. ”Kooptasi itu untuk melumpuhkan gerakan,” kata Cokro. Para aktivis itu melihat, upaya adu domba dan pecah belah mahasiswa oleh rezim SBY itu mengingatkan publik pada cara-cara Soeharto yang kotor.” Namun BEM Nusantara tidak bisa mewakili semua gerakan mahasiswa, sebab BEM se-Indonesia yang berpijak moral-etis masih perkasa,” kata Ahmad Kasino, aktivis gerakan mahasiswa 1998.

14 Walapun BEM Nusantara difasilitasi negara SBY, tetap saja kekuatan kritis dari kampus muncul dan bergerak sebab BEM se- Indonesia adalah kekuatan kritisi. Dulu mertua SBY, yakni Sarwo Edhie Wibowo amat dekat dengan mahasiswa, namun sekarang justru SBY malah memecah mahasiswa hanya karena berkuasa. ‘’ Ini tragedi karena legasi SBY ke depan akan dikenang sebagai pemecah-belah gerakan mahasiswa melalui bujuk rayu ekonomi dan politik transaksional lainnya,’’ kata Umar Hamdani, Direktur Lembaga Studi Islam dan Kebudayan (LSIK) yang juga mantan aktivis UIN Jakarta. Gerakan mahasiswa sangat ditakuti oleh istana SBY sehingga langkah pecah belah dan adu domba di UNCEN itu merupakan pilihan Cikeas untuk melumpuhkan perlawanan mahasiswa. ‘’Namun itu tak akan berhasil, malah jadi bumerang politik. Lihat saja, SBY akan dicela dan diketawain banyak orang, sebab mahasiswa yang tak mau turun ke jalan adalah golongan mahasiswa salon yang lembek, ’’ kata M.Ridwan, mahasiswa pasca sarjana UGM dan ketua PB HMI.

15 Yang past, kini ada dua BEM di kampus-kampus yakni BEM Nusantara, suatu sempalan dukungan istana SBY dan BEM Indonesia yang genuine dan otentik asal mulanya sebab lahir secara natural dari lingkungan kampus tanpa tangan halus istana atau penguasa. ”Mahasiswa adalah bagian integral dari civil society, kalau BEM Nusantara hanya menghamba ke-SBY dan tak kritis, saya kawatir iitu namanya mereka SMA gedhe. Kasihan deh,” kata Herman, aktivis IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

16

17

18

19


Download ppt "”Mahasiswa adalah bagian integral dari civil society, kalau BEM Nusantara hanya menghamba ke-SBY dan tak kritis, saya kawatir itu namanya mereka SMA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google