Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RESENSI FILM WAKIL RAKYAT Mata Kuliah: Pancasila Dosen : Mujiana Lathifa Rosiana Dewi 20100540023 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2012.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RESENSI FILM WAKIL RAKYAT Mata Kuliah: Pancasila Dosen : Mujiana Lathifa Rosiana Dewi 20100540023 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2012."— Transcript presentasi:

1 RESENSI FILM WAKIL RAKYAT Mata Kuliah: Pancasila Dosen : Mujiana Lathifa Rosiana Dewi UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2012

2 DAFTAR ISI • RESENSI FILM • HUBUNGAN FILM DENGAN ASAS DEMOKRASI • HUBUNGAN FILM DENGAN SILA KEEMPAT • KESIMPULAN DAN SARAN

3 RESENSI FILM Film ini menceritakan tentang seseorang bernama Bagyo. Bagyo adalah seorang sarjana ekonomi yang berasal dari Jawa. Sayangnya di Jakarta Bagyo tidak mendapat pekerjaan sehingga dia menjadi seorang cleaning service. Suatu hari, gedung tempat Bagyo bekerja dignakan untuk rakernas (rapat kerja nasional) sebuah partai (PSK). Tetapi kemudian ada kejadian yang membuat pimpinan partai marah hingga akhirnya Bagyo dipecat. Pada saat dipecat itu, Bagyo menolong seorang artis yang akan dirampok sehingga Bagyo menjadi terkenal sebagai orang yang baik.

4 Setelah beritanya ramai dibicarakan, seorang pimpinan partai yaitu PPTH mendatangi Bagyo dan berjanji untuk membiayai seluruh biaya pengobatannya. Hal ini dilakukan hanya untuk membuat nama PPTH semakin terkenal. Setelah itu pimpinan partai PPTH menginginkan Bagyo untuk menjadi calon legislatif untuk partai mereka, Bagyo pun menyetujuinya. Akan tetapi Bagyo memiliki lawan politik sehingga Bagyo dijebak dengan memanfaatkan artis yang di tolong oleh Bagyo. Akhirnya Bagyo dimasukkan ke daerah pemilihan yang sangat terpencil.

5 Daerah tersebut bernama daerah wedasrejo. Disana Bagyo sangat tersentuh oleh ibu muda yang sedang hamil dan masih bekerja. Keadaan desa tersebut sangat memprihatinkan sehingga gizi warga desa tersebut pun tidak tercukupi. Sampai suatu saat ketika Bagyo akan pergi ke suatu tempat untuk kampanye, ibu tersebut akan melahirkan dan Bagyo lebih memilih untuk menolong ibu tersbut. Setelah menolong ibu tersebut dan sudah sampai di tempat kampanye, Bagyo terlambat dan tidak jadi kampanye. Setelah sampai di Jakarta Bagyo akhirnya dipecat oleh pimpinan partainya.

6 Ternyata Bagyo semakin terkenal semenjak dia menoling ibu tersebut. Pada akhirnya, saat hari pernikahannya Bagyo didatangi oleh pimpinan PSK dan ditawari untuk menjadi calon legislatif partai mereka. Bagy menyetujui dengan syarat Bagyo menjadi calon legislatif dari desa wedasrejo. Begitulah akhir dari seseorang yang baik dan jujur. Indonesia harus memiliki seseorang seperti Baguo untuk menjadi wakil rakyat.

7 HUBUNGAN FILM DENGAN ASAS DEMOKRASI • Indonesia adalah negara hukum yang berasaskan demokrasi. Berikut ini adalah beberapa hal penting yang terdapat dalam asas demokrasi : – Pemilihan umum – Pemerintah bertanggungjawab kepada perwakilan rakyat – Semua warga negara mempunyai kesempatan yang sama atau berpartisipasi dalam politik dan mengontrol pemerintahan – Semua perbuatan pemerintah terbuka terhadap kritik dan kajian rasional dari semua pihak – Kebebasan menyatakan pendapat – Kebebasan pers dan keterbukaan informasi publik – Rancangan undang-undang harus dipublikasikan untuk memungkinkan partisipasi rakyat

8 Film ini sudah sesuai dengan asas demokrasi yaitu pemilihan umum, kebebasan menyatakan pendapat, dan kebebasan pers dan keterbukaan informasi publik. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya pemilihan umum untuk memilih calon legislatif, calon legislatif dikenalkan kepada masyarakat untuk mencapai visi dan misinya. Akan tetapi, di film ini masih terdapat kesenjangan antara keadaan di kota dan di desa. Masyarakat di desa tidak mendapatkan fasilitas yang seharusnya mereka dapatkan seperti listrik yang memadai. Hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya keadilan pemerintah dan kurangnya tanggung jawab dari pemerintah.

9 HUBUNGAN FILM DENGAN SILA KEEMPAT PANCASILA • Arti dan Makna Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan – Hakikat sila ini adalah demokrasi. – Permusyawaratan, artinya mengusahakan putusan bersama secara bulat, baru sesudah itu diadakan tindakan bersama. – Dalam melaksanakan keputusan diperlukan kejujuran bersama.

10 Didalam film ini, demokrasi yang sesungguhnya belum terjadi. Kesenjangan kehidupan antara masyarakat menunjukkan kurangnya demokrasi. Selain itu, masih banyaknya hal yang tidak diberitahukan kepada masyarakat. Selain itu, di dalam film ini untuk menentukan calon legislatif dalam suatu partai, seluruh anggota partai tidak bermusyawarah. Hal ini ditunjukkan pada saat Bagyo dijebak oleh lawannya dan diberitahukan kepada salah satu pimpinan partai, dia tidak memberitahukan kepada yang lain dan mengambil keputusan secara sepihak sehingga pimpinan partai tidak mengetahuinya

11 KESIMPULAN • Ada beberapa kesimpulan yang dapat kita ambil dari film ini, yaitu: – Sebagai seorang pemerintah harusnya bisa bertanggung jawab kepada rakyatnya karena mereka mengemban amanah dari masyarakat – Demokrasi di Indonesia ternyata belum sepenuhnya demokrasi sehingga sebagai warga negara kita semua harus mengetahui hakekat sesungguhnya dari demokrasi – Jika ada hal-hal yang perlu untuk dibicarakan dan menyangkut kehidupan masyarakat luas, sebaiknya dimusyawaratkan dan bisa diambil keputusan yang terbaik – Pemerintah harus lebih terbuka terhadap masyarakat


Download ppt "RESENSI FILM WAKIL RAKYAT Mata Kuliah: Pancasila Dosen : Mujiana Lathifa Rosiana Dewi 20100540023 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2012."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google