Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

AKHLAK TERGADAP AL- QUR’AN DWI SANTOSA PAMBUDI, SHI,MSI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "AKHLAK TERGADAP AL- QUR’AN DWI SANTOSA PAMBUDI, SHI,MSI."— Transcript presentasi:

1

2 AKHLAK TERGADAP AL- QUR’AN DWI SANTOSA PAMBUDI, SHI,MSI

3 AL-QUR’AN (1) (Pendahuluan) ۞ Al-Qur’an yang secara harfiah berarti “bacaan sempurna” merupakan nama pilihan Allah yang sungguh tepat, krn tiada satupun sejak manusia mengenal tulis-baca dapat menandingi al-Qur’an al-Karim (bacaan yang mulia) ۞ Tiada bacaan semisal al-Qur’an yang dibaca ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya atau tidak dapat menulis aksaranya, bahkan dihafal huruf perhuruf oleh orang dewasa, remaja, dan anak-anak. ۞ Al-Qur’an layaknya permata yang memancarkan cahaya yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing. ۞ Tiada bacaan seperti al-Qur’an yang diatur cara membacanya, mana yang dipendekkan, dipanjangkan, dipertebal atau diperhalus ucapannya, dimana tempat yang terlarang atau boleh, harus memulai dan berhenti, bahkan diatur lagu dan iramanya, sampai kepada etika membacanya. ۞ Tiada bacaan sebanyak kosakata al-Qur’an yang berjumlah kata dg jumlah huruf huruf yang seimbang kata-katanya, baik antara kata dengan padanannya, maupun kata dg lawan kata, dan dampaknya. Mis. Kata hayat (hidup) sebanyak antonimnya maut (mati) masing-masing 145 x. akhirat terulan 115 x sebanyak kata dunia. Malaikat terulang 88 x sebanyak kata syetan. Kata yaum terulang sebanyak 365 x sebanyak jumlah hari dlm setahun, kata syahr (bulan) terulang sebanyak 12 x sebanyak jumlah bulan dalam setahun

4 Materi Pembahasan: 1. Pengertian al-Qur’an 2. Proses Turunnya 3. Nama Lain al-Qur’an 4. Posisi&Fungsi Al-Qur’an 5. Sejarah Pemeliharaan Al-Qur’an 6. Kemukjizatan Al-Qur’an 7. Akhlak Terhadap Al-Qur’an

5 AL-QUR’AN (2) (Makna Etimologis) Kata al-Qur’an adalah ismun jamid ghairu mahmudz (suatu isim yang berkenaan dengan nama yang khusus diberikan al-Qur’an (pendpt. Asy- Syafi’i) Kata al-Qur’an adalah ismun jamid ghairu mahmudz (suatu isim yang berkenaan dengan nama yang khusus diberikan al-Qur’an (pendpt. Asy- Syafi’i) Kata al-Qur’an merupakan pecahan dari kata qaro’in (jama; dari kata qorinah), yang berarti kaitan, indikator, petunjuk. Sebab sebagaian ayat- ayat al-Qur’an itu serupa dengan ayat-ayat yang lain, oleh karenanya seolah-olah sebagain ayat-ayatnya merupakan indikator (petunjuk) dr apa yang dimaksud oleh ayat-ayat lainnya (Pendpt. Al-Farra’) Kata al-Qur’an merupakan pecahan dari kata qaro’in (jama; dari kata qorinah), yang berarti kaitan, indikator, petunjuk. Sebab sebagaian ayat- ayat al-Qur’an itu serupa dengan ayat-ayat yang lain, oleh karenanya seolah-olah sebagain ayat-ayatnya merupakan indikator (petunjuk) dr apa yang dimaksud oleh ayat-ayat lainnya (Pendpt. Al-Farra’) Kata al-Qur’an merupakan pecahan dari kata qarona yang berarti “menggabungkan sesuatu dengan yang lain”, sebab surat-surat dan ayat- ayat dalam al-Qur’an dihimpun dan digabungkan dalam satu mushhaf.(Pendpt. Al-Asy’ari). Kata al-Qur’an merupakan pecahan dari kata qarona yang berarti “menggabungkan sesuatu dengan yang lain”, sebab surat-surat dan ayat- ayat dalam al-Qur’an dihimpun dan digabungkan dalam satu mushhaf.(Pendpt. Al-Asy’ari). Al-Qur’an berasal dari bahasa hebrew “kiryani’’ yang berarti yang dibacakan (Pendpt. Weelhausen). Al-Qur’an berasal dari bahasa hebrew “kiryani’’ yang berarti yang dibacakan (Pendpt. Weelhausen). Al-Qur’an terambil dari asal kata al-qor’u yang berarti al-jam’u “penghimpunan”, karena di dalamnya memuat kumpulan intisari dari kitab- kitab terdahulu (Pendpt. Az-Zajjaj) Al-Qur’an terambil dari asal kata al-qor’u yang berarti al-jam’u “penghimpunan”, karena di dalamnya memuat kumpulan intisari dari kitab- kitab terdahulu (Pendpt. Az-Zajjaj) Al-Qur’an mengikuti wazan Ghufran, merupakan pecahan dari akar kata qoro’a, yg berarti tala (membaca). Lafadz al-Qur’an adalam isim mashdar dengan arti isim maf’ul, yaitu al-maqru’ “yang dibaca” (pendpt. Al-lihyani) (Q.S. al-Qiyamah (75): ) Al-Qur’an mengikuti wazan Ghufran, merupakan pecahan dari akar kata qoro’a, yg berarti tala (membaca). Lafadz al-Qur’an adalam isim mashdar dengan arti isim maf’ul, yaitu al-maqru’ “yang dibaca” (pendpt. Al-lihyani) (Q.S. al-Qiyamah (75): )

6 AL-QUR’AN (3) (TERMINOLOGIS-1) Firman Allah yang mengandung mukjizat, yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul terakhir, dengan perantara Malaikat Jibril, yang tertulis dalam mushhaf, yang disampaikan kepada kita secara mutawatir, yang membacanya dianggap sebagai ibadah, yang dimulai dari surat al-Fatihah dan ditutup dengan surat an-Nas. Firman Allah yang mengandung mukjizat, yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul terakhir, dengan perantara Malaikat Jibril, yang tertulis dalam mushhaf, yang disampaikan kepada kita secara mutawatir, yang membacanya dianggap sebagai ibadah, yang dimulai dari surat al-Fatihah dan ditutup dengan surat an-Nas. Lafadz berbahasa Arab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang disampaikan kepada kita secara mutawatir, yang membacanya dianggap sebagai ibadah, yang menantang setiap orang untuk menyusun walaupun dg membuat surat yang terpendek dari padanya yang dimulai dari surat al-Fatihah dan ditutup dengan surat an-Nas. Lafadz berbahasa Arab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang disampaikan kepada kita secara mutawatir, yang membacanya dianggap sebagai ibadah, yang menantang setiap orang untuk menyusun walaupun dg membuat surat yang terpendek dari padanya yang dimulai dari surat al-Fatihah dan ditutup dengan surat an-Nas. Perkataan yang mengandung mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang tertulis dalam mushhaf yang disampaikan secara mutawatir yang membacanya dianggap sebagai ibadah. Perkataan yang mengandung mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang tertulis dalam mushhaf yang disampaikan secara mutawatir yang membacanya dianggap sebagai ibadah.

7 AL-QUR’AN (3) (TERMINOLOGIS-2) 1. Al-Qur’an merupakan Firman Allah. (al-Kahfi [18]:109 dan Lukman [31]: 27) 2. Al-Qur’an berbahasa Arab (Yusuf [12]: 2) 3. Al-Qur’an adalah Mu’jizat (an-Nisa’ [4]: 82) 4. Al-Qur’an diterima secara mutawatir 5. Al-Qur’an tertulis dalam mushhaf 6. Al-Qur’an memberikan tantangan kepada siapa saja yang ingin menandinginya (al-Isra’ [17]:88; Hud [11]: 13; Yunus [10]: 38). 7. Al-Qur’an adalah bacaan yang bernilai ibadah bagi pembacanya (HR. al-Bukhari dan HR.Tirmidzi) 8. Al-Qur’an diawali dari Surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Nas.

8 7 PROSES TRANSMISI AL-QURAN ALLAH LAUH AL-MAHFUZH (Harddisk) JIBRIL (gelombang elektro) MUHAMMAD Naskah lengkap download secara munajjiman UMAT MANUSIA BAITUL ‘IZZAH (server) Isyarat Bunyi lonceng Getaran Suara riuh source uploa d

9 AL-QUR’AN (4) (Nama lain al-Qur’an) Al-Fairuz Abadi mengatakan ada sekitar 100 nama lain dari al-Qur ’ an. Di antara sekian banyak nama, yang paling terkenal adalah al-Kitab (al- Baqarah [2]: 2; al-A ’ raf [7]: 2 dll) dan al-Qur ’ an (al-Baqarah [2]: 185; al- Hijr [15]: 87; dll). Di namakan Al-Kitab karena memberi pengertian karena wahyu itu dirangkum dalam bentuk tulisan yang merupakan huruf-huruf dan menggambarkan ucapan. Dinamakan al-Qur ’ an karena wahyu itu tersimpan dalam dada manusia, mengingat nama al-Qur ’ an berasal dari kata qira ’ ah dan di dalam qiro ’ ah terkandung makna “ agar selalu diingat ”. Dengan dua nama tersebut mengisyaratkan makna wahyu tersebut akan senantiasa terpelihara dalam dua bentuk hafalan dan tulisan. Selain dua nama lain al-Qur ’ an di atas, yang juga masyhur adalah al- Furqan (Ali Imran [3]: 4; al-Furqan [25]:1 ; dll), azd-Dzikr (al-Hijr [15]: 9); at-Tanzil (as-Syu ’ ara [26]: 129) dan masih banyak yang lain.

10 Dalam Al-Qur'an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur'an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya: Al-Kitab, QS(2:2),QS (44:2) Al-Kitab, QS(2:2),QS (44:2) Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1) Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1) Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9) Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9) Al-Mau'idhah (pelajaran/nasehat): QS(10:57) Al-Mau'idhah (pelajaran/nasehat): QS(10:57) Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37) Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37) Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39) Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39) Asy-Syifa' (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82) Asy-Syifa' (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82) Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33) Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33) At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192) At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192) Ar-Rahmat (karunia): QS(27:77) Ar-Rahmat (karunia): QS(27:77) Ar-Ruh (ruh): QS(42:52) Ar-Ruh (ruh): QS(42:52) Al-Bayan (penerang): QS(3:138) Al-Bayan (penerang): QS(3:138) Al-Kalam (ucapan/firman): QS(9:6) Al-Kalam (ucapan/firman): QS(9:6) Al-Busyra (kabar gembira): QS(16:102) Al-Busyra (kabar gembira): QS(16:102) An-Nur (cahaya): QS(4:174) An-Nur (cahaya): QS(4:174) Al-Basha'ir (pedoman): QS(45:20) Al-Basha'ir (pedoman): QS(45:20) Al-Balagh (penyampaian/kabar) QS(14:52) Al-Balagh (penyampaian/kabar) QS(14:52) Al-Qaul (perkataan/ucapan) QS(28:51) Al-Qaul (perkataan/ucapan) QS(28:51)

11 Posisi dan Fungsi al-Qur`an 10 AAl- Qur`an adalah wahyu dan kalamullah. (QS. 4: :1-2) AAl-Qur`an bukan saja sebagai kitab suci (scripture) melainkan juga petunjuk (al-hudâ) (QS.2:2) kabar gembira dan rahmat (QS. 31:3). AAl-Qur`an Ibarat katalog sebuah produk barang. (Syaikh Sya`rawi). AAl-Qur`an bagaikan mutiara (Abdullah Darroz). KKarakterisrik Al-Qur`an. AAl-Quran dan Perubahan Rialita Kehidupan. ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ. قال: هم المؤمنون وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا ( الإسراء :82 )

12 SEJARAH PEMELIHARAAN AL-QUR’AN Dipercayai oleh umat Islam bahwa penurunan Al-Qur'an terjadi secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 13 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat MadaniyahPemeliharaan al-Qur’an terletak pada proses pengumpulannya (al-Jam’u). Sedangkan pengumpulan al-Qur’an bisa dimaknai dengan 3 pengertian: 1. Menghafal al-Qur’an secara hati-hati 2. Penulisan dan pembukuan seluruh isi al-Qur’an (kodifikasi) 3. Merekam suara bacaan al-Qur’an

13 KODIFIKASI AL-QUR’AN (1) 1. Pada masa Rasulullah: a. Para penulis wahyu (al-Kutab al-wahyi): Abu bakar, Umar bin al-Khatab, Usman bin affan, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin tsabit, Ubay bin kaab, Muawiyah bin abi Sufyan, Yazin bin Abi Sufyan, Khalid bin Sa’id al-Ash, Handhalah bin ar-Rabi’, Zubair bin al-Awwam, dll. b. Pola pengumpulan: Zaid bin Tsabit mengatakan, “Kami bersama Rasulullah megurutkan al-Qur’an pada kulit daun.” Maksudnya adalah: kami mengumpulkan secara teratur dan tertib ayat-ayatnya di kulit kayu atau kulit daun”. c. Alat Tulis: pelepah kurna, batu-batu yang tipis, potongan dari kulit kayu atau dedaunan, kumpulan pelepah kurma yang lebar, tulang kambing, tulang unta yang lebar.

14 KODIFIKASI AL-QUR’AN (2) 2. Pada Masa Abu Bakar: a. Latar Belakang: peristiwa perang yamamah pada tahun ke 2 H yang telah merenggut banyak nyawa para penghafal al-Qur’an. b. Pengusul: ‘Umar bin al-Khattab. c. Zaid bin Tsabit terpilih sebagai ketua Tim karena: 1. termasuk penghafal al-Qur’an, 2. Menyaksikan “pertemuan terakhir” terhadap al-Qur’an. 3. termasuk penulis wahyu untuk Rasulullah, 4. cerdas dan berakhlak mulia. d. Metode pengumpulan: Tautsiq dan Tatsabbut. e. Prinsip: 1. Apa yang ditulis di hadapan Rasulullah 2.apa yang dihafal oleh pada sahabat, 3. disetujui oleh dua orang saksi, 4. Apa yang telah diterima oleh sahabat dari Rasulullah.

15 KODIFIKASI AL-QUR’AN (3) 2. Pada Masa Usman bin Affan: a. Latar Belakang: Perbedaan dialek bacaan (fatabayyanu dan fatastabbatu (Q.S. al-Hujurat: 6). b. Panitia: Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin al-Ash, Abdurrahman bin al-Harits al-Hisyam. c. Metode pengumpulan: Mengihilangkan tanda ganda d. Prinsip: 1. Usman meminta al-Qur’an yang disimpan di rumah Hafshah dan menyerahkan kepada tim untuk di salin. 2. jika ditemukan satu ayat mengandung lebih dari satu bacaan, maka dipilih mana yang bacaan Arab Qurais. 3. setelah selesai digandakan dan dikirimm ke Makah, Madinah, di Kufah, Syam, dan Basrah.

16 15 KEMUKJIZATAN AL-QUR’AN Al-Qur’an turun di zaman mutakhir dan memiliki elastisitas. Bersifat holistik dan universal (shālihun likulli zamānin wa makānin). Elastisitas Al-Qur’an terletak pada penafsiran ayatnya. Memiliki banyak arti, terdiri dari kalimat musytarak. Simbol, nama surat, urutan ayat dsb juga memiliki banyak interpretasi. Al-Qur’an memiliki redaksi dan kata yang mudah dimengerti. Meski begitu, memiliki hikmah. Termasuk diantaranya, ungkapan kebahagiaan (Al-Jannah) dan penderitaan (an-Nār) yang bersifat simbolik dan indrawi, sehingga orang yang sangat awampun dapat memahaminya. Ini adalah mu’jizat abadi yang bersifat inhern. Kemujizatan yang bersifat inhern, terus menerus ditemukan oleh para ahli yang mendalaminya dari berbagai sudut keilmuan. Kesehatan, genetika, geologi, matematika, antariksa, dll, termasuk di dalamnya,informatika.

17 Berapa banyak umat Islam Indonesia yang memiliki Al-Quran ? Berapa banyak umat Islam Indonesia yang memiliki Al-Quran ? Berapa banyak umat Islam Indonesia yang membaca Al-Quran setiap hari ? Berapa banyak umat Islam Indonesia yang membaca Al-Quran setiap hari ? Berapa banyak umat Islam Indonesia yang bisa memahami dan menghayati ayat Al- Quran ? Berapa banyak umat Islam Indonesia yang bisa memahami dan menghayati ayat Al- Quran ? Berapa banyak umat Islam Indonesia yang sudah mengamalkan kandungan dan pesan Al-Quran ? Berapa banyak umat Islam Indonesia yang sudah mengamalkan kandungan dan pesan Al-Quran ?

18 Kwalitas umat Islam

19 REALITA UMAT siswa SD adalah merupakan korban narkoba (Tabloit jumat Koran Republika 7 des 07 ) kasus narkoba, sebagaiman catatan BNN pada tahun Apalagi ribu / tahun nyawa hilang = per-hari 40 orang meninggal ( Menpora 2008 ). Indeks Persepsi Korupsi rangking ke 7 diantara 163 negara [Transparancy Internasional] Kasus kekerasan pada anak mencapai 13,5 juta kasus [Komnas Perlindungan anak ). Jumlah HIV dan AIDS di Indonesia: dengan kematian: 3197 (depkes, 2008) Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan di Indonesia pada Bulan Maret 2009 sebesar 32,53 juta (14,15 persen). (BPS 2009). Belum lagi berbagai MUSIBAH dan KRISIS MULTIDEMENSI  Jika memperhatikan keadaan umat Islam, akan kita dapati berbagai indikasi kemerosotan dalam hampir seluruh aspek kehidupan, baik akidah, ibadah, ataupun moralitas. Fenomena kemusyrikan terjadi di mana-mana. Di antara yang paling menonjol adalah praktik perdukunan. Ditambah lagi dengan pesatnya perkembangan aliran-aliran sesat yang memanfaatkan kebodohan umat.

20 Dimana yang salah 19

21 MASALAH BESAR KITA وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (17) EMPAT X DIULANG DLM S. AL-QOMAR وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ (269) Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). ( QS; al-Baqorah 269) أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآَنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا (24) Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci? (Muhammad 24). -TIDAK BISA BACA -BISA BACA TIDAK PAHAM -PAHAM TIDAK MAU MENGAMALKAN -MENGAMALKAN TAPI SALAH KAPRAH KEMAUAN MAU....4X

22 Kita Dan Al-Qur`an Membacanya Mentadaburinya Mengamalkan Menghafalnya

23 اقرؤوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه (مسلم) اقرؤوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه (مسلم) عليك بتلاوة القرآن فإنه نور لك في الأرض ودخر لك في السماء(ابن حبان) عليك بتلاوة القرآن فإنه نور لك في الأرض ودخر لك في السماء(ابن حبان) إن البيت الذي يقرأ فيه القرآن يكثر خيره والبيت الذي لا يقرأ فيه القرآن يقل خيره (البزار) إن البيت الذي يقرأ فيه القرآن يكثر خيره والبيت الذي لا يقرأ فيه القرآن يقل خيره (البزار) Rasulullah bersabda: " Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur`an dan mengajarakannya".(HR: Bukhori, Turmudzi, Abu Dawud). Rasulullah bersabda: " Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur`an dan mengajarakannya".(HR: Bukhori, Turmudzi, Abu Dawud). Rasulullah bersabda: " Perumpamaan orang m`min yang membaca al-Qur`an adalah seperti buah Utrujah (semacam Apel); baunya wangi dan enak rasanya. Dan orang mu`min yng tidak mau membaca al-Qur`an, bagaikan buah kurma; tidak berbau tapi enak rasanya. Adapun orang munafiq yang mau membaca al-Qur`an seperti buah Raihanah; enak baunya tapi pahit rasanya. Dan orang munafiq yang tidak mau membaca al-Qur`an bagai Handholah; tidak berbau dan pahit rasanya. ( HR: Bukhori Muslim Turmudzi Nasai dan Abu Dawud). Rasulullah bersabda: " Perumpamaan orang m`min yang membaca al-Qur`an adalah seperti buah Utrujah (semacam Apel); baunya wangi dan enak rasanya. Dan orang mu`min yng tidak mau membaca al-Qur`an, bagaikan buah kurma; tidak berbau tapi enak rasanya. Adapun orang munafiq yang mau membaca al-Qur`an seperti buah Raihanah; enak baunya tapi pahit rasanya. Dan orang munafiq yang tidak mau membaca al-Qur`an bagai Handholah; tidak berbau dan pahit rasanya. ( HR: Bukhori Muslim Turmudzi Nasai dan Abu Dawud). Rasulullah bersabda: “ Bacalah al-Qur`an sesunggunya ia di hari Qiyamat bisa mensyafaati pembacanya ” ( HR Muslim). Rasulullah bersabda: “ Bacalah al-Qur`an sesunggunya ia di hari Qiyamat bisa mensyafaati pembacanya ” ( HR Muslim). 22 Kenapa hrs baca Al-Qur`an

24 MEMBACA Al-Qur`an NIAT KEADAN SUCI ILMU TAJWID SUARA YG JELAS MENANGIS ISTIQOMAH BERNILAILEBIHBERNILAILEBIH

25 عن ابن مسعود قال: قال لي النبي اقرأ علي " قلت: يا رسول الله، أقرأ عليك وعليك أُنزلَ؟ قال: “ نعم، إني أحب أن أسمعه من غيري" فقرأت سورة النساء، حتى أتيت إلى هذه الآية: { فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاءِ شَهِيدًا } قال: "حسبك الآن" فإذا عيناه تَذْرِفَان.an-nisa 41) ، رواه البخاري) عن ابن مسعود قال: قال لي النبي اقرأ علي " قلت: يا رسول الله، أقرأ عليك وعليك أُنزلَ؟ قال: “ نعم، إني أحب أن أسمعه من غيري" فقرأت سورة النساء، حتى أتيت إلى هذه الآية: { فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاءِ شَهِيدًا } قال: "حسبك الآن" فإذا عيناه تَذْرِفَان.an-nisa 41) ، رواه البخاري) وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ ( ash-shoffat24) Umar - وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ ( ash-shoffat24) Umar - Ziarah bin abi aufa, ketika menjadi imam subuh dan membaca al mudassir 8-9.(فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ (8) فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ (9)), ia terjatuh kemudian meninggal. Ziarah bin abi aufa, ketika menjadi imam subuh dan membaca al mudassir 8-9.(فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ (8) فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ (9)), ia terjatuh kemudian meninggal. قال مالك بن دينار: يا أهل القرأن ماذا زرع الله في قلوبكم ؟ فإن القرآن ربيع القلوب كما أن الغيث ربيع الأرض. قال مالك بن دينار: يا أهل القرأن ماذا زرع الله في قلوبكم ؟ فإن القرآن ربيع القلوب كما أن الغيث ربيع الأرض. Rasulullah bersabda: "... tidaklah kumpul sekelompok orang didalam salah satu rumah Allah, mereka membaca al-Qur`an, dan mempelajarinya, kecuali Allah menurunkan baginya ketenangan, rahmah, dikelilingi para malaikat dan Allah akan menyebut mereka kepada makhluq yang berada disisinya.(HR: Muslim, Abu Dawud). Rasulullah bersabda: "... tidaklah kumpul sekelompok orang didalam salah satu rumah Allah, mereka membaca al-Qur`an, dan mempelajarinya, kecuali Allah menurunkan baginya ketenangan, rahmah, dikelilingi para malaikat dan Allah akan menyebut mereka kepada makhluq yang berada disisinya.(HR: Muslim, Abu Dawud). (problema kita: tkd mau baca, klau baca gak pahm…) (problema kita: tkd mau baca, klau baca gak pahm…) 24 al-Qur`an dalam Pandangan Salaf

26 Tadabbur Al-Qur`an Hati Bersih Bahasa Al-Qur`an Analisa Keagungan Al-Qur`an Tafsir Diskusikan BERNILAILEBIHBERNILAILEBIH

27 Aktsaruhum qur`aanan 26 Suatu siang Rasulullah SAW hendak mengirim serombongan utusan yang terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah SAW meminta kepada para sahabat yang akan berangkat itu agar masing-masing membacakan ayat-ayat Al-Qur'an yang telah mereka hapal kepada Rasulullah SAW. "Ayat apa saja yang telah engkau hafal, Wahai anak muda?" Tanya Rasulullah sambil mendekati anak muda tersebut. "Saya telah hafal beberapa surat, termasuk di dalamnya surat Al-Baqarah." Jawab anak muda tersebut. "Engkau hapal surat Al-Baqarah?" Tanya Rasulullah kembali. Anak itu pun menjawab, "Benar, Ya Rasulullah!“ "Berangkatlah, dan engkau diangkat sebagai ketua mereka." Tutur Rasulullah. Lalu pemuda itu pun berkata kembali dengan penuh ketegasan, "Demi Allah, Ya Rasulullah! Tidak ada yang menghalangi saya mempelajari surat Al-Baqarah, melainkan takut kalau aku tak sanggup melaksanakan firman-firman yang terkandung di dalamnya". "Pelajarilah dan bacalah dia!" sambut Rasulullah SAW, "Sesungguhnya perumpamaan orang yang mempelajari Al-Qur'an, kemudian membacanya dan melaksanakan firman-firman yang terkandung di dalamnya, tak ubahnya bagaikan botol minyak yang harum, yang berisi penuh minyak kasturi dan menyebarkan keharumannya ke segala arah. Dan perumpamaan orang yang mempelajarinya, lalu ia lelap tidur (baca : tidak mengamalkan kandungan Al-Qur'an), tak ubahnya bagaikan seperti botol minyak harum yang tertutup rapat, sehingga tidak tercium bau harumnya." (HR. At-Tirmidzi). Suatu siang Rasulullah SAW hendak mengirim serombongan utusan yang terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah SAW meminta kepada para sahabat yang akan berangkat itu agar masing-masing membacakan ayat-ayat Al-Qur'an yang telah mereka hapal kepada Rasulullah SAW. "Ayat apa saja yang telah engkau hafal, Wahai anak muda?" Tanya Rasulullah sambil mendekati anak muda tersebut. "Saya telah hafal beberapa surat, termasuk di dalamnya surat Al-Baqarah." Jawab anak muda tersebut. "Engkau hapal surat Al-Baqarah?" Tanya Rasulullah kembali. Anak itu pun menjawab, "Benar, Ya Rasulullah!“ "Berangkatlah, dan engkau diangkat sebagai ketua mereka." Tutur Rasulullah. Lalu pemuda itu pun berkata kembali dengan penuh ketegasan, "Demi Allah, Ya Rasulullah! Tidak ada yang menghalangi saya mempelajari surat Al-Baqarah, melainkan takut kalau aku tak sanggup melaksanakan firman-firman yang terkandung di dalamnya". "Pelajarilah dan bacalah dia!" sambut Rasulullah SAW, "Sesungguhnya perumpamaan orang yang mempelajari Al-Qur'an, kemudian membacanya dan melaksanakan firman-firman yang terkandung di dalamnya, tak ubahnya bagaikan botol minyak yang harum, yang berisi penuh minyak kasturi dan menyebarkan keharumannya ke segala arah. Dan perumpamaan orang yang mempelajarinya, lalu ia lelap tidur (baca : tidak mengamalkan kandungan Al-Qur'an), tak ubahnya bagaikan seperti botol minyak harum yang tertutup rapat, sehingga tidak tercium bau harumnya." (HR. At-Tirmidzi).

28 Menghafal Al-Qur`an Azam Kuat Jiwa Tenang Baca & Pahami Jadwal & Target Istiqomah Pembimbing BERNILAILEBIHBERNILAILEBIH

29 Peringatan Rasulullah dalm s.Al-furqon Peringatan Rasulullah dalm s.Al-furqon وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآَنَ مَهْجُورًا (30) وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآَنَ مَهْجُورًا (30) كما قال تعالى: { وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ } [ فصلت : 26] كما قال تعالى: { وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ } [ فصلت : 26] وكانوا إذا تلي عليهم القرآن أكثروا اللغط والكلام في غيره، حتى لا يسمعوه. فهذا من هجرانه، وترك [علمه وحفظه أيضا من هجرانه، وترك] (9) الإيمان به وتصديقه من هجرانه، وترك تدبره وتفهمه من هجرانه، وترك العمل به وامتثال أوامره واجتناب زواجره من هجرانه، والعدولُ عنه إلى غيره -من شعر أو قول أو غناء أو لهو أو كلام أو طريقة مأخوذة من غيره -من هجرانه ( ابن كثير 6/ 108) وكانوا إذا تلي عليهم القرآن أكثروا اللغط والكلام في غيره، حتى لا يسمعوه. فهذا من هجرانه، وترك [علمه وحفظه أيضا من هجرانه، وترك] (9) الإيمان به وتصديقه من هجرانه، وترك تدبره وتفهمه من هجرانه، وترك العمل به وامتثال أوامره واجتناب زواجره من هجرانه، والعدولُ عنه إلى غيره -من شعر أو قول أو غناء أو لهو أو كلام أو طريقة مأخوذة من غيره -من هجرانه ( ابن كثير 6/ 108) Rasulullah bersabda:"... sesungguhnya Allah dengan kitab ini (al- Qur`an) mengangkat dan menghinakan sebuah kaum..(HR: Muslim). Rasulullah bersabda:"... sesungguhnya Allah dengan kitab ini (al- Qur`an) mengangkat dan menghinakan sebuah kaum..(HR: Muslim). 28 Perlunya pengamalan

30 Mengamalkan Al-Qur`an Sesuai Salaf Sesuai Kemampuan Paham Fikih da`wah Paham fikih ikhtilaf No Ifroth wa Tafrith Ikhlas BERNILAILEBIHBERNILAILEBIH

31 KAIDAH DASAR BERINTERAKSI DG AL-QUR`AN Percaya secara totalitas terhadap kebenaran teks al-Qur`an dan menundukkan sebuah realita yang berseberangan kepadanya. Percaya secara totalitas terhadap kebenaran teks al-Qur`an dan menundukkan sebuah realita yang berseberangan kepadanya. Membuka al-Qur`an dengan Hati yang jernih dan penuh pengagungan. Membuka al-Qur`an dengan Hati yang jernih dan penuh pengagungan. Menjadikan pemahaman Shahabat sebagai referensi utama ketika memahami al-Qur`an. Menjadikan pemahaman Shahabat sebagai referensi utama ketika memahami al-Qur`an. Memasuki al-Quran tanpa ada tendensi-tendensi tertentu. Memasuki al-Quran tanpa ada tendensi-tendensi tertentu. Memperhatikan hak-hak al-Quran yang harus dipahami oleh setiap yang akan menafsirkannya, yaitu antara lain: pandangan komprehensif terhadap al- Quran, memahami makna ragam qirâ`ât yang ada, memahami retorika dan konteks (siyâq) al-Quran, memperhatikan sebab nuzul dan tradisi bahasa al- Quran, mengerti ayat-ayat yang musykil atau terkesan kontradiksi. Mengembalikan masalah-masalah mutasyabih kepada muhkamat. Memperhatikan hak-hak al-Quran yang harus dipahami oleh setiap yang akan menafsirkannya, yaitu antara lain: pandangan komprehensif terhadap al- Quran, memahami makna ragam qirâ`ât yang ada, memahami retorika dan konteks (siyâq) al-Quran, memperhatikan sebab nuzul dan tradisi bahasa al- Quran, mengerti ayat-ayat yang musykil atau terkesan kontradiksi. Mengembalikan masalah-masalah mutasyabih kepada muhkamat. Memahami realitas kehidupan secara baik, sehingga mampu mendialogkan ayat-ayat al-Quran dengan perubahan rialita kehidupan secara baik dan benar. Dengan tanpa mengorbankan asas-asas dasar pokok agama. Memahami realitas kehidupan secara baik, sehingga mampu mendialogkan ayat-ayat al-Quran dengan perubahan rialita kehidupan secara baik dan benar. Dengan tanpa mengorbankan asas-asas dasar pokok agama. 30

32 Perlunya PAUD al-Qur`an: Perlunya PAUD al-Qur`an: وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُواقَوْلًا سَدِيدًا ( النساء: 9) وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُواقَوْلًا سَدِيدًا ( النساء: 9) Menghindarkan anak dari kegilaan waktu kecil. Menghindarkan anak dari kegilaan waktu kecil. Cepat lebih dewasa. Cepat lebih dewasa. Menambah cerdas. Menambah cerdas. Bekal dewasa Bekal dewasa Berkah dalam hidupnya Berkah dalam hidupnya ANAK SHOLEH MEMBERI SYAFAAT ANAK SHOLEH MEMBERI SYAFAAT cerita anak mesir hafal al-quran cerita anak mesir hafal al-quran cerita di sudan anak penghafal al-Qur`an cerita di sudan anak penghafal al-Qur`an 31 Pentingnya Generasi al-Qur`an Investasi dunia akherat (full profit)

33 PENGAMALAN..... Bukan pengalaman Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? (QS. 61:2). ADA BENANG MERAH ANTARA PERILAKU DAN MUSIBAH وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

34 AL-QUR’AN (5) (ISI KANDUNGAN) Dimensi Keagamaan: Dimensi Keagamaan: 1. Tauhid (Q.S. an-Nahl [16]:36; al-Ahzab [33]:40) 2. Janji dan ancaman (Q.S. an-Nur [24]:55; at-Taubah [9]: 67-68; al-Hajj [22]:72) 3. Ibadah (QS. Azd-Dariyat: 56) 4. Jalan dan cara mencapai kebahagiaan (Q.S. al-Fatihah [1]: 6) 5. Kisah-kisah umat manusi sebelum Nabi Muhammad Dimensi Keilmuan Dimensi Keilmuan Menurut Dr. M. Ijazul Khatib dari Univ. Damaskus 750 ayat al-Qur’an, hampir 1/8 seluruh isinya, menegur orang-orang beriman untuk mempelajari alam semesta, untuk berpikir, menggunakan nalar sebaik-baiknya, dan untuk menggunakan kegiatan ilmiah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat. Menurut Dr. M. Ijazul Khatib dari Univ. Damaskus 750 ayat al-Qur’an, hampir 1/8 seluruh isinya, menegur orang-orang beriman untuk mempelajari alam semesta, untuk berpikir, menggunakan nalar sebaik-baiknya, dan untuk menggunakan kegiatan ilmiah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat.

35 Struktur dan pembagian Al-Qur'an 1. Surat, ayat dan ruku‘ Al-Qur'an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat). Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar dan Al-‘A?r. Total jumlah ayat dalam Al-Qur'an mencapai 6236 ayat di mana jumlah ini dapat bervariasi menurut pendapat tertentu namun bukan disebabkan perbedaan isi melainkan karena cara/aturan menghitung yang diterapkan. Surat-surat yang panjang terbagi lagi atas sub bagian lagi yang disebut ruku' yang membahas tema atau topik tertentu. 2. Makkiyah dan Madaniyah Sedangkan menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi atas surat-surat Makkiyah (surat Mekkah) dan Madaniyah (surat Madinah). Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat tertentu di mana surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah. Pembagian berdasar fase sebelum dan sesudah hijrah ini lebih tepat,sebab ada surat Madaniyah yang turun di Mekkah 3. Juz Dalam skema pembagian lain, Al-Qur'an juga terbagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz. Pembagian ini untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan bacaan Al-Qur'an dalam 30 hari (satu bulan). 4. Menurut ukuran surat Kemudian dari segi panjang-pendeknya: As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Yaitu Surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisaa’, Al-A’raaf, Al-An’aam, Al Maa-idah dan Yunus As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Yaitu Surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisaa’, Al-A’raaf, Al-An’aam, Al Maa-idah dan Yunus Al Miuun (seratus ayat lebih), seperti Hud, Yusuf, Mu'min dan sebagainya Al Miuun (seratus ayat lebih), seperti Hud, Yusuf, Mu'min dan sebagainya Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), seperti Al-Anfaal, Al-Hijr dan sebagainya Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), seperti Al-Anfaal, Al-Hijr dan sebagainya Al Mufashshal (surat-surat pendek), seperti Adh-Dhuha, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan sebagainya Al Mufashshal (surat-surat pendek), seperti Adh-Dhuha, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan sebagainya

36 35 RELEVANSI AL-QUR’AN dan ILMU INFORMATIKA ISTILAH ARAB DALAM AL-QURAN NABI pembawa berita agung dari tuhan RASUL jabatan pembawa risalah dari Tuhan AL-KITAB kumpulan informasi dari Tuhan LAUH AL-MAHFUZH tempat menyimpan Informasi (hard disk) RAQIB ‘ATIB pembuat & informasi audio visual (multimedia) TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

37 36 PROSES TURUNNYA WAHYU Peristiwa turunnya wahyu = proses transmisi informasi digital. Turunnya wahyu al-Qur’an adalah proses transfer informasi digital dengan sistem SMS (sort massage service). SMS dari Allah kepada Nabi Muhammad dikirim melalui gelombang elektromagnetik (Jibril). Data tersebut berasal dari satelit, Baitul ‘Izzah sebagai servernya. Data di Baitul ‘Izzah merupakan data yang telah diupload, berasal dari source yang tersimpan di lauh al- mahfuzh (hard disk) alam semesta.

38 37 Pengiriman data keseluruhan disebut copy paste, sedangkan pengiriman data dengan pesan pendek disebut SMS. Isyarat sebagai tanda masuknya wahyu data al-Quran, saat ini dikenal dengan istilah ringtone. Nabi dan Rasulullah adalah orang yang memiliki antena spiritual tertinggi dan terbaik, sehingga connected dengan sinyal yang terpancar dari Baitul ‘Izzah, yg disebut jibril.

39 ULUMUL QUR’AN Seluruh pembahasan yang berhubungan dengan al-Qur’an, baik dari segi penyusunannya, pengumpulannya, sistematikanya, perbedaan antara surat Makiyah dan Madaniyah, pengetahuan tentang nasikh dan mansukh, pembahasan tentang ayat-ayat yang muhkamat dan mutasyabihat, serta pembahasan- pembahasan lain yang berhubungan dan yang ada sangkut-pautnya dengan al-Qur’an. Seluruh pembahasan yang berhubungan dengan al-Qur’an, baik dari segi penyusunannya, pengumpulannya, sistematikanya, perbedaan antara surat Makiyah dan Madaniyah, pengetahuan tentang nasikh dan mansukh, pembahasan tentang ayat-ayat yang muhkamat dan mutasyabihat, serta pembahasan- pembahasan lain yang berhubungan dan yang ada sangkut-pautnya dengan al-Qur’an.

40 ULUMUL QUR’AN YANG POKOK 1. Ilmu mawathinin nuzul. 2. Ilmu Tawarikhin nuzul, 3. Ilmu asbab an-Nuzul, 4. Ilmu Qira’ah, 5. Ilmu Tadwid, 6. Ilmu Garibil Qur’an 7. Ilmu I’rabil Qur’an, 8. Ilmu Wujuh wan-Nadhair 9. Ilmu Ma’rifatil muhkam wal mutsyabih, 10. Ilmu Nasikh wal Mansukh, 11. Ilmu Badi’il Qur’an, 12. Ilmu I’jazil Qur’an, 13. Ilmu Tanasubil ayatil Qur’an 14. Ilmu Aqsamil Qur’an, 15. IlmU Amtsalil Qur’an, 16. Ilmu Jadalil Qur’an, 17. Ilmu adabit Tilawatil Qur’an

41 Sej. Pertumbuhan Ulumul Qur’an 1. Pada masa Nabi Muhammad hidup dan masa sahabat ilmu al-Qur’an sudah ada tetapi masih oral. 2. Kodifikasi ulumul qur’an periode awal: A. Abad IV Aja’ib ulum al-Qur’an karya Abu Bakar al-Anbari,(Abad IV) Aja’ib ulum al-Qur’an karya Abu Bakar al-Anbari,(Abad IV) Al-Mukhtazan fi ‘Ulumil Qur’an karya Abu Hasan Al Asy’ari Al-Mukhtazan fi ‘Ulumil Qur’an karya Abu Hasan Al Asy’ari Al-Istighna fi Ulumil Qur’an karya Muhammad bin Ali al-Adfawi Al-Istighna fi Ulumil Qur’an karya Muhammad bin Ali al-Adfawi B. Abad VI Fununul Afnan fi Ajabil Qur’an karya Ibnu Jauzi

42 Akhlak Terhadap Al-Qur’an 1. Membersihkan mulut dengan bersiwak sebelum membaca Al Qur'an. 2. Membaca Al Qur'an di tempat yang bersih 3. Menghadap kiblat. 4. Membaca ta'awudz (An-Nahl 16:98) 5. Membaca basmalah (Bismillahirrahmaanirrahiim) di permulaan tiap surat kecuali surat At Taubah. 6. Khusyu' dan teliti pada setiap ayat yang dibaca (An-Nisa 4:82) (Shaad 38:29) 7. Memperindah, melagukan dan memerdukan suara dalam membaca Al Qur'an. 8. Tidak Bercanda dalam membaca Al Qur'an (Al-’A’raf 7:204) 9. Memperhatikan bacaan/tartil (yang panjang dipanjangkan dan yang pendek dipendekkan). (Al-Muzammil 73:4) 10. Berhenti untuk berdoa ketika membaca ayat rahmat dan ayat azab. 11. Menangis, sedih dan terharu ketika membaca Al Qur'an (Al-Isra’ 17:109) 12. Suara tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan. 13. Menghindari tawa, canda dan bicara saat membaca.

43 Sekian سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك و أتوب اليك 42


Download ppt "AKHLAK TERGADAP AL- QUR’AN DWI SANTOSA PAMBUDI, SHI,MSI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google