Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

11 PARASIT PADA IMMUNOCOMPROMISED Dr. Selfi Renita Rusjdi M.Biomed Bagian Parasitologi FK UNAND.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "11 PARASIT PADA IMMUNOCOMPROMISED Dr. Selfi Renita Rusjdi M.Biomed Bagian Parasitologi FK UNAND."— Transcript presentasi:

1 11 PARASIT PADA IMMUNOCOMPROMISED Dr. Selfi Renita Rusjdi M.Biomed Bagian Parasitologi FK UNAND

2 22  Immunocompromised : suatu keadaan menurunnya status imun seseorang baik status humoral atau seluler, atau keduanya hingga berakibat sangat rentan tehadap infeksi → imunodefisiensi imunosupresi IMMUNOCOMPROMISED

3 33  Kelainan kongenital - genetik  Penyakit dasar : AIDS  Keganasan tu. Hematologic malignancies  Kemoterapi dan Radiasi  Pemakaian steroid jangka panjang dan imunosupresif agent  Transplantasi organ  Malnutrisi  Hosptalisasi  Splenektomi me↑ resiko infeksi PENDERITA IMMUNOCOMPROMISED

4 INFEKSI PARASIT PADA IMMUNOCOMPROMISED Pneumocystis carinii Cryptosporidium spp Cyclospora cayetenensis Blastocystis hominis 4

5 Toxoplasma gondii Isospora belli Strongyloides stercoralis Malaria E.histolytica G.lamblia 5 INFEKSI PARASIT PADA IMUNOKOMPROMISED

6 Pneumocystis carinii (Pneumocystis jirovecii) Menimbulkan penyakit parasitic pneumonia / Pneumonia sel plasma interstisial / pneumocystosis / pneumocystis carinii pneumonia Parasit oportunistik (laten – reaktivasi) Sering pada manusia, burung, hewan pengerat dan peliharaan. Protozoa or Fungi ??? Habitat : rongga alveolus (aerobik) 6

7 Morfologi 1.Tropozoit : 1 sporozoit (intracystic body) 2.Kista : 4-8 sporozoit → Sukar dibedakan Penularan droplet infection (person to person), transplasental ?? 7 Pneumocystis carinii

8 8

9 Gejala Klinis: demam, batuk non produktif, dispnu, ronki kering, pneumothorax spontan, sianosis gejala (lesi) ekstra pulmoner jarang Diagnosis: gejala klinis, Rotgen (ground glass appearance, honey comb, pneumotorax) → ditemukan parasit dalam spesimen (induksi sputum), kurasan bronchus dgn pewarnaan GMS, giemsa, toluidin blue. 9 Pneumocystis carinii

10 Pengobatan Kotrimoksazol, TMP-SMX, pentamidin isoethionate Pencegahan 1.Kemoprofilaksis perlu dilakukan pada pasien yang pernah menderita peny. ini atau pada kelompok imunokompromais 2.Isolasi penderita 3.Perbaikan KU 10 Pneumocystis carinii

11 Secara epidemiologi kelompok resiko tinggi terinfeksi P.carinii : 1.Anak dan bayi prematur dgn malnutrisi, sakit, tinggal di kediaman yg padat 2.Anak / bayi yg mengalami imunodefisiensi primer 3.Mendapat terapi imunosupresif 4.AIDS 11 Pneumocystis carinii

12 Cryptosporodium Spp Cryptosporidium parvum Dahulunya dikenal sbg protozoa penyebab diare pd hewan → zoonosis Skr ini kriptosporodiosis diketahui sbg penyebab diare berat pada imunokompromais Parasit dapat ditemukan pada mamalia, burung, reptil 12

13 Morfologi dan Daur Hidup 13 Cryptosporodium Spp Cryptosporidium parvum Sporozoit specific lectinextracytoplasmic

14 14 Cryptosporodium Spp Cryptosporidium parvum Feco-oral

15 Gejala Klinis Pada penderita imunokompeten asimtomatik, diare self-limited Pada imunokompromais mengkibatkan diare berat (cholera – like diarrhea) dan menahun → † Bisa menyerang biliary tract, respiratory tract dan konjungtiva 15 Cryptosporodium Spp Cryptosporidium parvum

16 Resiko infeksi: Mengkonsumsi air yang terkontaminasi ookista Anak pemakai diaper di day care centre Pekerja di day care centre Sering kontak dengan hewan Kontak seksual (oral – anal) International travellers (modern → developing contry) Berenang di kolam renang umum, sungai, danau 16 Cryptosporodium Spp Cryptosporidium parvum

17 Diagnosa Menemukan ookista dalam tinja pd pemeriksaan lgsg dgn pulasan : Lugol: sukar membedakan dgn sel ragi Ziehl – Neelsen: ookista merah, sel ragi biru 17 Cryptosporodium Spp Cryptosporidium parvum

18 Deteksi antibodi IgG dan IgM Ookista ↓: sugar floatation & formalin sedimentation Immunoflourescence assay and immunoassay method 18 Cryptosporodium Spp Cryptosporidium parvum

19 Pengobatan Tidak ada yg efektif, spiramisin cukup membantu Nitazoxanide, azitromisin Pencegahan Ookista dapat dibunuh sampai pemanasan 65°C selama 20-30’, sodium hipoklorit, amonia 5-10% 19 Cryptosporodium Spp Cryptosporidium parvum

20 Cyclospora cayetenensis Immunocompetent dan immunocompromised Asimtomatik dan dgn gejala Gejala Klinis lelah, anoreksi, mual, muntah, mialgia, BB↓, nyeri perut, flatulen, diare, (self-limiting dalam 3-4 hari diikuti relaps selama 4-7 mg) Pasien AIDS, gejala berlangsung >12 mg Komplikasi?? 20

21 Morfologi & Daur Hidup 21 Cyclospora cayetenensis Stadium infektiff

22 Ookista berisi 2 2 sporozoit Terdapat pd intrasitoplasmik enterosit yeyunum 22 Cyclospora cayetenensis

23 Diagnosis Menemukan ookista dalam tinja (3-4 x spesimen) Mikroskop fluoresent ultraviolet Teknik konsentrasi formalin etil asetat Pewarnaan safranin: reddish-orange Pewarnaan tahan asam: ookista tdk berwarna (light pink) s/d deep purple Tdk diwarnai: ookista colorless dan keriput 23 Cyclospora cayetenensis

24 Pengobatan Self-limiting dlm bbrp mg DOC: TMP-SMZ Pencegahan Masak air sp mendidih Mencuci buah dan sayur Pencegahan sangat perlu bagi penderita immunocompromised yg berkunjung ke daerah endemis 24 Cyclospora cayetenensis

25 Blastocystis hominis Dahulu diduga sebagai sel ragi (yeast) apatogen (komensal) yg ditemukan pd individu sehat dan sakit Menimbulkan penyakit blastokistosis Penularan : Feco oral Gejala Klinis : diare, nyeri perut, pruritus perianal, flatulence dll → kontroversial?? 25

26 Morfologi dan Daur Hidup 26 Blastocystis hominis

27 27 Blastocystis hominis

28 Diagnosis: Menemukan parasit dalam tinja (vakuolar) Pengobatan: dianjurkan bila gejala sal cerna (+) DOC: Metronidazol 28 Blastocystis hominis

29 Isospora belli & Isospora hominis Imunokompeten: asimtomatik atau gejala berat Imunokompromais: diare berat, infeksi ekstraintestinal Penularan : 1. Konsumsi makanan atau air yg terkontaminasi dgn ookista atau sporokista matang. 2. kontak seksual oral – anal ?? Ookista mampu bertahan hidup berbulan2 di lingkungan yang sejuk dan lembab. 29

30 Morfologi dan Daur Hidup 30 Isospora belli & Isospora hominis

31 31 Isospora belli & isospora hominis

32 Diagnosis Menemukan ookista dalam tinja Pengobatan DOC : TMP-SMZ pyrimethamine-sulfadiazine primaquine phosphate-nitrofurantoin, primaquine-chloroquine phosphate 32 Isospora belli

33 33 Acanthamoeba Sp Acanthamoeba sp. Acanthamoeba are free living opportunistic protozoan Amoebic Granulomatous Encephalitis in immunocompromised populations Keratitis amoebic associated with contact lens wear in healthy population Favorable conditions Unfavorable conditions

34 Cara infeksi: melalui tr respiratorius atau kulit (tdk intak) pada saat kontak dengan tanah / air tergenang yang terkontaminasi → Secara hematogen ke otak → menembus mukosa hidung melalui cribriform plate → tr. olfaktorius ke otak 34 Acanthamoeba Sp

35 Morfologi dan Daur Hidup 35 Acanthamoeba Sp

36 Toxoplasmosis - cerebral mass lession

37 Toxoplasmosis

38 Strongyloides stercoralis Penyakit : strongiloidiasis Infeksi berat (hiperinfeksi) sering terjadi pada immunocompromised → autoinfeksi 38

39 Siklus Hidup: 3macam 39 Strongyloides stercoralis

40 Gejala Klinis : asimtomatik - gejala sal.cerna immunocompromised → hiperinfeksi → cacing dewasa ditemukan di seluruh GI tract dan larvanya dpat ditemukan di alat2 dalam (paru, hati, kandung empedu) 40 Strongyloides stercoralis

41 Diagnosis: Rhabditiform larvae dalam tinja segar / biakan / atau aspirasi duodenum Entero-Test string capsul Larva pd sputum, cairan bilasan bronkoalveolar, cairan pleura, peritoneum. Pengobatan: DOC: tiabendazol 41 Strongyloides stercoralis

42 42


Download ppt "11 PARASIT PADA IMMUNOCOMPROMISED Dr. Selfi Renita Rusjdi M.Biomed Bagian Parasitologi FK UNAND."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google