Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODOLOGI PENELITIAN Kuliah Ke-4 Perumusan Kerangka Pikir Penelitian & Perumusan Hipotesis Penelitian Burhanuddin Masyud.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODOLOGI PENELITIAN Kuliah Ke-4 Perumusan Kerangka Pikir Penelitian & Perumusan Hipotesis Penelitian Burhanuddin Masyud."— Transcript presentasi:

1 METODOLOGI PENELITIAN Kuliah Ke-4 Perumusan Kerangka Pikir Penelitian & Perumusan Hipotesis Penelitian Burhanuddin Masyud

2 Kerangka Kerja Ilmiah  Penelitian Masalah ? Identifikasi & Permusan Masalah Rumusan Masalah Nalar & Pengalaman Teori & Hasil Penelitian Terdahulu Hipotesis DATA Experimen/Su rvei/Observasi Hipotesis Diterima ? Tidak Ya Pengujian Hipotesis Tahap ITahap II Tahap III

3 Langkah Penelitian 1. Memilih Masalah 2. Studi Pendahuluan 3. Merumuskan Masalah 4. Merumuskan Anggapan Dasar/Landasan Teori 4a.. Merumuskan Hipotesis 5. Memilih Pendekatan 6a. Menentukan Variabel6b. Menentukan Sumber Data 7. Menentukan & Menyusun Instrumen 8. Mengumpulkan Data 9. Analisis Data 10. Menarik Kesimpulan 12. Presentasi & Diseminasi Report Hasil Penelitian 11. Menyusun Laporan

4 Ruang Lingkup Materi 1. Perumusan Kerangka Pikir Penelitian 2. Perumusan Hipotesis Penelitian

5 1. Perumusan Kerangka Pikir Penelitian

6 2. PERUMUSAN HIPOTESIS PENGERTIAN DARI KATA HYPO = DI BAWAH & THESIS = DALIL, KAIDAH, HUKUM HIPOTESIS : pernyataan ttg sesuatu dalil atau kaidah yg kebenarannya belum terujikan secara empirik HIPOTESIS = JAWABAN SEMENTARA, Dugaan Definisi Operasional : Hipotesis ialah suatu pernyataan ttg hubungan antara dua variabel atau lebih yang memungkinkan utk pembuktiannya secara empirik. KEGUNAAN HIPOTESIS: 1.Tuntunan bagi peneliti kemana penelitian harus dilakukan. 2.Alat melokalisasi/membatasi fenomena & menuntun cara identifikasi variabel. 3.Petunjuk ttg prosedur atau rancangan penelitian yg dipilih (Populasi, Sampel, Metode & alat pengukuran yg tepat). 4.Petunjuk cara pengolahan data dan analisis hasil penelitian  pengambilan keputusan statistik : apakah hipotesis satu arah atau dua arah. HIPOTESIS PENTING, BUKAN PELENGKAP SETIAP PENELITIAN TIDAK HARUS/WAJIB ADA HIPOTESIS

7 Hipotesis menyatakan tentang hubungan antara variabel Hipotesis menunjukkan secara jelas bahwa hubungan tersebut dapat dites secara empiris. Hipotesis bersifat deklaratif, dan merupakan pernyataan tentatif yang dirancang untuk diuji. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif Dalam pendekatan kuantitatif, hipotesis dibedakan pengertiannya menjadi Hipotesis Penelitian dan Hipotesis Statistik. Hipotesis penelitian pengertiannya seperti di atas. Hipotesis statistik ada jika penelitian bekerja dengan sampel. Jika penelitian tidak bekerja dg sampel maka tidak ada hipotesis statistik.

8 Unsur yang Mendasari Penyusunan Hipotesis Untuk menyusun hipotesis perlu dikembangkan landasan teoritiknya. Ada 3 hal penting yang dpt dijadikan landasan teoritik dlm menyusun hipotesis yakni: 1.Teori yg telah mapan yg terkait dg masalah penelitian yg dihadapi atau akan dilakukan. 2.Fakta empirik (informasi) dari penelitian terdahulu 3.Konsep atau teori “imajinatif” peneliti sendiri (asumsi) yg dimunculkan dlm rangka melengkapi teori & fakta empirik di atas agar dpt menjawab permasalahan penelitian yg dihadapi.

9 Uraian praktis dlm praktek pengembangan landasan / perumusan hipotesis : Pertama Identifikasi variabel2 penelitian dari rumusan permasalahn penelitian Kedua Cari informasi sedalam & seluas mungkin dari teori & fakta penelitian yang telah ada yg terkait dg variabel2 penelitian yg akan diteliti Ketiga Hubungkan kenyataan yg ada dg informasi/fakta tsb, shg bagi peneliti “ada sesuatu yg kurang” (ada masalah); kemudian bangun (mereka-reka) konsep atau hubungan imajinatifnya shg jelas hubungan (logis) antara kenyataan, teori dan permasalahan Ingat ! Teori yg digunakan harus (sudah) jelas karena teori berfungsi untuk: (a) memperjelas masalah yg diteliti, (b) sebagai dasar utk merumuskan hipotesis, dan (c) sebagai referensi utk menyusun instrumen penelitian.

10 Kategori Hipotesis 1. Hipotesis penelitian Yang diteliti adalah populasi Dalam pembuktiannya tidak ada istilah signifikan (taraf kesalahan atau taraf kepercayaan) Teknik analisis menggunakan statistik deskriptif 2. Hipotesis Statistik Yang diteliti adalah data sampel dari populasi Dilakukan generalisasi Dalam pembuktian ada istilah “signifikan”. Signifikan berarti data sampel dapat digeneralisasi ke populasinya Teknik Statistik yang digunakan : statistik inferensial  penarikan kesimpulan

11 Rumusan Hipotesis Yang Baik 1.Merupakan dugaan terhadap keadaan variabel mandiri, perbandingan keadaan variabel pd berbagai sampel, dan merupakan dugaan hubungan antara dua variabel atau lebih. 2.Dinyatakan dalam kalimat yang jelas, sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran. 3.Dapat diuji dengan data yang dikumpulkan dengan metode-metode ilmiah.

12 MACAM HIPOTESIS 1.HIPOTESIS KERJA/HIPOTESIS ALTERNATIF (H1, Ha): (= Hipotesis Riset): hipotesis yg akan dibuktikan/diuji kebenarannya dg penelitian yg akan dilakukan. Mengekspresikan macam hubungan antar variabel. Disusun berdasarkan teori yg handal Dinyatakan dalam kalimat positip Rumusannya: Apabila …….., maka …………. Ada hubungan antara ……. dengan …………… Ada perbedaan antara ……… dengan …………. Hipotesis Kerja dibedakan : (1) H. satu arah (satu ekor)  sudah jelas Jumlah uban di kepala orang kota lebih banyak dari orang desa. Makin banyak pabrik di suatu daerah makin tinggi angka diarenya (2)H. dua arah (dua ekor)  belum jelas – lebih besar atau lebih kecil ? Ada perbedaan jumlah uban di kepala orang kota dibanding orang desa. Ada hubungan antara tinggi angka diare dengan laju industrialisasi

13 2. HIPOTESIS NIHIL/HIPOTESIS NOL (Ho) = Hipotesis Statistik Ho adalah kebalikan dari Ha (H1). Ho menyatakan tidak ada perbedaan/pengaruh antara variabel x terhadap variabel y  atau selisih antara variabel pertama dg variabel kedua = 0 (nol, nihil). Ho sebenarnya hanya ada dalam alam pikiran peneliti yg berguna utk pembuktian dg analisis statistik. Dinyatakan dalam kalimat negatif Rumusan Klasiknya: Tidak ada korelasi antara ….. dengan ……. Tidak ada perbedaan antara ……………. dengan ……… PernyataanStatistik H 1 (Ha): Ada hubungan antara kecerdasan (x) H 1: r xy # 0 dengan prestasi akademik (y) Ho : Tidak ada hubungan antara kecerdasan (x) Ha: r xy = 0 dengan prestasi akademik (y)

14 Bentuk-bentuk Rumusan Hipotesis 1.Hipotesis Deskriptif Jawaban sementara thdp masalah deskriptif, yaitu yg berkenaan dg variabel mandiri Rumusan Masalah Deskriptif: -Berapa banyak jenis burung di TN Bali Barat ? -Jenis satwaliar apa saja yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat sekitar TN Merubetiri? Hipotesis Deskriptif: -Ho: Jumlah jenis burung di TN Bali Barat (X) 100 jenis. -Ha: Jumlah jenis burung di TN Bali Barat (X) ≠ 100 tahun.

15 Hipotesis Statistik (hanya ada bila berdasarkan data sampel): Ho : µ = 100 Ha : µ ≠ 100 µ= nilai rata-rata populasi yang dihipotesiskan atau ditaksir melalui sampel

16 2. Hipotesis Komparatif -Jawaban sementara utk rumusan masalah komparatif -Variabelnya sama tetapi populasi atau sampelnya berbeda, atau terjadi pada waktu yang berbeda, lokasi > Rumusan Masalah Komparatif: Bagaimana produktivitas kerja karyawan BKSDA Jawa Barat dibandingkan dengan BKSDA Jawa Timur ?  Rumusan Hipotesis Komparatifnya : dapat dirumuskan 3 rumusan Ho dan Ha sbb:

17 Hipotesis Nol (Ho): 1. Ho: Tidak terdapat perbedaan poduktivitas kerja antara karyawan BKSDA Jateng & BKSDA Jatim; atau terdapat persamaan produktivitas kerja karyawan BKSDA Jateng & BKSDA Jatim 2. Ho: Produktivitas karyawan BKSDA Jateng lebih besar atau sama dengan BKSDA Jatim (=paling sedikit) 3. Ho: Produktivitas karyawan BKSDA Jateng lebih kecil atau sama dengan BKSDA Jatim(=paling besar)

18 Hipotesis Alternatif (Ha): 1.Ha: Produktivitas kerja karyawan BKSDA Jateng lebih besar(atau lebih kecil) dari BKSDA Jatim. 2.Ha: Produktivitas kerja karyawan BKSDA Jateng lebih kecil (<) dari BKSDA Jatim 3.Ha: Produktivitas kerja karyawan BKSDA Jateng lebih besar (>) daripada BKSDA Jatim

19 Rumusan Hipotesis Statistiknya: 1.Ho : µ 1 = µ 2 Ha : µ 1 ≠ µ 2 2. Ho : µ 1 ≥ µ 2 Ha : µ 1 < µ 2 3. Ho : µ 1 ≤ µ 2 Ha : µ 1 > µ 2 µ 1 = rata2 (populasi) produktivitas karyawan BKSDA Jateng µ 2 = rata2 (populasi) produktivitas karyawan BKSDA Jatim

20 3. Hipotesis Asosiatif  Jawaban sementara terhadap masalah asosiatif yaitu yang menanyakan hubungan antara dua atau lebih variabel. a. Rumusan masalah asosiatif: -Adakah hubungan yang signifikan antara dosis bahan pengawet A dengan daya tahan kayu X b. Rumusan Hipotesis Penelitian: -Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dosis bahan pengawet A dengan daya tahan kayu X c. Rumusan Hipotesis Statistik: Ho : ρ = 0  berarti tidak ada hubungan Ha : ρ ≠ 0  tidak sama dg nol, berarti lebih besar atau kurang (-) dari nol, berarti ada hubungan ρ = nilai korelasi dalam formulasi yang dihipotesiskan

21 Macam Kekeliruan Membuat Kesimpulan tentang Hipotesis Kesimpulan Dan Keputusan Keadaan Sebenarnya Hipotesis BenarHipotesis Salah Terima Hipotesis Tidak membuat kekeliruan Kekeliruan Macam II Tolak HipotesisKekeliruan Macam I Tidak membuat kekeliruan

22 Probabilitas melakukan kekeliruan Macam I dinyatakan dg alpha (α) Probabilitas melakukan kekeliruan Macam II dinyatakan dg betha (β) Misalnya ditetapkan kesalahan α = 1 %, berarti jika kita menerapkan kesimpulan penelitian kita (pada populasi – generalisasi), akan ada penyimpangan sebesar 1 %. Kesalahan tipe I = taraf signifikan pengetesan/uji. Artinya akan ada probabilitas kesalahan sekitar 1 % jika hasil penelitian thdp sampel itu dikenakan pd populasi.  Besarnya taraf signifikansi ini umumnya sudah ditetapkan terlebih dahulu : 0.05; 0.01; 0.5; 0.15 dsb Menolak hipotesis pd taraf signifikan 5 % = menolak hipotesis pd taraf kepercayaan 95 %; Artinya, apabila kesimpulan hasil penelitian tsb diterapkan pd populasi yang terdiri atas 100 orang (misalnya), maka akan cocok untuk 95 orang sedangkan bagi 5 orang lainnya terjadi penyimpangan.

23 Cara Menguji Hipotesis: Kurva Normal Daerah Penerimaan Ho 95 % Daerah Kritis 2,5 % 0 Daerah kritis adalah daerah penolakan hipotesis (Ho) = daerah signifikan; Daerah yg terletak diantara ke2 daerah kritis = daerah penerimaan hipotesis = daerah non-signifikan Contoh:x – X Uji Z, dari N = 120. Hasil perhitungan skor Z dg rumus: Z = = 1.70, maka SD Nilai Z letaknya di kurva di daerah penerimaan Ho, artinya Ho diterima dan Ha ditolak.

24 Rumuskan permasalahan penelitian (Research Problem) dan anggapan dasar (asumsi); tuliskan judul penelitiannya Rumuskan hipotesis (penelitian & statistik): Hipotesis Deskriptif, Komparatif & Asosiatip Tugas Latihan - Praktikum

25 Cara: –Membaca dan menelaah pustaka (skirpsi, tesis, disertasi atau laporan2 penelitian) di Perpustakaan –Tentukan dan rumuskan permasalahan penelitian dari hasil penelaahannya –Rumuskan juga anggapan dasar –Susun rumusan hipotesisnya. Setiap mahasiswa menelaah satu sumber pustaka

26 Terima Kasih


Download ppt "METODOLOGI PENELITIAN Kuliah Ke-4 Perumusan Kerangka Pikir Penelitian & Perumusan Hipotesis Penelitian Burhanuddin Masyud."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google