Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Uji Hipotesis. Pengertian Hipotesis Hipotesis adalah pernyataan keadaan yang akan diuji kebenarannya menggunakan data/informasi yang dikumpulkan melalui.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Uji Hipotesis. Pengertian Hipotesis Hipotesis adalah pernyataan keadaan yang akan diuji kebenarannya menggunakan data/informasi yang dikumpulkan melalui."— Transcript presentasi:

1 Uji Hipotesis

2 Pengertian Hipotesis Hipotesis adalah pernyataan keadaan yang akan diuji kebenarannya menggunakan data/informasi yang dikumpulkan melalui sampel. Hipotesis adalah suatu pernyataan yang masih membutuhkan pengujian kebenarannya melalui fakta- fakta. Hipotesis dirumuskan berdasarkan teori, dugaan, pengalaman pribadi/orang lain, kesan umum, kesimpulan yang masih sangat sementara.

3 Analisis statistik Data kuantitatif merupakan suatu data yang berupa angka atau bisa diangkakan, dalam hal ini analisis statistik lebih tepat digunakan. Data kuantitatif merupakan suatu data yang berupa angka atau bisa diangkakan, dalam hal ini analisis statistik lebih tepat digunakan. Statistik deskriptif dan statistik inferensial Statistik deskriptif dan statistik inferensial Statistik deskriptif digunakan untuk membantu memaparkan (menggambarkan) keadaan yang sebenarnya (fakta) dari satu sampel penelitian  penelitian deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk membantu memaparkan (menggambarkan) keadaan yang sebenarnya (fakta) dari satu sampel penelitian  penelitian deskriptif

4 Statistika Inferensial Digunakan untuk mengolah data kuantitatif dengan tujuan untuk menguji kebenaran suatu teori baru yang diajukan peneliti yang dikenal dengan hipotesis  penelitian inferensial Digunakan untuk mengolah data kuantitatif dengan tujuan untuk menguji kebenaran suatu teori baru yang diajukan peneliti yang dikenal dengan hipotesis  penelitian inferensial Dalam penelitian inferensial, teknik analisis statistik yang digunakan mengacu kepada suatu pengujian hipotesis Dalam penelitian inferensial, teknik analisis statistik yang digunakan mengacu kepada suatu pengujian hipotesis

5 Langkah-langkah Pokok dalam Pengujian Hipotesis Menetapkan hipotesis Menetapkan hipotesis Menentukan statistik uji Menentukan statistik uji Memilih suatu tingkat Signifikansi (nilai α) Memilih suatu tingkat Signifikansi (nilai α) Menghitung nilai statistik uji Menghitung nilai statistik uji Membandingkan nilai statistik uji dengan nilai tabel Membandingkan nilai statistik uji dengan nilai tabel Membuat keputusan uji (diterima / ditolak) Membuat keputusan uji (diterima / ditolak)

6 Tipe Hipotesis Hipotesis Nol (H 0 ) adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan antara dua variabel atau lebih atau tidak adanya perbedaan antara dua kelompok atau lebih. Hipotesis Nol (H 0 ) adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan antara dua variabel atau lebih atau tidak adanya perbedaan antara dua kelompok atau lebih. Hipotesis Alternatif/Tandingan (H 1 ) adalah hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih atau adanya perbedaan antara dua kelompok atau lebih. Hipotesis Alternatif/Tandingan (H 1 ) adalah hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih atau adanya perbedaan antara dua kelompok atau lebih.

7 Dua Tipe Kesalahan Dalam membuat hipotesis selalu dikaitkan dengan dua jenis kesalahan, yaitu: 1. Salah jenis I (α): terjadi saat kita menolak Ho padahal Ho benar. 2. Salah jenis II (β): terjadi saat kita menerima Ho padahal Ho salah.

8 Keputusan Ho benar Ho salah Terima Ho Salah jenis II (β) Tolak Ho Salah jenis I (α) Kesalahan jenis I adalah kesalahan yg dibuat pada waktu menguji hipotesis di mana kita menolak Ho padahal sesungguhnya Ho itu benar. Dengan kata lain adalah peluang menolak Ho yg benar. Kesalahan jenis II adalah kesalahan yg dibuat pada waktu menguji hipotesis di mana kita menerima Ho padahal sesungguhnya Ho itu salah. Dengan kata lain adalah peluang menerima Ho yg salah.

9 UJI SATU ARAH (KANAN) H 0 : θ = θo H 0 : θ = θo H 1 : θ > θo H 1 : θ > θo (daerah kritis) (daerah kritis) penolakan H 0 penolakan H 0 daerah penerimaan H 0 daerah penerimaan H 0 α α Hipotesis H 0 diterima jika: z ≤ z 1- α atau z > z α

10 UJI SATU ARAH (KIRI) H 0 : θ = θ 0 H 0 : θ = θ 0 H 1 : θ < θ 0 H 1 : θ < θ 0 (daerah kritis) (daerah kritis) penolakan H 0 penolakan H 0 α daerah penerimaan H 0 α daerah penerimaan H 0 Hipotesis H 0 diterima jika: z ≥ z 1-α atau z < -z α

11 UJI DUA ARAH H 0 : θ = θo H 0 : θ = θo H 1 : θ ≠ θo H 1 : θ ≠ θo penolakan H 0 penolakan H 0 penolakan H 0 penolakan H 0 daerah penerimaan H 0 daerah penerimaan H 0 ½ α ½ α ½ α ½ α Hipotesis H 0 diterima jika: -Z 1/2(1- α) < Z < Z 1/2(1- α)

12 Bila ragam diketahui maka gunakan rumus: Bila ragam diketahui maka gunakan rumus: Bila ragam tidak diketahui gunakan rumus: Bila ragam tidak diketahui gunakan rumus:

13 Pengujian Rata-rata Populasi 1. H o : µ = µ o H 1 : µ < µ o H 1 : µ < µ o a. Apabila Z o < -Z α maka H o ditolak dan H 1 diterima b. Apabila Z o ≥ -Z α maka H o diterima dan H 1 ditolak 2. H o : µ = µ o H 1 : µ > µ o H 1 : µ > µ o a. Apabila Z o > Z α maka H o ditolak dan H 1 diterima b. Apabila Z o ≤ Z α maka H o diterima dan H 1 ditolak 3. H o : µ = µ o H 1 : µ ≠ µ o H 1 : µ ≠ µ o a. Apabila Z o Z α/ 2 maka H o ditolak dan H 1 diterima b. Apabila Z o terletak di antara –Z α/ 2 sampai Z α/ 2 maka H o diterima dan H 1 ditolak

14 Bila ragam diketahui maka gunakan rumus: Bila ragam diketahui maka gunakan rumus: Bila ragam tidak diketahui gunakan rumus: Bila ragam tidak diketahui gunakan rumus:

15 Pengujian Proporsi 1. H o : p = p o H 1 : p < p o H 1 : p < p o a. Apabila Z o < -Z α maka H o ditolak dan H 1 diterima b. Apabila Z o ≥ -Z α maka H o diterima dan H 1 ditolak 2. H o : p = p o H 1 : p > p o H 1 : p > p o a. Apabila Z o > Z α maka H o ditolak dan H 1 diterima b. Apabila Z o ≤ Z α maka H o diterima dan H 1 ditolak 3. H o : p = p o H 1 : p ≠ p o H 1 : p ≠ p o a. Apabila Z o Z α/2 maka H o ditolak dan H 1 diterima b. Apabila Z o terletak di antara –Z α/2 sampai Z α/2 maka H o diterima dan H 1 ditolak

16 Rumus yang digunakan adalah:

17 Pengujian Rata-rata Dua Populasi (Bebas) 1. H o : µ 1 = µ 2 H 1 : µ 1 < µ 2 H 1 : µ 1 < µ 2 a. Apabila Z o < -Z α maka H o ditolak dan H 1 diterima b. Apabila Z o ≥ -Z α maka H o diterima dan H 1 ditolak 2. H o : µ 1 = µ 2 H 1 : µ 1 > µ 2 H 1 : µ 1 > µ 2 a. Apabila Z o > Z α maka H o ditolak dan H 1 diterima b. Apabila Z o ≤ Z α maka H o diterima dan H 1 ditolak 3. H o : µ 1 = µ 2 H 1 : µ 1 ≠ µ 2 H 1 : µ 1 ≠ µ 2 a. Apabila Z o Z α/2 maka H o ditolak dan H 1 diterima b. Apabila Z o terletak di antara –Z α/2 sampai Z α/2 maka H o diterima dan H 1 ditolak

18 Bila ragam diketahui maka gunakan rumus: Bila ragam diketahui maka gunakan rumus: Bila ragam tidak diketahui gunakan rumus: Bila ragam tidak diketahui gunakan rumus: a. Bila ragam sama b. Bila ragam tidak sama

19 Pengujian Rata-rata Data Berpasangan 1. H o : µ 1 - µ 2 = d 0 H 1 : µ 1 - µ 2 < d 0 H 1 : µ 1 - µ 2 < d 0 a. Apabila Z o < -Z α maka H o ditolak dan H 1 diterima b. Apabila Z o ≥ -Z α maka H o diterima dan H 1 ditolak 2. H o : µ 1 - µ 2 = d 0 H 1 : µ 1 - µ 2 > d 0 H 1 : µ 1 - µ 2 > d 0 a. Apabila Z o > Z α maka H o ditolak dan H 1 diterima b. Apabila Z o ≤ Z α maka H o diterima dan H 1 ditolak 3. H o : µ 1 - µ 2 = d 0 H 1 : µ 1 - µ 2 ≠ d 0 H 1 : µ 1 - µ 2 ≠ d 0 a. Apabila Z o Z α/2 maka H o ditolak dan H 1 diterima b. Apabila Z o terletak di antara –Z α/2 sampai Z α/2 maka H o diterima dan H 1 ditolak

20 Bila ragam diketahui maka gunakan rumus: Bila ragam diketahui maka gunakan rumus: Bila ragam tidak diketahui gunakan rumus: Bila ragam tidak diketahui gunakan rumus:

21 Pengujian Perbedaan Dua Proporsi 1. H o : p 1 – p 2 = 0 H 1 : p 1 – p 2 < 0 H 1 : p 1 – p 2 < 0 a. Apabila Z o < -Z α maka H o ditolak dan H 1 diterima b. Apabila Z o ≥ -Z α maka H o diterima dan H 1 ditolak 2. H o : p 1 – p 2 = 0 H 1 : p 1 – p 2 > 0 H 1 : p 1 – p 2 > 0 a. Apabila Z o > Z α maka H o ditolak dan H 1 diterima b. Apabila Z o ≤ Z α maka H o diterima dan H 1 ditolak 3. H o : p 1 – p 2 = 0 H 1 : p 1 – p 2 ≠ 0 H 1 : p 1 – p 2 ≠ 0 a. Apabila Z o Z α/2 maka H o ditolak dan H 1 diterima b. Apabila Z o terletak di antara –Z α/2 sampai Z α/2 maka H o diterima dan H 1 ditolak

22 Rumus yang digunakan adalah:

23 Uji Homogenitas Ragam Hipotesis H 0 : σ 1 = σ 2 lawan H 1 : σ 1 ≠ σ 2 Apabila F H < F (α0.05;db1=n-1,db2=n-2) maka Ho diterima dan berarti Ragam Homogen

24 Contoh Pada percobaan pengaruh penyinaran terhadap pertumbuhan suatu tanaman, didapatkan hasil biomassa sebagai berikut: Kelompokns Penyinaran Normal Penyinaran dengan filter Ujilah apakah ragam biomassa tanaman yang mendapatkan penyinaran normal sama dengan tanaman yang mendapatkan penyinaran dengan filter?

25 Contoh Uji satu arah Suatu perusahaan memproduksi suatu komponen dan menurut mereka komponen tersebut dapat menahan beban lebih dari 8 kg. Setelah diuji dengan 50 sampel didapatkan bahwa rata-rata daya tahannya adalah 7,8 kg dengan standard deviasi 0,5. Kesimpulan apa yang dapat diambil dengan taraf signifikan 5% dan 1%?

26 Jawaban Hipotesis H 0 :  H 0 :  H 1 :  Diketahui n = 50 = 7,8 = 7,8 = 0,5 = 0,5   Maka tidak menolak H 0 dan menyimpulkan tidak cukup bukti untuk mendukung bahwa rata- rata daya tahan lebih dari 8

27 Contoh Uji dua arah Suatu perusahaan memproduksi suatu komponen dan menurut mereka komponen tersebut dapat menahan beban 8 kg. Setelah diuji dengan 50 sampel didapatkan bahwa rata-rata daya tahannya adalah 7,8 kg dengan standard deviasi 0,5 Ujilah hipotesis bahwa  = 8 lawan tandingan  ≠ 8 dengan taraf signifikan 0,01

28 Jawaban Hipotesis H 0 :  H 1 :  ≠  Diketahui n = 50 = 7,8 = 7,8 = 0,5 = 0,5  Maka tolak H 0 dan menyimpulkan bahwa rata-rata daya tahan tidak sama dengan 8. 

29 Contoh Lima sampel zat yang mengandung besi diuji untuk menentukan apakah ada perbedaan kandungan besi antara analisis secara kimia dan analisis pendar flour sinar-X Sampel ke Analisis KimiaSinar-X 12,22, ,52,3 42,32,3 52,42,4

30 Jawaban 1) Hipotesis H 0 :     H 1 :    ≠   2)  = 0,05, v =… 3)  Daerah kritis: T… 4) Perhitungan 

31 Perhitungan Sampel ke Analisis Kimia(1)Sinar-X(2) 12,22, ,52,3 42,32,3 52,42,4

32 diperolehdanKesimpulan? t 0 < t  maka Terima H 0 dan dapat disimpulkan bahwa belum cukup bukti untuk menyatakan bahwa ada perbedaan kandungan besi antara analisis secara kimia dan analisis pendar flour sinar-X


Download ppt "Uji Hipotesis. Pengertian Hipotesis Hipotesis adalah pernyataan keadaan yang akan diuji kebenarannya menggunakan data/informasi yang dikumpulkan melalui."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google