Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

UNSUR DAN PROSES PERENCANAAN PENGANTAR - PWK assalamu’alaikum wr. wb Johannes Parlindungan Siregar PERENCANAAN WILAYAH dan KOTA UNIVERSITAS BRAWIJAYA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "UNSUR DAN PROSES PERENCANAAN PENGANTAR - PWK assalamu’alaikum wr. wb Johannes Parlindungan Siregar PERENCANAAN WILAYAH dan KOTA UNIVERSITAS BRAWIJAYA."— Transcript presentasi:

1 UNSUR DAN PROSES PERENCANAAN PENGANTAR - PWK assalamu’alaikum wr. wb Johannes Parlindungan Siregar PERENCANAAN WILAYAH dan KOTA UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB PENGERTIAN Perencanaan 2 BEBERAPA PENGERTIAN PERENCANAAN : USAHA SEC. SADAR, TERORGANISASI DAN TERUS MENERUS YG DILAKUKAN GUNA MEMILIH ALTERNATIF TERBAIK UNTUK MENCAPAI TUJUAN TERTENTU (Waterston, 1995). PRAKTIK INTELEGENSIA GUNA MENGOLAH FAKTA SERTA SITUASI GUNA MEMECAHKAN MASALAH. PROSES MEMPERSIAPKAN SEC. SISTEMATIS KEGIATAN2 YG AKAN DILAKUKAN UTK MENCAPAI TUJUAN TERTENTU; CARA MENCAPAI TUJUAN DGN SUMBER-SUMBER YG ADA SUPAYA LEBIH EFISIEN DAN EFEKTIF; PENENTUAN TUJUAN YG AKAN DICAPAI ATAU YG AKAN DILAKUKAN, BAGAIMANA, KAPAN DAN OLEH SIAPA (Tjokroamidjojo, 1977).

3 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 3 SUATU PROSES UNTUK MENENTUKAN TINDAKAN MASA DEPAN YG TEPAT, MELALUI URUTAN PILIHAN, DENGAN MEMPERHITUNGKAN SUMBER DAYA YG TERSEDIA (UU no.24 thn 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional) SUATU PROSES UNTUK MENENTUKAN TINDAKAN MASA DEPAN YG TEPAT, MELALUI URUTAN PILIHAN, DENGAN MEMPERHITUNGKAN SUMBER DAYA YG TERSEDIA (UU no.24 thn 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional) 4 HAL DALAM PEMAHAMAN PERENCANAAN (Conyer & Hill, 1984) : 1)MERENCANA BERARTI MEMILIH 2)PERENCANAAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENGALOKASIKAN SUMBER DAYA 3)PERENCANAAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN 4)PERENCANAAN ADALAH UNTUK MASA DATANG 4 HAL DALAM PEMAHAMAN PERENCANAAN (Conyer & Hill, 1984) : 1)MERENCANA BERARTI MEMILIH 2)PERENCANAAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENGALOKASIKAN SUMBER DAYA 3)PERENCANAAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN 4)PERENCANAAN ADALAH UNTUK MASA DATANG

4 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 4 MENGARAH ke PENCAPAIAN TUJUAN HAL TERPENTING SAAT MENGAWALI KEGIATAN PERENCANAAN ADALAH MENENTUKAN TUJUAN. PERENCANAAN MEMOBILISASI KEHENDAK MASYARAKAT, KEMANA AKAN MENUJU. MENGANDUNG MOTIVASI PEMBAHARUAN, DINAMIS, NORMATIF DAN KREATIF. DALAM MENCAPAI TUJUAN, DIPERLUKAN LANGKAH2 INOVATIF DALAM MENJALANKAN PERENCANAAN. HAL TERPENTING SAAT MENGAWALI KEGIATAN PERENCANAAN ADALAH MENENTUKAN TUJUAN. PERENCANAAN MEMOBILISASI KEHENDAK MASYARAKAT, KEMANA AKAN MENUJU. MENGANDUNG MOTIVASI PEMBAHARUAN, DINAMIS, NORMATIF DAN KREATIF. DALAM MENCAPAI TUJUAN, DIPERLUKAN LANGKAH2 INOVATIF DALAM MENJALANKAN PERENCANAAN. MENGARAH ke PERUBAHAN FOKUS PERENCANAAN ADALAH PADA ORGANISASI / KELOMPOK / KOMUNITAS / MASYARAKAT YG DINAMIS. DINAMIKA MASYARAKAT MERUPAKAN FAKTOR UTAMA DLM PERUBAHAN (PERTUMBUHAN DAN DEGRADASI) YG MEMBUTUHKAN ANTISIPASI. FOKUS PERENCANAAN ADALAH PADA ORGANISASI / KELOMPOK / KOMUNITAS / MASYARAKAT YG DINAMIS. DINAMIKA MASYARAKAT MERUPAKAN FAKTOR UTAMA DLM PERUBAHAN (PERTUMBUHAN DAN DEGRADASI) YG MEMBUTUHKAN ANTISIPASI.

5 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 5 PERNYATAAN PILIHAN MEMILIH STRATEGI / PROGRAM / KEBIJAKAN UTK MENCAPAI TUJUAN >>>> TINDAKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN KRITERIA / PARAMETER TERTENTU. MEMILIH STRATEGI / PROGRAM / KEBIJAKAN UTK MENCAPAI TUJUAN >>>> TINDAKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN KRITERIA / PARAMETER TERTENTU. PILIHAN-PILIHAN TERBENTUK SEBAGAI HASIL RANGKAIAN ANALISIS PERENCANAAN BERDASARKAN TUJUAN, DALAM MENGANTISIPASI POTENSI DAN MASALAH. SITUASI POTENSI MASALAH ANTISIPASI TUJUAN PERENCANAAN TUJUAN PERENCANAAN ALTERNATIF I ALTERNATIF II ALTERNATIF III

6 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 6 PERTIMBANGAN DASAR DALAM MEMILIH : KELANGKAAN SUMBER DAYA >>> MANFAAT TERBESAR DGN BIAYA TERTENTU SEKTOR PUBLIK MENGANDUNG BANYAK TUJUAN DAN SASARAN. (KOMPREHENSIF) SEHINGGA PERLU MEMPERTIMBANGKAN KELAYAKAN EKONOMIS, TEKNOLOGI DAN LINGKUNGAN. MENDORONG LAHIRNYA INOVASI KELANGKAAN SUMBER DAYA >>> MANFAAT TERBESAR DGN BIAYA TERTENTU SEKTOR PUBLIK MENGANDUNG BANYAK TUJUAN DAN SASARAN. (KOMPREHENSIF) SEHINGGA PERLU MEMPERTIMBANGKAN KELAYAKAN EKONOMIS, TEKNOLOGI DAN LINGKUNGAN. MENDORONG LAHIRNYA INOVASI RASIONALITAS 1)EFISIEN : USAHA TERKECIL 2)OPTIMASI : TIDAK MEMENTINGKAN SALAH SATU 3)SINTESIS : TERINTEGRASI ATAU HOLISTIK. 1)EFISIEN : USAHA TERKECIL 2)OPTIMASI : TIDAK MEMENTINGKAN SALAH SATU 3)SINTESIS : TERINTEGRASI ATAU HOLISTIK. TINDAKAN KOLEKTIF SEKTOR PUBLIK == KEPENTINGAN UMUM. MEMBUTUHKAN PARTISIPASI; TRANSPARAN, KEBERSAMAAN. MULTISEKTORAL. SEKTOR PUBLIK == KEPENTINGAN UMUM. MEMBUTUHKAN PARTISIPASI; TRANSPARAN, KEBERSAMAAN. MULTISEKTORAL.

7 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB UNSUR 01 – Tujuan dan Cita-cita 7 ORIENTASI TUJUAN ARAH PERENCANAAN SECARA SPESIFIK KEPENTINGAN PERENCANAAN ARAH PERENCANAAN SECARA SPESIFIK KEPENTINGAN PERENCANAAN PERENCANAAN PUBLIK VS PERENCANAAN PRIVAT ?? PERENCANAAN SEKTORAL VS PERENCANAAN KOMPREHENSIF?? PERENCANAAN NASIONAL VS PERENCANAAN REGIONAL??

8 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 8 EKSPRESI PRIORITAS YANG INGIN DICAPAI. PERNYATAAN KUALITATIF YANG BERKENAAN DENGAN PENCAPAIAN YG DIINGINKAN DARI HASIL PERENCANAAN. TERUKUR DAN MEMILIKI KERANGKA WAKTU UNTUK MENCAPAINYA HARAPAN IDEAL YANG INGIN DICAPAI PADA MASA YANG AKAN DATANG MELALUI KEGIATAN PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI RENCANA VISI & MISI

9 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB UNSUR 02 - Resources 9 SUMBER DAYA MANUSIA SUMBER DAYA ALAM SUMBER DAYA EKONOMI KELANGKAAN. KERAWANAN (DISASTER) KEBERLANJUTAN (SUSTAINABILITY) KELANGKAAN. KERAWANAN (DISASTER) KEBERLANJUTAN (SUSTAINABILITY) MOTOR PEMBANGUNAN ??? EKONOMI KERAKYATAN ??? SEKTOR BASIS. INDUSTRIALISASI MOTOR PEMBANGUNAN ??? EKONOMI KERAKYATAN ??? SEKTOR BASIS. INDUSTRIALISASI MODAL DASAR PEMBANGUNAN. ANGKATAN KERJA. MIGRASI. INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA MODAL DASAR PEMBANGUNAN. ANGKATAN KERJA. MIGRASI. INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PENGELOLAAN

10 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB UNSUR 03 – Efektif & Efisien 10 EFEKTIF TEPAT SASARAN DAMPAK SESUAI DGN RENCANA EFISIEN EKONOMI WAKTU

11 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB UNSUR 04 – Ruang dan Lingkungan 11 WILAYAH DAERAH KAWASAN KOTA WILAYAH DAERAH KAWASAN KOTA PERENCANAAN TERINTEGRASI  VERTIKAL (SEKTORAL)  HORISONTAL (KOMPREHENSIF)  VERTIKAL (SEKTORAL)  HORISONTAL (KOMPREHENSIF) PERENCANAAN YG MANDIRI DARI SETIAP DAERAH ADMINISTRATIF PEMBANGUNAN DI DAERAH MERUPAKAN BAGIAN DARI PEMBANGUNAN NASIONAL PENENTUAN ALOKASI SUMBER DAYA MERUPAKAN INSTRUMEN BAGI PEMBANGUNAN DI DAERAH

12 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 12 PERENC. PEMB. NASIONAL PERENCANAAN DAERAH KAB / KOTA DESA KAW. KHUSUS KAB / KOTA DESA KAW. KHUSUS PERENCANAAN DAERAH KAB / KOTA DESA KAW. KHUSUS KAB / KOTA DESA KAW. KHUSUS BATAS ADMINISTRATIF SEBAGAI BATAS WILAYAH PERENCANAAN BUTUH STRATEGI PEMBANGUNAN SEC. BERKELANJUTAN BUTUH STRATEGI PEMBANGUNAN SEC. BERKELANJUTAN

13 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 13

14 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 14 LINGKUNGAN EKONOMI SOSIAL DISTRIBUSI PENDUDUK DAN AKSESIBILITAS KELOMPOK SASARAN PENETAPAN PRIORITAS DAN SASARAN PENDANAAN DISTRIBUSI AKTIVITAS EKONOMI DAN PENINGKATAN AKSESIBILITAS

15 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB UNSUR 05 - Stakeholders 15 KELEMBAGAAN (INSTITUSITIONAL) KUMPULAN ATURAN MAIN DAN ORGANISASI, BERPERAN PENTING DLM MENGATUR PENGGUNAAN / ALOKASI SUMBERDAYA SEC. EFISIEN, MERATA DAN BERKELANJUTAN. KELEMBAGAAN FORMAL, mis : institusi pemerintah, kampus, LSM KELEMBAGAAN INFORMAL, mis : kelompok tani, kelompok diskusi, dll. KELEMBAGAAN FORMAL, mis : institusi pemerintah, kampus, LSM KELEMBAGAAN INFORMAL, mis : kelompok tani, kelompok diskusi, dll. PARTISIPASI MASYARAKAT (BOTTOM – UP)

16 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB UNSUR 06 - Analisis 16 PENDEKATAN, METODE, PROSEDUR ATAU TEKNIK UNTUK MENELUSURI KONDISI HISTORIS DAN KONDISI SEKARANG DARI SUATU WILAYAH PERENCANAAN DAN UNTUK MENENTUKAN HAL-HAL YG DAPAT DILAKUKAN PADA MASA YG AKAN DATANG. PENDEKATAN, METODE, PROSEDUR ATAU TEKNIK UNTUK MENELUSURI KONDISI HISTORIS DAN KONDISI SEKARANG DARI SUATU WILAYAH PERENCANAAN DAN UNTUK MENENTUKAN HAL-HAL YG DAPAT DILAKUKAN PADA MASA YG AKAN DATANG. ANALISIS DATA DASAR ANALISIS PRAKIRAAN ANALISIS PENYUSUNAN SKENARIO ANALISIS DATA DASAR ANALISIS PRAKIRAAN ANALISIS PENYUSUNAN SKENARIO ANALISIS SPASIAL ANALISIS SEKTORAL ANALISIS TEMPORAL ANALISIS SPASIAL ANALISIS SEKTORAL ANALISIS TEMPORAL

17 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB UNSUR 07 - Waktu 17 PERENCANAAN SEBAGAI PROYEKSI MASA DEPAN KEADAAN MASA LALU : PERTIMBANGAN. PENGALAMAN. KEADAAN MASA LALU : PERTIMBANGAN. PENGALAMAN. KEADAAN MASA KINI KEADAAN MASA YG AKAN DATANG KECENDERUNGAN (TREND) KECENDERUNGAN (TREND) JALUR RENCANA, CITA-CITA JALUR RENCANA, CITA-CITA

18 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB UNSUR 08 - PROSES 18 INTELLECTUAL & WORKING PROCESS INFORMATION MANAGEMENT NORMS, VALUES and VIEWS COMMUNICATION DESIGN ORGANISATION and MANAGEMENT PROCESS TASK ALLOCATION + RESPONSIBILITIES LAWS and REGULATIONS CO-OPERATION CO-ORDINATIONS RUITER & SANDERS. 1998

19 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 19 POLITICAL and DECISION MAKING PROCESS FORMING OPINIONS DELIBERATIONS NEGOTIATIONS RESOLUTION and DECREES SOCIAL PROCESS EVOLVING INTENTIONS PARTICIPATION EVOLVING AUTHORITY

20 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB PROSES Perencanaan 20 SIKLIS KESATUAN DALAM RAGAM KEGIATAN / TAHAP SETIAP TAHAPAN TIDAK SELALU SEKUENSIAL AKHIR DARI PROSES PERENCANAAN SELALU MENJADI UMPAN BALIK BAGI PENYEMPURNAAN PERENCANAAN BERIKUTNYA TIDAK ADA SATU KEGIATAN YANG TERISOLASI DARI KEGIATAN LAINNYA, SEMUA SALING BERHUBUNGAN. BERORIENTASI PADA PROSES, BUKAN PRODUK. ARUS PROSES DAPAT BOLAK BALIK ATAU MELOMPAT DIMANA SETIAP TAHAP BISA BERPENGARUH PADA TAHAPAN LAINNYA (BAIK TAHAP SETELAHNYA MAUPUN TAHAP SEBELUMNYA). BERORIENTASI PADA PROSES, BUKAN PRODUK. ARUS PROSES DAPAT BOLAK BALIK ATAU MELOMPAT DIMANA SETIAP TAHAP BISA BERPENGARUH PADA TAHAPAN LAINNYA (BAIK TAHAP SETELAHNYA MAUPUN TAHAP SEBELUMNYA).

21 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 21 SURVEI ANALISIS RENCANA PENDEFINISIAN PERSOALAN PERUMUSAN TUJUAN DAN SASARAN PENGUMPULAN DATA ANALISIS: DATA DASAR, PROYEKSI IDENTIFIKASI ALTERNATIF EVALUASI DAN SELEKSI ALTERNATIF IMPLEMENTASI PEMANTAUAN (RE) - EVALUASI UMPAN BALIK UMPAN BALIK

22 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 22

23 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 23 PERUMUSAN TUJUAN PERUMUSAN SASARAN IDENTIFIKASI PILIHAN PENILAIAN KOMPARATIF IMPLEMENTASI PERENCANAAN EVALUASI IMPLEMENTASI PUBLIKASI RENCANA PENGUMPULAN dan ANALISIS DATA

24 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 24 PENGUMPULAN DATA PENGEMBANGAN TATA HUBUNGAN PENGEMBANGAN TATA HUBUNGAN MODEL 4 TAHAP : TRIP GENERATION TRIP DISTRIBUTION MODAL SPLIT TRIP ASSIGNMENT MODEL 4 TAHAP : TRIP GENERATION TRIP DISTRIBUTION MODAL SPLIT TRIP ASSIGNMENT EVALUASI USULAN TRANS. PADA MASA DEPAN TRANSPORTASI MASA DEPAN TRANSPORTASI MASA DEPAN TATA GUNA LAHAN MASA DEPAN

25 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 25 RENCANA DETAIL / RINCI SEKTORAL PUSAT SEKTOR RENCANA DETAIL / RINCI SEKTORAL PROVINSI KABUPATEN / KOTA KOMPREHENSIF SEKTORAL (mis : sektor pertanian – Dinas Pertanian) SEKTORAL (mis : sektor kesehatan – Dinas Kesehatan)

26 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 26 AMPLOP RUANG INTENSITAS KEFUNGSIAN FASILITAS UMUM SOSIAL EKONOMI BUDAYA RTH RTnH TRANS PORTASI EKONOMI ALOKASI, I-O, INVESTASI LINGKUNGAN KONSOLIDASI, ALOKASI, PROTEKSI SOSIAL SUBJEK, DISTRIBUSI, PARTISIPASI LEMBAGA STRUKTUR RUANG : DIST. PEND., FUNGSI R., SIST. JARINGAN BLOK : BLOK & GUNA LAHAN SPASIAL SEKTO RAL SEKTO RAL KOMPRE HENSIF KOMPRE HENSIF UTILITAS

27 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 27 RENCANA DETAIL / RINCI LAINNYA PUSAT PROVINSI KAB / KOTA ACUAN / PEDOMAN SHARE / ALOKASI ANGGARAN dan LOKASI

28 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB PRODUK RENCANA Tata Ruang 28 RENCANA PEMANFAATAN RUANGRENCANA PENGEMBANGAN SARANARENCANA PENGEMBANGAN PRASARANAPELAKSANAAN dan PENGENDALIAN

29 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 29 RINCIAN SUBSTANSI SKALAPERIODE RENCANA

30 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 30 URBAN DESIGN RTRW KOTA RDTR KOTA RTBL RENCANA DETAIL LAINNYA

31 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 31 RENCANA PEMANFAATAN RUANG Rencana Fungsi Perwilayahan Kota Pasuruan ( RTRW Kota Pasuruan 2008– 2028 ) Rencana Fungsi Perwilayahan Kota Pasuruan ( RTRW Kota Pasuruan 2008– 2028 )

32 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 32 RENCANA PENGEMBANGAN SARANA Rencana Pengembangan Fasilitas Umum ( RTRW Kota Pasuruan 2008– 2028 ) Rencana Pengembangan Fasilitas Umum ( RTRW Kota Pasuruan 2008– 2028 )

33 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 33 RENCANA PENGEMBANGAN PRASARANA Rencana Pengembangan SISTEM AIR BERSIH ( RTRW Kota Pasuruan 2008– 2028 ) Rencana Pengembangan SISTEM AIR BERSIH ( RTRW Kota Pasuruan 2008– 2028 )

34 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 34 RENCANA PELAKSANAAN - INDIKASI PROGRAM RENCANA PELAKSANAAN - INDIKASI PROGRAM

35 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 35 RENCANA PENGENDALIAN - ZONING REGULATION RENCANA PENGENDALIAN - ZONING REGULATION

36 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 36

37 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB DAFTAR PUSTAKA 37 KUNCORO OTONOMI dan PEMBANGUNAN DAERAH. Penerbit PT. Gelora Aksara Pratama PONTOH dan KUSTIWAN PENGANTAR PERENCANAAN KOTA. PENERBIT ITB. BANDUNG PANDUAN PENYUSUNAN RENSTRA AMPL RUITER & SANDERS PHYSICAL PLANNING. FACULTY of ENGINEERING. DELFT UNIVERSITY of TECHNOLOGY wassalamu’alaikum wr. wb

38 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB TUGAS KECIL 38 1.TUGAS INDIVIDU. 2.MAKALAH MENGENAI PERMASALAHAN dalam PERENCANAAN WILAYAH & KOTA / PEMBANGUNAN. 3.PILIHAN TEMA : PEMBANGUNAN EKONOMI DESA atau PESISIR berbasis POTENSI LOKAL (LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT / LED). URBANISASI. KEMISKINAN PEDESAAN / PERKOTAAN dan PEMERATAAN PEMBANGUNAN PENGGUSURAN dan PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN. PELAYANAN UMUM. KESEHATAN LINGKUNGAN (SANITASI). POLUSI dan LIMBAH PERKOTAAN. KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP. KERUSAKAN CITRA KAWASAN PERKOTAAN. 1.TUGAS INDIVIDU. 2.MAKALAH MENGENAI PERMASALAHAN dalam PERENCANAAN WILAYAH & KOTA / PEMBANGUNAN. 3.PILIHAN TEMA : PEMBANGUNAN EKONOMI DESA atau PESISIR berbasis POTENSI LOKAL (LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT / LED). URBANISASI. KEMISKINAN PEDESAAN / PERKOTAAN dan PEMERATAAN PEMBANGUNAN PENGGUSURAN dan PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN. PELAYANAN UMUM. KESEHATAN LINGKUNGAN (SANITASI). POLUSI dan LIMBAH PERKOTAAN. KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP. KERUSAKAN CITRA KAWASAN PERKOTAAN.

39 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB JUMLAH HALAMAN 3-4 HALAMAN (sudah termasuk daftar pustaka). 5. FONT : ARIAL 11, SPASI MARGIN : KIRI-KANAN, ATAS-BAWAH = 2 cm 7. SUSUNAN PEMBAHASAN : JUDUL NAMA/NIM KELAS PENDAHULUAN PEMBAHASAN KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA 8. TIDAK PERLU MEMAKAI COVER dan ABSTRAK 9.LEBIH BAIK DILENGKAPI GAMBAR/PETA atau SKEMA. 10. DIKUMPULKAN SAAT UTS (pengumpulan dikoordinir ketua kelas dan dimasukkan ke dalam map). 4. JUMLAH HALAMAN 3-4 HALAMAN (sudah termasuk daftar pustaka). 5. FONT : ARIAL 11, SPASI MARGIN : KIRI-KANAN, ATAS-BAWAH = 2 cm 7. SUSUNAN PEMBAHASAN : JUDUL NAMA/NIM KELAS PENDAHULUAN PEMBAHASAN KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA 8. TIDAK PERLU MEMAKAI COVER dan ABSTRAK 9.LEBIH BAIK DILENGKAPI GAMBAR/PETA atau SKEMA. 10. DIKUMPULKAN SAAT UTS (pengumpulan dikoordinir ketua kelas dan dimasukkan ke dalam map).

40 PENGANTAR PWK – JP – PWK.FT.UB 40


Download ppt "UNSUR DAN PROSES PERENCANAAN PENGANTAR - PWK assalamu’alaikum wr. wb Johannes Parlindungan Siregar PERENCANAAN WILAYAH dan KOTA UNIVERSITAS BRAWIJAYA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google