Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ORGANISASI SEBAGAI SISTEM PANDANGAN SISTEM PADA OD : Barrien: “a system is set of components, interacting with each other and a boundary which silects.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ORGANISASI SEBAGAI SISTEM PANDANGAN SISTEM PADA OD : Barrien: “a system is set of components, interacting with each other and a boundary which silects."— Transcript presentasi:

1 ORGANISASI SEBAGAI SISTEM PANDANGAN SISTEM PADA OD : Barrien: “a system is set of components, interacting with each other and a boundary which silects bath the kind and rate of imput and outputs to and rate imputs and outputs and from the system” Barrien: “ suatu sistem adalah satuan komponen, saling berinteraksi satu sama lain dan sebuah batasan pemisahan sesama dan tingkatan kekuatan pada masukkan dan keluaran ke dan dari sistem” Hodgetts : “These open system are characterized by flexible equilibrium. They are contiually receiving external imputs wich in turn are being transformed into output feedback into the system for purpose of adjusment and correction”. Hodgetts: “ Sistem terbuka adalah ditandai oleh keseimbangan fleksibel. Mereka *apakah contiually menerima tenaga yang dimasukkan eksternal yang pada gilirannya sedang diubah-ditransformasi ke dalam output umpan balik ke dalam sistem untuk tujuan adjusment dan koreksi”. SISTEM MEMILIKI: 1.KOMPONEN PEMBETUK SISTEM 2.TERDAPAT FUNGSI DAN PROSES PADA KOMPONEN 3.HUBUNGAN KOMPONEN ---BANGUNAN 4.PRINSIP PENGATURAN

2 BIDANG OD TELAH BERKEMBANG ?! perubahan cepat dan dramatis di kedua organisasi dan tenaga kerja serta globalisasi ekonomi dunia. Dyer (1997). OD : suatu proses dimana tindakan (actions) yang diambil untuk melepaskan upaya kreatif dan produktif manusia pada saat yang sama mencapai tujuan tertentu yang sah organisasi seperti menjadi menguntungkan, kompetitif, dan berkelanjutan. French dan Bell (1999). OD : upaya jangka panjang, yang dipimpin dan didukung oleh manajemen puncak, untuk meningkatkan visi organisasi, pemberdayaan, pembelajaran, dan proses pemecahan masalah, melalui manajemen berkelanjutan, kolaboratif budaya, organisasi-dengan penekanan khusus pada budaya tim kerja utuh dan tim lainnya, konfigurasi-menggunakan peran konsultan-fasilitator dan teori dan teknologi ilmu terapan perilaku, termasuk penelitian tindakan. Cummings dan Worley (2001)., OD : aplikasi sistem yang luas pengetahuan ilmu perilaku untuk pengembangan terencana dan penguatan strategi organisasi, struktur, dan proses yang mengarah pada efektivitas organisasi

3 Pemikiran wilson ini, terus berkembang menjadi model PAFHRIER (DAVID GARSON DAN E. SAUEL OVERMAN. 1991), dan majemen publik mengaktualisasikan konsepsinya menjadi POSDCRORB : LUTHER H. GULLICK PLANNING; ORGANIZING; STAFFING; DIRECTING; COORDINATING; REPORTING; BUDGETING PAFHRIER POLCY ANALYSIS (PLANNING-REPORT) FINANCIAL MANAGEMENT (F. BUDGET) HUMAN RESOURCE MANAGEMENT(STAF) INFORMATION MANAGEMENT(COORD) EXTERNAL RELATIONS (FUNGSI BARU)

4 Wendell l. French at all (1990), Organization Development, " Sistem adalah operasi sistem aktip, seperti organisasi, dapat dipandang sebagai suatu pertalian ( energi, material, atau informasi) dari sumber lingkungan eksternal, mekanisme transformasi (suatu mesin atau suatu technical-human organisasi) dan arus hasil atau keluaran, yang disajikan ke para pemakai. Sistem mungkin meliputi satu atau lebih umpan balik mekanisme untuk pengaturan diri.….. isyarat dari hasil lingkungan eksternal atau internal adalah sub-standard bisa mengakibatkan perubahan di dalam transformasi ataupun masukan, atau kedua-duanya.

5 Wendell l. French at all (1990), Organization Development A System in Interaction with its Enviroment Source of Energy, Materials, or Information input  Transforming Mechanism  Output  Users External interface Feedback Mechanis Internal interface Feedback Mechanis

6 Dari pengertian system di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa system adalah : 1.komponen dasar,input,proses/ transformation,output), outcome dan impact 2.bagian disebut elemen system. 3.Memiliki bagian elemen lingkungan. 4.Memiliki hubungan antara elemen system disebut struktur intern-sistem intern. 5.Memiliki hubungan antara elemen system dengan elemen lingkungan disebut sistem ekstern. 6.Memiliki masukan dari lingkungan berupa energy, material dan informasi, berasal dari Output maupun outcomes untuk menjadi perubahan input atau transforming mechanism.

7 Organizations described in systems terminolo (French and Bell, ) subunit organizations – as subsystems we also find it useful to think of organizations as consisting of a number of signifikant interacting variabels that cut across or are common to all subsistems. These varibel have to do with GOALS, TAKS, TECHNOLOGY, HUMAN SOCIAL ORGANIZATIONS, STRUCTURE AND EXTERNAL INTERFACE RELATIONSHIPS.

8 The Goal Subsystem Consists of one or more (usually several) interrelated superordinate objectives or goals, usually set forth in the organization’s charter or mission statement, plus the subgoals of units and programs stemming from or forming the superordinate goal. Terdiri dari satu atau lebih ( pada umumnya beberapa) sasaran yang tinggi atau tujuan saling berhubungan, pada umumnya terpasang permanen di statemen organization’s misi atau piagam, tujuan utama antara unit dan program yang memperkuat dari atau membentuk tujuan yang lebih tinggi. Most are very concious of the importance of satisfying certain customer or client needs if they are to satisfy their own. Kebanyakan adalah sangat menyangkut kepentingan kepuasan klien atau kebutuhan pelanggan, jika mereka untuk mencukupi kepemilikan mereka sendiri. Significant aspects of the goal system are the subunit or program goals that either stem from or act interdependently with overall goal. Aspek penting sistem tujuan adalah tujuan program atau subunit yang baik datang dari maupun tindakan secara saling tergantung dengan keseluruhan tujuan. The interrreltionship between these level of goal typically is area of considerable tension in organizations and requires extensive managing. Interrreltionship antara tingkat tujuan secara khas adalah area dari tegangan yang pantas dipertimbangkan di dalam organisasi dan memerlukan pengelolaan yang luas.

9 STRUCTURAL-SUBSYSTEM is higghly influenced by the technology subsystem and consists of task groupings, such as unit, departements, or divitions. Interrelated with such task grouping is the design of the work flow, that is, where a partially completed product goes next, and so forth. Also include in the structural subsystem are work rules, such as beginning and ending hours; the authority system, for example, who reports to whom, and who can exercise sanctions toward whom; and procedures and practices relative to communiting, planning, coordination, control, and decision making. These three subsystem-technolgy, task, and structural-are obviously highly interdependent. SUB SISTEM MANAJERIAL 1.TEKNOLOGI, MESIN, PROSES DAN METODE 2.KETRAMPILAN KEAHLIAN Aspek Ilmiah administrasi & manajemen – universal – produktivitas Henry Fayol 1.Restrukturisasi organisasi 2.Rumusan kebijakan 3.Peraturan dan prosedur kerja 4.Teknik perencanaan & Pengendalian apakah yang harus dikerjakan? Bagaimana melaksanakannya? Analisa fungsi manajer dan penyerasian poac

10 TECHNOLOGY SUBSYSTEMS consists of tools, machines, procedures, methods, and technicl knowledge. In essence, this subsystem consists of the artifacts and knowledge that have been assembled to produce an end product, and it stems largely from the goal subsystem. terdiri dari cara/alat-alat, mesin, prosedur, metoda, dan pengetahuan teknik. Pada pokoknya, subsistem ini terdiri dari artifacts dan pengetahuan yang telah dirakit untuk menghasilkan suatu hasil akhir, dan bersumber sebagian besar dari subsistem gol.. SUB-SISTEM TEKNOLOGI 1. Teknologi, Mesin, Proses dan Metode 2. Keahlian dan Ketrmpilan Proses memasukan  hasil produksi barang dan jasa. MANAGEMENT SCIENCE (F.W. Taylor) 1.Tanggungjawab pimpinan  percn dihindari pegawai mengunakan cara kerja sendiri. 2.Metode dan Teknik  Dasar Pekerjaan 3.Pemilihan Pegawai untuk pekerjaan  = Metode yang ditetapkan 4.Bakuan alat Penilai 5.Insentif setiap kelebiahan.

11 THE HUMAN-SOCIAL SUBSYSTEM can be viewed as consisting of four aspects: the skills and abilities of organizational members, the leadership philosophy and style, a formal subsystem, and an informal ubsystem. Skills and abilities are included because the capabilities of organization members pervade all organizational subsystems.(kemampuan dan Ketrampilan, yakni kemampuan anggota organisasi meliputi semua subsistem organisatoris). While leadership philosophy and style can be considered one aspect of skills and abilities, we choose to separate out these dimensions because they are sohighly interrelated with such matters as the way decisionss are made and the degree of concern for human values expressed in the organization. (Gaya dan filosofi kepemimpinan dapat dipertimbangkan sebagai satu aspek kemampuan dan ketrampilan, kita memilih untuk memisahkan ke luar dimensi ini sebab ini saling berhubungan dengan keputusan berbagai cara, apakah dibuat dan derajat tingkat perhatian untuk nilai-nilai manusia dinyatakan di dalam organisasi). By formal subsystem, is meant personnel subsystems, such as staffing (assignment, tranfer, promotion, separation), reward (financial and otherwise), and appraisal ( perfomance review and the communication of the review); bargaining subystems (formalized collective bargaining or quasi-bargaining relationships); and the system of organizational Justice (mechanisms for equitable treatment and for remedying wrongs ).(subsistem formal, dimaksud subsistem personil, seperti susunan kepegawaian ( tugas, tranfer, promosi, separasi), penghargaan ( keuangan dan cara lainnya), dan penilaian( perfomance meninjau ulang dan komunikasi tinjauan ulang); subsystem Penawaran ( perundingan secara kolektif yang disusun atau hubungan quasi- bargaining); dan sistem Keadilan organisatoris ( mekanisme untuk perawatan dan untuk memperbaiki kesalahan).. and The informal subsystem consists of nonprogrammed activities and interactions, including resistant behaviors and coalition and competitive behaviors ; proup, norm, sentiments (felings); values; and status. (subsistem Informal terdiri dari interaksi dan aktivitas nonprogrammed, termasuk kesatuan dan perilaku bersifat menentang dan perilaku kompetitif; group, norma, perasaan ( felings); nilai-nilai; dan status).

12 THE HUMAN-SOCIAL SUBSYSTEM SUB-SISTEM MANUSIA Kondisi Manusia ---Yang Memasuki Lingkungan Organisasi 1. Keahlian + Manajerial 2. Pengetahuan Dan Cita-cita 3. Motif Dan Kebutuhan (motif, kebutuhan, harapan. Caraberfikir dan bertindak) Hawthorn : Westen Electric Company Studi –Faktor-Faktor –Prodk lingkungan -/-  produktivitas. Interaksi sosial antar kelompok -  Prodk Bagaimana seseorang berperilaku dalam pekerjaannya dan mengapa demikian. Norma Dan Nilai ----Antropologi Tempat Kerja, Motivasi, Perilaku Psikologi Sosial

13 SUB-SISTEM BUDAYA BUDAYA YANG DIKEMBANGKAN OLEH LINGKUNGAN TERTENTU MENENTUKAN CARA, BAGAIMANA CARA---INTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN.

14 EXTERNAL INTERFACE RELATIONSHIPS Consists of data sensing and gathering (e.g., market or public reaction surveys); resources procurement (e.g., recruitment and selection, and purchasing); output placement or exchangees of outputs for resources; enviroment influening) e.g, advertising, public relations, lobbying, pollution control); and responses to external demands. (data yang dirasakan dan pengumpulan ( e.g., penjualan atau survei reaksi publik); sumber daya pengadaan ( e.g., pemilihan dan perekrutan, dan pembelian); penempatan keluaran atau pertukaran keluaran untuk sumber daya; enviroment yang mempengaruhi seperti, iklan, hubungan masyarakat, lobi, pengendalian polusi); dan respon permintaan eksternal..


Download ppt "ORGANISASI SEBAGAI SISTEM PANDANGAN SISTEM PADA OD : Barrien: “a system is set of components, interacting with each other and a boundary which silects."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google