Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Modul 8 Teori Penyusunan S-Curve RENCANA KERJA Sebelum pelaksanaan kegiatan proyek konstruksi dimulai, biasanya didahului dengan penyusunan rencana kerja.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Modul 8 Teori Penyusunan S-Curve RENCANA KERJA Sebelum pelaksanaan kegiatan proyek konstruksi dimulai, biasanya didahului dengan penyusunan rencana kerja."— Transcript presentasi:

1 Modul 8 Teori Penyusunan S-Curve RENCANA KERJA Sebelum pelaksanaan kegiatan proyek konstruksi dimulai, biasanya didahului dengan penyusunan rencana kerja waktu kegiatan yang disesuaikan dengan metode pelaksanaan konstruksi yang akan digunakan. Pihak pengelola proyek melakukan kegiatan pendataan lokasi proyek guna mendapatkan informasi detai untuk keperluan penyusunan rencana kerja. Dalam menyusun rencana kerja, perlu dipertimbangkan beberapa hal, yaitu : 1. Keadaan Lapangan Lokasi Proyek 2. Kemampuan Tenaga Kerja 3. Pengadaan Material Konstruksi 4. Pengadaan Alat Pembangunan 5. Gambar Kerja 6. Kontinuitas Pelaksanaan Pekerjaan 1. Keadaan Lapangan Lokasi Proyek Hal ini dilakukan untuk memperkirakan hambatan yang mungkin timbul selama pelaksanaan pekerjaan. 2. Kemampuan Tenaga Kerja Informasi detai tentang jenis dan macam kegiatan yang berguna untuk memperkirakan jumlah dan jenis tenaga kerja yang harus disediakan. 3. Pengadaan Material Konstruksi Harus diketahui dengan pasti macam, jenis, dan jumlah material yang diperlukan untuk pelaksanaan pembangunan. Pemilahan jenis material yang akan digunakan harus dilakukan di awal proyek, kemudian dipisahkan berdasarkan jenis material yang memerlukan waktu untuk pengadaan, misalnya material pabrikasi biasanya tidak dapat dibeli setiap saat, tetapi memerlukan sejumlah waktu untuk kegiatan proses produksi. Hal ini penting untuk membuat jadwal rencana pengadaan material konstruksi.

2 Variasi yang ditimbulkan dari pembandingan rencana dan realisasi dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan rencana selanjutnya. RENCANA LAPANGAN Yang dimaksud dengan rencana lapangan adalah suatu rencana perletakan bangunan-bangunan pembantu yang bersifat temporal yang diperlukan sebagai sarana pendukung untuk pelaksanaan pekerjaan. Karena sifatnya temporal, maka pada akhirnya bangunan ini harus dibongkar sehingga pemilihan jenis material disesuaikan dengan keadaan dan kondisi lokasi. Tujuan pembuatan rencana lapangan adalah untuk mengatur letak bangunan-bangunan pembantu sedemikian rupa sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan efisien, lancar, dan sesuai rencana yang disusun. Jenis dan macam bangunan pembantu tergantung dari besar kecilnya pekerjaan atau durasi waktu pelaksanaan pekerjaan. Demikian pula jenis/macam dan ukuran bangunan yang akan dilaksanakan ikut menentukan jenis/macam dan ukuran bangunan pembantu, termasuk jumlah dari bangunan pembantu. Jenis bangunan pembantu, misalnya : kantor, gudang, bengkel kerja, laboratorium lapangan, pos keamanan, pagar keliling, dan lain sebagainya. Dalam proses pembangunan proyek konstruksi dibutuhkan suatu perencanaan yang matang, baik perencanaan metode konstruksi, penyediaan material, sumber dana, tenaga kerja. Hal ini diperlukan untuk mendapatkan hasil kerja yang efisien. Kompleksitas dari pelaksanaan pembangunan menuntut pengelola konstruksi untuk memperhitungkan dengan cermat segala sesuatu yang akan dihadapi di lapangan. Pada umumnya penyiapan lokasi pekerjaan yang mencakup : 1. Penyelidikan Lapangan Tujuan dari site investigation adalah untuk mengidentifikasi dan mencatat data yang diperlukan untuk kepentingan proses desain maupun proses konstruksi. 2. Pertimbangan Tata Letak

3 SCHEDULING Perencanaan merupakan bagian terpenting untuk mencapai keberhasilan proyek konstruksi. Pengaruh dari perencanaan terhadap proyek konstruksi akan berdampak pada pendapatan dalam proyek itu sendiri. Hal ini dikuatkan dengan berbagai kejadian dalam proyek konstruksi yang menyatakan bahwa perencanaan yang baik dapat menghemat ± 40% dari biaya proyek, sedangkan perencanaan yang kurang baik dapat menimbulkan kebocoran anggaran sampai dengan ± 400%. Sering terjadi ketidaktepatan persepsi oleh pihak industri konstruksi antara “Perencanaan” dan “Penjadwalan”. Kedua kata tersebut sering disatukan dan digunakan untuk menyebut jabatan seseorang dalam unit usaha “Perencanaan dan Penjadwalan”. Arti sesungguhnya dari keduanya sangat berlainan meskipun saling berkaitan. “Penjadwalan” digunakan untuk menggambarkan “proses” dalam proyek konstruksi dan merupakan bagian dari “Perencanaan”. Keterkaitan antara perencanaan dan penjadwalan dapat diilustrasikan sebagai berikut : Perencanaan pondasi dari suatu bangunan mencakup beberapa fungsi yang terkait, yaitu fungsi estimasi, penjadwalan, pengendalian. Perencanaan adalah proses pengambilan keputusan dari berbagai alternatif yang mungkin, misalnya metode konstruksi yang tepat dan urutan kerjanya. Proses ini nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan kegiatan estimasi dan penjadwalan, dan selanjutnya sebagai tolak ukur untuk pengendalian proyek. Penjadwalan adalah kegiatan untuk menentukan waktu yang dibutuhkan dan urutan kegiatan serta menentukan waktu proyek dapat diselesaikan. Penjadwalan merefleksikan dari perencanaan, karena itu perencanaan harus dilakukan terlebih dahulu. Hal-hal yang mendasar dari kegiatan perencanaan adalah : pencarian informasi dan data, pengembangan dari berbagai alternatif yang mungkin, melakukan analisis dan evaluasi dari berbagai alternatif, pemilihan alternatif, pelaksanaan, dan memberi masukan. BARCHART


Download ppt "Modul 8 Teori Penyusunan S-Curve RENCANA KERJA Sebelum pelaksanaan kegiatan proyek konstruksi dimulai, biasanya didahului dengan penyusunan rencana kerja."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google