Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TRAUMA MEKANIK OLEHJULIZAR BAGIAN FISIKA KEDOKTERAN FAK. KEDOKTERAN UANAND.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TRAUMA MEKANIK OLEHJULIZAR BAGIAN FISIKA KEDOKTERAN FAK. KEDOKTERAN UANAND."— Transcript presentasi:

1 TRAUMA MEKANIK OLEHJULIZAR BAGIAN FISIKA KEDOKTERAN FAK. KEDOKTERAN UANAND

2 MEKANISME TRAUMA TRAUMA: Kerusakan jaringan akibat intervensi gaya luar yang berlebihan atau kecelakaan. Kerusakan dapat disebabkan karena jaringan atau sistem mengalami 1. Deformasi: perubahan bentuk 2. Regangan (strain): perubahan panjang atau luas 3. Puntiran (sprain): perubahan sudut 4. Kompresi: Perubahan volume

3 1. DEFORMASI Deformasi pada benda biasanya terjadi akibat tumbukan. Misalnya pada tabrakan atau pada benda jatuh. Pada tumbukan berlaku hukum kekekalan momentum  p sblm bertumbukan =  p ssdh bertumbukan m1.v1 + m2.v2 = m1.v’1 + m2.v’2 v1 dan v2 = kec. Benda I dan II sebelum bertumbukan v’1 dan v’2 = kec. Benda I dan II sesudah.bertumbukan

4 P = m.v HK. Newton II: Laju perubahan momentum suatu benda sama dengan gaya total yang diberikan pada benda tersebut. Semakin besar laju perubahan momentun semakin besar gaya yang mengintervensi benda yang bertabrakan, semakin besar perubahan bentuk yang dialami benda.

5 REGANGAN (STRAIN) Regangan bisanya mengakibatkan terjadinya perubahan panjang atau luas benda akibat adanya gaya eksternal yang berupa tarikan. Biasanya terjadi pada benda yang bersifat elastik. Misalnya: karet, otot dll. Menurut Hukum HOOK:  l = F/k  l = pertambahan panjang F = Gaya Eksternal k = konstanta elastisitas l ll F=m.g

6 Daerah ekastisitas Daerah plastisitas Gaya F ll Batas elastisitas Titik patah Diagram  l vs F sepotong logam yang diberi tegangan

7  l maks dicapai pada titik Patah. F maksimum yang mencapai titik patah disebut juga dengan Kekuatan Ultimat dari benda. Besarnya  l tidak hanya bergantung k dan F saja, tetapi juga oleh luas penampang A. dimana semakin besar A maka  l semakin kecil. Besaran F/A disebut juga tegangan (identik dengan Tekanan) yang berasal dari luar. Besaran  l/l disebut juga dengan regangan yang merupakan respon dari benda terhadap tegangan.

8 Untuk materi yang berbeda perbandingan tegangan dengan regangan ini berbeda yang dipengaruhi oleh konstanta elastisitas benda. Nilai perbandingan antara tegangan dengan regangan ini disebut juga konstanta elastisitas Young atau yang lebih dikenal dengan Modulus Young yang disimbolkan dengan Y dimana: atau Ternyata regangan berbanding lurus dengan tegangan pada daerah elastisitas. Untuk tulang (Tungkai), Y = 15 X 109 N/m2

9 Tegangan Geser Teg. Geser identik teg. tarik atau tekan tetapi memilik F yang sama besar dan berlwanan arah yang melintasi sisi-sisi benda yang berlawanan. Ex. Sebuah buku tebal yang ditekan. Modulus Geser G =(F/A)/(  l / l ) Untuk Tulang G = 80 x 10 9 N/m 2 Untuk Tulang G = 80 x 10 9 N/m 2 F F ll ll

10 F maks/ luas yang bisa ditahan benda sampai batas patah yang disebabkan tegangan tarik, tekan dan geser disebut kekuatan tarik, kekuatan tekan dan kekuatan geser dari benda tersebut. F maks/ luas yang bisa ditahan benda sampai batas patah yang disebabkan tegangan tarik, tekan dan geser disebut kekuatan tarik, kekuatan tekan dan kekuatan geser dari benda tersebut. Untuk tulang Kekuatan tarik: 130 x 10 6 N/m 2 Kekuatan tekan = 170 x 10 6 N/m 2 Kekuatan tekan = 170 x 10 6 N/m 2 Untuk keamanan. Tegangan pada sebuah struktur tidak boleh melebihi 1/3 dari nilai tegangan yang terdapat pada tabel Standar. Untuk keamanan. Tegangan pada sebuah struktur tidak boleh melebihi 1/3 dari nilai tegangan yang terdapat pada tabel Standar.

11 Modulus kekakuan pada Puntiran Jika sebatang logam sepanjang l dengan radius r dipuntir dengan memberikan gaya sebesar F akan menyebabkan pipa terpuntir dengan sudut sebesar  Momen puntir Momen puntir M = m.g.r ………(1) M = m.g.r ………(1)  F = m.g l r

12 Besarnya sudut puntiran dipengaruhi oleh nilai modulus kekakuan  (rigidity) dari materi yang mempunyai hubungan sebagai berikut  = 2M.l/ . .r 4 atau M = . .r 4.  /2l,,,,,,,,, (2) dimana :  = sudut puntiran; M = momen puntiran,  = sudut puntiran; M = momen puntiran, L = panjang batang;  = Modulus kekakuan benda,  = 3,14 r = radius batang. Berdasarkan psm.1 dan 2 maka  batang dapat dihitung dengan menggabung psm 1 dan 2. Berdasarkan psm.1 dan 2 maka  batang dapat dihitung dengan menggabung psm 1 dan 2. m.g.r = . .r 4.  /2l  = 2.m.g.l/ .r 3.   = modulus kekakuan (N/m 2  )

13 Aplikasi: Puntiran(sprain = keseleo) sering terjadi pada otot dan sendi dapat disebabkan karena: 1. Salah sikap 2. Terpeleset/tergelincir 3. Eksposure gaya eksternal yang besar. Akibat puntiran yang besar antara lain: 1. Trauma pada otot & sendi 2. Dislokasi sendi

14 3 jenis tegangan penyebab tulang patah: Teg. tarikTeg. tekan Teg. geser


Download ppt "TRAUMA MEKANIK OLEHJULIZAR BAGIAN FISIKA KEDOKTERAN FAK. KEDOKTERAN UANAND."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google