Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAB 6 BUDGET DEFICITS, INFLATION & BALANCE OF PAYMENTS Oleh : Dr. Rina Oktaviani.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAB 6 BUDGET DEFICITS, INFLATION & BALANCE OF PAYMENTS Oleh : Dr. Rina Oktaviani."— Transcript presentasi:

1 BAB 6 BUDGET DEFICITS, INFLATION & BALANCE OF PAYMENTS Oleh : Dr. Rina Oktaviani

2 Pendahuluan Bab Sebelumnya : Analisis aliran modal dari dan ke negara berkembang. Modal asing berguna bagi negara berkembang untuk tambahan bagi tabungan domestik, meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi. Investasi asing  meningkatkan produktivitas modal (modern technology, management & raising the skill base of the labour force) Pengalaman Asia Timur & Amerika Latin: -Aliran modal asing ke negara-negara berkembang dan keuntungan yg diperoleh tergantung pada kebijakan dan prospek ekonomi dari negara-negara penerima modal

3 Pendahuluan -faktor kunci yang mendorong aliran modal asing: Kebijakan ekonomi yang logis/sehat dan prospek ekonomi yang cerah -sumber penyebab capital flight di Amerika Latin adalah tidaktertib dalam menjaga kondisi makroekonomi dan mismanagement -Kontribusi modal asing thd keragaan ekonomi domestik lebih tinggi ketika suatu negara berada pada tingkat kompetisi dan keterbukaan yang tinggi  seharusnya tujuan utama pembangnan adalah menciptakan perekonomian yang kompetitif, stabil dan terbuka Kebijakan Fiskal  kebijakan dominan untuk negara berkembang

4 Pendahuluan Developing country, biasanya mengalami defisit anggaran  akar masalah dari sebagian besar problem makroekonomi atau ketidakstabilan makroekonomi: Inflasi   large current account defisit Hutang   pertumbuhan ekonomi  Bab ini akan melihat konsekwensi makroekonomi dari budget defisit di negara berkembang

5 KONSEKUENSI MAKROEKONOMI DARI DEFISIT ANGGARAN  Hubungan antara defisit anggaran dengan indikator makroekonomi tdk langsung tapi tergantung dari bgmn defisit anggaran dibiayai dan untuk berapa lama  Tiga sumber pembiayaan : 1. Menjual obligasi ke masyarakat 2. Pinjaman LN 3. Mencetak uang 4. Gabungan 3 hal di atas

6  Penggunaan berlebih ketiga sumber tsb  makroekonomi imbalance  Pinjaman DN  r   I   Pinjaman LN  ER apresiasi  current account defisit   hutang external , FER   Pencetakan uang  Meningkatkan Supply  inflasi KONSEKUENSI MAKROEKONOMI DARI DEFISIT ANGGARAN

7  Budget deficits tidak secara otomatis menimbulkan masalah makroekonomi  jika investasi publik cukup produktif maka ini dapat membangkitkan aliran pendapatan yg akan datang utk menutupi biaya-biaya dari hutang yg dibuat  Dalam jangka panjang, manajemen makroeknomi, budget defisits dapat disesuaikan sebagai satu cara berlatih dalam penyebaran biaya dari suatu peningkatan pengeluaran hutang dalam jumlah besar karena faktor-faktor yang sifatnya sementara KONSEKUENSI MAKROEKONOMI DARI DEFISIT ANGGARAN

8  Kapasitas penyerapan perekonomian juga faktor lain yang dipertimbagkan  secara umum, seberapaun dapat dengan mudah diserap oleh negara dimana tingkat private savingnya tinggi dan pasar modal berkembang baik  Di negara dg low saving, segmentasi perekonomian tinggi melalui distrosi harga relatif  budget defisit yang kecilpun dapat menimbulkan destabilizing  perlu suatu kebijakan fiskal yang hat-hati/bijaksana  Prudent fiscal policy  menangani public defisits pada suatu tingkat yang konsisten dengan tujuan makroekonomi lain, mengontrol inflasi, mempromosikan private investment dan menangani kredit eksternal yang berharga

9 DEFISIT ANGGARAN, KINERJA EKONOMI & TEMUAN 1. Defisit anggaran  tidak baik untuk pertumbuhan. Tergantung pada pajak aset financial untuk membiayai defisit akan berdampak buruk bagi investasi swasta & pertumbuhan 2. Defisit anggaran yg besar umumnya dijelaskan pilihan kebijakan & bukan oleh eksternal shock 3. Walaupun penyesuaian monetary financing dari defisit anggaran tdk memberikan hasil yg kosnsisten pd inflasi yg tinggi, hubungan jk.panjang antara monetary financing & inflasi tidak dpt disangkal

10 DEFISIT ANGGARAN, KINERJA EKONOMI & TEMUAN 3. Pembuktian kembali mengenai pandangan konvensional bahwa public investment baik untuk private investment 4. Defisit anggaran menghasilkan current account defisit (nilai saat ini) dan overvalued currencies  mungkin lower economic growth 5. Peningkatan public saving (pengurangan defisit anggaran) adalah kebijakan efektif pada peningkatan tabungan nasional

11 KENDALA ANGGARAN PEMERINTAH  Satu cara dlm memperlihatkan hub antara budget defisits &alternatif sumber pembiayaannya  alat memahami hub antara kebij fiskal & moneter & konsekuensi makroekonomi dr budget defisits Defisit Anggaran Pemerintah: D g – D g-1 = (G+I g -T) + r D g-1 Dimana : D g – D g-1 :Perubahan hutang pemerintah G:Konsumsi pemerintah I g :Investasi pemerintah T:Pajak r :Tingkat suku bunga nominal

12 Jika defisit anggaran  jual obligasi Pembeli Obligasi : 1.Asing (pemerintah atau swasta) 2.RT & perusahaan domestik 3.System perbankan domestik 4.Bank sentral domestik  dominan pembeli

13 Obligasi ada di masyarakat dan bank sentral : D gc – D gc-1 = (D g – D g-1 ) – (D gp – D gp-1 ) D gc – D gc-1 :Perubahan obligasi di bank sentral D g – D g-1 :Perubahan hutang D gp – D gp-1 :Perubahan obligasi di masyarakat

14 Dampak Defisit Anggaran Terhadap Perubahan Money Supply : M B -M B-1 = (D gc – D gc-1 ) + e (R C – R C-1 ) – (L CB – L CB-1 ) Dimana : M B – M B-1 :  Monetary base e :ER nominal Rp/US R C – R C-1 :  Foreign reserve di bank sentral L CB – L CB-1 :Stock pinjaman kepada bank komersial melalui “discount window”

15 Jika discount window diabaikan : M B -M B-1 = (D gc – D gc-1 ) + e (R C – R C-1 ) Substitusi dengan persamaan perubahan hutang (D g – D g-1 ) = M B -M B-1 + (D gp – D gp-1 ) - e (R C – R C-1 ) Persamaan di atas menunjukkan 3 cara untuk mengatasi defisit anggaran,  hutang pemerintah : 1.Meningkatkan monetary base M B -M B-1 2.Meningkatkan obligasi yang dipegang masyarakat, D gp -D gp-1 3.Kehilangan foreign reserves di bank sentral

16 Konsekuensi dari pilihan pembiaaan defisit anggaran, : 1.Meningkatkan monetary base M B -M B-1  inflasi 2.Pinjaman domestik  kredit meningkat  suku bunga pinjaman meningkat  crowding out investasi dan konsumsi 3.Pinjaman luar negeri  apresiasi nilai tukar  current account deficit

17 DEFISIT ANGGARAN DAN INFLASI Defisit anggaran  money creation  inflasi  Dornbusch-Reynoso Model Inflasi di negara berkembang menunjukkan interaksi : 1.Deficit finance  pemerintah meningkatkan MS 2.Institusi finansial  menentukan MS 3.Guncangan (shock) pd budget pemerintah 4.Kemampuan bereaksi terhadap shock

18 DEFISIT ANGGARAN DAN INFLASI Inflasi yang tinggi, memiliki 2 karakteristik : 1.Porsi yg besar dari defisit anggaran dibiayai oleh MS 2.Terdapat arrangement indeksasi yg menghubungkan inflasi saat ini dengan inflasi masa lalu

19 Mundel (1971) Defisit Anggaran adalah fraksi (  ) dari pendapatan riil Demand thdp uang adalah fungsi linear dan increasing dr inflasi  Adalah defisit anggaran yg dibiayai dgn creating money Hubungan antara growth rate of high powered money dengan budget defisit  =  (  +  )  dan  =parameter dari fungsi velocity  = inflation rate

20 Pada steady state, pertumbuhan output riil (gy) dan unitary elastisitas pendapatan dari demand uang, tingkat inflasi (  ) adalah :  = (  - g y ) / (1-  ) Terdapat 3 hal penting pada model ini : 1.Hubungan antara inflasi & defisit anggaran yg dibiayai oleh money creation adalah non linear 2.Struktur finansial mempengaruhi dampak inflasi dari defisit anggaran yang dibiayai money creation. Semakin baik struktur finansial, koefisien  dan  semakin tinggi  semakin tinggi inflasi yg berhubungan dengan tingkat defisit ttt 3.Pertumbuhan ekonomi mempengaruhi dampak inflasi dari defisit anggaran %  dari pertumbuhan ekonomi (pendapatan)  inflasi  jika defisit  dan velocity lebih respon thdp inflasi

21 DEFISIT ANGGARAN DAN TINGKAT SUKU BUNGA RIIL Defisit anggaran mempengaruhi : Tingkat suku bunga (r) Struktur pasar finansial Ketika budget defisit dibiayai pinjaman dari masyrakat, r r  kecuali dikontrol, PENYEBABNYA : Kepecayaan masyarakat thdp kesinambungan fiskal  ketika hutang publik  dgn budget defisit. Hal ini akan menurunkan demand thdp obligasi  r  Kecuali jika D obligasi juga  ketika S obligasi , harga mungkin   r 

22 DEFISIT ANGGARAN DAN TABUNGAN PRIVAT Terdapat 2 saluran defisit anggaran yg akan mempengaruhi tabungan : 1.DI (Pendapatan disposible) 2.Tingkat suku bunga riil KEYNESSIAN HIPOTESA Masyarakat meningkatkan pengeluaran jika DI saat ini meningkat, misalnya karena pajak  MILTON FRIEDMAN HIPOTESA : PERMANENT INCOME Konsumen meningkatkan pengeluaran jika pendapatan permanen . JIka ada penurunan pajak temporer, tdk meningkatkan pengeluaran konsumen walaupun DI konsumen meningkat

23 RICARDIAN Reaksi konsumen -apakah pengeluaran pemerintah dibiayai pinjaman atau pajak- adalah sama. Konsumen akan meramalkan bahwa pemotongan pajak saat ini dgn pembiayaan defisit anggaran -dgn pinjaman- akan meningkatkan pajak y.a.d, maka mereka akan menabung drpd meningkatkan pengeluaran sbg antisipasi pe  pajak y.a.d Share pengeluaran konsumen thdp DI  karena pe  pajak dgn gov. spending yg tdk berubah

24 Alasan lain dr hipotesa Ricardo : Jika pemerintah mengontrol dgn ketat kredit domestik & external capital flow, defisit anggaran  akan me  kredit yg tersedia bagi sektor privat  memaksa privat saving  dan konsumsi  (Direct crowding – out hipotesa) AGENOR & MONTIEL

25 1.Efek substitusi  r   lenders / borrowers akan mensubstitusi konsumsi y.a.d ke sekarang 2.Income effect  dgn tkt kesejahteraan yg tetap, peningkatan r akan meningkatkan konsumsi sekarang dr borrowers & lenders 3.Efek keseahteraan  jika PV dari future income   memukul peminjam lebih keras Net Effect Defisit anggaran yang meningkat thdp r thdp pengeluaran konsumen is ambiguous. Ada 3 aspek :

26 KEBIJAKAN FISKAL & PRIVAT INVESTMENT Ada 3 saluran : public investment, budget defisit, user cost of capital Jika public capital bersubstitusi dgn privat capital, peningkatan investasi publik akan menurunkan private investment dengan menurunnya rate of return  Jk budget defisit yg besar dibiayai domestic borrowing  r   private investment krn user cost of capita l  Jika public investament & private investment berkomplemen, maka peningkatan public investment akan meningkatkan private investment

27 Defisit anggaran, Neraca pembayaran dan Nilai tukar  Y=C+S+T=C+I+G+X-M  (M-X)=(I-S)+(G-T)  Defisit perdagangan=kelebihan investasi dibandingkan tabungan + defisit anggaran  Jika investasi dan tabungan tidak berubah, maka setiap kenaikan (penurunan) defisit anggaran akan menyebabkan kenaikan (penurunan) neraca pembayaran  Mundell-fleming model: peningkatan defisit anggaran akan meningkatkan aliran modal dari luar  appresiasi RER  defisit neraca pembayaran meningkat

28 Defisit Anggaran & Balance of Payment Crisis  Karena budget deficits dpt menjadi sumber utama pertumbuhan money supply di negara berkembang maka dpt dipastikan bhw inflasi dan BOP defisit berasal dari dari sektor fiskal  IMF mengusulkan u menurnkan inflasi dan BOP defisit maka harus mengurangi budget dficits melalui : tdk menerapkan fixed exchange rate policy, melainkan harus flexible exchange rate

29 Model Dasar Balance of Payment Crisis krisis BOP terjadi jika pada budget deficits yg persitent, diterpakan fixed exchange rate  cadangan devisa terus menurun sd titik kritis  regim fixed exch rate collapses setelah terjadi spekulasi oleh pddk dg mengkonversi uang domestik ke mata uang asing krn devaluasi &inflasi  Model dasar

30  1: Permintaan terhadap uang riil adalah fungsi positif dari pendapatan ril dan fungsi negati dari tingkat suku bunga domestik  2: Hubungan linear antara Stok uang dengan kredit domestik dan FER (foreign reserve)  3: TIngkat pertumbuhan kredit domestik = μ  4:Purchasing Power Parity  5: Uncovered interest parity

31 Jika permintaan uang tidak berubah, jika Maka: dln R = -μ/θ (dimana θ=1-ξ/ξ FER collapses jika prevailing ER (ln e o ) = shadow floating rate (ln e). Maka waktu yang dibutuhkan colapse nya regim nilai tukar adalah: t c = θ ln R 0 / μ-ξ Semakin tinggi stok cadangan uang asing, atau semakin rendah perumbuhan kredir, semakin lama ekonomi colapse terjadi Stok dari cadangan sebelum krisis terjadi ditunjukkan oleh: Ln Rc=μξ/θ

32

33 Money stock Domestic credit Speculative attack Natural collapse Reserves lnD, lnR, lnM time lnD 0 lnR 0 tCtC 0 Sumber : Agenor et al (1992) Gambar menunjukkan keragaan dari cadangan, kredit domestik dan MS sebelum & setelah perubahan dr exchange rate regime Sebelum collapse pd tc, Stok uang konstan, tapi komposisinya bervariasi. Kredit domestik  pd tkt  dan reserve  pd tingkat  /  (  elastisitas permintaan real money)

34 Ln e time tCtC 0 Ln e 0 A C B Sumber : Agenor et al (1992) Gambar menunjukkan keragaan harga & exchange rate

35 Ketika serangan spekulatif terjadi, baik reserve & stk uang jatuh pd tingkat  / . Ketika reserves habis karena serangan, stok uang = kredit domestik pd post collapse regime (setelah tc) Hingga collapse, nilai tukar tetap pada ln e 0 Ketika tdk ada serangan spekulatif, xchange rate sebesar AB kemudian dapat melompat ke BC krn serangan

36 Implikasi dari model krisis BOP adalah FER (fixed xchange rate) sistem hanya terjadi jika autoritas fiskal & moneter dpt menjaga disiplin fiskal moneter. Pada negara yg tdk bisa, Ex.Rate berlaku spt harga Menurut model Krugmar, BOP krisis adalah hasil keseimbangan dr maksimisasi tingkah laku dr agen yg rasional ketika menghadapi kebijakan moneter & nilai tukar yg tdk konsisten, bukan krn shock eksogen Secara umum, kemampuan FER regime tergantung dr tk.pertumbuhan kredit & konsistensi & kesinambungan dr kebijakan makroekonomi Kredibilitas dari regime FER  penting untuk menghindari BOP krisis, jika benar serangan spekulatif muncul

37 Serangan spekulatif dapat terjadi jika : Kompetitivenes dr inflasi tinggi di negara tsb melemah Hal ini akan menurunkan derajat kepercyaan dr regime nilai tukar dan meningkatkan ekspektasi dr devaluasi Implikasi dr model BOP krisis pada FER adalah : Suatu negara akan menghindari inflasi dr budget defisit selama foeign exchange reserve tersedia. Jika tidak, autoritas tdk bisa menjaga FER dr serangan spekulan  mengakibatkan inflasi

38 Banyak ahli berpendapatan defisit anggaran yg besar  merendahkan pertumbuhan ekonomi  Defisit anggaran besar  inflasi  meningkatkan ktidakpastian  investasi swasta   pertumbuhan ekonomi   Defisit anggaran besar  defisit neraca pembayaran  konstrain pertumbuhan ekonomi

39 Conclusion  Bab ini mempelajari konsekuensi dari budget deficits yg menetap/terus menerus di negara-negara berkembang  Persepsi umum: budget deficits yg besar dan bersifat menetap merupakan akar penyebab dari probem makroekonomi di negara-negara berkembang  Pengalaman di negara maju: hub antara budget dificits & indikator macroeconomic imbalance tdk berkaitan langsung tgt bgaimana budget deficits dibiayai

40 Conclusion  Sumber pembiayaan dr pinjaman domestik yg terlalu besar  suku bunga meningkat n investasi turun  Sumber pembiayaan dr pinjaman luar negeri yg terlalu besar  apresiasi, neraca pemb defisit, reserve menurun  Sumber pembiayaan dr pinjana domestik yg terlalu besar  suku bunga meningkat n investasi turun  Sumber pembiayaan dr pencetakan uang  inflasi yg lebih besar  U negara berkembang bagaimana budget deficits konsisten dg tujuan makro: menjaga inflasi, mempromosikan investasi dan menjaga credit eksternal yang pantas


Download ppt "BAB 6 BUDGET DEFICITS, INFLATION & BALANCE OF PAYMENTS Oleh : Dr. Rina Oktaviani."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google