Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

143. Syntax Penulisan if statement: if( condition ) Condition : adalah ungkapan atau pernyataan (expression) yang mengandung nilai TRUE (benar) atau.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "143. Syntax Penulisan if statement: if( condition ) Condition : adalah ungkapan atau pernyataan (expression) yang mengandung nilai TRUE (benar) atau."— Transcript presentasi:

1 143

2

3 Syntax Penulisan if statement: if( condition ) Condition : adalah ungkapan atau pernyataan (expression) yang mengandung nilai TRUE (benar) atau FALSE (salah). Contoh :5 > 2 bernilai TRUE 5 > 9 bernilai FALSE 5 == 5 bernilai TRUE Tanda :> dan == diatas disebut Relational Operator (Operator Hubungan) 143

4 Bahasa C, C++, dan Java mengenal bermacam ungkapan atau ekspresi yang menyatakan suatu kondisi, antara lain dua bentuk seperti yang dicontohkan berikut ini. Bentuk pertama, pernyataan yang menggunakan operator : a). 9 > 5 contoh ungkapan yang bernilai TRUE b). 9 <= 5 contoh ungkapan yang bernilai FALSE Bentuk kedua, pernyataan yang tidak menggunakan operator : a). 0 contoh ungkapan yang bernilai FALSE b). 5 contoh ungkapan yang bernilai TRUE Dari contoh diatas terlihat ada dua bentuk ungkapan yang menyatakan suatu kondisi

5 Relational Operator yang digunakan dalam Bahasa C/C++ dan Java == Equal To (Sama Dengan) > Greater Than (Lebih Besar Dari) < Less Than (Lebih Kecil Dari) >= Greater Than Or Equal To (Lebih Besar Dari Atau Sama Dengan) <= Less Than Or Equal To (Lebih Kecil Dari atau Sama Dengan) != Not Equal To ( Tidak Sama Dengan) 144 Bentuk-Pertama : yang menggunakan Relational Operator

6 Sebutkan TRUE atau FALSE nilai condition berikut ini : 5 == 2 contoh : if( 5 == 2 ) 5 > 2 5 < 2 5 >= 2 5 <= 2 5 >= 5 5 <= 5 5 != 2 5 != 5 5 < 7 5 <= 7 5 >= 7 144

7 5 == 2F 5 > 2T 5 < 2F 5 >= 2T 5 <= 2F 5 >= 5T 5 <= 5T 5 != 2T 5 != 5F 5 < 7T 5 <= 7T 5 >= 7F 144

8 (A == B) (A > B) (A < B) (A >= B) (A <= B) (A != B) condition akan bernilai FFTFTTFFTFTT T = TRUE F = FALSE (A == B) (A > B) (A < B) (A >= B) (A <= B) (A != B) condition akan bernilai FTFTFTFTFTFT (A == B) (A > B) (A < B) (A >= B) (A <= B) (A != B) condition akan bernilai TFFTTFTFFTTF 5 A 7 B 9 A 7 B 7 A 7 B 144

9 Beberapa contoh penulisan : if(A<=B) Benar, tanpa ada satu spasipun Benar, ada satu atau lebih spasi antara “if” dan “(“ Benar, ada satu atau lebih spasi antara “(“ dan “A” dan antara “B” dan “)” Benar, ada satu atau lebih spasi antara “A” dan “<“ Error, ada satu atau lebih spasi antara “<” dan “=“ 144

10 109. Bentuk-Kedua. Contoh ungkapan suatu nilai numerik yang menyatakan suatu kondisi. Bentuk ini tidak membandingkan dua buah nilai melainkan menyuguhkan nilai tersebut sebagai suatu kondisi yang bernilai TRUE atau FALSE dengan ketentuan sebagai berikut ; Nilai 0 (nol) bila dinyatakan sebagai suatu kondisi, maka kondisi tersebut bernilai FALSE. Nilai bukan 0 (nol) bila dinyatakan sebagai suatu kondisi, maka kondisi tersebut bernilai TRUE. Contoh : 0 nol, jadi bernilai FALSE 5 5 bukan nol, jadi bernilai TRUE 2-2 nol, jadi bernilai FALSE bukan nol, jadi bernilai TRUE , bukan nol, jadi bernilai TRUE N tergantung nilai N. !N tergantung nilai N, bila N bernilai nol, maka !N (bukan N) bernilai bukan nol, jadi kondisi bernilai TRUE 145

11 Seperti dijelaskan sebelumnya, dalam program, ungkapan yang menyatakan suatu kondisi, digunakan antara lain oleh control statement if, atau for, atau while seperti dicontohkan berikut ini : if(N+5) atau while(!N)

12 145 Khusus pada bahasa Java, disediakan sebuah tipe data : boolean yang dapat berisi nilai hanya TRUE atau FALSE seperti dicontohkan sebagai berikut : int N = 25; boolean Selesai = false; yang contoh penggunaannya : if(Selesai) disini “Selesai” adalah sustu kondisi yang bernilai FALSE atau while(!Selesai) disini “!Selesai” adalah suatu kondisi yang bernilai TRUE

13 146

14 9.1

15 146

16 if ( cond ) { } statements-true next instruction Flowchart Bentuk Umum - 1 biasa disebut : Bentuk IF-THEN cond statements- true next instruction TRUE Cara-Kerja Bila nilai cond - TRUE, maka kerjakan semua instruksi yang ada dalam statements-true Setelah selesai, lanjutkan ke next-instruction - FALSE, maka langsung ‘meloncat’ mengerjakan isnstruksi yang ada di next-instruction 146

17 147

18 if ( cond ) { } else { } statements-true statements-false next instruction Flowchart Bentuk Umum - 2 biasa disebut : Bentuk IF-THEN-ELSE cond statements- false statements- true next instruction cond = condition TRUE FALSE 147

19 Flowchart Cara-Kerja cond statements- false statements- true next instruction TRUE FALSE if ( cond ) { } else { } statements-true statements-false next instruction Bila nilai cond - TRUE, maka kerjakan semua instruksi yang ada dalam statements-true Setelah selesai, lanjutkan ke next-instruction - FALSE, maka kerjakan semua instruksi yang ada dalam statements-false Setelah selesai, lanjutkan ke next-instruction 147

20 cond falsetrue next instruction TRUE FALSE Beberapa buku literatur, menggambarkan Flowchartnya sbb: cond false true next instruction TRUE FALSE 147

21

22 Beberapa contoh penulisan / penggunaan if(cond) bentuk IF-THEN-ELSE 3. int A=5, B=7; if(A

23 5. int A=5, B=7; if(A

24 7. int A=5, B=7; if(A

25 10. int A=5, B=7; if(A

26 9.2.3 Beberapa Contoh Aspek Penulisan Condition

27 1. int A=5, B=7; if(A+4 > B+1) printf(“Besar”); else printf(“Kecil”); printf(“\n%i”, A); printf(“\n%i”, B); Akan tercetak : Besar 5 7 nilai A dan B tidak berubah 2. int A=5, B=7; if(A+=4 > B+1) printf(“Besar”); else printf(“Kecil”); printf(“\n%i”, A); printf(“\n%i”, B); Akan tercetak : Besar 5 7 nilai A dan B tidak berubah if(9>8) true if(9>8) true 152

28 2a int A=5, B=7; if(A=A+4 > B+1) printf(“Besar”); else printf(“Kecil”); printf(“\n%i”, A); printf(“\n%i”, B); Akan tercetak : Besar 1 7 if(1) true Tertulis : if(A=A+4 > B+1) Harus dibaca : if(A = A+4 > B+1) Sehingga menjadi : if(A = 9 > 8) nilai True adalah 1 Sehingga menjadi : if(A = 1) A diisi dengan 1, kemudian ditest sebagai suatu condition Sehingga menjadi : if( 1 ) Menurut bahasa C, 0 (nol) berarti FALSE selain 0 (nol) berarti TRUE

29 2b int A=5, B=7; if(A=A+4 > B+3) printf(“Besar”); else printf(“Kecil”); printf(“\n%i”, A); printf(“\n%i”, B); Akan tercetak : Kecil 0 7 if(0) false Sama dengan no. 14, if(A=A+4 > B+3) sama dengan : if(A = 9 > 10) sama dengan : if(A = false) sama dengan : if(A = 0) sama dengan : if(0) yang bernilai False sedangkan nilai A adalah 0 (nol) 152

30 3. int A=5, B=7; if(A-2) printf(“Besar”); else printf(“Kecil”); printf(“\n%i”, A); printf(“\n%i”, B); Akan tercetak : Besar 5 7 nilai A tidak berubah 4. int A=5, B=7; if(A=3) printf(“Besar”); else printf(“Kecil”); printf(“\n%i”, A); printf(“\n%i”, B); Akan tercetak : Besar 3 7 nilai A diisi dengan 3 if(3) true 5. int A=5, B=7; if(A-8) printf(“Besar”); else printf(“Kecil”); printf(“\n%i”, A); printf(“\n%i”, B); 6. int A=5, B=7; if(A=A-5) printf(“Besar”); else printf(“Kecil”); printf(“\n%i”, A); printf(“\n%i”, B); Akan tercetak : Kecil 0 7 A diisi dengan 0 if(3) true if(-3) true if(0) false Selain 0 artinya TRUE Selain 0 artinya TRUE Selain 0 artinya TRUE Akan tercetak : Besar 5 7 nilai A tidak berubah

31 7. int A=5, B=7; if(A=A-8) printf(“Besar”); else printf(“Kecil”); printf(“\n%i”, A); printf(“\n%i”, B); 8. int A, B=7; if(A=5) printf(“Besar”); else printf(“Kecil”); printf(“\n%i”, A); printf(“\n%i”, B); Akan tercetak : Besar 5 7 A diisi dengan 5 if(-3) true if(5) true Selain 0 artinya TRUE Akan tercetak : Besar -3 7 nilai A diisi dengan

32 9. int A=1; if( A ) printf(“Jakarta”); else printf(“Bandung”); Akan tercetak : Jakarta Selain 0 berarti TRUE 10. if(1) true int A=5; if( A ) printf(“Jakarta”); else printf(“Bandung”); Akan tercetak : Jakarta Selain 0 berarti TRUE if(5) true 11. int A=-1; if( A ) printf(“Jakarta”); else printf(“Bandung”); Akan tercetak : Jakarta Selain 0 berarti TRUE 12. if(-1) true if( 5 ) printf(“Jakarta”); else printf(“Bandung”); Akan tercetak : Jakarta Selain 0 berarti TRUE if(5) true 13. int A=0; if( A ) printf(“Jakarta”); else printf(“Bandung”); Akan tercetak : Bandung 0 berarti False 14. if(0) false if( 0 ) printf(“Jakarta”); else printf(“Bandung”); Akan tercetak : Bandung 0 berarti False if(0) false 153

33 339. int A=5, B=7; if(A=A+4 > B+1) printf(“Besar”); else printf(“Kecil”); printf(“\n%i”, A); printf(“\n%i”, B); Akan tercetak : Besar 1 7 if(1) true 15. if(A=A+4 > B+1) Perhatikan instruksi : 154

34 349. Tertulis :if(A=A+4 > B+1) Harus dibaca:if(A = A+4 > B+1) B+1=8 A+4=9 Sehingga menjadi: if(A = 9 > 8 ) 9 > 8 bernilai True nilai True adalah 1 Sehingga menjadi: if(A = 1) A diisi dengan 1, kemudian ditest sebagai suatu condition Sehingga menjadi : if( 1 ) Menurut bahasa C, 0 (nol) berarti FALSE selain 0 (nol) berarti TRUE if(A=A+4 > B+1) Perhatikan instruksi : 154

35 359. int A=5, B=7; if(A=A+4 > B+3) printf(“Besar”); else printf(“Kecil”); printf(“\n%i”, A); printf(“\n%i”, B); Akan tercetak : Kecil 0 7 if(0) false Sama dengan no. 14, if(A=A+4 > B+3) sama dengan : if(A = 9 > 10) sama dengan : if(A = false) sama dengan : if(A = 0) sama dengan : if(0) yang bernilai False sedangkan nilai A adalah 0 (nol)

36

37 Soal-1 Susun program untuk menginput sebuah nilai integer ( nilai ujian mahasiswa) kemudian cetak perkataan “LULUS”, bila nilai tersebut >= 60 atau cetak perkataan “GAGAL” bila nilai tersebut < 60. Nilai 65 LULUS scanf printf 65 Misal nilai yang diinput adalah : 65 scanf(“%i”, &Nilai); printf(“LULUS”); 155

38 Soal-1 Susun program untuk menginput sebuah nilai integer ( nilai ujian mahasiswa) kemudian cetak perkataan “LULUS”, bila nilai tersebut >= 60 atau cetak perkataan “GAGAL” bila nilai tersebut < 60. Nilai 57 GAGAL scanf printf 57 Misal nilai yang diinput adalah : 57 scanf(“%i”, &Nilai); printf(“GAGAL”); 155

39 Soal-1 Susun program untuk menginput sebuah nilai integer ( nilai ujian mahasiswa) kemudian cetak perkataan “LULUS”, bila nilai tersebut >= 60 atau cetak perkataan “GAGAL” bila nilai tersebut < 60. int A=5, B=7; if(A

40 Soal-1 Susun program untuk menginput sebuah nilai integer (nilai ujian mahasiswa) kemudian cetak perkataan “LULUS”, bila nilai tersebut >= 60 atau cetak perkataan “GAGAL” bila nilai tersebut < 60. START Scanf END Nilai Nilai>=60 printf “LULUS”“GAGAL” Flowchart truefalse 155

41 Soal-1 Susun program untuk menginput sebuah nilai integer ( nilai ujian mahasiswa) kemudian cetak perkataan “LULUS”, bila nilai tersebut >= 60 atau cetak perkataan “GAGAL” bila nilai tersebut < 60. START Scanf END Nilai Nilai>=60 printf “LULUS”“GAGAL” Flowchart #include void main() { int Nilai; printf(“Inputkan sebuah nilai: “); scanf(“ %i”, &Nilai); if (Nilai >= 60) printf(“LULUS”); else printf(“GAGAL”); } Jawab-1. Cara-1: C 155

42 if (Nilai >=60) printf(“LULUS”); else printf(“GAGAL”); Perahatikan blok instruksi if pada program diatas Empat baris instruksi diatas, dapat ditulis menjadi satu baris: if (Nilai >=60) printf(“LULUS”); else printf(“GAGAL”); Bahkan bisa ditulis menjadi : (Nilai>=60)? printf(“LULUS”) : printf(“GAGAL”); atau Nilai>=60? printf(“LULUS”) : printf(“GAGAL”); atau menjadi : printf( (Nilai>=60)? (“LULUS”) : (“GAGAL”)); atau printf( (Nilai>=60)? “LULUS” : “GAGAL” ); atau printf( Nilai>=60? “LULUS” : “GAGAL” ); 155

43 #include void main() { int Nilai; cout << “Inputkan sebuah nilai : “; cin >> Nilai; if (Nilai >=60) cout << “LULUS”; else cout << “GAGAL”; } START cin END Nilai Nilai>=60 cout “LULUS” “GAGAL” Flowchart C++ 156

44 START cin END Nilai Nilai>=60 cout “LULUS”“GAGAL” Flowchart public class LulusGagal { public static void main (String[] args ) { String S; int N; Syste.out.print(“Inputkan Sebuah Nilai: “); S = InputDariKeyboard.inputString(); N = Integer.valueOf(S).intValue(); if(N >= 60) System.out.println(“LULUS”); else System.out.println(“GAGAL”); } Java Catatan : Untuk program Java yang mengandung instruksi input dari keyboard, perlu program routine yang ditulis secara terpisah (Lihat Bab 7) 156

45 #include void main() { int Nilai; char X[10]; printf(“\n Inputkan sebuah nilai : “); scanf(“ %i ”, &Nilai); if (Nilai >=60) strcpy(X, “LULUS”); else strcpy(X, “GAGAL”); printf(“\n % s “, X); } START Scanf END Nilai Nilai>=60 printf X=“LULUS”X=“GAGAL” X Jawab-1. Cara-2: Disini untuk mengisi string X, digunakan instuksi strcpy(), suatu fungsi pustaka untuk string copy Instruksi ini memerlukan #include Instruksi ini berlaku juga pada C

46 #include main() { int Nilai; char X[10]; strcpy(X, “GAGAL”); printf(“\n Inputkan sebuah nilai : “); scanf(“ %i ”, &Nilai); if (Nilai >=60) strcpy(X, “LULUS”); printf(“\n % s “, X); } START Scanf END Nilai Nilai>=60 printf X=“LULUS” X=“GAGAL” X Jawab-1. Cara-3: 157

47 Soal-2 Susun program untuk menginput sebuah nilai integer, bilangan bulat positip lebih besar dari nol, kemudian cetak perkataan “EVEN”, bila bilangan tersebut merupakan bilangan GENAP, sebaliknya cetak perkataan “ODD” bila bilangan tersebut merupakan bilangan GANJIL. Catatan : Bilangan bulat postip lebih besar dari nol dengan nilai : GENAP : 2, 4, 6, 8, dan seterusnya GANJIL : 1, 3, 5, 7, dan seterusnya 158

48 #include void main() { int N; printf(“Inputkan sebuah nilai: “); scanf(“ %i”, &N); if (N % 2 == 0) printf(“EVEN”); else printf(“ODD”); } Jawab-2. Cara-1: C START Scanf END N N % 2 == 0 printf “EVEN” “ODD” 158

49 N % 2 Baca : N MOD 2 Operator % dalam Bahaca C, maksudnya adalah Modulus, atau Sisa Pembagian Bilangan Integer. Contoh : 1 % 2 = 1 2 % 2 = 0 3 % 2 = 1 4 % 2 = 0 5 % 2 = 1 6 % 2 = 3 15 % 2 = 1 15 % 3 = 0 15 % 4 = 3 15 % 15 = 0 20 % 15 = 5 7 % 15 = 7 6 % 15 = 6 1 % 15 = 1 158

50 7 3 6 N M K /2 *2 #include void main() { int N, M, K; printf(“Inputkan sebuah nilai: “); scanf(“ %i”, &N); M = N / 2; K = M * 2; if (N == K) printf(“EVEN”); else printf(“ODD”); } Jawab-2. Cara-2: C N M K /2 *2 Kalan N Ganjil, maka N tidak sama dengan K Kalan N Genap, maka N akan sama dengan K 158

51 #include void main() { int N, M, K; printf(“Inputkan sebuah nilai: “); scanf(“ %i”, &N); M = N / 2; K = M * 2; if (N == K) printf(“EVEN”); else printf(“ODD”); } Jawab-2. Cara-2: C #include void main() { int N; printf(“Inputkan sebuah nilai: “); scanf(“ %i”, &N); if (N == N / 2 * 2) printf(“EVEN”); else printf(“ODD”); } Atau : 158

52 Soal-3 Susun program dalam bahasa C untuk menginput 2 (dua) buah bilangan bulat, kemudian mencetak salah satu bilangan yang nilainya terbesar. A 25 5 scanf printf 5252 B MISAL NILAI YANG DIINPUT ADALAH 5 DAN 2 159

53 #include main() { int A, B; scanf(“ %i ”, &A); scanf(“ %i ”, &B); if (A > B) { printf(“\n%i “, A); } else { printf(“\n%i “, B); } Cara-1 Dua instruksi ini dapat digabung menjadi satu : scanf(“ %i %i “, &A, &B ); START Scanf scanf pritnf END A B A FLOWCHART Cara-1 B A > B falsetrue pritnf 159

54 START Scanf scanf pritnf END A B A FLOWCHART Cara-1 B A > B falsetrue pritnf 159

55 #include main() { int A, B; scanf(“ %i ”, &A); scanf(“ %i ”, &B); if (A > B) printf(“\n %i “, A); else printf(“\n %i “, B); } Cara-1 Dua instruksi scanf diatas, dapat digabung menjadi satu : scanf(“ %i %i “, &A, &B ); 159

56 if (A > B) printf(“%i“, A); else printf(“%i“, B); if (A < B) printf(“%i“, ….); else printf(“%i“, …..); if (B > A) printf(“%i“, …...); else printf(“%i“, …...); if (B < A) printf(“%i“, …...); else printf(“%i“, …...); 160

57 if (A > B) printf(“%i“, A); else printf(“%i“, B); if (A < B) printf(“%i“, B); else printf(“%i“, A); if (B > A) printf(“%i“, B); else printf(“%i“, A); if (B < A) printf(“%i“, A); else printf(“%i“, B); 160

58 #include main() { int A, B; scanf(“ %i ”, &A); scanf(“ %i ”, &B); if (A > B) printf(“\n %i “, A); else printf(“\n %i “, B); } Perhatikan beberapa cara penulisan pengganti if () diatas : 1). if(A>B) printf(“%i”, A); else printf(“%i”, B); 2). A>B? printf(“%i”, A) : printf(“%i”, B); 3). (A>B)? printf(“%i”, A) : printf(“%i”, B); 4). printf(“%i”, A>B? (A) : (B) ); 5). printf(“%i”, A>B? A : B ); 161

59 #include main() { int A, B, MAX; scanf(“ %i ”, &A); scanf(“ %i ”, &B); if (A > B) MAX = A; else MAX = B; } printf(“i%“, MAX); Cara-2 Dua instruksi scanf diatas, dapat digabung menjadi satu : scanf(“ %i %i “, &A, &B ); Scanf scanf printf A B MAX A > B falsetrue MAX = AMAX = B 161

60 BA 25 5 KEYBOARD SCREEN scanf MEMORY prinf MAX Dengan cara menyimpan bilangan yang terbesar kedalam sebuah variabel misal namanya MAX

61 619. Scanf scanf printf A B MAX A > B true MAX = A MAX = B Jawab-3 Cara-3 #include main() { int A, B, MAX; scanf(“ %i ”, &A); scanf(“ %i ”, &B); MAX = B; if (A > B) MAX = A; printf(“\n %i “, MAX); } Cara-3 161

62 #include main() { int A, B, MAX; scanf(“%i”, &A); MAX = A; scanf(“%i”, &B); if (B > MAX) MAX = B; printf(“\n %i“, MAX); } Cara-4 START Scanf scanf printf END A B MAX B>MAX false true MAX = B MAX = A 162

63 A 2 5 KEYBOARD scanf prinf MAX Menggunakan hanya 2 variabel. A khusus untuk menampung input, dan MAX khusus mencatat atau menyimpan nilai terbesar Jawab-3 Cara-5 SCREEN 163

64 Cara-5 #include main() { int A, MAX; scanf(“ %i ”, &A); MAX = A; scanf(“ %i ”, &A); if (A > MAX) MAX = A; printf(“\n %i “, MAX); } Scanf scanf prinf A A MAX A>MAX false true MAX = A Algoritma (logika) Cara-5 ini yang nanti akan menjadi dasar algoritma pencarian bilangan terbesar ataupun terkecil dari sekian buah bilangan yang ada

65 Urutan pelaksanaan : 1) int A,MAX; 2) scanf(“%i”, &A); 3) MAX = A; 4) scanf(“%i”, &A); 5) if (A>max) MAX = A; 6) printf(“%i”, &MAX); AMAX misal nilai yang diinput adalah 5 dan 2 163

66 Urutan pelaksanaan : 1) int A,MAX; 2) scanf(“%i”, &A); 3) MAX = A; 4) scanf(“%i”, &A); 5) if (A>max) MAX = A; 6) printf(“%i”, &MAX); AMAX misal nilai yang diinput adalah 5 dan 9 163


Download ppt "143. Syntax Penulisan if statement: if( condition ) Condition : adalah ungkapan atau pernyataan (expression) yang mengandung nilai TRUE (benar) atau."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google