Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi Kasus Persiapan “Skizofrenia Paranoid Remisi Parsial” Kelompok E Christopher Rico Andrian Deriyan Sukma Widjaja Farah Asyuri Yasmin.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Presentasi Kasus Persiapan “Skizofrenia Paranoid Remisi Parsial” Kelompok E Christopher Rico Andrian Deriyan Sukma Widjaja Farah Asyuri Yasmin."— Transcript presentasi:

1 Presentasi Kasus Persiapan “Skizofrenia Paranoid Remisi Parsial” Kelompok E Christopher Rico Andrian Deriyan Sukma Widjaja Farah Asyuri Yasmin

2 Identitas Pasien Nama : Tn. P Tanggal Lahir : 16 Maret 1969 (43 tahun) Alamat : Jatinegara Pekerjaan : Tukang Parkir Pendidikan : Tamat SMP Agama : Islam Suku : Betawi

3 Keluhan Utama Pasien datang untuk kontrol bulanan dan masih mendengar suara-suara dan melihat bayangan hitam.

4 Riwayat Gangguan Sekarang Pasien masih mendengar suara-suara menyuruh (ketika sendiri) dan melihat bayangan hitam  mengalihkan dengan menonton TV atau aktivitas lain. Ketika kambuh (sebulan kira-kira 2 kali) : –Melihat bayangan hitam –Mendengar suara makhluk halus : “Tuhan kami ampuni” –Rasa diancam, takut, cemas dan malu –Pulang ke rumah dan istirahat Pasien rutin minum haloperidol 5mg (3 x 1) dan trihexyphenidyl 2mg 3x1. Selain itu pasien juga merasakan air liurnya berlebihan. Pasien juga terkadang sulit tidur dan terbangun di malam hari.

5 Riwayat Gangguan Dahulu

6 1.Tahun 1985 emosi tak stabil (mudah marah) mendengar suara (mengomentari, mengajak bicara) merasa ada yang membicarakan dirinya Melihat makhluk hitam  takut Gejala muncul kapan saja (tidak tentu) 2. Tahun 1996 Pindah dari bandung  tidak minum obat selama 7 hari Muncul gejala serupa, tidak separah dulu (1985) Berobat ke RSCM (rujukan dari bandung)

7 3.Tahun 1998 Menurunkan dosis obat tanpa sepengetahuan dokter Gejala muncul kembali pasien tidak pernah mengurangi dosisi obatnya sendiri. 4.Oktober tahun 2012 Kontrol rutin

8 Riwayat Kehidupan Pribadi Prenatal, masa kanak awal, masa kanak pertengahan : tidak diingat pasien, tetapi pasien mengatakan sepertinya normal Masa Remaja dan Dewasa Muda –Tidak melanjutkan SMA  masalah ekonomi –Mulai bekerja menjadi buruh pasar Riwayat pendidikan : Tamat SMP Riwayat pekerjaan : buruh pasar, tukang parkir Riwayat pernikahan : Menikah tahun 2002  cerai tahun 2007, memiliki 1 anak (10 tahun) yang tinggal bersama istri di cianjur.

9 Riwayat beragama –Pasien beragama islam Riwayat Psikoseksual –Orientasi pasien heteroseksual –hanya pernah berhubungan seksual dengan mantan istrinya. Riwayat pelanggaran hukum : -

10 Riwayat Keluarga Tn. P (43 tahun)

11 Situasi Kehidupan Sekarang Sehari-hari pasien tinggal bersama orang tuanya Kegiatan sehari-hari –menonton TV, minum kopi 2 kali sehari, merokok 10 batang sehari, beres-beres rumah –Tukang parkir : dari jam 10 pagi – 10 malam Pergaulan : seluruh teman mengetahui penyakitnya Sumber Pendanaan : pensiunan ayah dan hasil parkir

12 Persepsi (1) Pasien terhadap penyakitnya : –Pasien hanya mengetahui sedikit tentang penyakitnya –Menurut pasien, halusinasi visual dan auditork merupakan gangguan dari makhluk halus –Pasien mengetahui faktor pencetus dan yang meringankan gejalanya –Pasien mengetahui manfaat obat

13 Persepsi (2) Lingkungan terhadap pasien –Pengetahuan keluarga terhadap penyakit tidak lebih baik dibanding pasien –Keluarga mendukung secara finansial dan moral –Orang-orang di lingkungannya mengetahui dan mendukung keadaan pasien dan tidak merasa terganggu

14 STATUS MENTAL Penampilan –Laki-laki, tampak sehat, penampilan sesuai usia, perawatan diri baik Kesadaran : Kompos Mentis Perilaku dan Aktivitas Motorik : tenang, tidak ada aktivitas motorik yang berlebihan Pembicaraan –Artikulasi jelas, intonasi sesuai, volume keras Sikap terhadap pemeriksa : kooperatif

15 STATUS MENTAL Mood : Eutim Afek : Luas Keserasian : Serasi Gangguan Persepsi : –Halusinasi auditorik (commanding, commenting) –Halusinasi visual Proses Pikir : Koheren Isi pikir : waham kejar, waham rujukan (saat kambuh)

16 STATUS MENTAL Orientasi : Baik (waktu, tempat, orang) Daya ingat –Jangka segera : baik (menyebutkan 3 benda) –Jangka pendek : baik (ingat naik ojek ke RSCM) –Jangka menengah : baik (ingat kapan terakhir kali kambuh) –Jangka panjang : baik (ingat pertama kali sakit) Daya konsentrasi –Mampu mengkalkulasi dst (hingga 65) walaupun lama

17 STATUS MENTAL Kemampuan membaca dan menulis –Pasien dapat membaca resep yang dituliskan dokter dengan baik –Pasien mampu menulis alamat lengkapnya Visuospasial : baik –Pasien dapat mencontoh gambar segilima berhimpitan Intelegensi dan daya informasi : baik –Pasien tahu nama presiden dan gubernur DKI Jakarta saat ini. Pikiran abstrak –Tidak mampu mengartikan peribahasa dengan tepat –Mampu menyebutkan persamaan 2 benda

18 STATUS MENTAL Kemampuan menolong diri sendiri –Pasien mampu merawat diri sendiri tanpa disuruh Daya nilai sosial dan uji daya nilai : baik RTA : terganggu –Pasien merasa halusinasinya adalah makhluk halus Pengendalian impuls : baik –Pasien tenang, dapat mengontrol emosi dan psikomotornya selama wawancara Tilikan : Derajat 3 Taraf dapat dipercaya : dapat dipercaya

19 Pemeriksaan Tanda Vital –TD : 130/86 mmHg –Nadi : 78 kali / menit –Pernafasan : - –Suhu : - Tidak ada rigiditas dan spastisitas

20 IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA Halusinasi auditorik (commanding, commenting) Halusinasi visual Waham kejar Waham rujukan

21 FORMULASI DIAGNOSTIK F0 dapat disingkirkan  pasien tidak memiliki riwayat trauma kepala, kejang, dan gangguan organik lainnya F1 dapat disingkirkan  pasien tidak mengkonsumsi zat psikoaktif F2 dapat diterima  pasien memiliki gejala psikotik (halusinasi, waham) –F20 Skizofrenia : terpenuhi (halusinasi auditorik, visual, waham kejar dan rujukan yang cukup menonjol dan menetap, durasi > 1 bulan). –Keluhan serupa sudah pernah dirasakan (sebanyak 3 kali), keadaannya pernah membaik namun tidak sampai normal  remisi parsial (F20.04 Skizofrenia Paranoid Remisi Parsial

22 DIAGNOSIS MULTI AKSIAL Aksis I : F20.04 Skizofrenia Paranoid Remisi Parsial Aksis II : Tidak ada diagnosis Aksis III : Pre-hipertensi Aksis IV : Tidak tinggal bersama anak Aksis V : GAF current 80

23 Daftar Masalah Organobiologis : pre hipertensi Psikologis : halusinasi auditorik, halusinasi visual, waham kejar, waham rujukan, rasa malu dan takut Lingkungan Sosial : terpisah dari anak

24 Good PrognosisPoor Prognosis Late onsetYoung onset Obvious precipitating factorsNo precipitating factors Acute onsetInsidious onset Good premorbid social, sexual, and work histories Poor premorbid social, sexual, and work histories Mood disorder symptoms (especially depressive disorders) Withdrawn, autistic behavior MarriedSingle, divorced, or widowed Family history of mood disordersFamily history of schizophrenia Good support systemsPoor support systems Positive symptomsNegative symptoms Neurological signs and symptoms History of perinatal trauma No remissions in 3 years Many relapses History of assaultiveness

25 PROGNOSIS Ad vitam : Bonam Ad fungsionam : Bonam Ad sanasionam : Dubia ad Malam

26 FORMULASI PSIKODINAMIK Faktor biologis pasien memiliki kebiasaan merokok yang dapat memengaruhi obat yang dikonsumsinya. Faktor psikologis yang memengaruhi kondisi pasien adalah keterpisahan dengan anaknya yang dibawa oleh istrinya. Faktor sosial yang memengaruhi kondisi pasien adalah keterbatasan biaya yang dimiliki pasien untuk melanjutkan SMA dulu.

27 Rencana Penatalaksanaan Haloperidol 3 x 5 mg –Pasien sudah merasa cocok –Namun gejala psikotik masik ada –Gejala Ekstrapiramidal –Kerja obat : enzim yang memetabolisme diinduksi oleh nikotin (pasien merokok) Trihexyphenidyl tab 2 mg (prn) Lorazepam 1 mg (prn malam)

28 Rencana Penatalaksanaan Psikoedukasi  tentang kebiasaan merokok Intervensi Keluarga Psikoterapi suportif

29 DISKUSI TERAPI –Haloperidol  masih ada gejala positif  kemungkinan ada pengaruh nikotin  edukasi  evaluasi pada pertemuan berikutnya Jika masih ada pada pertemuan berikutnya  optimalkan dosis haloperidol ( 20 mg/hari)  pantau EPS –Pasien mengeluh EPS  substitusi dengan antipsikotik generasi II Olanzapin  kendala harga, peningkatan BB (dapat diatasi), intoleransi glukosa Risperidone  sudah pernah dan tidak cocok Quetiapin  kendala harga, peningkatan BB (dapat diatasi), somnolen Aripiprazol  kendala harga –EPS (+)  trihexyphenidyl ( 3 x 2 mg / hari)  diganti menjadi tablet 2 mg per hari bila diperlukan –Sulit tidur  lorazepam 1 mg prn malam

30 Daftar Rujukan Damping CE. Departemen Psikiatri FKUI/RSCM. Dalam Kuliah : Psikofarmakologi. Kuliah diberikan pada tanggal 24 September Kaplan & Sadock : Buku Ajar Psikiatri Klinis. Edisi 12. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC; Katzung BG, Masters SB, Trevor AJ, Akporiaye ET, Aminof MJ, Basbaum AI, et al. Basic and Clinical Pharmacology. 11th ed. USA : The McGraw-Hill Companies; Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia. Konsensus Penatalaksanaan Gangguan Skizofrenia. Jakarta : Staf Departemen Psikiatri FKUI. Editor : Elvira S, Hadisukanto G. Buku Ajar Psikiatri. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2010.

31 TERIMA KASIH


Download ppt "Presentasi Kasus Persiapan “Skizofrenia Paranoid Remisi Parsial” Kelompok E Christopher Rico Andrian Deriyan Sukma Widjaja Farah Asyuri Yasmin."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google