Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Fungsi Linnear Penerapan dalam Ekonomi Fungsi Impor Pendapatan Nasional Analisis IS – LM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Fungsi Linnear Penerapan dalam Ekonomi Fungsi Impor Pendapatan Nasional Analisis IS – LM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang."— Transcript presentasi:

1 Fungsi Linnear Penerapan dalam Ekonomi Fungsi Impor Pendapatan Nasional Analisis IS – LM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

2 Fungsi Impor: Impor suatu negara merupakan fungsi dari pendapatan nasionalnya dan cenderung berkorelasi positif, maksudnya semakin besar pendapatan nasional suatu negara, semakin besar pula kebutuhan atau hasratnya akan barang-barang dari luar negeri. Rumus: Mo = Impor Otonom Y = Pendapatan Nasional m = Marginal Propensity to Import = ∆ M /∆ Y

3 Contoh Soal: Import Gandum Indonesia dari Australia ditunjukkan dalam impor otonomnya sebesar 25 dan marginal propensity to import- nya 0, 05. Berapa nilai importnya jika pendapatan nasional sebesar 600 serta tunjukkan persamaan fungsi dan gambarkan kurvanya! Dik: Mo = 25 m = 0,05 Dit: M pada saat Y = 600 Jawab: M = Mo + m.Y M = ,05. Y M = ,05 (600) M = = 55

4 Y 0 25 M = Mo – m.Y M = ,05 Y 55 M 600

5 Pada awal tahun 2011 Pendapatan Nasional Indonesia sebesar 2000 T dengan Impor otonomnya sebesar 400 T, setelah ada kenaikan minyak dunia pada bulan April 2012 pendapatan Nasionalnya menjadi 3000 T dengan impor otonomnya sebesar 600 T. Berapa besar Impor pada tahun 2012 ini? Gambarkan kurvanya! Dik: Y tahun 2011 = 2000 T Mo Tahun 2011 = 400 T Y tahun 2012 = 3000 T Mo tahun 2012 = 600 T Dit: M tahun 2012 Gambar Kurva! Jawab:

6 ∆ M = Mo Mo 2011 = 600 – 400 = 200 ∆Y = Y 2012 – Y 2011 = 3000 – 2000 = 1000 m=∆M / ∆Y = 200 / 1000 = 0,2 M tahun 2012 = Mo + m. Y = ,2 (3000) = = 1200 Jadi Impor Indonesia pada tahun 2012 adalah 1200 Trilyun

7 Y M = Mo + m.Y M = ,2 Y 1200 M 3000

8 Pendapatan Nasional Jumlah nilai seluruh keluaran (barang dan jasa) yang dihasilkan/ jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun Konsep pendapatan nasional : 1.Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. 2.Produk Nasional Bruto (Gross National Product) meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun.

9 3.Produk Nasional Neto (Net National Product) GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal. 4.Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. 5.Pendapatan perseorangan (Personal Income) jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. 6.Pendapatan yg siap dibelanjakan (Disposable Income) pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi

10 Perhitungan Pendapatan Nasional dilakukan dengan pendekatan: 1.Produksi Y = R + W + I + P R (rent ) = sewaW (wage) = upah/gaji I (interest) = bunga modalP (profit) = laba 2. Pendapatan Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +...(PXQ)n P = hargaQ = kuantitas 3. Pengeluaran Y = C + I + G + (X-M) C = konsumsi masyarakatI = investasi G = pengeluaran pemerintahX = ekspor M = impor

11 Model Pendapatan Nasional 1.Perekonomian 2 sektor (perekonomian sederhana) Y = C + I 2.Perekonomian 3 sektor (perekonomian tertutup) Y = C + I + G 3.Perekonomian 4 sektor (perekonomian terbuka) Y = C + I + G + (X – M)

12 Contoh Soal: Pendapatan Nasional Indonesia pada tahun 2011 diketahui tingkat konsumsi otonom masyarakat sebesar 500 T, MPS = 0,2 Investasi yang dilakukan Perusahaan BUMN sebesar 300 T dan pengeluaran pemerintah sebesar 250 T sedangkan Ekspor 225 T dan 175 T. Hitunglah Pendapatan Nasionalnya! Dik: Co = 500 → C = Co + c.Y → ,8 Yd = ,8 Y MPS = 0, 2 → MPC = 1- MPS → 1- 0,2 = 0,8 I = 300 G= 250 X = 225 M = 175 Dit : Y

13 Jawab: C = Co + c.Y → ,8 Yd = ,8 Y MPC = 1-MPS → 1- 0,2 = 0,8 Yd = Y – T + R Yd = Y → Yd = Y Y = C + I + G + (X – M) = ( ,8 Y) (225 – 175) = ,8 Y = ,8 Y = ,8 Y Y – 0,8 Y = ,2 Y = 1100 Y = 5500 jadi Pendapatan Nasional Indonesia tahun 2011 = 5500 T

14 Contoh Soal Konsumsi Rakyat Indonesia menjelang kenaikan BBM 1 April 2012 ditunjukkan C = ,75 Yd. Investasi yang dilakukan Perusahaan BUMN sebesar 2000 T dan pengeluaran pemerintah sebesar 1000 T, Pajak sebesar T = , 25 Y dan pembayaran alihan R = ,05 Y sedangkan Ekspor 1250 T dan Impornya M= ,10 Y. Hitunglah Pendapatan Nasionalnya, konsumsi, tabungan, pajak, pembayaran alihan dan impor-nya! Berapa pendapatan nasional yang baru jika pemerintah menaikkan pengeluarannya menjadi sama seperti nilai ekspor? Dik: C = ,75 Yd I = 2000 G= 1000

15 T = , 25 Y R = ,05 Y M= ,10 Y X = 1250 T Dit : C, S, T, R, M dan Y’ Jawab: Yd = Y – T + R = Y – ( , 25 Y) ,05 Y = Y – 400 – 0,2 Y = 0,8 Y – 400 C = ,75 Yd = ,75 (0,8 Y – 400) = ,6 Y – 300 = ,6 Y

16 Y = C + I + G + (X – M) = ( ,6 Y) – ( , 10 Y) = – , 6 Y – 0,10 Y = , 5 Y Y - 0,50 Y = 4750 Y = 9500 Pendapatan Nasionalnya = 9500 Pendapatan Disposibel : Yd = 0, 8 0 Y – 400 = 0, 80 (9500) – 400 → = 7200 C = ,75 Yd. = , 75 (7200) = = 6900

17 S = Yd – C = 7200 – 6900 → = 300 T = , 25 Y = , 25 (9500) → = 2875 R = ,05 Y = ,05 (9500) → = 575 M= ,10 Y = , 10 (9500) → = 1650 ∂ = 1 – c + c.t – c.r + m = 1- 0,75 + 0,75 (0,25) – 0,75 (0,05) + 0,10 = 1 – 0,75 + 0,1875 – 0, , 10 = 0,5 → k G = 1 /∂ → 1/ 0,5 = 2

18 → G’ = X = 1250 berarti ∆G = G’ – G = 1250 – 1000 → = 250 ∆ Y = k G X ∆G = 2 X 250 → = 500 Pendapatan Nasional yang baru adalah: Y’ = Y + ∆ Y = =

19 Dalam ekonomi Makro pasaar dibedakan menurut obyeknya: 1.Pasar Barang (termasuk jasa) 2.Pasar uang (termasuk modal) 3.Pasar tenaga kerja  Analisis yang digunakan untuk membahas Pasar Barang & Pasar uang disebut analisis IS – LM  Alat analisis yang digunakan adalah Kurva IS dan Kurva LM

20

21  Pasar Barang adalah sarana bertemunya penjual dan pembeli secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan kegiatan jual beli barang dan jasa.  Tingkat persaingan yang meliputi jumlah penjual dan pembeli yang dihadapi pasar akan dapat menentukan bentuk struktur pasar.  Struktur pasar adalah berbagai hal yang dapat memengaruhi tingkah laku dan kinerja perusahaan dalam pasar, seperti jumlah perusahaan, skala produksi, dan jenis produksi

22 Kurva IS : Kurva yang menujukkan keseimbangan antara Pendapatan Nasional dan Tingkat Bunga di Pasar Barang Dalam Perekonomian 2 sektor persamaan kurva IS: I = Io – p.i S = So + s.Y → I = S Io – p.i = So + s.Y Y = Io – p.i - p i s s Dengan menyederhanakan maka Rumusnya: Y = f (i) = Yb - b.i

23 Contoh Soal: Kesimbangan Produk Honda Jazz RS ditunjukkan oleh kurva IS untuk C = , 80 Y dan I = 2000 – 5000 i. Bentuklah persamaannya dan gambarkan Kurvanya! Dik: C = , 80 Y → S = ,20 Y I = 2000 – 5000 i Dit : persamaan & kurva Jawab: I = S 2000 – 5000 i = ,20 Y 2500 – 5000i = 0, 20 Y Y = – i

24 Y 0,12 0 Kurva IS Y= – i 0,50 i

25 PASAR UANG

26 Pengertian Pasar Uang  Pasar uang adalah keseluruhan permintaan dan penawaran dana-dana atau surat-surat berharga yang mempunyai jangka waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun dan dapat disalurkan melalui lembaga-lembaga perbankan.  Pasar uang sering juga disebut pasar kredit jangka pendek.

27 Perbedaan dengan Pasar Modal Perbedaan antara pasar modal dengan pasar uang adalah jangka waktunya. Dalam pasar uang, diperdagangkan surat berharga berjangka waktu pendek, sedangkan dalam pasar modal, diperdagangkan surat berharga berjangka waktu panjang. Fungsi Pasar Uang Kebutuhan akan adanya pasar uang dilatar belakangi adanya kebutuhan pengusaha untuk mendapatkan sejumlah dana dalam jangka pendek atau sifatnya harus segera dipenuhi. Dengan demikian pasar uang memiliki fungsi sebagai berikut: 1.Mempermudah masyarakat memperoleh dana-dana jangka pendek untuk membiayai modal kerja atau keperluan jangka pendek lainnya; 2.Memberikan kesempatan masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan dengan membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU); dan 3.Menunjang program pemerataan pendapatan bagi masyarakat.

28 Macam-macam transaksi yang terdapat di Pasar Uang 1. Pasar Uang antar Bank, adalah transaksi untuk menyerahkan sejumlah kelebihan dana dari suatu Bank kepada Bank yang lain, di mana Bank yang menerima dana sedang kalah kliring. Kalah kliring artinya sebuah Bank yang kekurangan dana untuk membayar kepada nasabahnya. 2.Sertifikat Bank Indonesia (SBI) adalah sejenis surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia selaku Bank Sentral dan ditujukan untuk dibeli oleh Bank Umum dengan nilai nominal yang sangat besar. Tujuan bank Indonesia mengeluarkan SBI untuk mengurangi peredaran uang di dalam masyarakat. 1.Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank Umum dan dibeli oleh Bank Indonesia dengan nilai nominal yang cukup besar. Tujuannya untuk meningkatkan likuiditas Bank Umum dan menekan laju inflasi. Likuiditas adalah kemampuan Bank untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. 2.Sertifikat Deposito, adalah semacam surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank dalam nilai nominal tertentu sebagai surat atas unjuk. 3.Pasar Valuta Asing, yaitu tempat seseorang dapat membeli atau menjual sejenis mata uang asing atau menukar dengan mata uang rupiah. Pasar Valuta Asing sering disebut Bursa Valuta Asing. Lembaga yang mengkhususkan kegiatannya dalam pertukaran uang asing disebut Money Changer.

29 Peserta/Pelaku Pasar Uang Lembaga-lembaga yang ikut dalam pasar uang adalah: 1)Bank-bank 2)Perusahaan-perusahan Umum 3)Perusahaan Asuransi 4)Yayasan 5)Lembaga Keuangan lainnya: Koperasi dan Rumah Gadai 6)Dana Asuransi 7)Koperasi Simpan Pinjam Ciri-ciri Pasar Uang : 1.Menekankan pada pemenuhan dana jangka pendek. 2.Mekanisme pasar uang ditekankan untuk mempertemukan pihak yang mempunyai kelebihan dana dan yang membutuhkan dana. 3.Tidak terikat pada tempat tertentu seperti halnya pasar modal.

30 Kurva LM : Kurva yang menujukkan keseimbangan antara Pendapatan Nasional dan Tingkat Bunga di Pasar Uang. → Di bentuk dengan persamaan permintaan akan uang L (Liquidity Preference) terhadap persamaan penawaran uang M (Money) Permintaan uang : L = Lo + k. Y – h.i Penawaran uang ; M = Mo → L = M Lo + k. Y – h.i = Mo Y = Mo – Lo + h. i k k setelah disederhankan Rumus: Y = g (i) = Y + û.i

31 Contoh soal: Keseimbangan Permintaan Rupiah terhadap Dollar dipasar uang Singapore Trade Exchange ditunjukkan oleh kurva LM untuk L = ,4 Y – i dan Jumlah uang beredar M = Bentuklah persamaannya dan gambarkan Kurvanya! Dik: L = ,4 Y – i M = 9000 Dit: persamaan dan gambar kurva Jawab : L = M ,4 Y – i = , 4 Y = – i 0, 4 Y = i Y = i

32 Y 0 0,05 T 2 = t.Y L = M i

33 Keseimbangan Serempak: Keseimbangan serempak di Pasar Barang dan Pasar Uang ditunjukkan oleh Perpotongan Kurva IS dan Kurva LM Contoh Soal: Kesimbangan Produk Honda Jazz RS ditunjukkan oleh kurva IS untuk C = , 80 Y dan I = 2000 – 5000 i dan Permintaan Rupiah terhadap Dollar dipasar uang Singapore Trade Exchange ditunjukkan oleh kurva LM untuk L = ,4 Y – i dan Jumlah uang beredar M = Tunjukkan persamaan dan Gambarkan Kurvanya keseibangan Jawab: IS = LM – i = i = i maka i = 0, 20

34 Dengan memasukkan i = 0,20 kedalam persamaan IS atau LM maka; Y = – (0,20) = – = Y 0 0,05 T 2 = t.Y L = M i ,20 0,

35 Contoh Soal Ujian: Kesimbangan Produk Honda Jazz RS ditunjukkan oleh kurva IS untuk C = , 60 Y dan I = – i dan Permintaan Rupiah terhadap Dollar dipasar uang Singapore Trade Exchange ditunjukkan oleh kurva LM untuk L = ,4 Y – i dan Jumlah uang beredar M = Tunjukkan persamaan dan Gambarkan Kurvanya keseimbangan serempak!


Download ppt "Fungsi Linnear Penerapan dalam Ekonomi Fungsi Impor Pendapatan Nasional Analisis IS – LM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google