Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ASKEP NIFAS OLEH Ns. Lili Fajria, S.Kep, M.Biomed.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ASKEP NIFAS OLEH Ns. Lili Fajria, S.Kep, M.Biomed."— Transcript presentasi:

1 ASKEP NIFAS OLEH Ns. Lili Fajria, S.Kep, M.Biomed

2 Adaptasi Psikologis Ibu Dalam Masa Nifas Perubahan Psikologis mempunyai peranan yang sangat penting. Ibu nifas sangat sensitif peran perawat sangat penting dalam hal memberikan pengarahan kpd keluarga.

3 Post Partum Blues fenomena psikologis yang dialami oleh wanita yang terpisah dari keluarga dan bayinya terjadi hari ke 3 s/d ke 5 postpartum mulai perasaan sedih, mudah tersinggung, sedih yang tidak jelas, sering menangis.

4 Upaya mengatasinya kontak dini dan berkelanjutan Lakukan kedekatan fisik berikan pujian kpd ibu dalam merawat bayinya penyuluhan dalam merawat bayi

5 Kesedihan dan Duka Cita Duka cita adalah : respon fisiologis terhadap kehilangan Kesedihan adalah : reaksi individu terhadap kehilangan sesuatu yang sgt bernilai, tidak hanya ketika orang tua kehilangan bayinya tetapi juga mengalami komplikasi dalam persalinan. Umumnya kesedihan berlangsung selama 1 tahun

6 Tahapan Respon Berduka Syock Penekanan, Fase Realitas Resolusi, membuat Hub baru yang Significan

7 Syock Penolakan,Ketidakpercayaan, Keputusasaan, Marah, Takut, Cemas, Merasa bersalah, Kesepian, Kesedihan, Kepahitan, Frustasi, Kehilangan konsentrasi Manifestasi Fisiknya : Kehilangan berat, anoreksia, susah tidur, kurang istirahat, sesak nafas, mengomel, gemetaran, DLL.

8 Penekanan, Fase Realitas Menyesuaikan dengan lingkungannya Menangis adalah bentuk yang umum

9 Resolusi Menerima penyesuaian kehilangan, individu menjadi berfungsi kembali Tindakan Yang membantu spt : melihat, menyentuh, memegang bayi yang meninggal sampai menyelesaikan pemakaman si bayi

10 Tugas Individu yang Berduka Menerima realitas kehilangan Menerima sakitnya rasa duka Menyesuaikan diri dengan lingkungan Melanjutkan kehidupan.

11 Tipe suami dalam menghadapi duka cita Tipe pria kuat Tipe pria protektif Tipe pria yang berperan

12 Peran Perawat Dlm Proses Berduka Mengetahui ( Knowing ) Bersama dengan ( Being with ) Melakukan untuk ( Doing for ) Memampukan ( Enabling ) Mempertahankan keyakinan ( Maintening belief )

13 Kebutuhan Dasar Ibu dalam Masa Nifas Nutrisi dan Cairan Ambulasi Eliminasai Kebersihan Diri/ Perinium Istirahat Seksual Latihan/ Senam Nifas

14 Nutrisi dan Cairan Mengkonsumsi tambahan kalori 500 kalori tiap hari Minum sedikitnya 3 liter Pil zat besi sedikitnya selama 40 hari pasca salin Minum kapsul vit A ( )

15 Ambulasi Pemulihan mempercepat membalikkan tonus otot dan vena dan mengencangkan perut serta mempercepat pengeluaran lochea

16 Eliminasi Ibu harus berkemih dlm 6-8 jam pp Jelaskan pada ibu tentang upaya menghindari konstipasi

17 Kebersihan Diri / Perinium Anjurkan kebersihan untuk seluruh tubuh Anjuran bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air Sarankan untuk ganti pembalit minimal 2 kali sehari Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air setela membersihkan daerah kelamin Jika ibu mempubyai lika episiotomi, sarankan untuk tidak menyentuh luka tersebut

18 Istirahat Anjuran untuk istirahat cukup untuk mencegah kelelahan Sarankan untuk kembali melakukan kegiatan rumah tangga secara perlahan- lahan, serta untuk tidur siang atau untuk tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur

19 Seksual Secara fisik aman untuk memulai hub suami istri begitu darah merah telah berhenti dan ibu dapat memasukkan 1 atau 2 jari kedalam vagina tampa rasa nyeri Banyak budaya yang menunda hub suami istri sampai waktu tertentu ( 40 hari/6 mgg ), tetapi keputusan tergantung pada pasangan yang bersangkutan

20 Latihan / Senam Nifas Lakukan senam perlahan –lahan, lalu semakin lama semakin sering / kuat Lakukan senam KEGEL segera pada hari 1 pp tujuannya : - membuat jahitan lebih merapat - Menambah sirkulasi kejalan lahir - Mempercepat penyembuhan - Meredakan haemoroid - Meringankan pengendalian kandung kemih

21 1. Pernapasan Perut Berbaringlah diatas tempat tidur dgn lutut ditekuk. Lakukan pernapasan perut dgn cara menarik napas dalam dari hidung, lalu keluarkan dari mulut secara perlahan – lahan selama 3- 5 detik

22 2. Pernapasan Abdomen Campuran dan Supine Pelvic Tilt berbaring dgn lutut ditekuk Sambil menarik napas dalam, putar punggung bagian pelvis dgn memutarkan punggung bawah di lantai Keluarkan napas dgn perlahan, tetapi dgn mengerahkan tenaga sementara mengontraksikan otot – otot perut dan mengencangkan bokong. Tahan Selama 3 – 5 detik sambil mengeluarkan napas. Rileks

23 3. Sentuh Lutut Berbaring dgn lutut ditekuk Sementara menarik napas dalam, sentuh bagian bawah dagu ke dada Sambil mengeluarkan napas,angkat kepala dan bahu secara perlahan dan halus, dan upaya kan menyentuh lutut dengan lengan digerakkan Tubuh hanya boleh naik pada bagian punggung sementara bagian pinggang tetap berada dilantai Perlahan – lahan turunkan kepala dan bahu ke posisi semula. Rileks.

24 4. Angkat Bokong Berbaring dgn bantuan lengan,lutut ditekuk dan kaki mendatar Dengan perlahan – lahn naikkan bokong dan lengkungkan punggung Kembali perlahan – lahan keposisi semula

25 5. Memutar Kedua Lutut Berbaring dgn lutut ditekuk. Pertahankan bahu mendatar dgn kaki diam Dgn perlahan da halus putar lutut ke kiri sampai menyentuh lantai Pertahankan gerakan yang halus, Putar lutut ke kanan sampai menyentuh lantai Kembali keposisi semula dan Rileks

26 6. Memutar Satu Lutut Berbaring di atas puggung dgn tungkai kanan diluruskan dan tungkai kiri ditekuk pada lutut. Pertahankan bahu datar Secara perlahan putar lutut kiri ke kanan sampai menyentuh lantai Kembali ke posisi semula

27 7. Putar Tungkai Berbaring dgn kedua tungkai lurus Pertahankan bahu datar dan kedua tugkai tetap lurus Dgn perlahan dan halus angkat tungkai kiri dan putar sedemikian rupa sehingga menyentuh lantai Kembali keposisi semula

28 8. Angkat Tangan Berbaring dgn lengan diangkat sampai membentuk sudut 90 derjat terhadap tubuh. Angkat lengan bersama – sama sehingga telapak tangan dapat bersentuh Turunkan secara perlahan - lahan

29 ASUHAN IBU NIFAS FISIOLOGIS Pengkajian Data Fisik dan Psikologis Riwayat Kesehatan Ibu Pemeriksaan Fisik

30 Masa Nifas Masa nifas dimulai beberapa jam setelah lahirnya plasenta dan mencakup 6 minggu berikutnya ( Pusdiknakes 2003 ) Masa nifas ( Puerpurium ) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil ( Sarwono P 2001 ) Masa nifas adalah akhir dari periode itrapartum yang ditandai dengan lahirnya selaput dan plasenta dan berlangsung sekitar 6 minggu ( Varneys 1997 )

31 Tujuan dan Sasaran Asuhan Masa Nifas Menjaga kesehatan ibu dan bayi, baik fisik maupun psikologis Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk ila terjadi komplikasi pada ibu maupu bayinya Mendukung dan memperkuat keyakinan diri ibu dan memungkinkan oa melaksanakan peran ibu dalam situasi keluarga Memberikan penkes tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, menyusui, pemberian imunisasi.

32 Penentuan Waktu Pelaksanaan Asuhan Masa Nifas  6-8 jam setelah persalinan  6 hari setelah persalinan  2 minggu setelah persalinan  6 minggu setelah persalinan

33 6-8 Jam Setelah Persalinan Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, rujuk jika perdarahan berlanjut Memberikan konseling pada ibu dan keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri Pemberian ASI awal Melakukan Bonding ad attachmen Menjaga bayi tetap sehat dengan mencegah hipotermi Jika petugas kes menolong persalinan, petugas kes tsb harus tinggal dgn ibu untuk 2 jam pertama setelah lahir atau ibu dan bayi dalam keadaan normal

34 6 Hari Setelah Persalinan Memastikan involusi uterus berjalan normal : uterus berkontraksi, fundus dibawah pusat, tidak ada perdarahan abnormal, tidak ada bau Menilai adanya tanda – tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan dan istirahat Memastikan bayi menyusui dengan baik Memberikan konseling pada ibu : Perawatan tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari – hari.

35 6 minggu setelah persalinan Menanyakan pada ibu tentang penyulit – penyulit yang ia dan bayi alami. Memberikan konseling untuk ber KB dini.

36 1. Pengkajian Data Fisik dan psikologis Kesehatan Umum Tanta – Tanda Vital - temperatur/suhu - denyut nadi dan pernafasan - Tekanan darah Payudara Fundus Uterus Kandung Kemih Genitalia / Perinium Lokia Ekstremitas bawah

37 Temperatur Peningkatan suhu pada 24 jam pertama pada umumnya krn dehidrasi. Pada umumnya setelah 12 jam pp suhu kembali normal. Kenaikan suhu yang mencapai lebih dari 38 derjat merupakan hal – hal yang mengarah pada tanda – tanda infeksi.

38 Denyut Nadi dan Pernapasan Nadi berkisar antara 60 – 80 x/menit.denyut nadi diatas 100x/menit mengindikasikan adanya suatu infeksi Pernapasan harus berada pada rentang yang normal : 20 – 30 x/menit

39 Tekanan darah Pada beberapa kasus ditemukan keadaan hipertensi pp, tetapi keadaan ini akan menghilang dengan sendirinya apabila tidak ada penyakit – penyakit lain yang menyertainya dalam 2 bulan pengobatan.

40 Payudara oTerjadi proses laktasi oLakukan perabaan pada payudara, apakah terdapat benjolan, pembesaran kelenjar atau abses, serta bagaimana keadaan putting susunya.

41 Fundus : Perubahan Fundus Selama Nifas

42 Uterus Bobot UterusDiameter UterusPalpasi Serviks Pada akhir Persalinan900 gram12,5 cmLembut / Lunak Pada akhir minggu ke 1450 gram7,5 cm2 cm Pada Akhir minggu ke 2200 gram5,0 cm1 cm Sesudah Akhir 6 minggu60 gram2,5 cmMenyempit Perubahan yang normal di dalam uterus selama masa nifas

43 Kandung Kemih Kesulitan miksi mungkin terjadi setelah melahirkan Kehamilan menyebabkan dilatasi dan peregangan pelvis dan ureter tetapi akan kembali normal pada minggu ke 4 setelah persalinan Jika terjadi incontinensia urin sehingga ibu tdk berkemih selama 6 jam pp, maka diperlukan kateterisasi. Relaksasi otot kandung kemih baru menghilang setelah minggu ke 3.

44 Genitalia, Perinium Setelah persalinan, vagina meregang dan berbentuk lorong berdinding lunak dan ukurannya perlahan akan mengecil, tetapi jarang kembali seperti wanita yang belum pernah melahirkan Kadang – kadang pd persalinan yang lama ditemukan oedema dan memar pada dinding vagina Rugae terlihat kembali pada minggu ke 3

45 Lokia rubra Muncul hari 1 s/d 4 Warna Merah Mengandung darah Dari robekan/ luka Pd bekas implantasi Plasenta dan serabut desidua Dan corion Lokia rubra Muncul hari 1 s/d 4 Warna Merah Mengandung darah Dari robekan/ luka Pd bekas implantasi Plasenta dan serabut desidua Dan corion Lokia Lokia alba Muncul pd hari ke 10 s/d berkurang mg Berikutnya Warna lebih pucat Mengandung Leukosit, selaput Lendir servik dan Serabut jaringan yg mati Lokia alba Muncul pd hari ke 10 s/d berkurang mg Berikutnya Warna lebih pucat Mengandung Leukosit, selaput Lendir servik dan Serabut jaringan yg mati Lokia serosa Muncul hari ke 5 s/d ke 9 Warna kecoklatan Lebih sedikit darah Lebih banyak serum Terdiri dari Leukosit dan Robekan atau Laserasi plasenta Lokia serosa Muncul hari ke 5 s/d ke 9 Warna kecoklatan Lebih sedikit darah Lebih banyak serum Terdiri dari Leukosit dan Robekan atau Laserasi plasenta

46 Ekstremitas bawah Lakukan pemeriksaan kaki Apakah terdapat varises Apakah terdapat oedema dan kemerahan pada betis

47 Pengkajian Psikologis Masa Nifas Wanita mengalami banyak perubahan emosi, sementara ia menyesuaikan diri menjadi seorang ibu. Penyebab depresi postpartum Kekecewaan emosional Rasa sakit masa awal nifas Kelelahan selama proses persalinan Kecemasan akan kemampuannya merawat bayinya Rasa takut menjadi tidak menarik lagi bagi suaminya

48 Riwayat Kesehatan Ibu Bagaimana perasaannya dan perasaan menjadi orang tua Keluhan atau masalah yang sekarang dirasakan Kesulitan dalam BAB dan BAK Persaan tentang persalinan dan kelahiran bayinya Penjelasan tentang kelahiran : adakah komplikasi, laserasi atau episiotomi Suplemen zat besi : apakah ia makan ? Pemberian ASI : adakah diberikan, berhasilkah ?

49 Pemeriksaan Fisik Px TTV : TD, Suhu dan Nadi Px Payudara : Px Abdomen Px Kaki Px genitalia, perinium dan lokia.

50

51 1.GANGGUAN PERKEMIHAN A.INKONTINENSIA Keluarnya urin secara tidak sadar atau mendadak yang disertai dengan keinginan yang besar untuk berkemih.

52 Etiologi Otot –otot dasar panggul kendor Sistokel Infeksi saluran kemih Musculus destrusor tidak stabil

53 B. RETENSIO URIN Sikap : Ibu selalu diatas tempat tidur. Rasa malu Takut rasa sakit Atonia otot vesika urinaria Pemanjangan uretra

54 2. GANGGUAN BAB Diit cairan Udema pada saat persalinan Obat – obatan analgetik Rasa sakit pada perenium

55 3. GANGGUAN HUBUNGAN SEX Hub sexual dapat dilakukan dengan aman ketika luka episiotomi telah sembuh dan dan lochea telah berhenti. Tingkat estrogen yang rendah dalam seminggu setelah melahirkan sehingga sel – sel pensekresi dalam vagina hanya membentuk sedikit pelumas.

56 MERENCANAKAN ASUHAN KEBIDANAN

57 MERENCANAKAN ASUHAN KEBIDANAN A.Evaluasi secara terus menerus B.Gangguan rasa nyeri dan mengatasi nyeri C.Mengatasi cemas D.Pendidikan kesehatan E.Memberikan kenyamanan pada ibu F.Membantu ibu untuk menyusui bayinya G.Memfasilitasi menjadi orang tua H.Persiapan pasien pulang I. Deteksi dini komplikasi ibu nifas

58 A. EVALUASI SECARA TERUS MENERUS  6-8 jam setelah persalinan  6 hari setelah persalinan  2 minggu setelah persalinan  6 minggu setelah persalinan

59 6-8 Jam Setelah Persalinan Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, rujuk jika perdarahan berlanjut Memberikan konseling pada ibu dan keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri Pemberian ASI awal Melakukan Bonding ad attachmen Menjaga bayi tetap sehat dengan mencegah hipotermi Jika petugas kes menolong persalinan, petugas kes tsb harus tinggal dgn ibu untuk 2 jam pertama setelah lahir atau ibu dan bayi dalam keadaan normal

60 6 Hari Setelah Persalinan Memastikan involusi uterus berjalan normal : uterus berkontraksi, fundus dibawah pusat, tidak ada perdarahan abnormal, tidak ada bau Menilai adanya tanda – tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan dan istirahat Memastikan bayi menyusui dengan baik Memberikan konseling pada ibu : Perawatan tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari – hari.

61 6 minggu setelah persalinan Menanyakan pada ibu tentang penyulit – penyulit yang ia dan bayi alami. Memberikan konseling untuk ber KB dini.

62 B. GANGGUAN RASA NYERI ( AFTERPAIN ) DAN MENGATASI NYERI Rasa sakit pada saat kontraksi yang dialami oleh ibu multipara selama 2 – 4 hari pp Biasanya terjadi pada saat menyusui Berikan obat – obatan analgetik untuk menguagi nyeri.

63 C. MENGATASI CEMAS Karena peran baru yang dialami ibu dan kondisi ibu setelah melahirkan. Berikan dukungan emosional dan psikologi oleh pasangan dan keluarga : cuti hamil, konseling mengenai perubahan – perubahan pada masa nifas dan membantu ibu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

64 Tentang gizi Mengkonsumsi tambahan kalori 500 kalori tiap hari Minum sedikitnya 3 liter tiap hari. Pil zat besi sedikitnya selama 40 hari pasca salin Minum kapsul vit A ( )

65 Tentang KB  Biasanya ibu tidak akan ovulasi sebelum ia mendapatkan haid selama menyusui.  Metode aminore laktasi dapat digunakan  Anjurkan ibu untuk memakai alat kontrasepsi yang mengandung progesteron.

66 D. Pendidikan kesehatan Penjelasan tentang gizi. Penjelasan tentang KB Penjelasan tentang tanda – tanda bahaya Penjelasan tentang hubungan sex Penjelasan tentang perawatan bayi sehari – hari Istirahat dan tidur Ambulasi

67 Tentang tanda – tanda bahaya HPP Lochea berbau Rasa sakit di bawah abdomen dan punggung Sakit kepala terus menerus, nyeri ulu hati atau masalah penglihatan Bengkak diwajah dan tangan Demam, muntah, rasa sakit waktu Bak

68 LANJUTAN Payudara merah, panas atau terasa sakit hilang nafsu makan dalam waktu yang lama. Rasa sakit, merah, lunak dan atau pembengkakan di kaki. Merasa sedih atau tidak mampu mengasuh sendiri bayinya. Merasa sangat letih.

69 HPP Pemberian cairan intara vena Pemberian plasma dan darah lengkap Menentukan penyebab perdarahan Menghentikan kehilangan darah.

70 Pengeluaran lochea berbau Berikan infus RL atau NACL Berikan ampicilin atau amoxicilin 2 gr/ oral Rujuk ibu serta dampingi ibu ke tempat rujukan.

71 Sakit kepala terus menerus, nyeri ulu hati dan penglihatan kabur Periksa catatan antenatal dan persalinan untuk mengetahui apakah ibu memiliki riwayat preeklamsi. Tanyakan apakah ibu ada keluhan lain seperti : demam dan kurang darah. Periksa TD, Suhu, HB Obati sesuai penyebab.

72 Demam, muntah, sakit BAK. Periksa TD dan suhu Periksa inkontinansia urin dan hematuri Nasehatkan ibu untuk minum yang banyak serta makan yang bergizi. Obati sesui penyebab.

73 Payudara merah, panas dan terasa sakit. Kompres dingin jika ibu tidak menyusui. Kompres hangat sebelum ibu menyusui bayinya Jika putting susu lecet atau bengkak, peras air susu secara manual sebelum memberikan asi. Gunakan BH yang menopang payudara Kompres dingin diantara waktu menyusui Berikan obat – obatan analgetik.

74 Rasa sakit, merah, lunak atau pembengkakan di kaki. Istirahat yang cukup. Jalan – jalan di pagi hari Hindari terlalu banyak berdiri. Usahakan posisi kaki lebih tinggi dari kepala Berikan antibiotik.

75 Merasa sangat sedih atau tidak mampu mengasuh bayinya. Perhatikan bagaimana interaksi ibu dengan bayinya Tanyakan mengenai bantuan di rumah, seberapa banyak ia bisa bergerak. Periksa KU, status gizi serta kadar HB Konseling tentang gizi dan istirahat yang cukup.

76 Tentang hub sexual Secara fisik aman untuk memulai hub suami istri begitu darah merah telah berhenti dan ibu dapat memasukkan 1 atau 2 jari kedalam vagina tampa rasa nyeri Banyak budaya yang menunda hub suami istri sampai waktu tertentu ( 40 hari/6 mgg ), tetapi keputusan tergantung pada pasangan yang bersangkutan

77 Tentang istirahat dan tidur Anjuran untuk istirahat cukup untuk mencegah kelelahan Sarankan untuk kembali melakukan kegiatan rumah tangga secara perlahan- lahan, serta untuk tidur siang atau untuk tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur

78 Ambulasi Pemulihan mempercepat membalikkan tonus otot dan vena dan mengencangkan perut serta mempercepat pengeluaran lochea

79 E. MEMBERIKAN KENYAMANAN PADA IBU Jelaskan fisiologi afterpain normal pada ibu Berikan motivasi pada ibu untuk berkemih secara teratur Berikan analgetik Ajarkan ibu teknik relaksasi.

80 F. Membantu ibu untuk menyusui bayinya Untuk ibu : tingkatkan istirahat dan minum yang banyak, yakinkan pada ibu bahwa ibu dapat memproduksi ASI dan ASInya cukup untuk bayinya Untuk bayi : susui bayi tiap 2 jam atau sesui dengan kebutuhan bayinya, bangunkan bayi, duduk selama proses menyusui, pastikan bayi menyusui dengan posisi menempel yang baik, susui bayi ditempat yang tenang dan nyaman serta tidurlah bersebelahan dengan bayinya.

81 Tanda ASI cukup Bayi kencing setidaknya 6 kali sehari,warna jernih sampai kuning muda. Bayi sering BAB bewarna kekuningan Bayi tampak puas, sewaktu – waktu merasa lapar, bangun dan tidur cukup. Bayi menyusu kali sehari Payudara ibu tampak kosong dan lembut setiap kali menyusui. Bayi bertambah berat badanya Ibu merasakan bayinya menyui dengan baik.

82 H. MEMFASILITASI MENJADI ORANG TUA. Libatkan ayah dan klg dalam perawatan anak serta pemeliharaan aktivitas rumah. Memberikan motivasi pada ibu dalam merawat bayinya. Ajarkan ibu bagaimana cara perawatan bayi yang benar.

83 H. PERSIAPAN PASIEN PULANG Lakukan pemeriksaan sebelum pasien pulang Berikan konseling pada ibu Anjuran pada ibu untuk kunjungan ulang.

84 I. DETEKSI DINI KOMPLIKASI IBU NIFAS. Gejala. - Terasa sakit disekitar infeksi. - Suhu meningkat, kadang – kadang disertai badan menggigil. - Nadi cepat. - disertai tanda tumor, rubor, dolor, kolor dan fungsi laesa.

85 Pencegahan Luka jalan lahir dirawat dengan baik. Alat – alat serta pakaian yang berhubungan dengan persalininan harus steril Penderita infeksi nifas harus diisolasi Batasi pengunjung.

86 Pengobatannya Sebaiknya dilakukan pembiakan dari sekret vagina untuk mendapatkan antibiotik yang cocok. Berikan dosis yang sesuai Berikan antibiotik spektrum luas saat menunggu hasil laboraturium. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh penderita, berikan : infus.

87 Kelainan – Kelainan dalam nifas Subinvolusi Keadaan pengecilan uterus yang kurang baik atau terganggu disebabkan karena adanya endometritis, sisa urin, mioma uteri dan bekuan – bekuan darah. - injeksi metergin setiap hari dan ergometrin oral - lakukan kuretase dan beri antibiotik jika ada sisa plasenta.

88 Tromboflebitis femoralis Adanya trombosis karena adanya perubahan atau kerusakan pada inti pembuluh darah, perubahan pada susunan darah, laju peredaran darah. Suhu naik, nyeri, nyeri kaki atau betis bila berjalan atau ditekan. Istirahat, kaki ditinggikan serta beri obat Asam Asetil Salisilat.

89 PENDOKUMENTASIAN OLEH : Ns. Lili Fajria. S.Kep, M.Biomed

90 1. Pengumpulan data :anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan khusus dan pemeriksaan penunjang. 2. Interpretasi data : diagnosa dan masalah potensial 3. Identifikasi diagnosa dan masalah potensial 4. Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. 5. Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh 6. Pelaksanaan asuhan 7. Evaluasi

91 Contoh kasus Langkah I - Ibu melahirkan yang pertama,6 jam yang lalu - Bayi perempuan BB : 2900 gr,PJ : 48 cm,A/S : 9/10. - Perdarahan kala III dan IV 150 cc. - Perinium ruptur tk II - Ibu belum bisa menyusui - Kolostrum ibu belum keluar - Perut ibu mules - Ibu belum berani untuk duduk. - KU dalam batas normal

92 Lanjutan -Mamae tidak bengkak -Kandung kencing penuh -Ibu belum bisa BAK -TFU 1 jr bwh pusat -Kontraksi uterus baik.

93 Langkah II  Diagnosanya : Ibu P1 A0 6 jam pospartum normal.  Masalah : Retensio urin  Data dasar : Ibu belum bisa BAK dan kandung kemih penuh

94 Langkah V Menganjurkan untuk BAK Menjelaskan bahaya bila kandung kemih penuh Menginformasikan tentang proses pembentukan ASI dan faktor – faktor yang mempengaruhinya Menjelaskan manfaat mobilisasi dini dan motivasi ibu untuk mobilisasi dini Menjelaskan tentang cara membersihkan vulva Menjelaskan perubahan – perubahan pada masa nifas.

95 Lanjutan Menjelaskan tanda – tanda bahaya yang mungkin terjadi pada masa nifas dan tindakan yang harus dilakukan. Menjelaskan metode kontrasepsi yang sesuai dan motivasi ibu untuk ber KB. Menjelaskan kebutuhan ibu. Merencanakan waktu follow up.

96 Langkah VI Hari ini tanggal….( saat ini ) -M-Memberikan penyuluhan tentang bahaya menehan BAK dan menganjurkan ibu untuk BAK. -M-Menjelaskan pentingnya menyusui dan cara menyusui yang baik -M-Menjelaskan proses pembentukan ASI dan faktor – faktor yang mempengaruhinya -M-Menjelaskan manfaat mobilisasi dini -M-Menjelaskan cara membersihkan vulva

97 Langkah VII Hari I tanggal …. -Ibu sudah BAK -Ibu dpt menyusui bayinya dgn benar -Ibu tidak ragu lagi untuk berjalan -Vulva ibu bersih

98 Lanjutan Langkah VI Hari II tanggal…. - Menerangkan perubahan – perubahan pada masa nifas - Memperagakan dan membimbing ibu dalam merawat bayinya - Menjelaskan tanda – tanda bahaya serta tindakan yang dapat ibu lakukan - Menjelaskan pola hidup, prilaku dan kebutuhan bayi baru lahir

99 langkah VII Hari II tanggal…. - Ibu mengerti perubahan yang akan ia alami - Ibu dapat merawat bayinya - Ibu dapat menyebutkan tanda – tanda bahaya pada masa nifas dan tindakan yang ia lakukan - Ibu dapat menjelaskan pola hidup, peroilaku dan kebutuhan bayi baru lahir.

100 Lanjutan Langkah VI Hari III tanggal … - menjelaskan kebutuhan ibu nifas - Menjelaskan metode KB yang sesuai dan motivasi ibu untuk ber KB - Merencanakan hari Follow up pada hari ke 6

101 Langkah VII Hari III tanggal … - ibu dapat menyebutkan kebutuhan pada saat nifas - ibu dapat menyebutkan metode kontrasepsi yang dapat digunakan oleh dirinya. - ibu berjanji untuk datang memeriksakan dirinya pada hari ke 6


Download ppt "ASKEP NIFAS OLEH Ns. Lili Fajria, S.Kep, M.Biomed."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google