Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SWARA ♥ WARGA MEDIA 2MINGGUAN WARGA RW 06 KAMPUNG TOMANGPULO - JATIPULO Selasa | 12 April 2011 | No. 014 | Tahun II | 8 Halaman H.1 Tak ada lagi lahan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SWARA ♥ WARGA MEDIA 2MINGGUAN WARGA RW 06 KAMPUNG TOMANGPULO - JATIPULO Selasa | 12 April 2011 | No. 014 | Tahun II | 8 Halaman H.1 Tak ada lagi lahan."— Transcript presentasi:

1 SWARA ♥ WARGA MEDIA 2MINGGUAN WARGA RW 06 KAMPUNG TOMANGPULO - JATIPULO Selasa | 12 April 2011 | No. 014 | Tahun II | 8 Halaman H.1 Tak ada lagi lahan tersisa untuk me- nanam pohon dan resapan air hujan di RT 016 RW 06 ini. Tapi mata pe- ngen juga melihat warna hijau yang menyejukkan… apa boleh buat, un- tuk saat ini warga hanya bisa menghijaukan dinding-dinding sekitar lapangan dengan cat warna hijau. Syukurlah tidak ada warga penderita buta warna, karena akan bisa mem- bedakan hijau alami dengan hijau sintetis. Hijau sintetis akan terlihat abu-abu bagi penderita BW ♥ H.8 12 April 2011 | No. 014 | Tahun II | 8 Hal. SERBANEKA Rumah yang dibangun memenuhi lahan seluas ± 12 m², lantai bawah terbagi dua, ruang depan dan ruang belakang disekat de- ngan rak serbaguna, di pojok ruang belakang ada seuprit ruang untuk buang air kecil. Untuk keperluan buang air besar dan mandi, anggota keluarga ke MCK Komunal. Di ruang belakang ada tangga terjal menuju lantai atas yang semi permanen, tepat di bawah kabel listrik tegangan menengah. Ibunda Eko membeli lahannya dari seorang warga kampung itu, tempatnya dulu bekerja. Sekarang, ditinggali Ayahanda, istri, anak, mantu, dan cucu : Moch. Rezki dan Syafira ♥ ASA Sambungan dari Hal. 07 bisa dijaring disini dan bisa menghasilkan rupiah…lumayan…!! Meskipun nilai rupiah- nya kecil…tidak seberapa…tapi yang penting halal…dan bisa membantu pemerintah untuk mengendalikan banjir di Jakarta…!! Semoga mendapat pahala yang berlimpah..!! Ohh…tiba – tiba ku terbangun !! Sayang, saat ini Kanal Barat masih kotor dan kurang pemeliharaan dari tangan – tangan trampil dan kreatif. Mudah – mudahan segara mun- cul kekompakan dan kreatifitas agar sampah bisa berubah jadi emas lho….!!! Dan Kanal Barat segmen Jatipulo bisa menjadi kolam ikan…agar “bocah – bocah” Jatipulo men- dapat gizi protein dari kolam sendiri….!!! Aamiin Tapi… kira- kira mimpiku ini bisa terwujud gak ya?? Warga Jatipulo berminat gak ya…!! Mudah-mudahan sih bisa terwujud!! Yuuk… kita mulai untuk mewujudkannya, kita ajak instansi terkait untuk membantu mewujudkan niat baik kita. Semoga bisa cepat terlaksana.. Aamiin Semoga bermanfaat…!! InsyaAllah….bersambung….mimpi hari ke- empat, pada edisi berikutnya ♥ Catatan Redaksi: Retno Puspitasari adalah Arsitek lulusan Univer- sitas Indonesia, Pemerhati Permukiman yang bia- sa hadir dalam pertemuan-pertemuan Forum Per- mukiman Jakarta, dan pernah mengunjungi Kam- pung Tomangpulo Kel. Jatipulo pada 15 Februari 2011 dalam kegiatan pelatihan Portable Archi- tecture bersama warga RT. 016/06 Kel. Jatipulo. Tulisan-tulisan beliau berupa “mimpi” adalah su- atu metoda mengajak dan menyemangati warga untuk ikut ber”mimpi”, berpengharapan akan masa depan yang lebih baik – ASA TIM PENGENDALI PROGRAM (TPP) RW 06 – BKM JATIPULO MANDIRI 4 Generasi dalam Rumah seluas 24 m 2 Eko – putra Wasyem, Almarhu- mah dan Ngali, sekarang sebagai kepala keluarga di rumah tangga- nya yang terdiri dari 4 generasi. Peng”hijau”an di Area Komunal RT. 016/06

2 H.2 12 April 2011 | No. 014 | Tahun II | 8 Hal. LINGKUNGANEKONOMI 14 April 2011| No. 014 | Tahun II | 8 Hal. H. 7 Pandangan mata terpaku, bibirku membisu… takjub…memandang ke arah sungai/Kanal Barat, yang telah berubah wujud… menjadi tempat rekreasi yang bersih, bebas sampah, Indah, nyaman… dan memberi kesejukan serta kesejahteraan bagi warga Jatipulo nan permai. Aku penasaran….. apa gerangan yang terjadi.....??? Waoww….nampaknya para warga sedang bergembira menikmati hari libur yang cerah, ditemani angin semilir di pagi yang indah. Suasana terasa semakin semarak dengan canda tawa anak-anak yang berekreasi dengan ibu bapaknya di Sungai/Kali Banjir Kanal Barat….!! Kulihat anak-anak memegang keranjang ber- isi ikan segar, hasil pancingan mereka di- temani ayah ibunya…wahh…asyiknya...!! Ternyata Kanal Barat bisa dimanfaatkan sebagai kolam ikan buatan. Ada beberapa keramba bambu berukuran 1m x 1m, dan berlapis jala yang bisa dibuka tutup dan diangkat ke daratan. Pada saat-saat tertentu jala yang berisi ikan tersebut tinggal diangkat ke atas dan ditempatkan ke dalam bak fibre yang biasa dipakai untuk bak mandi. Wah, kreatif !! Lumayan…untuk menambah gizi makanan berprotein tinggi, supaya anak-anak Jatipulo menjadi anak yang cerdas. Tapi…kemudian aku berpikir…..apakah ini tidak mengganggu fungsi Kanal Barat? Atau mengganggu aliran sungai yang menuju laut? Oh...ternyata justru mereka sudah membuat solusi untuk mengantisipasi kondisi tersebut. Mereka sangat kreatif….!! Ada 2 buah teralis Kesadaran, di antara Kelangsungan dan Kehancuran Bumi Oleh : Bowo Leksono Pernahkah kita bertanya pada diri kita sendiri, apa yang kita sumbangkan untuk lingkungan kita? Terlebih untuk bumi kita tercinta? Se- pertinya pertanyaan ini kerap terpercik saat bencana alam melanda atau saat kesadaran yang melintas hanya sesaat. Tahukah anda, bahwa bumi yang kita pijak sudah empat miliar tahun lebih usianya. Dan setiap saat terus ada perubahan pada planet yang sudah ribuan tahun dihuni mahkluk ber- nama masnusia. Perubahan yang meskipun pelan namun pasti. Perubahan bumi ini terkait eksistensi peng- huninya. Bencana alam yang melanda berba- gai belahan dunia adalah wujud percepatan perubahan bumi. Dan sangat tidak bijak bila bencana yang melanda bumi dibebankan pa- da alasan fenomena alam. Apa sebenarnya sumbangsih kita sebagai makhluk beradab untuk bumi ini? Sudahkah hal positif kita lakukan demi pelestarian ling- kungan dan keberlangsungan kehidupan? Bersambung ke SW edisi berikutnya. SWARA ♥ WARGA Media Dua-Mingguan Warga Kampung Tomangpulo Kel. Jatipulo, Kec. Palmerah, Jakarta Barat Redaksi : Jl. Tomangpulo Gang IVa no.25 (TPP RW 06 – BKM Jatipulo Mandiri ( ) Stimulasi Tata Kampung = Jaminan Ber- mukim = Peremajaan Lingkungan Per- mukiman mewarnai SWARA WARGA edisi ini, Vol. 014 tahun II. Kita tidak bisa terus berpura-pura hidup nya- man dan aman di lingkungan sekarang, de- ngan ‘hijau” sintetis… Kita perlu jujur bahwa kita perlu kondisi lingkungan yang lebih baik, jaminan bermukim yang lebih jelas dan juga perlu peningkatan ekonomi keluarga. Dalam edisi ini, disajikan berbagai reportase menyangkut aspirasi dan kondisi warga mau- pun kondisi dan upaya perbaikan lingkungan permukiman Kampung Tomangpulo Kel. Jati- pulo. Sumber-sumber jurnal dari lokal kam- pung, para pemerhati permukiman, langsung maupun secara virtual. Disajikan juga bebe- rapa bahan wawasan dari internet, pencarian dengan google. Ada sumbangan inspirasi dari seorang pe- merhati Permukiman Jatipulo, yang di edisi ini merupakan bagian ketiga dari tetralogi “Mimpiku di Kampung Jatipulo nan Permai”. Potret keluarga 4 generasi di rumah di ling- kungan padat-kumuh juga mewarnai di kolom serbaneka ♥ ASA – E d i t o r i a l berwarna emas berkialauan yang dilapis ja- ring/jala, dipasang pada batas wilayah de- ngan Kelurahan lain. Kutanya kepada mereka : “Kenapa harus berwarna emas ya?” Mereka menjelaskan bahwa hal itu untuk memotivasi warga bahwa sampah itu bila dikelola dengan baik bisa menghasilkan uang, dan uangnya bisa dibelikan emas!! Alasan yang kedua, supaya lebih terlihat dan menjadi pusat per- hatian…. khususnya bagi para aparat peme- rintah dan semua stakeholder yang terkait dengan pelestarian lingkungan, agar dapat membantu, memberi perhatian untuk langkah ke depannya. Ohh… jadi begitu maksud- nya..!! Kini aku jadi mengerti…!! Kembali kulihat segmen Kanal Barat yang dibatasi 2 buah teralis emas. Benar… telah berubah…menjadi tempat rekreasi yang ber- sih dan menawan. Sampah hulu yang ter- bawa arus sungai akan terjaring pada teralis tersebut, dan jaringnya tinggal diangkat ke daratan di tepi sungai, untuk dipilah oleh pe- tugas pengelola sampah dari “KIOS SAM- PAH,” sementara fungsi teralis pengaman pada sisi yang menuju laut, selain berfungsi untuk menjaring sampah yang hanyut dari tempat rekreasi, juga untuk memastikan dan menunjukkan bahwa kolam ikan dalam ke- ramba tidak menghasilakan sampah, atau dengan kata lain keberadaannya tidak meng- ganggu fungsi kanal. Bahkan turut membantu membersihkan sampah yang hanyut entah dari mana..yang dijaring pada teralis per- tama. Mantap..!! Wah…benar-benar mengun- tungkan… rezeki sampah dari mana-mana, Bersambung ke hal, 8 “ Kolam Ikan Dalam Sangkar Emas….. Di Kanal Barat” Mimpiku…… Di Kampung Jatipulo Nan Permai Oleh : Retno Puspitasari

3 H.6 14 April 2011 | No. 014 | Tahun II | 8 Hal. KREATIFITASKEWARGANEGARAAN 12 April 2011 | No. 014 | Tahun II | 8 Hal. H. 3 di BPN, atau di kantor Pajak atau Dispenda, kemudian secara bersama-sama mengajukan sertifikasi PRONA dengan LARASITA. Jika di- dampingi tim ahli akan lebih memudahkan pro- ses untuk sampai kepada produk konsolidasi lahan dan seterusnya hingga penyediaan unit- unit rumah tinggal, ruang-ruang usaha dan fasilitas umum serta fasilitas lingkungan. Semoga upaya ini dapat dilakukan secara mu- syawarah dalam suasana kekeluargaan ♥ Sumber : Catatan Pertemuan Forkimja – ASA Sambungan dari Hal. 4 Permainan Stimulasi… ang, selama berlangsung dan pasca pe- nataan diperlukan peningkatan kualitas ikat- an sosial. Diperlukan responsibilitas sosial, tanggungjawab sosial dari semua warga, semua keluarga di wilayah perencanaan. Bukan hal yang mudah namun bukannya ti- dak mungkin. Untuk mencapai kesadaran ini, diperlukan jiwa kepemimpinan dan keyakinan dari semua yang terlibat. Dalam pertemuan ini hadir Astaja Swawal, visioner lokal yang sekarang juga berperan di Unit Pengelola Lingkungan BKM Jatipulo Mandiri, Juga dua orang anggota KSM Karya Bakti II, Amsari (Bang Aceng) dan Yanti. Untuk keperluan konsolidasi lahan, warga perlu bukti hak atas lahan, jika perlu ditelusuri sejarahnya dan dicarikan arsip dokumennya Seseorang yang mempunyai hak atas tanah berwenang mempergunakan atau mengambil manfaat atas tanah yang menjadi haknya. Hak-hak atas tanah yang dimaksud ditentu- kan dalam pasal 16 jo pasal 53 UUPA, antara lain: 1) Hak Milik; 2) Hak Guna Usaha; 3) Hak Guna Bangunan; 4) Hak Pakai; 5) Hak Sewa; 6) Hak Membuka Tanah; 7) Hak Memungut Hasil Hutan; 8) Hak-hak lain yang tidak ter- masuk dalam hak-hak tersebut di atas yang ditetapkan oleh undang-undang serta hak- hak yang sifatnya sementara sebagaimana disebutkan dalam pasal 53. Di masa kolonial Belanda, ada pajak yang dikenakan kepada para pemegang hak atas lahan (Girik, dsb), yang disebut Verponding Indonesia. Surat Pajak ini bisa digunakan dalam serufikasi lahan, seperti warga di Kec. Kemayoran. Sebenarnya, Surat PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) juga berfungsi seperti V.I. namun telah berlangsung kesalahan dan kelalaian yang berkelanjutan. PBB dikena- kan kepada siapa saja, termasuk yang men- duduki lahan negara yang menganggap la- han itu sebagai lahan garapan. Dari diskusi-diskusi maya, yang juga ada membahas permukiman di Jatipulo: “Aneka teman teman pemeduli permukiman kumuh melihat masalah besarnya ada di "pertanah- an" (= Ruang) yang selama ini seperti kurang terpadu dengan sisi "penataan ruang" khu- sus bagi perumahan/permukiman warga ke- cil/miskin (MBR). Khusus tata ruang ba- ngunan publik diatas ruang publik, mem- bangun "kampung susun", urban pertanian susun, tanah susun dll. Akan membuat "revo- lusi membuka begitu banyak solusi-solusi“ (by people) menata kota kreatif di mana- mana. Dan malah sebenarnya realistik / dan sangat ekologis yang bisa keluar dari beleng- gu transisi kota yang makin krusial (Realita sekarang kita semua macet, terutama di kampung padat-kumuh). Sumber: Diskusi para Pemerhati Permukiman –ASA Legalitas Lahan dan Jaminan Bermukim

4 H.4 29 Maret 2011 | No. 013 | Tahun II | 8 Hal. KREATIFITASKELEMBAGAAN 29 Maret 2011 | No. 013 | Tahun II | 8 Hal. H.5 Pada pertemuan beberapa pemerhati per- mukiman Forum Permukiman Jakarta, di Gd. DPGP DKI pada Kamis 7 April 2011, dilakukan pembahasan dan permainan si- mulasi tata ruang kampung dengan model D Dari hasil pemungutan suara dalam pemilih- an ini keluarlah Hanafi sebagai anggota LMK mewakili RW 06. Hanafi mendapatkan 55 suara, Ahmad Minda 25 suara, Yasin 20 suara, dan Muhayar 7 suara. Diharapkan Anggota LMK terpilih, Hanafi, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Yatim, dapat berperan aktif dalam mendengar dan menghimpun aspirasi warga, untuk setiap musyawarah di kelurahan, me- wakili kepentingan bersama warga RW 06 ♥ ASA skala 1:100. Walaupun belum optimal, na- mun setidaknya, terlihat realita, bahwa untuk mempertahankan seluruh warga tidak ada yang perlu tergusur oleh perkembangan ke- bijakan perlahanan dan rencana kota, maka seluruh warga dalam skop beberapa RT dan RW perlu menyadari urgensi konsolidasi la- han dan penataan ulang tata ruang per- mukiman. Sulistio Widodo, seorang pemerhati per- mukiman dan mantan pejabat BPN, memberi wawasan tentang upaya perencanaan/pe- nataan ulang tata ruang yang dilakukan di Jepang, Kukaku Seiri yang berhasil di- lakukan pada 70% lahan seluruh negeri Je- pang. Terutama daerah-daerah pasca ben- cana. Dan kita tidak perlu menunggu sampai Jatipulo kena bencana dulu supaya bisa ditata kan…? Dengan penataan ulang pasti akan ada rugi dan untung. Yang pasti keuntungan yang akan diperoleh akan jauh lebih besar: Harga lahan meningkat, kualitas lingkungan mening- kat, aspek ekonomi pasti meningkat karena bertambahnya ruang-ruang produksi. Aspek sosial juga pasti meningkat, karena menje- Bersambung ke hal. 06 Pada Rabu 6 April 2011 pk telah ber- langsung pemilihan anggota LMK dengan su- sunan panitia : Zainudin (ketua), Maya (sek- retaris), dan Ari Lasmana (anggota). Pemilihan Anggota Lembaga Musyawarah KelurahanPermainan Stimulasi Tata Ruang Kampung Yasin Ahmad Minda HanafiMuhayar


Download ppt "SWARA ♥ WARGA MEDIA 2MINGGUAN WARGA RW 06 KAMPUNG TOMANGPULO - JATIPULO Selasa | 12 April 2011 | No. 014 | Tahun II | 8 Halaman H.1 Tak ada lagi lahan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google