Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGEMBANGAN GAGASAN DALAM PARAGRAF BAB V. KOMPETENSI YANG INGIN DICAPAI MELALUI BAB V INI: 1)Mahasiswa mampu mamahami unsur dan syarat-syarat dalam mengembangkan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGEMBANGAN GAGASAN DALAM PARAGRAF BAB V. KOMPETENSI YANG INGIN DICAPAI MELALUI BAB V INI: 1)Mahasiswa mampu mamahami unsur dan syarat-syarat dalam mengembangkan."— Transcript presentasi:

1 PENGEMBANGAN GAGASAN DALAM PARAGRAF BAB V

2 KOMPETENSI YANG INGIN DICAPAI MELALUI BAB V INI: 1)Mahasiswa mampu mamahami unsur dan syarat-syarat dalam mengembangkan suatu gagasan, baik yang berpola logis (deduksi, induksi, campuran) maupun kronologis (urutan ruang dan waktu), 2)Mahasiswa mampu mengembangkan suatu gagasan ke dalam paragraf.

3 PARAGRAF ADALAH BENTUK MINIATUR SUATU KARANGAN SECARA UTUH

4 SYARAT UNTUK MENULIS: 1)memahami dan menguasai unsur kebahasaan (kalimat, kata, dan sistem penulisan), 2)memiliki dasar bernalar yang baik, 3)mau berlatih menulis, dan 4)memiliki wawasan yang cukup tentang tema atau topik yang akan ditulis.

5 JAWAB PERTANYAAN INI 1)Apa yang dimaksud dengan paragraf? 2)Unsur apa saja yang ada di dalam suatu paragraf atau karangan secara utuh? 3)Syarat-syarat apa yang harus dimiliki oleh suatu paragraf atau karangan secara utuh?

6 Kerangka karangan atau ragangan adalah suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar karangan yang akan ditulis. Keranga karangan yang sudah dibuat akan menjadi panduan bagi penulisnya ketika mengembangkan suatu karangan. Sebagai panduan, kerangka karangan dapat membantu penulis untuk mengumpulkan dan memilih bahan tulisan yang sesuai. Di samping itu, kerangka karangan akan mempermudah pengembangan karangan sehingga dapat terarah, teratur, dan runtut. Artinya, karangan yang dibuat tidak tumpang- tindah atau melompat-lompat. PERHATIKAN CONTOH PARAGRAF I INI.

7 BERDASARKAN PARAGRAF I, JAWAB PERTANYAAN INI. 1)Apa kalimat topik/pokoknya? 2)Apa topik utama atau tema paragraf tersebut?

8 KALIMAT TOPIK + BEBERAPA KALIMAT PENJELAS/PENGEMBANG PARAGRAF Berapa jumlah kalimat penjelas? Lazimnya, 4—7 kalimat penjelas. SEMAKIN SEDIKIT JUMLAH KALIMAT PENGEMBANG, SEMAKIN MISKIN ATAU MINIM INFORMASI DI DALAM PARAGRAF. NAMUN, JIKA TERLALU BANYAK JUMLAHNYA, MAKA IDE DI DALAM PARAGRAF AKAN SULIT UNTUK DIPAHAMI. Selain kalimat topik dan penjelas, paragraf dapat dilengkapi pula dengan kalimat penyimpul/penegas.

9 SUATU PARAGRAF DIANGGAP TELAH MEMILIKI UNSUR KESATUAN JIKA TIDAK ADA SATU PUN KALIMAT YANG TIDAK MENDUKUNG ATAU TIDAK MENGEMBANGKAN (MENJELASKAN) KALIMAT TOPIK.

10 CARA MENYUSUN PARAGRAF YANG BERKEPADUAN. 1.Tentukan atau rumuskan masalah pokoknya. 2.Tentukan ide-ide pendukung masalah pokok tersebut. 3.Rumuskan ide-ide pendukung tersebut dalam bentuk kalimat (disebut kalimat penjelas/pengembang). 4.Urutkan kalimat penjelas tersebut secara runtut, logis, dan sistematis.

11 TUGAS LATIHAN AMBIL CONTOH SATU PARAGRAF DI DALAM SKRIPSI, LALU REVISI PARAGRAF TERSEBUT SEHINGGA MENJADI PARAGRAF YANG BERKEPADUAN.

12 POLA DASAR I SUATU PARAGRAF Kalimat utama ………… Kalimat penjelas I ………… Kalimat penjelas II ………… Kalimat penjelas III ………… Kalimat penjelas IV ………… POLA DASAR II SUATU PARAGRAF Kalimat penjelas I ………… Kalimat penjelas II ………… Kalimat penjelas III ………… Kalimat penjelas IV ………… Kalimat utama …………

13 POLA DASAR III SUATU PARAGRAF Kalimat utama ………… Kalimat penjelas I ………… Kalimat penjelas II ………… Kalimat penjelas III ………… Kalimat penjelas IV ………… Kalimat penyimpul …………

14 JENIS PARAGRAF: 1.PARAGRAF SEBAB-AKIBAT 2.PARAGRAF AKIBAT-SEBAB 3.PARAGRAF ANALOGI 4.PARAGRAF PROSES/WAKTU 5.PARAGRAF RUANG/KEBENDAAN

15 Bagi sebagian besar anak-anak, bahasa Indonesia merupakan bahasa kedua, yaitu bahasa yang mereka pelajari setelah mereka menguasai bahasa pertamanya. Pada umumnya, bahasa pertama mereka adalah bahasa daerahnya. Misalnya, bahasa Jawa, Madura, Sasak, Batak, dan Lampung. Mereka mulai belajar bahasa Indonesia ketika masuk sekolah, yaitu sekolah dasar. Ada juga yang muiai belajar bahasa Indonesia ketika masuk taman kanak- kanak. Pada waktu mereka masuk sekolah itu penguasaan bahasa pertamanya, yaitu bahasa daerah, telah mapan. Dalam teori belajar bahasa pertama dikatakan bahwa anak-anak usia 6—7 tahun telah dewasa bahasa. Artinya, mereka telah menguasai bahasa pertamanya seperti orang-orang dewasa di dalam masyarakatnya sehingga dengan bahasa itu mereka dapat berkomunikasi dengan baik. Penguasaan bahasa pertama itu, bahasa daerahnya, berpengaruh terhadap proses belajar bahasa kedua, yaitu bahasa Indonesia. Pola-pola struktur, kosakata, serta unsur prosodi bahasa daerah yang dikuasainya akan masuk ke dalam pola-pola struktur, kosakata, serta prosodi bahasa Indonesia. CONTOH PARAGRAF SEBAB-AKIBAT

16 CONTOH PARAGRAF AKIBAT-SEBAB Banyak daerah di Nusantara ini rawan banjir. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu. Di daerah-daerah padat hunian, saluran dan resapan air sudah tidak memadai. Kalaupun ada, banyak saluran air tersumbat oleh sampah-sampah buangan dan rumah tangga di sekitarnya. Hal itu terjadi mungkin disebabkan oleh wawasan dan disiplin lingkungan sehat para warga dan didukung kinerja dinas terkait yang belum baik. Selain itu, yang tak kalah besarnya dalam memberikan andil dalam memunculkan musibah banjir itu adalah ‘pemelontosan hutan’. Banyak hutan ditebang, digunduli tanpa usaha reboisasi. Dengan berkurangnya pepohonan itu, air yang jatuh ke permukaan tanah akan mengalir deras ke daerah yang lebih rendah dan akhirnya menggenang. Kian banyak air yang mengalir dan menggenang, kian besar banjir yang ditimbulkannya.

17 CONTOH PARAGRAF ANALOGI Lembaga pendidikan, khususnya pendidikan kejuruan, dapat disamakan dengan pabrik. Jika lembaga-lembaga pendidikan mengeluarkan lulusan-lulusannya, pabrik mengeluarkan produksinya. Suatu lembaga pendidikan yang berhasil mengeluarkan lulusan yang bermutu akan mendapat penilaian yang tinggi dari masyarakat, sebagaimana masyarakat juga menilai tinggi terhadap suatu pabrik yang menghasiikan produksi dengan mutu yang baik. Produksi dengan mutu yang baik tentu mempunyai kemungkinan pemasaran yang baik pula. Dengan kata lain, produksi yang bermutu baik akan marketable. Pabrik penghasil produksi yang bermutu itu akan dikenal oleh masyarakat dan apabila dapat mempertahankan mutu produksinya, dia akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Demikian pula halnya dengan lembaga pendidikan. Apabila keluarannya bermutu, lulusan lembaga pendidikan itu akan mudah mencari pekerjaan karena lulusan-lulusannya dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan demikian, lembaga pendidikannya pun akan mendapat penghargaan yang tinggi dari masyarakat. Jika lembaga pendidikan dimaksud dapat mempertahankan mutu lulusan- lulusannya, ia akan mendapat kepercayaan masyarakat.

18 CONTOH PARAGRAF PROSES/WAKTU (PARAGRAF I) Tempe termasuk makanan murah dan bergizi. Banyak protein yang dikandungnya. Cara membuatnya tidak sukar. Bahannya mudah diperoleh, yaitu kacang kedelai atau kacang- kacangan lain. Tetapi, bahan yang lazim adalah kacang kedeiai. Marilah kita coba membuat tempe sendiri.

19 Ambil kedelai secukupnya, kira-kira tiga kilogram. Kita pilih dahulu, kalau-kalau tercampur batu atau kotoran lain. Kemudian, cuci bersih dengan air, dan kita rebus sampai masak betul. Jika kurang masak, tempe kita tidak akan jadi. Rebusan tempe yang masih panas itu kita biarkan barang satu atau dua jam sehingga menjadi dingin. Kulit kedelai masih melekat walaupun ada juga yang sudah mengelupas. Sekarang kita usahakan supaya kulit itu mengelupas semua. Caranya, masukkan kedelai itu ke dalam bakul dan aduk secara terus-menerus sembari disiram dengan air. Jika bakul itu kita letakkan di bawah pancuran air, pekerjaan kita akan lebih cepat selesai. Kulit yang terkelupas akan mengapung dan hanyut dibawa air. Lakukan hal itu sampai kedelai terkelupas semuanya. Kalau kurang bersih, tempe kita nanti kurang baik jadinya; agak pahit, dan salah-salah malah bisa busuk. CONTOH PARAGRAF PROSES/WAKTU (LANJUTAN) (dan seterusnya …..)

20 CONTOH PARAGRAF RUANG/KEBENDAAN Si Nah, gadis pelayan pada keluarga jaksa (pensiunan) telah sebulan sakit demam. Keadannya kian lama kian payah. Matanya kelihatan putihnya saja. Mulutnya berbuih dan ia mengeluarkan bunyi- bunyi binatang. Kadang-kadang meringkik seperti kuda. Kadang-kadang menyalak, mengeong, berkaok- kaok. Kalau dia mengaum, anak-anak dan perempuan-perempuan serumah dan tetangga- tetangga yang berdalangan akan lari terbirit-birit. Mereka seolah percaya bahwa suatu saat nani Nah akan menjelma menjadi macan gadungan.

21 PROSES PENGEMBANGAN GAGASAN KE DALAM PARAGRAF 1.PRAPENULISAN: menentukan dan merumuskan topik, mengidentifikasi dan mengurutkan ide-ide pendukung, mempertimbangkan tujuan dan sasaran/pembaca tulisan 2.PENULISAN: menentukan mengurutkan, dan merumuskan kalimat-kalimat yang utuh dan berkepaduan 3.PASCAPENULISAN: merevisi hasil


Download ppt "PENGEMBANGAN GAGASAN DALAM PARAGRAF BAB V. KOMPETENSI YANG INGIN DICAPAI MELALUI BAB V INI: 1)Mahasiswa mampu mamahami unsur dan syarat-syarat dalam mengembangkan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google