Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 2 3 I. TRADITIONAL TRANSACTION METHODS  Comparable uncontrolled price (CUP) method  Cost-plus method  Resale price method II. TRANSACTIONAL PROFIT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 2 3 I. TRADITIONAL TRANSACTION METHODS  Comparable uncontrolled price (CUP) method  Cost-plus method  Resale price method II. TRANSACTIONAL PROFIT."— Transcript presentasi:

1

2 1

3 2

4 3

5 I. TRADITIONAL TRANSACTION METHODS  Comparable uncontrolled price (CUP) method  Cost-plus method  Resale price method II. TRANSACTIONAL PROFIT METHODS  Transactional Net Margin Method (TNMM)  Profit Split Method 4

6 1995 TP Guidelines:  Strict preference for traditional methods (Comparable Uncontrolled Price “CUP”, Cost Plus, Resale Price);  Use of profit methods (TNMM and profit split) “exceptional”. The OECD Transfer Pricing Methods Which Method to Select?

7 6

8 TP MethodRequired Comparability Benchmark ProductFunctions (CUP)+++ Price Resale Price (RP)++++ Gross Profit Margin Cost Plus (C+)++++Gross Mark-Up Transactional Net Margin (TNMM) ++++ Net Profit Margin / Net Cost Mark Up Profit Split (PS)++++Gross/Net Profit 7

9  Metode Perbandingan Harga antara Pihak yang Independen (Comparable Uncontrolled Price/CUP) adalah metode penetapan Harga Transfer yang membandingkan harga barang atau jasa dalam transaksi afiliasi dengan harga barang atau jasa dalam transaksi independen. 8 ? Toshiba Samsung

10 Internal comparable vs External comparable  the taxpayer sell or buy a particular product or service to or form an unrelated enterprise under similar terms and circumstances in comparable quantities and markets (internal comparable)  Independent enterprises sell or buy a particular product or service under similar terms and circumstances in comparable quantities and markets (external comparable) 9

11  Metode Perbandingan Harga antara Pihak yang Independen biasanya digunakan dalam transaksi komoditas seperti batubara, emas, CPO (Crude Palm Oil) dan barang lain yang memiliki informasi harga pasar yang dikeluarkan oleh pihak yang kompeten; dan transaksi lain yang memiliki pembanding internal yang sebanding. 10

12 Third Parties Subsidiary Third Parties Parent Company Manufacturer Distributor 1. CUP (Comparable Uncontrolled Price) Product A Price $100 Produk A Price $120 Indonesia Hongkong Taiwan Supplier of raw material

13 Third Parties Subsidiary Third Parties Parent Company Manufacturer Distributor ManufacturerDistributor 1. CUP (Comparable Uncontrolled Price) Coals Price $100 Coals Price $120 IndonesiaSingapura

14  None of difference (if any) between the transaction being compared or between the enterprises undertaking those transaction could materially affect the price in the open market (direct comparison).  Reasonably accurate adjusments can be made to eliminate the material effect of such differences (indirect comparison). 13

15 Dalam melakukan analisis kesebandingan untuk penerapan Metode Perbandingan Harga antara Pihak yang Independen, perlu diperhatikan perbedaan- perbedaan yang mempengaruhi harga seperti:  perbedaan karakteristik barang dan jasa,  fungsi yang dijalankan, risiko yang ditanggung, aset yang digunakan,  ketentuan kontrak,  kondisi ekonomi, dan  strategi bisnis 14

16 P ENGGUNAAN METODE CUP (C OMPARABILITY ) Apakah kedua barang tersebut sebanding dari sisi karakteristik produk? ?

17 P ENGGUNAAN METODE CUP (C OMPARABILITY ) Apakah kedua barang tersebut sebanding dari sisi karakteristik produk? ?

18 Third Parties Subsidiary Third Parties Parent Company Manufacturer Distributor Product A Price $100 Produk A Price $120 Indonesia Inggris USA Supplier of raw material P ENGGUNAAN METODE CUP (C OMPARABILITY )

19 Comparable Uncontrolled Price Method (CUP) 18 KeunggulanKelemahanTepat diterapkan pada Most direct and reliable way to apply the arm’s length principle Membutuhkan tingkat kesebandingan tinggi atas jenis produk. Pada praktiknya sulit untuk menemukan transaksi pembanding sejenis tanpa adanya perbedaan yang berpengaruh material terhadap harga. Tingkat akurasi adjusment mempengaruhi kehandalan CUP (para 2.16). Produk yang sama dijual kepada associated enterprise and independent enterprise(s) (internal comparable) Produk yang sama dijual oleh independent enterprise seperti halnya yang dijual oleh associated enterprises. (external comparable) Khususnya diterapkan untuk pasar komoditas dan tingkat bunga

20  Metode Biaya Plus adalah metode yang membandingkan gross mark-up pada transaksi afiliasi dengan transaksi independent.  Metode Biaya Plus adalah Metode Penetapan Harga Transfer yang menambahkan laba kotor dari transaksi independen yang sebanding pada biaya yang ditanggung dalam transaksi afiliasi.  Formula penghitungan harga wajar Metode Biaya Plus adalah sebagai berikut : Harga wajar = Biaya yang ditanggung dalam transaksi afiliasi + laba kotor transaksi independen 19

21 Internal comparable vs External comparable  Gross mark up yang dihasilkan Wajib Pajak dari transaksi afiliasi dibandingkan dengan Gross margin yang dihasilkan Wajib Pajak yang sama dari transaksi independen(internal comparable)  Gross margin yang dihasilkan Wajib Pajak dari transaksi afiliasi dibandingkan dengan Gross margin yang dihasilkan pihak lainnya dari transaksi independen (external comparable) 20

22  None of difference (if any) between the transaction being compared or between the enterprises undertaking those transaction could materially affect the cost plus mark up in the open market (direct comparison).  Reasonably accurate adjusments can be made to eliminate the material effect of such differences (indirect comparison). 21

23  Dalam melakukan analisis kesebandingan untuk penerapan Metode Biaya Plus, perbedaan-perbedaan yang mempunyai pengaruh material terhadap laba kotor harus dipertimbangkan, seperti: fungsi yang dijalankan, risiko yang ditanggung dan aset yang digunakan, ketentuan kontrak, serta fungsi lain seperti pabrikasi, pemrosesan, instalasi dan pengendalian mutu, risiko pasar dan risiko nilai tukar, nilai dan masa manfaat mesin dan peralatan, penggunaan dan nilai harta tak berwujud, jalur distribusi, perlakuan akuntansi, efisiensi manajemen dan lain-lain.  Accounting consistency, perbedaan pembebanan biaya pada HPP atau Operating Expense. 22

24 Third Parties Parent Company Third Parties PT Anak Manufacturer Owner of IP Distributor Manufacturer Distributor Tested Party Gross Mark-up 20% Gross Mark-up 30% Gross Mark-Up = Gross Profit / COGS Indonesia Singapura

25 NoUraianRupiah 1.Cost of Goods Sold100 2.Gross Mark up Wajar = 30 % x Rp. 100/unit30 3.Harga Jual Wajar130 4.Harga Jual Cfm. WP120 5.Koreksi harga jual ( 10 % x Rp.100 ) 10

26 Cost Plus Method 25 KeunggulanKelemahanDapat diterapkan pada Membutuhkan kesebandingan produk yang lebih rendah daripada CUP method. Pada praktiknya sulit untuk menentukan basis cost yang tepat. Diperlukan konsistensi standar akuntansi dalam penerapan kesebandingan. (Contract) Manufacturer, khususnya semi-finished goods (Contract) R&D Service Provider

27  Metode Resale Price adalah metode yang membandingkan gross margin pada transaksi afiliasi dengan transaksi independent.  Metode Harga Penjualan Kembali (Resale Price Method/RPM) adalah metode Penetapan Harga Transfer yang menetapkan harga pembelian barang dan jasa dari pihak afiliasi dengan cara mengurangkan laba kotor pihak independen yang sebanding dari harga jual kembali barang dan jasa tersebut kepada pihak independen.  Formula penghitungan harga wajar Metode Harga Penjualan Kembali adalah sebagai berikut: Harga Wajar Pembelian = Harga Jual Kembali Kepada Pihak Independen - Laba Kotor transaksi independen yang sebanding 26

28 Internal comparable vs External comparable  Gross margin yang dihasilkan reseller dari transaksi afiliasi dibandingkan dengan Gross margin yang dihasilkan reseller yang sama dari transaksi independen(internal comparable)  Gross margin yang dihasilkan reseller dari transaksi afiliasi dibandingkan dengan Gross margin yang dihasilkan reseller lainnya dari transaksi independen (external comparable) 27

29  None of difference (if any) between the transaction being compared or between the enterprises undertaking those transaction could materially affect the resale price margin in the open market (direct comparison).  Reasonably accurate adjusments can be made to eliminate the material effect of such differences (indirect comparison). 28

30  Dalam melakukan analisis kesebandingan untuk penerapan Metode Harga Jual Kembali perbedaan-perbedaan yang mempunyai pengaruh terhadap laba kotor harus dipertimbangkan, seperti: fungsi penjualan, pemasaran dan periklanan, risiko persediaan, nilai dan masa manfaat mesin dan peralatan, penggunaan dan nilai harta tak berwujud, jalur distribusi, perlakuan akuntansi, efisiensi manajemen dan lain-lain.  Dalam hal terdapat perbedaan yang mempunyai pengaruh material terhadap laba kotor maka penyesuian yang akurat dan mempunyai dasar harus dilakukan. Dalam hal penyesuaian yang akurat dan mempunyai dasar tidak dapat dilakukan maka penerapan metode yang lain dapat dipertimbangkan.  Different Accounting Standard (struktur biaya) 29

31  Misalnya: Distributor A menjual barang yang sejenis dengan Distributor B. Distributor A menanggung biaya garansi atas produk yang dijual, tetapi dikompensasi oleh suppliernya dengan harga beli yang lebih rendah. Distributor B tidak menanggung garansi tapi dilakukan oleh suppliernya (barang yang diklaim garansinya oleh customer dikirim kembali ke supplier untuk diperbaiki) sehingga Distributor B harus membayar lebih mahal daripada Distributor A.  Jika Distributor A mencatat biaya garansi tersebut sebagai COGS, maka penyesuaian untuk gross profit margin atas perbedaan fungsi tersebut menjadi otomatis (tidak perlu disesuaikan lagi).  Masalahnya, jika Distributor A mencatat biaya tersebut sebagai operating expense (tidak sebagai COGS), apakah pembandingan level laba kotor sudah tepat? 30

32 31 Kondisi I Income StatementAB Sales550 Cost of Sales Purchase Warranty Expense Gross Profit 150 Operating Expense100 Net Profit 50 Kondisi II Income StatementAB Sales550 Cost of Sales Purchases Gross Profit Operating Expense100 Waranty Expense20 Net Profit 50

33 Third Parties PT Angin Ribut (subsidiary) Third Parties Parent company Manufacturer Distributor 3. Resale Price Method Tested Party Gross Margin 20% Gross Margin 40% Gross Margin = Gross Profit / Sales Manufacturer Vietnam Indonesia

34 NoUraianRupiah 1.Gross Margin Wajar40% 2.Resale Price Cfm. WP200 3.Gross Profit Wajar= Resale Price X Gross Margin Wajar (200 X 40% ) 80 4.Harga Beli Wajar (COGS) = Resale Price – Gross Profit Wajar = (200 – 80) Harga Beli Cfm. WP = (200 – 40)160 6.Koreksi harga beli (COGS)-40

35 Resale Price Method 34 KeunggulanKelemahanSesuai diterapkan untuk Perbedaan produk kurang signifikan, yaitu kurang berpengaruh material terhadap gross profit margin daripada harga. Gross profit margins mungkin dipengaruhi oleh management efficiency dsb. yang berpengaruh terhadap profitabilitas tapi tidak berpengaruh pada harga barang atau jasa. Pentingnya konsistensi akuntansi untuk analisis kesebandingan. Resale price method sulit digunakan ketika (i) barang diproses lebih lanjut untuk dijual kembali, atau (ii) reseller berkontribusi substansial untuk menciptakan atau mempertahankan IP yang berkaitan dengan produk (misal trademarks, tradenames). Marketing operations (distributor not adding significant value to the product)

36

37  Metode Laba Bersih Transaksional adalah Metode Penetapan Harga Transfer yang menggunakan indikator tingkat laba transaksi independen yang sebanding untuk menentukan laba bersih usaha transaksi afiliasi.  Indikator tingkat laba yang biasa digunakan adalah indikator tingkat pengembalian terhadap aset (Return on Asset/ROA), tingkat pengembalian terhadap penjualan (Return on Sales/ROS), tingkat pengembalian terhadap total biaya (Return on Total Cost/RoTC), Rasio Berry (Berry Ratio) dan lain-lain. 36

38  Dalam melakukan analisis kesebandingan untuk penerapan Metode Laba Bersih Transaksional, perlu diperhatikan mengenai perbedaan- perbedaan diantara transaksi independen dan transaksi afiliasi yang mempengaruhi laba bersih usaha, seperti fungsi yang dijalankan, risiko yang ditanggung, aset yang digunakan, kondisi industri dan pasar, skala bisnis, siklus ekonomi, siklus produk, perlakuan akuntansi, efisiensi manajemen dan lain-lain.  Dalam hal terdapat perbedaan yang material maka penting untuk melakukan penyesuaian yang akurat dan mempunyai dasar. Dalam hal penyesuaian yang akurat dan mempunyai dasar tidak dapat dilakukan maka penerapan metode lain dapat dipertimbangkan. 37

39  Metode Transaksional Net Margin Method hanya diterapkan pada transaksi afiliasi saja sehingga dalam hal Wajib Pajak juga mempunyai transaksi independen maka Wajib Pajak harus membuat laporan keuangan yang tersegmentasi.  Metode Transaksional Net Margin Method biasa diterapkan dalam transaksi penjualan atau pembelian, transfer dan penggunaan harta berwujud, pemberian jasa, dan transfer harta tidak berwujud. 38

40 IndependenRelated Party Sales COGS135 Gross Profit7550 Expenses40 Royalty –Know How40 Royalty-Brand60 Net Pofit2510 C+ 40% NC+ 13,5 % NC+ 5,7% C+ 26% A B Segmented Income Statement PT Subsidiary No Royalty Expense

41  “Net” profit is gross profit (sales minus cost of goods sold/manufactured) less operating expenses  Operating expenses exclude – Extraordinary expenses; – Interest; and – Taxes 40

42 Profit &Loss Account Sales100 - Costs of Goods Sold/ Manufactured - 90 = Gross Profit 10 - Operating Expenses (SG&A) - 6 = Net/Operating Profit (EBIT) 4 Interest/Taxes/Extraordinary Items - 2 Profit after Tax2 Net profit margin = 4% Net profit 4 Sales

43  Net profit over sales (ROS)  useful for distribution, e.g., functions where personnel rather than capital assets are important to the business  resale price method analogue  Net profit over costs (ROTC)  useful for manufacturing  cost plus method analogue  measurement consistency (cost basis) may be difficult 42

44  Net profit over assets (ROA)  Asset intensive (certain manufacturing activities) and capital intensive financial activities  Operating assets only (tangible, intangible and working capital assets such as inventory and trade receivables) 43

45  Berry ratio =  Affected by capital intensity (level of capital).  Sensitive to the difference in accounting classification costs (e.g. cost of goods sold and operating expenses; operating expenses and interest expenses). 44 gross profit operating expenses

46 Third Parties Subsidiary Third Parties Parent company Manufacturer Distributor TNMM ( Pattern 1- Modified RP) Tested Party ROS* 2% ROS 20% * ROS = Return On Sales (Operating Income /Sales ) Vietnam Indonesia

47 Third Parties Parent company Third Parties Subsidiary Manufacturer Resale TNMM (Pattern 2-Modified CP) Tested Party FCMU* 2% FCMU 10% * FCMU = Full Cost Mark-Up (Operating Income /(COGS+SGA Exp)) IndonesiaSingapura Manufacturer

48 Transactional Net Margin Method (TNMM) 47 KeunggulanKelemahanSesuai digunakan untuk Net profit indicators (e.g. return on assets, operating profit to sales, etc.) kurang dipengaruhi oleh perbedaan transaksional daripada harga. Net profit indicators lebih toleran terhadap perbedaan beberapa fungsi antara controlled and uncontrolled transactions. Net profit indicators dapat menghindari masalah ketersediaan data internal ataupun data publik terkait dengan klasifikasi biaya pada gross atau operating profits. Net profit indicator dapat dipengaruhi oleh faktor yang tidak berpengaruh signifikan terhadap harga atau gross margins. It doesnot consider the overall profitability of the MNE Group. Cost Plus Analogue: (Contract) Manufacturer Service Provider not adding significant unique intangibles Resale Price Analogue: Distributor not adding significant value to the product

49  Metode Pembagian Laba adalah Metode penetapan Harga Transfer yang membagi laba gabungan kepada pihak afiliasi yang terlibat dalam transaksi afiliasi berdasarkan kontribusi yang diberikan.  Metode Pembagian Laba terdapat 2 (dua) jenis : a.Metode Pembagian laba Kontribusi (Contribution Profit Split) b.Metode Pembagian Laba Sisa (Residual Profit Split)  Metode Pembagian Laba Kontribusi adalah metode pembagian laba diantara pihak afiliasi berdasarkan fungsi yang dilakukan, risiko yang ditanggung dan aset yang digunakan setiap pihak yang terlibat dalam transaksi afiliasi.  Metode Pembagian Laba Sisa adalah metode pembagian laba yang mengidentifikasi terlebih dahulu laba sisa dengan mengurangkan laba rutin setiap pihak afiliasi dari laba gabungan kemudian laba sisa dialokasikan berdasarkan kontribusi setiap pihak afiliasi yang terlibat terhadap laba sisa.

50  Dalam melakukan analisis kesebandingan untuk penerapan Metode Pembagian Laba perlu diperhatikan fungsi yang dilakukan, risiko yang ditanggung dan aset yang digunakan setiap pihak afiliasi yang terlibat, perlakuan akuntansi, kehandalan informasi dan asumsi yang digunakan untuk menentukan kontribusi setiap pihak afiliasi yang terlibat terhadap laba, dan perbedaan-perbedaan lain.  Metode Pembagian laba biasanya diterapkan dalam hal transaksi afiliasi sangat terintegrasi sehingga sulit untuk menganalisanya secara terpisah, atau masing-masing pihak yang terlibat memiliki aset takberwujud yang unik.

51 P/L of Parent Company Sales XX.XXX COGS X.XXX SG&A X.XXX OP X.XXX P/L of Subsidiary Company Sales XX.XXX COGS X.XXX SG&A X.XXX OP X.XXX Profit of SubsidiaryProfit of Parent Co Combined Profits Ordinary Profit of Subsidiary Residual Profit of Subsidiary Co Residual Profit of Parent Co Ordinary profit of Parent Company Ordinary Profit of Subsidiary Residual Profit 5. Profit Split Method (Residual Analysis) Ordinary profit of Parent Company

52 Profit Split (1) 51 KeunggulanKelemahanSesuai diterapkan untuk Lebih fleksibel dalam memperhitungkan specific, possibly unique, facts and circumstances of the associated enterprises that are not present in independent enterprises. Cenderung kurang mendasarkan informasi dari independent enterprises Sulit untuk mendapatkan akses informasi dari foreign affiliates, khususnya ketika foreign affiliate is the parent company or a sister company daripada a subsidiary of the taxpayer Sulit mengukur kombinasi revenue dan costs untuk semua associated enterprises yang berpartisipasi dalam controlled transactions, yang membutuhkan metode pembukuan dengan basis yang sama dan membuat penyesuaian dalam praktik akuntansi dan mata uang. Residual Profit Split (Residual Analysis): Highly integrated transactions, e.g. global trading of financial instruments Transactions where both parties make unique and valuable contributions (e.g. intangibles) to the transaction

53  2 types of profit split: a) Contribution Analysis (total profit split) b) Residual Analysis (residual profit split)

54  Compute combined total (net) profit from controlled transaction(s)  Examine functions  Determine relative value (value added) of contributions / functions (taking account of assets used and risk assumed)  some factors: expenses incurred, assets used, payroll  Examine external data  Assign a profit split percentage 53

55 Australia Indonesia Partnership for Economic Governance 54

56 1.Step  Compute combined net profit  Examine functions performed (routine and non- routine)  Use other methods (CUP, Cost Plus, Resale Price, TNMM) to assign basic return to each (non-unique, routine) contribution / function of each company 55

57 2. Step  Divide residual profit (or loss) according to a contribution analysis  R&D and/or marketing expenditures may be relevant 56

58 Parent Company X Subsidiary Y Marketing (owner of brand name) Distribution Retailers R&D (patent) Manufacturing Product Sales Price 800 Transfer Price? Product Manufacturing Costs 600

59 Assumptions  Company X’s reported net profit on the transaction: 60  Company Y’s reported net profit on the transaction: 40  Total net profit:

60 Co.FunctionsProfit Reported Basic Profit Residual Allocation Adjusted profit XManufacturing R&D %X80 = (12+32) YDistribution Marketing %X80 = (8+48) Total (100 – 20) 100 Basic profit for (routine) manufacturing function of X = TNMM (cost plus analogue) 2% net margin on manufacturing costs of 600 = 12 Basic profit for (routine) distribution function of Y = TNMM (resale price analogue) 1% net margin of 800 sales price to independent retailers = 8 X’s contribution to residual profit = 40%; Y’s contribution to residual profit = 60% (Estimation!)

61  2010 TP Guidelines: The “most appropriate method to the circumstances of the case” Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan Metode Penetapan Harga Transfer yang Paling Sesuai:  kelebihan dan kekurangan setiap metode  kesesuaian Metode Penetapan Harga Transfer dengan sifat dasar transaksi afiliasi, yang ditentukan berdasarkan analisis fungsional  Ketersediaan informasi yang handal (sehubungan dengan transaksi antar pihak yang independen) untuk menerapkan metode yang dipilih dan/atau metode lain  tingkat kesebandingan antara transaksi afiliasi dengan transaksi antar pihak yang independen, termasuk kehandalan penyesuaian yang dilakukan untuk menghilangkan pengaruh yang material dari perbedaan yang ada. 60 KESIMPULAN

62 BURUNG IRIAN BURUNG CENDRAWASIH CUKUP SEKIAN DAN TERIMA KASIH BURUNG IRIAN BURUNG CENDRAWASIH CUKUP SEKIAN DAN TERIMA KASIH


Download ppt "1 2 3 I. TRADITIONAL TRANSACTION METHODS  Comparable uncontrolled price (CUP) method  Cost-plus method  Resale price method II. TRANSACTIONAL PROFIT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google