Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dr. Djoko Poernomo, M.Si Dosen Matakuliah Knowledge Management Program Studi Adm Bisnis FISIP UNEJ 3 September 2014 (2)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dr. Djoko Poernomo, M.Si Dosen Matakuliah Knowledge Management Program Studi Adm Bisnis FISIP UNEJ 3 September 2014 (2)"— Transcript presentasi:

1 Dr. Djoko Poernomo, M.Si Dosen Matakuliah Knowledge Management Program Studi Adm Bisnis FISIP UNEJ 3 September 2014 (2)

2  Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dayaserap pengetahuan atau kemampuan menyerap pengetahuan.  Mahasiswa dapat menjelaskan pentingnya dayaserap pengetahuan bagi organisasi atau perusahaan  Mahasiswa dapat menjelaskan strategi organisasi dalam menyerap pengetahuan.

3  Pengetahuan adalah salah satu unsur intangible assets yang maha penting bagi perusahaan (organisasi) untuk membangun keunggulan bersaing.  Pengetahuan adalah sumber inspirasi sekaligus sumber pembentuk nilai-nilai orientasi kewirausahaan dan memperbaiki kinerja (Drucker, 1985).  SDM perusahaan, baik secara individu maupun organisasi perlu meningkatkan pengetahuannya untuk mengupdate terus pengetahuannya dengan pengetahuan baru (learning organization).  Cara memperoleh pengetahuan? Serap pengetahuan (knowledge absorp or knowledge absorption).

4  Konsep daya serap pengetahuan (knowledge absorp atau knowledge absorp capacity) pertama kali diperkenalkan Cohen dan Levinthal (1989).  Tahun 1989, mereka menganggap daya serap pengetahuan memiliki tiga elemen yakni akuisisi, asimilasi, dan eksploitasi/menerapkan. Tahun 1990, mereka memasukkan elemen tipe-tipe organisasi pembelajar. Tahun 1994, mereka memasukkan elemen kemampuan memprediksi sifat kemajuan teknologi.  Akhirnya, tahun 1994, mereka mendefinisikan kapasitas menyerap pengetahuan bagi perusahaan/individu sebagai kemampuan mengenali nilai baru dari informasi/pengetahuan eksternal, mengasimilasinya, menerapkannya, dan mampu memprediksi sifat kemajuan teknologi di masa depan secara akurat, untuk tujuan komersial.

5  Zahra dan George (2002) memperbaiki konsep tersebut dengan memasukkan elemen transformation capability. Mereka menyatakan terdapat empat dimensi kapasitas menyerap pengetahuan: 1) akuisisi, 2) asimilasi, 3) transformasi, dan 4) eksploitasi.  Akuisisi pengetahuan dan kapabilitas mengasimilasi dikategorikan sebagai “kapasitas menyerap yang potensial” sedangkan transformasi pengetahuan dan kapabilitas mengeksploitasi sebagai “kapasitas menyerap yang nyata”.

6  Akuisisi: sebagai kemampuan mengenal nilai dan memperoleh pengetahuan eksternal yang kritis bagi perusahaan.  Asimilasi: kapasitas perusahaan menyerap pengetahuan eksternal atau didefinisikan sebagai rutinitas dan proses yang memungkinkan perusahaan memahami, menganalisis, menginterpretasi dan memasukkan informasi dari sumber-sumber eksternal.  Transformasi: kemampuan perusahaan untuk membangun dan mendefinisikan ulang rutinitas yang memfasilitasi transfer dan kombinasi keberadaan pengetahuan dengan diperolehnya dan diasimilasinya pengetahuan baru. Sasaran pokok kemampuan ini adalah menemukan solusi adaptasi atau mengkonfigurasi ulang pengetahuan baru ke kebutuhan organisasi yang spesifik dan nyata.

7  Eksploitasi: kemampuan perusahaan menerapkan pengetahuan eksternal baru secara komersial untuk mewujudkan sasaran organisasi atau merujuk ke rutinitas yang memungkinkan perusahaan mendefinisikan ulang, memperluas, dan mendayagunakan kompetensi yang ada atau menciptakan sesuatu yang baru dengan menggabungkan pengetahuan yang diperoleh dan diasimilasi kedalam operasi perusahaan.

8  Mencermati konsep tersebut, dapat dikatakan kemampuan menyerap pengetahuan atau daya serap pengetahuan merujuk pada kapasitas dinamis individu atau organisasi yang memungkinkan menciptakan nilai melalui pembangunan akuisisi dan asimiliasi pengetahuan eksternal, mentransformasi serta mengeksploitasinya untuk meningkatkan kinerja usaha.  Dengan demikian kapasitas menyerap adalah hasil dari kombinasi pembelajaran internal dan eksternal pada diri individu atau organisasi.

9 Jenis Lingkungan Pengetahuan Fokus Daya Serap Pengetahuan Dimensi Daya Serap Pengetahuan EfisiensiRuang lingkupFleksibilitas Stabil, misal industri tunggal yang matang EksploitasiTinggiRendah Kacau, misal industri komplek EksplorasiRendahTinggi

10  Konteks organisasional: Administrator harus memandang kemampuan menyerap pengetahuan bagi organisasinya sangat penting oleh sebab itu organisasi perlu terus belajar seiring dengan perkembangan (ilmu) pengetahuan. Peran Administrator: 1) merencanakan menyerap, 2) mengorganisir, 3) mengasimilasi atau mendesiminasi, 4) memanfaatkan atau mengeksploitasi, dan 5) sumber belajar harus difasilitasi bisa diakses.  Konteks individual: semangat belajar harus tetap ada  Sumber belajar: internal dan eksternal organisasi.

11


Download ppt "Dr. Djoko Poernomo, M.Si Dosen Matakuliah Knowledge Management Program Studi Adm Bisnis FISIP UNEJ 3 September 2014 (2)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google