Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERKEMBANGAN MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAMI Referensi : 1.Psikologi Perkembangan Islami. Jurnal Psikologi Islami. Volume II. Nomor 4. Desember.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERKEMBANGAN MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAMI Referensi : 1.Psikologi Perkembangan Islami. Jurnal Psikologi Islami. Volume II. Nomor 4. Desember."— Transcript presentasi:

1 PERKEMBANGAN MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAMI Referensi : 1.Psikologi Perkembangan Islami. Jurnal Psikologi Islami. Volume II. Nomor 4. Desember Nashori, F Potensi-Potensi Manusia. Seri Psikologi Islami. Yogyakarta : Pustaka Pelajar PERTEMUAN KE-9 DAN KE-10

2 Adakah Manusia Mengalami Masa Remaja? Apakah Setiap Orang Mengalami Masa Tekanan dan Badai (Storm and sress)?

3 TAHAPAN PERKEMBANGAN MANUSIA (Lestari 2006, Sofia 2006, Nashori, 2003) 1.Persaksian 2.Dalam Kandungan 3.Bayi 4.Kanak-kanak, Tamyiz 5.Baligh, Amrad 6.Taklif 7.Futuh, 8.Kebangkitan (kembali)

4 1. FASE PERSAKSIAN Q.S Al A'raaf (7) : Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak- anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Pencipta kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", 173.atau agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu [582]?" [582]. Maksudnya: agar orang-orang musyrik itu jangan mengatakan bahwa bapak-bapak mereka dahulu telah mempersekutukan Tuhan, sedang mereka tidak tahu menahu bahwa mempersekutukan Tuhan itu salah, tak ada lagi jalan bagi mereka, hanyalah meniru orang-orang tua mereka yang mempersekutukan Tuhan itu. Karena itu mereka menganggap bahwa mereka tidak patut disiksa karena kesalahan orang-orang tua mereka itu. 174.Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

5 2. DALAM KANDUNGAN Q.S. Al Mu’minuun (23) : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah 13. Kemudian Kami jadikan nutfah itu (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) 14. Kemudian nutfah itu Kami jadikan ‘Alaqah, lalu Kami jadikan Mudghoh (segumpal daging), dan segumpal daging itu Kami jadikan ‘idhooma (tulang belulang), lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging (Lahma). Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. Q.S. Az Zumar (39) : 6 Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan[1306]. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan? [1306]. Tiga kegelapan itu ialah kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim.

6 DALAM KANDUNGAN  Dari Abi Abd Rahman Abdillah Ibn Mas’ud r.a berkata,”Rasulullah SAW mengatakan kepada kami bahwa kejadian manusia sesungguhnya adalah seorang dari kalian dikumpulkan dari perut ibumu selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi alaqah dalam waktu yang sama, kemudian menjadi mudghah juga dalam waktu yang sama. Sesudah itu malaikat diutus untuk meniupkan ruh ke dalamnya dan diutus untuk melakukan pencatatan empat hal, yaitu rizkinya, usianya, amal perbuatannya, dan celaka atau bahagianya” (H.R. Muslim)  Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya dalam proses kehamilan) nutfah tidak berubah dalam rahim selama 40 hari, setelah itu ia menjadi ‘alaqah, lalu mudghah dalam waktu yang sama. Kalau Allah Menghendaki untuk Menyempurnakannya, Allah Mengutus malaikat yangakan berkata kepadanya laki-laki atau perempuan, celaka atau bahagia, pendek atau tinggi, kurang atau lebih kekuatan dan umurnya, sehat atau sakit. Semua itu akan dicatat.” Seorang sahabat bertanya,”Lalu apa gunanya kalau semua itu telah ditentukan?” Beliau menjawab,”Berbuatlah, karena masing-masing akan diarahkan kepada tujuan penciptanya” (H.R. Ahmad)

7 DALAM KANDUNGAN Pengaruh Sikap dan Perilaku Orang tua terhadap anak dalam kandungan (Nashori, 2003) : 1.Fisik : apa yang dikonsumsi orang tua berpengaruh terhadap perkembangan fisik anak 2.Kognisi : apa yang distimulasikan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif anak 3.Emosi : apa yang dirasakan, terutama Ibu, berpengaruh terhadap perkembangan emosi anak 4.Spiritual : apa yang diamalkan orang tua berpengaruh terhadap perkembangan spiritual anak

8 3. BAYI (0-2 tahun)  Kesiapan fungsi pendengaran saat lahir : Mendengarkan adzan dan iqomah oleh orang sholeh  peneguhan persaksian tauhid  Rambut dicukur, bersedekah emas/perak seberat rambut yang telah dicukur  Aqiqah  Menyembelih hewan untuk dibagikan. Hikmahnya adalah melakukan pengorbanan dan pendidikan bagi jiwa bayi agar kelak menjadi manusia yang mampu mengatasi sifat-sifat yang cenderung berbuat tipu daya, kerusakan, dan kehancuran (hewani)  Nama yang baik, nama adalah doa  Indera penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan perlu distimulasi agar berfungsi optimal  Penyusuan berperan penting dalam perkembangan fisik, kognisi, emosi, dan spiritual bayi  Khitan : pensucian fisik/jasad

9 PENYUSUAN TERHADAP BAYI  Q.S Al Baqarah (2) : 233. Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.  Q.S. Luqman (31) 14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

10 4. Kanak-kanak (2-7 tahun)  Masa eksplorasi, ingin tahu terhadap dunia dan lingkungan  Belajar tentang Islam  Pendidikan yang bertauhid untuk menyelamatkan jiwa oleh orang tua / lingkungan dengan keteladanan, pembiasaan, dan penciptaan lingkungan kondusif

11 Tamyiz (7-10 tahun)  Persiapan menjadi hamba Allah (Abdullah) : Memiliki pengetahuan cara berinteraksi dengan Allah Memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dengan Allah (sholat, puasa, dsb) Mampu membedakan hal yang baik dan buruk Mampu menalar apa yang Diperintahkan dan Dilarang Allah Mampu membedakan tingkatan hukum (wajib, sunah, mubah, makruh, haram)  Bermain untuk memenuhi perkembangan fisik, emosi, dan sosial  Mendapatkan pendidikan moral dari orang tua  Pengenalan konsekuensi positif lebih didahulukan daripada konsekuensi negatif

12 5. Remaja, Baligh, Amrad (10-17 tahun)  Baligh : sampai, masa kanak-kanak berakhir, mulai menginjak masa remaja Laki-laki : spermache Perempuan : menarche  Sudah wajib melakukan hal-hal yang telah diatur agama  Persiapan menjalankan tugas dan tanggung jawab manusia / khalifah  Muatan utama pendidikan adalah penguasaan dasar-dasar ilmu ketuhanan dan ilmu kemakhlukan

13 Amrad  Persiapan menjadi khalifatullah / wakil Allah : Mengetahui tugas dan tanggung jawab manusia Memiliki pengetahuan dan ketrampilan teknis bidang tertentu yang memberikan manfaat Memiliki kemampuan menjalin relasi dengan sesama manusia Mampu berpikir abstrak, menerima pengetahuan secara rasional dan empirik  Belajar Banyak hal tentang Islam  Akil baligh : Berakal  Rasio berkembang dan mewarnai tindakan

14 6. Taklif (17-40 tahun)  Bertanggung jawab atas semua sikap dan perilaku pribadi, ibadah, muamalah / kemasyarakatan, jinayah / hukum, munakahat  Fisik berfungsi secara maksimal, puncak pertumbuhan, menguasai ketrampilan motorik dan merespon  Menguasai penalaran, analogis, dan kreatif  Emosi stabil  Siap menunaikan tugas dan tanggung jawab sebagai khalifatullah  Mengembangkan peran sosial, sebagai bagian dari masyarakat  Pengembangan diri dan masyarakat, dengan tidak memisahkan (mendikotomikan) agama dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kehidupan.

15 Q.S AL BAQARAH (2):286 Allah tidak membebani (Laa yukallifullah) seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): 1.Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. 2.Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. 3.Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. 4.Beri ma'aflah kami; 5.ampunilah kami; dan 6.rahmatilah kami. 7.Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

16 7. Futuh (40 tahun-maut)  Futuh : kemenangan  Mengalami berbagai pengalaman spiritual dan religius (spiritual / religius experiences)  Mampu memahami esensi / hakikat segala sesuatu  Mampu melakukan kontemplasi  Perasaan cinta kepada Sang Pencipta dan maklukNya semakin kuat

17 Futuh Q.S. An Nashr (110) : 1.Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan (Al-Fathu) 2.dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong 3.maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat

18 Q.S. Al Ahqaaf (46) : 15 Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: 1." Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; 2.Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. 3.Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri

19 8. Kebangkitan (pasca maut)  Q.S. Al Hajj (22) : 5 Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah


Download ppt "PERKEMBANGAN MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAMI Referensi : 1.Psikologi Perkembangan Islami. Jurnal Psikologi Islami. Volume II. Nomor 4. Desember."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google