Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

EKONOMI INDONESIA DAN MASALAH LOGISTIK Didik J. Rachbini.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "EKONOMI INDONESIA DAN MASALAH LOGISTIK Didik J. Rachbini."— Transcript presentasi:

1 EKONOMI INDONESIA DAN MASALAH LOGISTIK Didik J. Rachbini

2 I. EKONOMI TUMBUH Perekonomian nasional tumbuh relatif lebih baik dibandingkan dengan negara lain Pertumbuhan sektor transportasi paling tinggi dibandingkan sektor lainnya Perkembangan infrastruktur tidak memadai sehingga banyak daerah yang tidak terjangkau Pertambahan jalan sangat sedikit, pemerintah hanya membangun jalan rata-rata kurang 100 kilometer per tahun Pertumbuhan investasi tinggi Peranan investasi asing sangat besar

3 Sektor Swasta : Realisasi Investasi Melaju Kencang INSTITUTE FOR DEVELOPMENT OF ECONOMICS AND FINANCE (INDEF) 3

4 Ketimpangan Investasi PMA dan PMDN 4

5 II. LOGISTIK

6 Kaitan Logistik dan Infrastruktur Infrastruktur merupakan sarana pendukung yang sangat vital bagi kemajuan sektor industri (agro dan lainnya), terutama guna menjamin kelancaran arus barang dan mengurangi biaya transaksi atau ekonomi biaya tinggi. Sarana infrastruktur yang dibutuhkan untuk pengembangan agroindustri seperti transportasi (jalan, perkeretaapian, pelabuhan, bandara) serta infrastruktur energi (listrik dan pasokan gas) sangat terbatas World Economic Forum (WEF) mencatat dukungan infrastruktur Indonesia menempati posisi ke-76 dari 142 negara

7 SCOPE OF AREA MULTIMODAL TRANSPORT DEVELOPMENT ACCORDING TO BLUEPRINT OF INTERMODAL/MULTIMODAL TRANSPORT IN INDONESIA MAIN PORT = 25 DEDICATED TERMINAL CARGO AIRPORT MEGAPOLITAN /METROPOLITAN CITY = 8 UNDER-DEVELOPED AREA

8 Logistic Performance Index…… Demikian juga untuk dukungan bidang logistik (pergudangan), survey Logistics Performance Index (LPI) tahun 2010 Bank Dunia, menempatkan Indonesia pada posisi ke 75 dari 150 negara. LPI Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2009 yang berada pada posisi 43. Apalagi biaya logistik di Indonesia sangat tinggi, hal tersebut dapat dilihat dari peringkat dunia dimana Indonesia berada di peringkat 92 dari total 150 negara.

9 LPI 2007 dan 2010 Lower Middle Income countries

10 Kriteria Logistics Performance Index

11 Indonesia Logistics Cost to GDP Notes : The survey of World Bank should include the Logistics carrying cost of domestic economy i.e in efficiency of inventory holding of the industry which is effected by the transportation lead time

12 III. Dampak Ekonomi Biaya Tinggi Salah satu hambatan industrialisasi bagi kebanyakan negara berkembang adalah inefisiensi produksi. Inefisiensi produksi terjadi akibat dari timbulnya biaya- biaya yang tidak seharusnya terjadi pada proses produksi sehingga berakibat ekonomi biaya tinggi. Ekonomi biaya tinggi merupakan salah satu masalah yang menyebabkan terjadinya penurunan daya saing industri nasional. Penyebab turunnya daya saing Indonesia diindikasikan dari masih maraknya praktek pungutan liar yang menyebabkan terjadinya ekonomi biaya tinggi pada kegiatan-kegiatan di sektor industri.

13 Tabel 3. Biaya Transaksi Perijinan Memulai Usaha NEGARAPERINGKATHARIPROSEDURBIAYA (% thd Pendapatan/kapita) Singapura1330,7 Malaysia186416,4 Thailand172956,2 Brunei ,8 Vietnam ,6 INDONESIA ,9 Filipina ,2 Kamboja ,7 Laos ,6 13

14 Pertumbuhan Ekonomi dan Logistic Performance Index diantara negara BRIC

15 Export time and costImport time and cost Port or airport supply chain a Land supply chain b Port or airport supply chain c Land supply chain b Distance (Kilometers) Lead time (days) Cost d (US$) Distance (Kilometers) Lead time (days) Cost e (US$) Distance (Kilometers ) Lead time (days) Cost d (US$) Distance (Kilometer s) Lead time (days) Cost e (US$) India Russian Federation Brazil China Indonesia Singapore Malaysia a.From the point origin (the seller’s factory, typically located either in the capital city or in the largest commercial center) to the port of loading or equivalent (for port/airport), and excluding international shipping (EXW to FOB) b.From the point origin (the seller’s factory, typically located either in the capital city or in the largest commercial center) to the buyer’s warehouse(EXW to DDP) c.From the port of discharge or equivalent to the buyer’s warehouse (DES to DDP) d.Typical charge for a 40-foot dry container or a semi-trailer (total freiht including agent fees, port, airport and other charges) e.Typical charge for a40-foot dry container or a semi-trailer (total freight including agent fees and other charges) Source : Logistics performance survey data, 2009 Time and Cost Data

16 Perhatikan indikasi kartel pada transportasi laut karena biaya yang tergolong paling tinggi di dunia Bandingkan dengan transportasi udara yang bersaing sehingga menurunkan biaya atau tiket


Download ppt "EKONOMI INDONESIA DAN MASALAH LOGISTIK Didik J. Rachbini."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google