Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

صِفَةُ اْلإِنْسَانِ SIFAT MANUSIA. Dua Jalan Allah SWT memberikan kebebasan memilih jalan hidup kepada manusia  makhluk yang mukhayyar (dibebaskan untuk.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "صِفَةُ اْلإِنْسَانِ SIFAT MANUSIA. Dua Jalan Allah SWT memberikan kebebasan memilih jalan hidup kepada manusia  makhluk yang mukhayyar (dibebaskan untuk."— Transcript presentasi:

1 صِفَةُ اْلإِنْسَانِ SIFAT MANUSIA

2 Dua Jalan Allah SWT memberikan kebebasan memilih jalan hidup kepada manusia  makhluk yang mukhayyar (dibebaskan untuk memilih) Yakni, memilih di antara dua jalan: jalan kebenaran (syakir, taqwa, iman) atau jalan kebatilan (kafur, fujur, kufur) –90:10 وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ –91:8 فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا –76:3 إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا –18:29 فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ

3 Tarik-Menarik Dua dorongan itu akan tarik-menarik –Kalau fujur yang kuat, takwa melemah –Kalau takwa yang kuat, fujur melemah 33:4 مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ –Tidak mungkin dalam satu tubuh ada dua hati (jantung): dua yang saling bertentang antara iman dan kafir –Sebagaimana juga tidak mungkin istri itu seperti punggung ibunya (zhihar) atau memanggil anak angkat dengan disambungkan nama dirinya

4 اَلتَّزْكِيَّةُ Agar tetap istiqamah di jalan takwa, maka mesti senantiasa melakukan اَلتَّزْكِيَّةُ (penyucian diri) dari segala dosa dan maksiat Karena dosa itu akan menimbulkan titik hitam dalam hati manusia seperti disebutkan dalam hadits yang berkaitan dengan 83:14

5 نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ { كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ } Sesungguhnya seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan dan dibentuk di dalam hatinya bintik hitam. Ketika dia melepaskannya dan beristighfar, hatinya akan bersih kembali. Dan jika ia mengulanginya, bertambah pula noda hitam di hatinya sampai menutupi hatinya. Itulah “rona” yang disebut oleh Allah {Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka}.

6 Bentuk-bentuk Tazkiyah Pandai bersyukur ( شَكُوْرٌ ) Penyabar ( صَبُوْرٌ ) Amat belas kasihan ( رَؤُوْفٌ ) Penyayang ( رَحِيْمٌ ) Santun dan bijaksana ( حَلِيْمٌ ) Selalu bertaubat ( أَوَّابٌ ) Lemah lembut ( أَوَّهٌ ) Sangat jujur ( صَدُوْقٌ ) Dapat dipercaya ( أَمِيْنٌ )

7 Pandai Bersyukur (شَكُوْرٌ) Syukur: mengerahkan segala potensi untuk hal yang paling dicintai Allah Ni’mat ada dua –Ni’mat yang diminta: rizki, hidayah, dll –Ni’mat yang tidak diminta: kelengkapan anggota badan, udara untuk bernapas, dll  disyukuri, pasti ditambah 14:7 Jadi: –Ni’mat  syukur  ni’mat –Ni’mat  kufur  adzab

8 Kedudukan Syukur Allah menyandingkan syukur dengan dzikir, padahal dzikir itu lebih besar keutamaannya (29:45) 2:152 فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ Syukur juga disebut jalan yang lurus (7:16) Begitu tingginya tingkatan syukur, hingga Iblis pun menyerang manusia dari aspek ini (7:17, 34:13) Syukur juga pembuka pembicaraan ahli sorga (39:74, 10:10)

9 Hakikat Syukur Syukur tersusun dari ilmu, hal (keadaan), dan amal (perbuatan) Ilmu itu mewariskan keadaan dan keadaan mewariskan amal –ILMU: مَعْرِفَةُ النِّعْمَةِ مِنَ الْمُنْعِمِ (mengetahui ni’mat dari Pemberi ni’mat, Allah SWT) –HAL: اَلْفَرْحُ الْحَاصِلُ بِإِنْعَامِهِ (kegembiraan yang terjadi karena pemberian ni’matNya) –AMAL: اَلْقِيَامُ بِمَا هُوَ مَقْصُوْدُ الْمُنْعِمِ وَمَحْبُوْبُهُ (melaksanakan apa yang menjadi tujuan Pemberi ni’mat dan apa yang dicintaiNya)

10 Penyabar (صَبُوْرٌ) Sabar dan syukur memiliki keterkaitan karena manusia tidak terlepas dari cobaan dan ni’mat عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ Menakjubkan urusan orang beriman, segala urusannya semuanya baik dan tidak ada yang demikian kecuali pada orang beriman. Apabila menerima kelapangan ia bersyukur, dan apabila ditimpa kemalangan ia bersabar, sehingga baik baginya (HR Muslim)

11 Keutamaan Sabar Allah menyebutkan sabar dengan berbagai sifat di lebih dari 90 ayat, bahkan sejumlah derajat yang tinggi dan kebaikan dijadikan sebagai buah dari sabar (32:24, 7:137, 16:96, 28:54, 39:10) Setiap ibadah pahalanya ditentukan kecuali sabar (8:46) Sabar dikaitkan dengan kemenangan (3:125) Allah menghimpun untuk orang yang sabar berbagai hal yang tidak dihimpun-Nya untuk selain mereka (2:157)

12 Sabar dalam Segala Keadaan 1.Keadaan yang sejalan dengan hawa nafsunya (63:9, 64:14) –Kesehatan, keselamatan, harta kekayaan, kedudukan, anak, kemudahan sarana, banyak pengikut dan pendukung, dan semua kelezatan dunia 2.Keadaan yang tidak sejalan dengan hawa nafsunya, bahkan dibencinya a)Terkait ikhtiar (ketaatan dan kemaksiatan) b)Tidak terkait ikhtiar tapi ia memiliki ikhtiar untuk menghilangkannya (disakiti tapi tidak membalasnya) c)Tidak terkait ikhtiar (musibah dan bencana)

13 Amat Belas Kasihan (رَؤُوْفٌ) Amat belas kasihan sehingga memberikan kemudahan, meringankan bebannya, amat lembut, tawadhu’ Ini salah satu akhlak Rasulullah SAW yang berasal dari sifat Allah SWT (9:128) Ini dilakukan kepada orang-orang beriman Kepada orang yang sepatutnya mendapatkan hukuman, tidak boleh ada rasa kasihan (24:2) meski tidak boleh melampaui batas (membunuhnya padahal hukumannya hanya mencambuk)

14 Memilih yang Mudah مَا خُيِّرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَمْرَيْنِ أَحَدُهُمَا أَيْسَرُ مِنْ الْآخَرِ إِلَّا اخْتَارَ أَيْسَرَهُمَا مَا لَمْ يَكُنْ إِثْمًا فَإِنْ كَانَ إِثْمًا كَانَ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْهُ Tidaklah Rasulullah SAW memilih antara dua perkara yang salah satunya lebih mudah daripada yang lainnya, kecuali memilih yang lebih mudah sepanjang tidak terdapat dosa; kalau ada dosa, beliau adalah manusia yang paling jauh darinya (HR Muslim)

15 Permudahlah بَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا وَيَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا Berilah kabar gembira, jangan membuat mereka lari; dan mudahkanlah, jangan mempersukar (HR Muslim)

16 Penyayang (رَحِيْمٌ) Ini juga akhlak Rasul SAW (9:128) Ketika Rasul SAW ditawari oleh Jibril untuk menghancurkan orang Thaif yang menggangu beliau, tidak mau, bahkan beliau berdoa: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِقَوْمِي فَإِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ Tidak ada yang meminta kecuali diberi Ketika Rasul meminta ijin untuk minta ampun bagi ibunya tidak dibolehkan oleh Allah, tetapi berziarah boleh, lalu beliau menangis Pernah setelah shalat langsung pulang karena ada harta yang belum diberikan kepada fakir miskin Rasul SAW akan memberikan syafaat di hari kiamat

17 Santun dan Bijaksana (حَلِيْمٌ) Meninggalkan untuk memberikan hukuman atas kemaksiatan yang telah dilakukan 2:225 sumpah yang tidak dimaksud untuk bersumpah tidak dikenakan hukuman Rasul SAW sangat penyantun kepada anak- anak yatim: “Saya dan orang yang menyantuni anak yatim itu seperti ini” (sambil mendekatkan dua jari beliau)

18 Ilmu yang Tinggi Sifat santun dan bijaksana itu karena memiliki ilmu yang tinggi, juga karena kematangan dirinya, kedewasaan, dan kecerdasan 2:269 siapa yang diberi hikmah, maka ia telah memperoleh kebaikan yang banyak Sifat hilm juga merupakan sifat pemimpin yang akan membuat baik suatu negara

19 3 Pilar Negara إِذَا أَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ خَيْرًا وَلَّى عَلَيْهِمْ حُلَمَاءَهُمْ وَقَضَى بَيْنَهُمْ عُلَمَاؤُهُمْ وَجَعَلَ الْمَالَ فِى سُمَحَائِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ بِقَوْمٍ شَرًّا وَلَّى عَلَيْهِمْ سُفَهَاءَهُمْ وَقَضَى بَيْنَهُمْ جُهَّالُهُمْ وَجَعَلَ الْمَالَ فِى بُخَلاَئِهِمْ Jika Allah menghendaki kebaikan suatu kaum, pemimpinnya adalah orang-orang bijak mereka, yang memutuskan perkara adalah ulama mereka, dan dijadikan harta di tangan para dermawan mereka. Dan apabila menghendaki keburukan suatu kaum, pemimpinnya adalah orang dungu mereka, yang memutuskan perkara orang-orang bodoh mereka, dan dijadikan harta di tangan orang-orang kikir mereka (HR Ibnu Abid-Dunya)

20 Selalu Bertaubat (أَوَّابٌ) Fudhail bin ‘Iyadh: “Kalau dosa dianggap kecil bagi pelakunya, maka besar bagi Allah. Kalau dosa itu dianggap besar bagi pelakunya, maka kecil bagi Allah.” Ulama salaf: jangan melihat kecilnya dosa, tapi lihat kepada siapa engkau bermaksiat 24:31 taubat adalah kunci kesuksesan

21 Mekanisme Pemulihan Taubat adalah karunia Allah yang sangat agung, karena dengan adanya taubat ini, orang-orang yang telah bersalah mendapatkan peluang lagi  taubat adalah mekanisme pemulihan 3:135 ayat ini telah membuat syaitan menangis karena putus asa

22 Perjalanan Hidup UMUR KITA

23 Lemah Lembut (أَوَّهٌ) Ini sifat yang menonjol pada Nabi Ibrahim AS (11:75) Meskipun bapaknya (pamannya) yang bernama Azar menentang dakwahnya, beliau tetap lembut kepadanya, bahkan berjanji akan memintakan ampunan kepada Allah dan ditunaikan (9:113 minta ampun, 19:47 janjinya)

24 Sangat Jujur (صَدُوْقٌ) Sifat ini sudah merupakan barang antik Asas kejujuran: iman  orang kafir dikatakan dusta karena mendustakan Allah Saat ini, banyak orang memuji orang kafir karena katanya jujur (?) Kejujuran  kebaikan  sorga. Terbiasa jujur = shiddiq Dusta  keburukan  neraka. Terbiasa dusata = pendusta

25 Benar Janjinya 33:23 ayat ini tentang seorang sahabat Anas bin Nadhar yang tidak ikut perang Badr, maka ia berjanji kalau ada perang lagi ia akan ikut. Ia ikut perang Uhud dan syahid dengan 80 anak panah di tubuhnya hingga tidak dikenali, kecuali oleh saudarinya (Rubayya’ binti Nadhar) dari jari-jarinya

26 Dapat Dipercaya (أَمِيْنٌ) Rasul SAW diberi gelar “AL-AMIN” Orang kafir Quraisy meskipun memusuhi dakwah Rasul, tapi dalam urusan menitipkan barang, mereka memercayakannya kepada Rasul 12:54 sifat Nabi Yusuf AS

27 مُفْلِحٌ Apabila tazkiyah ini berjalan dengan baik, maka pasti akan menjadi orang yang sukses (مُفْلِحٌ) 91:9 قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

28 اَلتَّدْسِيَّةُ Apabila yang dilakukan ternyata TADSIYAH (pengotoran, pencemaran), maka jiwa akan terus meniti jalan fujur Jika kondisi ini berlangsung lama, maka hati dapat tertutup: cahaya dari luar tidak dapat masuk, cahaya dari dalam pun tidak dapat keluar (2:6-7) Selanjutnya hati akan mengeras lebih keras dari batu (2:74)

29 Bentuk-bentuk Tadsiyah Tergesa-gesa ( عَجُوْلاً ) Keluh Kesah lagi Kikir ( هَلُوْعَا ) Melampaui Batas ( طَاغِيًا ) Sangat Kikir ( قَتُوْرًا ) Sangat Ingkar ( كَفُوْرًا ) Pembantah ( جَدَلاً ) Tidak Berterima Kasih ( كَنُوْدًا ) Zhalim ( ظَلُوْمًا ) Bodoh ( جَهُوْلاً )

30 Tergesa-gesa (عَجُوْلاً) الْأَنَاةُ مِنْ اللَّهِ وَالْعَجَلَةُ مِنْ الشَّيْطَانِ Kesabaran itu dari Allah, sementara ketergesaan itu dari syaitan (HR Tirmidzi) Ketergesaan itu akan menghilangkan akal sehat  berantakan kerjanya (tidak ihsan)  tidak memperoleh hasil yang baik

31 Petani Bagaimana kalau seorang petani menanam padi, setelah seminggu dia ingin memetik hasilnya? Tentu tidak akan dapat 17:11, 21:37 orang kafir ingin segera diperlihatkan janji Allah yang diancamkan oleh para rasul (21:38). Kalau ancaman itu datang, mereka sudah terlambat (21:40)

32 Keluh Kesah lagi Kikir (هَلُوْعَا) Ini kebalikan dari sabar dan syukur Satu istilah tapi merangkum dua sifat yang buruk –Jika mendapat musibah meski ringan  keluh kesah, seolah Allah tidak pernah memberikan ni’mat, padahal ni’mat itu lebih banyak dari bala (11:9). Bahkan berkata, “Tuhanku telah menghinaku!” 89:16 –Tapi jika mendapat ni’mat  sombong (11:10)

33 Minta Dilindungi dari 8 Keburukan اللّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ وَالبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari tekanan hutang, dan kesewenang-wenangan orang

34 Berlindung dari Simbol-simbol Kelemahan ضَعْفُ الإِرَادَةِ بالهم و الحزن و ضَعْفُ الإِنْتَاجِ بالعجز و الكسل و ضعف الجَيْبِ وَ الْمَالِ بالجبن و البخل و ضعف العِزَّةِ وَ الْكَرَامَةِ بالدين و القهر Lemah kemauan yang berupa gundah dan gelisah lemah produktivitas yang berupa ketidakmampuan dan malas Lemah harta yang berupa sifat pengecut dan kikir Lemah harga diri disebabkan oleh lilitan hutang dan kekerasan sikap orang

35 Melampaui Batas (طَاغِيًا) Karena merasa cukup 96:6-7 (tidak memerlukan Allah, padahal kita ini faqir ilallah 35:15)  Sombong Sebab lainnya: cinta dunia, tertipu olehnya, dan berambisi terhadapnya yang dapat menyibukkannya dari melihat ayat-ayat Allah yang agung Contoh hidup saat itu adalah Abu Jahal

36 Sangat Kikir (قَتُوْرًا) Sampai keperluannya sendiri pun enggan membelanjakannya (suka menumpuk- numpuk harta saja), apalagi untuk orang lain? 17:100 Menganggap hartanya akal kekal (104:2-3) Kadang disebut SYUHH yang menjadi sifat orang munafik (33:19)

37 Sangat Ingkar (كَفُوْرًا) Kaffar atau kafur: –menyangkal ni’mat Allah yang telah diberikan kepadanya, –membayarnya dengan beribadah kepada yang tidak memberikan ni’mat, dan –meninggalkan taat kepada yang memberi ni’mat Padahal Allah telah memberi semua yang telah diminta dan pemberianNya tak terhitung (14:34) Itu karena mereka yakin bahwa ni’mat ada karena ilmu yang mereka miliki (28:78, 39:49)

38 Qarun dan Nabi Sulaiman AS Qarun kekayaannya digambarkan dengan ungkapan: وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ ( 28:76) –Sikapnya: قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي ( 28:78) Nabi Sulaiman AS 38:35 قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لا يَنْبَغِي لأحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ –Sikapnya: قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ (27:40)

39 Pembantah (جَدَلاً) Allah telah menyadarkan kepada manusia dengan berbagai jalan (perumpamaan), tapi dibantah 18:54 Bahkan dengan berbagai nasihat dan hujjah agar ingat, kembali (taubat), mengambil ibrah dari berbagai peribadatan kepada selain Allah, tapi yang ada malah keraguan dan penentangan, tidak kembali kepada kebenaran dan mendengar nasihat

40 Hindari Perbantahan 8:46 karena perbantahan membuat lemah “Hindari berbantahan meskipun engkau dalam kebenaran.” –Karena saat berbantahan emosi menguasai akal, akal melemah, sukar berpikir jernih, sukar menerima kebenaran مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ Tidak disesatkan suatu kaum setelah Allah memberinya hidayah kecuali yang suka berbantahan. Kemudian Nabi SAW membaca ayat مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ 43:58 (HR Tirmidzi) Bani Israil adalah bangsa yang suka membantah para nabi 2:67-71, 5:24

41 Tidak Berterima Kasih (كَنُوْدًا) Allah menyebutkan empat sikap manusia terhadap ni’matNya: halu’a, qatura, kafura, kanuda  banyak manusia yang tidak bersyukur 34:13  sedikit yang mau beribadah kepadaNya Karena dorongan ibadah adalah merasakan banyaknya ni’mat Allah dan keagunganNya

42 Zhalim (ظَلُوْمًا) Zhalim: menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya 1.Terhadap ni’mat Allah (14:34): sepatutnya menempatkan dirinya sebagai orang yang bersyukur, tapi malah kufur 2.Terhadap hukum Allah (5:45): sepatutnya melaksanakan dan membelanya, malah meninggalkan dan menyerangnya serta mencari hukum lain 3.Terhadap amanah (33:72): sepatutnya menunaikannya, malah mengkhianatinya, seperti kasus Qabil 4.Terhadap tauhid (6:82, 31:13): sepatutnya mentauhidkan Allah, malah musyrik

43 Bertumpuk-tumpuk Kezhaliman yang bertumpuk-tumpuk, seperti hidup dalam kegelapan di atas kegelapan; itulah orang kafir (24:40) Asal kata zhalim sama dengan zhulumat (gelap): ZHALAMA Islam membawa keadilan (lawan kezhaliman) sehingga keluarlah manusia kegelapan menuju cahaya (Islam) 2:257

44 Bodoh (جَهُوْلاً) Bukan karena tidak berpengetahuan seperti pengetahuan pada umumnya, tapi bodoh pada sesuatu yang asasi: mengenal Pencipta (Allah SWT) Kondisi umat Islam digambarkan oleh Abdul Qadir Audah dalam buku yang bertajuk Islam di antara Kebodohan Umatnya dan Kelemahan Ulama

45 خَائِبٌ Jika jalan ini yang ditempuh, maka akan mengantarkan kepada KEGAGALAN ( خَائِبٌ ) 91: 10 وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا 14:15 وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ 20:61 وَقَدْ خَابَ مَنِ افْتَرَى 20:111 وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا

46 (E 5) صِفَةُ اْلإِنْسَانِ اَلتَّقْوَى اَلْفُجُوْرُ اَلتَّزْكِيَّةُ اَلتَّدْسِيَّةُ شَكُوْرٌ صَبُوْرٌ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ حَلِيْمٌ أَوَّابٌ أَوَّهٌ صَدُوْقٌ أَمِيْنٌ عَجُوْلاً هَلُوْعَا غَافِلاً طَاغِيًا قَتُوْرًا كَفُوْرًا جَدَلاً كَنُوْدًا ظَلُوْمًا جَهُوْلاً نَفْسُ اْلإِنْسَانِ مُفْلِحٌ خَائِبٌ

47 والله أعلم بالصواب


Download ppt "صِفَةُ اْلإِنْسَانِ SIFAT MANUSIA. Dua Jalan Allah SWT memberikan kebebasan memilih jalan hidup kepada manusia  makhluk yang mukhayyar (dibebaskan untuk."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google