Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MENGEMBANGKAN ARTIKEL ILMIAH & MENERBITKANNYA DALAM JURNAL RAKERNAS AKADEMIK 2013 (Diramu dari berbagai sumber yang pernah digunakan dalam pelatihan penulisan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MENGEMBANGKAN ARTIKEL ILMIAH & MENERBITKANNYA DALAM JURNAL RAKERNAS AKADEMIK 2013 (Diramu dari berbagai sumber yang pernah digunakan dalam pelatihan penulisan."— Transcript presentasi:

1 MENGEMBANGKAN ARTIKEL ILMIAH & MENERBITKANNYA DALAM JURNAL RAKERNAS AKADEMIK 2013 (Diramu dari berbagai sumber yang pernah digunakan dalam pelatihan penulisan artikel di UT)

2 Tujuan, Target, dan Kegiatan Tujuan : 1. Mampu menulis dan menelaah artikel sampai final. 2. Menerbitkan artikel dalam jurnal Target : Artikel siap dikirim ke Jurnal Kegiatan : 1. Menyamakan Persepsi 2. Berbagi pengalaman 3. Memantapkan wawasan

3 Karya Tulis Ilmiah Selayang Pandang Karya tulis ilmiah: tulisan yang sistematis dan bersifat ilmiah. Sistematis: disusun mengikuti aturan tertentu, sehingga tulisan menjadi padu/koheren. Bersifat ilmiah: menyajikan fakta/gagasan berdasarkan bukti empirik & kajian teoritis.

4 Karya Tulis Ilmiah Selayang Pandang Jenis Karya Ilmiah: A. Substansi: penelitian dan hasil pemikiran/kajian teori B. Format: antara lain: buku referensi, bunga rampai, artikel Artikel dapat disajikan dalam seminar dan/atau dikirim ke jurnal tertentu dengan mengikuti persyaratan yang diminta.

5 Karya Tulis Ilmiah Selayang Pandang Topik karya ilmiah berasal dari berbagai sumber, seperti: Pengalaman unik Masalah yang sedang hangat dibicarakan Tema/subtema seminar/pertemuan ilmiah Hasil penelitian Internet/ telaah pustaka

6 Penulis Karya Ilmiah Syarat Minimal Bagi Penulis: Menguasai substansi Mahir menggunakan bahasa tulis ilmiah Punya motivasi & semangat untuk menulis Banyak /rajin berlatih (tidak instan).

7 Penulis Karya Ilmiah Banyak membaca, mendengar, menghayati langsung, dan mengamati sangat membantu kelancaran menulis. Keterlibatan dalam berbagai kegiatan akan membuat tumbuhnya semangat menulis. Berkolaborasi dengan sejawat: saling berbagi dan memotivasi untuk menulis dan menyelesaikan karya ilmiah.

8 Menulis Artikel Bagaimana memulainya? Ketertarikan pada topik tertentu Ada topik pesanan Ada hasil penelitian terkini Lihat topik yang sedang menjadi sorotan Renungan, ingin menyampaikan sesuatu

9 Langkah-langkah Menulis Artikel Pilih topik yang paling diminati/dikuasai Kumpulkan sumber & petakan informasi Tetapkan jurnal yang dituju dan pelajari aturannya. Buat garis besar artikel sesuai dengan aturan jurnal yang dituju Mulai menulis Reviu/telaah

10 Memilih Topik dan Membuat Judul Pertimbangkan tuntutan jurnal yang dituju (persyaratan jurnal berbeda-beda) Jika hasil penelitian, pilih hasil yang dianggap paling relevan dengan jurnal Pilih topik yang mungkin akan menjadi diskusi hangat Buat judul sesuai dengan persyaratan jurnal (singkat, bernas)

11 Mengumpulkan Sumber dan Memetakan Informasi Kumpulkan sumber-sumber yang terkait dengan topik yang dipilih (media massa (cetak & online), buku, jurnal, prosiding seminar, dll Petakan informasi yang diperoleh berdasarkan kategori yang diinginkan Contoh: Pendidikan Karakter (konsep teoritis, praktek masa lalu, masa kini, kebijakan, dampak bagi masa depan bangsa, dll)

12 Menetapkan Jurnal Atau Penerbit Berdasarkan pesanan Pilih sendiri: tentukan tujuan penerbitan (kum, sosialisasi, income, popularitas?) Cermati persyaratan jurnal/penerbit yang dituju. Bandingkan dengan topik yang sedang dikembangkan Putuskan

13 Mencermati Artikel dalam Jurnal yang Dipilih Cari 2-3 edisi terakhir dari jurnal yang dituju atau dipilih. Baca persyaratan artikel yang dimuat. Baca artikel di dalamnya dengan cermat Rangkum kriteria yang harus dipenuhi oleh artikel yang akan dimuat. Pedomani kriteria tersebut ketika mengembangkan artikel.

14 Kriteria Pemuatan Artikel Untuk bisa diterima di berkala ilmiah bertaraf nasional: Harus menjadi minat nasional Bukan hanya kepentingan lokal saja Untuk bisa diterima di berkala ilmiah bertaraf internasional: Harus menjadi minat internasional Bukan hanya kepentingan lokal saja Keuniversalan ilmu yang ditulis (Suminar, 2011)

15 Langkah Sebelum Menulis Artikel Penelitian  Ada prasyarat mutlak, yaitu ada hasil penelitian yang: Sudah dirancang dan dilakukan dengan baik Dianalisis dengan baik dan benar Data telah disederhanakan dalam bentuk tabel atau grafik Sudah dikuasai dan dibahas Sudah menghasilkan kesimpulan (Suminar, 2011)

16 Lampiran Daftar Pustaka Simpulan & Saran Simpulan & Saran Pembahasan Hasil Metode Pendahuluan Abstrak Topik/Judul SMK/U Daftar Pustaka Persantunan Simpulan Pembahasan Hasil Metode Pendahuluan Abstrak Judul Proposal Penelitian Laporan Penelitian Naskah Publikasi Biodata Rencana Anggaran Rencana Anggaran Daftar Pustaka Metode Tinjauan Pustaka Manfaat Penelitian Perumusan, Tujuan Ringkasan Rencana Topik/Judul (Suminar, 2011)

17 Pendahuluan Berisi latar belakang permasalahan Hipotesis (kalau ada) Sering mengacu pustaka yang menjadi landasan atau alasan penelitian Tujuan penelitian (dipilih/disesuaikan) Biasanya tidak terlalu ekstensif: ada yang hanya 3-4 paragraf, atau 2 halaman ketik spasi ganda Manfaat penelitian tidak perlu (terbawa dari format usulan penelitian) (Suminar, 2011)

18 Metode Uraian terperinci (bahan – penarikan contoh – analisis – pengolahan data)  menjamin keterulangan hasil Jika metode mengacu ke prosedur standar, tulis standarnya Jangan mengacu prosedur praktikum Kurang baik: Penelitian ini merupakan penelitian bersifat “deskriptif”. Penelitian deskriptif ialah... Jangan gunakan bentuk kalimat perintah Singkatan yang sudah standar (Suminar, 2011)

19 Hasil Sajikan secara bersistem  lihat ‘tujuan penelitian’ atau hipotesis Hanya data yang berkait dengan tujuan Sederhanakan tabel yang terlalu besar & rumit Tidak ada data yang ditampilkan berulang Hasil didukung oleh olahan data dan ilustrasi yang baik (beri nomor dan diacu dalam teks) Jangan menarasikan angka dalam tabel atau ilustrasi tetapi nyatakan dengan kalimat yang memberi penguatan temuan penelitian (Suminar, 2011)

20 Pembahasan Tidak mengulang hasil secara ekstensif Tidak sekadar menarasikan hasil Tunjukkan hubungan yang ada di antara fakta-fakta selama pengamatan Sudahkah hasil penelitian diberi makna? Beri kesan kecendekiaan peneliti Berargumentasi secara logis dalam menafsir dan memberi implikasi Adakah keterbatasan temuan? Adakah spekulasi yang berlebihan? Apakah pendapat penulis terkemas dalam paragraf yang baik? (Suminar, 2011)

21 Simpulan dan Saran Tidak mengulang hasil secara verbatim Buatlah generalisasi dengan hati-hati (perhatikan keterbatasan hasil temuan) Implikasi temuan dapat ditulis Saran harus berkait dengan pelaksanaan atau hasil penelitian (tidak mengada-ada) Kalau penelitian harus dilanjutkan, yang mana? bagaimana? (Suminar, 2011)

22 Langkah Sebelum Menulis Artikel Non-Penelitian Topik sudah dipilih Sumber-sumber acuan sudah disiapkan Peta informasi sudah dibuat Garis besar/sistematika tulisan sudah dirancang. Selama menulis, perubahan masih mungkin terjadi.

23 Membuat Garis Besar, Menulis, dan Menelaah Ikuti sistematika yang ditentukan oleh penerbit ( misalnya: JP atau PTJJ) Buat extended out-line: Kembangkan uraian (isi) ringkas setiap subtopik yang terdapat dalam out-line. Tidak harus sekali jadi, perubahan mungkin dilakukan sementara menulis. Mulailah menulis, manfaatkan peta informasi. Reviu /telaah tulisan

24 Menelaah Artikel Telaah mandiri: Cermati seluruh naskah dari berbagai aspek, sampai penulis merasa yakin bahwa kesalahan sudah sangat minimal. Telaah Sejawat: Minta teman sejawat atau pakar menelaah artikel yang sudah ditelaah oleh penulis. Perbaiki, dengan mengakomodasi masukan dari penelaah.

25 Menelaah Artikel dari Aspek Substansi Kebenaran Konsep: Konsep diakui kebenarannya oleh ilmuwan/pakar, hasil penelitian, Tidak bertentangan dengan etika ilmu pengetahuan Cermat dalam paparan/cakupan Mutakhir

26 Kecermatan Isi (Accuracy) Segi Akademik Konsep, teori, prinsip, dll: dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sesuai dengan perkembangan mutakhir. Dikembangkan atas dasar hasil penelitian/ bukti empirik / kajian teoritik. Kesesuaian Judul- abstrak-pendahuluan-uraian-kesimpulan - saran

27 Judul Artikel Menggambarkan isi artikel dengan pas. Terdiri dari kata. Singkat, padat, mudah dipahami Memuat kata-kata kunci Tidak ada singkatan, rumus, jargon Menarik

28 Ketepatan Cakupan Kesesuaian dengan karakteristik jurnal yang dituju (lihat batas jumlah halaman) Keluasan dan kedalaman sesuai dengan judul artikel

29 Abstrak Inti sari atau sari pati isi artikel Lengkap, utuh, padat dan ringkas Penelitian: masalah, tujuan, metodologi (desain penelitian, populasi/sampel, teknik pengumpulan data, analisis data), temuan, kesimpulan/saran) Artikel nonpenelitian: pendahuluan, inti, penutup (kesimpulan atau implikasi) kata.

30 Ketercernaan Naskah Mudah tidaknya naskah dipahami: Sistematika pemaparan yang baik dan logis Modus ekspresi (verbal, numerikal, figural) yang jelas. Bahasa ragam ilmiah yang komunikatif Format naskah (penomoran, paragraf, ketentuan teknis, dll) yang tertib.

31 Penulisan Referensi In the body of the text, citations are in parentheses: ….. (Lastname, Year). With multiple citations, list alphabetically and separate with a semi-colon: (Angeleyes, 2009; Mushymind, 1945). In the reference section, the elements of a reference are generally: Lastname, Initials. (Year). Title of the publication. City, State/Country: Publis her.

32 Penulisan Referensi Examples: Gagné, R. M. (1985). The conditions of learning (4 th ed.). New York: Holt, Rinehart & Winston. Gagné, R. M., & Merrill, M. D. (1990). Integrative goals for instructional design. Educational Technology Research & Development, 38(1),

33 Penulisan Referensi Dalam teks: nama belakang, tahun, di taruh dalam kurung: (Santrock, 2008), jika mengutip: nama belakang, tahun, halaman: (Santrock, 2008: 65). Dalam Daftar Referensi: nama belakang, initial. (tahun). judul buku (miring). kota: penerbit. Santrock, J. W. (2008). Educational Pschology. (3 rd ed). New York: McGraw-Hill.

34 Penulisan Referensi Kumpulan karya ilmiah dalam buku: Darling-Hammond, L. & Goodwin, A. L. (1993). Progress toward professionalism in teaching. Dalam: G. Cawelti (ed). Challenges and achievement of American Education, The 1993 ASCD year book Alexandria: Association for Supervision and Curriculum Development (ASCD)

35 Penulisan Referensi Artikel Jurnal: Indriasih, A. (2007). Penerapan pembelajaran Koperatif JIGSAW untuk meningkatkan hasil belajar IPS di SD. Jurnal Pendidikan. 10 (2),

36 Aspek Bahasa Pilihan Kata Struktur Kalimat Alinea Ejaan Gaya Bahasa

37 Pilihan Kata (Diksi) Cermati: Kata-kata yang belum umum dipakai Istilah teknis: * yang sudah ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia: simpang baku, balikan * yang belum ada terjemahannya: beri penjelasan( teacher’s centered) * istilah asing yang sukar dipahami Kata-kata yang digunakan dengan makna yang salah: acuh, besok, bergeming

38 Struktur Kalimat Menentukan tingkat keterbacaan Kalimat efektif Cermati: Kalimat rancu: beranak bercucu Penggunaan sinonim yang tidak perlu Kata/ungkapan yang tidak berfungsi Unsur kalimat yang hilang, hingga makna kalimat kabur.

39 Contoh-contoh Kalimat rancu karena banyak keterangan: Keberhasilan mahasiswa ditentukan oleh berbagai faktor, seperti kemampuan menguasai materi, kemauan untuk bekerja keras, dan kesempatan yang tersedia, yang semuanya itu juga dipengaruhi oleh keberuntungan yang sering dijadikan kambing hitam dalam kegagalan, yang tentunya berbeda bagi setiap orang. Kalimat dengan kata-kata sinonim yang tidak perlu: Kiranya dapat dipahami dan dimengerti, bahwa.....

40 Contoh-Contoh Ungkapan/kata yang tidak berfungsi: Sistem ujian seperti ini pada akhirnya menyebabkan tingginya tingkat kegagalan pada setiap masa ujian per semester. Unsur kalimat yang hilang: Dengan dibangunnya jembatan itu memperlancar arus lalu lintas. Dalam keadaan melarat memikirkan berbagai upaya untuk hidup.

41 Alinea/Paragraf Rangkaian kalimat yang merupakan kesatuan yang kompak Bukan kumpulan kalimat Cermati: Apakah semua kalimat merupakan bagian utuh dari alinea/hubungan antarkalimat cukup padu. Hubungan antarparagraf

42 Ejaan (1) Salah satu ciri utama bahasa tulis yang menentukan tingkat keterbacaan. Pedomani: EYD Cermati: Penulisan di dan ke sebagai : - kata depan (terpisah): di depan, ke sawah - awalan (menyatu): dimakan, ditulis

43 Ejaan (2) Penulisan kata majemuk yang mendapat awalan & akhiran (menyatu). Contoh: dianaktirikan, dipertanggungjawabkan Penulisan kata-kata serapan: Contoh: - konteks, bukan kontek - aktivitas, bukan aktifitas - analisis, bukan analisa.

44 Gaya Bahasa Artikel jurnal adalah karya ilmiah. Ragam bahasa resmi Gunakan kata ganti orang ketiga atau gunakan bentuk pasif. Tiap penulis punya gaya masing-masing.

45 Akses E-Journal PROQUEST: Meliputi : MIPA/Science, SOSIAL, PERTANIAN URL : search. Proquest.com Id : 46DT32R77X Password : pqdikti2011

46 Akses E-Journal GALE/Cengage Learning Meliputi : Seni, Teknik, dan Sosial, Humaniora dan Pendidikan, URL : infotrac. Galegroup.com/itweb Id : ptn080 Password : success UT URL : infotrac.galegroup.com/itweb/idut Password : knowledge

47 Akses E-journal EBSCO Dikti Meliputi : Ekonomi, Kesehatan, URL : search.epnet.com Id : ns Password : password UT URL : search.ebscohost.com Id : ns Password : password

48 TERIMA KASIH


Download ppt "MENGEMBANGKAN ARTIKEL ILMIAH & MENERBITKANNYA DALAM JURNAL RAKERNAS AKADEMIK 2013 (Diramu dari berbagai sumber yang pernah digunakan dalam pelatihan penulisan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google