Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Drh. Herlina Pratiwi.  Sel melakukan adaptasi terhadap stressor dari luar diantaranya dengan melakukan respon: - Hypertrophy - Hyperplasia - atrophy.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Drh. Herlina Pratiwi.  Sel melakukan adaptasi terhadap stressor dari luar diantaranya dengan melakukan respon: - Hypertrophy - Hyperplasia - atrophy."— Transcript presentasi:

1 drh. Herlina Pratiwi

2  Sel melakukan adaptasi terhadap stressor dari luar diantaranya dengan melakukan respon: - Hypertrophy - Hyperplasia - atrophy dan - Metaplasia  Jika usaha adaptasi tersebut tidak berhasil maka dapat menyebabkan kerusakan sel

3

4  Bagi sel yang kerusakannya reversibel, maka sel itu dapat kembali berfungsi seperti sedia kala,namun bagi sel yang mengalami kerusakan secara irreversibel, maka sel itu akan mengalami kematian sel  Kematian sel dapat disebabkan oleh beberapa kejadian, diantaranya ischemia, infeksi, toksin dan reaksi imun  Kematian sel juga merupakan salah satu proses yang normal terjadi pada fase embriogenesis, perkembangan organ dan pengaturan homeostasis.

5

6

7  peningkatan besar sel yang mengakibatkan perbesaran organ.  Tidak terdapat sel baru, hanya mengalami perbesaransel, perbesaran terjadi karena peningkatan jumlah struktur protein dan organel sel.  Bisa terjadi secara fisiologis ataupun patologis, bisa juga terjadi karena stimulus dari peningkatan hormon tertentu.  Ex: perbesaran uterus karena stimulus dari estrogen sehingga terjadi hiperplasi dan hipertropi.

8

9  proses adaptasi dengan melakukan replikasi sel, sehingga penambahan jumlah sel membuat organ membesar.  Hiperplasi bisa secara fisiologis dan patologis (ex: cancer).  Hipertropi secara fisiologis dibagi menjadi 2: 1) hormonal hyperplasia. Ex: selama masa kebuntingan dan pubertas 2)compensatory hyperplasia. Ex: kematian jaringan hati

10  pengecilan ukuran dari sel yang disebabkan oleh karena sel kehilangan substansi sel, sehingga menyebabkan berkurangnya ukuran organ.  Atropi memungkinkan terjadinya menurunnya fungsi sel, namun bukan merupakan kematian sel.  Atropi terjadi akibat penurunan dari sintesis protein dan peningkatan degenersi protein di dalam sel.  Penyebab atropi diantaranya bisa karena kehilangan inervasi, kekurangan suplai darah, kekurangan nutrisi, kehilangan stimulasi endokrin, dan aging.

11

12  perubahan reversibel dari fenotip sel yang digantikan oleh tipe sel yang lain  Sering terjadi karena iritasi yang terjadi secara kronis.  Pada kondisi ini sel yang mengalami adaptasi digantikan oleh tipe sel lain yang lebih bisa menghadapi stresor.  Terjadi akibat genetik "reprogramming"

13

14  pada stadium awal terjadinya kerusakan atau pada kerusakan ringan, kerusakan fungsi dan morfologi akan dapat kembali normal jika penyebab dari kerusakan tersebut dihilangkan.  Pada stadium ini meskipun terjadi kerusakan sel secara signifikan, namun tidak terjadi kerusakan baik pada membran sel maupun pada pada inti.

15  pada kerusakan yang terjadi secara terus menerus, maka kerusakan tersebut menjadi irreversibel dan akhirnya sel tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki kerusakan sehingga menyebabkan sel mati.  Ada 2 macam kematian sel, yang dibedakan dari morfologi, mekanisme dan perubahan fisiologis dan penyakit, yaitu apoptosis dan nekrosis.

16

17  kematian sel oleh sel itu sendiri yang disebabkan oleh growth factor atau DNA sel atau protein yang dihancurkan dengan maksud perbaikan.  Memiliki karakteristik sel dimana inti sel mengalami pemadatan dan tidak terjadi kerusakan membran sel.  Apoptosis memerlukan sintesis aktif RNA dan protein dan merupakan suatu proses yang memerlukan energi  Secara morfologis, proses ini ditandai oleh pemadatan kromatin di sepanjang membran inti

18 Sel mengalami pengurangan ukuran dan sitoplasmanya berwarna eosinophilic terang serta nukleusnya mengalami kondensasi

19  terjadi kerusakan membran, lisososm mengeluarkan enzim ke sitoplasma dan menghancurkan sel, isi sel keluar dikarenakan kerusakan membran plasma dan mengakibatkan reaksi inflamatori.  Nekrosis adalah pathway yang secara umum terjadi pada kematian sel yang diakibatkan oleh: - Ischemia - Keracunan - infeksi dan - trauma

20

21

22 A. Nukleus  Piknosis : nukleus terlihat lebih bundar, ukuran lebih kecil dan gelap  Karioreksis : nukleus mengalami fragmentasi menjadi kecil dan tersebar  Kariolisis : nukleus lisis, tidak terlihat sehingga rongga kosong dibatasi membran nukleus disebut ghost. B. Sitoplasma : berwarna asidofilik, struktur tidak jelas, jika melanjut : 1. Tidak terlihat garis besar struktur histologi sel 2. Tidak terlihat adanya pewarnaan

23  Secara makroskopik dan dengan pemeriksaan mikroskop dapat dikenali beberapa bentuk nekrosis.  Bentuk-bentuk tersebut: - Nekrosis koagulasi - Nekrosis liquefaktif (mencair) - Nekrosis lemak - Nekrosis kaseosa (perkejuan)

24  Tidak hanya terjadi denaturasi protein, namun juga berkaitan dengan hambatan enzim-enzim litik.  Sel tidak mengalami lisis, dengan demikian kerangka luar sel relatif utuh.  Inti menghilang dan sitoplasma yang mengalami asidifikasi menjadi eosinofilik

25

26  Gambaran makroskopik :  terlihat berwarna putih, keabu-abuan atau kekuning-kuningan dan sedikit berlemak, padat  Gambaran mikroskopik :  struktur sel dan jaringan masih jelas, inti sel mengalami piknotik (menghilang), sitoplasma lebih acidophilic

27  Ditandai oleh larutnya jaringan akibat lisis enzimatik sel-sel yang mati.  Proses ini biasanya terjadi di otak sewaktu terjadi pelepasan enzim-enzim otokatalitik dari sel-sel yang mati.  Nekrosis likuefaktif juga terjadi pada peradangan purulen akibat efek heterolitik leukosit polimorfonuklear pada pus.  Jaringan yang mengalami likuefaksi menjadi lunak, mudah mencair, dan tersusun oleh sel- sel yang mengalami disintegrasi dan cairan.

28 .

29  Gambaran makroskopik :  adanya benjolan berisi cairan dikelilingi kapsula tipis dan ireguler.  Gambaran mikroskopik :  tampak ruang kosong dengan sisa kapsula yang ireguler, terlihat fibrin dan neutrophil disekitarnya.

30  Terjadi akibat kerja enzim-enzim lipolitik pada jaringan lemak.  Proses ini biasanya terjadi pada nekrosis pankreatik akut dan merupakan konsekuensi pelepasan lipase pankreas ke jaringan peripankreas.  Lipolisis ditandai oleh hilangnya kontur sel- sel lemak.  Asam-asam lemak yang dibebaskan dari sel lemak mengalami saponifikasi dengan mengikat natrium, kalium dan kalsium.

31

32  Memiliki baik gambaran nekrosis koagulasi maupun likuefaktif.  Biasanya nekrosis ini terjadi di bagian tengah granuloma tuberkolusa, yang mengandung bahan seperti keju yang putih atau kekuningandan merupakan asal nama nekrosis tipe ini.  Secara histologis, rangka luar sel tidak lagi utuh, tetapi sebaliknya jaringan juga belum mencair.  Sisa-sisa sel tampak sebagai bahan amorf bergranula halus.

33

34  Gambaran makroskopik :  terlihat berwarna putih, keabu-abuan atau kekuning-kuningan dan sedikit berlemak, padat  Gambaran mikroskopik :  struktur histologi sudah tidak terlihat lagi membentuk masa bergranulasi.  Dengan pengecatan HE berwarna keabu-abuan, dikelilingi oleh epiteloid dan limfosit.

35 SELAMAT BELAJAR


Download ppt "Drh. Herlina Pratiwi.  Sel melakukan adaptasi terhadap stressor dari luar diantaranya dengan melakukan respon: - Hypertrophy - Hyperplasia - atrophy."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google