Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

AKSELERASI UPAYA INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL KEDALAM PELAYANAN KESEHATAN NASIONAL 1 Dr.Abidinsyah Siregar,DHSM,Mkes (Direktur Bina Yankes.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "AKSELERASI UPAYA INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL KEDALAM PELAYANAN KESEHATAN NASIONAL 1 Dr.Abidinsyah Siregar,DHSM,Mkes (Direktur Bina Yankes."— Transcript presentasi:

1 AKSELERASI UPAYA INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL KEDALAM PELAYANAN KESEHATAN NASIONAL 1 Dr.Abidinsyah Siregar,DHSM,Mkes (Direktur Bina Yankes Tradkom) PARADIGMA BARU PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA DINAS KESEHATAN PROVINSI SUM.BARAT Padang, 27 April 2011

2 The World Health Organization's ranking of the world's health systems

3

4 12/16/2014 promkes KESEHATAN MASYARAKAT DI INDONESIA 4 ANCAMAN KESEHATAN MASYARAKAT DI INDONESIA Unfinished agenda (yang tidak pernah selesai diatasi): diare, demam berdarah (DBD), gizi kurang, penyakit yg menyerang penduduk miskin. Re-emerging Diseases (penyakit yang diperkirakan turun prevalensinya, justru kini meningkat kembali) seperti TB Paru, dan Malaria. New-emerging Diseases (penyakit-penyakit baru): SARS, HIV/AIDS, Flu Burung, penyakit akibat kecelakaan lalu lintas, kecanduan alkohol, ketergantungan narkoba, dan penyakit apa lagi? Seringnya terjadi bencana (disaster) baik alamiah (gempa, banjir, gunung meletus, dsb) maupun buatan yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Unfinished agenda (yang tidak pernah selesai diatasi): diare, demam berdarah (DBD), gizi kurang, penyakit yg menyerang penduduk miskin. Re-emerging Diseases (penyakit yang diperkirakan turun prevalensinya, justru kini meningkat kembali) seperti TB Paru, dan Malaria. New-emerging Diseases (penyakit-penyakit baru): SARS, HIV/AIDS, Flu Burung, penyakit akibat kecelakaan lalu lintas, kecanduan alkohol, ketergantungan narkoba, dan penyakit apa lagi? Seringnya terjadi bencana (disaster) baik alamiah (gempa, banjir, gunung meletus, dsb) maupun buatan yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat. 12/16/2014abidin-seminar kualitas dokter/drg

5 Bidan Mantri Dukun bayi Praktek Dokter Umum Balai Pengobatan Poliklinik Klinik 24 jam Puskesmas Apotik Toko obat Kios jamu Shinshe Dukun Patah Pijat Refleksi Pijat Tradisional Ahli pengobatan ‘Alat Vital’ Fitnes Center Akupuntur Salon Kecantikan RS Umum RS Bersalin RS Khusus Mata RS Khusus Bedah RS Jiwa Klinik Spesialis Praktek Bersama Klinik Mata Klinik Reumatologi Klinik Onkologi Century Guardian Health Club Praktek Dokter Keluarga Puskesmas Keliling SOS International Global Health 12/16/20145abidin-seminar kualitas dokter/drg

6 Peringkat IPKM Provinsi (2008) Peringkat Provinsi Total ABCD 1 Bali DI Yogyakarta Sulawesi Utara Kepulauan Riau DKI Jakarta Kalimantan Timur Jawa Timur Maluku Utara Jawa Tengah Jambi Bangka Belitung

7 Peringkat Provinsi Total ABCD 12 Sumatra Selatan Jawa Barat Sumatra Utara Lampung Maluku Bengkulu Riau Sumatra Barat Sulawesi Tenggara Banten Sulawesi Selatan Peringkat IPKM Provinsi (2008)

8 Peringkat Provinsi Total ABCD 23 Kalimantan Barat Papua Papua Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Sulawesi Tengah Nusa Tenggara Barat Sulawesi Barat Aceh Nusa Tenggara Timur Gorontalo Peringkat IPKM Provinsi (2008)

9 Provinsi Terbaik - Terburuk IndikatorIndon.DIY Sulbar Prev. Balita Gizi Buruk5.42.4V10,0? Prev. Balita Gizi Kurang V15,4? Prev. Balita sangat pendek V27,1? Prevalensi Balita sangat kurus V8,7? Persentase kualitas air bersih V86.8? Akses air bersih kurang V62,6? Akses sanitasi kurang V70,0? Perilaku buang air besar V57.4? Perilaku cuci tangan V18.4? Konsumsi energi/kapita ?1415,6? V = Lebih baik dari rerata nasional ? = Lebih buruk dari rerata nasional

10 Provinsi Terbaik - Terburuk IndikatorIndon.DIY Sulbar Konsumsi protein/kapita ?55,0? Akses yankes berjrk >5 km6.02.3V14,5? Akses yankes wkt >60 mnt2.70.4V6,8? Pemanfaatan posyandu ?27.9V Pemanfaatan pondok bersalin ?19,0? Sumber pembiayaan kes ?49V Cakupan imunisasi Lengkap V17.3? Cakupan penimbg balita ?36.5V Prevalensi BBLR ?7.2? Cakupan KN V47.3? V = Lebih baik dari rerata nasional ? = Lebih buruk dari rerata nasional

11 SUM.BARAT RISKESDAS 2007 : BERDASAR URUTAN IPKM (INDEKS PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT), SUMBAR URUTAN 19 DARI 33 PROV APA TANTANGANNYA ?

12 LATAR BELAKANG UNDANG-UNDANG RI No.36/2009 (HAK INISIATIF DPRRI) tentang KESEHATAN, mendorong Reformasi dan Reorganisasi Kemenkes RI. PASAL 48 Ayat 1 UPAYA KESEHATAN TERDIRI DARI 17 JENIS PELAYANAN (2) Pelay. KESEHATAN TRADISIONAL Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer (BINA YANKES TRADKOM) mulai aktif 3 Januari /12/201412

13 SKN dan Renstra SKN 2009 : pengobatan tradisional, alternatif dan komplementer merupakan bagian dari subsistem upaya kesehatan sebagai pilihan pelayanan 2. RENSTRA KEMENKES : NoINDIKATOR Cakupan KAB/KOTA yang menyelenggarakan program bina yankestrad, alternatif dan komplementer 10%20%30%40%50% 2. Jumlah RUMAH SAKIT yang menyelenggarakan yankestrad yang aman dan bermanfaat sebagai pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer AMANAT

14 14 PELAYANAN KESEHATAN (WHO) Disebut juga : Allophatic Konvensional Biomedisin Scientific medicine Western medicine Disebut juga : Komplementer Alternatif Non Konvensional Oriental Medicine Holistik Alamiah Natural MODERN MEDICINE (iptek dan dik formal) TRADITIONAL. MEDICINE (Kurang iptek dan dik informal/non formal)

15 15 KLASIFIKASI BATTRA pijat urut, shiatsu, patah tulang, dukun bayi, battra sunat, refleksi, akupressuris, akupunkturis, chiropraktor, battra bekam, apiterapis, penata kecantikan, dsb pijat urut, shiatsu, patah tulang, dukun bayi, battra sunat, refleksi, akupressuris, akupunkturis, chiropraktor, battra bekam, apiterapis, penata kecantikan, dsb Dikelompokkan berdasarkan metode yang dominan digunakan KETERAMPILAN reiki, qigong, kebatinan, tenaga dalam, paranormal, dsb MANUALALAT/TEKNOLOGIMENTAL -Battra Jamu -Battra Jamu -Battra Gurah -Battra Gurah -Homoeopath -Homoeopath -Aromaterapist -Aromaterapist -SPA terapis, dsb -SPA terapis, dsb RAMUAN

16 Pemanfaatan obat tradisional dalam bentuk ramuan/jamu adalah bagian dari pelayanan kesehatan tradisional 16 55,3 % penduduk Indonesia menggunakan ramuan tradisional (jamu) untuk memelihara kesehatannya 95,6% dari angka tersebut mengakui ramuan tradisional yang digunakan sangat bermanfaat bagi kesehatan PELUANG Riskesdas 2010

17 Dampak globalisasi (1) DAYA SAING -MINAT ASING -MINAT MASYARAKAT TINGGIRENDAH TINGGI DAMPAK POSITIF LEBIH BESAR (EKSPANSI DI DALAM DAN KE LUAR NEGERI) DAMPAK NEGATIF LEBIH BESAR RENDAH DAMPAK POSITIF LEBIH BESAR (EKSPANSI KE LUAR NEGERI) DAMPAK NEGATIF LEBIH BESAR 17 ANCAMAN

18 DAMPAK GLOBALISASI (2)  DAMPAK POSITIF 1.Jumlah dan jenis obat/alat yankestrad yang beredar meningkat sehingga memudahkan masyarakat 2.Jumlah dan jenis yankestrad meningkat sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat 3.Kesempatan bekerja di bidang yankestrad meningkat, di dalam maupun di luar negeri 4.Eksodus devisa berkurang karena jumlah pasien berobat ke luar negeri menurun  DAMPAK NEGATIF 1.Masuknya obat dan peralatan kesehatan tradisional asing yang tidak dpt dipertanggungjawabkan 2.Berkembangnya yankestrad asing yg tdk dpt dipertanggungjawabkan 3.Filosofi pelayanan kesehatan berubah, aspek komersial lebih menonjol dari pada aspek sosial 4.Biaya pelayanan kesehatan meningkat, terkait dengan perubahan filosofi pelayanan kesehatan 5.Persaingan pelayanan kesehatan tradisional meningkat, mendorong munculnya pelbagai dampak negatif 18 ANCAMAN TREND MAKIN MENINGKAT

19 Kenapa Indonesia “kalah”? Kesulitan berkolaborasi Inferiority complex (tidak masalah kalo kalah dengan orang asing, asal tidak dengan bangsa sendiri) Mudah puas Sikap menunggu terhadap hal baru DARMAWAN,SOLO,2011

20 Pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan tradisional Pelayanan kesehatan modren Pelayanan kesehatan komplementer dan alternatif Pelayanan kesehatan konvensional PELAYANAN KESEHATAN TINJAUAN IPTEK TINJAUAN MANFAAT A.Azwar 2011EVIDENCE BASEDEMPIRIC BASED

21 PENGOBATAN TRADISIONAL Permenkes RI Nomor :1109/MENKES/PER/IX/2007 PENGOBATAN TRADISIONAL ADALAH PENGOBATAN NON-KONVENSIONAL UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT MELIPUTI UPAYA PROMOTIF, PREVENTIF, KURATIF DAN REHABILITATIF YANG DIPEROLEH MELALUI PENDIDIKAN TERSTRUKTUR DENGAN KUALITAS, KEAMANAN DAN EFEKTIFITAS YANG TINGGI YANG BERLANDASKAN ILMU PENGETAHUAN BIOMEDIK, YANG BELUM DITERIMA DALAM KEDOKTERAN KONVENSIONAL

22 PELAYANAN TRADKOM Permenkes RI Nomor :1109/MENKES/PER/IX/2007 SINERGI PELAYANAN adalah Penggabungan Metoda Pengobatan Non Konvensional dengan Pengobatan Konvensional yang akan memberikan Manfaat/ Khasiat pengobatan yang lebih baik dibandingkan dengan manfaat satu jenis pengobatan saja. INTEGRASI PELAYANAN-> Penyatuan/Penggabungan sebagian atau seluruh aspek Pengobatan Tradisional (sebagai Komplementer-Alternatif) pada Pelayanan Kesehatan disemua tingkatan Fasilitas Kesehatan, termasuk aspek Regulasi, Pembiayaan, serta Kebijakan mengenai Penyelengaraan Pelayanan dan Obat yang digunakan.

23 RUANG LINGKUP TRADKOM Permenkes RI Nomor :1109/MENKES/PER/IX/2007 INTERVENSI TUBUH DAN PIKIRAN (MIND AND BODY INTERVENTIONS) SISTEM PELAYANAN PENGOBATAN ALTERNATIF (ALTERNATIVE SYSTEMS OF MEDICAL PRACTICE) CARA PENYEMBUHAN MANUAL (MANUAL HEALING METHODS) PENGOBATAN FARMAKOLOGI DAN BIOLOGI (PHARMACOLOGIC AND BIOLOGIC TREATMENTS) DIET NUTRISI UNTUK PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN (DIET AND NUTRITION THE PREVENTION AND TREATMENT OF DEASEASE) CARA LAIN DALAM DIAGNOSA DAN PENGOBATAN (UNCLASSIFIED DIAGNOSTIC AND TREATMENT METHDS)

24 TUPOKSI SENTRA P3T MELAKS PENAPISAN MEL KAJI/LIT/UJI MELAKSANAKAN DIKLAT MELAKS YANKESTRAD DALAM RANGKA MENUNJANG LIT DAN SEBAGAI MODEL SEBAGAIPUSAT JARINGAN INFORMASI DOKUMENTASI 24

25 SENTRA P3T Suatu wadah/laboratorium untuk : Pengkajian/Pengujian/Penelitian Pendidikan Pelatihan Pelayanan tentang obat dan cara pengobatan tradisional DIT BINA KESEHATAN KOMUNITAS25

26 KEBIJAKSANAAN SENTRA P3T 1. Sentra P3T menggunakan sarana & tenaga yg ada, tidak membentuk struktur baru, berkedudukan di Provinsi 2. Kegiatan mencakup kaji/lit/uji, diklat, pelayanan, JID 3. Sentra P3T melekat pada RS, Balitbangkes, FK, Bapelkes, Dinkes, Yayasan atau Institusi Swasta yg memenuhi persyaratan 4. Sentra P3T dikembangkan di bbrp prov dg kekhususan msg2 & bentuk berbeda-beda (spesifik daerah) 5. Pengemb status Sentra P3T di era desentralisasi sesuai potensi, kesiapan & dukungan daerah prov. 6. Diselenggarakan berkoord. dg LP/LS terkait, PSM & swasta 7. Hasil pengemb. diarahkan u/ berintegrasi dg sistem yankes formal atau berkembang secara tersendiri DIT BINA KESEHATAN KOMUNITAS26

27 27 ALASAN PEMANFAATAN YANKESTRAD Mudah diperoleh dari lingkungan sekitarnya Meningkatnya penyakit degeneratif yg umumnya blm dpt ditangani scr tuntas dg pengobatan modern Promosi berlebihan tentang yankestrad Perlu ada institusi utk melakukan penapisan melalui kajian/uji/lit terhadap yankestrad Yankestrad : warisan budayaYankestrad : warisan budaya Pemanfaatan masy cukup tinggi, baik melaluiPemanfaatan masy cukup tinggi, baik melalui selfcare atau fasilitas battra selfcare atau fasilitas battra Sebagian besar yankestrad belum dptSebagian besar yankestrad belum dpt dipertanggungjawabkan keamanan & manfaatnya dipertanggungjawabkan keamanan & manfaatnya Pada umumnya yankestrad blm terstandarPada umumnya yankestrad blm terstandar Pendidikan formal battra sudah ada,Pendidikan formal battra sudah ada, sebgn besar ilmu yg diperoleh battra melalui sebgn besar ilmu yg diperoleh battra melalui pengalaman turun-temurun, kursus2 atau pengalaman turun-temurun, kursus2 atau pendidikan non formal lainnya. pendidikan non formal lainnya. LATAR BELAKANG Dibentuk SP3T (Kepmenkes No 0584 thn 1995) Dibentuk BKTM (Makasar) & LKTM (Palembang) (Permenkes No 1200 dan 1201 thn 2009) Mutu yankestrad perlu ditingkatkan agar dapat menjadi alternatif & berdampingan dg yankes modern dalam meningkatkan derajat kes masy PENINGKATAN KELEMBAGAAN

28 28 HASIL PENAPISAN 28 Terbukti aman & bermanfaat Membahayakan masyarakat Tidak bermanfaat Dpt terintegrasi ke dalam fasilitas kes formal Berkembang tersendiri di masyarakat Dilarang PERAN SP3T (melakukan penapisan yankestrad)

29 SP3T : 1.MEDAN 2.PALEMBANG 3.JAKARTA 4.BANDUNG 5.SEMARANG 6.YOGYA 7.SURABAYA 8.DENPASAR 9.MAKASSAR 10.KENDARI 11.MANADO 12.MATARAM 13.AMBON BKTM (Es. 3) MAKASAR 29 LKTM (Es.4) PALEMBANG TAHUN 2009 (UPT KEMKES)

30 PELAYANAN KESEHATAN KOMPLEMENTER DAN ALTERNATIF Pada saat ini kedalam pelayanan kesehatan komplementer dan alternatif termasuk pula pelayanan kesehatan tradisional –Pelayanan kesehatan komplementer adalah pelayanan kesehatan yang melengkapi pelayanan kesehatan konvensional –Pelayanan kesehatan alternatif adalah pelayanan kesehatan yang mengganti pelayanan kesehatan konvensional Contoh pelayanan kesehatan komplementer dan alternatif yang telah masuk pelayanan kesehatan tradisional –Chiropractic –Osteopathy –Homeopathy –Naturopathic –Acupuncture –Herbal –Massage –Manipulation –Breathing exercise –Yoga –TCM

31 PEMANFAATAN YANKES (USA) KOMPLEMENTER DAN ALTERNATIF Sekalipun pelayanan kedokteran konvensional telah mengalami perkembangan pesat, pemanfaatan pelayanan kesehatan komplementer dan alternatif tetap populer. Ambil contoh di Amerika Serikat –Dimanfaatkan oleh lebih dari 40% penduduk –Pengeluaran dana lebih dari US$ 27 milyar –Kunjungan pasien 600 juta pertahun, jauh melampaui kunjungan pasien ke sarana pelayanan kesehatan primer yang hanya 350 juta pertahun –Sekitar dua per tiga pengguna adalah kaum ibu –Pengobatan kompelemter dan alternatif yang banyak digunakan adalah herbal, suplemen gizi, pijat, chiropractic, self-help, energy healing dan homeopathy

32 JEJARING ORGANISASI TRADKOM DINKES PROV BKTM/LKTM 32 SP3T Koordinator Bin-was Yankestrad di wil Provinsi TUGAS Pemantauan & evaluasi yankestradFUNGSI a. Menyusun renc dan eval a. Menyusun renc dan eval b. Pemantauan & evaluasi b. Pemantauan & evaluasi c. Melaksanakan kemitraan c. Melaksanakan kemitraan d. Melaksanakan diklat, d. Melaksanakan diklat, e. Melaksanakan urusan e. Melaksanakan urusan ketata usahaan ketata usahaan 1. Melakukan Penapisan yankestrad (alat/teknologi /metode, pengobat, obat) 2. Melakukan diklat 3. Memberikan pelayanan Kestrad sbg model 4. Koordinator JID DINKES KAB/KOTA 1. Memberikan STPT/SIPT 2. Koordinator bin-was a. Membina battra : a. Membina battra : sarasehan, KIE, Pelatihan sarasehan, KIE, Pelatihan b. Memantau pekerjaan b. Memantau pekerjaan battra/kunj. langsung battra/kunj. langsung 3. Membina, mengemb. TOGA & selfcare secara Trad 4. Pencatatan, pengumpulan data & pelaporan KEMKES REGULATOR/ POLICY MAKER RUMAH SAKIT PUSKESMAS BATTRA SWASTA DAN DAN BATTRA ASING BATTRA ASING UKMB DAN MASYARAKAT

33 TUPOKSI PUSKESMAS 1 PUSAT PEMBANGUNAN WILAYAH BERWAWASAN KESEHATAN 2 PUSAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 3 PUSAT PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT PRIMER 4 PUSAT PELAYANAN KESEHATAN PERORANGAN PRIMER 33

34 UU No 44/2009 tentang RUMAH SAKIT RUMAH SAKIT : Institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat PELAYANAN PARIPURNA: Pelayanan kesehatan yang meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif 34 POTENSI

35 TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT  TUGAS Memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna 1. Menyelenggarakan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit 2. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tk ke-2 dan ke-3 sesuai kebutuhan medis 3. Penyelenggaraan diklat SDM dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian yankes 4. Penyelenggaraan litbang serta penapisan teknologi bidang kes dalam rangka peningkatan yankes dangan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kes 35

36 PERSYARATAN RUMAH SAKIT PELAYANAN TRADKOM Permenkes RI Nomor :1109/MENKES/PER/IX/2007 Kebijakan ditetapkan dengan Keputusan Direktur RS Terakreditasi minimal 5 (lima) Pelayanan Utama Penggunaan Pengobatan harus Sinergi dengan Pelayanan lainnya. Tenaga Pengobatan Tradkom harus memiliki sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Organisasi Profesi atau Sertifikat yang diakui Organisasi terkait.

37 KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT PELAYANAN TRADKOM Permenkes RI Nomor :1109/MENKES/PER/IX/2007 Peran Komite Medik dalam Menentukan dan Membina Jenis Pelayanan Tradkom PelayTradkom terintegrasi dalam Struktur Organisasi RS dan Sistem (Renc, Pelaks, Nil, Lit, Bang, Bina dan Was) Tatacara Sinergi dengan Pelayanan lainnya Dokter/Dokter Gigi dan Tenaga Kesehatan lainnya yang dapat memberikan Pelayanan Standar fasilitas, Prasarana dan Peralatan Tatacara Audit Medik Pasien yang dapat mengunakan Pelayanan Rekam Medis Pengaturan tentang Biaya Pelayanan

38 TRADITIONAL INDONESIAN HERBAL MEDICINE (TIHM) IS A SECRET WEAPON !!! (China is an excelent example) INTERNATIONAL PATIENT TRADING

39 1.Revitalisasi Sentra P3T dan BKTM/LKTM, serta Peningkatan kelembagaan 2-3 Sentra P3T menjadi BKTM, dan mendorong inisiasi pmbtkan 5-10 SP3T 2.Pengembangan Pelayanan Kes Terintegrasi (Konvensional dan Tradkom) pada Puskesmas dan RSU Pemerintah. 3.Tersusunnya Regulasi yang Kuat dan Akuntabel sebagai payung dan Mekanisme pengaturan Yankes Tradkom maupun bagi Battra Asing 4.Kerjasama Kemitraan dgn bbg pihak untuk Peningkatan Kualitas dan Ketersediaan Bahan Yankes Tradkom 5.Penguatan peran Pelayanan Kesehatan Tradkom dalam aspek Promotif dan Preventif mendukung pencapaian MDGs dan secara spesifik Pemberdayaan Masyarakat di wilayah DTPK PRIORITAS PROGRAM DIREKTORAT BINA YANKES TRADKOM

40 40 12/16/201440abidin-seminar kualitas dokter/drg THE PARADOX OF OUR TIME We have more experts, but more problems; more medicine, but less wellness. we write more, but learn less; plan more, but accomplish less. We've learned to rush, but not to wait; we have higher incomes, but lower morals. Every day, every hour, and every minute is special. And you don ’ t know if it will be your last. Terimakasih.. Maturnuwun...


Download ppt "AKSELERASI UPAYA INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL KEDALAM PELAYANAN KESEHATAN NASIONAL 1 Dr.Abidinsyah Siregar,DHSM,Mkes (Direktur Bina Yankes."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google