Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Abul Hasan Albana () Ai Hawadis () Arini Dewi Muchtaram () Hanum Mirnawati () Irma Wahyu Nurvian () Resti Nurajijah () KELOMPOK 6.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Abul Hasan Albana () Ai Hawadis () Arini Dewi Muchtaram () Hanum Mirnawati () Irma Wahyu Nurvian () Resti Nurajijah () KELOMPOK 6."— Transcript presentasi:

1 Abul Hasan Albana () Ai Hawadis () Arini Dewi Muchtaram () Hanum Mirnawati () Irma Wahyu Nurvian () Resti Nurajijah () KELOMPOK 6

2 Perkembangan dan Pemeliharaan Komunikasi Komunikasi merupakan semua dasar pembelajaran. Komunikasi merupakan proses dimana kita dapat mengetahui pengetahuan yang disebarluaskan. Komunikasi adalah jantung dari proses pendidikan. Proses pendidikan perlu direncanakan, dikendalikan, dan diarahkan oleh komunikasi.

3 Agen Komunikasi Organisasi dan Administrasi Analisis Komunitas Sekolah Apakah Masyarakat Harus Tahu Tentang Pendidikan Apakah Masyarakat Harus Tahu Tentang Pendidikan Apa sekolah harus tahu tentang masyarakat Pemanfaatan media yang tersedia Pertanggung Jawaban Agen Komunikasi

4 Komunikasi yang efektif antara sekolah dan masyarakat dapat dikembangkan dan dipertahankan melalui upaya sadar yang terencana. Komunikasi yang efektif perlu dirancang untuk melayani komunitas khusus pada suatu sekolah bukan sekedar komunitas yang umum. Para agen komunikasi, seperti personil sekolah dan orang-orang seperti masyarakat, harus ikut untuk berpartisipasi dalam proses komunikasi, yang mencakup: 1.tanggung jawab dan hubungan mereka harus diatur secara jelas 2.upaya mereka harus diorganisir untuk keefektifan 3.media yang tersedia harus dapat dijalankan untuk tugas tersebut. Agen komunikasi dalam sekolah, diantaranya: Dewan pendidikan Pengawas Staf administrasi Para guru Penjaga sekolah Murid-murid Agen komunikasi dibagi menjadi dua kelas, yakni: 1.Individu 2.Kelompok a. Organisasi formal dan informal b. Lembaga

5 Analisis Komunitas Sekolah Lingkungan dan program sekolah seharusnya menjadi pihak yang bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memelihara system komunikasi. Lingkungan dan komposisi suatu komunitas yang disediakan sekolah biasanya kurang dikenal. Komunikasi yang efektif membutuhkan komunitas itu sendiri sebagaimana sekolah mengenal baik orang- orang pihak yang mengembangkan system komunikasi. Suatu pembelajaran harus memiliki jawaban dari pertanyaan- pertanyaan berikut : 1.Apa level pendidikan orang-orang yang ada di suatu komunitas? 2.Organisasi apa yang diminati dalam bidang pendidikan dan berapa besar keanggotannya? 3.Seberapa berkembangkah kekuatan strukturnya? 4.Apa hubungan antara sekolah dan guru yang ada, seberapa efektifkah mereka? 5.Media komunikasi apa yang komunitas sekolah miliki? 6.Seberapa efektifkah media tersebut? 7.Media yang manakah yang telah tersedia disekolah dan apa saja yang mungkin bisa disediakan di sekolah? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah pondasi informasi struktur komunikasi yang akan dibuat. Laporan tentang komunitas sekolah meliputi : 1. Sejarah singkat komunitas tersebut 2. Sejarah singkat system pendidikan 3. Deskripsi material dan SDM komunitas tersebut 4. Analisis mengenai lingkungan di populasi tersebut a.Variasi umur b.Status pendidikan c.Status pekerjaan 5.Deskripsi agensi-agensi dan kelembagaan-kelembagaan komunikasi tersebut 6. Identifikasi dan analisis mengenai organisasi-organisasi dan grup-grup 7.Analisis media komunikasi 8. Deskripsi program sekolah 9. Analisis struktur ekonomi 10. Analisis perilaku komunitas, opini, dan moral

6 Organisasi dan Administrasi Sebuah sistem komunikasi yang baik tidak beroperasi tanpa organisasi dan administrasi. Harus ada alokasi yang jelas tanggung jawab dan wewenang. Berlakunya kebijakan papan membangun sistem komunikasi formal merupakan prasyarat. Organisasi dan administrasi sistem ini didelegasikan kepada pengawas, yang mungkin memikul tanggung jawab itu sendiri atau mendelegasikan kepada karyawan lain. Dewan pendidikan atau kebijakan memberlakukan tubuh pada tingkat otoritas berdasarkan: 1.Administrator Kepala sekolah 2.Koordinator komunikasi 3.Kelompok perwakilan masyarakat melayani dalam kapasitas penasihat

7 Pertanggung Jawaban Agen Komunikasi Personil sekolah dan komunitas masyarakat memiliki tanggung jawab yang berbeda dalam melancarkan sistem komunikasi dengan berkerja keras untuk kebenaran, akurasi dan keadilan dalam semua komunikasi. Disini kepala sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan rencana untuk mengimplementasikan kebijakan komunikasi yang dibentuk oleh dewan dan memberikan pengertian bahwa organisasi yang efektif adalah membuat personil atau karyawan sekolah yang ditunjuk dapat bekerja seusai tugas pokok dan fungsinya. Kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah bersama staff nya mengembangkan prosedur komunikasi dari dan ke sekolah memakai kerangka kerja yang telah dibuat. Kepala sekolah menjaga komunikasi juga dengan staff komite, memberikan saran, usul dan rekomendasi. Agen komitee ini dibagi menjadi dalam 2 kategori yakni individu dan kelompok, dan organisasi serta kelompok informal memiliki peran penting dalam system komunikasi. Organisasi itu sendiri memiliki struktur komunikasi yang menggunakan kesempatan untuk menyebarkan informasi pendidikan dan merumuskan dalam mencapai tujuan, mengembangkan perencanaan dan peritmbangan kebijakan, memecahkan masalah sekolah, pertolongan dalam kelancaran komunikasi serta membantu evaluasi program sekolah.

8 Apakah Masyarakat Harus Tahu Tentang Pendidikan Seperti yang telah diindikasikan sebelumnya, apapun yang diberikan masyarakat tidak hanya perlu tahu tentang sekolah mereka tetapi juga pendidikan umum. Sekarang, seperti yang mungkin belum pernah terjadi sebelumnya, pendidikan telah mengambil tempat yang dominan dalam kehidupan nasional kita. Beberapa contoh yang berfungsi untuk menunjukkan sifat dan isi informasi pendidikan umum yang harus disediakan masyarakat dan sekolah, di antaranya: 1. Sifat penting dari pendidikan dalam pelestarian dan kemajuan demokrasi. Dalam demokrasi orang memiliki kebebasan memilih, tetapi kebebasan yang dapat dipertahankan hanya jika orang membuat pilihan yang cukup tepat. 2. Hubungan antara pendidikan dan kebebasan. Alkitab menyatakan, "Kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan membuat Anda bebas," pernyataan tersebut seolah mengisyaratkan bahwa hari ini sama seperti dua ribu tahun yang lalu. 3. Konsep kesempatan pendidikan yang sama bagi semua. Ini adalah suatu hal yang ideal dan fundamental dan merupakan cara hidup yang demokratis. 4. Sosial dan ekonomi nilai-nilai pendidikan. Nilai-nilai sosial dan ekonomi pendidikan, tentu saja, sangat besar. Pengeluaran pendidikan dalam arti riil investasi. 5. Konsep kebutuhan individu. Sangat penting bahwa orang-orang memahami pentingnya perbedaan individu dan konsekuen kebutuhan pendidikan individu. Sekolah harus bisa membuat penjelasan, bahwa keanekaragaman kemampuan manusia dan kepentingan membutuhkan pembahasan yang luas. 6. Kecenderungan dalam pendidikan. Proses pendidikan adalah untuk menjaga perubahan dalam waktu dan kondisi yang tepat dan dibutuhkan sebuah inovasi. Beberapa contoh informasi menarik dan penting tentang sekolah lokal yang harus mengalir melalui sistem komunikasi dikalangan masyarakat: 1. Sifat dan lingkup program sekolah 2. Pengukuran kemajuan murid 3. Promosi kebijakan dan alasan di belakang mereka 4. Kebijakan sekolah yang berkaitan dengan pekerjaan rumah dan alasan untuk itu 5. Pentingnya terlatih guru di sekolah dan biaya untuk mendapatkan mereka 6. Sifat bimbingan dan konseling 7. Sifat dan kebijakan berkenaan dengan kegiatan ekstrakurikuler 8. Murid transportasi 9. Sekolah metode untuk memperoleh uang dan penggunaan dana yang diterimanya 10. Penghargaan dan pengakuan yang diterima oleh sekolah dan guru dan murid.

9 Apa sekolah harus tahu tentang masyarakat Beberapa informasi yang dibutuhkan sekolah ditemukan dalam survey sosiologis yang telah dijelaskan sebelumnya di bab ini. Ini adalah informasi dasar, dan ketika sudah didapatkan informasi tersebut harus tetap diperbaharui dengan sistem komunikasi yang telah didesain secara perlahan. Ada beberapa tipe informasi yang seharusnya diberikan dari komunitas ke sekolah dalam yang bersifat terus menerus. Contoh dari tipe-tipe informasi yaitu : 1.Kebutuhan pendidikan apa yang paling dibutuhkan komunitas tersebut? 2.Apa sikap masyarakat berkaitan dengan sekolah? 3.Apa opini orang-orang yang ada dalam masalah pendidikan lokal tersebut? 4.Apa opini orang-orang yang ada dalam masalah pendidikan dalam cakupan yang lebih besar di suatu Negara bagian/Negara 5.Apa yang orang-orang pikirkan dari komunitas tentang rencana dan kelengkapan sekolah, serta perwatan dan penggunaannya? 6.Keistimewaan sekolah apa yang paling dikenal oleh orang-orang komunitas dan mengapa? 7.Peluang apa yang tersedia bagi sekolah untuk memanfaatkan masyarakat sebagai laboratorium pembalajaran dalam proyek yang cukup panjang dan dalam? 8.Peluang apa yang tersedia untuk bekerja sama dengan organisasi masyarakat dan lembaga-lembaga seperti pelayanan kesehatan organisasi, perpustakaan dan museum?

10 Pemanfaatan media yang tersedia Prinsip-prinsip umum yang harus mengatur pemilihan dan penggunaan media komunikasi dalam komunitas sekolah tercantum di sini. 1.Mengidentifikasi dan katalog semua media yang tersedia 2.Mengembangkan rencana jangka panjang untuk pemanfaatan media yang paling menjanjikan 3.Pilih media atau media yang terbaik disesuaikan dengan waktu, pesan, dan cakupan yang diinginkan 4.Sejauh mungkin, mengembangkan penggunaan seimbang media yang tersedia 5. Membentuk dan memelihara kebijakan yang adil dan merata untuk rilis berita melalui berbagai media yang tersedia 6. Jika memungkinkan, menggunakan semua media yang tersedia selama periode waktu 7. Memanfaatkan media yang sedemikian rupa untuk melibatkan jumlah maksimum orang dalam transmisi pesan asalkan tidak mengurangi efektivitas pesan. 8. Faktor lain yang sama, pilih media yang membutuhkan waktu paling sedikit dan usaha untuk menyandikan pesan sejak persiapan fasilitas penting 9. Pengkodean pesan sesuai media yang akan digunakan dalam rangka untuk mencapai efektivitas maksimum 10. Menjaga hubungan profesional yang dekat dengan mereka yang bertanggung jawab untuk membentuk akurasi, ruang, dan tenggang waktu 11. Pengakuan persetujuan Publik untuk media dan individu yang telah membuat kontribusi khusus 12. Melakukan evaluasi periodik kecukupan, kesesuaian, dan efektivitas media yang digunakan.


Download ppt "Abul Hasan Albana () Ai Hawadis () Arini Dewi Muchtaram () Hanum Mirnawati () Irma Wahyu Nurvian () Resti Nurajijah () KELOMPOK 6."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google