Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN FILE NAMA:YUSUF AFRIANATA NPM:1157201001159 KELAS:F (MALAM) NAMA:HERIANSYAH NPM:1157201001086 KELAS:F (MALAM)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN FILE NAMA:YUSUF AFRIANATA NPM:1157201001159 KELAS:F (MALAM) NAMA:HERIANSYAH NPM:1157201001086 KELAS:F (MALAM)"— Transcript presentasi:

1 IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN FILE NAMA:YUSUF AFRIANATA NPM: KELAS:F (MALAM) NAMA:HERIANSYAH NPM: KELAS:F (MALAM)

2 PENYIMPANAN FILE Blocking Penyimpanan dan pengaksesan dari/keperangkat dalam unit informasi. Blok berisi sekumpulan byte berukuran tetap yang dipindah dari tempat penyimpanan ke memori untuk diproses dan sebaliknya. Ukuran Blok Ukuran Blok yang sama pada perangkat-perangkat yang berbeda dapat menyebabkan pemboraosan ruang penyimpanan. Ukuran-ukran blok yang berbeda sungguh sangat menyulitkan penulisan program. Pertimbangan dalam menentukan blok,antara lain; Ukuran blok tetap menurunkan kompleksitas program. Ukuran blok tetap untuk beragam perangkat berbeda dapat memboroskan ruang penyimpanan. Ukuran blok mempengaruhi kinerja system manajemen file. Ukuran blok yang besar dapat mengakibatkan data yang di pindah,banyak yang tidak di perlukan saat hanya diperlukan satu record. Blok besar memerlukan memori besar. Ukuran blok kecil berarti pembacaan berulang-ulang bila data besar.

3 PENGALAMATAN BLOK (BLOK ADRESSING) Blok data mempunyai pengalamatan, berfungsi untuk mengacu blok tersebut. Alamat blok biasa disebut blok pointer (penunjuk blok), berisi alamat untuk mengakses blok. Terdapat tiga cara pengalamatan blok yaitu, yaitu; Pengalamatan fisik disk. Pengalamatan relative Pengalamatan Simbolik. PENGALAMATAN FISIK DISK Mengacu satu unit disk secara fisik. Terdapat enam parameter pengalamatan secara fisik, yaitu; 1. Nomor perangkat fisik. 2. Nomor silinder 3. Nomor Permukaan 4. Nomor Sektoratau block. 5. Nomor record atau block. 6. Nomor field atau karakter dalam record. Pengalamatan ini sulit digunakan dan sangat bergantung perangkat.

4 PENGALAMATAN RELATIVE Digunakan bilangan bulat dari 0 sampai jumlah maksimum blok. Alamat fisik ini harus di konfersi menjadi alamat fisik dengan suatu perhitungan. Perhitungan dilakukan oleh system operasi. PENGALAMATAN SIMBOLIK Tiap blok di beri alamat simbolik Digunakan tabel alamat, berisi alamat fisik atau relative blok/ dan prosedur pencarian(look-up) untuk mendapatkan alamat blok. Indetifier blok bisa menggunakan bilangan bulat atau kunci alamat atau dengan suatu transformasi/hashing.

5 Lokalitas KuatRecord dalam blok yang sama dan blok berada di memori Record dalam blok berikutnya pada silinder yang sama Record dalam silinder yang sama Record dalam silinder aktif pada perangkat yang lain Record dalam silinder yang bergandengan Record Dalam silinder yang di kenal Posisi record tidak di ketahui, di komputasi dengan data di memori Posisi record tidak di ketahui, dapat di peroleh dengan membaca file bantuan Record dalam computer lain dalam suatu jaringan tersebar LemahRecord pada perangkat yang belum on-line Blok berikutnya dapat dicapai dengan waktu yang singkat jika blok berdekatan dengan blok sebelumnya. Kedekatan ini disebut dengan lokalitas. Tingakat lokalitas di tunjukan tabel 15-1 Semakin kuat lokalitasnya,semakin cepat pengaksesan data dilakukan. Lokalitas lemah menunjukkan pengaksesan lambat. System harus mengusahakan kedekatan blok-blok data yang paling sering di akses.

6 IMPLEMENTASI SISTEM FILE File berisi kumpulan blok. System menajemen file bertanggung jawab untuk alokasi blok-blok disk ke file. Dua hal penting yang harus di tangani adalah: 1. Pencatatan ruang yang dialokasikan untuk file 2. Pencatatan ruang bebas yang tersediah di disk Sistem file meliputi: 1. Alokasi file. 2. Pencatatan riang disk. 3. Shared file. 4. Kehandalan system file. 5. Kinerja system file.

7 ALOKASI FILE Masalah pokok adalah pencatatan blok-blok yang di gunakan file. Beragam metode dapat di gunakan, diantaranya: 1. Alokasi berurutan /kontigu(contiguous allocation) 2. Alokasi blok-blok file sebagai senarai berkait. 3. Alokasi blok-blok file sebagai senarai berkait menggunakan index(FAT) 4. I-node atau index-blok chaining.

8 ALOKASI BERURUTAN/KONTIGU Teknik ini merupakan skema alokasi paling sederhana,yaitu menyimpan file sebagai blok-blok data berurutan kontigu di disk. Keunggulan 1. Sederhana. 2. Kinerjanya luar biasa bagus 3. Kelemahan Sederhana Metode ini Sederhana dalam implementasi karena pencatatan dimana blok-blok file berada direduksi menjadi hanya mengingat alamat awal file dan panjang file (yaitu jumlah blok dari file). Kinerjanya Luar biasa Kinerjanya luar biasa bagus karena seluruh file dapat di baca dari disk dengan satu operasi. Tak ada metode alokasi lain yang dapat menandingi kinerja pengaksesan. Keunggulan ini di peroleh karena record-record nya secara logic berurutan biasanya juga saling berdekatan secara fisik. Kelemahan 1. Hanya bila berurutan maksimum diketahui fada saat file di ciptakan. 2. Terjadi Pragmentasi disk.

9 Hanya Bila Berurutan Maksimum Diketahui fada Saat file Diciptakan Metode ini tidak layak digunakan kecuali bila berukuran maksimum diketahui pada saat file diciptakan. Tanpa informasi ini, system operasi tidak mengetahui beberapa banyak ruang dosk yang di tabung untuk suatu file. Terjadi Pragmentasi disk Fragmentasi disk dapat dihasilkan metode alokasi ini ruang yang di sediakan dapat di gunakan. Pada lingkungan dimana file berkembang dan dapat mengkerut setiap saat, alokasi kontigu sulit diterapkan. Pemakai biasanya berlebihan dalam memperkirakan ruang yang di perlukan menyebabkan banyak pemborosan. Ketika file berkembang lebih besar dari slot yang dialokasikan, file harus di transfer ke lokasi baru dapat memuat.pemindahan memerlukan usaha besaryang mengkonsumsi banyak waktu komputasi.

10 Gambar 15-1 menunjukkan alokasi file secara kontigu dimana: File A dialokasikan pada blok 1,2,3 File B dialokasikan pada blok 4,5,6 File C dialokasikan pada blok 7,8,9,10,11,12,13,14,15,16 File D dialokasikan pada blok 17,18,19,20 File E dialokasikan pada blok 21,22 File F dialokasikan pada blok 23 File G dialokasikan pada blok 24,25,26 File H dialokasikan pada blok 27,28,29 File I dialokasikan pada blok 30,31 File J dialokasikan pada blok 32,33,34,35,36,37,38,39 Alokasi ini menimbulkan Fragmentasi bila file B,E,G,I dihapus. Blok 0 A(1) Blok 1 A(2) Blok 2 A(3) Blok 1 A(4) Blok 4 B(1) Blok 5 B(2) Blok 6 B(3) Blok 7 C(1) Blok 8 C(2) Blok 9 C(3) Blok 10 C(4) Blok 11 C(5) Blok 12 C(6) Blok 13 C(7) Blok 14 C(8) Blok 15 C(9) Blok 16 C(10) Blok 17 D(1) Blok 18 D(2) Blok 19 D(3) Blok 22 D(4) Blok 21 E(1) Blok 22 E(2) Blok 23 F(1) Blok 24 G(1) Blok 25 G(2) Blok 26 G(3) Blok 27 H(1) Blok 28 H(2) Blok 29 H(3) Blok 30 H(1) Blok 31 I(2) Blok 32 J(1) Blok 33 J(2) Blok 33 J(3) Blok 34 J(4) Blok 35 J(5) Blok 36 J(6) Blok 38 J(7) Blok 39 J(8) Gambar Alokasi disk secara kontigu

11 Blok 0 A(1) Blok 1 A(2) Blok 2 A(3) Blok 1 A(4) Blok 4 B(1) Blok 5 B(2) Blok 6 B(3) Blok 7 C(1) Blok 8 C(2) Blok 9 C(3) Blok 10 C(4) Blok 11 C(5) Blok 12 C(6) Blok 13 C(7) Blok 14 C(8) Blok 15 C(9) Blok 16 C(10) Blok 17 D(1) Blok 18 D(2) Blok 19 D(3) Blok 22 D(4) Blok 21 E(1) Blok 22 E(2) Blok 23 F(1) Blok 24 G(1) Blok 25 G(2) Blok 26 G(3) Blok 27 H(1) Blok 28 H(2) Blok 29 H(3) Blok 30 H(1) Blok 31 I(2) Blok 32 J(1) Blok 33 J(2) Blok 33 J(3) Blok 34 J(4) Blok 35 J(5) Blok 36 J(6) Blok 38 J(7) Blok 39 J(8) Gambar Fragmentasi karena penghapusan file B,E,G,I Penggunaan Meskipun teknik ini banyak kelemahan, tetapi sangat cocok untuk sistemyang memerlukan pengaksesan data diskyang sangat cepat. Contohnya system jaringan dan system waktu nyata.  Sistem Operasi amoeba menggunakan teknik penyimpanan ini.  Sistem operasi waktu nyata menggunakan teknik penyimpanan ini.

12 ALOKASI BLOK-BLOK FILE SEBAGAI SERANAI BERKAIT Metode kedua adalah mencatat blok-blok dengan seranai berkait blok-blok disk. Word pertama di blok data sebagai pointer ke blok brikutnya, sisanya untuk menyimpan data. Skema ini disebut rantai blok (blocking chaining)karena blok pertama merantai blok kedua,blok kedua mwerantai blok ketiga, dan seterusnya. Blok sebelumnya merantai blok berikutnya. Directori mencatat blok pertama file. Keunggulan Setiap blok disk dapat digunakan, tak ada ruang yang hilang karena fragmentasi external. Isian atau elemen directori cukup menyimpan alamat blok file pertama. Kelemahan Pembacaan sekuen cukup merepotkan karena harus menelusuri blok satu per satu. Blok data tidak lagi berukuran 2 k karena pointer memerlukan beberapa byte. Masalah ini tidak Fatal. Ukuran yang janggal (bukan berukuran 2 k) kurang efisien karena program membaca dan menulis blok tidak dapat memanfaatkan sifat bilangan biner.

13 ALOKASI BLOK-BLOK FILE SEBAGAI SERANAI BERKAIT MENGGUNAKANN INDEX Kelemahan alokasi seranai berkait dieliminasi dengan menghilangkan pointerdi blok dan meletakkan sebagai tabel tersendiri di memori.seluruh blok tersedia untuk data. Skema in disebut blok-oriented file mapping. Tabel yang mencatat no blok data disebut Fat(File Alokasi table). Keunggulan 1. Pengakasesan acak lebih mudah. 2. Directori cukup menyimpan bilangan bulat nomor blok awal.

14 Directori Cukup Menyinpan Bolangan Bulat Nomor Blok Awal Blok awal ini digunakan untuk menemukan seluruh blok, tak perduli jumlah blok file itu. Directori menunjuk blok pertama file dan FAT menunjukkan blok-blok file brikutnya. Kelemahan Seluruh tabel(FAT) harus di simpan di memori. Jika penyimpanan berukuran besar mengakibatkan tabel berukuran besar dan harus ditaruh dimemori utama meskipun hanya satu file yang di buka. Penggunaan Ms-Dos menggunakan metode ini. Pengaksesan Acak Lebih Mudah Meski masih harus menelusuri rantai berkait untuk menemukan lokasi blok file, rantai blok seluruhnya dimemori sehinggah dapat di lakukan secara cepat tanpa membuat pengaksesan ke disk.

15 IMPLEMENTASI FAT DI MS-DOS Organisasi system file diFloppy disk pada MS-DOS melibatkan: 1. Boot sector yang berisi Boot record. 2. FAT. 3. Root directory. 4. Skktor-sektor untuk penyimpanan data file. Untuk Hardisk, maka di perrlukan informasi yang tersimpan ditabel partisi. Bahasan dilakukan untuk Floppy disk. Boot Sector yang Berisi Boot Record Terdapat di track 0, sector 1 berisi 0. Boot record berisi:  Kumpulan Parameter karakteristi Floppy disk.  Rutin untuk proses booting di sebut bootstrap rountine.

16 Boot Sector yang Berisi Boot Record Terdapat di track 0, sector 1 berisi 0. Boot record berisi:  Kumpulan Parameter karakteristi Floppy disk.  Rutin untuk proses booting di sebut bootstrap rountine. Boot record yang rinci berisi sebagai berikut.  Intruksi JMP.  Versi MS-DOS yang memformat Floopy disk.  Jumlah byte per sector.  Jumlah sector per cluster.  Jumlah sector untuk boot sector.  Jumlah salinan FAT.  Jumlah file maksimum di root directory.  Tipe disk.  Jumlah sector untuk tiap FAT.  Jumlah sector tiap track.  Jumlah sisi disk.  Jumlah sector yang di sembunyikan.  Bootstrap rountine. Boot sector merupakan lokasi disk yang paling kritis, kerusakaan boot sector menyebabkan data-data di disk tidak lagi dapat di akses atau tidak lagi dapat digunakan.

17 FAT (File Alocation Table) FAT adalah tabel untuk mencatat penggunaan sector di disk. Untuk menjaga kemungkinan kerusakkan maka di buat beberapa salinan FAT rusaknya FAT dapat mengakibatkan data-data di disk tidak dapat di akses. Root Direectory Berisi daftar nama file dan lokasi/cluster pertama dari file. Cluster pertama menjadi acuan pertama,awal dari file di FAT untuk menelusuri blok-blok file selanjutnya melalui FAT. Sektor-sektor untuk penyimpanan Data File Sektor-sektor yang di gunakan untukmenyimpan blok-blok file.

18 I-Node / Index-blok Chaining File di assisiasikan dengan saatu tabel kecil disebut I-node yang mendaftakan atribut-atribut dari file dan alamat blok-blok file. File Kecil Beberapa almat disk awal di siimpan di I-none itu sendiri. Untuk file kecil semua infoormasi yang diperlukan terdapat di I-node di disk dan di simpan ke memori begitu file dibuka. File Lebih Besar Untuk file lebih besar,salah satu file di I-node adalah pointer ke singly indirect blok. Singly indirect blok berisi pointer ke blok yang berisi alamat blok-blok berikutnya. Jika masih tidak cukup, field lain di i-node menunjukan ke doubly indirect block digunakan.Doubly indirect block berisi pointer ke alamat blok-blok disk yang berisi sekumpulan singly indirect block.Singly indirect block menunjukan beberapa ratus blok data file yang berikutnya. jika masih tidak cukup,dapat digunakan triple indirect block yang menunjukan sekumpulan doubly indirect block.Masing-masing doubly indirect block menunjukan sekumpulan singly indirect block.Singly indirect block ini menunjukan blok-blok data file yang berikutnya.

19 Keunggulan Isian direktori sederhana. Secara dinamis dapat mengimplementasikan file kecil sampai file yang sangat besar. Kelemahan Perlu pengaksesan disk untuk penelusuran blok-blok data file. Penggunaan UNIX menggunakanmetode ini.

20 IMPLEMENTASI DIRECTORI Isian directorimenyediaksn informasi untuk menemukan blok-blok disk. Informasi diisian direktori bergantung system pencatatan blok-blok yang digunakan. Informasi ini dapat berisi: 1. Alamat disk dari seluruh file (untukalokasi kontigu). 2. Nomor blok pertama 3. Nomor I-node. Fungsi utama sistemdirectorri adalah memetakan nama simblik file(nama file dan nama jalurnya) menjadi informasi untuk menemmukan blok-blok file. Penyimpanan Atribut-atribut file dapat dilakukan beragam cara, yaitu:  Menyimpan atribut-atribut file secara langsung diisian direktori. Banyak siistem dengan cara ini.  Untuk system-sistem yang menggunakan I-node, kemungkinan lain yaitu menyimpan atribut-atribut I-node, bukan sebagai isian direktori.Isian direktori hanya berisi I-node file.

21 PENCATATAN RUANG DISK YANG BEBAS Penyimpanan file dapat di lakukan dengan: 1. Berurutan 2. Fixed blok. Berurutan Cara ini mempunyai file bila bekembang dan ruang berikutnya telah ditempati file lain. Fixed blok blok Perkembangan file dapat diatasi tapi mentukan ukuran blok merupakan hal sulit. Blok-blok bebas yang belum digunakan pada disk harus dicatat sehingga dapat dilakukan alokasi blok-blok file yang memerlukan. Teknik Pencatat blok- blok bebas dapat dilakukan dengan:  Peta bit . Senarai berkait

22 SHARED FILE Shared File adalah system file yang tidak hanya di acu pada 1 directori juga oleh directori-directori lain. System menejemen file tidak lagi berupa pohon melainkan graph berarahtak melingkar. Implementasi Shared File Shared File dapat diimplementasikan dengan tiga teknik yaitu: 1. Membuat Pengkopian. 2. I-node. 3. Simbolik link. Shared File dengan Pengkopian File yang dipaki bersama dikopi kemasing-masiingdirectori pemakai. Keunggulan  Sederhana  Terdapat redudansi, sehingga kerusakan satu kopian masih tersedia kopian- kopian lain.

23 Kelemahan  Perubahan yang di buat satu pemakai tidak terlihat pemakai-pemakai. Kelemahan di bukan masalah Fatal, memerlukan satu mekanisme penjagaan integeritas yang rumit.  Penggunaan ruang disk yang besar karena duplikasi atau pengkopian file file yang sama. Penggunaan Dapat diterapkan pada system jaringan secara hati agar memperkecil lalu lintas komunikasi. Penerapan terutama pada file-file acuan yang jarang diperbarui. Shared file dengan File Blok0blok disk dipakai bersama tidak di daftarkan didirectori melainkan distruktur kecil diasosiasikan dengan file. Direktori-direktori lain cukup menunjuk struktur itu. Struktur data kecil itu adalah i-node. Shared File dengan symbolic Linking Sistem membuat file bertife Link(kaitan) berisi jalur file yang dikaitkan ke directori. Ketika file bertipe link dibaca maka system operasi mengetahui bahwa file yang harus di baca adalah nama file yang ditunjuk file bertipe link. System mencari direktori yang memuat i-node file itu. Kelemahan shared file dengan i-node tidak terdapat pada tekniks imboliklink karena hanyapemilik file yang mempunyai petuunjuk ke inodefile.

24 PENGAKSESAN PADA SHARED FILE Sistem manajemen file harus menuediakan alat bantu agar pengizikan pengaksesan file bersama pemakai-pemakai, menyediakan sejumlah pilihan teknik pengendalian pengaksesan bersama. Biasanya pemakai atau sekelompok pemakai diberi wewenang hak pengaksesan tertentu terhadap file itu. Hak0hak pengaksesan sangat beragam berikut adalah daftar hak-hak pengaksesan ke pemakai tehadap file.  None  Knowledge  Execution  Reading  Appending  Updating  Changing Protection  Deletion

25 None Pemakai tidak mengetahui keberadaan file, batasaan ini dilakukan dengan pemakai tidak di izinkan membaca direktori. Knowledge Pemakai dapat mengetahui keberadaan file dan pemiliknya. Bila perlu pemakai dapat meminta peningkatan hak akses file dengan mengirim pesan ke pemilik file. Pemilik file dapat mengendalikan yaitu berkuasa penuh untuk mengubah hak akses ataupun tidak. Execution Pemakai dapat memuatkan file dan mengexekusi program tapi tidak dapat mengkopinya.program-program khusus sering hanya dapat diakses dengan batasan ini. Reading Pemakai dapat membaca file untuk tujuan tertentu, termasuk pengkopian dan eksekusi. Beberapa system dapat memaksakan pembedaan antarasekedar melihat dan mengkopi. Pada aktivitas pertama, isi file dapat ditampilkan kepemakai tapi pemakai tidak mempunyai cara untuk mengkopinya.

26 Appending Pemakai dapat menambah data ke file, sering hanya diakhir file. Pemakai tidak dapat memodifikasi atau menghapus suuatu isi file. Hak ini berguna dalam mengumpulkan data dari sejumlah sumber dengan sumber-sumber tidak dapat memodifikasi file selain menambahkan data. Updating Pemakai dapat memodifikasi, menghapus dan menambah data pad file. Update biasanya termasuk menulis file, menulis ulang secara penuh atau sebagia, dan memindahkan semua atau sebagian data. Beberapa system membedakan menjadi derajat-derajat update secara berbeda. Changing Protection Pemakai dapat mengubah hak-hak akses yang di berikan ke pemakai-pemakai lain. Biasanya hak ini hanya dipegang oleh pemilik file. Unyuk mencegah penyalagunaan, pemilik file dapat menspesifikasikan hak-hak mana yang dapat diubah oleh penerima wewenang. Deletion Pemakai dapat menghapus file darisistem file.

27 KEHANDALAN SISTEM MANAJEMEN FILE Kehandalan Sistem manajemen File Kerusakan data dapat lebih mahal dibandingkan kerusakan perangkat keras karena merupakan kehilangan yang dapat diganti bila tidak memiliki saliinannya. Manajemen Blok Buruk Disk biasanya mempunyai blok-blok buruk, yang menpunyai cacat sehingga tak sempurna dalam menyimpan data. Kebanyakan produsen harddisk member dafar blok buruk yang ditemukan selama pengajian. Terdapat dua solusi terhadap blok-blok buruk yaitu: 1. Secara Perangkat Keras 2. Secara Perangkat Lunak

28 Solusi Secara Perangkat Keras Solusi dengan menyediakan track pengganti. Secara perangkat keras didedikasikan sector untuk mencatat blok-blok buruk. Daftar blok buruk menyatakan blok pengganti pada track yang disediakan untuk pengganti. Semua permintaan ke blok buruk akan diarahkan menggunakan blok pengganti. Solusi Secara Perangkat Lunak Sistem manajemen file membuat catatan semua blok buruk, menyingkirkan dari daftar blok bebas. Blok-blok ini tak pernah dipakai untuk menyimpan data. Selama catatan blok- blok buruk tidak terusik maka tak akan muncul masalah.

29 Pemulihan Dari kegagalan Disk Penanggulangan kerusakandisk saat saat operasi dapat dilakukan dengan:  Backup  Transaction log Backup Teknik yang paling biasa digunakan sddalah backup data secara periodic. Backup adalah membuat kopian file secara teratur dan meletakan kopian ditempat aman. Cara backup bergantung kapasitas penyimpanan yang di-backup, yaitu: 1. Untuk Floppy disk 2. Untuk small harddisk 3. Untuk big harddisk

30 Untuk Floppy disk Kopikan isi Floppy disk Secara keseluruhan. Cara ini dilakukan karena kapasitasnya masih kecil sehingga pengkopian dapat dilakukan secara cepat, aman dan menyeluruh. Untuk small harddisk Dump isi harddisk. Untuk big harddisk Backup bersilangan, yaitu: Dua Disk, Masing-masing dibagi mennjadi dua partisi.  Partisi pertama disk A adalah data sedang partisi kedua adalah backup untuk data disk B  Partisi pertama disk B adalah data disk B, sedangkan partisi kedua adalah backup data disk A Agar tidak terjadi pengkopian berulang-ulang file –file yang tidak dimodifikasi pada disk berukuran besar maka dilakukan Iincremental dump. Iincremental dumpadalah dump file-file yang berubah sejak terakhir kali di-dump. Terdapat daftar file yang harus di-backup di-disk.

31 Transaction Log Setiap transaksi segera dicatat (log), menghasilkan transaction log. Setiap transaksi di-backup. Teknik ini lebih mudah dilakukan di system interaktiv karena aktivitas manusia relative lebih lambat disbanding pencatatan transaksi sehingga tidak mempengaruhi wwaktu tanggap. Bila terjadi kesalahanmaka pemulihan memanfaatkan backup terakhir ddan transaksi log.Pemulihan dilakukan denagn cara system menjalankan setiap transaksi di Transaction Log terhadap backup terakhir, seterusnya sampai transaksi terakhir dicatat. Kehilangan data dikurangi, yaitu hanya satu transaksi terakhir yang tidak tercatat yang hilang musnah. Konsistensi Sistem Manajemen File Masalah penting yang lain adalah konsistensi atau integritas. Terdapat beberapa teknik mengatasi masalah konsistensi system manajemen file, antara lain: 1. Atomic update 2. Stable Storage 3. Multiversion Files Pada system multi programming harus dijamin bahwa proses-proses kongkuren meninggalkansistem dalam keadaan kosisten. Untuk menjaga konsistensi data diperlukan kendali terhadap proses-proses kongkuren.

32 Atomic Update(failure atomicity) Update record, blok dan file terjadi lengkap atau tidak sama sekali(meninggalkan system pada keadaan semula). Stable Storage Menulis di drive 1 Dilakukan verifikasi.  Jika baik maka ditulis ke drive 2 dan diverifikasi. Verifikasi untuk menangani bad sector  Jika baik maka diulangi penulisannya. Cara ini tidak pernah menjadikan system dalam keadaan ambigu. Multiversion File Dibuat file baru pada saat pengaksesan.


Download ppt "IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN FILE NAMA:YUSUF AFRIANATA NPM:1157201001159 KELAS:F (MALAM) NAMA:HERIANSYAH NPM:1157201001086 KELAS:F (MALAM)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google