Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

VASKULER 1.PENGERTIAN. 2. JENIS SIRKULASI. ARTERIA. * VENA. LYMPHE. 3. SISTEM SIRKULASI. SISTEMIK. * PORTAE. PARU. * KORONER. FETUS. * LYMPHE.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "VASKULER 1.PENGERTIAN. 2. JENIS SIRKULASI. ARTERIA. * VENA. LYMPHE. 3. SISTEM SIRKULASI. SISTEMIK. * PORTAE. PARU. * KORONER. FETUS. * LYMPHE."— Transcript presentasi:

1 VASKULER 1.PENGERTIAN. 2. JENIS SIRKULASI. ARTERIA. * VENA. LYMPHE. 3. SISTEM SIRKULASI. SISTEMIK. * PORTAE. PARU. * KORONER. FETUS. * LYMPHE.

2 PERBEDAAN ARTERI & VENA VENA ARTERI. 1.DINDING TIPIS TEBAL 2.KATUP ADA TIDAK ADA 3.ALIRAN LAMBAT LANCAR. 4.TEKANAN RENDAH TINGGI. 5.CENDERUN MELEBAR NYEMPIT 6.DINDING TENGAH TAK BEROTOT BEROTOT

3 PENGARUH UMUM GANGGUAN ARTERIA 1.DINDING ARTERI MENEBAL, RAPUH, TIDAK ELASTIS. 2.DIAMETER LUMEN MENYEMPIT. 3.DINDING INDOTELIUM KASAR, RUSAK 4.MUDAH MENIMBULKAN EMBOLI. 5.SIRKULASI ARTERI BERKURANG. 6.JARINGAN YANG DISUPLAY KEKURANGAN NUTRESI.

4 FAKTOR PENCETUS GANGGUAN ARTERI 1.HYPERCHOLESTEROL. 2.OBESITAS. 3.USIA. 4.HYPERTENSI. 5.PEROKOK. 6.STRESS. 7.KURANG GERAK. 8.PENYAKIT ( DM, TUMOR, TRAUMA)

5 ARTEROSKLEROSIS A. PENGERTIAN. B. GEJALA. 1.MERASA DINGIN. 2.SERING KESEMUTAN. 3.RASA SAKIT SAAT KERJA MENINGKAT SAAT DIAM.

6 TANDA-TANDA. 1.NADI SUKAR DIPALPASI, KERAS. 2.TEKANAN DARAH MENINGKAT. 3.KULIT KELIHATAH KERING, HITAM, MENGKILAT (TRHOPIC CHANGGES). 4.KUKU MENJADI KROPUS, MENEBAL. 5.LUKA SUKAR SEMBUH (GANGREN). 6.AKTIFITAS FISIK MENURUN.

7 TUJUAN FISIOTERAPI. 1.PERBAIKAN SIRKULASI. 2.ISTIRAHAT SEIMBANG. 3.EDUKASI. 4.MENCEGAH LEBIH JELEK. 5.PERBAIKAN KONDISI.

8 INTERVENSI FISIOTERAPI 1.BUERGER ALLEN EXERCISES. 2.BISGARD BANDAGE. 3.BISGARD MASSAGE. 4.HYPERBARYNX OKSIGEN. 5.VACUM COMPRESION TERAPI. 6.HEATING LEMBAB bila dry heathing methode REFLEK HEATHING. 7.LATIHAN FUNGSIONAL (ADL, KERJA).

9 INTERMETTEN CLAUDICATION Nyeri daerah miskin 02/ nut krn gang sirkulasi. Muncul saat kerja dan hilang saat rest. 1.Stadium awal:Nyeri saat kerja, hilang saatrest nyeri kurang dari 15 menit. 2.Stadium lanjut: nyeri saat kerja ringan, nyeri lebih dari 15 menit Dan intermetten. 3.Stadium kronik:istirahat pun dapat timbul nyeri Daerah: sakroiliaca 10%. Tungkai 80% Kaki 10 %.

10 BUERGER DESEASE NAMA LAIN: THROMBO ANGITIS OBLITERANCE. PENGERTIAN: PERADANGAN ARTERIA DISTAL, THROMBOSIS, OBLITERASI. STADIUM:1.GANGGUAN SENSASI,WARNA KULIT 2. INTERMITTEN CALOUDICATION. 3. REST PAIN. 4. NIKROSE (GANGREN). PROBLEM (PERUBAHAN PATHOLOGI). DINGIN, WARNA KULIT, SENSASI, NYERI, INTER METTEN, REST PAIN, LUKA GANGREN.

11 DIAGNOSSSE FISIOTERAPI. 1.NYERI PADA KAKI KARENA ADANYA GANGGUAN SIRKULASI. 2.NYERI PADA KAKI KARENA JARINGAN KEKURANGA OKSIGEN DAN NUTRESI. 3.ODEM KERENA ARTERI TIDAK LANCAR 4.BENGKAK KARENA ARTERI DAN VENA TIDAK LANCAR. 5.BERJALAN TERGANGGU KARENA SAKIT PADA KAKI. 6.Kemungkinan terjadi gangren karena sirkulasi tambah jelek.

12 TUJUAN FISIOTERAPI 1.EDUKASI MENCEGAH LEBIH JELEK. 2.MEMPERBAIKI SIRKULASI. 3.MENANGGULANGI NYERI. 4.MENGEMBALIKAN FUNGSI BERJALAN. INTERVENSI FISIOTERAPI.

13 RAYNOULD DESEASE. PENGERTIAN: PENYAKIT ARTERI DITAN- DAI SPASME, VASOKONTREKSI DISTAL. DIMULAI JARI TANGAN, KAKI, TELINGA. PENCETUS: HERIDITER, IKLIM DINGIN, WANITA> PRIA. GEJALA: 1. WARNA KULIT PUCAT. 2. BAAL, NYERI, MATI RASA, GATAL. 3. KONGESTI LOKAL  GANGREN.

14 ANEURISMA. PENGERTIAN: DELATASI SEGMENTAL DINDING ARTERI DALAM AKIBAT RUPTUR PRIA> WANITA. PENYEBAB: ATEROSKLEROSIS, INFEKSI, SYPILIS, TRAUMATIK, DEMAM KHUSUS. TANDA DAN GEJHALA LIHAT ARTERO SKLEROSIS. FISIOTERAPI BERPERAN PADA PRAE DAN POST OPERASI.

15 VARISES (VERICOUS VEIN). PENGERTIAN: TIMBULNYA DELATASI, MEMANJANG, BERKELOK-KELOK DIVENA DIBAWAH KULIT. PENCETUS: HERIDITER, KERJA STATIK, IKAT PINGG ANG KETAT. PATOLOGI ? TANDA DAAN GEJALA: 1.VENA MEMBESAR MEMBIRU. 2.NYERI, PEGEL-PEGEL, MUDAH LELAH 3.OEDEM TUNGKAI SAAT SORE HARI. 4.VENA BERKELOK-KELOK. 5.KOSMETIK JELEK.

16 KOMPLIKASI: THROMBOPLEBITIS, NIKROSIS, ULCER(LUKA), EXYMA. FISIOTERAPI: 1.EDUKASI, CEGAH JANGAN BERLANJUT. 2.BUERGER ALLEN EXERCISES. 3.MENINGKATKAN VENOUS RETURN. 4.ELASTIS BANDAGE SAAT KERJA. 5.REFLEK HEATING. 6.SARAN OPERASI BILA DENGAN KONSERVATIF TAK BERHASIL.

17 THROMBOSIS. PENYUMBATAN VENA AKIBAT BEKUAN DARAH YG MENEMPEL PADA DINDING PEMBULUH DARAH. ETIOLOGI: CEDERA ARTERI AKIBAT, PATAH TULANG, OPERASI, SAKIT JANTUNG, TIRAH BARING, DEMAM, PENYAKIT PARU. GEJALA: BENGKAK, KRAM DEMAM, LAKUKAN DORSI FLEKSI SAKIT OTOT GASTROK. PATOLOGI: RADANG MENGIRITASI PEMBULUH DARAH  FIBRILASI, FIBRIN MELEPAS DEPOSIT MENGGUMPALNYA DARAH PADA KLEP VENA MENGANGGU SIRKULASI VENA.

18 PERKEMBANGAN TROMBUS 1. RESOLUSI: HILANG KARENA ABSORBSI. 2. ORGANISASI: TIMBUL KONEKTIF TISU. (JARINGAN FIBROUS DINDING DALAM). 3. EMBOLISME: LEPASNYA BEKUAN DARAH IKUT ALIRAN DARAH MENJADI EMBOLI. 4. DISINTEGRASI: PENYEBAB INFEKSI TUBUH (SEPSIS). 5. KOLATERAL SIRKULASI.

19 FISIOTERAPI. MASA AKUT. 1.REST. 2.ELEVASI. 3.ELASTIS BANDAGE RINGAN. MASA RECAVERY. 1.BISGARD MASSAGE. 2.BISGARD BANDAGE. 3.BUERGER ALLEN EXERCISE 4.LATIHAN AKTIF. 5.HEATING RINGAN.(REFLEK HEATING).

20 VERICOSE ULCER. LUKA AKIBAT DEGENERASI JARINGAN. TINGKATAN: 1.INFEKSI SEPSES. 2.PENYEMBUHAN. 3.HYPER GRANULASI. 4.KRONIK.

21 FISIOTERAPI ULCERS. PEMERIKSAAN: KEADAAN,UKURAN LUKA. SIRKULASI, OEDEMA, ROM TERKAIT, KE KUATAN OPTOT, SENSORIK, KOGNETIF DAN FUNGSIONAL. TUJUAN: 1.PERBAIKAN SIRKULASI SEKITAR LUKA. 2.MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN. 3.MENGURANG TANDA DAN GEJALA. 4.MENGEMBALIKAN FUNGSIONAL.

22 INTERVENSI FISIOTERAPI 1.MASSAGE SIRKULER SEKITAR LUKA. 2.UV: TYPE 1. E 4. TYPE 2. E 1 TYPE 3. E 4 TYPE 4. E 3. 3.MOBILISASI: PASIF. ASESTED, FREE AKTIF DAN RESISTED. 4.FUNGSIONAL. ADL, KERJA, HOBY DAN REKREASI.

23 DEEP VENA THROMBOSIS TERJADI AKIBAT: OPERASI, TIRAH BARING LAMA, POST PARTUM. POTOFISIOLOGI: KONDISI YANG MEYEBAB KAN RUSAKNYA TONIKA IMTIMA (INDO TELIUM) DAN LAMBATNYA ALIRAN DARAH, HYPER KOAGULASI (LIHAT THROMBOSIS). TANDA DAN GEJALA : NYERI DAERAH TROMBUS KRAM, BENGKAK, DELATASI LOKAL, SUHU NAIK FT: AKUTE REST, BEDAH. MASA RECAVERY: LIHAT ARTEROSKLEROSES.

24 SEKIAN KONDISI VASKULER LANJUT KE HORMONAL. TERIMA KASIH RS POLRI

25 DIABITUS MILITUS Gangguan Metabolisme GLUKOSA dalam SEL. Krn defisit INSULIN. Glukosa dlm darah naik diatas 160 mg %

26 TANDA-TANDA DM. 1.POLIURI = BANYAK KENCING 2.PLIPAGI = BANYAK MAKAN 3.BANYAK MINUM 4.BERAT BADAN TURUN 5.LUKA SUKAR SEMBUH 6.SAKIT-SAKITAN 7.MENINGGAL MUDA. 8.KEMAMPUAN KERJA MENURUN.

27 PREDESPOSISI DM 1.KURANG GERAK 2.MAKAN BERLEBIH 3.KEHAMILAN 4.KURANG INSULIN (GANGGUAN PANKREAS TRAUMA/INFEKSI). 5.BEBAN INSULIN BERLEBIH 6.HERIDITER.

28 DM DI INDONESIA 1967 DI INDONESIA MENCAPAI 0,6 % 1976 DI SEMARANG 6,7 % 1979 DI PEKALONGAN 14,1 % LABORATPRIUM 1.GULA PUASA mg % 2.SESUDAH MAKAN 1 jam 170 mg % 3.SESUDAH MAKAN 2 jam 140 mg %

29 TINGKATAN DM – 160 mg % RINGAN SKALI (GEJALA) – 180 mg % RINGAN I – 250 mg % SEDANG II – 300 mg % BERAT III 5.> 301 mg % BERAT SEKALI IV 6.GULA DARAH PUASA mg % GEJALA DM BILA > 120 mg %.

30 PENGOBATAN 1.DIET 2.AKTIVTAS DITAMBAH (OR). TERATUR DAN TERUKUR. 3.OBAT

31 PENGUKURAN BB BERAT BADAN IDEAL = 90 % (TB-100) NORMAL IDEAL PLUS MINUS 10 % BMI (BODY MASSA INDEK) IMT (INDEK MASSA TUBUH).. BB. TB KUADRAT (METER). NORMAL BMI = 23-28

32 KECUKUPAN KALORI BB IDEAL KALI 25 CAL (WANITA). BB IDEAL KALI 30 CAL (LAKI) UMUR 40 – 59 DIKURANG 5 % UMUR 60 – 69 DIKURANG 10 % UMUR > 70 TH DIKURANG 20 %.

33 % PENAMBAHAN KALORI REST TAMBAH 10 % KERJA RINGAN TAMBAH 20 % KERJA SEDANG TAMBAH 30 % KERJA BERAT TAMABAH 40 % KERJA BERAT SEKALI TAMBAH 50% DIET PEMULA KURANGI % DARI BIASANYA. PENINGKATAN B B TAMBAH 30 %

34 CONTOH TB=160 cm(1,6 m) BB 70 kg. Usia 46 th. SEK=LAKI PEKERJAAN GURU BB IDEAL =160–00=60–10%= 60-6= 54kg KEBUTUHAN KAL KERJA RINGAN 54X30 = % = = 1945 cal

35 DIET BB 70 kg BB IDEAL 54 kg KEBUTUHAN KALORI 1620 CAL KEBUTUHAN KALORI DIET (5% + DIVISIASI USIA 20 %) = = 1215 KALORI

36 SYARAT KOMPOSISI DIET KOMPOSISI SAMA DNG KELUARGA HANYA DIKURANGANGI KOLORInya. BANYAK SERAT (SAYUR dan BUAH) SERING MAKAN (4-6 KALI/HARI) DNG PORSI SEDIKIT. HINDARI MINUM MANIS (Sirup,madu, gula, Keju dll) JAM MAKAN: 07.00, 10.00, 13.00, DAN 21.00;

37 KOMPLIKASI DM GANGGUAN: PENGLIHATAN ( MATA DIABIT) PARU JANTUNG (DEKOMPENSASI, PJK, GAGAL) PEMBULUH DARAH (ATEROSKLEROSIS) SYARAF (NUTRESI /FUNGSI TURUN) GINJAL (BEBAN NAIK/ GAGAL GINJAL) INFEKSI (NUTRESI KURANG NIKROSIS).

38 JENIS KOMPLIKASI 1. KAKI DIABIT BENGKAK (SIRKULASI TERGANGGU) MUDAH INFEKSI SAKIT, BAAL MUDAH LUKA UTAMA IBUJARI KAKI (NIKROSIS) ULCER. 2. MATA DIABIT. LENSA MATA KATARAK. KELENJAR LEMAK PELUPUK MATA GANGGUAN METABOLISME LEMAK KOSMETIK JELEK RETINA PATI / GANGGUAN PENGLIHATAN

39 SENAM, OLAH RAGA TEST EROBIK 12 MENIT. UNTUK USIA > 35 th HATI-HATI. PENILAIAN TEST. KURANG SEKALI > 1 mils (1,6 km) KURANG 1 – 1,24 mils (1,6 – 2 km) CUKUP 1,25 – 1,49 mils (2-2,4 km) BAIK 1,5 – 1,74 mils ( 2,4-2,8 km) BAIK SEKALI > 1,74 mils (>2,8 km)

40 PENGELOMPOKAAN SENAM/OLAH RAGA BERDASARKAN KADAR GULA DARAH 1.RINGAN (I) < 199mg% 2.SEDANG (2) mg% 3.BERAT (3) > 300 mg %

41 TUJUAN MENURUNKAN KADAR GULA DARAH 1.KEBUTUHAN GULA DARAH OTOT MENINGKAT.  SENSITIVITAS INSULIN MENINGKAT Rest 1 Mol INSULIN MENGANGKUT 7 glukose DALAM OR MAMPU 10 Glukose. 2.GLUKAGON, EPINEPRIN, NOEREPINEPRIN, KATEKOLAMIN DAN KORTISOL MENINGKAT 3.SUHU NAIK MONOSAKARIDA TERBAKAR

42 DOSIS LATIHAN FREKUENS I 3 X /MG 5 X / MG 7 X / MG INTENSITA S 60 % 5 km/jam 70 % 7 km/jam 80 % 10 km/jam TIME5-15 min 15–45 min > 45 min TYPE LATIHAN JALAN JOGING LARI JOGING REPETISI< 100 BIET/MIN LOW IMPECH BERAT SEDANGRINGAN

43 PERSIAPAN LATIHAN AEROBIK PERIKSA VITAL SIGN PERIKSA KAKI (EDEMA, LUKA) PAKAI PAKAIN OLAH RAGA SEPATU YG PAS/ JANGAN LONGGAR TETAPI HARUS KAOS KAKI TEBAL LAKUKAN PADA PAGI HARI SESUAI DOSIS LATIHAN / KELOMPOKNYA.

44 SEKIAN TERIMA KASIH FISIOTERAPI Muju terus sukses


Download ppt "VASKULER 1.PENGERTIAN. 2. JENIS SIRKULASI. ARTERIA. * VENA. LYMPHE. 3. SISTEM SIRKULASI. SISTEMIK. * PORTAE. PARU. * KORONER. FETUS. * LYMPHE."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google