Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGALAMAN RSCM DALAM PEMENUHAN STANDAR AKREDITASI KARS/JCI KHUSUSNYA MFK dr Omo Abdul Madjid SpOG Semiloka Peran Teknik Perumahsakitan Dalam Memenuhi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGALAMAN RSCM DALAM PEMENUHAN STANDAR AKREDITASI KARS/JCI KHUSUSNYA MFK dr Omo Abdul Madjid SpOG Semiloka Peran Teknik Perumahsakitan Dalam Memenuhi."— Transcript presentasi:

1 PENGALAMAN RSCM DALAM PEMENUHAN STANDAR AKREDITASI KARS/JCI KHUSUSNYA MFK dr Omo Abdul Madjid SpOG Semiloka Peran Teknik Perumahsakitan Dalam Memenuhi Standar Akreditasi RS di Bidang Manajemen Fasilitas dan Keselamatan Jakarta, 20 Maret 2014

2 MASTERPLAN VISION 2020  FACILITY PLANNING  Reorganize bulidings and functional allocation to use land more efficiently  Intensify land usage by building vertically & Increase green area  Facilitate the development of center of excellence  DESIGN  Apply “Design for Way finding” approach in reorganizing mobility, flow and connecting path between builidngs.  Develop high quality open green area between bulidings  Preserve heritage buildings and set them as landmarks  Connect primary hospital facilities with open green areas

3 CONCEPT Zone 1 : Inpatient facilities, public Zone 2 : Specialist Group: Pediatric,Woman Centre Zone 9 : Non Medic Facilities, Administration and Guest House Zone 4 : Outpatient and Emergency Group: Clinic, Emergency, Cardiac Specialists Clinic Zone 5 : Eijkman Building, Non Service Facilities but part of RSCM complex Zone 6: Private Wings Zone 7: Service Supporting Facilities Zone 8 : Specialist Group: Psychiatry, Geriatric, HIV centre Zone 3 : Imaging Diagnostics Facilities: Radiology and Radiotherapy. Also hosts the Health Insurance Administration and Internal Medicine Education Zone Boundary Connecting Plaza Green Area

4 Pokok Bahasan 1. Pengorganisasian : tim akreditasi, pokja-pokja akreditasi, bimbingan akreditasi 2. Penyusunan dokumen akreditasi 3. Fokus area program MFK : 6 fokus area, pengorganisasian MFK 4. Penyusunan kebijakan dibidang MFK : SK Dirut, SOP, IK 5. Kegiatan pemenuhan standar akreditasi : sosialisasi, pengerahan, self assessment. 6. Pembelajaran

5 Pengorganisasian  Surat Keputusan Direksi No. 1838/TU.K/34/II/2011 Tgl. 10 Februari 2011, Tentang Pembentukan panitia persiapan dan pelaksanaan Areditasi Joint Commision International (JCI) RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo  Tim Persiapan : 191orang dibagi kedalam14 Pokja sesuai jumlah standar JCI.  Tim Mutu : 20 orang, mayoritas berasal dari unit kerja yang sudah tersertifikasi ISO.  Tim Penilaian kinerja (ad hoc) : 5 orang, tdd 3 dokter, 1 non dokter, 1 tenaga sekretariat.  Wali pokja terdiri dari Para Direktur.

6 ROADMAP to JCI Acreditation 2012 January Team Formulation - Benchmark - Books February Action Plan - Submit Application - Start Documentation phase April Documentation Finished May Socialization Phase - Baseline Audit from JCI June - November Implementation phase November FIRST INTERNAL AUDIT Dec 2011 – Feb Corrective Action March MOCKUP SURVEY from JCI April Corrective Action -- Submit Application Survey May Receive & Complete JCI Survey Contract + Travel instruction form September JCI team leader determine survey agenda November JCI ACCREDITATION SURVEY December Receive accreditation decision March

7 2011 January JCI Team Formation Comparison Study to Siloam Hospital (CEO, BOD, JCI Team  50 persons) Meet with Asia Pacific JCI Managing Director: Dr. Paul Chang, in Singapore Completing JCR Books from Singapore February Launching JCI Accreditation Preparation (Awareness)  Every staff member Signed commitment in Unit Banner February-April JCI Awareness Roadshow to RSCM Departement/ Units

8 JCI Launching Ceremony, attended by General Director of Ministry of Health, Member of Legislative (DPR), Dean of Faculty of Medicine Melbourne University and Governing Body (Dewas)

9 Angklung Orchestra symbolizes cooperative teamwork

10 Launching JCI RSCM

11 Persiapan dan Kegiatan Tim Sosialisasi Program JCI Penyusunan Dokumen (Kebijakan, SPO dan IK) Tim Persiapan Review Dokumem Sosialisasi Kebijakan, SPO&IK Pengawasan saat Implementasi Tim Mutu Pengumpulan data terkait indikator medik dan KPI Analisis data  Dash Board. Tim Manajemen Kinerja 14 pokja sesuai dengan Standart JCI  21 Departemen Medik ( 145 Divisi )  10 Unit Pelayanan Medik Terpadu  2 Instalasi Medik  15 Bidang / Bagian  12 Unit pelayanan

12 Tim Persiapan dan Penyusunan Dokumen : pencanangan program, sosialisasi program dan penyusunan dokumen Tim Mutu : review dokumen, sosialisasi dan implementasi kebijakan, SPO dan IK Tim Ad Hoc persiapan Unit Manajemen Kinerja Tim Ad Hoc persiapan Unit K3RS KEGIATAN TIM

13 ROAD MAP DALAM TAHUN 2011 Penyusunan dokumen (Februari – April ) Review dan sosialisasi (Mei ) Implementasi Kebijakan, SPO dan IK ( Mei dst ) Nov : Internal Audit

14 DOCUMENTATION PHASE ACTIVITY Default Activity Key RoleSupported byMonitored by Gap Identification Consultant Documentation All Team Standard Establishment Consultant Consolidation (Intern) Team Members Coordination Ketua PokjaRelated Pokja & Dept.Project Manager Policy Suggestion Team Members & Top Management Infrastructure Review Consultant Review & Revise Team Members

15 NoChapterJml StandardJml MEKebijakanSPOIK 1IPSG ACC PFR AOP COP ASC MMU PFE QPS PCI GLD FMS SQE MCI JUMLAH DOKUMEN PENYUSUNAN DOKUMEN

16 PROGRESS per POKJA POKJA Documents’ ProgressPOKJADocuments’ Progress IPSG 40% ada, 40% draft, 20% akan dibuat kebijakan PFE60% ACC 25%QPS40% PFR ?PCI60% AOP 50%GLD? COP Pain manaj 50%FMS80% (?) ASC Bedah 50% Anestesi 25% SQE50% MMU 60%MCIRekam medik (+), kebijakan (?) Berdasarkan yang dilaporkan pada meeting tgl. 21 Maret 2011

17 PELAKSANAAN KEGIATAN (1/3) 1. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan roadmap yang telah ditetapkan. 2. Pelaksanaan kegiatan dalam bentuk :  Rapat Pokja (14pokja) minimal satu kali setiap minggu  Rapat Ketua Pokja 1 kali semingu ( senin, dihadiri wali pokja )  Workshop sesuai kebutuhan  Pemantauan saat implementasi di lapangan.

18 PELAKSANAAN KEGIATAN (2/3) 3. Pencatatan dan pelaporan kegiatan Tim Persiapan Akreditasi JCI dilaksanakan oleh Sekretariat JCI RSCM yang bertempat di Unit Pelayanan Jaminan Mutu (UPJM). 4. Hasil pencapaian dan tindak lanjut kegiatan pokok dibahas dalam jajaran Direksi setiap minggu melalui forum Rapat pimpinan dan sebulan sekali dengan Dewan Pengawas.

19 PELAKSANAAN KEGIATAN (3/3) 5. Komunikasi dengan kantor perwakilan JCI Asia Pasifik :  Pertemuan Direksi dengan Kepala Kontor JCI Asia Pasific (Mr. Paul Chang) bulan Januari  JCI Focus Survey ( baseline survey ) : Juli 2011  Mock Survey : maret 2012  Accreditation Suvey : November 2012.

20 Fokus area program MFK  Keselamatan dan keamanan  B-3  Manajemen bencana  Sistim utilitas  Kebakaran  Peralatan medik

21 RED & GREEN NEED ATTENTION NEED IMPROVEMENT NEED ASSURANCE Hampir semua kebutuhan dokumen sudah dipetakan, namun dalam pelaksanaan akan menghadapi kendala karena kegiatan evaluasi dan training untuk 4000 karyawan Membutuhkan peran IT sebagai backbone dari pendaftaran sampai discharge yang menyangkut bed management, administrasi dan billing Belum ada kelembagaan dan struktur organisasi Identifikasi Risiko cakupannya seluruh area RSCM, meliputi keselamatan kerja, keamanan dan lingkungan Guru besar, Profesor, Konsulen dan Pusat Rujukan sebagai jaminan Wajib, tidak berorientasi keselamatan pasien tidak dapat terakreditasi JCI Guru besar, Profesor, Konsulen dan Pusat Rujukan sebagai jaminan

22 Penyusunan kebijakan,SOP,IK MFK (1/2)  Kelembagaan dan organisasi K3 perlu dibentuk  Emergency Management perlu kejelasan garis komando  HBL dan Hospital Ethic harus selesai pada akhir Maret’ 11  Perbaikan IT menitikberatkan pada backbone bed management dan billing system  Standar format dokumen harus diedarkan pada akhir Maret’ 11  Trial IPSG dan Edukasi pasien harus diprogramkan dalam bulan April’ 11

23 Penyusunan kebijakan,SOP,IK MFK (2/2)  Melakukan pengukuran efektifitas awareness yang sudah digulirkan (titik berat pada peran serta departemen)  Mencari referensi atau buku yang bermanfaat untuk meningkatkan Pokja yang mengalami kesulitan pemenuhan hasil Gap Analysis (FMS, Emergency Management, PCI, QPS)  Mencari RS pembanding yang memiliki latar belakang situasi yang hampir sama untuk mencari bahan indikator pembanding (QPS)  Melakukan karantina untuk pokja yang masih tertinggal dalam pemenuhan dokumentasi

24 Implementasi kebijakan,SOP,IK MFK  Setiap meeting harus memiliki batas waktu, agenda, persiapan yang akan dibicarakan sesuai agenda, tiap orang sudah memiliki tugas dan peran, memiliki data perkembangan berdasarkan ceklis yang telah diberikan.berdasarkan ceklis yang telah diberikan  Masive effort untuk SQE harus dibantu dengan sumber daya internal yang ada atau dengan peran pihak luar RSCM  Identifikasi Risiko di FMS dibantu oleh peserta didik bidang K3 yang sedang tugas akhir

25 Renovasi untuk pemenuhan standar layanan, standar keselamatan dan kebutuhan ruang kerja. KEBUTUHAN SARANA FISIK BANGUNAN.

26 Sarana Fisik Bangunan th 2011 (1/2) 1.Kegiatan 2.Renovasi kamar operasi Inst Bedah Pusat 3.Renovasi Ruang pelatihan diklat 4.Renovasi Skill Lab ex R. Teratai 5.Kelengkapan sistem keamanan Gedung Administrasi 6.Renovasi R.Humas dan Pusat Informasi

27 Sarana Fisik Bangunan th 2011 (2/2) Kegiatan 7. Renovasi Poliklinik Obsgin 8. Renovasi Gd.Administrasi lt.1 ( Sekr.JCI, Tim Mutu, Tim Pt.Safety, Unit Manajemen Kinerja 9. Pemindahan Bag.Teknik 10. Perbaikan sarana sanitasi bagian utara RSCM 11. Pembangunan koridor penghubung gedung bagian utara RSCM 12. Kelengkapan sistem keamanan Gedung CMU 1 sesuai standar keselamatan

28 Sarana Non Medik th 2011, 2012 Kegiatan th 2011  Laundry 3,7M Penataan sistem pendokumentasian Kegiatan th 2012  Emergency Power Supply

29 Pengembangan HIS th 2011, 2012 Kegiatan th 2011  Pusat data elektronik Penataan jaringan dan server Kegiatan th 2012  Pengadaan hardware Sistem aplikasi dan pemeliharaan sistem.

30 Jenis dan jumlah peralatan kedokteran untuk memenuhi standart layanan RSCM dalam rangka akreditasi JCI. KEBUTUHAN ALAT MEDIK

31 Kebutuhan alat medik 2012 (1/4) NoDepartemen/ Instalasi/ UPTNama Alat 1Departemen Anestesi1Indirect calorimetri 2Mesin anestesi flow low, 5 unit 2Instalasi Bedah Pusat1Laparoscopy set 2Monitor non invasif, 10 unit 3Departemen IKA1Blanket roll ( ICU anak ) 2Transducer USG 4Departemen Radiologi1X - ray multipurpse stationary ceiling tube 2 Trolley Emergency + Emergency Kit, 1 Unit 5Departemen Peny. Dalam1Bedside monitor, 5 unit 2Monitor tekanan darah, unit 6Departemen Patologi Klinik1 Laminar air flow 1 unit 2Lab refrigerator 500 L, 6 unit 3Lemari Penyimpanan Reagen zat asam, 1 unit 4Lemari Penyimpanan Reagen zat yang mudah meledak. 1 unit 7Departemen Patologi Anatomik1 Hot plate, 2 2 Flotation bath, 2 3 Embending center, 1 4 Cold plate, 2 8Instalasi Farmasi1 LAF cytotoxic cabinet, 1 2 LAF horizontal cabinet, 1 9RSCM Kencana1Dental rontgen, 1 2Fixation set 3Bronchoscopy

32 Kebutuhan alat medik 2012 (2/4) NoDepartemen/ Instalasi/ UPTNama Alat 10Instalasi Gawat Darurat1 Stretcher, 18 bh 2 Trolley Emergency, 8 Unit (Lantai I) 3 Defibrilator Unit + Pulse Oxymetry, 4 Unit (Lantai I) 4 Trolley Emergency, 6 Unit (Lantai II) 5 Defibrilator Unit + Pulse Oxymetry, 2 Unit (Lantai II) 6 Trolley Emergency, 2 Unit (Lantai III) 7 Defibrilator Unit + Pulse Oxymetry, 1 Unit (Lantai III) 8 Trolley Emergency, 6 Unit (Lantai IV) 9 Defibrilator Unit + Pulse Oxymetry, 2 Unit (Lantai IV) 10 Ventilator mobile dewasa, 1 unit 11 Suction mobile, 3 unit 12Resusitasi kit dws, 10 13Resusitasi kit anak, 6 14Resusitasi kit neonatus, 2 15 Monitor invasive, 2 unit 16Laryngeal mask airway, 2 17Blanket warmer, 1 18Pulse oxy anak, 4 19Nebulizer, 7 20Jackson rees, 3 21Lampu op mob, 1 22Instrumen Bedah, 1 paket

33 Kebutuhan alat medik 2012 (3/4) NoDepartemen/ Instalasi/ UPTNama Alat 11Bedah Rawat Jalan Sehari1Tissue Welding Technology Station, 1 set 2Instrument Tonsilektomi 3Instrument appendektomi 4Pulse oksimetri 5Suction pump 6Stretcher 12Instalasi Transfusi Darah1Cool box, 25 2Plasmat thawer, 2 3Sarana & prasarana pembuatan WE, 1 4Donor chair, 1 13Departemen Gigi dan Mulut1Alat rontgen panoramic / Chepalometric digital.1 2 Trolley Emergency + Emergency Kit, 1 Unit (PKG) 14Gedung A1 Trolley Emergency + Emergency Kit, 8 Unit 2 Ventilator transport, 1 3 Monitor transport, 1 15Departemen Bedah1 Trolley Emergency + Emergency Kit, 1 Unit (Luka Bakar) 2 Trolley Emergency + Emergency Kit, 1 Unit (Bedah Anak) 16Departemen Kebidanan1 Trolley Emergency + Emergency Kit, 1 Unit (Raden Saleh) 17Departemen Psikiatri1 Trolley Emergency + Emergency Kit, 1 Unit

34 Kebutuhan alat medik 2012 (4/4) NoDepartemen/ Instalasi/ UPTNama Alat 18Unit Rawat Jalan Terpadu Poli kebidanan 1 USG 4 D, 1 unit Poli THT ( alat dasar ) Divisi otologi 1 Suction 2 Pincet bayonet mikro 3 Alat Miringotomi 4 Circle knife 5 Pneumo otoskop 6 Speculum telinga 7 Treatment unit 8 Forceps aligator 9 Forceps cup biopsi 10 Micro scissor 11 Serumen hook 12 Needle pick 13 Aplikator kapas 14 Penala 15 endoskopi Divisi onkologi (alat dasar) 1 Monitor 2 Kursi periksa 3 Tang biopsi 4 Head lamp 5 Lampu tindakan 6 Trolley Emergency + Emergency Kit, 8 Unit (Poli IRJ) 7 Trolley Emergency + Emergency Kit, 1 Unit (Poli Geriatri)

35 Jenis dan jumlah pelatihan yang harus dilaksanakan berdasarkan Standar dan Elemen Pengukuran KEBUTUHAN PELATIHAN

36 Jenis Pelatihan  Patient Safety untuk tenaga medis, staf pengajar, peserta didik, perawat, analis ( 5074 orang)  Basic Life Support untuk seluruh karyawan dan peserta didik (5071 orang)  Workshop Budaya Menolong dan Berkinerja untuk seluruh karyawan secara berjenjang. (4500 orang)  Pelatihan penanggulangan gempa dan kebakaran untuk seluruh karyawan.

37 Kebutuhan Workshop Quality & Safety Sasaran Workshop ∑ (Orang) ∑ TerminDurasi/ WS Total waktu (Termin x Durasi) ∑ Minggu Kegiatan * PJ Pt Safety 1002 X 50 org2 hr 4 hr1 minggu KPS & SPS 1102 x 55 org2 hr 4 hr1 minggu Staf Pengajar x 50 org2 hr 20 hr5 minggu PPDS x 50 org2 hr 68 hr17 minggu Mahasiswa 5005 x 100 org2 hr 10 hr3 minggu Perawat x 50 org2 hr 66 hr17 minggu Nakes lain x 52 org2 hr 20 hr5 minggu Total hr86 minggu Asumsi, dalam 1 minggu hari kerja, workshop dilakukan 4 hari berturut-turut.

38 Jadwal Workshop Quality & Safety SasaranBulan TOT KPS & SPS/// Pengajar/// PPDS/// / Mhs ///// Perawat/// Farmasis/// Nakes/// Biaya & tempat oleh RSCMBiaya & tempat oleh FKUIBiaya RSCM, tempat oleh FKUI

39 Fire Safety Workshop For Residence

40 Roadmap Program Revitalisasi Budaya RSCM Develop to Change Attitude – Hearts & Minds Inspire to Affect Behavior Define Target Culture & Build Commitment Create Awareness & Internalise Corporate Values & Behaviours Implement New Culture & Continuous Enhancement  Menyepakati landasan ideologi, nilai-nilai budaya & Perilaku Utama  Menggalang komitmen Direksi dan seluruh jajaran pimpinan untuk mendukung keberhasilan transformasi / revitalisasi budaya RSCM  Membangun awareness dan pemahaman mengenai landasan ideologi, nilai-nilai budaya dan perilaku utama RSCM melalui berbagai media komunikasi, workshop / forum-forum sharing  Membangun guiding team yang solid – Change Agents & TIB  Implementasi program-program budaya dan inisiatif-inisiatif organisasi lainnya untuk mensosialisasikan, menginternalisasikan, mengimplementasikan nilai-nilai budaya diseluruh jajaran organisasi  Role modelling  Menyelaraskan dan menerapkan mekanisme reinforcement perilaku-perilaku utama RSCM : tindakan simbolis manajemen, sistem & program-program SDM, program-program budaya  Implementasi kegiatan-kegiatan monitoring, evaluasi dan pembekalan jajaran pimpinan / Change Agent secara berkesinambungan April –

41 Ringkasan  Untuk chapter FMS, PCI dan ASC direktur umum ditetapkan sebagai walinya,. Sesungguhnya chapter-chapter tersebut memang terkait secara langsung dengan tupoksi direktur umum sehingga strategi dan manajemen waktu dalam pemenuhan standar JCI sekaligus menjadikan pencapaian tupoksi direktur umum lebih terarah dan akurat.  Sinergi antara direksi dan jajaran manajemen yang terkait dapat berjalan karena komitmen terhadap peningkatan mutu dan keselamatan sudah terbangun dengan adanya program transformasi budaya yang sudah diterapkan sebelumnya. Kesulitan, hambatan dan tantangan dapat diatasi karena adanya kerjasama yang baik.

42  Langkah strategi yang dimulai dengan membuat sistem/kebijakan, SOP dan instruksi kerja yang dibuat sendiri oleh unit-unit yang terkait, yang selanjutnya di implementasikan dengan tindakan perbaikan sarana prasarana, tatakerja termasuk pemeliharaan dan pemeriksaan secara berkala dapat lebih mudah dilaksanakan.  Dalam melaksanakan tindak lanjut temuan pada saat initial assessment, mock survey serta final survey, khususnya untuk chapter FMS dan PCI yang banyak memerlukan perbaikan sarana prasarana dengan waktu yang cukup ketat menuntut kerja keras dan kerjasama yang baik.

43 TERIMA KASIH.


Download ppt "PENGALAMAN RSCM DALAM PEMENUHAN STANDAR AKREDITASI KARS/JCI KHUSUSNYA MFK dr Omo Abdul Madjid SpOG Semiloka Peran Teknik Perumahsakitan Dalam Memenuhi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google