Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ETIKA LINGKUNGAN D.A. Suriamihardja PPLH Universitas Hasanuddin.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ETIKA LINGKUNGAN D.A. Suriamihardja PPLH Universitas Hasanuddin."— Transcript presentasi:

1

2 ETIKA LINGKUNGAN D.A. Suriamihardja PPLH Universitas Hasanuddin

3 KEDUDUKAN ETIKA ETIKA ESTETIKA SENI FILSAFAT SAINS TEKNOLOGI

4 ETIKA Etika deontologi (deon=kewajiban, logos=ilmu):Tindakan yang dinilai baik bergantung kepada kewajiban yang secara moral dinilai baik. Etika teleologi (telos=tujuan, logos=ilmu):Tindakan yang dinilai baik bergantung kepada nilal dari akibatnya. Etika teleologi terbagi menjadi egoisme dan utilitarianisme. Etika keutamaan: Tindakan yang dinilai baik tidak harus bergantung pada akibatnya atau nilai moral dari kewajiban tindakan yang dilakukannya, tetapi pada keteladanan yang kontekstual dari para pemuka/tokoh.

5 Etika Lingkungan Hidup Etika lingkungan hidup memberikan dasar bertindak yang dinilai baik secara moral dalam hubungan antar manusia (aspek culture), dengan makhluk non-manusia (aspek biotik), dan dengan alam semesta (aspek abiotik).

6 Pusat-pusat Keberpihakan Anthropocentrism (shallow environmental ethics): alam hanya dilihat dalam relasi instrumental, kalaupun ada kepedulian manusia terhadap alam semata-mata untuk menjamin kebutuhan hidupnya. Biocentrism (Intermediate environmental ethics): alam beserta kehidupan makhluk lainnya pantas dipertimbangkan dan mendapat kepedulian moral, terlepas dari apakah ia bernilai atau tidak bagi manusia. Eco-centrism (Deep environmental ethics): kewajiban dan tanggung jawab moral tidak hanya dibatasi pada makhluk hidup saja, tetapi juga pada benda-benda abiotis, karena satu sama lain memiliki keterkaitan.

7 Prinsip-prinsip Etika Lingkungan Hormat pada alam (Respect for nature) Tanggung jawab moral Moral pada alam (responsibility for nature) Solidaritas kosmik (Cosmic solidarity) Mengasihi alam (Caring for nature) Tidak merugikan alam (No harm principle) Bersahaja dan selaras dengan kehendak alam Akses yang sama terhadap pengelolaan lingkungan hidup Memelihara keanekaragaman dan keanekarupaan Integritas moral

8 KONSEP ETIKA HINDU BALI Tat Twam Asi (Kau adalah itu): Ketakterpisahan antara manusia dan alam Ahimsa Paramo Dharma: Tidak menyakiti dan melukai (ahimsa) adalah perilaku (dharma) mulia. Tri Hita Karana: Tiga hubungan seimbang manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Yang Kudus.

9 PEMIKIRAN MAHATMA GANDHI Swaraj (Self-rule, Otonomi) Satyagraha (emphasizing passive resistance and non-cooperation) Swadeshi (the spirit of regeneration, a method of creative reconstruction)

10 HUKUM DI ALAM SEMESTA Karma: di alam semesta ini, tidak ada suatu kejadian yang berdiri sendiri secara mutlak, Paticca Samuppda (Kebaikan dari keseluruhan): Berbagai sebab (sebab musabab) di alam semesta ini muncul bersamaan karena terdapat syarat yang saling berkaitan, Annica: Segala sesuatu di alam semesta ini bersifat sementara, tidak kekal, dan selalu berubah, Majimma Patipada:Segala sesuatu di alam semesta ini mengikuti jalan keseimbangan.

11 Kebaikan dari keseluruhan Pengendalian diri dan kemurahan hati Penghargaan dan cinta kasih DUNIA YANG SELARAS, TATANAN ANTAR-MAKHLUK (ORDER OF INTER-BEING)

12 Kerusakan Lingkungan Hidup “Telah dinampakkan kerusakan di daratan dan lautan karena ulah tangan manusia, agar Ia membuat mereka merasakan sebagian dari apa yang mereka lakukan, sehingga mereka mau kembali ke jalan yang lurus”. (QS Ar-Rum: 41) “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Janganlah berbuat kerusakan di bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami ini sedang mengadakan perbaikan”. Ingatlah sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar “. (QS Al Baqarah : 11-12)

13 Berbagai Bentuk Kerusakan Lingkungan Abiotik Gangguan terhadap daur energi, materi & informasi Gangguan terhadap daur hidrologi & drainase Peningkatan suhu & tekanan udara Peningkatan lalulintas kendaraan, listrik, & informasi Produk sampah /limbah/asap/debu/bising/getaran Gangguan terhadap estetika landscape & seascape Gangguan terhadap irama musim, berkah, dan petaka

14 Seruan Agar Diri-diri Beramal Shaleh “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang : yang beriman di antara kamu, dan yang beramal shaleh bahwa Dia sesungguhnya akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa” [QS An-Nur : 55] “ Dan hendaklah ada di antara kaum segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung” [QS Ali ‘Imran : 104]

15 Tugas Utama Kekhalifahan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Al-Intifa’ [mengambil manfaat dan mendayagunakan dengan sebaik-baiknya] Al-I’tibar [mengambil pelajaran, memikirkan, mensyukuri, seraya menggali rahasia-rahasia di balik ciptaan Allah swt] Al- Islah [memelihara dan menjaga kelestarian alam untuk kemaslahatan dan kemakmuran manusia, serta tetap terjaganya harmoni alam ciptaan Allah swt]

16 PENCIPTAAN ALAM SEMESTA “Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main….” QS Ad-Dukhan: 38 “Dan Dia telah menciptakan segala-galanya lalu ditata-Nya dengan penuh keserasian” QS Al Furqan: 2 “…..kamu sekali- kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang…….” QS Al Mulk: 3 KETERTIBAN KESEIMBANGAN KESERASIAN

17 PANDANGAN UMAT KRISTIANI Kitab Kejadian, pasal 1: Alam semesta beserta segala isinya diserahkan kepada manusia untuk dikuasai dan ditaklukkan Kitab Kejadian, pasal 2: 9 Manusia dapat menetapkan pilihan mana yang baik untuk dilakukan, dan amana yang buruk untuk dihindari

18 Pandangan Terhadap Keberadaan Alam Memenuhi kebutuhan hidup berupa kebutuhan mendesak, kebutuhan mendasar, dan kebutuhan pelengkap Sebagai kesatuan harmonis yang tidak dapat dipisah-pisahkan : suatu jaringan relasi dinamis yang meliputi manusia dan kesadarannya secara essensial [K.H. Sahal Mahfudh]

19 Mutu Lingkungan Hidup Tiga hal yang menjernihkan pandangan, yaitu menyaksikan pandangan : Pada yang hijau lagi asri Pada air yang mengalir, dan Pada wajah yang rupawan [H. R. Ahmad]


Download ppt "ETIKA LINGKUNGAN D.A. Suriamihardja PPLH Universitas Hasanuddin."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google