Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT"— Transcript presentasi:

1 PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT
RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) TAHUN 2015 PROVINSI JAWA BARAT Disampaikan pada PRA MUSRENBANG DI WKPP-II Purwakarta Disampaikan oleh : Prof. DR. Ir. DENY JUANDA PURADIMAJA, DEA Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Purwakarta, 25 Maret 2014 PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

2 JOINT MEETING (Sabtu,22 Maret 2014 Bappeda dan Disdik)
(1)Membangun Pendidikan Masyarakat Jawa Barat yang bermutu,berdaya saing dan akuntabel (2)Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Kewilayahan untuk target IPM (3)Khusus: (3a)BOS : SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA (3b)Aneka Beasiswa Perg.Tinggi:Governor List Scholarship/Beasiswa Gubernur, dan Beasiswa Umum PAGM (3c)Penegerian UNSIL,UNSWAGATI,UNSIKA,Politeknik Kota Sukabumi dan Pendirian PDD (Perguruan Tinggi di luar domisili) (3d)Ruang Kelas Baru SD/SMP/SMA dan Perguruan Tinggi (3e)Pembangunan Kobong (3f)Perluasan Mutu Penddikan Dasar/Menengah dan Pendidikan Tinggi (3f)Pembangunan dan Pengembangan Taman Budaya Ilmu dan Teknologi ( TBIT) JATINANGOR CONTOH JOINT MEETING 1

3 1. PENDAHULUAN 2

4 SEKILAS PERINGKAT INDONESIA DI DUNIA
NO SURVEY TAHUN RANKING INDONESIA KETERANGAN 1 The Global Competitiveness Report (WEF) World Economic Forum Tertinggi di Dunia : Swiss 2011 Ranking 46 (Dunia) 3 Pilar Daya Saing Persyaratan Dasar (Institusi, Infrastruktur, Makroekonomi, Kesehatan dan Pendidikan Dasar) Penompang Efisiensi (Pendidikan Tinggi, Efisiensi Pasar Barang, Efisiensi Pasar Tenaga Kerja, Pasar Keuangan, Kesiapan Teknologi dan Besar Pasar) Inovasi dan Kecanggihan Bisnis 2 World Tourism Ranking Indikator : Jumlah Turis Asing dan Pendapatan Negara dari Wisata 2010 Ranking 9 (Asia-Pasific) : 7 Juta Turis Asing Tertinggi di Dunia: Perancis (76,80 Juta Turis Asing) berdasar UNWTO. Tahun : total di dunia 940 juta Turis Asing 3 Indeks Pembangunan Manusia (185 Negara) 2012 Ranking 121 (Dunia) (IPM 62,9) Tertinggi di Dunia : Norwegia 94,3 (UHH 81,1 Th; RLS 17,3 Th) Indonesia : (UHH 69,4 Th ; RLS 5,8 Th) 4 Top 20 Countries With The Highest Number Of Internet User Rangking 16 (Dunia) 30 Juta Pengguna Jumlah Pengguna Internet. Tertinggi di Dunia: China 420 Juta Pengguna 5 Environmental Performance Index (EPI) - Tertinggi Negara Iceland (score 93,5) Tidak masuk pada 50 besar dari 163 negara. EPI Indicator : Kehandalan Ekosistem Lingkungan Sehat 6 IT Index Rangking 57 dengan score 24,8 Tertinggi : USA dengan score 80,5 Indicator : Overall business environment IT infrastructure Human Capital Daya Saing Negara di Dunia Parawisata di Dunia 3

5 Proyeksi Perkembangan Jumlah Penduduk
PROVINSI JAWA BARAT (KONDISI TAHUN 2013) Proyeksi Perkembangan Jumlah Penduduk 44,3 Juta Tahun 2013 45,34 Juta Jiwa Kabupaten/Kota : 27 Luas : ,44 Ha Kecamatan : Kelurahan : Desa : Penduduk Indonesia (2012) : Jiwa Jabar (2013) : 45,340,8 Juta Jiwa Penduduk Miskin (2013) : 9,61 % PDRB : Rp. 386,84 Trilyun (adhb) PDRB per kapita : Rp. 23,603 Juta (adhb) Inflasi : 9,15 % LPE : 6,05 % IPM : 73,40* RLS : 8,09 th AMH : 96,49 % AKI (2011) : 217 per Kel Hidup AKB (2012) : 30 per Kel Hidup APK SD : 119,55 % APK SLTP : 95,25 % APK SLTA : 70,19 % APK PT : 17,09 % Jumlah Penduduk Per BKPP Th 2012 : BKPP Wilayah I Bogor BKPP Wilayah II Purwakarta BKPP Wilayah III Cirebon BKPP Wilayah IV Priangan Jabar 4

6 5 VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 VISI PEMERINTAH DAERAH
DAN VISI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN VISI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – DENGAN IMAN DAN TAKWA, PROVINSI JAWA BARAT TERMAJU DI INDONESIA TUJUH BIDANG UNGGULAN SEBAGAI PENCIRI Jawa Barat TERMAJU DI INDONESIA TAHUN 2025 MISI MISI PERTAMA : Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya saing MISI KEDUA : Membangun Perekonomian yang Kokoh dan Berkeadilan MISI KETIGA : Meningkatkan Kinerja Pemerintahan, Profesionalisme Aparatur, dan Perluasan Partisipasi Publik MISI KEEMPAT : Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan Infrastruktur Strategis yang Berkelanjutan MISI KE LIMA : Meningkatkan Kehidupan Sosial, Seni dan Budaya, Peran Pemuda dan Olah Raga serta Pengembangan Pariwisata dalam Bingkai Kearifan Lokal PENYELENGGARAAN Pemerintahan YANG Bermutu (Beyond the expectation), Akuntabel dan BERBASIS Ilmu Pengetahuan. Masyarakat Yang Cerdas, Produktif dan Berdaya Saing TINGGI. PENGELOLAAN Pertanian dan Kelautan. Energi Baru dan TERBAHARUKAN SERTA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR. Industri Manufaktur, INDUSTRI JASA dan INDUSTRI KREATIF. Infrastruktur Yang Handal dan Pengelolaan Lingkungan Hidup YANG BERIMBANG Untuk Pembangunan Yang Berkelanjutan. Pengembangan Budaya Lokal dan Menjadi Destinasi Wisata DUNIA. 5

7 PERBANDINGAN PERSENTASE WIRAUSAHAWAN DI BEBERAPA NEGARA
Sosiolog David McClelland dalam bukunya The Achieving Society (1961) menyatakan bahwa : Suatu Negara bisa makmur apabila ada Wirausaha (entrepreneur ) sedikitnya 2 % dari jumlah penduduknya. Amerika Serikat ,5 % Cina ,0 % Jepang ,0 % Singapura ,2 % Thailand ,1 % Malaysia ,1 % Indonesia ,6 % Jawa Barat ,9 % 6

8 Employers also value technical skills, saying that
skilled production and senior secondary need of training Evidence By type of job By level of education 7 Source: Indonesia Skills Survey (2010)

9 Labor force structure & unemployment in Indonesia (BPS, July 2010)
Source: BPS, 2010 8

10 KITA PUNYA BONUS DEMOGRAFI
Saat ini Indonesia menikmati Bonus Demografi karena penurunan fertilitas. Bisa berlanjut bahkan setelah DR naik, namun harus bersumber dari kelompok lansia yang sehat, berpendidikan dan produktif. Kita telah, sedang, dan masih akan menikmati Bonus 1 ->>| Bonus 2 ->>> Suahasil N.,2014 9

11 KITA HIDUP DI KOTA 2035: 67% PERUBAHAN EKONOMI DAN SOSIAL
URBANISASI terjadi karena pertumbuhan penduduk kota, perpindahan penduduk dari desa ke kota, dan juga karena pembangunan daerah mengubah desa menjadi kota. 2035: 67% Persentase penduduk Indonesia yang tinggal di Perkotaan PERUBAHAN EKONOMI DAN SOSIAL Permintaan konsumen: sandang, pangan, papan Infrastruktur: transportasi, komunikasi, energi, jasa lainnya 2025 : 60% 2015 : 53% Sumber: Bappenas (2005, 2013) 2005 : 48% 1971 : 17% 10 Suahasil N.,2014 mustafadroid.blogspot.com

12 TANTANGAN KEPENDUDUKAN 2035
Jumlah USIA KERJA meningkat pesat – 207 juta di 2035 (+50 juta dari 2010). Dengan DR yang menurun, maka ANGKA PARTISIPASI KERJA akan meningkat, termasuk di antara kelompok perempuan. PENUAAN umur penduduk – 10.6% penduduk berumur 65+ tahun. Dipicu oleh peningkatan Umur Harapan Hidup menuju 72,4 tahun (2035). Implikasi kepada pembangunan ekonomi jangka panjang dalam hal AKUMULASI TABUNGAN dan juga kepada implementasi program JAMINAN SOSIAL Suahasil N.,2014 11

13 PDRB perkapita Relatif thd Nasional
NAMUN TREN MASA LALU MENUNJUKKAN ADANYA KETIMPANGAN PEMBANGUNAN REGIONAL Region Distribusi PDB PDRB perkapita Relatif thd Nasional 1971 1990 2010 Sumatera 29.1 25.3 23.0 1.7 1.3 1.1 Jakarta 8.7 12.1 16.3 2.4 2.7 4.2 Jawa & Bali (tanpa Jakarta) 47.7 46.2 43.1 0.8 Nusa Tenggara 1.5 0.5 0.4 Kalimantan 5.2 9.1 1.9 1.6 Sulawesi 5.8 4.1 4.6 0.6 0.7 Maluku & Papua 1.8 1.0 0.9 Sumber: Mahi & Nazara (2012) Dalam periode waktu 40 tahun lebih: Sekitar 80% PDB Indonesia tercipta di Jawa dan Sumatera Proporsi Jakarta meningkat 2x lipat (dalam percentage points) Pembangunan Indonesia masih Jawa- dan khususnya Jakarta-sentris Tren yang terjadi selama 40 tahun terakhir akan butuh waktu lama untuk diubah. Suahasil N.,2014 12

14 Pengeluaran/kapita (Rp/bulan) Jumlah Penduduk (juta)
PEMBANGUNAN EKONOMI SELAMA INI MENCIPTAKAN KELAS MENENGAH Antara , sekitar 55 juta orang bergabung dengan Kelas Menengah Pengeluaran/kapita (Rp/bulan) Proporsi Penduduk (%) Jumlah Penduduk (juta) 2003 2010 < 225 ribu 21.9 14 47.1 33.0 225 ribu ribu 40.4 29.3 86.9 69.1 360 ribu ribu 32.1 38.5 69.0 90.9 720 ribu - 1,1 juta 3.9 11.7 8.4 27.6 1,1 juta - 1,8 juta 1.3 5 2.8 11.8 1,8 juta - 3,6 juta 0.3 0.6 3.1 > 3,6 juta 0.1 0.2 0.5 Miskin & Rentan Kelas Menengah Kaya Suahasil N.,2014 13

15 PERLINDUNGAN SOSIAL Setiap orang menghadapi RESIKO sepanjang hayatnya.
Negara membantu warganya me-manage resiko tersebut School -age 6 4 5 3 2 Pregnancy Working age 1 Married Old-age UU 40/2004 on Sistem Jaminan Sosial Nasional Kesehatan Kecelakaan kerja Hari tua Pensiun Kematian Program Penanggulangan Kemiskinan Bantuan Sosial RT Pemberdayaan masyarakat Penciptaan pendapatan Infant & toddler Suahasil N.,2014 14

16 LAYANAN KESEHATAN LAYANAN SEKUNDER:
Akses terhadap layanan primer cukup baik (meskipun ada kesenjangan antar daerah) Akses terhadap layanan sekunder masih memprihatinkan. Akses ke Rumah Sakit pada Kecamatan di Pedesaan: 51% dari populasi (urban: 91%) Dengan akses yang terbatas, maka Kelas Menengah menghadapi kerentanan yang tinggi BPJS Kesehatan harus menyediakan sistem yang dapat melindungi Kelas Menengah Indonesia. Pemerintah menyediakan sistem/skema perlindungan yang dapat diikuti oleh seluruh kelompok masyarakat. Tanggung jawab Premi oleh Pemerintah adalah untuk kelompok miskin & rentan (bukan Kelas Menengah), serta pegawai Pemerintah LAYANAN PRIMER: Relatif sudah lebih baik, kecuali di Timur LAYANAN SEKUNDER: Masih mengkhawatirkan, kecuali Jawa 15

17 The Way Towards Green & Clean City
CONTOH PENDIDIKAN: PENDIDIKAN MASYARAKAT UNTUK MERAIH GREEN and CLEAN CITY The Way Towards Green & Clean City Singapore Experience Hitomi Ueno 16

18 Singapore is “Fine” city…
CONTOH Hati – hati peristilahan !!!!!!!! OR… Fine yang dimaksud adalah DENDA …………………bukan Baik/Ramah/Halus/Indah 17

19 Singapore is “Fine” city…
18

20 CURRICULUM Campaign for Environmental Health
1968 Keep Singapore Clean 1969 Keep Singapore Clean and Mosquito-Free 1970 Keep Singapore Clean and Pollution-Free 1971 Keep Singapore Pollution Free 1973 Keep Our Water Clean 1974 Clean Food for Health 1975 Better Food for Better Health 1976 Combat Infectious Disease 1980 Disposal of Refuse in Plastic Bag 1981 Food Hygiene Anti-0-Mosquito Breeding 1982 Public Toilet Cleanliness 1983 Food Centres & Markets Cleanliness 1984 Anti-spitting 1988 Clean Public Toilets Singapore is Our Home – Let’s Clean & Beautiful CONTOH SINGAPORE : 20 TAHUN 19

21 Clean and Green Week since 1990
Ministry realized that awareness alone was not enough; people had to act. Encouraging greater community participation in caring for the environment. Green Leaf Award for outstanding contributions to the environment. CONTOH 20

22 Changes in the Landscape (Clarke Quay 1980s - 2001)
1974 2001 CONTOH: VISUALISASIKAN APA YANG AKAN DIWUJUDKAN 21

23 2. ARAH KEBIJAKAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015
22

24 ANALISIS POSISI RELATIF KAB/KOTA (BERDASARKAN IPM) TAHUN 2012
Kluster 1 Tidak ada prioritas IP (AMH), IK Komponen 1 (AMH, IK) Kota Banjar IP (RLS), IDB IP (RLS) Kab. Ciamis Kluster 2 Kluster 3 Komponen 2 (RLS, IDB) 23 BKPP I Bogor BKPP II Purwakarta BKPP III Cirebon BKPP IV Priangan Timur BKPP IV Bandung Raya

25 Untuk peningkatan IPM JAWA BARAT
CONTOH: PERNYATAAN AFIRMATIF…dan buat untuk yang lain. Untuk peningkatan IPM JAWA BARAT (1)TINGKATKAN RLS penduduk usia 15 tahun ke atas secara MASAL (2)TINGKATKAN Program Hidup Bersih dan Sehat dan Layanan Kesehatan Desa (3)TINGKATKAN PENDAPATAN Penduduk dan TURUNKAN Jumlah KEMISKINAN 24

26 IPM aspek Pendidikan : 15 tahun ke atas
Kepala BKKBN,2014 25

27 CONTOH Sumber : Hasil Olahan Bappeda Jabar dan TN2PK, 2013 26

28 Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 - 2018
Visi: JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA MISI 1 : Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya saing Masyarakat Jawa Barat yang agamis, berakhlak mulia, sehat, cerdas, bermoral, berbudaya IPTEK, memiliki spirit juara dan siap berkompetisi. MISI 2 : Membangun Perekonomian yang Kokoh dan Berkeadilan Perekonomian Jawa Barat yang semakin maju dan berdaya saing, bersinergi antar skala usaha, berbasis ekonomi pertanian dan non pertanian yang mampu menarik investasi dalam dan luar negeri, menyerap banyak tenaga kerja, serta memberikan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. MISI 3 : Meningkatkan Kinerja Pemerintahan, Profesionalisme Aparatur, dan Perluasan Partisipasi Publik Pemerintahan Jawa Barat yang bermutu dan akuntabel, handal dan terpercaya dalam pelayanan yang ditopang oleh aparatur profesional, sistem yang modern berbasis IPTEK menuju tatakelola pemerintahan yang baik (Good Governance) dan pemerintahan yang bersih (Clean Government) serta menerapkan model manajemen pemerintahan hibrida yang mengkombinasikan manajemen berbasis kabupaten/kota dengan manajemen lintas kabupaten/kota. MISI 4 : Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan Infrastruktur Strategis yang Berkelanjutan Pembangunan Jawa Barat yang selaras dengan kondisi daya dukung dan daya tampung lingkungan, memiliki infrastruktur dasar yang memadai, serta didukung oleh tersedianya infrastruktur yang mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah dan pertumbuhan ekonomi. MISI 5 : Meningkatkan Kehidupan Sosial, Seni dan Budaya, Peran Pemuda dan Olah Raga serta Pengembangan Pariwisata dalam Bingkai Kearifan Lokal Kehidupan sosial kemasyarakatan yang kokoh dan berbudaya yang bercirikan tingginya pemanfaatan modal sosial dalam pembangunan, meningkatnya ketahanan keluarga, menurunnya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), tingginya peran pemuda dalam pembangunan, meningkatnya prestasi olah raga tingkat nasional dan internasional, terpeliharanya seni dan warisan budaya dan industri pariwisata yang berdaya saing dalam bingkai kearifan lokal. 27

29 JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA
KEBIJAKAN OPERASIONAL PEMERINTAH PROVINSI UNTUK KELANJUTAN PEMBANGUNAN JAWA BARAT MELANJUTKAN MELANJUTKAN PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN YANG SUDAH BAIK DAN SUDAH SELESAI UNTUK SELANJUTNYA DIMANFAATKAN DAN DIREPLIKASI KE BERBAGAI DAERAH; MENUNTASKAN MENUNTASKAN PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN YANG SUDAH BAIK DAN SUDAH DIMULAI DILAKSANAKAN NAMUN BELUM SELESAI UNTUK SEGERA DAPAT DIMANFAATKAN; MEMBERI DUKUNGAN MEMBERI DUKUNGAN, PADA PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN YANG DILAKUKAN LANGSUNG OLEH KOMUNITAS BERBASIS MASYARAKAT, AKADEMISI DAN INSTITUSI PENDIDIKAN/RISET SERTA DUNIA USAHA; REPOSISI REPOSISI DENGAN MENERAPKAN STRATEGI BARU UNTUK PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN YANG SUDAH BAIK NAMUN BELUM BISA DILAKSANAKAN PEMBANGUNANNYA KARENA MENGALAMI HAMBATAN; REORIENTASI MELAKUKAN REORIENTASI DENGAN MENYUSUN PROGRAM-PROGRAM BARU BERSIFAT TEROBOSAN, SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN DAN TUNTUTAN PEMBANGUNAN YANG PERLU SEGERA DILAKSANAKAN BERSAMA BUPATI DAN WALIKOTA DENGAN DUKUNGAN DARI PEMERINTAH PUSAT. Berdasarkan 5 hal di atas maka VISI PEMBANGUNAN JABAR adalah: JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA 28

30 Janji Gubernur PENDIDIKAN GRATIS SD, SLTP DAN SLTA DI SELURUH JAWA BARAT SERTA PEMBANGUNAN RUANG KELAS BARU BEASISWA PENDIDIKAN UNTUK PEMUDA, TENAGA MEDIS, SERTA KELUARGA ATLIT BERPRESTASI DAN GURU REVITALISASI POSYANDU DAN DANA OPERASIONAL KADER POSYANDU MEMBUKA 2 JUTA SERAPAN TENAGA KERJA BARU DAN MENCETAK WIRAUSAHAAN BARU JAWA BARAT ALOKASI 4 TRILIYUN UNTUK INFRASTRULTUR DESA DAN PERDESAAN REHABILITASI RUMAH RAKYAT MISKIN PEMBANGUNAN PUSAT SENI DAN BUDAYA JAWA BARAT DI KABUPATEN/ KOTA PEMBANGUNAN GELANGGANG OLAHRAGA DI KABUPATEN/ KOTA Janji Gubernur ini selengkapnya tercantum pada naskah pemaparan Visi dan Misi Calon Gubernur Jawa Barat Tahun 18 29

31 PENDIDIKAN GRATIS SD, SLTP DAN SLTA DI SELURUH JAWA BARAT
1 CONTOH OPD/Biro Pendukung OPD/Biro Mitra OPD/Biro Penanggung Jawab 30

32 BEASISWA PENDIDIKAN UNTUK PEMUDA, TENAGA MEDIS, SERTA KELUARGA ATLIT BERPRESTASI DAN GURU
2 CONTOH OPD/Biro Pendukung OPD/Biro Mitra OPD/Biro Penanggung Jawab 31

33 10 PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN PERDESAAN
Common Goals 1 PENINGKATAN AKSESIBILITAS DAN MUTU PENDIDIKAN 2 PENINGKATAN AKSESIBILITAS DAN KUALITAS LAYANAN KESEHATAN 3 INFRASTRUKTUR WILAYAH, ENERGI DAN AIR BAKU 4 EKONOMI PERTANIAN 5 EKONOMI NON PERTANIAN 6 SUMBER DAYA ALAM, LINGKUNGAN HIDUP DAN KEBENCANAAN 7 PENGELOLAAN SENI, BUDAYA, WISATA SERTA KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA 8 KETAHANAN KELUARGA DAN KEPENDUDUKAN 9 KEMISKINAN, PMKS DAN KEAMANAN 10 PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN PERDESAAN Common Goals RPJMD TAHUN 32

34 TEMATIK SEKTORAL JAWA BARAT
KEGIATAN PRIORITAS (2013 – 2018) TEMATIK SEKTORAL JAWA BARAT Jabar bebas putus jenjang sekolah Peningkatan pelayanan pendidikan non formal plus kewirausahaan dengan sasaran usia 15 tahun ke atas Pendidikan berkebutuhan khusus Peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan tinggi Peningkatan fasilitas pendidikan dan kompetensi tenaga pendidik CG 1 Meningkatkan Aksesibilitas dan Mutu Pendidikan CG 6 Meningkatkan pengelolaan sumber daya alam, lingkungan hidup dan kebencanaan Pengendalian pemanfaatan sumber daya mineral dan non mineral Konservasi dan rehabilitasi kawasan lindung 45% Pengendalian pencemaran limbah industri, limbah domestic dan pengelolaan sampah regional Penanganan bencana longsor dan banjir Peningkatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, puskesmas PONED dan pemenuhan sumber daya kesehatan Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak Peningkatan Layanan Rumah sakit Rujukan dan Rumah sakit Jiwa Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat CG 2 Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan Kesehatan CG 7 Meningkatkan pengelolaan seni, budaya dan wisata serta kepemudaan dan olah raga Pengembangan fasilitas olahraga dan kepemudaan Pelestarian seni budaya tradisonal dan benda cagar budaya di Jawa Barat Gelar karya dan kreativitas seni budaya di Jawa Barat Pengembangan Destinasi wisata CG 3 Mengembangkan Infrastruktur Wilayah, Energi dan Air Baku CG 8 Meningkatkan ketahanan keluarga dan kependudukan Peningkatan ketahanan keluarga dan program keluarga berencana Peningkatan pemberdayaan perempuan dan ekonomi keluarga Peningkatan pengelolaan kependudukan Penangnan kemacetan lalu lintas di Metropolitan Bodebek-Karpur dan Bandung Raya Infrastruktur Strategis di Koridor Bandung-Cirebon, Cianjur-Sukabumi-Bogor, Jakarta-Cirebon, Bandung-tasikmalaya serta Jabar selatan Infrastruktur jalan dan perhubungan Infrastruktur sumber daya air dan irigasi strategis; Kawasan industry terpadu, infrastruktur permukiman dan perumahan; Jabar mandiri energy perdesaan untuk listrik dan bahan bakar kebutuhan domestic; dan Pemenuhan kecukupan air baku dan pengembangan infrastruktur air bersih perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat Pengurangan Kemiskinan Peningkatan rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, jaminan sosial dan perlindungan sosial terhadap PMKS; Peningkatan ketentraman dan keamanan masyarakat CG 9 Menanggulangi kemiskinan, Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial dan Keamanan CG 4 Meningkatkan Ekonomi Pertanian Jabar sebagai sentra produksi benih/bibit nasional Pengembangan agribisnis, forest business, marine business, dan agroindustry Perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, pemenuhan 13 juta ton GKG dan swasembada protein hewani Jawa Barat bebas rawan pangan Meningkatnya dukungan infrastruktur (jalan, jembatan dan irigasi) di sentra produksi pangan Efektivitas Pemerintahan dan profesionalisme aparatur Peningkatan kualitas komunikasi organisasi dan komunikasi public Penataan sistem hukum dan penegakan hukum Kerjasama program pembangunan dan pendanaan multipihak Peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas pembangunan serta pengelolaan aset dan keuangan; dan Peningkatan sarana dan prasarana Pemerintahan dan Desa CG 10 Modernisasi Pemerintahan dan Pembangunan Perdesaan Peningkatan budaya masyarakat bekerja, perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha UMKM Perkuatan peran BUMD dalam pembangunan dan mewujudkan Jawa Barat sebagai tujuan investasi Pengembangan skema pembiayaan alternative Pengembangan industry manufaktur Pengembangan industry keratif dan wirausahawan muda kreatif CG 5 Meningkatkan Ekonomi Non Pertanian 33

35 TEMATIK KEWILAYAHAN JAWA BARAT
KEGIATAN PRIORITAS (2013 – 2018) TEMATIK KEWILAYAHAN JAWA BARAT WKPP II (wilayah purwakarta) Pengembangan industri manufaktur; Pengembangan industri keramik dan gerabah; Pengembangan industri perberasan dan makanan, olahan berbasis bahan baku lokal, perkebunan, budidaya ikan air tawar dan air payau,serta ternak sapi perah, sapi potong, kambing/domba, ayam ras serta unggas lokal; Pengembangan wisata sejarah dan wisata pilgrimage (ziarah); Pengembangan metropolitan BODEBEK KARPUR. WKPP III (wilayah cirebon) Pengembangan industri mangga gedong gincu dan industrialisasi perikanan; Pengembangan sistem perdagangan komoditi beras dan palawija; Pengembangan industri batik dan rotan, serta industri makanan olahan berbahan baku lokal; Pelestarian keraton, wisata sejarah, wisata ziarah (pilgrimage) dan mengembangkan ekowisata; Pengembangan Metropolitan Cirebon Raya serta Kawasan BIJB dan Aerocity Kertajati. WKPP IV (wilayah priangan) Pengembangan Kawasan Pendidikan Tinggi dan Riset Terpadu di Jatinangor; Pengembangan klaster unggas, perikanan budidaya air tawar dan tangkap, serta ternak sapi perah, sapi potong, domba Garut, kambing dan jejaringnya serta pengembangan sentra produksi pakan ternak; Pengembangan produksi tanaman industri (kopi, teh, kakao, karet, atsiri) dan hortikultura (sayuran, buah-buahan, tanaman hias) yang berorientasi ekspor; Pengembangan jasa perdagangan, industri kreatif dan pariwisata; Pengembangan Metropolitan Bandung Raya, pusat pertumbuhan baru (growth center) Pangandaran dan Rancabuaya. WKPP I (wilayah BOGOR ) Pengembangan sentra ternak sapi potong, sapi perah, ayam ras dan unggas lokal; Pengembangan agribisnis ikan air tawar, dan ikan hias untuk pasar regional dan global; Pengembangan pusat pemuliaan padi varietas pandan wangi dan varietas unggul lainnya; Pengembangan agrowisata koridor Bogor-Puncak-Cianjur; ekowisata pemandangan alam dan bahari koridor Bogor, Sukabumi Pelabuhanratu dan mengelola cagar biosfer Cibodas. Pengembangan pusat pertumbuhan baru (growth center) Pelabuhan Ratu dan Metropolitan BODEBEK KARPUR. 34 35

36 37 PROGRAM DAN KEGIATAN UNGGULAN PROVINSI JAWA BARAT (SK Gubernur No
37 PROGRAM DAN KEGIATAN UNGGULAN PROVINSI JAWA BARAT (SK Gubernur No. 500/Kep. 66-Org/2014) Asisten Pemerintahan, Hukum dan HAM Asisten Perekonomian dan Pembangunan Asisten Kesejahteraan Rakyat Asisten Administrasi Infrastruktur Desa dan Perdesaan. Rehab 100 ribu Rumah Rakyat Miskin. Revitalisasi 50 ribu Posyandu Multifungsi Meningkatkan Kualitas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). wirausahaan baru. Mempersiapkan Cetak Sawah Baru Ha (2015) (Nasional). Kontribusi Surplus 10 Juta Ton Beras (Nasiona). Pengelolaan Jaringan Irigasi Terpadu. Destinasi Wisata Dunia. Pengembangan Kawasan Industri Manufaktur. Ketahanan Pangan (Nasional). Pembangunan TOL dan Jalan Lintas Cepat. Pembangunan Bandara Internasional Kertajati (BIJB Kertajati) dan Aerocity Kertajati Penanganan limbah di Kawasan Kahatex Rancaekek, Kawasan Industri Kulit Sukaregang Garut, Limbah Batubara, serta Penambangan Pasir Besi . Penanganan Banjir Cileuncang di Kota Bandung dan Kota Bekasi. Pengelolaan Terintegrasi DAS Citarum, DAS Ciliwung dan DAS Cimanuk. Perwujudan Kawasan Lindung 45% (Jabar Green Province). TPPAS Legok Nangka di Kab. Bandung dan TPPAS Nambo di Kab. Bogor. Kemandirian Energi Perdesaan. Sanitasi Lingkungan Kab/Kota. Rasio Elektrifikasi Rumah Penyelesaian Dampak Sosial dan Lingkungan Pembangunan Waduk Jatigede. Sekolah Gratis SD/SLTP/SLTA. Beasiswa Pendidikan untuk Pemuda, Tenaga Medis, Keluarga Atlet Berprestasi dan Guru. 2 juta serapan tenaga kerja. Pembangunan Gelanggang Olahraga di Kab/kota. Pembangunan Pusat seni dan Budaya. Pengurangan Kemiskinan. Penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pembangunan Venues dan Pelaksanaan PON XIX. Pembangunan Masjid Monumental Jawa Barat.di 5 Wilayah. Pembangunan Kampus Baru Perguruan Tinggi Di Luar Domisili (PDD) di Jawa Barat. Pembangunan Ruang Kelas Baru Pembangunan Kobong Pondok Pesantren Modernisasi Tata Kelola Pemerintahan Provinsi Jawa Barat Mempertahankan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan Meningkatkan Kualitas Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Pembangunan Monorel di Metropolitan Bandung Raya. 35

37 PERNYATAAN KEBIJAKAN PENGURANGAN KEMISKINAN DI JAWA BARAT
Pengurangan kemiskinan harus dilakukan secara sistemik, BERBASIS INDIVIDU ,serentak dan bersinergi multi pihak dengan dukungan lintas pemerintahan (Pusat – Daerah). Perlunya upaya pendampingan/perwalian kepada penduduk miskin untuk memperkuat dirinya dan memiliki tekad yang kuat untuk keluar dari kemiskinan Perlunya kesepakatan dan konsistensi dari Para Kepala OPD/Biro bahwa dalam pelaksanaan pembangunan Jawa Barat harus berorientasi kepada pengurangan kemiskinan Perlunya pemberdayaan diri sendiri (self help) dari masyarakat miskin untuk siap serta mampu beradaptasi dan bersaing dalam program MASYARAKAT JABAR BEKERJA yang difasilitasi oleh multi pihak. Pengurangan kemiskinan dilakukan melalui : (1) Bantuan Sosial Terpadu Berbasis Keluarga dengan fokus Efektivitas Bantuan Sosial; (2) Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan dengan fokus Pendampingan untuk Kemandirian; (3) enanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Usaha Ekonomi Mikro dan Kecil dengan fokus Pengembangan Usaha Produktif Mandiri; (4) Program Lainnya : CSR/TJSL dll dengan fokus Kemitraan bersama masyarakat Kilometer Nol Pro Poor Jabar sebagai Alat Kendali Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Individu dengan data spasial dan a-spasial 36

38 3. SASARAN PEMBANGUNAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015
37

39 Tema Pembangunan Jawa Barat Tahun 2015
Meningkatkan Kualitas Hasil Pembangunan Untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat Jawa Barat 38

40 ISU STRATEGIS PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015
Aksesibilitas dan kualitas pendidikan pada semua jenjang masih rendah, Aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat masih kurang, Kualitas dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar dan strategis, moda transportasi, serta permukiman masih kurang Ketahanan energi dan kualitas air baku, Produktivitas lahan pertanian,dan Ketahanan Pangan, Kurangnya tenaga penyuluh pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan Diversifikasi industri padat karya, kelembagaan dan modal usaha Pengendalian eksploitasi berlebihan sumber daya mineral dan non mineral Kualitas lingkungan hidup dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang serta bagi peran hulu-hilir Kecepatan dan ketepatan penanganan bencana dan adaptasi masyarakat terhadap bencana. Pelestarian budaya, sarana seni dan budaya, serta destinasi wisata Penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional Tahun serta sarana prasarana olahraga di kabupaten/kota Pertumbuhan penduduk dan persebarannya tidak merata, Penanganan pengangguran, ketenagakerjaan dan kemiskinan. Efektivitas tata kelola pemerintahan daerah, Partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan peningkatan kualitas demokrasi, Perlindungan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi buruh, korban trafficking, dan anak, Pembangunan di wilayah perbatasan antar Provinsi dan antar Perbatasan Kabupaten/Kota Reformasi Birokrasi berbasis Profesionalisme dan Kesejahteraan serta Keseimbangan Kualitas SDM Lintas Pemerintahan. Kesenjangan hasil pembangunan ekonomi dan infrastruktur perdesaan Kerjasama untuk Percepatan Pembangunan berbasis Multipihak Dalam negeri dan Luar Negeri Pembangunan metropolitan dan pusat pertumbuhan Jawa Barat 39

41 CAPAIAN DAN TARGET PEMBANGUNAN DI JAWA BARAT
No. Indikator Kinerja Satuan 2012 2013 TARGET 2014 2015 Target Capaian MISI PERTAMA : Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya Saing 1 Indeks Pembangunan Manusia Poin 73,56 73,19 73,75 – 74,25 73,40 74,25 – 74,75 74,75 – 75,50 2 Indeks Pendidikan 83,05-84,01 80,21 82,75 82,31 84,65 85,50 3 Angka Melek Huruf Persen 97,41-97,42 96.97 97,00 – 97,50 96,49 97,50 – 98,00 98,00 – 98,50 4 Angka Rata-rata Lama Sekolah Kabupaten Tahun 8,49 - 8,74 8.15 8,20 – 8,25 8,09 8,25 – 8,30 8,30 – 8,50 5 Angka Rata-rata Lama Sekolah Kota N/A 9,00 – 10,73 9,25 – 11,00 9,50 – 11,25 9,75 – 11,50 6 APK Sekolah Menengah 67,78 72,68 80,48 87,48 7 APK Sekolah Tinggi 15,19 16 – 17 17,09 8 Indeks Kesehatan poin  72,68 – 72,75 71, 00 72,60 75,60 76,53 9 AHH (Angka Harapan Hidup) Tahun  69,50 – 69,56 68,60 68,70 – 68,90 ,2 ,25 10 Jumlah Karya IPTEK yang didaftarkan untuk mendapat HAKI Buah 20 11 Jumlah Penduduk Melek TIK usia 12 tahunkeatas Orang 12 Indeks Pembangunan Gender 65-66 68,08 69,70 70 72,02 40

42 CAPAIAN DAN TARGET PEMBANGUNAN DI JAWA BARAT
41 No. Indikator Kinerja Satuan 2012 2013 TARGET 2014 2015 Target Capaian MISI KEDUA : Membangun Perekonomian yang Kokoh dan Berkeadilan 1. Skor Pola Pangan Harapan Poin N/A 70,2 72 74 76 2. Pencetakan Sawah Baru Ha 200 400 5.000 25.000 3. Nilai Tukar Petani (NTP) 108,93 109 – 110 110 – 111 111– 112 4. Sertifikasi Jaminan Mutu Pelaku Usaha Produk Pertanian Buah 89 130 205 305 5. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Persen 64,92 63.78 63,80 – 64,00 63,01 64,00 – 65,00 65,00– 66,00 6. PDRB Per Kapita (ADHB) Juta Rupiah 21,25 21, ,50 23,60 21,50 – 22,00 22,00 – 24,00 7. PDRB Per Kapita (ADHK) 8,18 8,5 - 9,0 8,5 9,00 – 9,50 9,50 – 11,00 8. Laju Pertumbuhan Ekspor 5,48 5,5 – 6,0 6,0 – 6,5 6,5 - 7,0 9. Nilai Investasi PMA – PMDN Trilyun Rupiah 52,68 76,52 – 85,55 93,53 85,55 – 95,81 95,81 – 107,79 10. Nilai Investasi PMDN 16,02 26,01 17 – 19 11. Nilai Penanaman Modal Asing (PMA) 36,66 67,5 12. Nilai Investasi/PMTB adhb 175,20 154, ,2 194,33 174, ,2 198, ,6 13. Inflasi 4,5 – 5,5 3,86 8,5 – 9,5 9,15 6,0 - 7,0 6,3 - 7,3 14. Jumlah Penerima Manfaat Kredit Modal Usaha Juta Orang 5.750 6.250 7.250 15. Indek Daya beli 63,51 – 65,66 60,93 64,17 64,89 64,00 64,45 16. Daya Beli Masyarakat ribu rupiah 637,74 637,67 640,55 640,80 645,00 650,00 17. Laju Pertumbuhan Ekonomi Persen per Tahun 6,3-6,8 6.21 6-6,5 6,06 5,90 – 6,50 6,20 – 6,80 18. Indeks Gini  Poin 0,18 - 0,19 0,41 0,18-0,19 0,4 – 0,39 0,38-0,37 0,37 – 0,36

43 CAPAIAN DAN TARGET PEMBANGUNAN DI JAWA BARAT
No. Indikator Kinerja Satuan 2012 2013 TARGET 2014 2015 Target Capaian MISI KETIGA : Meningkatkan Kinerja Pemerintahan, Profesionalisme Aparatur, dan Perluasan Partisipasi Publik 1. Skala Kepuasan Masyarakat Terhadap Layanan Pemerintah Skala 1 - 4 n/a 3 4 2. Jumlah Penerbitan Perijinan Izin 35,481 39,029 42,931 47,224 3. Pendapatan Asli Daerah Trilyun Rupiah 9,99 11,0 13,00 12,1 13,3 4. Indikator Daya Saing Provinsi Rangking 6 6 – 5 5 - 4 4 - 3 5. Skala Komunikasi Organisasi Skala 1 - 7 3,5 6. Indeks Keterbukaan Informasi Publik Poin 46 50 60 70 7. Indeks Persepsi Korupsi 5,11 5,5 6,5 8. Indeks Kebahagiaan 55 – 57 57 – 59 59 – 61 9. Tingkat Partisipasi Pemilihan Umum Persen 54 57 63 10. Indeks Demokrasi 66,20 – 66,50 66,50 – 67,00 67,00 – 67,50 42

44 CAPAIAN DAN TARGET PEMBANGUNAN DI JAWA BARAT
No. Indikator Kinerja Satuan 2012 2013 TARGET 2014 2015 Target Capaian MISI KEEMPAT : Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan InfrastrukturStrategis yang Berkelanjutan 1. Jumlah Penduduk Ribu Jiwa 44.310 ,31 45.284,2 45.340,8 46.035,9 46.800,1 2. Capaian Fungsi Kawasan Lindung terhadap Luas Wilayah Persen 31 – 34 34,5 36 – 37 n/a 37 – 38 38 – 39 3. Penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Persen per Tahun 1,79 3 - 2 4 - 3 5 - 4 4. Tingkat Ketersediaan Fasilitas Perlengkapan Jalan Provinsi 10,86 11,5 – 12,03 12,03 – 25,09 25,09 – 39,77 5. Tingkat Kondisi Baik Jaringan Irigasi di Daerah Irigasi Kewenangan Provinsi 64,52 65,98 6. Rasio Elektrifikasi Rumah Tangga 71 – 73 73.55 71-7 80,05 7. Cakupan Pelayanan Persampahan (Perkotaan) 62 – 65 63.53 65-70  64,70 8. Cakupan Pelayanan Air Minum 60 – 65 51.76 60-65  60,52 63 – 70 9. Cakupan Pelayanan Air Limbah (Domestik Perkotaan) 61 – 67 63.21 67-72  63,40 63,5 - 64 10. Pencapaian Status Mutu Sungai Utama dan Waduk Besar dengan tingkat cemar sedang Persen  9,6 9,6 - 10,4 7,1 10,4 - 10,8 10,8 - 11,2 11. Tingkat Kemantapan Jalan (kondisi baik & sedang) 1) 93 – 94 97.05 93-94 97,56 97,10 – 97,4 97,20 – 97,50 43

45 CAPAIAN DAN TARGET PEMBANGUNAN DI JAWA BARAT
No. Indikator Kinerja Satuan 2012 2013 TARGET 2014 2015 Target Capaian MISI KELIMA : Meningkatkan KehidupanSosial, Seni dan Budaya, Peran Pemuda dan Olah Raga serta Pengembangan Pariwisata dalam Bingkai Kearifan Lokal 1. Angka Kemiskinan Persen 9,52 8,80 – 7,80 9,61 7,80 - 6,80 6,80 - 5,90 2. Tingkat Pengangguran Terbuka 9 – 10 9,08 9,00 – 8,50 9,22 8,50 - 8,00 8,00 - 7,50 3. Jumlah PMKS yang Ditangani Orang n/a 4. Jumlah Pekerja Anak 5. Jumlah Pemuda Berprestasi Skala Internasional N/A 1 2 3 6. Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara (target optimis) Ribu Orang 750 800 900 1.000 1.250 7. Jumlah Karya Seni dan Budaya yang didaftarkan untuk memperoleh HAKI/sertifikasi Badan Internasional Buah 5 8 Tingkat Harmonisasi Kerukunan Antar Umat Beragama Poin 4 44

46 KONSEP TWIN METROPOLITAN BODEBEK KARPUR – DKI JAKARTA
KONSEP SEBELUMNYA 1 2 DKI JAKARTA METROPOLITAN BODEBEK KARPUR METROPOLITAN DKI JAKARTA Tahun Penduduk Luas Wilayah 2010 9,6 juta Ha 2015 ?? 2020 2025 METROPOLITAN BODEBEK KARPUR Tahun Penduduk Luas Wilayah 2010 11,60 juta Ha 2015 14,30 juta ,9 Ha 2020 18,36 juta Ha 2025 23,16 juta Ha DKI Jakarta sebagai 1 st tier Wilayah BODETABEK sebagai 2 nd tier Karakteristik Masing-masing metropolitan memiliki: aktivitas perkotaan yang mandiri ciri khas yang berbeda manajemen metropolitan yang mandiri kompetisi sosial-ekonomi yang sehat Bodebek Karpur sebagai 1st tier Berdampingan dengan DKI Jakarta yang juga 1st tier 45

47 METROPOLITAN BODEBEK KARPUR 2015
Kriteria: Jumlah Penduduk Aktivitas Ekonomi Daerah Terbangun 7 kota/ kabupaten 83 kecamatan populasi 14,3 juta jiwa Ha Terdiri atas 12 kecamatan di Kota Bekasi; jiwa; Ha 19 kecamatan di Kabupaten Bekasi; jiwa; Ha 6 kecamatan di Kota Bogor; jiwa; Ha 17 kecamatan di Kabupaten Bogor; jiwa; ,91 Ha 11 kecamatan di Kota Depok; jiwa; ,37 Ha 7 kecamatan di Kabupaten Purwakarta; jiwa; ,63 Ha 11 kecamatan di Kabupaten Karawang; jiwa; ,44 Ha 46

48 4. KEBIJAKAN BIDANG PENDIDIKAN
47

49 BIDANG PENDIDIKAN Misi 1. Membangun Masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing Strategi Menyelenggarakan Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi dengan biaya terjangkau. Meningkatkan Jumlah kualitas Rintisan Sekolah Standar Nasional (RSSN) dan Sekolah Standar Nasional (SSN) jenjang SD dan SMP. Menyelenggarakan Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan pendidik serta tenaga kependidikan. Meningkatnya kualitas dan kuantitas pendidikan usia dini. Mengembangkan Pendidikan inklusif. Menuntaskan buta aksara. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar. Pendidikan memengah dan Tinggi. Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan In Formal. Pendidikan Khusus dan Pendidikan layanan Khusus. Pembinaan dan Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan. Manajemen Pelayanan Pendidikan 48

50 PENUTUP 49

51 RKPD 2015 PEMANGKU KEPENTINGAN PEMBANGUNAN JAWA BARAT Forum SKPD
MEKANISME PENYUSUNAN RKPD 2015 8 PEMANGKU KEPENTINGAN PEMBANGUNAN JAWA BARAT Forum SKPD Reses DPRD KUNKER PIMPINAN PRA-MUSRENBANG WKPP I-IV 24-27 Maret 2014 RANCANGAN RKPD 2015 MUSRENBANG PROVINSI 2-3 April 2014 RANCANGAN AKHIR RKPD 2015 Hal Baru EVALUASI KEMENDAGRI BERSAMA 12 K/L RKPD 2015 50

52 BEBERAPA CATATAN ADMINISTRASI
Forum SKPD diharuskan melibatkan 4 (empat) pemangku kepentingan pembangunan (stakeholders) : Pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas berbasis masyarakat, dengan Berita acara ditandatangani oleh semua pihak. Semua komunikasi dan usulan kegiatan dikelola melalui RKPD JABAR Online ( atau Semua proposal, surat pengantar dan dokumen SMART Palanning untuk : (1) bantuan keuangan, (2) hibah, dan (3) bansos juga dikelola dalam 2 (dua) versi : Melalui RKPD JABAR ONLINE (soft file dan scan lembar tanda tangan pengusul) Melalui penyampaian langsung berupa dokumen lengkap (hard copy) dengan alamat : Kepada Yth. Gubernur Jawa Barat up. Kepala SKPD 51

53 Strengthening Local Actor
TRANSFORMASI PARADIGMA PEMBANGUNAN JAWA BARAT MELALUI PENDEKATAN 4 PILAR UTAMA PEMBANGUNAN (ABGC) DAN 1 SIMPUL (LR) “JABAR MASAGI” Strengthening Local Actor A B G C LR transformation A B G TRIPLE HELIX A : Academician/akademisi B : Businessman/pelaku usaha G : Government/pemerintahan C : Community/komunitas LR = Laws and Regulations Sumber : Deny Juanda P., 2011 52

54 SATU PERENCANAAN JABAR : www.rkpdjabaronline.jabarprov.go.id
DUNIA USAHA AKADEMISI KOMUNITAS UMUM rkpdjabaronline 2101 Pemerintahan Desa/Kelurahan Reses DPRD Provinsi PEMERINTAH Kab/Kota OPD/Biro PROVINSI SETWAN SATU PERENCANAAN JABAR : FORM ISIAN OPD/BIRO PROVINSI & PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA 98 RESES DPRD PROVINSI/DESA/AKADEMISI/DUNIA USAHA/KOMUNITAS 10 53

55 Kriteria Usulan Kegiatan 2015
Kegiatan Yang Mengacu Kepada Tema Pembangunan Provinsi Tahun 2015 Merupakan Kewenangan Provinsi dan Kabupaten Kota : Kegiatan Yang Memiliki Dampak Regional dan Nasional Kegiatan Yang Merupakan Tindak Lanjut Tematik Sektoral dan Tematik Kewilayahan Kegiatan Di Daerah Perbatasan Kabupaten Kota Merupakan Kegiatan Unggulan/Prioritas Atau Terobosan Kabupaten Kota Kegiatan Yang Merupakan Tindak Lanjut Janji Kampanye Gubernur Menjawab Isu Strategis Provinsi C. Komitmen Antara Pemerintah, Provinsi Dan Kabupaten Kota : Merupakan Kegiatan Lanjutan (Sudah Ada Komitmen/Mou) Tindak Lanjut/Amanat Peraturan Pemerintah dan Perda Komitmen Baru 54

56 PROSES PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN TAHUN 2013 UNTUK PERENCANAAN TAHUN 2014
Rancangan Awal RKPD P/K/K RKP (PP 20/2004) KUA/PPAS Rancangan RKPD P/K/K RAPBD Reses DPRD 1 Renja SKPD APBD RKPD P/K/K/Desa Rancangan Renja SKPD RKA-SKPD Reses DPRD 2 Reses DPRD 3 Jan Feb Mei Jun Juli Agt Sept Okt Nov Des Des Mrt Apr Reses DPRD 1 (Semula) Reses DPRD 2 (Semula) Reses DPRD 3 (Semula) MusrenbangNas u/ RKP Rancangan Interim RKP (PP 40/2006) KETERANGAN: Musrenbang RKPD Prov : Penyusunan Perencanaan tahun 2014 (Bulan Oktober 2012 s.d 18 Mei 2013) : Penyusunan Perubahan Tahun (19 Mei 2013 s.d Oktober 2013) Pra Musrenbang Kewilayahan : Penyusunan Penganggaran Tahun 2014 dan Penyusunan Perencanaan Tahun 2015 Musrenbang RKPD K/K Peran aktif DPRD Musrenbang Kecamatan Inovasi Jawa Barat berupa Pendekatan Kewilayahan Forum SKPD Prov Musrenbang Desa/kel Sumber : Permendagri No 54 Tahun 2010 55 56

57 KM-0 Pro Poor JABAR-ONLINE Contoh: RLS*JAWA BARAT*2011#
MARI KITA WUJUDKAN SATU DATA PEMBANGUNAN JAWA BARAT Mari membuat perencanaan Jawa Barat sepanjang hayat TERIMA KASIH SMS JABAR MEMBANGUN RKPDJabar-ONLINE Informasi lebih lanjut : Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Jalan Diponegoro No.22 Bandung Telp. (022) Bappeda Provinsi Jawa Barat Jalan. Ir H.Juanda No. 287 Telp. (022) , Fax, (022) Website : http// KM-0 Pro Poor JABAR-ONLINE SMS SATU DATA JABAR Contoh: RLS*JAWA BARAT*2011#

58 CATATAN WKPP-II PURWAKARTA

59 GRAFIK PERSANDINGAN BANTUAN KEUANGAN DAN BAGI HASIL KE KABUPATEN/KOTA BERDASARKAN WILAYAH BKPP TAHUN TOTAL ,00 ,10 ,10 ,90 ,00 ,20 ,70 ,00 ,30 ,90

60 Perbandingan Penduduk Miskin Kabupaten/Kota dengan Jabar dan Indonesia Tahun 2012 (persen)
WKPP I Bogor WKPP II Purwakarta WKPP III Cirebon WKPP IV Priangan

61 Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten/Kota Tahun 2012 (persen)
WKPP I Bogor WKPP II Purwakarta WKPP III Cirebon WKPP IV Priangan

62 PETA INDUSTRI UNGGULAN KAB./KOTA DI JAWA BARAT Kab.Karawang :
1 .Mesin & Komponen 2. Pakaian jadi. 3. Mak. Olahan Kab.Bekasi : 1.Pakaian jadi 2.Boneka 3.Komponen Kab.Subang : 1. Keraj.Kayu 2. Komponen Kab.Cirebon : 1. Furniture Rotan 2. Batik 3. Batu Alam 4. Mak. Olahan Kota Depok : Pakaian jadi. Ind. Telematika Mak. Olahan Kota Bekasi : 1. Pakaian jadi. . Keraj.Kayu 3. Perhiasan Kab.Purwakarta: Keramik Mak. Olahan Kab.Indramayu: 1.Batik 2.Kerajinan Rotan 3. Mak. Olahan Kab.Bogor : 1. Tekstil & Produk Tekstil 2. Ind. Tas 3. Alas Kaki 4. Mak. Olahan Kota Cirebon : 1. Furniture Rotan 2. Kaca Patri 3. Kerajinan Rotan Kab.Majalengka : 1. Bola Sepak 2. Bata,Genteng 3. Kerajinan Rotan 4. Batu Alam Kota Bogor : 1. Pakaian jadi. 2. Bordir 3.Ind. Tas 4. Keramik 5. Mak. Olahan Kab.Sukabumi : 1. Batu Aji. 2. Keraj. Kayu. 3. Komponen & MEsin 4. Bola Sepak 5. Mak. Olahan Kab.Kuningan : 1. Kerjajinan Rotan 2. Minyak Atsiri. 3. Mak. Olahan Kota Sukabumi : 1. Keraj. Kayu. 2. Mak. Olahan Kab.Ciamis : 1. Ijuk. 2. Furniture Kayu Kelapa 3. Mak. Olahan 4. Batik Kab. Cianjur : 1. Furniture kayu 2. Kerajinan logam 3. Komponen Logam 4. Sutera. 5. Mak. Olahan Kab.Tasikmalaya : 1. Bordir. 2. Keraj.Pandan & Mendong 3. Kelom Geulis. 4. Mak. Olahan Kab.Bandung : Tekstil & Produk Tekstil Alaskaki 3. Komponen. 4. Boneka 5. Mak. Olahan Kab. Garut : 1. Kulit & Produk Kulit 2. Batik. 3. Sutera. 4. Minyak Atsiri 5. Mak. Olahan Kota Banjar : 1. Meubel Akar Kayu Kota Bandung : 1. Tekstil & Produk Tekstil 2. Alas kaki. 3. Elektronika 4. Rajut 5. Ind. Telematika 6. Komponen 7. Mak. Olahan Kota Tasikmalaya : 1. Bordir. 2.Keraj.Pandan& Mendong 3. Kelom geulis 4. Batik 5. Mak. Olahan Kab.Sumedang : 1. Kerajinan Kayu 2. Furniture Kayu 3. Mak. Olahan Kota Cimahi : 1. Pakaian jadi 2. Ind. Telematika. 3. Mak. Olahan

63 PUSAT PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI DAN KLASTER WISATA
SERTA INOVASI BERBASIS PENERAPAN IPTEK JAWA BARAT Pusat Industri Manufaktur Pusat Agribisnis (Pantura) Pusat batik. rotan. mangga gincu dan industrialisasi perikanan Pusat Perikanan Budidaya (Purwakarta. Subang) Metropolitan Cirebon Raya Metropolitan Bandung Raya Metropolitan BODEBEK KARPUR Growth Center Palabuhan ratu Growth Center Pangandaran Pusat industri wisata. pilgrimage (ziarah) dan ekowisata Pusat Pengembangan Wisata (Bogor.dan Puncak) Pusat Unggas (Ciamis) Pusat wisata Geopark Ciletuh dan Pusat Benih Ikan Air Tawar (Sukabumi) Growth Center Ranca buaya Pusat wisata Geopark dan Pusat Industri kreatif (Bandung) Pusat Beras Pandan Wangi (Cianjur) Pusat wisata agro Pusat wisata Geopark dan Pusat Industri Kreatif (Tasikmalaya) Klaster Wisata berupa : (a) Pusat Pertumbuhan. dan (b) Koridor Wisata; yang keduanya dikembangkan dan dikelola berdasar pendekatan Industri Wisata Jawa Barat dengan didampingi Tim Advisor Kepariwisataan Provinsi Jawa Barat

64 PETA SENTRA KOMODITI TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA JAWA BARAT
BKPP WIL. CIREBON 1. Padi 2. Jagung 3. Kedelai 4. Kacang Tanah 5. Kacang Hijau 6. Durian 7. Jeruk 8. Mangga BKPP WIL.PURWAKARTA 1. Padi 2. Kacang Tanah 3. Kacang Hijau 4. Manggis Kab. Bekasi Kota Bekasi Kab. Karawang Kota Depok Kab. Subang Kab. Indramayu Kab.Bogor BKPP WIL.B O G O R 1. Jagung 2. Kedelai 3. Kacang Tanah 4. Durian 5. Manggis 6. Pisang 7. Krisan Kab. Cirebon Kota Bogor Kab. Purwakarta Kota Cirebon Kota Cimahi Kab. Sumedang Kota Sukabumi Kab. Majalengka Kota Bandung Kab. Kuningan Kab. Bandung Kab. Sukabumi Kota Tasikmalaya BKPP WILL.PRIANGAN 1.Jagung 6. Jeruk 2.Kedelai 7. Manggis 3.Kacang Tanah 8. Pisang 4.Kacang Hijau 9. Cabe merah 5. Durian 10. Krisan Kab. Cianjur Kota Banjar Kab. Garut Kab. Tasikmalaya Kab. Ciamis

65 PUSAT EKONOMI DAN INOVASI JAWA BARAT
KEK Industri (Bekasi) Pusat Agribisnis (Pantura) Pusat Batik dan Rotan (Cirebon) Pusat Perikanan Budidaya (Purwakarta,Subang) PKN Cirebon PKN Cekungan Bandung PKN BODEBEK KARPUR PKNp Pelabuhan Ratu Pangandaran Pengembangan Taman Hutan Raya (Ciremai) Pusat Pengembangan Wisata (Bogor,dan Puncak) Pusat Unggas (Ciamis) Pusat Benih Ikan Air Tawar (Sukabumi) Pusat Beras Pandan Wangi (Cianjur) Pusat Industri kreatif (Bandung) PUSAT EKONOMI DAN INOVASI JAWA BARAT Pusat Industri Kreatif (Tasikmalaya)

66 KAWASAN PERHATIAN INVESTASI DI BIDANG INDUSTRI
KPI PURWAKARTA Rp.10,27 T Sektor Makanan-Minuman dan Tekstil KPI SUBANG Rp. 1,74 T Sektor Alutsista dan Tekstil KPI BEKASI Rp. 28,8 T Sektor Peralatan Transportasi,Makanan-Minuman, dan Besi Baja KPI DEPOK Rp. 0,134 T Sektor Makanan-Minuman KPI BANDUNG Rp. 0,183 T Sektor Makanan-minuman,Tekstl,&Telematika KPI BALONGAN Rp. 42,2 T Sektor Migas KPI CIREBON Rp. 0,009 T Sektor Perkapalan KPI BOGOR Rp. 1,4 T Sektor Peralatan Transprotasi; Tekstil KPI TANGERANG Rp. 3,2 T Sektor Makanan-Minuman, peralatan transportasi, dan tekstil KPI KARANGANYAR Rp. 0,026 T Sektor Tekstil KPI RANCAEKEK R. 3,06 T Sektor Makanan-minuman dan migas KPI SUKABUMI Rp. 0,070 T Sektor Peralatan Transportasi KPI CIMAHI Rp. 0,191 T Sektor Tekstil dan Telematika KPI KARAWANG Rp. 5,0 T Sektor Besi Baja, Makanan-Minuman, Peralatan Transportasi KPI CIKAMPEK Rp. 0,594 T Sektor Migas KPI MAJALENGKA Rp. 0,028 T Sektor Tekstil

67 PETA SENTRA KOMODITI EKSPOR POTENSIAL
JAWA BARAT BKPP WIL.PURWAKARTA 1. Tekstil & Produk Tekstil 2. Elektronik 3. Alas Kaki 4. Kertas & Produk Kertas 5. Otomotif & Komponennya 6. Kerajinan 7. Pulp & Kertas 8. Sapi perah BKPP WIL. CIREBON 1. Furniture Rotan 2. Batik 3. Gentteng 4. Makanan Olahan 5. Kerajinan Kab. Bekasi Kota Bekasi Kab. Karawang Kota Depok Kab. Subang Kab. Indramayu Kab.Bogor BKPP WIL.B O G O R 1. Tekstil & Produk Tekstil 2. Alas Kaki 3. Furniture 4. Karet & Produk Karet 5. Makanan Olahan 6. Kerajinan 7. Alat Kesehatan 8. Sapi perah 9. Sapi potong 10. Unggas Kab. Cirebon Kota Bogor Kab. Purwakarta Kota Cirebon Kota Cimahi Kab. Sumedang Kota Sukabumi Kab. Majalengka Kota Bandung BKPP WILL.PRIANGAN 1.Tekstil & Produk Tekstil 2.Teh & Kopi 3.Furniture 4.Karet & Produk Karet 5.Produk Coklat 6. Makanan Olahan 7. Kerajinan 8. Komponen 9. Obat – obatan 10. Unggas 11. Sapi potong 12. domba/Kambing Kab. Kuningan Kab. Bandung Kab. Sukabumi Kota Tasikmalaya Kab. Cianjur Kota Banjar Kab. Garut Kab. Tasikmalaya Kab. Ciamis

68 JALAN HORISONTAL POROS TENGAH
SENTUL – SP. SUKAMAKMUR – CIPANAS (85,65 KM) DAN SP. SUKAMAKMUR– JONGGOL/CARIU – PURWAKARTA/JATILUHUR (89,64 KM) Trase Jalan : Sentul – Hambalang – Tajur – Cibadak – Sp.Sukamakmur – Cariu – Kota Bunga – Cipanas (85,65 Km) Jonggol (Cariu) Sentul Purwakarta Trase Jonggol /Cariu - Purwakarta/Jatiluhur (71,64 Km) Sp.Sukamakmur Cipanas Trase Jalan Sp. Sukamakmur – Jonggol/Cariu (18,00 Km) INFORMASI TERKINI Progres s.d 2013: APBN: DED, Pembebasan tanah, pembangunan Progres 2014 APBN: melanjutkan pembangunan APBD: DED Rencana 2015: APBD: pembangunan (tahun jamak) Didanai oleh APBN Didanai oleh APBD Prov. melalui Tahun Jamak

69 JALAN TOL CIKAMPEK – PALIMANAN (CIKAPALI)
SEKSI 1 29,102 KM SEKSI 2 9,55 KM SEKSI 3 31,35 KM SEKSI 4 17,65 KM SEKSI 6 13,775 KM SEKSI 5 14,5 KM DATA TEKNIS Panjang 116 Km Kec Rencana 100 km/jam Jumlah Lajur 2x3 jalur Lebar lajur 3,65m Lebar Rumija 40 m Biaya Investasi 5.906 milyar Biaya Pengadaan Tanah 500 milyar Volume lalu lintas kend/hari Investor PT. Lintas Marga Sedaya INFORMASI TERKINI Hingga akhir 2012, lahan untuk main road telah selesai dibebaskan. Pelaksanaan konstruksi ditargetkan selama 30 bulan.

70 PEMBANGUNAN DAN REAKTIVASI JALUR KERETA API DI JAWA BARAT
PANJANG JALAN REL di JABAR Aktif : 841,44 Km Tidak Aktif : Km TOTAL : 1135,44 Km REAKTIVASI/REVITALISASI Jalan Rel Aktif : A. Double Track (300 Km) BEKASI-CIREBON : 193 Km JAKARTA – BOGOR : Km CIKAMPEK PADALARANG : Km PADALARANG – KIARA CONDONG : Km B. Single Track (541,44 Km) NO LINTAS Progress 1 RANCAEKEK – TANJUNGSARI Studi Kelayakan (2008), Pradesain (2009) 2 CIREBON – KADIPATEN Studi Kelayakan (2009) 3 BANDUNG – SOREANG – CIWIDEY DED (2010) (Dephub) 4 BANJAR – CIJULANG Studi kelayakan 2006 5 SUKABUMI-CIANJUR Konstruksi (Jalur KA Bogor-Sukabumi) Jalan Rel Tidak Aktif : - Bandung-Ciwidey : 40 Km Cibatu-Garut-Cikajang : 54 Km Rancaekek-Tanjungsari : 12 Km Banjar-Cijulang : 83 Km Jatibarang-Indramayu : 19 Km Cirebon-Kadipaten : 47 Km Sukabumi-Cianjur : 39 Km 1 3 2 4 5 6 PEMBANGUNAN Cek oleh BSOT masukan juga fast train lintas utara + citayam nambo 5 NO LINTAS Progress 1 DOUBLE TRACK & ELEKTRIFIKASI PADALARANG-CICALENGKA DED 2008 2 SHORTCUT CIBUNGUR-TANJUNG RASA DED 2004, Pembebasan Lahan 3 TANJUNGSARI-KERTAJATI 4 KADIPATEN-KERTAJATI 5 SHORTCUT CISOMANG-CIKADONGDONG Konstruksi 6 DT CIKADONGDONG-PADALARANG DED 2007 70

71 2.187Desa di Jawa Barat merupakan Area Resiko Tinggi dan Sangat Tinggi
Roadmap Sanitasi Jawa Barat AREA RESIKO SANITASI KABUPATEN/ KOTA s.d. Tahun 2013 No. Kabupaten/Kota Desa Resiko Sanitasi Hasil Studi 1 Kab. Bogor 22 Desa EHRA 2012 2 Kab. Sukabumi 225 EHRA 2013 3 Kab. Cianjur 37 4 Kab. Bandung 97 5 Kab. Bandung Barat 50 6 Kab. Garut 181 7 Kab. Tasikmalaya 176 8 Kab. Ciamis 254 9 Kab. Pangandaran N/A Dilaksanakan 2014 10 Kab. Kuningan 71 11 Kab. Cirebon 339 12 Kab. Majalengka 117 13 Kab. Sumedang EHRA 2011 14 Kab. Indramayu 24 15 Kab. Subang 55 16 Kab. Purwakarta 17 Kab. Karawang 159 18 Kab. Bekasi 70 19 Kota Bogor EHRA 2010 20 Kota Sukabumi 21 Kota Bandung 118 Kota Cirebon 23 Kota Bekasi Kota Cimahi 25 Kota Depok 43 26 Kota Tasikmalaya 27 Kota Banjar JUMLAH 2.187 Prasarana Air Limbah dan Perilaku Higienis Prasarana Pengelolaan Sampah Prasarana Drainase Permukiman 2.187Desa di Jawa Barat merupakan Area Resiko Tinggi dan Sangat Tinggi Sumber: Studi EHRA, Buku Putih Sanitasi Program PPSP Pokja AMPL/Sanitasi Jawa Barat

72 Rehabilitasi dan Konservasi Lahan di Kab. Subang
(melalui kegiatan GRLK) Sumber : Dinas Kehutanan, 2013

73 CPCL Kab. Subang 2014 tersebar pada 73 Desa/Kel
RE per Des 2013 RE Jabar : 80,05 % (DESEMBER 2013) CPCL Kab. Subang 2014 tersebar pada 73 Desa/Kel di 30 Kecamatan

74 PETA LOKASI RENCANA WADUK SADAWARNA
DATA TEKNIS KAPASITAS TAMPUNG : 15,5 106 m3 LUAS GENANGAN : 400 Ha MANFAAT BAKU AIR BERSIH RKI : 8 KECAMATAN (KAB. SUBANG) DAN 2 KECAMATAN (KAB. INDRAMAYU) IRIGASI/PERTANIAN : LUAS AREAL  HA (BARAT) DAN HA (TIMUR) DARI ALUR S. CIPUNAGARA PLTMH PARIWISATA PERIKANAN DARAT KONSERVASI LINGKUNGAN PENGENDALI BANJIR BIAYA KONSTRUKSI Rp (2007) LOKASI PERBATASAN KAB. SUBANG DAN KAB. SUMEDANG, DS. SADAWARNA KEC. CIBOGO KAB. SUBANG DAN DS. SURIAN KEC. SURIAN KAB. SUMEDANG BIAYA KONSTRUKSI Rp (2007) LOKASI PERBATASAN KAB. SUBANG DAN KAB. SUMEDANG, DS. SADAWARNA KEC. CIBOGO KAB. SUBANG DAN DS. SURIAN KEC. SURIAN KAB. SUMEDANG LOKASI WADUK SADAWARNA Subang LOKASI Daerah Genangan : Luas areal Waduk Sadawarna ± 400 ha (Areal genangan + Ruang Hijau + dll.) terdapat di 5 desa yaitu : 1. Desa Sadawarna, Kecamatan Cibogo di Kabupaten Subang 2. Desa Cimenteng, Kecamatan Cijambe di Kabupaten Subang 3. Desa Surian, Kecamatan Surian di Kabupaten Sumedang 4. Desa Tanjung, Kecamatan Surian di Kabupaten Sumedang 5. Desa Cibalandong, Kab. Subang Daerah Layanan Waduk : Kec. Cibogo, Cipunagara, Pagaden, Compreng, Binong, Pamanukan, Pusakanagara, & Legon Kulon (Kab. Subang), Kec. Haurgeulis & Anjatan (Kab. Indramayu)

75 TEMA : RENCANA AKSI MULTIPIHAK – IMPLEMENTASI PEKERJAAN (RAM-IP)


Download ppt "PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google