Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Konstruktivisme dalam Pembelajaran Oleh: Tim Penelitihan dan Pengembangan Pendidikan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Konstruktivisme dalam Pembelajaran Oleh: Tim Penelitihan dan Pengembangan Pendidikan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur."— Transcript presentasi:

1 Konstruktivisme dalam Pembelajaran Oleh: Tim Penelitihan dan Pengembangan Pendidikan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur

2 Konstruktivistik Filsafat Penget Prinsip dalam Pembelajaran Bagaimana Pengetahuan? Benar/tidak Abstraksi Fisik Mental Melihat Merasakan Mendengar Mencium Mengecap Digunakan untuk memecahkan persoalan Dibentuk  Dalam proses belajar PD yang harus aktif  Keaktifan & Kreatifitas Berpikir mandiri Mirip dengan pragmatisme Empirisme Jika ini dipakai secara berlebihan terutama dalam sains dan matematika dikhawatirkan terjebak dalam subjektivisme Dibantu Pendidik

3 Pengetahuan Konstruktivisme Selalu subyektif karena dibentuk oleh pengamat Pengetahuan seseorang tidak pernah “salah” Konstruktivis Radikal Harus menerima setiap abstraksi seseorang Sosiokulturalisme Masyarakat “Apakah abstraksi seseorang sesuai dengan abstaraksi orang-orang lain, terlebih lagi apakah abstraksi seseorang itu sesuai atau tidak dengan abstraksi para ahli dalam bidangnya”.

4 Pengetahuan dalam Pengertian Konstruktivisme Berbagai hal Pengetahuan tinggi dan logis (teori relativitas, ketidakpastian hukum ‘Newton, dll). Gagasan Gambaran Pandangan Dengan taraf sederhana Kompleks Pengetahuan itu dikonstruksi secara Paul Suparno  Personal  Sosial  Ini lebih diutamakan karena pengetahuan itu diperoleh dari keaktifan diri seseorang.  Tanpa orang sendiri berpikir, orang itu tidak akan mengerti/ paling sedikit tidak cepat mengerti.  Tanpa disadari kadang kita menggunakan istilah dan rumus yang telah disetujui masyarakat

5 Belajar Menurut Konstruktivisme  Belajar merupakan proses aktif peserta didik mengkonstruksi arti:.... Teks, dialog, pengalaman tisis, dll.  Belajar merupakan proses mengasimulasi dan menghubungkan pengalaman/ bahan yang dipelajari dengan pengertian yang telah dimiliki seseorang sehingga pengertiannya berkembang.

6 Ciri-ciri Proses 1.Belajar berarti membentuk makna. 2.Konstruksi: proses terus-menerus. 3.Belajar bukan mengumpulkan fakta melainkan: mengembangkan pemikiran dengan membuat pengertian baru. 4.Proses belajar terjadi: skema seseorang dalam keraguan dan terangsang berpikir lanjut. 5. Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman dunia fisik dan lingkungannya. Hasil belajar bergantung pada apa yang telah diketahui – bepengaruh terhadap perihal yang akan dipelajari.

7 Peran Peserta Didik 1.Penting 2.Menentukan keberhasilan 3.Pusat Belajar Individual Kelompok Dialog & Aktif Dialog & Aktif  Mengungkapkan bagaimana ia melilhat persoalan dan  Apa yang akan dibuatnya  Masing-masing individu berkesempatan secara aktif membuat abstraksi  Dengan semangat kelompok mereka berusaha menemukan jawaban Ahli, Peneliti, Sejarawan; Pustakawan pengguna

8 Pembelajaran Berpusat Pada Anak Refleksi Membaca, melihat, mendengar, dll. Berubah Keharusan I P T E K S Era Global  Pola pikir (PP),  Imlementasi PP,  Penemuan baru.

9 Pengetahuan Awal Pengetahuan Awal 1.Jawaban yang dimulai salah oleh guru tapi benar menurut mereka 2.Cara berpikir PD 3.Banyak jalan menuju Roma 4.Penciptaan suasana kondusif 5.Membiarkan PD dengan jalannya sendiri 6.Memberi kesempatan menjawab dengan tidak satu jawaban 7.Kesalahan PD > Pijakan menuju kebenaran Peserta Didik Taraf Pengetahuan PD

10 Perbedaan antara: Konstruktivisme dengan Inquiry Approach Konstruktivisme Inquiry Approach  Keduanya tidak sama  Dalam banyak hal ada kesamaan  Keaktifan PD  Salah satu merode konstruktivisme  Keaktifan PD

11 Pendidik Konstruktivisme 1.Berpikiran luas dan mendalam 2.Sabar 3.Peka 4.Pendengar Terhadap perbedaan terutama dengan PD

12 Konstruktivisme dalam Pembelajaran Fungsi & Peran Pendidik-Guru Fungsi & Peran Pendidik-Guru 1.Mediator 2.Fasilitator Kedua Fungsi di atas: 1.Guru menyediakan pengalaman belajar 2.Menyediakan kegiatan yang mendorong keingintahuan peserta didik 3.Memonitor: mengevaluasi & menunjukkan jalan pemikiran peserta didik

13 Implementasi Peran Pendidik 1.Berinteraksi dengan peserta didik secara intensif. 2.Membicarakan tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran. 3.Guru memberikan saran atas pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 4.Keterlibatan yang utuh. 5.Guru memiliki cara berpikir yang fleksibel.

14 Penguasaan Bahan  Dunia tanpa batas  Memahami konteks  Ahli Strategi pembelajaran

15 Strategi Mengajar 1.Orientasi 2.Elicitasi: mengungkapkan ide dengan berbagai jalan 3.Restrukturisasi ide a. Klarifikasi ide dikontraskan dengan ide-ide lain b. Membangun ide baru c. Mengevaluasi ide barunya 4.Penggunaan ide dalam banyak situasi 5.Review, bagaimana ide berubah

16 Mengevaluasi Proses Belajar PD 1.Guru tidak dapat mengevaluasi apa yang sedang dibuat dan apa yang mereka katakan. 2.Guru hanya menunjukkan bahwa yang mereka pikirkan tidak/ kurang, sesuai/ cocok untuk persoalan yang dihadapi

17 Hubungan Pendidik dan Peserta Didik 1.Guru bukan orang yang mahatahu. 2.Guru membantu pencarian yang membentuk pengetahuan PD. 3.Guru adalah mitra PD dalam membangun pengetahuan PD.

18 Pengetahuan  Pengumpulan pasif  Statis dan sudah jadi Belajar Mengajar Behavioristik Konstruktivistik  Proses mekanis  Mengatur Lingkungan agar dapat membantu belajar  Kegiatan aktif  Prose Menjadi  Proses organik  Punya cara khas  Berkebang  Partisipasi dengan peserta didik dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mempertanyakan kejelasan, bersikap kritis, mengadakan justifikasi  Bentuk belajar

19 Tahap-tahap Perkembangan Kognitif TahapUsiaKecakapan SensorimotorLahir - 2 tahun Pembentukan objek permanan secara bertahap mengalami kemajuan dari perilaku reflektif ke perilaku terarah. Pra-Operasional2 tahun - 7 tahun Pengembangan kemajuan untuk menggunakan simbol, guna merepresentasikan objek di dunia. Tetap berpikir egosentris dan terpusat. Operasional Konkret 7 tahun - 11 tahun  Pengembangan berpikir logis.  Kemampuan baru mencakup penggunaan operasi yang bisa dibolak-balik. Berpikir egosentris dan terpusat mulai berkurang. Operasional Formal11 tahun - dewasa  Memungkinkan berpikir abstrak dan tumbuh.  Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan eksperimentasi sistematis.


Download ppt "Konstruktivisme dalam Pembelajaran Oleh: Tim Penelitihan dan Pengembangan Pendidikan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google