Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

STOCK VALUATION.  Saham semacam apa yang Anda inginkan?  Investor jenis apakah Anda?  Risk-taker vs Risk averter? Tiga Pertanyaan Penting:

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "STOCK VALUATION.  Saham semacam apa yang Anda inginkan?  Investor jenis apakah Anda?  Risk-taker vs Risk averter? Tiga Pertanyaan Penting:"— Transcript presentasi:

1 STOCK VALUATION

2  Saham semacam apa yang Anda inginkan?  Investor jenis apakah Anda?  Risk-taker vs Risk averter? Tiga Pertanyaan Penting:

3 Blue Chip Stocks  Saham perusahaan-perusahaan besar yang telah terbukti memiliki reputasi baik  Memiliki catatan pertumbuhan keuntungan (profit growth) dari tahun ke tahun  Konsisten memberikan dividen kepada pemegang saham  Dikelola dengan standar profesionalisme yang tinggi  Melaksanakan prinsip-prinsip good corporate governance dengan baik  Menghasilkan produk atau jasa bermutu tinggi  Cukup ‘tua’ dari segi usia  ‘Matang’ dari segi manajemen  Pemimpin di industrinya Mahal berarti blue chip?

4 Saham apa saja yang termasuk blue chip?  PT Astra International, Tbk. (ASII)  PT Gudang Garam, Tbk. (GGRM)  PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TLKM)  PT Indosat (ISAT)  PT Bank Central Asia, Tbk. (BBCA) Apakah Anda yang notabene seorang RISK AVERTER cocok berinvestasi di saham blue chip?  PT Indofood Sukses Makmur, Tbk. (INDF)  dll.

5 Growth Stocks Pertumbuhan pendapatan dan laba yang lebih tinggi dari rata-rata industrinya. Sahamnya akan menjadi GROWTH STOCKS (saham bertumbuh) pula.

6 Saham apa saja yang termasuk growth stocks? Coba Anda amati saham-saham blue chip dan saham lapis kedua (second liner). Apakah Anda yang notabene seorang RISK AVERTER cocok berinvestasi di saham growth stock?

7 Sembako Kosmetika Sigaret Farmasi Defensive Stocks Bisnis dan harga saham jenis ini pada umumnya tidak terlalu dipengaruhi fluktuasi iklim perekonomian.

8 Cyclical Stocks Merupakan kebalikan dari defensive stocks. Faktor-faktor penyebab: siklus ekonomi hari raya keagamaan dll. PT Astra International, Tbk. (ASII) dan PT Matahari Putra Prima (MPPA)?

9 Speculative Stocks Pada umumnya perusahaan yang menerbitkan saham jenis ini tidak mampu secara konsisten menghasilkan laba, namun memiliki prospek yang baik di masa mendatang. Umumnya perusahaan baru atau sedang mengembangkan suatu produk baru yang memiliki prospek cerah.

10 Junk Stocks  Sering kali mengalami kerugian  Umumnya tidak memiliki manajemen yang baik  Banyak utang dan bermasalah  Tidak memiliki produk/jasa yang berprospek cerah  Dividen sangat kecil dan itu pun sering kali karena diharuskan oleh peraturan/persyaratan bursa/Bapepam  Harga sahamnya sangat fluktuatif (roller coaster price)

11 Proses Valuasi Top-down Analysis: 3 Pokok Analisis 1. Perekonomian Fiscal Policy (Kebijakan Fiskal) Monetary Policy (Kebijakan Moneter) Inflation (Inflasi) Longgar: mendorong konsumsi Ketat: memperlambat konsumsi Ketat: mengurangi pasokan modal kerja dan memperlambat pertumbuhan dunia usaha. Suku bunga pinjaman naik, biaya industri menjadi mahal. Inflasi menimbulkan perbedaan antara real interest rate dan nominal interest rate, serta mengubah perilaku konsumen dan perusahaan dalam berbelanja dan menabung. Selain memengaruhi perkonomian domestik, perbedaan inflasi juga akan memengaruhi neraca perdagangan dan nilai tukar mata uang negara.

12 Political Changes (Perubahan Politik) Berpotensi meningkatkan premi risiko (risk premium) berinvestasi di suatu negara. PESAN PENTING! Sebelum Anda berinvestasi pada suatu negara, lakukan analisis mendalam terhadap kondisi perekonomiannya. Pelajari kebijakan-kebijakan fiskal dan moneter, tingkat inflasi, serta suhu politik

13 2. Industri Mengidentifikasi industri-industri yang mengalami kemakmuran atau menderita dalam suatu siklus perekonomian. Reaksi industri-industri terhadap perubahan perekonomian akan berbeda-beda pada titik siklus bisnis (business cycle) tertentu. Contoh : ● Industri manufaktur akan meningkatkan modalnya ketika beroperasi pada kapasitas penuh di puncak siklus perekonomian. ● Industri konstruksi akan terpengaruh menjelang siklus berakhir. ● Industri alternatif akan merespons suatu siklus bisnis secara berbeda-beda. ● Industri musimanumumnya mengalami kemakmuran selama masa ekspansi. ● Industri non-musiman (defensif) tidak mengalami penurunan yang signifikan selama masa resesi. Namun juga tidak mengalami peningkatan tajam saat ekonomi ekspansi. PESAN PENTING! Setelah menganalisis perekonomian suatu negara, lakukan analisis mendalam terhadap bidang industri berprospek cerah di masa datang.

14 3. Analisis Perusahaan Menganalisis dan membandingkan kinerja perusahaan-perusahaan di industri sejenis dengan menggunakan rasio-rasio keuangan dan nilai arus kas. Kinerja masa lalu vs prospek di masa datang   Perkiraan nilai perusahaan/nilai saham  Langkah terakhir perkiraan nilai perusahaan vs harga pasar perusahaan, kemudian memutuskan apakah sahamnya merupakan instrumen investasi feasible.

15 Ingat! Anda tidak akan pernah mengetahui apakah harga suatu saham sudah “murah” (undervalued) atau “mahal” (overvalued) tanpa melakukan analisis terlebih dahulu, lalu memperkirakan nilainya, kemudian membandingkan nilai perkiraan tersebut dengan harga pasar sahamnya.

16 Teori Valuasi Nilai (value) suatu aset adalah nilai sekarang (present value) dari arus kas imbal hasil yang diharapkan (expected cash flows). Dengan kata lain, Anda berharap suatu aset dapat memberikan aliran cash flows selama Anda memilikinya. Untuk mengonversikan aliran cash flows menjadi nilai saham, Anda harus mendiskontokan aliran tersebut dengan tingkat bunga yang diminta investor (required rate of return).    Dua estimasi utama: 1.The stream of expected cash flows 2.Required rate of return

17 Proses Penilaian (Valuation) 1. Perkiraan Aliran Arus Kas (The Stream of Expected Cash Flows) Return (Imbal-Hasil) sebuah investasi bukan hanya besar jumlahnya, tapi juga:  Bentuk (form of returns)  Pola waktu (time pattern of returns)  Ketidakpastian dari return (uncertainty or returns) yang akan memengaruhi tingkat return yang diinginkan (required rate of return) oleh seorang investor.

18 Bentuk Imbal-Hasil Pola Waktu Imbal-Hasil Meliputi laba (earning), dividen, atau capital gain pada sebuah periode. Kapan diterima? Bulanan, Semester, atau Tahunan?

19 2. Tingkat Imbal-Hasil yang diharapkan (Required Rate of Return) Rumus : k = R nominal risk-free rate + P risk premium R nominal risk-free rate : adalah tingkat pengembalian instrumen investasi bebas risiko ditambah premi perkiraan inflasi. Contoh instrumen investasi yang bebas risiko (risk-free) ketidakpastian return adalah Setifikat Bank Indonesia (SBI). R nominal risk-free rate = (1 + real risk-free rate)(1 + expected inflation) – 1 Risk premium: business risk, financial risk, liquidity risk, exchange rate risk, dan country risk.

20 Contoh Soal: Jika suku bunga riil SBI saat ini adalah 12% dan perkiraan tingkat inflasi adalah sebesar 3%, berapakah nominal risk-free rate? Nominal risk-free rate=(1 + 0,12)(1 + 0,03)-1 =15,36% Untuk mendapatkan required rate of return (k), Anda tinggal menambahkan besarnya premi risiko (risk premium) yang Anda perkirakan.

21 Jenis-Jenis Risiko 1. Business Risk adalah ketidakpastian arus kas masuk yang diakibatkan oleh iklim usaha. Semakin tinggi ketidakpastian arus kas masuk terhadap perusahaan, semakin tinggi pula ketidakpastian arus kas masuk bagi investor. Sehingga investor akan meminta premi risiko yang lebih tinggi.

22 2. Financial Risk disebut juga financial leverage, yaitu ketidakpastian return yang ditunjukkan oleh metode pembiayaan investasi perusahaan. Jika perusahaan juga meminjam uang atau menerbitkan obligasi untuk membiayai investasi usahanya, mereka harus membayar biaya bunga yang prioritas pembayarannya lebih tinggi dibandingkan dengan dividen bagi pemegang saham. Akibatnya, ketidakpastian return bagi investor ekuitas akan meningkat sehingga investor pun akan meminta premi risiko yang lebih tinggi.

23 3. Liquidity Risk adalah ketidakpastian return yang ditunjukkan oleh pasar sekunder saham ketika investor ingin melikuidasi sahamnya. Semakin tinggi tingkat likuiditas, semakin rendah premi risiko. Demikian juga sebaliknya.

24 4. Exchange Rate Risk adalah ketidakpastian return yang ditimbulkan oleh adanya perbedaan mata uang yang digunakan dalam berinvestasi. Misalnya Anda membeli saham di Singapura dalam nominasi dolar Singapura, maka ketika Anda hendak mengonversikannya ke dalam mata uang rupiah, Anda akan dihadapkan pada selisih kurs.

25 5. Country Risk disebut juga political risk adalah ketidakpastian return yang diakibatkan oleh kemungkinan perubahan penting di bidang politik ataupun ekonomi suatu negara. Semakin tinggi country risk, semakin tinggi pula premi risiko yang diminta investor.

26 6. Market Risk atau Risiko pasar adalah risiko sistematis yang diukur dengan beta (  ). Misalnya, saham A dengan koefisien beta = 1,2 Jika pasar naik sebesar 10%, harga saham A berpotensi untuk naik sebesar 1,2 x 10% = 12%. Sebaliknya, jika pasar turun 10%, harga saham A berpotensi turun 12%. Koefisien beta: ukuran sensitivitas atau kepekaan individu saham terhadap pergerakan pasar.

27 Apa yang dimaksud dengan harga wajar suatu aset? Suatu harga yang dapat kita terima sebagai harga pokok kepemilikan suatu aset setelah membandingkan tingkat imbal-hasil yang kita harapkan (required rate of return) dengan tingkat imbal- hasil yang dapat diberikan aset tersebut di masa mendatang (expected rate of return). Apa yang dimaksud dengan required rate of return atau discount rate? adalah tingkat imbal-hasil yang Anda tetapkan yang besarnya di atas rata-rata return instrumen investasi bebas risiko.

28 Valuasi Saham Preferen Saham preferen akan menerima dividen secara perpetuity (terus- menerus) selama perusahaan itu masih berdiri.  Rumus: V p = D/k V p = Nilai intrinsik (nilai wajar) saham preferen D = Dividen tetap k = Required rate of return atau Discount rate

29 PT XYZ menerbitkan saham preferen yang memberikan dividen tetap sebesar Rp650,- per tahun. Required rate of return untuk saham preferen sejenis di pasaran adalah 18%. Berapakah harga wajar saham preferen PT XYZ? Contoh Soal: Jawab:V p = D/k = Rp650,-/0,18 = Rp3.611,-

30 Faktor apa yang memengaruhi harga saham preferen? Meskipun dividen tahunan saham preferen adalah tetap, namun harga pasarnya bisa berubah sewaktu-waktu. Negative correlation: required rate of return   Market Price 

31 Valuasi Saham Biasa Langkah-langkah penting sebelum mengambil keputusan membeli saham: 1. Perkirakan laba per saham (earning per share, EPS) di masa mendatang. 2. Perkirakan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio). 3. Hitung present value dari aliran dividen-dividen yang diperkirakan melalui pendiskontoan dividen-dividen tersebut dengan tingkat imbal-hasil yang diharapkan (required rate of return). 4. Jangka waktu berinvestasi pada suatu saham (time horizon) yang mengukur berapa lama Anda ingin berinvestasi pada suatu saham.

32 Bagaimana Menentukan Tingkat Pertumbuhan atau Growth (g)? g = RR x ROE Rumus: RR (retention rate) = persentase laba ditahan ROE (return on equity) = laba bersih/total modal

33 Time Horizon Tak Terhingga Asumsinya bahwa tingkat pertumbuhan (g) dari dividen adalah TETAP (tidak pernah berubah) selamanya sehingga … dividen tahun depan adalah D 1 = D 0 (1 + g) dividen tahun ke-2 adalah D 2 = D 1 (1 + g) dst. Untuk Time Horizon Tak Terhingga, karena arus kas saham bagi seorang investor hanyalah bersumber dari dividen-dividen, maka nilai wajar sahamnya adalah present value arus kas dividen dikurangi dividen di masa mendatang.

34 D 1 D 2 D  P 0 = (1 + k s ) 1 (1 + k s ) 2 (1 + k s )  Rumus: P 0 = harga wajar saham saat ini D 1, D 2.. D  = arus kas dividen-dividen k s = required rate of return untuk saham Dividend Discounted Model (DDM). Rumus di atas dapat disederhanakan menjadi D 1 P 0 = k s - g

35 Tahun lalu PT X membayarkan dividen sebesar Rp216,- per saham. Anda memperkirakan bahwa pertumbuhan dividen (g) akan konstan sebesar 10% p.a. untuk selamanya. Jika Anda menetapkan required rate of return (k s ) sebesar 18%, berapakah harga wajar saham tersebut? Contoh Soal: Jawab: P 0 = D k s – g = D 0 (1 + g) k s – g = Rp216(1+0,10) ,18 - 0,10 = Rp2,970

36 Time Horizon = 1 Tahun D 1 Perkiraan Harga Jual V s = (1 + k s ) 1 (1 + k s ) 2 Rumus: V s = harga wajar saham saat ini D 1 = perkiraan dividen yang akan diterima k s = required rate of return Anda memperkirakan bahwa PT X akan membayarkan dividen sebesar Rp216,- per saham. Saat ini sahamnya diperdagangkan di bursa efek dengan harga Rp1.350,- per saham. Jika Anda menetapkan required rate of return (k s ) sebesar 18% dan berharap dapat menjual saham tersebut seharga Rp1.500,- setahun kemudian, maka: Contoh Soal: a. Berapakah harga wajar saham tersebut saat ini? b. Apakah Anda akan memutuskan untuk berinvestasi? c. Berapa persenkah return yang akan Anda peroleh jika Anda memutuskan untuk berinvestasi?

37 Jawab: a. Hitung harga wajar Rp216 Rp1.500 V s = (1 + 0,18) 1 (1 + 0,18) 1 = Rp183 + Rp1.271= Rp1.454,- b. Bandingkan harga wajar dengan harga pasar Harga wajar = Rp1.454,- Harga pasar = Rp1.350,- Harga wajar > Harga Pasar, maka saham tersebut “underpriced” Sebaiknya Anda putuskan berinvestasi karena harganya sedang “murah”.

38 c. Return yang akan Anda dapatkan adalah dividen ditambah capital gain dibagi dengan harga beli saham (cost) Dividen = Rp216,- Capital gain = Rp1.500 – Rp1.350 = Rp150,- Return = (dividen + capital gain)/cost x 100% = (Rp216 + Rp150)/Rp1.350 x 100% = 27,11%

39 Time Horizon > 1 Tahun Anda berkesempatan untuk menikmati pertumbuhan (growth) dividen, baik positive growth maupun negative growth. Menilai Saham Berdividen Tetap V s = D/k s Rumus: D = dividen konstan tahunan k s = required rate of return V s = harga wajar saham biasa

40 PT X menetapkan kebijakan dividen tahunan sebesar Rp216,- per saham biasa untuk selamanya (dengan kata lain, tidak ada pertumbuhan dividen). Saat ini saham PT X diperdagangkan di bursa efek dengan harga Rp1.350,- per saham. Anda bermaksud memegang saham tersebut untuk selamanya. Dengan required rate of return sebesar 18%, apakah berinvestasi pada saham ini cukup menguntungkan? Contoh Soal: Jawab: V s = D/k s = Rp216/0.18 = Rp1.200,- per saham Persentase return = Dividen tahunan/cost = Rp216/Rp1.350 x 100% = 16% Ternyata persentase return juga lebih rendah dari required rate of return. Keputusan berada di tangan Anda untuk berinvestasi atau tidak.

41 Menilai Saham dengan Pertumbuhan Dividen Konstan Apa yang dimaksud dengan persentase pertumbuhan yang tetap/konstan? Contoh Soal: Jika dividen PT X tahun lalu adalah sebesar Rp216,- dan diperkirakan dividen untuk tahun-tahun mendatang akan bertumbuh (g) 10% p.a., dividen tahun-tahun berikutnya … D 2 = Rp216( ) 2 = Rp216(1.1) 2 = Rp261,4,- demikian seterusnya Dividen 2 tahun kemudian Dividen 1 tahun kemudian D t = D 0 (1 + g) 1 D 1 = Rp216 ( ) = Rp237,6,- Jawab:

42 Harga dari saham biasa yang memiliki tingkat pertumbuhan dividen yang konstan dapat ditentukan setelah dividen-dividen di masa mendatang didiskontokan dengan required rate of return: D 0 (1 + g) 1 D n (1 + g) n Harga Jual Tahun ke-n V s = … (1 + k s ) 1 (1 + k s ) n (1 + k s ) n Rumus: D o = dividen per saham yang dibayarkan tahun terakhir D n = perkiraan dividen per saham pada tahun ke-n k s = required rate of return untuk saham g = tingkat pertumbuhan dividen

43 Tahun lalu PT X membayarkan dividen sebesar Rp216,- per saham. Saat ini sahamnya diperdagangkan di bursa efek dengan harga Rp1.350,- per saham. Anda memperkirakan bahwa pertumbuhan dividen (g) akan konstan sebesar 10% p.a. pada tahun-tahun mendatang. Jika Anda menetapkan required rate of return (k s ) sebesar 18% dan berharap dapat menjual saham tersebut seharga Rp1.500,- dua tahun kemudian, berarti: Contoh Soal: a. Berapakah harga wajar saham tersebut saat ini? b. Apakah Anda memutuskan untuk berinvestasi? c. Berapa persenkah return yang akan Anda dapatkan jika Anda memutuskan untuk berinvestasi?

44 Jawab: a. Hitung harga wajar D 1 D 2 Harga Jual Tahun ke-2 V s = (1 + 0,18) 1 (1 + 0,18) 2 (1 + 0,18) 2 Rp237,6 Rp261,4 Rp1.500 = (1 + 0,18) 1 (1 + 0,18) 2 (1 + 0,18) 2 = Rp201 + Rp188 + Rp1.077 = Rp 1.466,-

45 Harga wajar = Rp1.466,- Harga pasar = Rp1.350,- Harga wajar > Harga Pasar, maka saham tersebut “underpriced” Sebaiknya Anda putuskan berinvestasi karena harganya sedang “murah”. b. Bandingkan harga wajar dengan harga pasar c. Return yang akan Anda dapatkan adalah dividen ditambah capital gain dibagi dengan harga beli saham (cost) Total Dividen = Rp237,6 + Rp261,4 = Rp498,6 Capital gain = Rp1.500 – Rp1.350 = Rp150,- Return = (dividen + capital gain)/cost = (Rp498,6 + Rp150)/Rp1.350 = 48,04%

46 Menilai Saham dengan Pertumbuhan Dividen Supernormal Bagaimana menilai harga wajar saham yang tingkat pertumbuhan dividennya berbeda untuk 2 periode waktu yang berlainan? Dividen-dividen yang akan diterima di masa datang harus diproyeksikan secara terpisah. Dividen-dividen yang diproyeksikan tersebut beserta harga wajar saham pada tahun pertama setelah berakhirnya pertumbuhan supernormal didiskontokan ke nilai sekarang (present value) dengan menggunakan required rate of return, dan akhirnya semua hasil present value dijumlahkan bersama-sama. Itulah harga wajar saham tersebut. Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dividen supernormal?

47 Contoh Soal: Pada tahun lalu, PT ABC membayarkan dividen tahunan sebesar Rp28,- per saham biasa. Diperkirakan dividen tersebut akan mengalami pertumbuhan sebesar 20% per tahun untuk 3 tahun berikutnya, lalu kemudian turun menjadi normal, yaitu sebesar 10% per tahun untuk seterusnya. Jika diasumsikan required rate of return sebesar 18%, berapakah harga wajar saham tersebut hari ini? Langkah-1 Jawab: Pada tabel di atas, D 1, D 2, dan D 3 adalah proyeksi dividen-dividen tahun ke-1, ke-2, dan ke-3 berdasarkan perkiraan pertumbuhan sebesar 20% per tahun. Diketahui bahwa dividen tahun terakhir (D 0 ) adalah Rp28,- per saham, maka: D 1 = D 0 (1 + g) = Rp28(1 + 0,2) = Rp33,60 D 2 = D 1 (1 + g) = Rp33,60(1 + 0,2)= Rp40,32 D 3 = D 2 (1 + g) = Rp40,32(1 + 0,2)= Rp48,38

48 Langkah-2 Proyeksikan dividen pada tahun pertama setelah berakhirnya masa pertumbuhan supernormal, yaitu pada tahun ke-4. Pertumbuhan dividen menjadi 10%. D 4 = D 3 (1 + g) = Rp48,38( ) = Rp53,22 Langkah-3 Harga wajar saham pada akhir tahun ke-3 (P 3 ) dihitung berdasarkan proyeksi dividen dan growth dividen tahun ke-4. Gunakan rumus Discounted Dividend Model yang terdapat pada topik “Time Horizon Tak Terhingga”. Harap dicatat, sewaktu menentukan harga saham untuk tahun-tahun tertentu dengan menggunakan Discounted Dividend Model, proyeksi dividen tahun berikutnyalah yang harus digunakan. D 4 Rp53,22 Rp53,22 P 3 = = = k s – g 0.18 – = Rp665,25

49 PV(D 1 ) = Rp33,60/(1 + 0,18) 1 = Rp 28,48 PV(D 2 ) = Rp40,32/(1 + 0,18) 2 = Rp 28,96 PV(D 3 ) = Rp48,38/(1 + 0,18) 3 = Rp 29,45 PV(P 3 ) = Rp665,25/(1 + 0,18) 3 = Rp 404,89 Langkah-4 Diskontokan seluruh aliran kas (D 1, D 2, D 3, dan P 3 ) pada required rate of return sebesar 18%. Langkah-5 Untuk mempermudah Anda, buatlah sebuah tabel arus kas dan masukkan seluruh hasil perhitungan ke dalamnya. Thn Arus Kas Present Value Arus Kas dengan required rate of return 18% 1 D 1 = Rp33,60 Rp28,48 2 D 2 = Rp40,32 Rp28,96 3 D 3 = Rp48,38 Rp29,45 P 3 =Rp665,25 Rp404,89 Total PV Arus Kas = Rp491,78

50 Penggunaan CAPM pada Metode Valuasi CAPM (Capital Asset Pricing Model) digunakan untuk memperkirakan required rate of return dalam menilai sebuah saham biasa. Rumus: k s = R f +  (R m – R f ) k s = required rate of return R f = tingkat imbal-hasil investasi bebas risiko (misalnya, Sertifikat Bank Indonesia, T-Bond, dll.  = koefisien beta dari perusahaan R m = tingkat imbal-hasil portofolio pasar Jika k s (required rate of return) sudah dapat ditentukan nilainya, arus kas return di masa datang harus didiskonto pada nilai k s tersebut. Dari rumus di atas, R m – R f merupakan premi risiko (risk premium) yang ditetapkan atas saham perusahaan.

51 Apakah koefisien beta (  ) saham itu? ukuran sensitivitas atau kepekaan individu saham terhadap pergerakan pasar.  > 1: Saham dengan koefisien beta > 1 : lebih agresif dari pasar.  = 1: Saham dengan koefisien beta = 1 : mengikuti arus pasar.  < 1: Saham dengan koefisien beta < 1 : lebih lambat dari pasar.

52 Beta saham PT A adalah 1,5. Tingkat imbal-hasil portofolio pasar adalah 17% dan suku bunga SBI saat ini 13%. Secara historis, perusahaan tersebut berhasil mempertahankan pertumbuhan dividennya sebesar 15%. Sebagai investor yang mengharapkan dividen Rp30,- per saham untuk tahun depan, pada harga berapakah Anda bersedia membeli saham tersebut? Contoh Soal: Jawab: Jika required rate of return (k s ) sudah diberikan, dengan mudah kita dapat menggunakan rumus Dividend Discounted Model: D 1 P 0 = k s - g Rp30 = k s - 0,15 karena nilai k s belum diketahui, kita gunakan CAPM: ks = Rf +  (Rm – Rf) = 0,13 + 1,50(0,17 – 0,13) = 0,19 atau 19%

53 Dengan memasukkan nilai k s pada Dividend Discounted Model, maka harga wajar saham dapat diperkirakan: D 1 P 0 = k s - g Rp30 = ,19 - 0,15 = Rp750,- CAPM dapat digunakan untuk menilai suatu saham, tentu saja jika nilai beta sudah diketahui sebelumnya. Jika tidak, perkiraan harga saham bisa melenceng.

54 Menilai Saham melalui P/E Ratio (PER) Menilai sebuah saham biasa dengan menggunakan Price/Earning (P/E) ratio, yaitu perbandingan antara Harga Pasar (market price) saham dan Laba Per Saham (earning per share). Rumus: P 0 D 1 /E 1 DPR = = E 1 k s – g k s - g P/E ratio ditentukan oleh hal-hal berikut: Expected dividend payout ratio (DPR) atau perkiraan rasio pembayaran dividen Deviden dibagi dengan laba per saham atau D/E. DPR bisa dihitung dengan cara lain, yakni: DPR = 1 – RR, dan RR adalah Retention Rate. Required rate of return (k s ) Dihasilkan melalui CAPM. Expected growth rate of dividends (g)Perkiraan tingkat pertumbuhan dividen.

55 Contoh Soal: Kita asumsikan PT ABC secara historis selalu membayarkan 40% dari EPS-nya sebagai dividen. ROE perusahaan tersebut sebesar 17%. Dengan required rate of return sebesar 19%, berapakah P/E ratio yang wajar bagi saham ini? Jawab: DPR 1 = 40%, maka RR= 1 – DPR 1 = 60% ROE = 17%; k = 19% Langkah-1 Cari tingkat pertumbuhan divideng = (RR)(ROE) = (0,6)(0,17) = 0,10Hitung P/E ratio Langkah-2 P 0 DPR 1 0, = = E 1 k s – g 0,19 - 0,10 = 4,444 kali

56 Contoh Soal : Setelah mendapatkan P/E ratio dari soal tadi, Anda dapat mengaplikasikannya dalam penilaian harga wajar saham. Premi risiko yang ditetapkan pasar untuk saham INTP adalah 10%, sedangkan return investasi bebas risiko (risk-free rate of return) adalah 11%. Beta saham INTP adalah 1,1. Laba per saham tahun 2005 adalah Rp200,93. ROE perusahaan tersebut 13,14%. Perkiraan Anda INTP akan membayarkan 40% EPS tersebut sebagai dividen. Saat ini saham INTP diperdagangkan di BEJ dengan harga Rp3.750,- per saham. a. Berapakah harga wajar saham tersebut saat ini? b. Apakah Anda memutuskan untuk berinvestasi di saham tersebut?

57 Jawab:DPR 1 = 40%, maka RR = 1 – DPR 1 = 60% ROE = 13,14% EPS 0 = Rp200,93 Langkah 1: Hitung tingkat pertumbuhan EPSg = (RR) x (ROE) = (0,6) x (0,1314) = 0,0788 Langkah 2: Proyeksikan EPS untuk tahun berikut berdasarkan growth EPS 1 atau E 1 = EPS 0 (1 + g) = Rp200,93 (1 + 0,0788) = Rp216,77

58 Hitung required rate of return Langkah 3: k s = R f +  (R m – R f ) = 0,11 + 1,1(0,1) = 0,22 atau 22% Hitung P/E Ratio untuk tahun berikutnya Langkah 4: P 0 DPR 1 0, = = = 2,83 E 1 k s – g 0,22 - 0,0788 a. Cari harga wajar melalui P/E Ratio P 0 /E 1 = 2,83P 0 = 2,83 x E 1 = 2,83 x Rp216,77= Rp614,08 b. Bandingkan harga wajar dengan harga pasar Harga wajar = Rp614,08 Harga pasar = Rp3.750,- Harga Wajar > Harga Pasar, berarti saham tersebut saat ini “overpriced” alias “sangat mahal”. Tetapi, mengapa investor masih berminat?

59 Menilai Saham melalui PBV Ratio Price to book value ratio (PBV ratio) adalah rasio perbandingan antara harga pasar saham (price) dan nilai buku per saham (book value per share). Nilai buku per saham didapatkan melalui pembagian antara total equity (total modal) dan number of outstanding shares (jumlah saham beredar). Rumus: Price of stock P/BV = Book value per share diketahui, Total equity Book value per share = Number of outstanding shares

60 Kasus IPO Bank Mandiri Ada apa dengan IPO PT Bank Mandiri, Tbk. tahun 2003? Book value per share PT Bank Mandiri, Tbk.: Rp730,- PBV 5 bank terbesar PT Bank Central Asia, Tbk. (1,4), PT Bank BNI, Tbk. (4,3), PT Bank Internasional Indonesia, Tbk. (1,9), PT Bank Danamon, Tbk (1,4), dan Bank Niaga (2,6 PBV) dengan PBV Rata-rata: 2,23. Data-data sebelum IPO: Mengapa harus dijual pada harga Rp675,- per saham (0,925 kali PBV atau 92,5% dari nilai buku)? Selayaknya dijual dengan harga berapa?   

61 Keputusan Akhir Jika harga pasar < perkiraan harga wajar  “ murah” Jika harga pasar > perkiraan harga wajar  “ mahal” Perkiraan harga wajar suatu saham umumnya selalu berbeda dengan harga pasar. Jika perbedaannya cukup signifikan, saham-saham yang harganya ”murah” dapat dibeli. Saham-saham yang harganya ”mahal” sebaiknya jangan dibeli atau dijual saja jika sudah memilikinya dengan harga perolehan yang “murah”.

62 See you …….


Download ppt "STOCK VALUATION.  Saham semacam apa yang Anda inginkan?  Investor jenis apakah Anda?  Risk-taker vs Risk averter? Tiga Pertanyaan Penting:"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google