Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ASPEK BIOLOGI TANAH DASAR ILMU TANAH. BIOTA TANAH BERDASARKAN UKURAN DIBEDAKAN: 1. MIKROBIOTA : < 0.2 mm (< 200  m) Prokaryotes: virus, bacteri, actinomycetes.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ASPEK BIOLOGI TANAH DASAR ILMU TANAH. BIOTA TANAH BERDASARKAN UKURAN DIBEDAKAN: 1. MIKROBIOTA : < 0.2 mm (< 200  m) Prokaryotes: virus, bacteri, actinomycetes."— Transcript presentasi:

1 ASPEK BIOLOGI TANAH DASAR ILMU TANAH

2 BIOTA TANAH BERDASARKAN UKURAN DIBEDAKAN: 1. MIKROBIOTA : < 0.2 mm (< 200  m) Prokaryotes: virus, bacteri, actinomycetes Eukaryotes: Fungi, protozoa, Algae 2. MESOBIOTA : 0.2 – 10 mm Nematoda, rotifera, anthropoda kecil (rayap) dll 3. MAKROBIOTA : > 10 mm Eathworm, anthropoda besar (kumbang tanah), serangga dll Tipe sel Prokaryotes : tipe sel yang perkembangannya sederhana Tipe sel Eukaryotes : tipe sel yang perkembangannya sempurna

3 Typical Numbers of Soil Organisms in Healthy Ecosystems Ag LandPrairieForest Organisms per gram (teaspoon) of soil Bacteria100 mil. -1 bil. FungiSeveral yards10s – 100’s of yds1-40 miles (in conifers) Protozoa1000’s 100,000’s Nematodes ’s – 100’s100’s Organisms per square foot Arthropods< ,000-25,000 Earthworms (0 in conifers)

4 organisms in Soil Bacteria Actinomycetes Fungi Protozoa Nematodes Earthworm Mites Myriapods Isopods

5 STRUKTUR SEL ORGANISME TANAH

6 ProkariotEukariot Struktur genetik Jumlah kromosom Mitose Dinding inti DNA inti terikat dengan histon- histon DNA dalam organel 1 tidak ada tidak tidak ada Lebih dari 1 Ada Ya Ada Struktur dalam sitoplasma Sifat ribosom sitoplasma Sifat ribosom di organel Mitokhondria Khloroplas Aparatus Golgi Pinosilosis Fagesitosis Gerakan amuboid Aliran sitoplasma 70 S tidak ada 80 S 1.S Ada Tidak ada atau ada Ada Ada atau tidak ada Tabel 1. Perbedaan antara tipe sel prokariot dan eukariot

7

8 Soil Microorganisms Affected by – Moisture – Temperature – Aeration – Food Supply (Organic Matter) – Acidity

9 Location in Soil Mostly in top inch Almost all in top 6 inches Rhizosphere – Adjacent to plant roots – High microbial activity – Contains root exudates

10 Affected by – Moisture – Temperature – Aeration – Food Supply (Organic Matter) – Acidity

11 PENGGOLONGAN ORGANISME TANAH 1.Autochton atau indigeneus : mikrobia asli dari suatu tanah tertentu 2.Alochton atau zymogen : mikrobia yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh penambahan pupuk hayati, bahan organik atau bahan-bahan lainnya. (introduksi/inokulasi mo dari luar) 1.Autochton atau indigeneus : mikrobia asli dari suatu tanah tertentu 2.Alochton atau zymogen : mikrobia yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh penambahan pupuk hayati, bahan organik atau bahan-bahan lainnya. (introduksi/inokulasi mo dari luar) I. Keberadaan mikroba di dalam tanah dibedakan menjadi : II.Berkaitan dengan aktivitas/kegiatannya sebagai agensia geokimia mikrobia dalam tanah dibedakan : II.Berkaitan dengan aktivitas/kegiatannya sebagai agensia geokimia mikrobia dalam tanah dibedakan :

12 Kelompok kegiatanBakteriAktinomycetesFungi IPeombak selulosaArthrobacter Bacillus Cellulomonas Nocardia Streptomyces Micromonospora Aspergillus Fusarium Trichoderma IIPerombak ligninCoprinus Agaricus, Poria IIIPerombak pectinBacillus Erwinia Clostridium StreptomycesFusarium Verticellium IVPerombak khitinAchromobacter Bacillus Pseudomonas Streptomyces Micromonospora Nocardia Aspergillus Fusarium Mucor VPengoksidasi ammoniaMycobacterium Bacillus Nitrosomonas StreptomycesAspergillus VIPereduksi nitratAchromobacter Thiobacillus Pseudomonas VIIPengoksidasi nitritNitrobacter VIIIPengoksidasi BelerangThiobacillus Beggiatoa Bakteri hijau Aspergillus Penicilium IXPelarut FosfatBacillus Pseudomonas Chromobacterium StreptomycesAspergillus Penicilium

13 III. BERDASARKAN SUMBER CARBON 1.Autotrof: Jasad yang memerlukan sumber C dalam bentuk senyawa anorganik (CO 2 dan senyawa- senyawa karbonat) 2.Heterotrof : Jasad yang memerlukan sumber C dalam bentuk senyawa organik 3. Saprofit: senyawa organik/bahan organik berasal dari sisa jasad hidup atau jasad mati 4. Parasit: senyawa/bahan organik berasal dari jasad inangnya

14 JASADSUMBER CARBON SUMBER ENERGI 1. FotoautotrofSenyawa an organik Cahaya matahari 2. FotoheterotrofSenyawa organik Cahaya matahari 3. KhemoautotrofSenyawa an organik Oksidasi senyawa an organik 4. KhemoheterotrofSenyawa organik Oksidasi senyawa organik IV. BERDASARKAN SUMBER ENERGI

15 1.Litotrof: Jasad yang menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa an organik. Misal : H 2, NH 3, H 2 S, S 2. Organotrof: Jasad yang menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa organic V. BERDASARKAN SUMBER DONOR ELEKTRON

16 VI. BERDASARKAN SUMBER ENERGI DAN SUMBER DONOR ELEKTRON JASAD SUMBER ENERGI SUMBER DONOR ELEKTRON CONTOH JASAD Fotolitotrof Cahaya matahari Senyawa an organik Algae, bakteri fotosintetik Fotoorganotrof Cahaya matahari Senyawa organik Bakteri belerang fotosintetik Khemolitotrof Oks.senyawa an organik Senyawa an organik Bakteri besi, bakteri hidrogen, bakteri Nitrifikasi Khemoorgano trof Oks. senyawa organik Senyawa oganikJasad-jasad heterotrof

17 VII. BERDASARKAN ATAS KEBUTUHAN OKSIGEN 1.Aerob : Jasad yang menggunakan O 2 sebagai satu- satunya aseptor hidrogen terakhir dalam proses respirasinya 2.Facultatif aerob: O 2 dan NO An aerob: Jasad yang tidak dapat menggunakan O 2 sebagai aseptor hidrogen terakhir dalam proses respirasinya, tetapi menggunakan Fe 3+, Mn 2+, SO 4 2- dan organik aseptor 4. Facultatif an aerob: O 2, NO 3 - dan aseptor organik 5. Mikroaerob : jasad yang hanya memerlukan oksigen dalam jumlah yang sangat sedikit 1.Kapnofil: jasad yang memerlukan kadar oksigen rendah dan kadar CO 2 tinggi

18 NUTRISI DAN METABOLISME MIKROBIA

19 U n s u rFungsi fisiologi Karbon (C)Penyusun bahan-bahan organik sel Oksigen (O)Penyusun air sel, bahan-bahan organik sel, sebagai O 2, aseptor elektron dalam respirasi aerob Nitrogen (N)Penyusun protein-protein, asam nuklein, koenzim-koenzim Hidrogen (H)Penyusun air sel, bahan-bahan organik sel Fosfor (F)Penyusun asam nuklein, fosfolipida, koenzim-koenzim Sulfur (S)Penyusun protein-protein (sebagai asam amino, cystein dan methionin), beberapa koenzim (koenzim A, dekarboksilase) Kalium (K)Salah satu dari kation anorganik sel, kofaktor untuk beberapa enzim Magnesium (Mg)Kation seluler, Kofaktor an organik untuk reaksi-reaksi enzimatik meliputi pula pembentukan ATP, berfungsi untuk pengikatan enzim pada substrat, penyusun khlorofil Kalsium (Ca)Kation seluler, kofaktor untuk beberapa enzim (misal emzim-enzim proteinase) Besi (Fe)Penyusun sitokrom-sitokrom dan protein heme atau non heme, kofaktor untuk sejumlah enzim Kobalt (Co), Cu, Zn, MoPenyusun vit. B 12 dan derivat-derivat koenzimnya. Unsur-unsur anorganik penyusun enzim-enzim tertentu Tabel Fungsi fisiologis dari unsur-unsur

20 Secara garis besar nutrisi bagi mikrobia dibagi menjadi 7 golongan, yaitu : 1.Air 2.Sumber energi, yaitu senyawa-senyawa organik dan atau senyawa-senyawa an organik yang dapat dioksidasi dan cahaya matahari. 3.Sumber Carbon, dapat berbentuk senyawa organik (karbohidrat, asam-asam organik, garam-garam asam organik, polialkohol dll), atau senyawa anorganik (karbonat-karbonat) atau CO 2 sebagai sumber karbon utama

21 4.Sumber aseptor elektron, Proses oksidasi biologi merupakan proses pengambilan dan pemindahan elektron dari substrat. Elektron di dalam sel tidak dapat berada dalam bentuk bebas, maka harus ada sesuatu yang dapat segera menangkap elektron tersebut. Penangkap elektron ini disebut aseptor elektron. Aseptor elektron ialah suatu agensia pengoksidasi. Pada mikrobia yang dapat berfungsi sebagai aseptor elektron ialah O 2, senyawa-senyawa organik, NO 3 -, NO 2 -, N 2 O, SO 4 2-, CO 2 dan Fe 3+.

22 5. Sumber mineral-mineral penting Mineral-mineral yang berfungsi sebagai penyusun utama sel ialah : C, O, N, H, dan F. Unsur mineral lain yang diperlukan mikrobia ialah : K, Ca, Mg, Na, S dan Cl, sedangkan yang dibutuhkan dalam jumlah sangat sedikit ialah : Fe, Mn, Co, Cu, Bo, Zn, Mo, dan Al Selain berfungsi sebagai penyusun sel, unsur-unsur mineral juga berfungsi sebagai pengatur tekanan osmose, kadar ion hidrogen, permeabilitas, potensial oksidasi-reduksi suatu medium.

23 6. Faktor tumbuh faktor tumbuh ini dapat digolongkan atas : asam-asam amino (sebagai penyusun protein), purin dan pirimidin (sebagai penyusun asam-asam nuklein) dan vitamin-vitamin (sebagai gugusan prostetik atau bagian aktif dari enzim). 7.Sumber nitrogen, Mikrobia dapat menggunakan nitrogen dalam bentuk amonium, nitrat, asam-asam amino, dan protein-protein. Jenis senyawa nitrogen yang digunakan tergantung kepada jenis mikrobianya.

24 METABOLISME MIKROBIA Metabolisme ialah semua reaksi yang terarah yang berlangsung di dalam jasad (sel) 1.Katabolisme / disimilasi : merupakan proses-proses perombakan bahan makanan menjadi konstituen-konstituen yang lebih sederhana dengan disertai pembebasan energi (eksergonik). Proses katabolisme meliputi proses oksidasi-reduksi (biooksidasi) yang dapat terjadi secara aerob (respirasi) dan secara an aerob (fermentasi)

25 Biooksidasi (Respirasi) : merupakan serangkaian reaksi dimana terjadi pemindahan elektron secara biologi tanpa mengingat ada atau tidak adanya oksigen. Fermentasi (respirasi an aerob) : aseptor elektron yang terakhir bukan oksigen, Respirasi (respirasi aerob) : kalau sebagai aseptor elektron yang terakhir adalah oksigen.

26 2. Anabolisme /asimilasi : merupakan proses-proses sintesa atau kegiatan sel untuk membentuk konstituen-konstituen protoplasma dan bagian-bagian sel lainnya yang memerlukan energi (endergonik). Proses ini meliputi proses biosintesa.

27 Tabel 6. Aseptor elektron yang digunakan dalam respirasi Aseptor elektron Hasil Respirasi an aerob Senyawa an organik NO 3 - SO 4 2- CO 2 Senyawa organik HOOC – CH = CH – COOH (asam fumarat) NO 2 -, N 2 O, N 2 H 2 S CH 4 HOOC–CH 2 - CH 2 –COOH (asam suksinat) Respirasi aerobO2O2 H2OH2O

28 Potential influences of rhizosphere microbes

29

30 MICROBIAL DENSITY  MENGHITUNG JUMLAH MO DALAM TANAH 1. LANGSUNG: -Mikroskop elektron: x Mikroskop cahaya: Putih: x UV: - sel-sel tertentu akan berbinar - dapat mematikan sel Phase contrast : agar sel-sel mo yang akan diamati terlihat Dengan jelas (dengan mewarnai bagian-bagian yang akan diamati )

31 Medium agar medium selektif MPN 2. TIDAK LANGSUNG For unicellular organisms such as the bacteria, growth can be measured in terms of two different parameters: changes in cell mass and changes in cell numbers.

32 DILUTIONS: Principles and Applications DEFINITIONS: Aliquot: a measured sub-volume of original sample. Diluent: material with which the sample is diluted Concentration factor (CF): ratio of aliquot volume divided by the final volume (inverse of the dilution factor) Concentration factor (CF): ratio of aliquot volume divided by the final volume (inverse of the dilution factor) Dilution factor (DF): ratio of final volume/aliquot volume (final volume = aliquot + diluent)

33 EXAMPLE: What is the dilution factor if you add 0.1 mL aliquot of a specimen to 9.9 mL of diluent? The final volume is equal the the aliquot volume plus the diluent volume: 0.1 mL mL = 10 mL The dilution factor is equal to the final volume divided by the aliquot volume: 10 mL/0.1 mL = 1:100 dilution (10 2 ) The Concentration Factor for this problem = aliquot volume/final volume = 0.1/( ) = 0.01 or concentration

34

35

36


Download ppt "ASPEK BIOLOGI TANAH DASAR ILMU TANAH. BIOTA TANAH BERDASARKAN UKURAN DIBEDAKAN: 1. MIKROBIOTA : < 0.2 mm (< 200  m) Prokaryotes: virus, bacteri, actinomycetes."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google